28 Feb 2014

Kala Hatiku Ingin Berkata

Cimahi, 28 Februari 2014

Bismillah,

Aku bukan diriku yang dulu, yang selalu menuliskan apa pun dalam diary online ini, zaman MP dulu setiap momen tak lupa selalu kurekam dengan torehan untaian kataku.  Tapi kini lihatlah apa yang terjadi, ketika Empi wafat, atau diwafatkan oleh yang punya kuasa, apakah aku patah hati ? Entahlah... yang jelas aku sudah lupa bagaimana memulainya.....

Padahal hidup adalah fana.  Padahal roda selalu berputar. Padahal dunia bukan keabadian.  Kita manusia, harus selalu siap menjalani episode kehidupan apapun yang telah ditentukan oleh yang maha untuknya.  Tidak selamanya hidup penuh kepahitan, pun tidak selamanya hidup penuh dengan kebahagiaan.  Kita manusia harus selalu siap, apa pun itu bentuknya.

Sebab dunia adalah fana, sebab hidup bukan keabadian, sebab raga hanyalah titipan, sebab engkau adalah bayangan. Ketika sedih menggelayut manja pada hidupmu, itulah saat engkau terdewasakan. Saat kebahagiaan mengiri langkahmu itulah saat engkau mendewasakan.  Semua adalah kebaikan, semua adalah wujud kasih Nya, semua sudah diatur oleh yang maha dari yang maha.

Kala mimpimu tersekat sebuah skenario kehidupan, tinggalah kita mengolah rasa, mengolah kecewa menjadi syukur tiada hingga. Sebab kita bukanlah sang sutradara, sebab kita bukanlah sang penentu,sebab kita hanyalah pelakon yang hanya mempunyai ingin. Tak semua cita menjadi nyata, tak semua kehendak menjadi makna, tak semua harap harus menjadi.  Hanyalah do'a yang harus terus terpanjat ketika usaha sudah ditunai.

Kecewa adalah manusiawi, sedih adalah kelumrahan, luka adalah bumbu kehidupan, bahagia adalah sebuah pilihan, tinggalah kita mengolah rasa menjadikannya syukur yang berbuah cinta karena ketetapan terbaik yang sudah Dia pastikan. 

Kau tau..... ? Aku ingin membuat makna dalam hidup ini, aku ingin menebar benih yang bebuah manis, aku ingin membuat kuantum keindahan tiada tara.  Mampukah ?  Setelah jutaan detik yang tersia menggerogoti sisa usiaku apa yang bisa aku lakukan untuk menebusnya?

Ketika asa masih tersimpan, ketika harap tak tertimbun luka, ketika semangat masih membahana, ketika raga masih dirasuki jiwa, ketika bahagia tak membuat lupa, harapan itu tetaplah ada....

Wahai pemiilik kehidupanku, tunjukkilah sebuah jalan untuk quantum kebaikanku wahai pengabul pinta,  bimbinglah sang jiwa rapuh ini dalam peluk hangatMu, dalam manis mencintaiMu.  Jadikanlah masaku menjadi jauh lebih berarti untuk kehidupanku saat hari bertemu denganMu..  Jadikanlah harapku adalah kehendakMu.  

Ya Robbana.....Jadikanlah mimpiku bersimpuh menemani ibu tercinta di tanah harram, rumah sucimu  adalah nyata, adalah kehendakMu yang Kau mudahkan jalan jalannya.


Aamiin Allohumma Aamiin.

18 Feb 2014

Jadi Makin Cintaaaaaaaaaaah

Cimahi, 18 Februari 2014

Bismillah,

Bukan mengambil kesempatan dalam kesempitan sama sekali tidak, tapi dari dulu saya ingin mengungkapkan hal ini. Sebuah realita yang begitu dekat di depan mata, namun kalau diungkap sulit untuk membuktikannya, mungkin juga akan banyak yang mencibir.  Dikatakan ingin benar sendiri, atau merasa benar sendiri, lagi kampanye ni yee dan sebagainya, atau ah lieur mikiran politik, politik mah kotor... hehehe...

Berkaca dari kasus Bu Risma jadi semakin yakin bahwa kebaikan yang tidak terorganisir akan kalah oleh kemaksiatan yang terorganisir.  Saya kira bu Risma bukan pribadi yang lemah, tetapi ia hanya sendiri, sekuat apa pun ia, kalau hantamannya sangat kuat melebihi kekuatan tubuhnya akhirnya akan jatuh juga.

Mencermati apa yang terjadi yang menimpa walikota amanah yang diusung oleh partai berlambang banteng ini, membuat miris memang.  Walikota yang fokus pada pelayanan kepada masyarakat kok tiba-tiba 'meributkan' prosedur pemilihan wakil walikota? 

Adalah Wisnu Sakti Buana ketua DPC PDIP Surabaya, yang juga merupakan  putra mantan wakil ketua MPR RI yang juga tokoh senior PDIP, Soetjipto Soedjono , baru saja dilantik jadi wakil walikota.  Sebelum dilantik Wisnu adalah ketua DPRD Surabaya, ia menjadi wakil walikota menggantikan Bambang Dwi Hartono yang mengundurkan diri karena mengikuti pemilihan Gubernur Jawa Timur.

