blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

31 Mar 2016

Saat Delapan Hari Menuju Kematianku...


http://dnamora.com/2016/03/dnamora-giveaway-8-hari-menuju-kematian/#comment-1228


Tubuhku terbanting ke kanan dan ke kiri, tanganku berusaha  melepaskan pegangan itu, semakin berusaha melepasnya semakin  kuat genggaman itu terasa.  Ruang tempat dimana saya berada  itu terdiri dari satu set meja makan, sebuah lemari kayu dan sebuah lemari es.  Dan tubuhku berada diantaranya terbanting ke kanan membentur lemari terbanting ke kiri membentur kaki-kaki kursi, tak ayal tubuhku terasa sakit akibat benturan keras itu. 

Merasa putus asa tak kunjung mampu melepas genggaman tanganku, akhirnya saya pasrah se pasrah - pasrahnya dan sejurus kemudian batinku menjerit,  Ya Allah seandainya saat ini adalah saat tiba ajalku, hamba pasrah ya Allah.... Ampuni dosa-dosa hamba ya Allah, sungguh hamba Mu belum siap, hambaMu ini penuh dosa ya Robbana ....Ya Robb..tolonglah hamba Mu yang hina ini..

 Ajaib...., tiba-tiba saja genggaman kuat tangganku memegang kabel itu terlepas seketika. Dan saya terkapar di atas lantai, dengan tangan yang mulai melepuh, badan yang terasa sakit dan berbagai rasa yang berkecamuk dalam dada...

Itulah sebuah peristiwa dimana saya merasa berada diujung kehidupan, gerbang kematian terasa begitu dekat, bahkan  sangat dekat. Saat dimana untuk pertama kalinya saya merasa kan totalitas kepasrahan kepada yang Maha Kuasa.  

Peristiwa ke setrum belasan tahun yang lalu ketika sedang sendirian di rumah itu, selalu membekas dalam ingatanku.  Betapa saya harus selalu bersyukur pernah merasakan berada di ujung kehidupan, diambang kematian dan diberi kesempatan hidup sampai kini,  Peristiwa yang membukakan pintu kesadaranku akan dekatnya ajal, akan kedatangannya yang begitu tiba-tiba tanpa ba, bi, bu.....  Kun Fayakun, bila Dia berkehendak maka terjadilah.... Suatu saat saya pasti kan mati..


Tidak semua orang mendapatkan kesempatan kedua dalam hidupnya, bersyukurlah orang-orang yang pernah mendapatkan kesempatan itu.  Tanda Allah SWT sayang kepada dirinya dan masih memberikan kesempatan untuk berbuat yang lebih baik dalam hidupnya. Dan merugilah orang yang membiarkan peristiwa itu berlalu tanpa memberikan jejak perubahan dalam dirinya.. 

Alangkah bahagianya orang-orang yang mendapat kabar berita kapan datangnya kematian itu tiba...tapi itu adalah hal yang mustahil terjadi.  Setiap orang harus selalu bersiap dan mempersiapkan dirinya. Berandai-andai seandainya diberi waktu delapan hari menuju kematian... lalu apa yang akan kau lakukan wahai Ida... What ? Delapan hari ? Tak akan dapat membayar lunas akumulasi puluhan tahun tumpukan dosa... Tetapi bukankah taubatan nasyuha akan menghapuskan semua dosa-dosa kita.....?

Maka bila keajaiban itu tiba dan saya diberi kesempatan untuk mengetahui kematianku delapan hari sebelumnya, inilah yang akan saya lakukan :


  • Ya pertama yang akan saya lakukan adalah taubatan nasuha, memohon ampun dengan sepenuh jiwa dan perasaan atas segala kesalahan yang telah dilakukan selama puluhan tahun kesempatan hidup yang telah Allah SWT berikan.  Mengevaluasi semua kesalahan yang saya ingat kemudian memohonkan ampunan kepada Allah SWT.
  • Membuat jadual selama delapan hari  itu agar waktu yang tersisa bisa dimanfaatkan seefisien mungkin serta membuat to do list, hal-hal yang harus dan akan saya lakukan. Berjihad dalam arti sungguh-sungguh melaksanakannya.
  • Meminta maaf kepada suami, orang tua, adik-adik,  anak-anak dan orang-orang yang mungkin pernah saya sakiti tanpa saya sadari.  Memohon ridla suami dan orang tua, serta meminta anak-anak untuk mendo'akan kebaikan untuk uminya. Dan memintakan kepada mereka untuk terus mendoakan saya setelah meninggal nanti. Ingat hadist Rasulullah SAW tentang do'a ini....
Seorang mayit dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang minta pertolongan. Dia menanti-nanti doa ayah, ibu, anak dan kawan yang terpercaya. Apabila doa itu sampai kepadanya baginya lebih disukai dari dunia berikut segala isinya. Dan sesungguhnya Allah 'Azza wajalla menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung-gunung. Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang mati ialah mohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka. (HR. Ad-Dailami)

  • Menggunakan seluruh waktu tersisa untuk bermunajat kepada Allah SWT melalui sholat-sholat wajib dan sunat, shaum, dzikir, istighfar dan membaca al qur'an.
  • Disela-sela bermunajat kepada Allah SWT saya akan bersilaturahmi kepada orang tua, tetangga dan handai taulan, memohonkan ridla dan maafnya, memberikannya hadiah agar mereka bergembira.
  • Membayar hutang yang saya miliki
  • Menyedekahkan harta yang saya miliki, ya harta yang saya punyai karena setelah itu harta ini tidak akan memiliki manfaat apa pun.  Tentu saja di luar harta suami dan kewajiban kepada anak-anak. 
  • Membuat wasiat  dan tulisan yang berisi nasehat, pengalaman  dan perasaan bagaimana menghadapi kematian dalam 8 hari, sehingga tulisan itu bisa  menginspirasi dan mudah-mudahan bisa menggugah orang-orang hingga tersadar.  Menyebar luaskan tulisan itu seluas mungkin hingga pahala akan terus mengalir hingga menjadi pemberat timbanganku di yaumil hisab.
  • Menyediakan kain kafan, memesan kuburan, membersihkan diri sebersih-bersihnya agar memudahkan orang yang mengurusi jenazahku. 

