**/ Cerita Ida : Tersentil Pak Ustadz

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

2 Jun 2015

Tersentil Pak Ustadz

Hari Senin kemarin di salah satu grup WA yaitu grup arisan, ada dua undangan pengajian, satu Ustadz Budi Prayitno dan satu lagi Ustd Hanan... bingung pilih yang mana jadinya. Kalau Ust Hanan tentang kebiasaan Rasulullah dan para sahabat saat Ramadhan kalau ust Budi ga disebutin materinya apa.  Akhirnya kupilih Ust Budi Prayitno dengan alasan jarang-jarang ketemu beliau.

O iya sedikit cerita tentang grup arisan ini, grup ini sudah cukup lama sejak anak-anak kami masih di TK sampai sekarang anak -anak sudah di SMP,  alhamdulillah masih bisa kumpul.  Saya senang dan betah berada di grup ini walau kurang selevel hahaha... karena walau ibu-ibunya (hanya sembilan orang sih) kebanyakan dari kalangan menengah ke atas yang hampir semua kemana2 bawa mobil sendiri bahkan ada yang ganti-ganti, tapi jauh dari kesan sosialita.  Ga suka ghibah atau ngomongin  orang karena mungkin tahu ghibah lebih besar dosanya dari berzina, ga suka show up kekayaan dan yang saya senang kegiatan kami tak jauh dari kegiatan sosial seperti menengok yang sakit, ke panti jompo atau ke panti asuhan. Bahkan semakin ke sini semakin senang ikut pengajian.  Alhamdulillah....

Nah kembali ke pengajian ya, alhamdulillah Senin lagi kosong ga ada acara akhirnya saya bisa menyempatkan ikut pengajian Ust Budi Prayitno yang diadakan di Tridaya.  Pagi saya sudah bergegas karena acaranya jam 9.00 alhamdulillah ketemu Mama Ayes -teman arisan- di parkiran. Kami langsung menuju aula, ternyata sudah banyak yang hadir.

Tak sampai lima menit kami menunggu ust Budi sudah hadir di depan, tampak terlihat lebih kurus namun lebih kelihatan sehat dan fresh.  Ternyata beliau juga membawakan materi tentang rasulullah SAW, karena sebelum memulai langsung mengajak melantunkan nasyid tentang Rasulullah.

Rasulullah dalam mengenangmu
Kami susuri lembaran sirahmu
Pahit getir perjuanganmu
Membawa cahaya kebenaran

Engkau taburkan pengorbananmu
Untuk umat mu yang tercinta
Biar terpaksa tempuh derita
Cekalnya hatimu menempuh ranjaunya

Tak terjangkau tinggi pekertimu
Tidak tergambar indahnya akhlak mu
Tidak terbalas segala jasa mu
Sesungguhnya engkau Rasul mulia

Tabahnya hatimu menempuh dugaan
Mengajar erti kesabaran
Menjulang panji kemenangan
Terukir nama mu di dalam Al-Quran

Rasulullah kami umatmu
Walau tak pernah melihat wajah mu
Kami cuba mengingatimu
Dan kami cuba mengamal sunnah mu

Kami sambung perjuanganmu
Walau kita tak pernah bersua
Tapi kami tak pernah kecewa
Allah dan Rasul sebagai pembela

Tapi karena yang hadir semuanya ibu-ibu ternyata beliau menyambungkan akhlaq rasulullah dengan peran ibu sebagai istri dan sebagai ibu. Belum apa-apa beliau sudah mensmash ibu-ibu tentang peran kami sebagai ibu rumah tangga.  Ust Budi mengingatkan bahwa seorang istri harus tampil prima di rumah, rumah seharusnya menjadi tempat sumber kebahagiaan dan itu harus diupayakan oleh seorang istri.  Dandan dan berias seharusnya ketika di rumah bukan hanya ketika pergi keluar.

15 abad sudah berlalu, tetapi tauladan rasulullah tak pernah lekang, menggunakan kata teladan bukan kata contoh karena tauladan semuanya baik, tetapi contoh terkadang ada yang buruk. Rasulullah itu teladannya:
  • menginpirasi
  • dapat di copy paste
  • religious and spriritual leader i : Self Development, military dan legal system
  • education, social politic
Yang banyak dikupas oleh beliau yang berkaitan dengan peran istri diantara tauladan Fathonah, Amanah, Shidiq, Tabligh, Pemurah, Pemberani, tahan uji dan penuh kelembutan adalah Fathonah.  Seorang istri harus Fathonah, cerdas, baik itu  cerdas intektual, emosional dan spiritual.

Cerdas intelektual karena ibu yang cerdas akan menghasilkan anak-anak yang cerdas juga.  Selain intelektualnya seorang istri harus cerdas emosi, pandai berempati terhadap kondisi suami dan anak serta pandai mengelola emosi.  Istri juga harus cerdas spiritual sehingga keberadaannya menentramkan keluarganya, kalau seorang istri merasa tenang dan tentram karena dekat dengan Allah SWT maka ia bisa menularkannya kepada suami dan anak-anaknya.

Sebetulnya masih banyak yang Ust Budi bahas tetapi yang men smash kami para ibu adalah tentang peran pentingnya di rumah tangga, yang sering kami lupakan dan lalaikan.  Alhamdulillah senang sekali beberapa hari terakhir ini banyak diingatkan tentang peran istri di rumah.

Kita sebagai perempuan harus selalu di charge karena peran istri dan anak bukan peran yang mudah, terkadang karena rutinitas peran itu menjadi peran yanag biasa saja tanpa upgrade diri.  Padahal termakan waktu idealitas kita sering terkikis.  Padahal peran seorang perempuan penting sekali bagi terbetuknya sebuah peradaban.

Bukan hanya peran istri sebetulnya, semua orang memang perlu charge tanpa sering di charge, tanpa sering mengikuti kajian hatinya menjadi kering kerontang dan jadi sering melegal kan dosa-dosa kecil yang bertumpuk menjadi dosa besar yang akhirnya mematikan hati. Hati lebih tergugah ketika mendengarkan lagu-lagu nyanyian-nyanyian dari pada mendengarkan ayat suci al qur'an.

Semoga Allah memudahkan kita perempuan dalam menjalankan peran penting ini. Aamiin Allohumma Aamiin.

5 komentar :

  1. Sentilan yang bermanfaat dari sang ustad.

    BalasHapus
  2. Aamiin ya rabbal 'alamiin.. TFS mak Ida, saya jadi tersentil juga..

    BalasHapus
  3. Ya Allah... mmg perlu charger iman ya, Bun. Semoga tidak excuse lagi kalo ada undangan pengajian. Aamiin...

    BalasHapus
  4. Makasih catatannya. Insya Allah terus belajar dan berusaha menahan diri dalam bertutur kata & bertingkah laku karena peran istri sbg penentu keharmonisan keluarga & keberhasilan anak2 :)

    BalasHapus
  5. There is only one God! That's Jesus! Repent and ask forgevness for all your sins straight from the guts.!! You will be heared by Him!!

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^