29 Feb 2016

Saya Kecil dan Bandung

"Pa..maaf arah ke Unpad lewat mana ya..?" Tanya suamiku
"Belok kanan terus lurus aja Dik.." Supir angkot yang ditanya menjawab ramah.
Saya yang duduk di belakang suami senyum-senyum sendiri, mentertawakan kekonyolanku.  Setelah mengucapkan terima kasih, suamiku pun membelokkan motornya ke arah kanan menuju Unpad di Jalan Dipati Ukur.

Sumber: pendiri-16. blogspot.com


Itulah salah satu kisah kenangan yang selalu teringat di dalam memoriku.  Teringat kekonyolan di awal pernikahan kami.  Saya pituin orang Bandung, lahir di Bandung besar di Bandung walau akhirnya pindah ke daerah Sayati Kabupaten Bandung tetap saja sekolah dari TK sampai kuliah pun di Bandung. Tiap hari memang nguplek di Bandung.  Tapi begitu menikah, jalan ke tempat kuliah yang hampir tiap hari saya lewati harus tanya supir angkot. Bodor ih.. hihi...

Bukan tanpa sebab siih... Saya memang paling bingung soal arah, tempat, jalan-jalan di sekitar kota Bandung.  Biasanya saya kemana-mana naik angkot, jadi waktu gadis dulu paling hapal rute angkot di Bandung.  Nah kalau sudah naik selain angkot selalu pusing..bingung ga ketulungan hihi... Jadi meski tiap hari pulang pergi dari tempat kerja di RS Al Islam ke UNPAD tapi begitu nikah, dan dianter suami naik motor langsung bingung deh. Paling acuannya ikuti aja jalur angkot, padahal kan angkot pakai acara keliling-keliling dulu, jadi muter deh kayak cari penumpang hehe..

Bandung memang kota penuh kenangan bagiku.  Tempat saya lahir dan tumbuh hingga dewasa, hingga kalau ditanya kenangan manis apa yang saya rasakan di Bandung, terlalu banyak untuk diceritakan.  Bingung milihnya, saking banyaknya..  hihi... Kalau cerita di atas sih itu mah kenangan kekonyolanku soal arah yang sampai sekarang masih bersemanyam dalam diri.

Alun-Alun saat saya kecil  Sumber: skycrapercity.com

Kenangan indah soal Bandung saat kecil aja yah yang saya ceritakan, biar lebih memorable hahaha... Kenangan manis itu  adalah antara lain  saat diajak jalan-jalan di seputar Kota Bandung.  Sering banget ke Alun-Alun Bandung yang saat itu masih ada air mancurnya yang bagi saya kecil begitu tinggi menjulang. Main air di kolam sekitar air mancur adalah saat yang menyenangkan.  Anak kecil mana sih yang engga suka main air.  Duduk-duduk di atas kursi yang terbuat dari beton sambil menikmati gorengan tahu atau bala-bala yang dijual emang-emang pake tanggungan yang banyak berjualan di sekitar Alun-Alun.  Atau hanya  berlari ke sana ke mari menikmati suasana yang menyenangkan.

Taman Lalu lintas atau Kebun Binatang adalah alternatif lain tempat Mamah dan Bapa mengajak saya jalan-jalan.  Saya ingat beberapa kali saya memegang tangan yang salah saat keasyikan lihat binatang-binantang yang lucu.  Saya pikir saya memegang tangan Mamah eh taunya orang lain hehe, dan itu selalu berulang hingga kadang saya kecil suka was was takut hilang hahaha....

Kenangan lain di Bandung adalah saat mengikuti kemeriahan peringatan KAA secara langsung, sebuah acara yang diadakan sepuluh tahun sekali.  Cuman jadi penggembira sih, tapi seneng aja bawa bendera sambil menyanyikan lagu yang lirik awalnya kayak gini nih..

"Bangsa Asia dan Afrika pelopor damai di dunia.."
Turut.kerja sama bangsa, saling hormat cinta sesama
Jalin kebersamaan...damai di dunia....