Masya Allah.. membuat tulisan ini, menyadarkanku bahwa sesungguhnya hal tersebut di atas harus selalu kita lakukan agar kita bersiap menghadapi kematian yang memang datangnya tiba-tiba.  Kita memang harus bersiap.... harus selalu bersiap....

 Perbanyaklah mengingat kematian. Seorang hamba yang banyak mengingat mati maka Allah akan menghidupkan hatinya dan diringankan baginya akan sakitnya kematian. (HR. Ad-Dailami)

“Tulisan ini diikutkan dalam dnamora Giveaway”











Dijauhin Teman Karena Bau Anyir


Bismillah, ODOP hari keempat berbicara tentang kenangan masa kecil yang tak terlupakan.  Hihi... kalau diingat-ingat sih banyak sekali kenangan yang tak terlupakan.  Padahal saya tipe orang yang terlalu mudah melupakan hal-hal yang terjadi di masa lampau.  Ibaratnya kertas tipe orang itu ada tipe kertas kering, dimana hal-hal yang mampir menyentuhnya tidak menempel ke kertas itu tapi terbang tertiup angin...  itulah tipe saya.  Ada tipe kertas yang berminyak hal-hal kecil mudah menempel dan erat sehingga terus membekas nah itu tipe adikku, saya juga suka heran kenapa dia  masih mengingat hal-hal kecil yang seharusnya dilupakan... tapi itulah tipe orang memang berbeda-beda.

Walau saya tipe kertas kering yang sulit merekam memori, tapi ternyata ada hal-hal  yang selalu saya ingat, biasanya sih itu peristiwa yang memang luar biasa.  Masa kecil saya ada di tiga tempat, pertama di Bandung di sebuah gang kecil bernama Gang Haji Umar, sebuah gang yang terletak di tengah kota Bandung. Kedua di sebuah perumahan di Cimahi dan ketiga di sebuah perumahan di bilangan Kopo Sayati.  Peristiwa yang terekam erat memang  peristiwa luar biasa yang terkadang memang sangat menyenangkan tapi terkadang yang tidak mengenakan.

Masih terekam dalam ingatan sebuah peristiwa cukup tragis menimpa saya kecil. Saat itu saya ingin membuat susu kental manis, sementara ibu saya sedang tiduran di kasur mungkin sedang menyusui adik saya, saya tidak ingat pastinya.  Akhirnya ibu saya meminta saya untuk membuat sendiri susu itu dengan pengawasannya di atas kasur karena memang letak meja tepat di depan kasur.  Saya kecil menjangkau termos panas yang ada di atas meja, sayangnya tubuh pendek saya tidak mampu memegangnya dengan baik, akhirnya tumpahlah air panas yang ada di termos itu ke wajah dan tubuh saya.  Alhasil saya pun menjerit-jerit kesakitan, kulit pun melepuh karena saya gosok-gosok dengan tangan karena kepanasan.  Segera saya dibawa ke mantri langganan yang letaknya dekat dengan rumah.

Yang saya ingat, saya dikasih obat yang bau anyirnya minta ampun, sejak itu sepupu saya yang juga teman terdekat saya malah menjauh karena ga kuat dengan bau obatnya yang memang anyir. Begitu pun teman-teman sebelah rumah tak ada lagi yang mau bermain dengan saya,  Tentu saja saya sedih tak memiliki teman lagi. Luka di badan tentulah sakit ditambah juga luka hati  karena ditinggal teman-teman.   Lama saya tidak sekolah karena luka belum sembuh juga, saat itu usia saya masih sekitar lima tahun masih duduk di taman kanak-kanak.

 Luka tak jua kunjung kering, tetapi mungkin karena tidak ada uang lebih, ibu saya tetap membiarkan saya berobat ke mantri langganannya.  Beruntung ada ua kakak ibu yang tinggal dekat sekolah saya yang mempunyai kakak ipar dokter spesialis kulit, dikasih obat seperti tensoplas besar juga salep yang wanginya pun saya suka,  tak lama kemudian saya pun sembuh.  Beruntungnya luka bekas lepuhan tak berbekas sampai saya dewasa.

saya no 2 dari kiri diapit adik2. ada Dadi dan Nila juga
Masih cerita di Gang Haji Umar,  saat itu sebelum mempunyai rumah dan pindah ke rumah sendiri, ibu saya tinggal di rumah warisan orang tuanya.  Sebuah rumah tua yang menurut pandangan saya kecil cukup besar karena memiliki banyak kamar.  Ibu saya tinggal bersama seorang kakaknya yang biasa saya panggil Ua Istri dan Ua Pameget.  Ua memiliki dua orang anak yang pertama laki-laki saya memanggilnya A Toni dan yang kedua saya biasa memanggilnya Nonon. Meskipun Nonon kakak sepupu tapi saya memanggilnya tanpa embel-embel teteh karena merasa usia lebih tua setahun.

Beruntungnya saya tinggal dengan Ua, karena Ua sangat memanjakan anak-anaknya dengan buku-buku cerita.  Di rumah itulah semangat membaca saya waktu kecil tumbuh.  Bacaan seperti karya Karl May dengan tokohnya Old Shatterhand dan Winnetou komplit mereka punyai,  Selain itu Ua selalu membeli buku seri Nina di tiap edisi barunya,  novel-novel detektif karya Agatha Christie rutin Ua pinjam dari perpustakaan kantornya.  Ua juga langganan majalah Femina yang ditengahnya masih ada majalah untuk anak bernama Bimba.  Untuk A Toni Ua pun berlangganan majalah Hai.

Pokoknya masa kecil saya dimanjakan dengan buku-buku walau tanpa mampu membeli.  Belum lagi buku-buku Tintin, Lima Sekawan, Sapta Siaga dan Pasukan Mau Tahu yang bisa saya pinjam dengan bebas dari teman-teman di Sekolah. Satu-satunya buku yang dibelikan ayah saya adalah buku wayang berjudur Lahirnya Kalasrenggi yang bersambung ke buku Dendam Kalasrenggi,  Masih ingat betul karena penasaran dengan sambungannya dan tak pernah kesampaian membacanya hihi...Majalah Bobo saya dapatkan dari Ua yang rumahnya dekat dengan sekolah, majalah bekas berkarung-karung dikirimi ke rumah hingga saya teringat betul dengan kisah-kisah seperti Deni Manusia Ikan, Bona dan Rongrong, Si Sirik dan Juwita dan lain-lain.