Pada tahun 2011 bu Risma mengeluarkan perwali no 56 dan 57 tahun 2011 tentang kenaikan pajak reklame.  Tujuan beliau adalah agar para pemasang iklan tidak seenaknya saja memasang reklame dan membuat semwawut kotanya. Beliau pun menetapkan pajak reklame menjadi 25%.

Perwali inilah yang memunculkan sikap para dewan yang terhormat untuk memakzulkan Bu Risma. Menurut DPRD perwali ini salah prosedur karena tidak melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah dalam menetapkannya. Kita bisa lihat disini, bagaimana keberpihakkan para wakil rakyat, yang begitu mudahnya memakzulkan walikota yang pro rakyat hanya untuk kepentingan para pengusaha dalam memasang reklame... hiks...hiks... nangis bombay deh daku.


Inisiatif pemakzulan ini datang dari Wisnu Wardhana ketua DPRD Surabaya yang juga ketua DPC Partai Demokrat Surabaya yang di dukung penuh oleh wakil ketuanya bernama Wisnu Sakti Buana yang baru saja dilantik jadi wakilnya Bu Risma. Ternyata PDI-P yang dulu mengusungnya menjadi walikota pun turut memakzulkannya. Dari tujuh fraksi hanya PKS lah yang menolak upaya pemakzulan ini.

Beberapa bulan sebelum muncul pemakzulan bu Risma pernah tegas menolak pembangunan jalan tol tengah kota surabaya. Bu Risma lebih memilih membangun jalan tol lingkar luar Barat dan Timur untuk angkutan berat. Menurut Bu Risma pembangunan jalan tol tengah tidak akan menjadi solusi kemacetan dan hanya membebani masyarakat karena harus membayar tol ketika menghindari kemacetan,

Menjabat menjadi Walikota  Kota Surabaya sejak Oktober 2010, Risma dilanda tekanan sejumlah kekuatan politik di ibu kota Jawa Timur itu. Salah satu tekanan justru datang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai ini menyorongkan Wisnu Sakti Buana menjadi wakil walikotanya tanpa mendiskusikan dulu dengan dirinya.  Ada kepentingan bisnis di balik penetapan, karena konon katanya Wisnu Sakti Buana mempunyai kedekatan khusus dengan mafia proyek di Surabaya yang biasa menangani proyek-proyek besar. Wallohu'alam.

Bagaimana dengan bu Risma ? “Saya sudah berikan semuanya, capek saya ngurus mereka, yang hanya memikirkan fitnah, menang-menangan, sikut-sikutan"  Begitu katanya dalam satu kesempatan. Memang susah menjadi orang baik di zaman ini, kebaikannya akan mengganggu niat-niat jahat, orang-orang yang sudah tidak memiliki hati nurani. 

Begitulah, tak heran saya kalau banyak yang antipati dengan politik, memang banyak orang kotor di dalamnya, tapi hal ini bukan berarti kita harus antipati, bukan?  Justru kita harus membantu menghantarkan orang-orang yang menurut kita bersih. Masih ada yang bersihkan?  Buktinya masih ada fraksi yang pro pada walikota keren iniih.... iya kan? Paling tidak partai ini berupaya untuk selalu bersih...


Di depan mata, teman saya yang menjadi pendamping posyandu sering mengeluh, dilapangan banyak sekali aral melintang untuk membagi kepintaran dengan para penyuluh posyandu. Ketika mereka diajak untuk mengikuti pelatihan tiba-tiba  ditengah acara mereka pada permisi pulang karena ditelepon Bu Lurah dan tidak boleh mengikuti acara itu mungkin takut kadernya beralih keberpihakkan dalam partai.

Saya juga tak heran dan percaya saja ketika kang Aher susah untuk membenahi Bandung sebagai ibu kota Jawa Barat, alasannya walikotanya bersebrangan dan tidak mau menurut. Ketika Bandung dipegang orang yang amanah, Bandung kini mulai bebenah. Dalam sebuah talkshow Ridwan sempat berkata

"Saya membutuhkan 50 orang yg duduk di parlemen yg mendukung program2 saya."
 

Beliau sedih di akhir tahun 2013 banyak program beliau yg bagus2 dicoret tanpa sebab yg jelas. karena yg menerima program di dewan hanya PKS "Oleh karena itu saya membutuhkan bantuan masyarakat utk cermat memilih." Bantu kami (PKS) untuk membantu anda

Kampanye lagi... kampanye lagi... Merasa benar sendiri lagi... merasa benar sendiri lagi...Sudahlah... muak aku...hehehe...!!!. Ya sudah atuh....Terus si aku ini  makin cinta sama siapa jadinya?  Aku mah makin cinta sama si abi saja ah.yang sudah jelas halalnya.... xixixi....
 







16 Feb 2014

Wonderful wife, Sebuah Pribadi yang Harus Terus Dikejar

Cimahi, 16 Februari 2014

Bismillah,

Ini GA pertama yang saya ikuti, mudah-mudahan bisa ikutan GA -  GA yang lainnya hehe... Jadi pemicu semangat untuk semakin rajin menulis :) Mudah-mudahan ya....