Lupa-lupa ingat....yang jelas senang aja sih walau sedikit capek karena harus berdiri terus berjajar di sepanjang Jalan Asia Afrika, tangan kami pun mengibar-ngibarkan bendera kecil.  Sambil tentu saja melihat para delegasi dari negara-negara Asia Afrika yang menggunakan pakaian khasnya..... Aaah kenangan manis yang tak terlupakan, padahal saat itu saya masih duduk di bangku SD, tapi masih kebayang aja sih saat kecapaian dan beli Es Joly yang bisa dipotong itu..Pulangnya kami berlarian menuju sekolah karena memang tempatnya tidak begitu jauh dari Jalan Asia Afrika.

O ya yang paling kuingat lagi adalah tempat makanan enak saat saya kecil dan ternyata sampai sekarang masih tetap tidak berubah tempatnya.  Ada Kupat Tahu Mangunreja yang enak pakai bingit, beberapa bulan lalu sempat ke sini bareng suami ternyata tempatnya tidak berubah hanya penjualnya saja yang diwariskan kepada anak-anaknya.  Sempat heran juga kenapa Kupat Tahu seenak dan selaris ini masih mempertahankan kesederhanaan dan tidak mengalami perubahan yang signifikan.

SD Assalaam      Sumber: direktorisekolah.com

Selain itu ada susu murni dengan aneka rasa, diperapatan Jalan Ijan..itu minuman favorit waktu kecil sepulang sekolah.  Ternyata sekarang masih ada lho..bedanya dulu hanya dua kios saja, kini melebar jadi beberapa kios dengan suasana yang tidak jauh berubah hanya ditambah dengan menjual kue-kue basah dan ada meja-meja seperti di rumah makan.  Nah kalau jajanan depan sekolah yang paling  enak itu Es Lilin rasa coklat, ketan hitam atau kacang ijo, cara membuatnya pun unik karena harus menggoyang-goyangkan gerobaknya. Hmmm... kalau ingat itu jadi pengen nemuin si emang penjualnya deh..penasaran kalau sekarang nyoba apa masih seenak dalam kenangan enggak ya....

Kemudian ada juga cilok, enggak tau kenapa ciloknya terasa enak sekali saat saya kecil. Ada isi dagingnya dengan bumbu kacang ditambah kecap menjadi paduan yang super enak..  Saat sudah dewasa nyoba beli cilok di depan SD Assalaam kok engga seenak saat saya kecil ya...hihi. 

Ada lagi japilus, makanan bulat-bulat kecil seperti sukro tapi tanpa isi, warnanya coklat muda dan rasanya manis.  Cara menjualnya unik, si emang pasti nanya siapa nama pembelinya, dan ketika membungkus memakai kertas bekas yang dibuat seperti corong si emang pun ngahaleuang alias bernyanyi dengan nada dan lirik karangan sendiri ditengah-tengah nyanyian menyebut nama kita...unik ya..dan saya senang sekali, karena si emang itu kelihatan sangat ramah dan suka anak-anak selain tentu saja japilus memang terasa enak di lidah.

Pastinya banyak banget kenangan manis itu karena perjalanan kehidupan saya di Bandung puluhan tahun, sulit diungkapkan hanya dalam satu tulisan saja. Apa yang saya ceritakan di atas adalah sebagian kecil dari kenangan manis itu...

Meski sekarang setelah menikah tinggal di Cimahi, tetap saja gak terlalu jauh dari Bandung, tetap sering berkunjung pula ke Bandung. Toko Buku Gramedia dan BEC adalah favorit saya kalau main ke Bandung.  Eh sekarang ditambah daerah Jalan Asia Afrika yang sudah lebih cantik plus Masjid Agungnya yang juga semakin cantik.

Pokoknya saya cinta Bandung full deh, beruntung sekali kini Bandung punya walikota yang keren dan saya turut senang mendengar kabar terakhir kalau Pak Ridwan Kamil akan tetap mengabdi menjadi walikota Bandung,  tidak akan mencalonkan diri jadi Gubernur DKI Jakarta .... ( ih..ojol-ojol ke sanah...) hahaha... ala kulli hal .Alhamdulillah... ^_^


"Tulisan ini diikutkan dalam niaharyanto1stgiveaway : The Unforgettable Bandung"







15 Feb 2016

Terima Kasihku untuk Tetangga yang Baik Hati

BTPN
Add caption
"Mi...liat... jaket aku, risletingnya macet...."  Terdengar teriakan si bungsu.  Saya yang sedang berada di dapur segera menghampirinya.  Benar saja, ternyata risleting jaket Maghfira rusak, saya berusaha mencobanya berkali-kali  menutup resletingnya, namun gagal terus.  "Ya sudah ke Bu Haris aja nanti sore, kayaknya harus diganti risletingnya..." Akhirnya saya pun menyerah.

