**/ Cerita Ida : Pertemuan yang Selalu Dirindukan

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

30 Mar 2016

Pertemuan yang Selalu Dirindukan


Dari Thabrani meriwayatkan, dari Aisyah ra. bahwa, “Biasakanlah kamu saling memberi hadiah, niscaya kamu akan saling mencintai.”Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda, “Siapa yang melepaskan kesusahan seorang mukmin di dunia niscaya Allah akan melepaskan kesusahannya di akhirat. Siapa yang memudahkan orang yang kesusahan, niscaya Allah akan memudahkan (urusannya) di dunia dan di akhirat. Siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan di akhirat. Dan Allah selalu menolong hamba-Nya jika hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam bersabda, “Allah swt. berfirman, ‘Pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang mencintai karena Aku, keduanya saling berkunjung karena Aku, dan saling memberi karena Aku’.” (HR. Imam Malik dalam Al-Muwaththa’)

Eh kenapa tetiba saya berbicara tentang silaturahmi.. hihi bukan tanpa alasan sih, karena memang tema program ODOP hari ketiga tentang manfaat berkunjung ke rumah keluarga besar dan cerita serunya.  Bagi yang penasaran hari pertama ada di sini dan hari kedua ada di sini ya.... :)  *emang siapa sih yang penasaran hahaha....

Kalau ada hadist yang mengatakan silaturahmi itu menambah rejeki memang betul sih minimal pulangnya suka bawa oleh-oleh buat anak-anak hehe.  Berbicara tentang silaturahmi di keluarga besar saya alhamdulillah cukup lancar, walau kesibukan berbeda-beda dan jarak memisahkan tetap saja silaturahmi terjalin cukup baik.  Bahkan di keluarga besar ini ada kumpulan Keluarga Besar R Hardjamiganda yang selalu rutin melakukan pertemuan, walau kini yang tersisa dari belasan putra-putri Kakek R Hardjamiganda tinggal dua orang, tapi pertemuan antara anak, cucu dan cicit rutin dilakukan.  Alhamdulillah..


Bersama almarhum bapak, mamah, adik2, suami anak2 dan keponakan
Yang menjadi ganjalan sih dari keluarga besar suami, jarang bertemunya.  Setahun dua kali sudah untung, bukan tanpa sebab sih, si abi itu empat bersaudara, laki-laki semua dengan karakter yang memang mirip-mirip.  Orang nya baik hati semua, saling sayang menyayangi satu sama lain tapi cukup hanya di dalam hati saja... haha.... Kecuali adik yang paling dekat usianya, sering datang ke rumah walau tidak pernah dibalas oleh abi.. hihi... (Semoga Allah SWT selalu membalas keikhlasan dan kebaikan hatinya..dibegituin suamiku hehe...)

Si abi itu orangnya sibuk melulu, anak-anak pun sering protes karena abinya pergi terus, kalau ada pertemuan keluargaku seringnya saya saja yang hadir kecuali kalau hari raya baru bisa ikut. Jadi kalau saya cerita tentang silaturahmi keluarga besar, ya keluarga dari silsilah saya pribadi, mudah-mudahan ke depan bisa juga bersilaturahmi dengan keluarga besar suami semoga Allah SWT memudahkan ...

Bercerita tentang silaturahmi keluarga besar, memang paling seru kalau sudah berkumpul bareng semua.  Kalau yang saya rasakan sih jadi menggugah memori masa saat masa-masa kecil dulu.  Dulu kumpul bareng sebagai anak-anak dari para orang tuanya kini ketemuan lagi, jadi para orang tua yang membawa anak-anaknya.  Kalau sudah seperti itu time flies so fast memang iyes deh.  Perasaan baru kemarin lari-lari di acara pertemuan keluarga besar sekarang bawa anak yang berlari-lari diantara kami.

Pertemuan keluarga besar juga jadi ajang acara becanda yang menyegarkan.  Kalau lagi suntuk, ketemuan di acara ini dijamin melupakan masalah deh hehe... soalnya  bawaannya ketawa melulu.  Kalau sudah begitu suka malas mengakhiri acara itu, karena setelah itu akan lama lagi bisa ketemuan.

pertemuan menjelang acara

Tradisi di keluarga besarku memang selalu mengadakan acara besar setahun sekali beberapa hari setelah hari raya.  Beberapa bulan sebelumnya, bagi yang mempunyai waktu luang bisa ketemuan dulu untuk merembukan format dan tempat acara.  Biasanya isi acara adalah pembukaan, tasmi al qur'an, sambutan, ceramah, hiburan  foto bersama dan ramah tamah.  Acara biasanya diadakan di rumah sohibul bait atau nyewa tempat di kafe atau restoran.