Pernikahan antara sepasang suami istri merupakan sebuah ikatan perjanjian yang sangat kuat dan kokoh, di dalam al qur'an ikatan ini disebutkan sebagai ikatan Mitsaqon golidzon.  Kata mitsaqon golidzon hanya dipakai untuk tiga hal saja yaitu pada perjanjian Allah SWT dengan para nabi, perjanjian Alloh SWT dengan Bani Israel dan ketiga Pernikahan. 

"Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali (mahar), padahal sebagian kamu telah bergaul sebagai suami-isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat" (An-Nisa: 21).

Allah SWT menyetarakan ikatan pernikahan dengan kedua perjanjian lainnya bukanlah tanpa sebab.  Rumah tangga adalah salah satu benteng di antara benteng-benteng akidah.  Itulah sebabnya sebuah rumah tangga harus dibangun oleh suami istri yang berusaha menjadikan bentengnya itu benteng yang kuat.

Suami dan istri bagaikan sepasang sayap pada seekor burung, satu sama lain saling membutuhkan, saling mendukung.  Salah satu saja sayap itu patah maka rumah tangga tidak akan dapat berjalan dengan baik, tidak akan berhasil menjadikan sebuah rumah tangga menjadi benteng akidah yang kokoh.

Menjadi wonderful wife adalah sebuah proses yang harus terus diupayakan dan ditingkatkan. Menurut pendapat saya ada tiga hal penting yang mendasar yang harus dimiliki seorang istri untuk menjadi wonderful wife:

1. Memiliki Pemahaman yang baik terhadap agamanya / Memiliki Akidah yang kuat

Istri yang memahami pemahaman yang baik, akan menyadari betul untuk apa ia hidup di dunia. Ia akan memahami bahwa ia hidup memiliki tugas sebagai hamba dan sebagai kholifah di muka bumi.  Pemahaman ini akan menghantarkan ia menjadi pribadi yang berusaha sebaik-baiknya dalam menjalani kehidupannya. Ia memahami bahwa setiap yang ia lakukan harus dipertanggungjawabkan di akhirat nanti. Ia pun memahami bahwa suaminya adalah imamnya yang harus ia taati selama tidak bertentangan dengan perintah Allah SWT.  

Tips untuk mewujudkannya:  
Selalu berusaha terus mencari ilmu melalui pengajian-pengajian, tarbiyah/ pengajian yang berkesinambungan, membaca  mendengarkan radio dan sebagainya.  Sehinga pemahamannya terus bertambah.

Selalu berusaha untuk dekat dan mendekati yang maha kuasa Alloh SWT



2.  Memiliki kemampuan Manajemen Waktu

Seorang istri haruslah memiliki kemampuan untuk memenej waktunya dengan sebaik-baiknya.  Pemahamannya terhadap kehidupan menghantarkannya untuk menjadi sosok yang memiliki multi peran dalam hidupnya.  Seorang istri yang memiliki banyak peran dalam hidupnya haruslah memiliki kemampuan memenej waktunya.   Memenej waktu diperlukan dalam menjalankan rutinitas yang dimilikinya, untuk pengembangan anak dan keluarganya dan peningkatan kualitas dirinya.  Sehingga semakin lama ia akan menjadi pribadi semakin baik.

Tips:  Komitmen, memiliki planning, target, kemampuan mengatakan tidak terhadap pada apa yang tidak direncanakannya.



3.  Istri yang lembut dan penuh kasih sayang

Seorang istri dengan pemahaman yang baik, kemampuan memenej waktu yang baik haruslah didukung dengan kemampuan bersikap lembut dan penuh kasih sayang,  Komunikasi dengan suami, anak dan keluarga dalam menerapkan prinsip-prinsip hidupnya dan berkomitmen terhadapnya dilakukan dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Sehingga akan mudah dalam menerapkannya karena dilakukan dengan komunikasi yang baik.

Tips :  Ini lebih pada sifat dan kepribadian tetapi bisa diusahakan dengan terus belajar dan bergaul dengan orang-orang yang bersifat lembut dan penuh kasih sayang. Berusaha dan belajar terus menjadi pribadi yang penuh empati.



Itulah tiga hal mendasar menurut saya yang penting dimiliki seorang istri untuk menjadi istri yang ideal.

Sementara itu masukkan untuk blog Bu Ida Nur Laela apa ya.... saya senang membacanya karena sesuai dengan moto di blog yaitu ingin selalu berbagi kebaikan.  Saya banyak mendapat manfaat dengan membaca blog bu Ida.  

Masukkannya apa ya... jadi bingung deh oh iya back groundnya mungkin awan yang bergerak itu kadang sedikit mengganggu ketika asyik membacanya, fontnya sedikit lebih dipergelap biar mata emak-emak seperti saya ini lebih nyaman membacanya.  Blognya bisa didaftarin bu jadi blog yang menghasilkan fulus hehe....