"Mi celana aku robek lagi..."  Di lain waktu Mushab anak keempatku mengeluh.  Ga tau kenapa Mushab yang senang sekali bermain bola, sering sekali sobek celananya, hal ini sering terjadi terutama di bagian lutut.  Entah untuk keberapa kalinya ini terjadi, mungkin terjatuh, tapi Mushab jarang terdengar menangis atau mengeluh kesakitan akibat terjatuh.... "Ya.. nanti Umi bawa ke Bu Haris." Jawabku

"Mi saku celana Abi bolong..."  atau "Mi ternyata baju barunya kepanjangan.." Teriakan dan keluhan seperti itu memang kerap terjadi di keluargaku.  Awalnya saya sempat bingung, karena tempat permak baju yang rusak-rusak kecil seperti itu cukup jauh dari rumahku.  Menjahit sendiri aja?  Duh maaf deh motorik halus ini memang kurang terlatih, saya memang tidak suka sama sekali dengan jahit menjahit.  Dulu pernah kursus menjahit selepas resign dari pekerjaan, tapi tidak ada satu baju pun yang selesai, PR terus menumpuk tanpa ada satu pun yang diselesaikan hahaha..., akhirnya berhenti deh kursus menjahitnya.  Entah kenapa tiap menjahit baju, badan ini terasa  langsung panas dingin...hihi... ya sudah mungkin saya tidak berbakat dalam hal jahit menjahit.

Bisa dibayangkan kan bagaimana menumpuknya pakaian yang rusak ringan seperti itu di lemari. Dibuang sayang dong, dipakai malu juga karena sobek, ya akhirnya kubiarkan menumpuk di lemari, paling nanti  kalau sempat kubawa ke tempat permak baju yang ada di pinggir jalan daerah pertokoan, lokasinya lumayan jauh juga dari tempat tinggalku.

Saya dan Bu Haris

Sampai akhirnya tetangga di depan rumah merekomendasikan Bu Haris, tetangga di belakang rumahku.  Duh padahal deket banget, hanya terhalang lima atau enam rumah, dan saya tidak tahu, kurang updet banget mak rempong yang satu ini ya hahaha.... Padahal sering ketemu juga dengan Bu Haris kalau di arisan RT, suka ngobrol juga, tapi saya sampai tidak tahu kalau beliau ini menerima perbaikan berbagai pakaian yang perlu diperbaiki. Akhirnya jadi deh Bu Harris langganananku tempat minta tolong permak baju, bersyukur sekali mempunyai tetangga seperti bu Harris, sangat membantu..

Beberapa hari yang lalu saya sempat main ke rumahnya, hanya untuk silaturahmi sambil ngobrol-ngobrol, mau nanya-nanya juga sih, pengen tau apa beliau itu menerima jahitan membuat baju secara utuh, dalam artian bukan sekedar memperbaiki yang rusak, tapi menjahitkan dari kain menjadi baju baru.  "Yah nerima sih Mi, tapi harus mau lama nunggu .."  Itu jawaban Bu Haris.  Ketika saya kejar dengan pertanyaan kenapa lama, Bu Haris beralasan karena dalam sehari harus menyelesaikan pakaian yang harus diperbaiki minimal lima buah dan itu cukup menyita waktunya.

Selain itu menurut Bu Haris perputaran uang dengan menjahitkan baju secara utuh dari kain agak lambat, paling mendapat Rp 50.000,00 dalam dua - tiga minggu.  Belum lagi harus mempersiapkan modal membeli ini itu nya.  Jadi Bu Haris lebih memilih serius memermak baju, selain perputaran uang lebih cepat pengerjaannya pun relatif lebih mudah.

