**/ Cerita Ida : Terima Kasihku untuk Tetangga yang Baik Hati

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

15 Feb 2016

Terima Kasihku untuk Tetangga yang Baik Hati

BTPN
Add caption
"Mi...liat... jaket aku, risletingnya macet...."  Terdengar teriakan si bungsu.  Saya yang sedang berada di dapur segera menghampirinya.  Benar saja, ternyata risleting jaket Maghfira rusak, saya berusaha mencobanya berkali-kali  menutup resletingnya, namun gagal terus.  "Ya sudah ke Bu Haris aja nanti sore, kayaknya harus diganti risletingnya..." Akhirnya saya pun menyerah.

"Mi celana aku robek lagi..."  Di lain waktu Mushab anak keempatku mengeluh.  Ga tau kenapa Mushab yang senang sekali bermain bola, sering sekali sobek celananya, hal ini sering terjadi terutama di bagian lutut.  Entah untuk keberapa kalinya ini terjadi, mungkin terjatuh, tapi Mushab jarang terdengar menangis atau mengeluh kesakitan akibat terjatuh.... "Ya.. nanti Umi bawa ke Bu Haris." Jawabku

"Mi saku celana Abi bolong..."  atau "Mi ternyata baju barunya kepanjangan.." Teriakan dan keluhan seperti itu memang kerap terjadi di keluargaku.  Awalnya saya sempat bingung, karena tempat permak baju yang rusak-rusak kecil seperti itu cukup jauh dari rumahku.  Menjahit sendiri aja?  Duh maaf deh motorik halus ini memang kurang terlatih, saya memang tidak suka sama sekali dengan jahit menjahit.  Dulu pernah kursus menjahit selepas resign dari pekerjaan, tapi tidak ada satu baju pun yang selesai, PR terus menumpuk tanpa ada satu pun yang diselesaikan hahaha..., akhirnya berhenti deh kursus menjahitnya.  Entah kenapa tiap menjahit baju, badan ini terasa  langsung panas dingin...hihi... ya sudah mungkin saya tidak berbakat dalam hal jahit menjahit.

Bisa dibayangkan kan bagaimana menumpuknya pakaian yang rusak ringan seperti itu di lemari. Dibuang sayang dong, dipakai malu juga karena sobek, ya akhirnya kubiarkan menumpuk di lemari, paling nanti  kalau sempat kubawa ke tempat permak baju yang ada di pinggir jalan daerah pertokoan, lokasinya lumayan jauh juga dari tempat tinggalku.

Saya dan Bu Haris

Sampai akhirnya tetangga di depan rumah merekomendasikan Bu Haris, tetangga di belakang rumahku.  Duh padahal deket banget, hanya terhalang lima atau enam rumah, dan saya tidak tahu, kurang updet banget mak rempong yang satu ini ya hahaha.... Padahal sering ketemu juga dengan Bu Haris kalau di arisan RT, suka ngobrol juga, tapi saya sampai tidak tahu kalau beliau ini menerima perbaikan berbagai pakaian yang perlu diperbaiki. Akhirnya jadi deh Bu Harris langganananku tempat minta tolong permak baju, bersyukur sekali mempunyai tetangga seperti bu Harris, sangat membantu..

Beberapa hari yang lalu saya sempat main ke rumahnya, hanya untuk silaturahmi sambil ngobrol-ngobrol, mau nanya-nanya juga sih, pengen tau apa beliau itu menerima jahitan membuat baju secara utuh, dalam artian bukan sekedar memperbaiki yang rusak, tapi menjahitkan dari kain menjadi baju baru.  "Yah nerima sih Mi, tapi harus mau lama nunggu .."  Itu jawaban Bu Haris.  Ketika saya kejar dengan pertanyaan kenapa lama, Bu Haris beralasan karena dalam sehari harus menyelesaikan pakaian yang harus diperbaiki minimal lima buah dan itu cukup menyita waktunya.

Selain itu menurut Bu Haris perputaran uang dengan menjahitkan baju secara utuh dari kain agak lambat, paling mendapat Rp 50.000,00 dalam dua - tiga minggu.  Belum lagi harus mempersiapkan modal membeli ini itu nya.  Jadi Bu Haris lebih memilih serius memermak baju, selain perputaran uang lebih cepat pengerjaannya pun relatif lebih mudah.

Bu Haris dengan tumpukan baju yang harus diperbaiki

Duh lagi-lagi soal modal ya hihi... Berbicara soal modal, kalau menurut saya modal memang mengambil peranan yang signifikan dalam sebuah usaha.  Meski ada yang berpendapat modal itu tidak penting, sebagai pelaku UKM yang sudah enam tahun berkecimpung di dunia bisnis merasakan betul betapa modal itu memang sangat dibutuhkan. Sebetulnya sangat ingin membantu orang-orang semacam Bu Haris ini, sebagai rasa terima kasih atas jasa-jasanya yang besar, namun baru sebatas keinginan saja ternyata....