15 Feb 2014

Romantika Anak Kost ..... (Jilid 2)

Cimahi, 15 Februari 2014

Bismillah,

Kurang lebih setahun yang lalu saya pernah menulis tentang kehidupan anak-anak kost dengan segala romantikanya. Sebetulnya ada rasa sungkan menulis tentang hal ini lagi karena saya hanya mampu menuliskan kegalauan saya tanpa mampu memberi solusi yang berarti. Kehidupan bebas di depan mata, namun saya hanya sanggup mengelus dada.  Pernah membicarakan hal ini dengan beberapa teman yang kebetulan menjadi dosen di kampus sekitar sini, tapi hal itu tidak memberikan solusi juga ternyata.

Beberapa hari yang lalu, saya sangat dikejutkan kembali dengan apa yang saya temukan, sebuah flash disk tergeletak begitu saja di dapur. Karena bentuknya seperti penghapus putih biru kecil, saya pungut dan disimpan di meja dapur.  Kukira memang penghapus anak-anak tetapi memang rada aneh juga penghapus kok bermerek hp, perasaan perusahaan hp tidak maemproduksi penghapus deh. Tapi saya tepis perasaan itu, dan benda itu saya lupakan begitu saja.

Entah siapa yang pertama menyadari benda itu sebuah flash disk, saya lupa, tapi begitu tahu itu flash disk saya segera mengamankannya.  Alkisah Miqdad anakku yang kedua meminta izin untuk memeriksa siapa kepemilikan benda itu.  Kebiasaan kami ketika menemukan flash disk, kalau jelas pemiliknya ada di cucian punya siapa langsung saja saya simpan di fakturnya.  Tapi kalau enggak jelas pemiliknya, kami periksa isinya, bila ada nama atau foto pelanggan yang kami kenal, langsung saja si flash disk kami beri nama, baru kemudian di pajang di etalase laundry. Kalau tak dikenal, flash disk kami pajang tanpa nama,  Setelah sekian lama tidak ada yang mengambil dan mengakui kempemilikan flash disk akan kami beli dengan mengganti secukupnya ke kotak infak.  Saya pikir daripada tidak berguna seperti itu lebih baik kami beli dan uangnya untuk infak.  Kebetulan di laundry kami memang ada kotak infak untuk menampung uang-uang yang tak jelas kepemilikannya yang memang selalu saja ada di setiap harinya.

Kembali lagi pada Aa yang akan memeriksa flash disk tersebut, baru saja dia akan memasang flash disk di kompi, tiba-tiba entah ide darimana saya berseru "Ntar aja Aa.... biar sama abi, khawatir ada virusnya nanti kompinya jadi banyak virus" kataku.  Aa menurut ia menyimpan flashdisk itu kembali di tempat semula.

Esoknya saya bertanya kepada abinya tentang flash disk tersebut.  Kata abi ia engga kenal siapa pemiliknya tapi flash disk itu banyak film dewasanya.  Deg....saya langsung teringat Aa... untung saja Aa saya larang untuk membuka flash disk tersebut. 

Penasaran dengan kepemilikannya, karena menurut abi banyak foto pemiliknya, akhirnya saya memeriksa flash disk tersebut. Begitu melihat wajah di foto tersebut, langsung saja saya tahu siapa dia, sempat beberapa kali bertemu ketika pegawai sudah pulang atau belum datang. Saya hafal betul karena anak tersebut begitu peduli dengan uang lima ratus yang lupa saya kembalikan,untungnya saya ingat lalu kembalian itu saya tempel di faktur laundryannya yang sudah selesai. Ternyata beberapa hari kemudian dia menagih uang tersebut.  

Saya sedikit heran biasanya mahasiswa yang laundry tidak begitu dengan peduli dengan uang lima ratusan, saya senang saja karena ada mahasiswa yang peduli dengan uang walau sedikit, berarti ia menghargai uang yang dikirimkan oleh orang tuanya.

Di file film flash disk tersebut ada beberapa file dengan nama yang sudah tidak asing lagi, Luna Maya, Cut Tari... hmmmmm....  film dewasa yang beberapa tahun lalu menggegerkan bumi Indonesia ini.  Mengerikan, anak yang kelihatannya baik ternyata menyimpan film seperti itu.

Jadi ngeri, saya ingat anak-anakku, harus semakin banyak berdo'a kepada Allah SWT, agar dia yang Maha Kuasa selalu menjaga mereka.  Pernah dengar juga kalau film dan foto-foto seperti itu disebar oleh orang yang tidak bertanggung jawab melalui bluetooth di sebuah SD .... hiks....

Sedikit beralih tema saya jadi ingin cerita hape, bagaimana saya menyikapi hp untuk anak-anakku.  Saat si sulung kelas enam pernah diberikan hp jadul bekas abinya, hanya bisa sms dan telepon. Lingkungan di rumah memang kurang baik. Anakku sering banget di sms sama lawan jenisnya hanya untuk menanyakan lagi apa? Sudah makan belum? dsb... dsb..  Khawatir dengan pergaulan mereka, akhirnya saya melarang mereka memakai hape.