Bu Haris dengan tumpukan baju yang harus diperbaiki

Duh lagi-lagi soal modal ya hihi... Berbicara soal modal, kalau menurut saya modal memang mengambil peranan yang signifikan dalam sebuah usaha.  Meski ada yang berpendapat modal itu tidak penting, sebagai pelaku UKM yang sudah enam tahun berkecimpung di dunia bisnis merasakan betul betapa modal itu memang sangat dibutuhkan. Sebetulnya sangat ingin membantu orang-orang semacam Bu Haris ini, sebagai rasa terima kasih atas jasa-jasanya yang besar, namun baru sebatas keinginan saja ternyata....

Sebetulnya bagi yang memang tidak memiliki modal yang cukup, tidak usah khawatir juga karena kini kita bisa berbisnis tanpa modal yang besar.  Jualan online dengan sistem drop shipping misalnya, ini tidak memerlukan modal yang besar, cukup jaringan internet saja, kita bisa memulai bisnis kita. Banyak contoh yang lain, yang penting ada kemauan di sana ada jalan.  Nah hasil bisnis  kita itu sebagian kita tabung dengan konsisten alias disiplin hingga jumlahnya cukup untuk modal kita.

Betul lho sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit deh.  Saya sudah mencoba simulasi menyimpan uang untuk modal di Bank Tabungan Pensiun Nasional atau biasa disingkat BTPN ternyata hasilnya lumayan lho... simak deh gambar di bawah ini.


Betul kan sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit?  Saya menyisihkan Rp 1,000,000,00 per bulannya dan setelah rutin menabung selama lima tahun jumlah tabungannya menjadi Rp 68 juta an lho. Makanya jangan lupa menabung ya, ternyata rajin menabung dengan konsisten selama jangka waktu tertentu, kita  bisa memiliki modal untuk membesarkan atau bahkan memulai usaha kita.  Keren kan ? Engga nyangka ya nabung satu juta per bulan selama lima tahun bisa menghasilkan nilai yang lumayan besar.

Kelebihan lainnya dengan menabung di BTPN ini kita berarti ikut membantu memberdayakan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah lho.  Kok bisa ya.. Iya, karena Bank BPTN memiliki sebuah program yang bernama DAYA.  Nah melalui program ini, dengan tabungan yang kita simpan di sana, BTPN memberikan bantuan kepada masyarakat untuk memberdayakan mereka secara terukur dan berkelanjutan dengan fokus pada kesehatan, kesejahteraan dan pelatihan praktis keterampilan wirausaha.  Keren ya..., keinginan saya untuk membantu dan berterima kasih kepada para UKM bisa terealisir hanya dengan menabung di BTPN.

Pak Karna dan Bu Suwarni adalah contoh pelaku UKM yang sudah mendapat bantuan dari BTPN melalui program Daya.  Berkat bantuan BTPN impian pasangan ini untuk memiliki usaha sendiri yang sukses akhirnya terkabul.  Usaha kuliner Pak Karna dan Bu Suwarni berkembang pesat setelah mendapatkan berbagai inspirasi dan kemudahan untuk mengembangkan usaha mereka. Bu Suwarni dan Pak Karna mendapatkan bantuan keuangan berupa pinjaman tambahan modal, selain itu mereka juga berkesempatan mengikuti pelatihan praktis keterampilan wirausaha yang diadakan oleh BTPN. "Rajin menghadiri pelatihan yang diadakan BTPN adalah satu kiat sukses saya" Ungkap Pak Karna.

Bu Suwari dan Pak Karna yang sukses setelah mendapat bantuan dari BTPN
Asyik ya, dengan menabung kita bisa membantu para pelaku UKM  seperti Pa Karna dan Bu Suwarni.  Para pelaku UKM memang memiliki manfaat banyak bagi kita, seperti halnya saya yang sangat terbantu oleh Bu Haris tetangga saya itu. Keberadaan  UKM di sekitar kita memang sangat terasa manfaatnya, tapi kita jarang mensyukurinya ya, baru terasa kehilangan saat ia tiada.  Jadi yuk berterima kasih kepada mereka dengan turut serta menabung di BTPN dan mendukung program DAYA ini.... :)




14 Feb 2016

Hadiah Kaos Gurita untuk Sosok Penuh Inspiratif

Saya pernah menuliskan sosok inspiratif  di blog Cerita Ida ini.  Sosok yang penuh inspiratif bagi lingkungan di sekitar rumahku.  Mungkin kalau tidak melihat lingkungan dan latar belakang kehidupan ekonominya, sosok ini tidak terlalu menjadi luar biasa.  Latar belakangnya yang jauh dari ideal lah yang membuatnya menjadi sosok yang penuh inspiratif.

