**/ Cerita Ida : Air..... Nikmat yang Terkadang Lupa Disyukuri

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

31 Okt 2015

Air..... Nikmat yang Terkadang Lupa Disyukuri


Persediaan air di sumurku saat itu begitu kerontang sehingga tak ada setetes air pun yang bisa di angkut mesin pemompa air menuju bak mandi.  Terbayang bagaimana repotnya saya dan keluarga saat itu.  Pagi-pagi mengangkut anak-anak yang akan ke sekolah mampir ke 'kantor' untuk  mandi.  Agak siangan sedikit ketika suami dan anak-anak pergi, harus ngangkut-ngangkut air dari tetangga untuk keperluan memasak dan mencuci.  Malamnya suami pun mengangkut air dari 'kantor' untuk persediaan malam.  Begitulah, tak ada air memang sangat merepotkan, keberadaannya baru sangat terasa berharga saat ia tiada.

Status jeritan hatiku takkala tak ada air
Memang musim kemarau tahun ini terasa cukup panjang, bulan-bulan berakhiran "Ber" yang dari kecil kuingat sebagai bulan saatnya turun hujan satu demi satu terlewati, tapi musin hujan belum juga mulai.  Satu demi satu tetanggaku pun akhirnya membuat sumur bor dengan kedalaman sekitar 40 meter seperti yang dengan terpaksa akhirnya kulakukan agar bisa hidup dengan 'normal' kembali.

Alkisah, sepuluh tahunan yang lalu daerah tempatku tinggal adalah daerah yang kaya akan air.  Dari namanya saja bisa terlihat bahwa CIMAHI, Ci artinya air dan Mahi artinya cukup, jadi arti Cimahi itu adalah Cukup Air.  Diberi nama Kota Cimahi karena kota ini dulu berlimpah dengan air, menggali beberapa meter  saja, air bersih pun sudah mulai keluar, bahkan kita sudah bisa menyiduknya dengan tangan.

Tapi kini....setelah sepetak demi sepetak lahan hijau pun menghilang berganti dengan bangunan mulai dari yang biasa sampai yang  mewah. Bangunan itu hadir dengan  puluhan kamar  termasuk sumur bornya tentu saja, karena harus menyediakan air untuk para penghuninya yang tidak sedikit.  Lalu kemudian bermunculanlah rumah makan-rumah makan, bermunculanlah laundry-laundry,  semua mengikuti hukum alam ada permintaan maka munculah penawaran. Itu hal biasa terjadi disebuah lingkungan yang dekat dengan kampus.  Lalu apa yang terjadi sebagai dampaknya ?

Satu demi satu tetanggaku pun membuat sumur bor dengan kedalaman 40 meteran
Kini saat musin kemarau panjang sudah mulai terasa betapa menyusutnya persediaan air di daerahku, terlihat dari permukaan tanah yang semakin menurun.  Air terus menerus dieksploitasi untuk konsumsi kehidupan sehari-hari maupun untuk industri dan jasa.  Sementara penambahan volume air tanah terhenti di saat musim kemarau, bahkan di saat musim hujan pun, saat cucuran air yang berlimpah,  air yang terserap sangat tidak maksimal, karena air hujan banyak yang hanya menjadi air permukaan yang mengakibatkan banjir dimana-mana.  Begitulah yang selama ini terjadi, kekeringan di musim kemarau dan kebanjiran di musim hujan.

Konon katanya menurut  hasil penelitian penyebab terjadinya penurunan permukaan tanah di kota-kota besar adalah penyedotan air tanah dengan pompa yang berlebihan.  17,5%  - 18% penurunan tanah disebabkan oleh sumur bor, sementara sisanya disebabkan karena beban bangunan, kondisi alam serta kendaraan.

Apa yang Harus Dilakukan ?

Pengalaman adalah guru yang terbaik, memang sebuah kutipan yang bermakna yang harus dicamkan dalam kehidupan kita.  Bagi saya pribadi pengalaman saat kebanjiran di musim hujan dan saat musim kemarau kekurangan air bahkan sampai tak memiliki pasokan air setetes pun dari dalam sumur adalah pengalaman yang berharga sekali.  Pengalaman yang memberikan kesadaran betapa air sesuatu yang sangat bernilai yang tak tergantikan yang keberadaannya jarang kita syukuri.

Mensyukuri keberadaan air yang kita nikmati memiliki arti memanfaatkan, menggunakan dan menjaga kelestariannya semaksimal mungkin dan seefisien yang kita mampu.  Seperti itulah yang harus dilakukan kita semua agar nikmat tersebut tidak dicabut dalam diri kita.

Apa yang harus kita lakukan sebagai diri pribadi yang merasakan betapa air adalah sesuatu yang sangat berharga dalam hidup kita ?   Kita harus menyadari bahwa persediaan air dalam bumi bisa saja habis, dan kita memiliki tanggung jawab untuk melestarikan keberadaan air untuk sekarang dan masa yang akan datang.

Banjir saat musim hujan
Hal yang bisa kita lakukan adalah dengan memanfaatkan air gratis dari langit pemberian yang Maha Kuasa yaitu air hujan.  Sebagai negara dengan curah air hujan yang tinggi, kita harus bisa memanfaatkan potensi yang besar ini.  Gerakan  Rain Water Harvesting (memanen air) harus mulai kita galakan. Bagaimana caranya?