Anak-anakku sekarang sudah paham sudah tidak bergaul intens lagi dengan mereka, tapi saya tetap tidak memberikan mereka hp, kecuali kalau memang mampu beli sendiri, itu pun dengan berbagai syarat lainnya. Galak ya saya... xixixi... Konsekuensinya uminya hrs rela memberi kebebasan memimjamkan hp pada anak-anak.

Si tengah kelas lima karena sudah bisa membeli hp sendiri dari hasil tulisannya, jadi punya hp.  Tapi alhamdulillah dia mau berbagi sama kaka adik-adiknya. Alhamdulillah dengan cara seperti itu anak-anak tidak ada yang ribut ingin hp, dan saya pun bisa memantau pergaulan mereka juga. Over protective kah? Engga tahu ya... tapi saya  merasa aman dengan seperti itu.  Selama anak-anak tidak komplain, berarti kebutuhan hapenya terpenuhi dengan cara seperti itu, itu cukup menenangkan saya.  Kebetulan juga sekolah anak-anak walau ada yang di negeri (dulunya SMP RSBI) memang melarang siswanya membawa hape.

Saya hanya sedikit ngeri, mereka bisa mengakses foto-foto yang tidak layak mereka buka.  Saya takut anak-anak saya seperti mereka para mahasiswa yang sering saya temui.  Tidak semua dari mereka seperti itu, tapi saya berani berkata BANYAK dari mereka.  Buktinya para pegawai laundry sering menemukan film dewasa serta alat kontrasepsi di cucian mereka.

Hiks... Hiks... ya Allah lindungi kami, lindungi generasi muda negeri ini ya robbi...., lindungi anak-anak kami.  Jadikanlah mereka anak-anak yang menjadi penyejuk mata dan hati kami. Aamiin Allohumma Aamiin.

9 Feb 2014

Mencari Titik Temu .... Bertemukah?

Cimahi, 9 Februari 2014

Bismillah,

Hati siapa yang tak sakit bila saudara kita berbeda akidah dengan kita?  Tentu saja ada rasa perih yang dirasa. Saya mengalami  hal itu.  Nenek dari pihak ayah saya  beserta sebagian besar dari anak-anaknya yang berarti uwak dan paman bibi saya adalah pengikut setia aliran ahmadiyah.  

Mereka dulu sangat aktif mendakwahi keluarga saya, bahkan saya, ibu dan kedua adik saya, harus dengan sangat menjaga ayah saya yang hampir saja tertarik dengan ajaran itu, alhamdulillah Allah SWT masih sayang kepada almarhum ayah hingga tidak tergoda untuk ikut aliran itu.  Sedikit banyak saya tahu ajaran itu, yang menurut pemahaman saya memang sesat dan menyesatkan. Bagaimana tidak? Mereka beranggapan ada nabi setelah nabi yang terakhir, padahal di al qur'an jelas Nabi Muhammad SAW penutup para nabi.

Hanya Allah yang tahu, betapa dari lubuk hati yang terdalam, tak ingin saya mengkafirkan suatu kaum dan mengatakan suatu ajaran sesat. Demi Allah, saya pun sama dengan yang lain, ingin kedamaian, tidak ada pertentangan, tidak ingin merasa diri benar.  Tapi Allah SWT sudah memberikan petunjuk yang begitu jelas berupa al qur'an dan hadist.  Tidak serta merta seorang yang cerdas dan berakhlak yang katanya bagus itu seorang sholeh dan di jalan lurus seperti pemahaman seorang sahabat saya.

Atas dasar keinginan yang luhur (ceileeeeeeh bahasanya) maka walau pun masih dalam kondisi pemulihan pasca kuret, saya pun memutuskan untuk pergi mengikuti suatu kajian yang begitu menarik.  Saya berharap mendapat banyak masukan baru dengan ikut acara ini.  Saya ingin lebih berempati dan berkhusnudzon kepada teman-teman yang meyakini aliran syiah sebagai suatu kebenaran.

Bagaimana tidak ?  Bedah buku yang berjudul "Mencari Titik Temu Syiah - Suni" ini memberikan suatu harapan baru bagi saya, judulnya menjanjikan sesuatu yang baru.  Harapan saya  pembicaranya tentu tidak akan menyudutkan pihak lain karena yang dicari adalah titik temu sesuai judulnya.  Oleh karena itu dengan badan yang belum pulih saya memaksakan diri untuk ikut acara ini di Gedung Harmoni jalan Budi Bandung.

Harapan tinggal harapan ternyata.... Pemateri yang seorang Doktor disebuah bidang agama Islam ini yaitu Dr. KH. Saeful Islam Mubarok, Lc MAg  tidak mewujudkan harapan saya.  Dari awal acara walau kebetulan saya agak terlambat (tapi hanya beberapa menit, saya tahu karena bertanya pada istri beliau yang kebetulan duduk disamping saya) sudah memperlihatkan kesesatan ajaran syiah.

Dimulai dengan memperlihatkan sebuah Video. Disana diperlihatkan bagaimana keakaraban seorang Ahmadinejad dengan para petinggi yahudi disebuah acara.  Mantan Presiden yang pernah berkoar-koar sebagai musuh nomor satu yahudi ini terlihat asyik bercengkrama di video yang tidak mungkin hasil rekayasa.  Ia bersalaman , cipika cipiki, tertawa bareng bahkan beliau mendapatkan sebuah penghargaan dari dedengkot yahudi berupa sebuah piala berak besar yang beliau terima dengan sumringah dan cipika cipiki lagi.

