**/ Cerita Ida : Pengaruh Pengalaman Indera Anak Melalui Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perilaku

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

27 Jan 2015

Pengaruh Pengalaman Indera Anak Melalui Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perilaku

Pengaruh Stimulan Otak Terhadap Perilaku Anak sebetulnya judul tema yang saya tangkap dan judul tema yang tepat saya lupa lagi hehe....  Itu adalah tema parenting yang diadakan oleh sekolahnya Fathiya Amatullah -anakku yang ketiga- SDIT Cipta Cendikia Indonesia.  Sebuah acara rutin yang digelar sebulan sekali.

Tampil sebagai pembicara adalah dr Titin,Sp Kj seorang dokter spesialis kejiwaan, beliau istri dari seorang ustadz yang hafidz qur'an, yaitu ustadz Zumhur al hafidz tak heran kalau anaknya cerdas-cerdas. Kok tau? Tau dong kan blio itu temanku....anaknya juga sekelas dengan anakku, kata Fathiya "Susah atuh Mi ngalahin Zaid mah..." ketika iseng kutangtang untuk 'mengalahkannya' dalam bidang akademik.

dr Titin sedang menyampaikan materi
Diawali dengan menyitir hadist rasulullah yang sudah terkenal bahwa seorang anak lahir dalam keadaan fitrah, orangtuanyalah yang menjadikannya menjadi muslim, nasrani atau yahudi.  Dilanjut dengan membahas hadist tentang segumpal daging yang apabila segumpal daging itu baik maka perilakunya baik tapi kalo segumpal daging itu buruk maka semua menjadi buruk.  Apakah segumpal daging itu? Hati? Bukan  Jantung? Bukan  Kalbu?  Apa kalbu berbentuk segumpal daging? Ternyata segumpal daging itu adalah otak pemirsah.....

Mengapa otak? Ada sebuah peristiwa seorang anak yang baik mengalami kecelakaan dan salah satu bagian otak menjadi rusak, apa yang terjadi? Karena otaknya rusak setiap melihat orang lain si anak ingin mencekiknya. Itulah dahsyatnya otak yang menentukan dan pusat perintah perilaku seseorang.

Gambar diambil dari Sridianti.com

Penting mengenali bagian-bagian otak kita karena dengan mengenalnya kita akan memahami mengapa seseorang berperilaku dan rangsangan apa yang harus diberikan untuk mengoptimalkan pribadi anak-anak kita.

The Brain (Otak)

Otak terdiri dari:
  • Celebrum (Otak Besar)
  • Celebllum (Otak Kecil)
  • Batang Otak
  • Sistem Limbik

Otak Besar
Disebut otak besar karena memang merupakan bagian terbesar dari otak kita yaitu 2/3 dari berat total.  Terdiri dari 50.000 - 100.000 neuron yang mengirim sinyal dari satu bagiian tubuh ke bagiann lain dengan kecepatan yang luar biasa. Otak Besar ini terdiri dari:

Lobus Frontal (belahan paling depan) berfungsi sebagai pusat perencanaan, kemampuan visual, bahasa kesadaran, numerik emosi dan pemecahan masalah

Lobus Parietal (Belahan depan daerah ubun-ubun)  berfungsi sebagai proses sensor perasaan tekanan, sentuhan, panan,dingin, perasaan nyeri permukaan tubuh dan kesadaran posisi tubuh

Lobus Temporal (Bagian Samping) berfungsi sebagai pusat pendengaran

Lobus Oksipital (Bagian Belakang) berfungsi sebagai pusat penglihatan


Otak kecil adalah otak terbesar kedua dari otak manusia, bagian terbesar dari otak belakang. Menyumbang sekitar 10% dari volume otak, mengandung lebih dari 50% dari jumlah neuron pada otak.

Batang otak adalah bagian otak yang menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang. Batang otak mengkoordinasi sinyal kontrol motorik yang dikirim dari otak ke tubuh. Batang otak juga mengendalikan fungsi-fungsi otonom penyangga kehidupan dari sistem saraf perifer.

Sistem Limbik Sistem limbik terdiri dari struktur di otak yang berhubungan dengan emosi seperti marah, bahagia, takut. Bagian ini terdiri dari  :

Talamus adalah bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk mendeteksi dan menyampaikan informasi dari indera kita, misalnya: bau, penglihatan.

Hipotalamus adalah bagian penting dari sistem limbik mempunyai tanggung jawab untuk memproduksi beberapa pembawa pesan kimiawi (hormon). Hipotalamus terletak di bawah talamus.

Girus singulata berfungsi sebagai jalur yang menyampaikan pesan antara bagian dalam dan luar dari sistem limbik


Amigdala bertanggung jawab untuk mempersiapkan tubuh untuk situasi darurat, seperti untuk menyimpan kenangan terutama yang berkaitan dengan peristiwa emosional dan keadaan darurat. Amigdala ini juga terlibat secara khusus dengan perkembangan emosi rasa takut.


Hipokampus adalah bagian lain dari lobus temporal yang bertanggung jawab untuk mengubah kenangan jangka pendek ke memori jangka panjang.