Lingkungan di sekitar rumah memang kurang kondusif, sudah ada beberapa anak gadis yang putus sekolah karena hamil sebelum menikah.  Para orang tuanya seperti tidak terlalu mempedulikan pendidikan dan agama anak-anaknya.  Mungkin karena banyak para ibu yang terpaksa bekerja sebagai buruh di pabrik, membantu para suaminya yang memang kehidupannya kurang mencukupi. Pergi pagi pulang sore, hingga akhirnya pendidikan anak terbengkalai tidak terperhatikan.

Kisah insoiratif

Ada juga  yang menjadi ibu rumah tangga biasa, tapi mungkin karena kurang pendidikan akhirnya kerjanya banyak ngerumpi atau sibuk dengan urusan rumah tangganya, sampai melupakan tugasnya sebagai ibu yang harus menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya.  Hingga banyak juga diantara anak-anaknya yang masih SD yang sudah kecanduan game online di warnet. Tidak semua tentu saja, banyak juga yang berhasil tetapi prosentase yang berhasil memang lebih kecil.

Sosok ini hadir seperti berlian di dalam lumpur , hihi..gak begitu-begitu amat sih sebenarnya, mungkin agak hiperbola ya, tapi memang keren sih.  Kami para tetangganya biasa memanggilnya dengan panggilan Bu Ison.  Sosok yang sangat bersahaja, bahkan mungkin karena usahanya yang kuat, sepertinya beliaulah yang paling keliatan susah diantara yang lain karena sering pinjam ke sana ke mari untuk perjuangan menyekolahkan anak-anaknya.

Di tengah kemiskinannya, di tengah cibiran para tetangga yang menganggapnya sombong karena  dianggap terlalu memaksakan diri di luar kemampuan dirinya sosok Bu Ison mampu bertahan dan terus berjuang mempertahankan tekad dan usahanya yang luar biasa.  Dan kini ia tinggal memetik hasilnya, tiga anaknya sudah menjadi sarjana dan sudah bekerja dengan penghasilan yang cukup besar.  Ketiga anaknya telah lulus dengan predikat cumlaude, rangking terbaik di universitasnya.  Bahkan anaknya yang ketiga setelah menjadi sarjana berhasil terpilih menjadi tentara karir dengan pangkat Letnan Dua.

Dan dunia Bu Ison sudah berubah 180 derajat, rumahnya yang dulu gubuk, kini berdiri cukup megah, tingkat dua.  Biasanya ia pergi pagi pulang sore untuk bekerja di kebun, kini anak-anaknya melarangnya bekerja lagi bahkan anaknya yang ketiga bertekad akan mengumrohkannya.

Saya pernah menuliskan kisah inspiratif ini di sini, dan tulisan itu menjadi salah satu pemenang dalam lomba yang diadakan oleh Blogger Reporter ID.  Saya ingin sekali memberikan sesuatu yang berharga sebagai tanda terima kasih.  Saya bingung dong apa yang bisa saya berikan untuk sosok yang penuh inspiratif ini...

Kaos Gurita

Dan, kemarin tanggal 13 Februari saya menemukan jawabannya, saya dengan seorang teman berkunjung ke Toko Kaos Gurita yang di Jalan Karapitan no 89 Bandung, Toko yang menjual asesoris unik terutama yang paling terkenalnya adalah Kaos Gurita yang bisa ngomong.  Beneran bisa ngomong ya ? Hihi...maksudnya di kaos itu tercetak tulisan-tulisan unik yang memberikan pesan tertentu.  

Keren kan kalau saya memberikan hadiah kaos yang bertuliskan pesan tertentu buat bu Ison, sebagai penghargaan atas kesuksesannya ... Karena di sini banyak banget lho kaos yang betuliskan sesuatu yang lucu-lucu tetapi mengandung makna yang dalam.