Video kedua, diperlihatkan bagaimana orang syiah sholat, video ketiga bagaimana mereka merayakan perayaan hari besar peristiwa Karbala.  Mengenang wafatnya Hasan dan Husen.  Di dalam video itu diperlihatkan bagaimana mereka menangis dan meraung, menyakiti diri sendiri hingga berdarah2 (saya harus menutup mata anak saya dan akhirnya meminta kedua anak saya bermain keluar, ngeri melihat adegan yg begitu sadis menyakiti diri secara berjamaah).   Melihat adegan ini saya langsung teringat sebuah hadist rasulullah yang melarang seseorang menangisi kematian seseorang sampai meratapi dan meraung.

Ustadz Syaeful Islam pun menambahkan bahwa beliau pernah melihat sebuah video pidato seorang dedengkot Syiah bernama Yasir Habib dihadapan umatnya yang tak terhitung banyaknya, sedang merayakan hari dimana mereka yakini sebagai hari Siti Aisyah dimasukkan ke dalam neraka.  Yasir Habib yang tenang dan kalem itu bisa sangat marah ketika berbicara tentang Siti Aisyah.  Saat ini diketahui Yasir Habib tengah mengalami azab di dunia berupa kanker di mulutnya hingga dia tak mampu lagi berkata suatu apa pun.

Ustadz Syaeful Islam pun menyitir sebuah hadist riwayat muslim yang mengatakan bahwa kelak pengikut dajjal terdiri dari 70.000 orang yahudi berasal dari sebuah tempat yang disebut Isfahan. Ternyata Isfahan nama sebuah provinsi di Iran yang berbatasan dengan Rusia.

Penasaran dengan isi buku saya meminjam buku tersebut pada seseorang yang kebetulan membeli buku itu. Buku tebal lebih dari 555 an halaman, terdiri dari empat bab. Bab Pertama: tentang sejarah; kedua: pengaruh sejarah terhadap aqidah, ibadah dan akhlak; ketiga: perbandingan antara syiah dan sunni, keempat jawaban dari pertanyaan apakah ada titik temu antara syiah dan sunni ini. Harganya Rp120.000, discount 10%, si emak ga beli karena pengennya yg discount 30% , mau beli di toko buku langganan dekat masjid Salman aja katanya heu heu....Ternyata dalam buku ini tidak secara langsung mengatakan ajaran ini sesat seperti pemaparan penulis di acara bedah buku ini. Buku ini lebih bisa dikatakan sebagai buku studi banding antara syiah dan sunni kemudian diperlihatkan kebenaran yang berdasarkan al qur'an.

Lalu apakah antara syiah dan sunni bisa mencapai titik temu?  Menurut buku ini hanya Allah SWT yang bisa menyatukannya sebagaimana Allah SWT dapat mempersatukan ahli kitab dengan para penyembah berhala.  Buku ini mengajarkan kepada kita untuk tidak menjadikan sejarah sebagai acuan.  Di buku ini kita bisa tahu bagaimana sebuah peristiwa bisa memiliki 13 pemaparan yang berbeda.  Jadi sejarah tidak bisa dijadikan acuan sebagaimana seorang syiah yang menjadikan sejarah sebagai acuan.  Sejarah bisa dibuat sesuai kepentingan masing-masing penulisnya. Al Qur'an menurut pengikut syiah terdiri dari 17.500 ayat, al qur'an yang sekarang menurut syiah telah dieleminir oleh para sahabat yang telah kafir sepeninggal rasulullah SAW seperti Abu Bakar, Umar, Usman, Siti Aisyah. Kita bisa mengambil kesimpulan kalau mengikuti pendapat syiah ini berarti rasulullah telah gagal mendidik dan mengkader para sahabat.

Buku ini memaparkan juga bahwa sesungguhnya Syaidina Ali memiliki 33 putra putri berasal dari 12 kali pernikahan syaidina Ali (tentu saja dalam waktu berbeda, maksimal dalam waktu yang sama kan hanya dibolehkan empat orang saja).  Dipaparkan juga bahwa diantara putranya itu dinamai Umar dan Abu Bakar.  Bagaimana mungkin Syaidina Ali menamai anak-anaknya dengan seseorang yang dibencinya?  Pemahaman ajaran syiah, begitu membenci Abu Bakar dan Umar.  Ahlul Baith menurut syiah adalah Ali, Fatimah, Hasan, dan Husen. Sementara yang sebenarnya ada putri Ali yang bernama Ummu  Kultsum yang menikah dengan Umar bin Khotob.

Terakhir beliau mengatakan dan mewanti-wanti agar kita harus banyak memperdalam al qur'an dan hadist.  Tidak cukup hanya tilawah, tidak cukup membaca artinya.  Seorang muslim harus betul-betul mengetahui isi kitab yang menjadi acuan hidup dan kehidupannya.

