**/ Cerita Ida : Single Parent

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

14 Sep 2012

Single Parent


Cimahi, 26 Januari 2012

Bismillah,

"Pernah membayangkan menjadi single parent? Belum? Hmm.... saya beri bocoran ya: Repot!" Demikian ungkapan seorang single parent di bukunya yang berjudul "Jumpalitan Menjadi Ibu". Saya membaca buku ini beberapa bulan yang lalu, tapi kenapa saya jadi teringat tentang ini ya? 

Tadi sore, seperti biasa saya mengikuti pengajian rutin mingguan. Sebetulnya, biasanya jadual hari rabu sore adalah antar jemput anak-anak les piano dan keyboard, tapi karena sesuatu hal jadual pengajian pindah ke hari rabu, tugas mengantar jemput anak-anak saya delegasikan. Nah saat pengajian itu, tiba-tiba saja diberi kuisioner tentang hubungan kita dengan pasangan. Intinya surveyor ingin mengetahui  keharmonisan kita dalam berumah tangga.

Salah satu dari pertanyaan kuis adalah "Seberapa sering anda dan pasangan anda membicarakan masalah perceraian atau perpisahan?" Jawabannya Sering sekali, sering, jarang, jarang sekali dan tidak pernah. 

Hmm... sewaktu membaca bagian ini saya terhenti beberapa jenak. Bukan karena jawabannya sering atau sering sekali, jawaban saya alhamdulillah (?) tidak pernah. Tapi batin saya jadi bertanya "Amankah saya dan suami saya dari kata 'perceraian' atau 'perpisahan' ?" 
Dini hari ini saya jadi merenungi tentang ini. Siapakah sih yang menginginkan menjadi seorang single parent? Bahkan yang mengalaminya pun tentu tak pernah berharap hal itu terjadi pada dirinya.

Takdir ! Semua tidak terlepas dari yang namanya takdir. Tapi bukan berarti takdir itu kejam seperti kata lagunya Desi Ratna Sari "Tenda Biru" itu lho!. Semua yang terjadi atas kehendakNya. Manusia hanya berharap dan berencana, Alloh lah yang Maha Berkehendak dan Maha Menentukan. 

Yang perlu kita ingat sepahit apa pun yang terjadi pada diri kita, pasti ada ibroh di dalamnya, ada kebaikan yang tersembunyi dibaliknya. Alloh selalu memberikan yang terbaik untuk hambaNya. Hanya tinggal bagaimana kita menyikapi cobaan yang Allah berikan pada kita.

Kembali ke masalah single parent. Siapa sangka coba pasangan yang begitu serasi, bahkan sering mengisi acara tentang keluarga sakinah berdua di sebuah televisi swasta, tiba-tiba bercerai? Setelah belasan tahun menikah bahkan mungkin lebih dari dua puluh tahun, tiba-tiba saja jodoh terhenti sampai disitu saja. Banyak yang tidak menyangka. Bahkan mungkin dirinya pun tidak menyangka ia akan menjadi seorang single parent dan rumah tangganya akan berakhir seperti itu. 

Orang tua dulu bilang "pondok jodo" katanya. Pendek jodoh bisa terjadi karena perceraian, bisa juga karena meninggalnya pasangan kita. Perceraian, banyak hal yang melatar belakanginya. Faktor utama dari penyebab perceraian adalah ketidakharmonisan. Tidak harmonis biasanya disebabkan krisis keuangan, krisis akhlak, adanya pihak ketiga, konflik peran, perbedaan prinsip, kurang komunikasi, seks dan sebagainya.

Merenungi itu semua, saya jadi berpikir, perlunya seorang perempuan bisa mandiri. Bukan berarti harus menjadi wanita karir lho!  Tidak tergantung secara finansial kepada suami tidak harus selalu bekerja di luar rumah. 
 
Beruntung sekali perempuan single parent di buku Jumpalitan Menjadi Ibu itu jago menulis, bahkan seorang yang sudah terkenal di dunia kepenulisan, sehingga bisa mandiri secara finansial walaupun menjadi single parent. 

Memang seyogyanya seorang istri mampu berkarya dan mengembangkan dirinya walaupun ia sudah menjadi ibu rumah tangga dan memiliki suami yang mampu menghidupinya, sehingga kalau sesuatu terjadi pada kehidupannya ia masih tetap bisa berdiri dengan tegak membesarkan dan mendidik putra-putrinya.

Harapan kita semua, rumah tangga kita bisa selalu harmonis, seiring sejalan sampai menjadi nenek, kakek dan maut memisahkan kita. Sukses membesarkan anak-anak kita kegerbang kebahagiaannya masing-masing. Tapi Allah lah yang Maha Berkehendak, kita hanya berharap dan berusaha. Tidak adanya salah kita semua selalu mempersiapkan diri untuk sesuatu kemungkinan yang terburuk. 

Semoga kita bisa !!!

1 komentar :

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^