Ua pameget sebelum menikah dengan Ua istri sempat menikah dan memiliki tiga anak laki-laki.  Dua diantaranya yaitu A Tito dan A Tino sering tidur di rumah Gg Haji Umar.  Saya ingat sebuah peristiwa dimana suatu saat takala maghrib tiba saya dipaksa pulang oleh A Tino,  ditarik dan dipaksa akhirnya saya pun menangis kesakitan.  Kesal dengan perbuatan A Tino saya nangis sejadi-jadinya dan bilang bahwa tangan saya terkilir.  Padahal yang sebenarnya terjadi adalah saya kesal dan marah sama A Tino karena lagi senang main diajak pulang secara paksa, tangan saya tidak terlalu sakit sebenarnya.  Alhasil A Tino dimarahin ibu saya, dan saya dibawa ke tukang urut.... hahaha...itulah satu-satunya kenakalan saya yang saya ingat waktu kecil.  Kalau diingat-ingat saya jadi suka merasa berdosa sama A Tino karena membuat A Tino dimarahi Ua dan ibu saya..

Saat ulang tahun Nonon saya no 1 dari kiri,adik ke 1, Nonon, Adik ke 2 dan Nila

Permainan-permainan saat kecil kebanyakan yang saya ingat adalah saat rumah masih di Gang Haji Umar seperti bermain plastik dan kartu.  Dua-duanya kalau saya ingat-ingat sih sebuah permainan yang mengandung unsur judi karena memakai bayaran kalau kalah, tapi saya kecil tidak paham malah itu semua menjadi permainan yang menyenangkan.

Banyak lagi hal yang menyenangkan yang terjadi di Gang Haji Umar tapi kalau saya ceritakan pasti akan terlalu panjang. Teman-teman di Gang Haji Umar tidak terlalu banyak, tetangga sebelah kanan adalah teman-taman terdekat saya.  Ada Teh Intan, Dian, Nila dan Dadi.

Di Gang Haji Umar saya hanya sampai kelas dua, setelah itu pindah ke Cimahi, tidak terlalu banyak kenangan di sana karena memang waktu saya banyak habis di jalan.  Bandung - Cimahi saat itu terasa jauh sekali.  Hanya tiga tahun di Cimahi selanjutnya pindah ke Kopo Sayati, rumah yang sampai sekarang masih ibu saya tempati.

Itulah kisah masa kecilku yang masih bisa saya ingat....Ah Time...flies so fast.  Dulu saya seorang anak yang manis ..ehm hihi.... Kini malah sudah memiliki lima orang anak...



30 Mar 2016

Pertemuan yang Selalu Dirindukan


Dari Thabrani meriwayatkan, dari Aisyah ra. bahwa, “Biasakanlah kamu saling memberi hadiah, niscaya kamu akan saling mencintai.”Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda, “Siapa yang melepaskan kesusahan seorang mukmin di dunia niscaya Allah akan melepaskan kesusahannya di akhirat. Siapa yang memudahkan orang yang kesusahan, niscaya Allah akan memudahkan (urusannya) di dunia dan di akhirat. Siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan di akhirat. Dan Allah selalu menolong hamba-Nya jika hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam bersabda, “Allah swt. berfirman, ‘Pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang mencintai karena Aku, keduanya saling berkunjung karena Aku, dan saling memberi karena Aku’.” (HR. Imam Malik dalam Al-Muwaththa’)

Eh kenapa tetiba saya berbicara tentang silaturahmi.. hihi bukan tanpa alasan sih, karena memang tema program ODOP hari ketiga tentang manfaat berkunjung ke rumah keluarga besar dan cerita serunya.  Bagi yang penasaran hari pertama ada di sini dan hari kedua ada di sini ya.... :)  *emang siapa sih yang penasaran hahaha....

Kalau ada hadist yang mengatakan silaturahmi itu menambah rejeki memang betul sih minimal pulangnya suka bawa oleh-oleh buat anak-anak hehe.  Berbicara tentang silaturahmi di keluarga besar saya alhamdulillah cukup lancar, walau kesibukan berbeda-beda dan jarak memisahkan tetap saja silaturahmi terjalin cukup baik.  Bahkan di keluarga besar ini ada kumpulan Keluarga Besar R Hardjamiganda yang selalu rutin melakukan pertemuan, walau kini yang tersisa dari belasan putra-putri Kakek R Hardjamiganda tinggal dua orang, tapi pertemuan antara anak, cucu dan cicit rutin dilakukan.  Alhamdulillah..


Bersama almarhum bapak, mamah, adik2, suami anak2 dan keponakan
Yang menjadi ganjalan sih dari keluarga besar suami, jarang bertemunya.  Setahun dua kali sudah untung, bukan tanpa sebab sih, si abi itu empat bersaudara, laki-laki semua dengan karakter yang memang mirip-mirip.  Orang nya baik hati semua, saling sayang menyayangi satu sama lain tapi cukup hanya di dalam hati saja... haha.... Kecuali adik yang paling dekat usianya, sering datang ke rumah walau tidak pernah dibalas oleh abi.. hihi... (Semoga Allah SWT selalu membalas keikhlasan dan kebaikan hatinya..dibegituin suamiku hehe...)

Si abi itu orangnya sibuk melulu, anak-anak pun sering protes karena abinya pergi terus, kalau ada pertemuan keluargaku seringnya saya saja yang hadir kecuali kalau hari raya baru bisa ikut. Jadi kalau saya cerita tentang silaturahmi keluarga besar, ya keluarga dari silsilah saya pribadi, mudah-mudahan ke depan bisa juga bersilaturahmi dengan keluarga besar suami semoga Allah SWT memudahkan ...

Bercerita tentang silaturahmi keluarga besar, memang paling seru kalau sudah berkumpul bareng semua.  Kalau yang saya rasakan sih jadi menggugah memori masa saat masa-masa kecil dulu.  Dulu kumpul bareng sebagai anak-anak dari para orang tuanya kini ketemuan lagi, jadi para orang tua yang membawa anak-anaknya.  Kalau sudah seperti itu time flies so fast memang iyes deh.  Perasaan baru kemarin lari-lari di acara pertemuan keluarga besar sekarang bawa anak yang berlari-lari diantara kami.

