**/ Cerita Ida : Ketika Perempuan Berbicara Tentang Poligami, KDRT dan Perselingkuhan

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

23 Sep 2015

Ketika Perempuan Berbicara Tentang Poligami, KDRT dan Perselingkuhan

Tidak semua perempuan mampu berbicara tentang poligami, perselingkuhan, atau KDRT yang menimpanya ke khalayak umum, bagi sebagian perempuan hal itu semacam 'aib' yang harus disembunyikan.   Ya, sebagian orang menganggapnya seperti itu, tapi tidak bagi dua perempuan cantik yang tampil hari itu, bagi duo cantik ini pengalaman yang mereka alami adalah pelajaran berharga bagi setiap orang, untuk diambil hikmahnya, untuk diambil pelajaran.

Adalah Irma Rahayu dan Aisha Maharani, duo cantik yang tampil untuk berbagi, menjadikan dendam pribadi yang mereka rasakan sebagai alat pemacu diri sehingga menjadi pribadi yang sukses dan bermanfaat bagi sesamanya   Mereka tampil cantik dan kompak di acara Road Show Woman Talk, Hari Sabtu 19 September 2015   di Hotel Narapati Jalan Pelajar Pejuang Bandung untuk mengupas  tentang poligami, KDRT dan perselingkuhan.

Aisha Maharani saat menjelaskan tentang Poligami, Perselingkuhan dan KDRT

Setelah acara dibuka oleh MC Febrianti Almeera, tampil pada sessi pertama Aisha Maharani pendiri Halal Corner dan inspirator Halal is My Way.  Perempuan mungil berparas cantik ini tampil dengan balutan baju dan kerudung hitam, suaranya yang jelas dan tegas berbicara tentang Poligami, Perselingkuhan dan KDRT dari sisi Hukum Negara Republik Indonesia, Kompilasi Hukum Islam dan Fiqih Islam. Apa yang harus dilakukan jika menjadi korban, bagaimana menyikapinya dan terapi yang dilakukan dalam menghadapi semua permasalahan itu

Ketika berbicara tentang poligami Aisha mengatakan bahwa dilihat dari sudut pandang berbagai agama ternyata tidak hanya Islam yang membolehkan poligami.  Menurutnya selama ini Islamlah yang selalu disudutkan, padahal di agama lain pun ada yang berbicara dan memperbolehkan poligami.  Sementara dalam Islam pun ada syarat khusus yaitu harus adil  Dalam prakteknya pun ternyata dicontohkan oleh Rasululloh ketika berpoligami beliau menikahi perempuan yang berstatus janda tua dan miskin.  Di dalam ajaran Kristen ada di Perjanjian Lama yang menyatakan boleh berpoligami dicontohkan Nabi Daud yang memiliki istri 16 dan King Solomo dengan istri 700 dan selir 300.  Hal ini tersirat di Kejadian 4:19 dan Samuel 12: Namun kemudian di perjanjian baru, poligami dihapuskan. Sementara agama Budha tidak melarang dan tidak menyuruh poligami, agama Hindu membawa prinsip pernikahan monogami.  Kemudian juga dibahas dibeberapa sekte agama yang ada di dunia

Sebagian peserta,  tampak asyik menyimak pembicara
Sessi kedua diisi oleh Irma Rahayu, seorang perempuan kelahiran 41 tahunan yang lalu, namun memiliki penampilan yang jauh lebih muda dari usia sebenarnya.  Dari penampilan dan pembawaannya peserta tidak akan menyangka kalau ternyata Irma Rahayu memiliki pengalaman yang sarat dengan 'penderitaan'.  Namun berbagai pengalaman itulah yang menjadikan Irma Rahayu sebagai Soul Healer atau Penyembuh Jiwa.

Perempuan cantik dengan pembawaan bebas lepas dan ceria ini ternyata juga sudah menghasilkan empat buah buku keren yang diterbitkan oleh Grasindo yaitu Emotional Healing Therapy, Love Therapy, Money Therapy dan Soul Healing Therapy.  Irma juga merupakan pendiri Emotional Healing Indonesia.

Pada kesempatan itu,  Irma Rahayu yang juga seorang mualaf ini bercerita tentang proses dia menjadi seperti sekarang ini, selain itu juga Irma berbicara tentang poligami, KDRT dan Perselingkuhan dari sisi emosi.  Perempuan yang selama membawakan acara selalu mengundang tawa ini ternyata tempat curhat para korban KDRT Perselingkuhan dan Poligami.  Irma biasa menerapi mereka dengan metode Healing Terapy.