Ganglia basal adalah kumpulan badan sel saraf yang mempunyai tugas untuk mengkoordinasikan gerakan otot dalam postur tubuh.

 

Bagaimana sebuah kejadiian atau informasi, perjalanan masa lalu berpengaruh? 

 

Di dalam otaklah diolah bagaimana sebuah informasi atau stimulan diubah menjadi sebuah informasi yang membuat kenangan dan dapat direcall ulang bila melalui sistem limbrik dan ada yang dengan mudah atau dilupakan begitu saja bila peristiwa itu tidak diolah melalui sistem limbrik.

Jadi stimulan yang ada di luar tubuh diolah oleh otak dalam bentuk sistem memori. 

 

Mengetahui tentang hal ini membuat kita sebagai orang tua harus waspada terhadap tingkah laku kita dan ucapan-ucapan kita karena ada yang bisa terekam sedemikian kuat dalam memori anak-anak kita biasanya hal ini kalau sangat berkesan dalam dirinya atau informasi masuk berulang.  Memori ini disimpan dalam alam bawah sadar mereka yang akan dengan mudah dipanggil ulang. 

 

Hati-hati juga terhadap persepsi yang terbentuk dalam diri anak kita. Persepsi adalah proses aktif dari manusia dalam mengolah dan mengekpresikan serta memberi makna terhadap informasi-informasi yang diterimanya. Persepsi ini dipengaruhi oleh informasi sebelumnya, kebutuhan dan perjalanan masa lalu. 

 

Cimahi, 27 Januari 2015

 

, dingin dan nyeri dari permukaan tubuh, serta merasakan kesadaran mengenai posisi tubuh.

Copy and WIN : hhttp://bit.ly/copynwin
Lobus parietalis (belahan depan) Daerah ubun-ubun. Berfungsi untuk menerima dan mengolah masukan sensoris seperti sentuhan, tekanan, panas, dingin dan nyeri dari permukaan tubuh, serta merasakan kesadaran mengenai posisi tubuh.

Copy and WIN : hhttp://bit.ly/copynwin
epan) Berfungsi pusat perencanaan, pusat bicara dan bahasa, gerakan, emosi dan pemecahan ma

Copy and WIN : hhttp://bit.ly/copynwin
Lobus oksipital (belahan belakang) Berfungsi sebagai pusat penglihatan Lobus temporalis (belahan samping) Berfungsi sebagai pusat pendengaran Lobus parietalis (belahan depan) Daerah ubun-ubun. Berfungsi untuk menerima dan mengolah masukan sensoris seperti sentuhan, tekanan, panas, dingin dan nyeri dari permukaan tubuh, serta merasakan kesadaran mengenai posisi tubuh. Lobus frontalis (belahan depan) Berfungsi pusat perencanaan, pusat bicara dan bahasa, gerakan, emosi dan pemecahan masalah.

Copy and WIN : hhttp://bit.ly/



Lobus oksipital (belahan belakang) Berfungsi sebagai pusat penglihatan Lobus temporalis (belahan samping) Berfungsi sebagai pusat pendengaran Lobus parietalis (belahan depan) Daerah ubun-ubun. Berfungsi untuk menerima dan mengolah masukan sensoris seperti sentuhan, tekanan, panas, dingin dan nyeri dari permukaan tubuh, serta merasakan kesadaran mengenai posisi tubuh. Lobus frontalis (belahan depan) Berfungsi pusat perencanaan, pusat bicara dan bahasa, gerakan, emosi dan pemecahan masalah.

Copy and WIN : hhttp://bit.ly/copynwin

Lobus oksipital (belahan belakang) Berfungsi sebagai pusat penglihatan Lobus temporalis (belahan samping) Berfungsi sebagai pusat pendengaran Lobus parietalis (belahan depan) Daerah ubun-ubun. Berfungsi untuk menerima dan mengolah masukan sensoris seperti sentuhan, tekanan, panas, dingin dan nyeri dari permukaan tubuh, serta merasakan kesadaran mengenai posisi tubuh. Lobus frontalis (belahan depan) Berfungsi pusat perencanaan, pusat bicara dan bahasa, gerakan, emosi dan pemecahan masalah.

Copy and WIN : hhttp://bit.ly/copynwin

2 komentar :

  1. semoga kita semua bisa jadi orangtua yg amanah ya mba ...

    BalasHapus
  2. Ass... makasih bu udah berusaha menyimpulkan materinya.... punten mau sedikit koreksi : tema kemarin sesuai permintaan ibu-ibu adalah pengaruh pola asuh terhadap perilaku anak.....

    Namun kemarin masih pertemuan pendahuluan... jadi belum detail membahas pola asuh... hehehehe...

    Oh ya sedikit tambahan : mungkin maksudnya stimulan disini lebih tepat diganti dengan "stimulus lingkungan" supaya tidak disalah artikan dengan obat-obatan yang bersifat menstimulasi otak....

    Sebelumnya apresiasi buat ibu yang telah berusaha membuat rangkumannya.

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^