Kaos Gurita


O ya saya baru pertama kali  ke Toko Kaos Gurita ini, kurang gaul dan kurang updet ya ..? Hihi.. Padahal tokonya sudah tersebar di banyak tempat lho,  kalau gak salah yang di Karapitan ini adalah toko yang keenam.  Keren kan Kaos Gurita..? Emang keren, saya sampai terbengong-bengong begitu masuk ke dalam toko ini.  Saya langsung semakin yakin kalau Teh Eka Riani dan Kang Adrian sejoli yang merupakan pemilik usaha ini memang dua sosok yang kreatif abiiizz.

Tata ruangnya apik, desain ruang yang unik dan rapi, deretan kaos tertata rapi di etalase.  Eh jangan salah, bukan hanya kaos yang dijual, ada juga topi, tas, pin, magnet kulkas dan gantungan kunci.  Semuanya mengandung kata-kata unik dan menarik, kecuali tas jean yang bergambar gurita, tak ada tulisannya.  Pokoknya  barang-barang di sini cocok deh buat hadiah, cocok juga buat dijdikan oleh-oleh khas Bandung.  Soalnya di tempat lain kan belum ada tuuh...

Kaos Gurita
Contoh Tulisan yg Tersedia

Sebagai blogger saya memilih kaos bertuliskan tentang blogger dong... Dan yang kupilih adalah kata-kata BLOGGER ITU HEBAT Merangkai kata saja tak pernah lelah. Apalagi merangkai masa depan kita  ecieee..keren kan kata-katanya ya, kreatif dan penuh makna tentu saja.  Selain penuh makna,  kata-kanya lucu-lucu juga.  Etapi emang intinya keliatan di situ deh, lucu-lucu an tapi penuh makna.

Selain dari tulisan yang unik, kelebihannya ada pada kualitasnya, menurut yang sudah pernah memakainya Kaos Gurita ini awet alias tahan lama, selain itu juga jahitannya terlihat rapi.  Pokoknya kerenlah Kaos Gurita.   Yuuk main-main ke sana, selain di Karapitan 89, di Cihamplas Walk juga ada, di Trans Studio Mall, di Cihamplas malah ada dua satunya lagi di jalan Cihamplas no 110 atau yang sambil piknik  ke Kampung Gajah ada lho di arena Wonderland nya.

Kaos Gurita
Narsis dulu ah... :)
Terus gimana dong dengan harganya?  Jangan khawatir, meski keren, unik dan tahan lama Kaos Gurita terjangkau kok, coba aja deh main ke salah satu tokonya... :)


4 Feb 2016

Ternyata Masih Mempunyai Sifat Konsisten...

Baru ngeh deh kalau saya ini ternyata punya juga sifat konsisten hihi... Setelah selama ini menganggap sulit sekali untuk konsisten alias berkomitmen ria ternyata masih ada sedikit sifat itu nyempil di kehidupanku.  Iya, selama ini saya merasa suka semangat di awal tengah-tengah mengendur,  dan di akhir sudah lupa deh sama komitmen awal... hiks... lagi berusaha sih mengubah semua itu, masih proses lah...

Lalu apa dong yang saya bisa konsisten ?  Ayo dong tebak-tebak buah manggis...  hihi... Setelah saya perhatikan saya ternyata bisa konsisten di isi tas..hahaha.... Isi tas ?  Iya, sudah semenjak tri semester akhir tahun lalu ternyata isi tas saya tetep itu-itu aja. Ga dikeluar-keluarin ga diganti, paling yang lagi abis ya tisu..selebihnya selalu dibawa kemana pun saya pergi.

Memang sudah beberapa bulan terakhir saya enjoy dengan tas yang satu ini, soalnya cukup besar, ada beberapa pembatas kaya organizer gitu, jadinya enak, cocoklah buat diriku.  Tasnya mahal pake bingit, harganya di atas enam juta, mahal kan ? Ya iya lah....  Hihi... canda ah,  enam juta dari Hongkong, kalau sama isinya iya lah...

