**/ Cerita Ida : Memaafkan dan Melupakan dengan Memahami Kepribadian

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

31 Mei 2015

Memaafkan dan Melupakan dengan Memahami Kepribadian

Beberapa pekan ini saya lagi seneng ngobrol tentang kepribadian, sampai pengajian yang rutin saya isi pun tak luput dari perbincangan ini. Agak merasa tertinggal siih memahami ini dengan sedikit lebih dalam dan perhatian, tau dari dulu etapi cuek-cuek ajah hehe...  Sampai pada satu titik saya merasa tersakiti oleh seseorang eh dua orang yang saya anggap begitu dekat, saya yang biasanya agak gampang melupakan dan memaafkan menjadi agak sulit untuk melupakannya, tiap bertemu pasti aja ada perasaan "Ah sedangkal ini kah hubungan kita..?." Ceileee hehe... atau biar tambah lebay kutambah pertanyaan " Mau dibawa kemana kah hubungan kita....?" haha.  Soalnya saya merasa dengan hubungan sedekat ini dan saya ada di posisi dia saya tidak akan berbuat seperti dia, saya pasti akan bantu.... jadi sakitnya tuh disini  *nunjuk dada... hihi...

Tapi saya sadar syetan sedang bermain di sini.., dan saya tak mau ikut permainan syetan dong, saya tak mau lebay,  biarlah dia bersikap seperti itu, tak perlu menyamakan karakter diri kita dengan orang lain kan beda saya sama dia, sedikit menyesali memang kenapa saya sedikit mengganggu kenyamanan mereka berdua dengan permintaan yang sedikit merepotkan, jadi gini neh posisinya... kenapa engga ke orang jauh sekalian yang ternyata terbukti mau saya repotkan.  Tapi selalu ada hikmah di balik semuanya, jadi saya tau dia yang saya anggap dekat itu seperti apa, dan dia yang jauh itu sebaik apa....

Skip ya, itu sudah berlalu walau masih ada sisa-sisa gangguan syetan yang terkutuk, jadi seperti ada dinding yang memisahkan walau sudah berusaha dengan berdo'a..butuh proses mungkin.  Pokoknya saya tak mau lagi mengganggu kebahagiaan mereka berdua yang sedang di atas itu..titik..  Nah di sinilah pentingnya kita memahami kepribadian manusia yang katanya ada empat itu.  Kepribadian manusia yang terdiri dari Koralis, Sanguinis, Plegmatis dan Melankolis memang bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari... salut deh sama penemu empat karakter ini.

Memahami seseorang dengan kepribadiannya masing-masing, jadi tau kenapa dia bersikap seperti itu, mengapa perkataannya menyakitkan oo dia itu koralis yang memang selalu langsung nembak pada sasaran.  Oh dia itu melankolis yang suka sensitif dan kagokan jadi nolak dengan cara nyuekin.. .haha... memang seperti itu ternyata.

Saya sebetulnya dari dulu termasuk tipe sanguinis walau dulu ga tau namanya kepribadian apa, tapi dari cirinya ya sanguinis yang ingin selalu show up, senang tampil, jadi MC, bergaul dengan banyak orang, senang dipuji orang, sedikit kekanak-kanakan, mementingkan kekinian daripada masa depan  etapi seiring dengan pemahaman keagamaan saya, sedikit demi sedikit saya redam sifat keartisan saya, takut terjebak sama pamer dan riya hihi karena saya ternyata kurang tawadlu, al hasil sifat itu jadi tak terkendali... Mulai menarik diri dan hasilnya sanguinis saya yang dulu tinggi itu, kini jadi rada imbang dengan sifat plegmatis yang senang damai, baik hati dan tidak sombong hahaha... Jeleknya plegmatis itu harus kerja di bawah tekanan, kalau tidak ditekan ia gak akan memantul.. kalem aja gak berkembang.

Sumber:Icity indosat.com

Nah contoh manfaat memahami kepribadian kita nih...kalau kita sudah tau kita plegmatis, yang harus kerja di bawah tekanan, kita yang merasa stagnan jadi tahu dong harus bagaimana menyikapinya,  Oo.. saya ini plegmatis toh... berarti harus membuat suatu kondisi dimana saya seperti  ditekan, memang harus.. agar target saya tercapai.  Gitu deh. Terlebih untuk ibu rumah tangga yang sanguinis plegmatis bisa jadi orang yang PW alias posisi wuenak, ada di zona nyaman tapi ya jadinya stagnan tidak ada kemajuan.  Kalau tau kita seperti itu bangkit dong pasti....

Jarang-jarang ya saya nulis curhat haha... saya berpikir ini blog kebanyakan review produk, belum lagi masih ada beberapa pr yang harus direview, eh ada email masuk tawaran review juga.... lumayan sih...tapi takut bosenin juga... jadi ya sekali-kali perlu juga tulisan seperti ini buat penyeimbang hehe....