Pertemuan keluarga besar juga jadi ajang acara becanda yang menyegarkan.  Kalau lagi suntuk, ketemuan di acara ini dijamin melupakan masalah deh hehe... soalnya  bawaannya ketawa melulu.  Kalau sudah begitu suka malas mengakhiri acara itu, karena setelah itu akan lama lagi bisa ketemuan.

pertemuan menjelang acara

Tradisi di keluarga besarku memang selalu mengadakan acara besar setahun sekali beberapa hari setelah hari raya.  Beberapa bulan sebelumnya, bagi yang mempunyai waktu luang bisa ketemuan dulu untuk merembukan format dan tempat acara.  Biasanya isi acara adalah pembukaan, tasmi al qur'an, sambutan, ceramah, hiburan  foto bersama dan ramah tamah.  Acara biasanya diadakan di rumah sohibul bait atau nyewa tempat di kafe atau restoran.

Gara-gara acara ini pula akhirnya ada diantara handai taulan yang iseng memanggilku dengan sebutan ustadzah, ada juga yang memanggilku Mamah Idadeh hahaha... Sebabnya sih karena saya memberanikan diri menggantikan suami yang biasa ngisi ceramah.  Saya pikir ceramah suamiku kurang greget agak kaku dan terlalu serius alhasil saya pun memberanikan diri memberikan 'nasehat' pada para sesepuh...hihi... 

Kalau engga saat itu kapan lagi coba .. mana berani pula lah, nanti malah dijewer hahaha...  Kalau lewat acara itu malah mereka suka bahkan sudah dari jauh hari untuk pertemuan tahun ini mereka memesan Mamah Idadeh untuk memberi tausyiah kembali....hahaha......

Lewat acara tahunan seperti ini pula saya jadi tahu bahwa ada beberapa putra-putri sepupu yang sudah hafidz al qur'an di usia mudanya.  Alhamdulillah, jadi pendorong juga niih, malahan diantara anak adik-adikku, anak-anakku yang agak kedor hapalannya karena mereka masuk pesantren penghafal al qur'an sementara anak-anakku hanya SDIT-SMPIT biasa paling banter Fathiya yang sudah hampir 3 juz, sementara para keponakanku itu sudah 7-9 juz diusia SMP nya.. Masya Allah... Ketika keponakanku tampil tasmi Al Qur'an suara merdunya menggugah kalbu...barokalloh.  

Di acara ini juga Kak Azizah sempat belajar tampil berani memainkan tiga buah lagu klasik melalui permainan pianonya.  itulah acara hiburan satu-satunya yang pernah ada sepanjang acara ini digelar hehe...tadinya mau dijadikan ajang gelar bakat para anak-anak tetapi ternyata hampir semua lebih condong pada hapalan al qur'an... barokalloh.

Selain itu yang menarik dari acara ini adalah berjibunnya makanan, antara supply dan demand memang kurang seimbang, alhasil setiap usai acara ini selalu saja ada yang bisa dibungkus pulang para tamu sebagai oleh-oleh.  Mana makanannya pun variatif... kan selama tiga hari sebelumnya ketupat, opor, rendang aja tuh, nah di acara ini selain bermacam makanan yang disediakan ahlul bait para tante yang pintar masak pun unjuk kabisa dengan membawa menu andalannya.  Yang biasa tampil sih sate plus lontong, mie baso, baso tahu, es krim, rujak, pempek, cuanki dan buah-buahan.  Nah banyaknya makanan juga menjadi nilai plus menariknya acara ini hahaha....

Hal yang terpenting sih kebersamaan yang selalu terjaga diantara kami pastinya, hal-hal di atas hanyalah bonus dari sebuah silaturahmi.  Walau ada diantara kami karena faktor tempat yang jauh dan kesibukan yang berbeda hanya sempat bertemu setahun sekali, acara ini memang jadi ajang temu kangen yang mengasyikan.  Yang pasti kalau di antara keluarga besar terdekat artinya antara saya dan adik-adikku alhamdulillah selalu kami lakukan meski tidak rutin sebulan sekali.  Minimal kalau merasa lama tidak berjumpa telepon dan sms lah yang berbicara..

Semoga kemesraan ini janganlah cepat berlalu....








29 Mar 2016

Antara Saya, Papah Mertua dan Warung Hidup



"Teteh tolong beliin papah polybag, sama bibit tanaman kayak cabe, cengek tomat, kangkung, bayam,  apa aja deh yang penting buat di dapur lah .." Pinta papah mertuaku.  Tak seperti biasanya kalau datang selalu langsung pulang dengan alasan ternak dan tanamannya.  Kali ini beliau menginap lebih lama, dan tentu saja saya senang sekali karena si papah itu ternyata orangnya rajin enggak ketulungan.

Banyak hal yang dilakukan papah dalam mengisi waktunya selain tentu saja membaca tafsir al qur'an beliau banyak membetulkan barang-barang yang rusak seperti lemari dan sepeda anak-anak.  Tentu saja saya senang karena banyak terbantu dengan kehadiran papah.  Sayangnya nginap sampai berhari-hari jarang sekali dilakukannya.

Eh kenapa saya jadi ngomongin mertua kayak gini ya ? Hihi... Sebetulnya saya sedang mengikuti program ODOP alias One Day One Post dengan tema yang sudah ditentukan, nah ceritanya challange hari kedua ini tentang Warung Hidup  tema hari pertama ada di sini ya..  O ya challange ini yang ngadain Teh Ani Berta di Grup Fun Blogging.  Balik lagi karena temanya tentang warung hidup, apotek hidup dan manfaatnya, saya jadi ingat papah mertua yang berbaik hati nanemin pohon-pohon yang penuh manfaat itu di halaman belakang rumah.

Sayang seribu sayang, saya bukan tipe orang telaten sama pohon-pohonan, apalagi di belakang rumah yang jarang keurusin alhasil pohon-pohonan itu hanya mampu hidup seumur jagung karena lupa engga disiram.  Hiks .. kalau ingat itu jadi merasa berdosa sama papah mertua yang super baik itu.  Padahal saya termasuk bertangan dingin sama yang namanya bercocok tanam, kalau saya lagi telaten dan lagi senang bercocok tanam biasanya suka tumbuh subur dan bagus.. hihi itu sih kata orang ya.. Tapi itu terjadi kalau saya betul-betul senggang dan engga punya urusan lain, soalnya bukan hobi jadi kalau sempat aja jadinya.

