**/ Cerita Ida : Belajar dari Seorang Raditya Dika dan Gilang Baskara

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

29 Mei 2015

Belajar dari Seorang Raditya Dika dan Gilang Baskara


Bergabung dengan mahasiswa dari berbagai kampus di seantero Bandung saat mengikuti acara Kompas Kampus di Sabuga ITB, memberi kesan yang mendalam untukku.  Khususnya sebagai seorang ibu dari lima orang anak.  Bagaimana tidak, saya begitu terkagum-kagum dengan penampilan Komika Gilang Baskara dan Raditya Dika,  salah satu penulis idola sulungku.  Sempet nonton karya-karya Raditya Dika yang sudah di angkat ke layar lebar.  Walau belum sempat membaca bukunya -padahal koleksinya sulungku hampir komplit- tapi dari film-filmnya saya menilai Raditya memiliki imajinasi yang sangat tinggi dan super kocak.

Sumber: Twitter.com

Ternyata ketika menyaksikan penampilannya saat syuting acaraTalkshow Rosiana Silalahi di acara Kompas Kampus, saya menyaksikan seorang pemuda yang bukan saja seorang penulis dengan karya-karyanya yang hebat, tatapi saya menyaksikan seorang pemuda yang penuh percaya diri dan pandai pula berbicara, mengolah kata secara verbal dengan jenaka.

Selain itu juga pemikirannya pun cukup bijaksana memberi nasihat kepada para mahasiswa agar melek politik dan tidak dibodoh-bodohi oleh politikus yang tidak amanah. Raditya Dika juga pandai memberi jawaban saat ada mahasiswa yang bertanya yang merasa terpaksa harus kuliah dan bertentangan dengan hobi yang sedang ditekuninya.  Dengan bijak Radith -panggilan sehari-harinya- berkata  dengan gayanya yang khas bahwa dia juga mengalami hal yang sama, saat ia berpikir bahwa tanpa menyelesaikan kuliah pun ia bisa hidup dan berhasil menjadi penulis. “Elu ga bisa ngebayangin, bagaimana rasanya melihat wajah nyokap elu, saat elu diwisuda.., rasanya, gak bisa diungkapkan dengan kata-kata...” Ungkap Radith.

Radith selain seorang penulis ia juga bertindak sebagai pemain film, sutradara, model, pelawak dan terakhir dia berkarir di penerbitan Bukune bertindak sebagai direktur dan pemimpin redaksi.  Radith yang di twitter memiliki 10 juta orang followers ini juga memiliki penggemar berat yang membentuk Raditya Dika Lovers. O ya Radith ini unik semua judul buku yang telah diterbitkannya ada nama binatangnya dan itu menjadi selling point tersendiri untuk dirinya.  Buku-bukunya antara lain Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankakus : Bukan Binatang Biasa dll.

 
Sumber: Wikipedia
Lain Dika lain Gilang Baskara, saya tak tahu apa-apa tentang Gilang Baskara sampai saya melihatnya tampil di Sabuga waktu itu.  Saya langsung ‘jatuh hati’ pada pandangan pertama.  Pemuda jangkung dengan rambut kruwil berkaca mata yang tampil cool tanpa sedikit pun ekspresi, tak peduli kalau seluruh hadirin di Sabuga terbahak mendengarkan monolognya yang cerdas tapi lucu.  Ya monolognya memberikan sinyal bahwa makhluk yang satu ini memang keren dan cerdas.  Stand Up komedi yang ia sampaikan merupakan observasi dari sisi logika sehari-hari.  Ghibas biasa ia disapa memiliki kemampuan menganalisis hal-hal kecil tapi realita yang benar-benar terjadi di sekitar kehidupan masyarakat.

Melihat sosok Raditya Dika yang sudah sukses secara materi dari hasil buku-bukunya yang telah diterbitkan dan diangkat ke layar lebar, atau seorang Gilang Baskara yang mampu menyihir ribuan audiens dengan stan up comedy nya yang luar biasa keren, saya jadi berpikir bagaimanakah orang tuanya mendidik mereka menjadi sosok yang begitu ‘keren’. Dalam arti berani, cerdas dan mampu melejitkan potensi yang dimilikinya?

Kalau menurut saya yang pasti orang tua mereka masing-masing  sudah berhasil menjadikan Radith dan Gilang  menjadi sosok yang memiliki konsep diri yang baik.  Mereka berdua telah berhasil mengembangkan dan melejitkan potensi mereka masing-masing. 

Menurut seorang Glasser, agar dapat berkembang dengan baik seorang anak harus mendapatkan dua hal mendasar dalam kehidupannya yaitu kebutuhan akan cinta mencintai dan  yang kedua kebutuhan akan rasa harga diri berharga.  Dan Radith serta Gilang telah mendapatkannya.  Dua kebutuhan inilah yang menjadi dasar dan berlaku sebagai fondasi untuk mencapai kesuksesan.

Dengan cinta seorang anak akan mengembangkan motivasi untuk berhasil dan merasa diri berharga.  Ya cinta yang tidak saja menerima tetapi cinta yang memberi. Seorang anak yang hanya menerima cinta dan tidak belajar memberi cinta seperti pada anak yang terlalu dimanja misalnya akan merasa menjadi anak yang seringa merasa mengalami kegagalan.

O ya tulisan ini hanya menilai mereka berdua dari sisi kemampuan melejitkan potensi yang mereka miliki, di luar itu saya tidak mengetahui banyak tentang mereka.  Berkaca dari mereka, saya jadi memandang anak-anakku dari perspektif lain dan ini  menjadi sebuah PR besar bagiku untuk memastikan kedua hal mendasar itu dimiliki anak-anakku...

10 komentar :

  1. Alu suka anget Raditya Dika mbaa, dalam hal menulis aku belajar banyak dari dia. Dia orabng yang sellau mau berkembang mencipta hal-hal baru. Inovatif/ Kalo ngga salah dia yang mempolopori maraknya buku personal literatur kan. Habis itu dia populerkan stand up comedy di Indonesa, dia bikin film dan menyutradarai sendiri filmnya, dia bikin malam minggu miko, kereen. Follower twitternya banyak bingits, presiden dan mantan presiden Indonesia aja kalah hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sori banyak typonya mbaa, hihi terlalu bersemangat ngomongin Radt hihihi..
      Alu=aku

      Hapus
    2. Haha..... segitunya Mak.... tapi memang Radith keren ya.. saya bukan penggemarnya tapi kagum banget ama dia hihi

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Wah ternyata banyak dari kalangan emak-emak juga ya penggemarnya habis Raadith keren ya Mak

      Hapus
  4. aku juga ngefansss sama Raditya Dika mak... aku koleksi semua buku-bukunya... menurutku, setelah bertaburan sekarang muncul aneka buku komedi situasi tapi tetap tulisannbya Raditya dika yang paling baik. Karena natural banget lucunya... gak dipaksain.

    BalasHapus
  5. Anak2ku ngefans sama Raditya Dika

    BalasHapus
    Balasan
    1. Radith memanga banyak penggemarnya ya...walau katanya suka jutek juga hehe...

      Hapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^