Jadi ya teman, dengan memahami keempat kepribadian itu kita jadi tahu cara menyikapi diri kita sendiri, kemudian cara kita bersikap sama orang lain dengan kepribadian yang berbeda.  Bisa di search deh empat ciri kepribadian itu digoogle baik kekuatannya maupun kelemahannya,  Insya Allah bermanfaat banget, bisa juga kita terapkan sama anak-anak kita, lebih memahami mereka, lebih mudah lagi menyikapinya.... Right? *ketularan Ipho 

20 komentar :

  1. Membaca ini membuat saya kembali ingat dengan personality saya menurut ke empat karakter. Saya termasuk melankolis dan korelis. Tapi sejak menikah , jiwa korelisnya lebih mengalah hihih..

    makasih tulisannya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ....soale suami hrs yg jd pemimpin ya Mak... ^_^

      Hapus
  2. Kalau sudah paham kepribadian insyaalloh bisa mengontrol emosi ya kan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya kyk gitu....lebih bs meredam...krn memahami :)

      Hapus
  3. Saya apa ya? Ada yg bilang saya rame & mudah dimintai tolong, tp bbrp waktu lalu sy dikatain penindas. Hahahaaa.... Yg jelas, sy nggak suka ribut2, baik itu yg ada hubungannya dg saya, apalagi yg cuma menonton. Saya pede kalau disuruh tampil tp nggak suka narsis. Wes, mari kita masukkan ke kotak diatas :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga suka ributnya plegmatis ya Mak..... kyknya imbang sanguinis sama plegmatis...*tebak2 buah manghis :D

      Hapus
  4. Aku apa yaaaaa.....*tiktoktiktok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoo di test Mak...ada da alat testnya jg kan...? Kuisioner di google jg bnyk ya :)

      Hapus
  5. akuuuuu koleris melankolis dari dulu xD
    *tutup muka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Koleris melankolis = pemimpin yg sensi hehe.....

      Hapus
  6. siapakah dua orang itu?? hmmm sepertinya saya tau deh. IMHO sih yah kalau perlakuan orang lain terhadap kita itulah cerminan perlakuan kita terhadap orang lain, udah gitu aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa sih tahu....? Yg pasti T Tian blm pernah ketemu orangnya....Hihi...bs ya bs tidak....ada lho yg air susu dibalas air tuba...., ada yg memang dia mah gitu orgnya...btw trims ya mungkin jg ia...tp perasaan aku mah sdh bantu bnyk da hehe..... :D * keukeuh

      Hapus
  7. saya membaca tentang empat kepribadian ini dari buku Personality Plus Florence littauer. Ketika saya masih SMA, buku itu benar-benar mengubah kepribadian saya. Ada yang suka ada yang tidak dengan pola perubahan saya. Mungkin saya terlalu berubah drastis gara-gara mengetahui empat kepribadian ini. Dari Sanguinis jadi Plegmatis.... saya tidak jadi diri sendiri mungkin karena labil kali yah

    *eh jd curhat.. intinya empat kepribadian ini dijadikan pengetehuan untuk mengenal diri sendiri bukan untuk mengubah diri sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whuaaaaa......dirimu masih keliatan sanguinisnya da haha....... mengubah u lbh baik ga masalah lah. Ntar klo sdh nikah pasti bnyk penyesuaian2.... ^_^

      Hapus
    2. plegmatis bukan diri saya teh, saya kembali lagi ke diri saya... yang penting bukan berubah tapi intropeksi

      Hapus
  8. aku juga suka tes kepribadian
    sekarang ada yg lebih baru dari sanguis, koleris, plegmatis dan melankolis. namanya DISC: Dominance, Influence, Steadiness, dan Compliance.

    btw keren euy banyak job review. ngeriii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup sempet baca jg dikit.....job review ga bnyk cuman buat sy yg riweuh cukup menyita wkt jg....kok ngeri say?

      Hapus
  9. Kalau berdasarkan tipe kepribadian dari buku Personality Plus Florence littauer ini, saya termasuk melankolis-plagmatis mak, ada sanguinisnya dikit, kolerisnya lebih dikit lagi.. *siapa yang nanya ya? hahaha*

    Sama mak, saya juga suka belajar tentang kepribadian. Udah coba tes kepribadian mbti belum mak? Itu menurut saya lebih spesifik lagi daripada personality plus ini. Pembagiannya berdasarkan 4 preferensi dasar, ada 16 tipe kepribadian, jadi lebih detil lagi. Dan saya ternyata termasuk dalam kelompok kepribadian terlangka di dunia (pantas saja kebanyakan tes kepribadian kurang representatif buat saya). Oh ya, ada lagi, tes kepribadian kokologi. Itu juga seru tuh, jadi bisa saling kenal teman kalau dimainkan bersama. :D

    Postingan yg menarik.. Jujur, saya agak malas main ke blog yang isinya review semua, mak, hehe. Tapi itu tergantung prioritas tiap blogger. Kebetulan saya personal blogger yg suka nulis random tentang keseharian (padahal siapa saya ya? :p) ya sukanya sama tulisan semacam ini. Kadang suka baca review, tapi kalau kebanyakan jadi eneg... :D

    BalasHapus
  10. Saya ngga tahu kepribadiannya apa haha, kayaknya agak sanguin agak melankolis XD

    Gimana ya...
    Kadang ada temen nyebelin, tapi memang wataknya kayak gitu,
    berusaha mahamin tapi kok tetep ngerasa sebel,
    gimana dong.
    Gabisa diubah banget yah kepribadian tuh :D

    BalasHapus
  11. I like the way you talk about personality and it is so good for others to read about and get to know some information like that.

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^