Sumber: tertera

Berbicara soal warung hidup dan apotek hidup, semua pasti tahu manfaatnya ya.  Kalau saya pergi ke rumah mertua asyik banget deh.. di belakang rumah, dapurnya memiliki jendela yang bisa dibuka lebar sekali dan ketika dibuka terhampar pemandangan sawah hijau membentang, dan bila kepala kita nengok ke bawah ada kolam ikan yang sekaligus bisa digunakan membuang sisa makanan yang tidak termakan dan dimanfaatkan sebagai makanan untuk ikan.
 
Nah disamping dapur masih ada sisa tanah untuk menanam tanaman warung hidup.  Jadi kalau mau masak di sana ga perlu banyak yang harus dibeli karena tersedia banyak sekali bahan makanan dan bumbu dapur yang  ditanam di sana.  Pengalaman kalau main ke sana, langsung mancing ikan di depan atau di belakang rumah, kemudian dibakar, lalaban, cengek, dan cabe serta tomat tinggal metik di kebun... Asyiiik ya hidup jadi super hemat hehe..

Itu adalah salah satu manfaat warung hidup dan apotek hidup yaitu bisa menghemat pengeluaran kita,bahkan kalau berlebih bisa dijual juga, selain fungsi ekonomi ada juga fungsi sosialnya yaitu bisa bagi - bagi tetangga terutama untuk apotek hidup, jarang sekali orang yang menanam tumbuhan obat-obatan jadi kalau ada yang memerlukan kita bisa memberikannya pada yang membutuhkan dengan cuma-cuma.  Fungsi sosial kita dapat, pahala pun kita raih.

Sebetulnya Apotek dan Warung Hidup ini merupakan program pemerintah yang sudah digalakan sejak jaman Bapak Suharto dulu ya.  Prinsip utama dari warung hidup dan apotek hidup ini adalah memanfaatkan pekarangan dengan tanaman yang menghasilkan alias tanaman yang produktif.  Menghasilkan apa ? Bisa buahnya, bunga, biji atau daun yang bermanfaat untuk kita makan atau pun sebagai obat yang dapat mengobati berbagai penyakit.

Disebut warung hidup asal katanya dari warung yang artinya tanaman menghasilkan apa saja yang biasa dijual di warung yang berarti menghasilkan uang.  Sedangkan apotek hidup bermakna tanaman obat-obatan yang ditanam di pekarangan.

Nah untuk yang tidak memiliki pekarangan yang luas alias sempit bisa memanfaatkan pot.  Untuk teknologinya bisa secara tradisional, aeroponik, hidroponik atau media yang lainnya.  Saya pernah melihat tanaman warung hidup yang ditanam secara unik lho... walaupun lahannya sempit ternyata tembok pun bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman yang bermanfaat.  Intinya sih rajin dan kreatif ya...

Duh..duh nulis tentang ini jadi pengen juga punya sifat rajin dan kreatif seperti itu, tapi apa sempet ya..? Sebetulnya sih harus senang dulu, kalau sudah hobi pasti disempetin.  Kayak saya tuh, sempet ditanya temen-temen juga..kok masih sempet nulis sih padahal anak banyak, kegiatan banyak, ada usaha juga... Hihi.. yaitu tadi kalau sudah senang pasti disempet-sempetin... ya gak?
jadi inget quote yang ini nih...


Nah yang jadi masalah bagaimana caranya menyukai sesuatu yang sebelumnya tidak kita sukai.. nah mungkin lain waktu ini harus kita bahas... Eh jadi ngelantur kemana-mana ya.. dari papah mertua, ke warung hidup dan apotek hidup sekarang tentang quotes di atas,,,, hahaha... gapapa deh..tulisan bebas merdeka ini ..  etapi mudah-mudahan ada manfaatnya ya teman-teman...Sudah dulu ah.. laptopnya rebutan, soalnya laptop si umi ini sedang diopname, rusak, ga sengaja jatuh sama Mushab tapi jadi mati total deh... tuh kan jadi lari ke laptop... hahaha.....


28 Mar 2016

Antara MEA dan Mentalitas


mea

"Iya... emang Si Om Yu tuh banyak uang tapi kerjaannya juga bikin pusing deh..."
"Emang suka curhat gitu.." Saya membalas setengah bertanya.
"Iya lah... apalagi sama orang Jepang yang bawaannya marah-marah melulu, ga langsung ke Om Yu sih ke bawahan-bawahannya ..tapi dia juga yang ngadepin.  Kan proyek kemarin tuh kerja sama Jepang, ga tau yang sekarang sama Jepang lagi atau engga" Seperti biasa adikku kalau bicara nyerocos panjang kali lebar.
"Beda karakter kali... Jepang kan terkenal disiplin, kerja keras, mungkin dia kesal liat bawahan si Om yang dianggap lelet" Timpalku
"Iya...kita tuh kurang disiplin, coba deh sekolahnya Ilyas juga gitu..kurang disiplin..kesal...bla..bla..." Sederet keluhan tentang disiplin pun mengalir dari mulutnya.. Hahaha biasa perempuan kalau sudah ngobrol suka ke sana ke mari...

Dialog di atas adalah pembicaraan saya dan adik saya yang ketiga di telepon tadi pagi, kami berdua sedang ngerasani adik saya  yang kedua yang setelah saya memiliki anak biasa kami panggil dengan nama Om Yu, kepanjangan dari Om Yusup Kami memang tiga bersaudara.  Pembicaraan pun akhirnya mengalir tentang disiplin, kerja keras dan sederet mentalitas tangguh lainnya.

Disiplin, kerja keras, mentalitas tangguh, bukan menjadi rahasia umum lagi memang menjadi sebuah permasalahan di masyarakat Indonesia secara umum.  Mungkin saja pendapatku benar kalau orang Jepang tadi marah-marah karena kesal melihat lambannya pekerja Indonesia, dibawah ekspetasinya yang biasa menghadapi orang-orang Jepang yang memang selalu bergerak cepat.