Gara-gara acara ini pula akhirnya ada diantara handai taulan yang iseng memanggilku dengan sebutan ustadzah, ada juga yang memanggilku Mamah Idadeh hahaha... Sebabnya sih karena saya memberanikan diri menggantikan suami yang biasa ngisi ceramah.  Saya pikir ceramah suamiku kurang greget agak kaku dan terlalu serius alhasil saya pun memberanikan diri memberikan 'nasehat' pada para sesepuh...hihi... 

Kalau engga saat itu kapan lagi coba .. mana berani pula lah, nanti malah dijewer hahaha...  Kalau lewat acara itu malah mereka suka bahkan sudah dari jauh hari untuk pertemuan tahun ini mereka memesan Mamah Idadeh untuk memberi tausyiah kembali....hahaha......

Lewat acara tahunan seperti ini pula saya jadi tahu bahwa ada beberapa putra-putri sepupu yang sudah hafidz al qur'an di usia mudanya.  Alhamdulillah, jadi pendorong juga niih, malahan diantara anak adik-adikku, anak-anakku yang agak kedor hapalannya karena mereka masuk pesantren penghafal al qur'an sementara anak-anakku hanya SDIT-SMPIT biasa paling banter Fathiya yang sudah hampir 3 juz, sementara para keponakanku itu sudah 7-9 juz diusia SMP nya.. Masya Allah... Ketika keponakanku tampil tasmi Al Qur'an suara merdunya menggugah kalbu...barokalloh.  

Di acara ini juga Kak Azizah sempat belajar tampil berani memainkan tiga buah lagu klasik melalui permainan pianonya.  itulah acara hiburan satu-satunya yang pernah ada sepanjang acara ini digelar hehe...tadinya mau dijadikan ajang gelar bakat para anak-anak tetapi ternyata hampir semua lebih condong pada hapalan al qur'an... barokalloh.

Selain itu yang menarik dari acara ini adalah berjibunnya makanan, antara supply dan demand memang kurang seimbang, alhasil setiap usai acara ini selalu saja ada yang bisa dibungkus pulang para tamu sebagai oleh-oleh.  Mana makanannya pun variatif... kan selama tiga hari sebelumnya ketupat, opor, rendang aja tuh, nah di acara ini selain bermacam makanan yang disediakan ahlul bait para tante yang pintar masak pun unjuk kabisa dengan membawa menu andalannya.  Yang biasa tampil sih sate plus lontong, mie baso, baso tahu, es krim, rujak, pempek, cuanki dan buah-buahan.  Nah banyaknya makanan juga menjadi nilai plus menariknya acara ini hahaha....

Hal yang terpenting sih kebersamaan yang selalu terjaga diantara kami pastinya, hal-hal di atas hanyalah bonus dari sebuah silaturahmi.  Walau ada diantara kami karena faktor tempat yang jauh dan kesibukan yang berbeda hanya sempat bertemu setahun sekali, acara ini memang jadi ajang temu kangen yang mengasyikan.  Yang pasti kalau di antara keluarga besar terdekat artinya antara saya dan adik-adikku alhamdulillah selalu kami lakukan meski tidak rutin sebulan sekali.  Minimal kalau merasa lama tidak berjumpa telepon dan sms lah yang berbicara..

Semoga kemesraan ini janganlah cepat berlalu....








11 komentar :

  1. Semoga keluarga mbak Ida selalu kompak ya mbak

    BalasHapus
  2. Pada ngomongin keluarga, jadi kangeeen.
    Nasib jadi perantauan, jauh dari keluarga.
    Pastinya mba, bertemu keluarga adalah saat-saat yang dirindukan buat perantauan macam diriku.

    BalasHapus
  3. Silaturahmi harus dijaga dan dipelihara jangan sampai generasi berikutnya kepaten obor
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
  4. Silaturahmi itu indah :)

    BalasHapus
  5. silaturahmi terbesar di keluarga besar kami dilaksanakan satu tahun sekali, setiap musim lebaran. maklum sebagian dari kami adalah perantau. jauh dari kampung halaman

    BalasHapus
  6. Assalamuálaikum, Ustadzah Mamah Idadeh. :)
    Kunjungan silaturahim pagi hari, dari saya di Jogja.

    BalasHapus
  7. semoga Allah menuurnkan keberkahan dalam keluarga mbak yaa, sya seneng bngt liat keuarga yang begini, sangat erat silaturrahminya

    BalasHapus
  8. Pertemuan keluarga memang selalu bikin rindu ya mba. Seru kalau sudah kumpul2 terjadwal begini. Bisa barengan semua..apalagi klo keluarga pada banyak yg merantau..

    BalasHapus
  9. setuju banget nih, apalagi pertemuan sama yang Maha Segalanya :)

    BalasHapus
  10. masya allah, penantian paling ditunggu deh ini mah

    BalasHapus
  11. Harta yang paling berharga adalah keluarga, merekalah yang menjadi mood booster buat saya tetap bertahan untuk hidup.

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^