**/ Cerita Ida : Sehari Bersama Ayah dan Bunda SDIT Cipta Cendikia Indonesia

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

17 Feb 2015

Sehari Bersama Ayah dan Bunda SDIT Cipta Cendikia Indonesia

Awalnya saya ragu memasukkan putri ketigaku -Fathiya Amatullah- ke SD Cipta Cendikia Indonesia, secara ini adalah sekolah baru, awal pendirian pun tahu betul karena kisruh sekolah lama yang bedol desa membentuk sekolah baru.  Tapi saya melihat keseriusan para pendirinya yang juga menyekolahkan anak-anaknya disana, saya jadi yakin mereka akan memberikan yang terbaik untuk putra-putrinya.  Dan.... perkiraan serta harapan saya pun terwujud... alhamdulillah.

Lima tahun berlalu sekolah ini telah berhasil meluluskan satu angkatan dengan cukup memuaskan, saya pun melihat orang tua disana puas terbukti dengan menyekolah dua sampai empat putra-putrinya disana bahkan ada juga yang mengajak pindah keponakannya ke CCI. Walau memang masih ada yang harus diperbaiki di sana sini, saya pribadi merasa puas dengan sekolah ini malah mungkin dibandingkan dengan sekolah kakak-kakaknya Fathiya, saya lebih memilih sekolah ini untuk rekomendasi.

Sehari Bersama Ayah dan Bunda adalah bukti keseriusan guru dan orang tua murid disana.  Acara yang digelar khusus untuk kelas enam ini digelar atas kerja sama guru dan orang tua murid yang tergabung dalam POMG.  Saya salut betul atas perhatian para orang tua terutama pengurus POMG yang sangat dekat menjalin kerja sama membantu dan memberi support yang besar untuk kelangsungan pendidikan di SD IT Cipta Cendikia Indonesia.

Acaranya sedikit terlambat dari waktu yang ditetapkan, saya aja yang datang terlambat dua puluh menit di Paku Haji tempat berlangsungnya acara masih harus menunggu cukup lama.  Kasihan juga yang on time dipelak cukup lama disana... biasa Indonesia banget hehe... tidak bisa terlalu menyalahkan sih, ini mungkin terjadi karena saling menunggu di sekolah jadi berangkatnya terlambat efek domino istilahnya ya..?.  Minimal harus ada panitia yang sudah standby agar para ontimer tidak menunggu di luar. Bagaimana pun masalah ketepatan waktu harus diperhatikan ya.. betulkan ?

Terlepas dari keterlambatan, selebihnya acara berlangsung menarik dan usefull untuk membangun kedekatan orang tua dan anak. Acara dimulai dengan pembukaan pembacaan al qur'an dan saritilawah oleh Syifa dan Fathiya Amatullah. Kemudian game tangkap ular berlangsung seru dan asyik diiringi gelak tawa para siswa dan orang tua. Sayang karena terlalu siang dimulai jadi matahari sudah mulai cukup terik dan  ada efek serab hehe...

Bu Tri sedang memandu game




Setelah acara game keluarga selesai orang tua dipersilakan untuk mengisi sebuah kuisioner tentang anak, dan anakpun melakukan hal yang sama tetapi di tempat yang berbeda.  Nanti hasilnya akan dicross check dan akan terlihat seberapa besar perhatian ortu terhadap anak hehe... nah lho..!!

Sebelum cross check dimulai anak-anak memberikan selembar kertas, yang ketika dibuka membuat beberapa orang tua terlihat terharu.  Tiga kata tentang orang tuamu... mungkin itu perintahnya. Kalau Fathiya nulis apa coba? Hihi...untuk uminya dengan tulisan bergambar hati dan hiasan artistik rame khas Fathiya  dia menulis Umi Baik Banget dan yang membuat aku tertawa tulisan untuk abinya... "Abi.. ajari aku matematika.." hahaha..... ada apa dengan matematika Nak... ga bisa sepuluh? hehe..

Dan acara cross check pun dimulai, terpilih tiga orang yang memperoleh nilai seratus Uminya Hana, Ayahnya siapa ya lupa dan Umi Azka.  Perasaan saya juga seratus deh haha.... tapi ada garis miring2 seperti Apa pelajaran yang paling disukai anak? Saya menjawab Bahasa Indonesia/Ipa, Fathiya menjawab Bahasa Indonesia.  Jam berapakah anak tidur di malam hari?  Saya menjawab 9-10  Fathiya menjawab 8-9.  Selebihnya benar seperti nama teman dekat pelajaran yang paling tidak disukai dan sebagainya...

Setelah acara cross check selesai acara menghias balon oleh ortu dan anak.  Dibekali sebuah balon, kertas krep warna-warni dan double tape tanpa gunting.  Eh sebelumnya ada acara memeriksa hasil try out anak oleh masing-masing orang tua, baru kemudian menghias balon. Orang tua dan anak pun mengerahkan kreativitasnya masing-masing.  Sayang satu demi satu peserta berguguran karena balonnya protes dihiasin jadi meledak hehe..

Peserta dengan balon yang masih bertahan.






Acara diakhiri setelah makan siang dan do'a bersama.  Semoga acaranya berkesan ya, dan memperet hubungan orang tua dan anak.  Terima kasih Ibu Bapak guru acaranya seru.... ^_^

Fathiya berfoto bersama dua temannya sebelum pulang



1 komentar :

  1. He he.. kuisioner nya ngeri ngeri sedap mak. Bisa ketauan deh kalo kurang care ma anak :)

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^