Bukan tanpa alasan sih saya berbicara tentang rendahnya mentalitas sebagian pekerja Indonesia.  Menjadi 'bos' kecil-kecilan selama tujuh tahun bisa melihat para pekerja dengan karakter yang hampir mirip satu sama lain.  Mudah-mudahan itu hanya sebagian kecil saja, soalnya kalau sebagian besar pegawai Indonesia dengan karakter mentalitas yang tidak tangguh, kita akan kalah bersaing menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini.

mea


MEA  ? Apa kabar MEA ? Saya pernah menulis sedikit tentang MEA di sini.  Waktu itu saya ingin mengetahui kesiapan pemerintah Indonesia menghadapi era MEA dimana kita dihadapkan pada situasi harus mampu berkompetitif dengan negara ASEAN lainnya.  Bekerja sama dengan 10 negara ASEAN lainnya untuk melakukan perdagangan bebas. 

Sebagai salah seorang pelaku UKM waktu itu saya ingin mengetahui betul bagaimana pemerintah mempersiapkan para UKM agar bisa bersaing di negaranya sendiri.  Mengingat Indonesia adalah pangsa pasar terbesar karena jumlah penduduknya yang memang juga besar.  Pada saat itu saya giat mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan pemerintah daerah di kotaku.  Dalam pelatihan tersebut pernah ditayangkan wawancara para pengusaha kecil ketika ditanya tentang MEA dan AFTA, boro - boro mempersiapkan diri, ternyata sebagian besar yang ditanya malah tidak paham apa itu MEA dan AFTA.

Untuk itulah pemerintah sekarang tengah giat-giatnya menggenjot para UKM agar siap bersaing, melalui pelatihan-pelatihan  yang diberikan secara cuma-cuma kepada para pelaku UKM, sedikit agak terlambat memang, karena yang saya dengar ternyata di Vietnam para pelaku UKM nya sudah banyak yang fasih berbahasa Indonesia.  Keliatannya mereka telah bersiap cukup lama untuk 'menggempur' kita.  Tapi daripada tidak sama sekali, apa yang dilakukan pemerintah memang patut diapresiasi.

Bagi saya sebagai seorang ibu rumah tangga dengan lima putra putri, seorang pelaku UKM juga dan sebagai blogger merasakan betul apa yang menjadi kendala di masyarakat umum yaitu  tentang kedisiplinan terutama disiplin dalam memenej waktu, meng upgrade diri dan keluarga serta mencari ilmu,  Selain itu juga kerja keras dan mentalitas yang tangguh harus terus ditanamkan dalam diri.  Padahal ketiga hal itu penting dipersiapkan agar kita bisa sukses dan mampu bersaing menghadapi era perdagangan bebas ini.

So ketiga hal itulah yang sedang saya persiapkan bagi diri saya dan orang-orang terdekat di sekitar saya.  Mulai dari diri sendiri, mulai saat ini dan mulai dari hal yang kecil.  Semoga saya bisa komitmen dan menularkannya pada orang sekitar saya.  Aamiin Allohumma Aamiin. 

Elisa Koraag Sosok yang Penuh Semangat


Elisa Koraag siapa dia ? Mungkin banyak yang sudah mengenalnya tapi ada juga yang tidak mengenalnya, tetapi di dunia blogger namanya sudah tidak asing lagi.  Saya sendiri tidak terlalu mengenalnya, hanya sering mendengar namanya lalu lalang di sosmed dunia maya.  Saya hanya mengenalnya sebagai blogger senior dengan nama panjang yang sedikit aneh ditelinga orang sunda seperti saya.  Ada rasa penasaran juga sebenarnya mengenal lebih dekat sosoknya, sayang kesibukan membuat rasa penasaran itu hilang seperti tertiup angin.

Sampai ada saatnya dimana saya memang harus mengenalnya lebih dekat lagi, sebuah program dalam sebuah komunitas membuat saya harus sedikit 'mengobrak abrik' blognya.  Sebagai seorang blogger saya memang bersisiran dalam beberapa grup blogger dengannya, tak pernah berinteraksi secara langsung.  Untuk saat ini memang saya harus dengan terpaksa mengerem aktivitas ngeblog baik itu kegiatan offline maupun online. Khusus untuk online itu tergantung seberapa bisa saya menggunakan waktu yang ada.  So  kalau engga terpaksa amat saya jarang ngepo in satu demi satu, alhamdulillah ada momen terpaksa yang membuat saya bisa mengenalnya lebih dekat lagi, dan tentu saja belajar banyak dari sosoknya....

Mba Elisa Koraag, perempuan energik ini ternyata sudah berusia lima puluh tahun, satu poin yang membuat saya bersyukur mengenalnya.  Kenapa ? Iyes, karena saya jadi lebih terpacu semangatnya dong, beberapa pekan terakhir saya malah berpikir, saya sudah tua buat apa saya serius ngeblog, cukup buat have fun saja tak perlulah diseriusin, melihat sepak terjangnya di dunia blogging cukup menumbuhkan semangat kembali....

Mba Elisa Koraag aktif, memiliki banyak blog, ini poin kedua yang membuat saya senang mengenalnya.  Yup  Mba Elisa aktif sekali menulis. Jadi membuat saya malu hati, saya mempunyai tiga blog etapi gak ada yang saya seriusin, kecuali blog utama ini, itu pun setengah hati. Dua blog miliknya yang sempat saya jambani adalah  elisakoraag.com dan nyonyafrischmonoarfa.blogspot.co.id. Di sana saya melihat betapa Mba Elisa aktif menulis, di bulan Maret sampai tanggal 28 tercatat di dua blognya sembilan tulisan yang ia tulis, belum di blog lainnya seperti kompasiana, indosiana dan blog detik, perkiraan saya minimal dua - tiga hari sekali Mba Elisa memosting tulisan.

Sebetulnya kalau tahu latar belakang Mba Elisa Koraag tak akan heran melihat semangat menulisnya.  Mba Elisa memang memiliki latar belakang yang tak jauh dari dunia tulis menulisSebelum memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga full dan kemudian menjadi blogger ia ternyata pernah menjadi seorang reporter freelance dibeberapa tabloid dan majalah.  Tujuh tahun di perusahaan penelitian sosial, politik dan marketing yang membuatnya bisa berkeliling Indonesiia dan 10 tahun di Radio Pesona FM.