Sebetulnya bagi yang memang tidak memiliki modal yang cukup, tidak usah khawatir juga karena kini kita bisa berbisnis tanpa modal yang besar.  Jualan online dengan sistem drop shipping misalnya, ini tidak memerlukan modal yang besar, cukup jaringan internet saja, kita bisa memulai bisnis kita. Banyak contoh yang lain, yang penting ada kemauan di sana ada jalan.  Nah hasil bisnis  kita itu sebagian kita tabung dengan konsisten alias disiplin hingga jumlahnya cukup untuk modal kita.

Betul lho sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit deh.  Saya sudah mencoba simulasi menyimpan uang untuk modal di Bank Tabungan Pensiun Nasional atau biasa disingkat BTPN ternyata hasilnya lumayan lho... simak deh gambar di bawah ini.


Betul kan sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit?  Saya menyisihkan Rp 1,000,000,00 per bulannya dan setelah rutin menabung selama lima tahun jumlah tabungannya menjadi Rp 68 juta an lho. Makanya jangan lupa menabung ya, ternyata rajin menabung dengan konsisten selama jangka waktu tertentu, kita  bisa memiliki modal untuk membesarkan atau bahkan memulai usaha kita.  Keren kan ? Engga nyangka ya nabung satu juta per bulan selama lima tahun bisa menghasilkan nilai yang lumayan besar.

Kelebihan lainnya dengan menabung di BTPN ini kita berarti ikut membantu memberdayakan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah lho.  Kok bisa ya.. Iya, karena Bank BPTN memiliki sebuah program yang bernama DAYA.  Nah melalui program ini, dengan tabungan yang kita simpan di sana, BTPN memberikan bantuan kepada masyarakat untuk memberdayakan mereka secara terukur dan berkelanjutan dengan fokus pada kesehatan, kesejahteraan dan pelatihan praktis keterampilan wirausaha.  Keren ya..., keinginan saya untuk membantu dan berterima kasih kepada para UKM bisa terealisir hanya dengan menabung di BTPN.

Pak Karna dan Bu Suwarni adalah contoh pelaku UKM yang sudah mendapat bantuan dari BTPN melalui program Daya.  Berkat bantuan BTPN impian pasangan ini untuk memiliki usaha sendiri yang sukses akhirnya terkabul.  Usaha kuliner Pak Karna dan Bu Suwarni berkembang pesat setelah mendapatkan berbagai inspirasi dan kemudahan untuk mengembangkan usaha mereka. Bu Suwarni dan Pak Karna mendapatkan bantuan keuangan berupa pinjaman tambahan modal, selain itu mereka juga berkesempatan mengikuti pelatihan praktis keterampilan wirausaha yang diadakan oleh BTPN. "Rajin menghadiri pelatihan yang diadakan BTPN adalah satu kiat sukses saya" Ungkap Pak Karna.

Bu Suwari dan Pak Karna yang sukses setelah mendapat bantuan dari BTPN
Asyik ya, dengan menabung kita bisa membantu para pelaku UKM  seperti Pa Karna dan Bu Suwarni.  Para pelaku UKM memang memiliki manfaat banyak bagi kita, seperti halnya saya yang sangat terbantu oleh Bu Haris tetangga saya itu. Keberadaan  UKM di sekitar kita memang sangat terasa manfaatnya, tapi kita jarang mensyukurinya ya, baru terasa kehilangan saat ia tiada.  Jadi yuk berterima kasih kepada mereka dengan turut serta menabung di BTPN dan mendukung program DAYA ini.... :)




8 komentar :

  1. Jadi pingin bisa jahit jugaak terus dilirik btpn untuk dibantu modal heehheh

    BalasHapus
  2. Semoga beruntung mak ikut meramaikan

    BalasHapus
  3. Kalo di rumahku penjahitnya keliling pake sepeda

    BalasHapus
  4. kalo menjahit sejengkal dua jengkal..ato benerin kancing lepas..masih bisalah..tapi malesnya..udah ngga ke tolong..hahahah..

    sukses buat kontesnya mba...

    BalasHapus
  5. Hai kak yuk terbitin cerita-cerita kamu jadi sebuah buku di guepedia.com
    Guepedia.com adalah On-Publisher pertama di Indonesia. Tempat penulis berbakat yang ingin menerbitkan buku sebagai aktualisasi diri sekaligus mendapatkan uang dari hasil tulisannya tanpa harus menunggu lama.
    Guepedia membuka promosi untuk penulis yang ingin menerbitkan buku secara GRATIS tanpa dipungut biaya apapun.
    Info lebih lengkap kunjungi website www.guepedia.com

    BalasHapus
  6. semoga bu harris terbantu dengan adanya program BTPN ini ya..
    sukses lombanya ya teh :)

    BalasHapus
  7. gudlak teh Ida dan semoga Bu Harris juga dapat bantuan program BTPN ya aamiin

    BalasHapus
  8. sama2'teh aku emang tetangga yang baik *ehh...

    wahh semoga bu Haris mendapatkan bantuan dr program btpn ya teh, sukses selalu

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^