Usai sessi kedua, acara di break untuk melakukan sholat dzuhur istirahat dan makan siang, sekitar pukul 13 acara kembali digelar.  Sessi ketiga ini berisi sessi tanya jawab, peserta pun berebutan untuk bertanya.  Aisha dan Irma silih berganti menjawab pertanyaan para peserta

Sessi ketiga: tanya jawab

Di sessi kedua ini pula, merupakan acara buka-bukaan para pembicara, terutama Aisha karena Irma sudah sejak dari awal terbuka tentang dirinya.  Aisha ternyata korban poligami yang tidak adil, ia pun korban KDRT dari suaminya yang sekarang telah menikah lagi untuk ketiga kalinya.  Aisha yang akhirnya bisa bangkit dan menjadi pendakwah Halal Corner hingga sampai ke luar negeri ini ternyata adalah salah satu 'pasien' dari Irma Rahayu

Pengalaman pahit yang Aisha rasakan, ia jadikan pelajaran agar perempuan-perempuan lainnya tidak mengalami apa yang ia rasakan, dan dapat bersikap dengan tepat saat hal itu menimpa dirinya.

Acara ditutup dengan foto bersama pembicara dan Blogger Bdg yang hadir saat itu, kemudian berfoto bersama semua peserta.  Acara kemudian berlangsung tidak resmi alias bebas, banyak peserta yang curhat maupun bertanya secara pribadi kepada kedua pembicara. Teman-teman di Surabaya silakan sambut acara menarik ini, karena setelah di Bandung acara terdekat akan digelar di Kota Buaya Surabaya.


10 komentar :

  1. perjanjian lama di dalam bible itu diambil dari torah/taurat (kitab suci Yahudi). orang2 Kristen justru menginduknya pada perjanjian baru dimana jaman lebih memihak pada monogami

    untuk hindu sendiri, sebelum jaman monogami, ada jaman poliandri.. bukan poligami loh :P ini terekam dalam mahabharata, dimana pandawa yg 5 pangeran itu beristri hanya 1. wali sanga lalu memodifikasi kisah ini untuk penyebaran agama sehingga kisah mahabharata yg ada di tanah jawa versinya berbeda :)

    BalasHapus
  2. Selalu panas dingin kalau ngomongin tiga hal itu. Semoga perempuan yang menjadi korban kdrt, perselingkuhan atau poligami yg tidak adil bisa tegar

    BalasHapus
  3. temanya berat beeeuuuut!

    BalasHapus
  4. Poligami itu indah lagi penuh berkah, asal dilakukan dengan baik dan ikhlas. Dengan niat ibadah.
    Istri yang paling utama sifatnya itu adalah istri yang meridhoi dan mendorong suaminya untuk menilkah lagi.
    Ikhlas berbagi rejeki dan berbagi kasih, kepada sesama wanita yang membutuhkan perlindungan seorang suami, juga kepada si yatim yang merindukan sosok seorang ayah.

    BalasHapus
  5. Hari ini saya sudah baca 2 tulisan ttg acara ini. yang satunya, ditulis oleh laki2, lalu yang ini. Keduanya menuliskan dengan cara berbeda. Tulisan Mak Ida ini melengkapi yang saya baca tadi. Luar biasa ya, mereka yang sudah mengalami hal2 menyakitkan tapi bisa bangkit dan bahkan berhasil.

    BalasHapus
  6. aku minta cere kalau suamiku minta poligami :)) seperti yang aku lakuin dulu hehehe

    BalasHapus
  7. Kadang tak mengerti, mengapa laki2 menyia-nyiakan istri2 yg cantik & cerdas. Agama tidak dengan mudah mengijinkan poligami meskipun diperbolehkan. Semoga kita semua dijauhkan dari musibah.

    BalasHapus
  8. Laki2 klo dilarang poligami malah makin nantangin. Tp gk cm laki2 sih kyknya smw org klo dilarang mlh penasaran.

    Aku bolehin suami poligami, justru mlh bikin suami berhati2 dgn keputusan poligami. Karena poligami itu gk cuma berat bwt perempuan tp juga berat bagi laki2

    BalasHapus
  9. Sayang bgt saya ga bs ikut acara ini :(

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^