Jadi bagaimana sikap kita?  Saya setuju sekali dengan ucapan yg dikatakan Mohammad Natsir yang disitir oleh KH Miftah Faridl di kata pengantar buku ini yang mengatakan janganlah pengikut syiah menyebarkan ajaran di kalangan pengikut sunni dan begitu pula sebaliknya janganlah pengikut sunni menyebarkan ajarannya di pengikut syiah.

KH Abdullah Gymnastiar:

“Jika kita menyikapi urusan dg hati yang bersih, pikiran jernih, keilmuan yang benar, luas dan mendalam disertai informasi yang BAL (Benar, Akurat, Lengkap), Insya Allah kita akan mengambil sikap yg tepat dan bijak. semoga hadirnya buku ini menambah pengetahuan dan wawasan kita sehingga semakin tepat dalam menyikapi persoalan ini. Wallahua’lam.”



8 Feb 2014

Menjadi Pengusaha, Sulitkah?


Cimahi, 19 Januari 2012

Bismillah

Untuk menjadi sebuah negara maju, negara kita memerlukan minimal 2%  dari penduduknya menjadi pengusaha. Sebetulnya 2% itu sedikit ya? Tapi bila itu dari seluruh jumlah penduduk Indonesia, jumlah yang cukup banyak pastinya. Dan negara kita baru memiliki sekitar 400 ribu an pengusaha atau setara dengan 0,18 persen saja dari jumlah penduduknya.

Miris ya...?
Lalu apa sih sebenarnya yang menghambat kita untuk menjadi pengusaha? Padahal kita tahu Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa sembilan dari sepuluh pintu rezeki adalah dari perdagangan. Lalu kita pun tahu bahwa sembilan dari sepuluh sahabat rasulullah yang dijamin masuk syurga adalah para pengusaha (saudagar).

Berwirausaha sulitkah?

Ada banyak hal yang membuat kita takut melangkah ketika akan memulai suatu usaha. Yang pasti sih takut rugi ya? (Saya banget gitu lho...). Lalu karena takut rugi maka sebelum kita melangkah banyak hal yang kita lakukan. Studi kelayakan, menguasai teknis, mengamati pesaing,mengumpulkan modal, mencari lokasi,mencari karyawan dan lain sebagainya. Lalu ketika hasil survey  tidak prospektif selangkah demi selangkah kita mundur beralih mempertimbangkan bisnis yang lain. Terus kapan mulainya dong?

Waktu kita lulus kuliah dulu terpikir engga sih untuk berbisnis? Kalau saya enggak deh. Yang kepikiran ngelamar kemana nih? Atau dilamar siapa niih hehehe...Kenapa ya? Apakah menjadi seorang pebisnis ini memerlukan bakat turunan?  Mengingat bidang ini di negara kita banyak dikuasai oleh teman kita turunan Cina. Kalo memang bakat, bukankah kata lagu "Nenek moyangku seorang pelaut..." Pelaut ya...! bukan nelayan. Pelaut kan dari lautan menuju lautan, dari samudra menuju samudra. Untuk apa? Ya berdagangkan? Nenek moyang kita pedagang lho! Jadi kita semua punya bakat di bidang itu hihi..  

PR besar bagi negara kita untuk menciptakan para enterpreuneur baru. Dan ini semua bermula dari sistem pendidikan yang harus diubah. Mengapa demikian? 

Pendidikan di negara kita sangat memanjakan otak kiri. Dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi terlebih pasca sarjana, otak kiri lah yang banyak di asah. Sementara otak kanan hanya dilatih ketika pendidikan di usia dini saja, play grup dan taman kanan-kanak. Otak itu seperti pisau semakin di asah semakin tajam, tidak diasah akan tumpul.  Jadi jangan heran kalo negara kita banyak yang jago otak kirinya. Otak kanan golongan minoritas!

Sementara untuk terjun  di dunia bisnis, otak kananlah yang berperan. Kalau otak kiri yang kita gunakan ujung-ujungnya selalu banyak pertimbangan, urut - urut dan terencana. Menjadi pebisniskan harus kreatif, imajinatif, intuitif berani menghadapi perubahan dan resiko. Semua itu otak kanan kitalah yang berperan. Jadi jangan heran kalau di negara kita lebih banyak yang menjadi karyawan daripada menjadi pedagang. Enterpreuneur itu minoritas !!

So.... mulai sekarang saya harus mengasah otak kanan anak-anakku juga dong ...  
PR lageeee.......!!

Menyiapkan Generasi Robbani (Tips untuk Ibu Hamil )

Cimahi, 8 Desember 2013

Bismillah,

Seorang ibu adalah
+




Pencerdasan anak-anak yahudi ternyata sudah dimulai sejak persiapan awal melahirkan. Setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, maka si ibu akan lebih sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama.

Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan, kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya "Apakah ini untuk anak mu ?”

"Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius." jawab ibu itu.

Peristiwa ini membuat Stephen tertarik untuk mengikuti terus perkembangannya.

Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung sang ibu suka sekali memakan kacang badam (almond) dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya adalah roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak, sedangkan kepala ikan mengandung kimia yang tidak baik dan dapat merusak perkembangan serta penumbuhan otak anak di dalam kandungan. Ini adalah adat dan semacam kewajiban orang-orang Yahudi ketika ibu-ibu mengandung, yakni mengkonsumsi pil minyak ikan. Ketika diundang untuk makan malam bersama orang-orang Yahudi. Pada setiap undangan yang sama, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet) ungkapnya.

Biasanya kalau sudah ada ikan, maka tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi campuran ikan dan daging tidak bagus dimakan bersama, salad dan kacang harus, terutama kacang badam.

Uniknya, mereka akan makan buah-buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika anda diundang ke rumah Yahudi anda akan dihidangkan buah-buahan dahulu. Menurut mereka dengan memakan hidangan karbohidrat (nasi/roti) dahulu kemudian buah-buahan akan menyebabkan merasa mengantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel merokok adalah tabu, apabila anda diundang makan dirumah Yahudi jangan sekali-kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh anda keluar dari rumah mereka, menyuruh anda merokok di luar rumah mereka. Menurut ilmuwan di universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusak sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh) suatu penelitian dari ilmuwan gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah-buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever). Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas, rata-rata mereka memahami tiga bahasa yakni : Hebrew, English, dan bahasa Arab. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain biola dan piano, ini adalah suatu kewajiban.

Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ, sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Menurut para ilmuwan Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak, tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak-anak Yahudi diajari matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatannya, Stephen mengatakan "jika dibandingkan dengan anak-anak di California dalam tingkatan IQ-nya, bisa saya katakan 6 tahun ke belakang!!"
Segala pelajaran akan dengan mudah ditangkap oleh anak Yahudi.

Selain dari pelajaran tadi, olah raga juga menjadi kewajban mereka. Olah raga yang diutamakan menurut teman Yahudinya Stephen adalah memanah dan menembak karena dapat melatih fokus otak. Di samping itu menembak adalah bagian dari persiapan untuk membela negara.

Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tingkat menengah. Di sini murid-murid di perdalam dengan pelajaran sains. Mereka di dorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadang kelihatannya lucu dan memboroskan tetapi diteliti dengan serius. Apalagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi. Satu lagi yang diberi keutamaan adalah fakultas ekonomi, saya sungguh terperanjat melihat begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi.

Di akhir tahun di universitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus mempraktekkannya. Anda hanya akan dinyatakan lulus jika team anda (10 orang setiap kelompok) berhasil mendapat keuntungan sebanyak US$ 1 juta. Anda terperanjat? Itulah kenyataannya. Kesimpulan pada teori Stephen adalah melahirkan anak & keturunan yang cerdas adalah keharusan, tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalam, bahkan mungkin perlu proses melewati beberapa generasi.

Rindu

Cimahi, 8 Februari 2014

Bismillah,

Saya tidak sedang merindukan seseorang, saya tidak sedang rindu pada sesuatu, saya tidak sedang rindu pada menulis.  Lalu mengapa tulisan ini berjudul rindu? Saya rindu pada sebuah semangat belajar yang kurasakan dulu.  Semangat belajar menulis yang cukup menggebu yang pernah kumiliki. Semangat belajar yang menghasilkan beberapa buku antalogi, baik yang sudah terbit maupun yang akan terbit.

Ini tulisan pertama di tahun ini, tulisan yang akan menjadi saksi hidupnya kembali semangat yang menggebu.  Tidak banyak tulisan yang kutoreh di tahun 2013 kemarin, hingga banyak moment yang luput kurekam sebagi kenangan rekam jejak kehidupanku yang menyenangkan....

Beberapa peristiwa yang menarik yang masih kuingat adalah saat mengantar si tengah Fathiya Amatullah yang mengikuti KPCI untuk ketiga kalinya di Jakarta.  Tahun 2013 ini diadakan di Hotel Twin Plaza Jakarta Barat.

Hadeuuh Menjungkel Beginong

Terbitnya buku antalogi terbaruku



Buku terbaru kakak :



Fathiya menulis lagi....
 



Kelihatannya tahun ini saya akan mulai aktif lagi belajar menulis, tak ada target, tapi saya berjanji I do My Best.  Sebagai langkah awal besok saya mau beli keyboard komputer sebagai penunjang yang sangat mempermudah proses menulis.

Salah satu faktor yang membuat saya dan anak-anak menjadi agak sulit bin malas menulis karena sarana yang tidak support.  Laptop rusak, tab juga rusak, bb hilang, kompi satunya lagi rusak, yang sedang dipakai ini keyboardnya amburadul bikin bete setengah hidup karena beberapa huruf hilang, hurufnya ada tapi ketika tuts di ketik hurufnya tak tampak dilayar seperti huruf:  n, b ? - angka dan beberapa yang lain.  Huruf2 hilang itu jadi pakai On Screen Keyboard kalau mau nulis.  Betul betul bikin repot.

Yaah begitulah suka dukanya, masih banyak pengalaman yang tak sempat terekam, nanti sajalah kalau sudah beli keyboard.... mudah2a tahun ini bisa beli laptop plus CPU anyar.  Aamiin Allohuuma Aamiin.