Di kalangan orang yang sudah dekat dengannya, sosok ini dikenal dengan panggilan Bunda Icha.  Konon sosok ini aktif di berbagai kegiatan blogging, so jangan kaget juga banyak yang sudah mengenalnya.  Langkahnya memang sudah semakin lebih bebas mengingat alasan anak-anak yang terkadang sedikit menghambat ibu-ibu keluar rumah sudah tidak ada dalam dirinya, yup dua anaknya memang sudah beranjak remaja.



Sepertinya dunia blogging yang mulai ia jejaki sejak tahun 2006 kemudian mulai ia tekuni dengan serius di tahun 2011 sudah begitu mendarah daging di dalam tubuhnya.  Terbukti Mba Elisa memiliki tag line Saya Ngeblog Maka Saya Bahagia.  Dunia blog sudah memberikan kebahagiaan baik materi dan non materinya baginya. 

Itulah sekilas tentang Mba Elisa Koraag, sosok blogger senior yang energik.  Semoga semangatnya menginspirasi para blogger yang lebih muda... ^_^ 

  


20 Mar 2016

Tiket.com Membuat Traveling Menjadi Lebih Mudah

Tiket.com Membuat Traveling Menjadi Lebih Mudah

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr Thomas Gilovich seorang profesor psikologi dari Cornell University mengungkapkan bahwa tingkat kebahagiaan membeli barang-barang yang kita inginkan dengan kebahagiaan hobi traveling ternyata lebih tinggi tingkat kebahagiaan hobi traveling.  Menurutnya, musuh dari kebahagiaan adalah adaptasi. Membeli barang-barang yang kita inginkan memang membahagiakan tetapi seiring dengan waktu kebahagiaan itu menurun tergantung adaptasi kita dengan objek yang kita beli, sedangkan kebahagiaan karena pengalaman-pengalaman traveling akan bertahan dan cenderung naik.

So, bukan hal yang mengherankan kalau saat ini kecenderungan orang untuk menyukai traveling memang cenderung meningkat.  Bukan sekedar joke kalau  banyak celetukan "butuh piknik" terucap di berbagai kesempatan yang ditujukan pada orang-orang terlihat agak stress, kurang bahagia, pelupa dan sebagainya.  Banyak manfaat yang bisa kita peroleh dengan traveling, diantaranya adalah dengan traveling kita menjadi pribadi yang lebih:
  • Berwawasan
  • Berbahagia
  • Bersosialisasi
  • Percaya diri
  • Mudah beradaptasi
  • Easy going
  • Peduli lingkungan
Nah, jadi bukanlah hal yang mengherankan juga dong seiring dengan pemahaman akan pentingnya traveling atau piknik saat week end tiba, terlebih lagi saat long week end Kota Bandung diserbu banyak turis domestik. Di Bandung kan banyak destinasi yang menarik jadi berbondong-bondonglah penduduk ibu kota datang ke Bandung, selain tentu saja karena tempatnya tidak terlalu jauh serta mudah ditempuhnya.

Ada sebuah tempat keren namun belum terlalu banyak yang mengetahuinya, terbukti saat saya posting foto tempat ini banyak sekali teman-teman di facebook atau instagram yang bertanya-tanya tentang tempat yang saya posting itu, akhirnya karena banyak yang bertanya saya buat satu postingan tempat itu di blog ini.  Padahal jarang banget saya menulis pengalaman traveling saya lho....

Nama tempat itu adalah Dusun Bambu, terletak di daerah Cihideung beberapa kilometer sebelum Lembang.  Tempatnya nyaman banget, dengan berbagai sudut view yang begitu menarik.  Cocok banget buat yang senang selfi lho..hihi.., tiap sudutnya memberikan daya tarik yang berbeda.  Tempat ini memang sebuah destinasi yang menjual view yang indah selain tentu saja tempat kuliner dengan berbagai sensasi yang berbeda.  Selain itu juga tempat ini merupakan tempat wisata keluarga, karena di sini disediakan fasilitas bermain yang menarik untuk anak-anak.







Arena bermain anak-anak

Tempat kuliner, kenapa saya sebut dengan sensasi yang berbeda itu dikarenakan  memang di sini disediakan berbagai tempat kuliner dengan suasana unik dan berbeda dari biasanya. Ada Pasar Khatulistiwa dengan suasana ala cafenya, ada tempat makan dengan suasana seperti di dalam sangkar burung, sensasi makan di atas danau dengan view yang indah dan ada beberapa suasana yang lainnya.



Sensasi makan di tengah danau



View sekitar danau

Untuk bisa menikmati sensasi makan di tengah danau ini, kita harus menyebrang dengan perahu yang disediakan, dengan membayar Rp 10.000,00 per orangnya.  Nah untuk harga makanannya memang sedikit agak mahal untuk bisa menikmati sensasi makan di rumah kayu di tengah danau ini Kita harus merogoh saku Rp 150.00,00 per orang nya dengan minimal pesan untuk 6 orang harga ini belum termasuk ppn 10%.




Suasana tempat makan di dalam ruangan mirip sarang burung

Tempat lainnya adalah tempat makan di tempat mirip sarang burung, cukup memesan makanan dan menyewa tempat ini kita bisa merasakan sensasi makan di ketinggian pohon dan rimbunan pepohonan.

Tempat yang paling biasa sih ya di Pasar Khatulistiwa ini, meski biasa tetap menarik tentu saja, di tempat ini kelihatannya tempat dengan menu terlengkap.  Memang masing-masing tempat resto yang menyediakannya berbeda, hal ini dikarenakan tempatnya memang cukup berjauhan.  Cerita lengkap mengenai tempat ini bisa dibaca di sini ya... :)





Kabar baiknya para pecinta traveling kini semakin dimudahkan dengan layanan aplikasi tiket.com yang bisa kita unduh di store play untuk android dan untuk pengguna iOS bisa diunduh di AppStore. Setelah mengunduhnya kita bisa membukanya dan menemukan berbagai layanan keren yang kita butuhkan saat kita traveling.  Nah kalau mau main ke Dusun Bambu ini, untuk yang berada di luar Kota Bandung akan lebih asyik lagi kalau kita gunakan kemudahan yang diberikan oleh Tiket.com ini untuk kebutuhan hotel atau transportasi misalnya.