  • Perluas daerah resapan air di  sekitar rumah kita. Jangan biarkan air hujan menjadi air permukaan yang hanya mengalir ke selokan, upayakan semaksimal mungkin agar banyak air yang bisa terserap ke dalam tanah.
  • Buat sumur resapan dan biopori di sekitar rumah kita 
  • Tampung dan manfaatkan air hujan dengan cara membuat bak tandon dengan diameter satu sampai dua meter disesuaikan dengan keadaan rumah kita.  Hidupkan kearifan lokal orang tua kita dulu dimana hampir tiap rumah memiliki bak atau kolam untuk memelihara ikan atau merendam kayu.  Air tadah hujan ini bisa digunakan untuk mencuci baju, mencuci peralatan rumah tangga, mencuci kendaraan, menyiram toilet, menyiram tanaman dan lain-lain.
  • Tanamkan dan ajarkan gemar hemat  menghargai air mulai dari sendiri, kemudian orang terdekat kita yaitu keluarga kita baik itu anak atau pasangan kita kemudian lingkungan sekitar kita.
  • Tanamkan dan ajarkan kepedulian akan lingkungan hidup dalam diri kita, keluarga dan orang-orang terdekat kita  Ajarkan senang menanam dan menyukai penghijauan karena akar pohon dapat membantu proses  penyerapan air saat dimusim hujan.
Pemerintah pun harus mau belajar dari negara-negara lain yang telah berhasil dalam hal pengelolaan air.  Contoh terdekat adalah Singapura yang merupakan negara terdepan dalam pengelolaan air yang terintegrasi.  Tata kelola air di negara ini adalah salah satu yang terbaik di dunia.

Singapura berhasil mendiversifikasi keperluan airnya dan meminimalkan jumlah air yang hilang, salah satu kunci kesuksesan Singapura adalah pendekatan dengan menggabungkan analisis permintaan dan sediaan air yang terintegrasi.

Singapura, negara dengan tata kelola airnya termasuk salah satu terbaik di dunia   Sumber: www.hijauku.com

Semua stakeholder harus turut ambil bagian dalam upaya menjaga keberlangsungan lingkungan di masa depan.

Semua pihak harus bahu membahu menghadapi permasalahan ini, agar tidak lagi kekeringan di saat musim kemarau yang berkepanjangan.

Jangan sampai nikmat air yang berkelimpahan di negara kita ini  terhempas karena disebabkan kesalahan kita yang tidak mensyukuri limpahan karunia itu. Mensyukuri dengan menggunakannya seefektif, efisien mungkin, mengelolanya dengan cara yang terbaik dan menjaga kelestariannya untuk masa depan anak cucu kita.




Sumber:
http://www.hedihastriawan.wordpress.com
http://www.hijauku.com
http:// www. kompasiana/arifiadipatah


21 komentar :

  1. Bener mba, susah banget nggak ada air plus susah jg kalau banjir. Harus dimenej di benar nih airnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya dikelola dgn baik dari hulu ke hilirnya mba :)

      Hapus
  2. Kemarin-kemarin juga sempet krisis air. Gak ada sama sekali malahan.
    Semoga menang ya teh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hadeuh daerah utara sdh kurang air..apalagi makin ke sini ...hmmm :(

      Hapus
  3. Air memang sumber kehidupan ya mak :)

    BalasHapus
  4. air memang hal yang yang sangat penting untuk semua makhluk hidup yah mbak :)
    bersyukurlah orang-orang yang saat ini berkelimpahan air,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya... kadang kita lupa mensyukuri itu ya...

      Hapus
  5. Sekarang di mana-mana susah air, ya. Kalau musim hujan, hujan sebentar juga bisa banjir.
    PR banget buat semua pihak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mak....salah kelola dan salah gaya hidup juga

      Hapus
  6. Hmmm jangankan air, nikmat lain yang sederhana pun terkadang luput dari rasa syukur. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, karena sedangg ngebahas air jadi air yg disoroti :)

      Hapus
  7. Air...saat menjadi isu global. dan yg memprihatinkan, masih banyak org yg 'abai' saat menggunakan air seakan -akan air tak akan ada habis:(

    BalasHapus
  8. Suka kepikiran juga kalo susah air, sementara sih masih belum terjadi. Kadang malah bisa membagi air sama tetannga saat pam mati. Alhamdulillah jalan lingkungan rumah pakai paving, jadi bisa menampung air hujan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya mba....ngga kekurangan air :) Pavinb block pilihan yg lumayan lah daripada di semen atau diaspal... soalnya ga ada lagi yg lain ya..hihi

      Hapus
  9. semoga anak cucu kita merasakan air yang tetap bagus ya mak..aamiin

    BalasHapus
  10. Iya Mak benar sekali, memiliki air yg berlimpah adalah nikmat yg kudu disyukuri. Kos sya pernah pompa air di sumur rusak, alhasil kami kerempongan waktu itu. Gak bsa sholat, gak bsa mandi, masak dsb :(

    BalasHapus
  11. Bener Teh, air kalo lagi banyak sering banget dicuekin, gak dianggap nikmat. Tapi giliran kering, aduuuuh... sengsara. Sukses Teh kontesnya :)

    BalasHapus
  12. Kalau ga ada air rasanya tu ga ada kehidupan ya mb. Apa2 serba sulit, jangankan mau mandi buat pipis aja susah
    Maka dari itu mari kita syukuri keberadaan air.
    Eh btw skg aku jadi tau apa itu arti kota CIMAHI hehehee

    Salam kenal mb Ida

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^