Bisa tebak kan tas apa itu? Yup.. tas laptop hahaha... Engga endah banget ya, tapi saya enjoy lho, suka, jadi keenakan, ga dibongkar-bongkar jadinya, atau malas ya? Hehe...  Nanti kalau ada rejeki lebih mau ah beli tas yang besar kayak gitu, soalnya tas yang kupunya sekarang kecil, cuma cukup dompet dan hape saja. Etapi kalau dikasih hadiah dan hadiahnya tas, mau lah, ga akan nolak meski tasnya kecil ...hahaha...*modus

Nah apa dong isi yang kosisten  saya simpan di tas besar itu ?  Kemana pun saya pergi ya yang saya bawa inilah, sampai waktu ke saudara yang meninggal juga yang saya bawa ini semua, ngapain coba ke yang meninggal bawa tongsis hahaha......dasar emak rempong, ga mau diribetin masalah tas.  Ga mau ganti-ganti tas karena suka banyak yang ketinggalan akhirnya.   Ada untungnya juga sih seperti ini, pernah lho kejadian diajak jalan-jalan sama teman-teman eh ada yang nyeletuk kayak gini niih..

 "Sayang ya..ga bawa tongsis kita.."

 Spontan dong kujawab  "Saya bawa.. "
 
 "Eh niat banget, bawa tongsis ...hihi..." Celetuk temanku.


Hihi...asli saya gak niat bawa itu, isi tas ini semua, saya bawa pas piknik ke Pangandaran bersama keluarga bulan Desember yang lalu.  Akhirnya saya bawa tongsis ke mana-mana padahal makenya juga ga terlalu bisa hahaha... , biasanya anak-anak yang suka pakenya.  Etapi gara-gara jalan-jalan sama temen-temen itu akhirnya saya bisa deh pake tongsis, ngedadak kursus sama temanku... horeee..hihi..norak ya..  Saya engga terlalu doyan selfi-selfian sebenarnya, kalau acara blogger juga walau bawa tongsis ga pernah saya keluarin deh hihi.

Kebanyakan yang saya bawa sih peralatan yang menunjang tugasku sebagai blogger seperti hape plus dua buah power bank, ga perlu bawa kamera, karena hape berkah ngeblog ini sudah memilki kamera utama 13MP jadi cukuplah....Eh mau tau ga di kedua dompet itu isinya apa?  Kalau dompet yang hitam itu standarlah berbagai macam kartu plus sedikit uang, nah yang di dompet putih itu, tebak coba apa isinya..yuuk diliat aja ya, biarin deh buka-buka daleman sekalian hihi..


Hihi...isinya ballpoint sampai 8 buah, flash disk sampai 3 buah, ada modem dan mouse juga..heuheu...ngapain coba saya bawa-bawa yang seperti ini ketika melayat yang meninggal, terus pas arisan, pengajian...hahaha...

Nah yang di dompet pink itu, isinya adalah kosmetik yang biasa saya gunakan, hanya krim siang yang juga berfungsi sebagai alas bedak plus tentu saja  bedaknya, ditambah satu buah nano spray.  Sudah itu saja make up an saya mah, ga pake lisptik dan teman-temannya.  Ga biasa sih, kemarin juga dapat hadiah seabreg make up, akhirnya kuberikan saja ke teman-temanku hehe..


Nah itu saja yang biasa kubawa ke mana-mana, ya ke pengajian, ini yang paling sering kayaknya, seminggu sampe tiga kali an lah, lalu ke arisan ini hanya sebulan sekali karena arisan RT mah ga bawa tas,, pelatihan, rapat dan aktifitasku sebagai blogger yang kadang padat merayap,  Etapi mau saya kurangi intensitasnya ah.  Walau target 2016 saya mau 'terbang' tetapi berkah sakit sekeluarga kemarin saya berjanji mau mengurangi aktifitas blogger yang harus banyak ke luar rumah, minimal dikurangi lah, mau konsen ngurusin para krucils yang ternyata masih butuh emaknya di rumah.  Eh jadi ngelantur ya.. ya sudah deh itu saja.  Jadi inilah isi tasku ..apa dong isi tasmu..?  ^_^

"Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway What's In Your Bag - Waya Komala"

http://www.wayakomala.web.id/2016/02/my-first-giveaway-whats-in-your-bag.html