Kita bisa memilih hotel yang kita butuhkan, even pada saat last minute sekalipun.  Kok bisa?  Iyes... karena Tiket.com kini memiliki layanan baru berupa Fitur Last Minute Hotels yang hadir untuk menemani masyarakat urban yang sangat menghargai waktu.  Dengan fitur ini merencanakan pemesanan hotel secara dadakan tidak akan merepotkan lagi.

Isi dengan tanggal check in and out, jumlah orang dan kamar yg dibutuhkan

Kita bisa mencari hotel dengan memilih sortir yang telah disediakan

Pilihan hotel pun nampak,  tinggal kita memilihnya dan memesannya

Selain menyediakan informasi dan pemesanan hotel, Tiket.com juga menyediakan informasi dan pemesanan untuk transportasinya baik itu pesawat, kereta api, sewa mobil bahkan sampai event dan atraksi.  Caranya pun mudah, misalnya kita butuh pesan hotel tinggal klik hotel kemudian kita isi chek in dan check out nya.  Isi jumlah orang dan jumlah kamar yang kita butuhkan kemudian klik Find Hotels dan taraaa.... berbagai jenis hotel pun tersedia kita bisa mensortirnya berdasarkan harga, rating bintang atau rekomendasi.  

Cara yang sama bisa kita lakukan untuk yang membutuhkan transortasi atau events menarik di kota yang kita tuju.  Asyik ya.. travelling kita bisa menjadi lebih mudah kan..?

Dengan berbagai manfaat dari travelling, keindahan destinasi yang akan kita tuju kemudian kemudahan yang diberikan Tiket.com, harusnya ini memberikan motivasi yang besar dong bagi kita untuk melakukan traveling...hahaha.. Yuk ah kita traveling siapa tahu kalau kita memang butuh piknik :)




14 Mar 2016

Hairi Yanti.... Siapakah dia ?



Saya termasuk telat menyadari bahwa saya memiliki hobi menulis...  setelah memiliki anak keempat tanpa disadari sering curhat di Multiply itu juga karena merasa sayang internet nganggur. Setelah memiliki anak lima dan mulai sibuk baru sadar kalau menulis adalah passion saya.  Mulai lirik-lirik genre apa yang ingin saya tulis, akhirnya pilihan jatuh pada menulis cerita anak.  Mulailah langganan Majalah Bobo, kukira menulis cerita anak itu mudah karena sederhana, ternyata lumayan susah juga ya, angkat jempol deh untuk para penulis cerita anak.  Dari Majalah  Bobo yang saya dan anak-anak saya baca itu, berulang kali saya melihat sebuah nama tertera sebagai penulis cerita yaitu Hairi Yanti.

Keberadaan fesbuk dan sosial media lainnya memang mendekatkan satu sama lainnya,sepeti idola dengan penggemarnya, penulis dan pembacanya.  Sosok-sosok penulis yang ketika saya kecil begitu jauh tak terlihat, kini dengan mudah  dapat kita kenali lebih dekat. Hairi Yanti adalah salah satunya.  Sebagai penulis cerita anak ia bisa dengan mudah disapa pembacanya, terlebih Hairi Yanti memiliki sebuah blog yang membuat para pembacanya mengenal pemikirannya lebih dekat. Ada yang mau ngepoin blognya ?  Ini dia alamatnya blognya Hairi Yanti's blog.

Hairi Yanti, melalui blognya kita bisa tahu banyak tentangnya.  Meski blognya bukan blog curhatan dan Hairi Yanti tidak banyak bercerita tentang dirinya tapi lewat tulisan yang bukan tentang cerita anak, sedikit banyak kita bisa mengenalnya lebih jauh dibanding dari sekedar hanya membaca karyanya di media. Kalau soal penyuka buku pastilah, hampir semua penulis pasti suka buku.  Suka menulis awalnya dari suka membaca bukan?  Tapi kalau penyuka makanan? Tidak semua penulis penyuka makanan kan ? Hihi.... Nah melalui blognya kita bisa tahu kalau Hairi Yanti itu ternyata suka makan eh penyuka makanan... hehehe...

penampakan blognya  (jangan hiraukan bagian bawahnya ..hihi)
Dari blognya kita bisa tahu seberapa suka Hairi dengan buku, karena tulisannya banyak sekali tentang buku, bahkan di salah satu blognya ada tag "Segala Cerita Tentang Buku"  Sebagai seorang ibu dari dua penulis saya cukup tahu kalau penulis memang suka sekali membaca.  Lihat si kaka yang banyak menghabiskan uang royaltinya buat buku saja saya sudah berdecak, apalagi kalau melihat langsung Hairi yang katanya penimbun buku pasti lebih melongo lagi hihi..

Di blog utamanya tag line Hairi Yanti adalah Sepinggan Kata Selaksa Rasa, bisa beda tafsir sih, bisa memadukan antara hobi menulisnya dan penyuka makannya karena meski belum terlalu banyak ada label kuliner juga di blognya, bisa pula memang murni tentang menulis, karena menulis bukan melulu tentang kata, tetapi menulis juga berbicara tentang rasa dan itu tentang tulisan itulah yang mendominasi di blognya.  Tapi arti pastinya bisa dilihat di bagian about me...disana Hairi menjelaskan makna itu semua.

Dari blognya juga, kita bisa tau kalau Hairi Yanti suka dengan Drama Korea, meski tidak banyak, yang jelas ia sempat menulis tentang Drama Korea sampai empat postingan.  Selebihnya tentang menulis, media, resensi buku dan sedikit curhat.

Menulislah.. karena terkadang kita akan terkagum-kagum sendiri membaca untaian kata yang pernah kita goreskan di masa lampau...  Nah itu kata Hairi Yanti di blognya.  Sebagai seorang blogger saya mengiyakan dong pendapatnya itu, karena memang itu yang saya alami.  Kalau baca-baca tulisan lama suka terbengong-bengong juga siih... gak nyangka emak rempong lima anak sekali-kali bisa juga tulisannya keren ..hahaha.... narsisnya kumat deh....

Rasa-rasanya masih banyak lagi yang bisa dibahas dari blognya...tapi biar penasaran, sila mampir ke blognya yang ngeping itu...Kalau diliat dari style blognya sih, keliatan kalau Hairi itu tipe perempuan banget deh.. hihi...

Yuk mampir... , akan ditemukan banyak inspirasi di sana. terutama buat para pecinta dunia buku dan literasi.. ^_^