**/ Cerita Ida : Manajemen Diri, Sudah Optimalkah Kita ?

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

1 Apr 2016

Manajemen Diri, Sudah Optimalkah Kita ?


Empat hari ini saya dikejutkan dengan sebuah pencapaian cukup luar biasa yang memaksa saya untuk menata ulang manajemen diri dan waktu saya.  Ya, mengikuti sebuah challange kepenulisan yaitu ODOP alias One Day One Post dan hasilnya membuahkan keajaiban dan membuka mata saya lebih lebar betapa selama ini banyak waktu yang terbuang percuma,

Dengan seabreg aktivitas rutin maupun insidentil selama ini, saya merasa cukup dengan kapasitas saya yang bisa menulis 1 -2 kali postingan per minggunya.  Ternyata setelah saya memaksakan diri mengikuti tantangan ODOP ini, alhamdulillah lima hari ini membuktikan bahwa ternyata saya mampu menulis satu postingan sehari bahkan kemarin sempat dua kali karena mengejar Give Awaynya Mba Desi Namora.

Bonus dari komitmen empat hari ini alhamdulillah DA blog ini naik dari 18 menjadi 21 sementara PA naik dari 23 menjadi 24.  Bagaimana dengan alexa ya..hihi.. alexa saya beberapa bulan yang lalu sempat di bawah satu jutaan kemudian 'melejit' ke angka 1,7 juta.  Alhamdulillah  selama empat hari ini bisa turun kembali.

Saya hanya ingin menunjukkan bahwa mungkin saja selama ini kita telah merasa optimal memenej diri, dan waktu kita padahal belum tentu itu hasil optimal yang bisa kita raih.  Terkadang kita stagnan di zona nyaman, terkungkung rutinitas tanpa ada keinginan memberi tantangan lebih pada diri kita.  Hal ini memang biasa terjadi pada siapa yang sudah merasa pewe alias Posisi Wueenak, dan ini biasa terjadi pada ibu rumah tangga juga.  Bukan hendak mendiskriditkan ibu rumah tangga lho (karena saya pun full time mom sejak hamil anak pertama). 

Banyak perempuan yang merasa dan menjadi stagnan saat 'hanya' menjadi ibu rumah tangga.  Padahal menjadi ibu rumah tangga itu tugas yang sangat mulia dan kewajiban setiap perempuan yang sudah menikah adalah mengurus rumah tangganya dengan baik.  Tangung jawab mengubah peradaban ada pada pundaknya, membentuk generasi muda yang jauh lebih baik, yang siap menghadapi zamannya yang memang jauh berbeda dengan kita, membentuk pribadi yang sholih dan sholihat serta memiliki pandangan visioner, futuristik.  Dan itu dibutuhkan keseriusan serta kesungguhan karena bukan proyek main-main.



So kemampuan memenej diri memang harus terus di upgrade jangan sampai kita tidak mengoptimalkan potensi yang kita miliki yang sudah Allah SWT berikan kepada kita.  Pengalaman empat hari ini membuka mata saya untuk tidak selalu merasa puas, cukup dan merasa sudah optimal.  Teruslah beri tangtangan kepada diri kita, ketika sudah  merasa di anak tangga kelima, tingkatkan diri untuk bisa naik ke tangga keenam,

Ada beberapa tips agar kita bisa memenej diri dan waktu kita dengan baik yaitu diantara adalah:

Menata kebiasaan kita sehari-hari dengan membuat rencana yang SMART ( Specific - Measureable-Achievable-Timeline ).  Kita tidak boleh meremehkan pembuatan rencana ini, karena sebuah rencana yang baik akan memberikan kita kemampuan mengontrol waktu dan apa yang penting untuk kita.

Buatlah skala prioritas,  Ini juga penting, karena kita tidak mungkin mengerjakan dan meraih semua yang ingin kita capai.  Membuat skala prioritas memberikan kemudahn kepada kita untuk dapat memilih dan memilah hal yang paling prioritas dalam hidup kita.

Buatlah targetan berkala.  Tanpa memiliki target, kita tak tahu apa yang harus kita raih, sehingga kita tidak akan terpacu untuk meraih sesuatu dan yang lebih parah kita malah akan jalan di tempat


Break down tugas-tugas yang dirasa panjang dan sulit serta enggan melakukannya, menjadi pekerjaan-pekerjaan yang kecil dan lebih mudah dikelola.  Caranya mungkin dengan memberinya jeda waktu di setiap tugas panjang itu atau juga bisa mencicilnya sedikit demi sedikit.


Jangan menunda pekerjaan, lakukan apa yang bisa kita lakukan dan harus dilakukan sekarang, menundanya hanya akan membuat kita semakin enggan melakukannya dan semakin menumpuknya.


Hindari  perfeksionisme, tidak ada manusia yang sempurna, perfeksionisme hanya akan membuat kita berkutat pada satu hal dan melupakan tugas yang lainnya


Hindari hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian kita.  (Kalau saya fesbuk dan instagram hihi..)

Sediakan Me Time, ibarat hape atau laptop yang harus dicharge, kita pun memerlukan waktu untuk membuat pikiran kita lebih rileks dan lebih segar 

Siapkan juga waktu dalam perencanaan kita untuk sesuatu yang tak terduga, misalnya wifi mati hingga harus lari ke warnet (kalau saya) 

Evaluasi dan analisa, dimana waktu kita banyak dihabiskan.  Ini akan membuat kita mampu mengontrol diri dan terus berusaha lebih baik lagi.


Demikian sedikit tips yang akan saya lakukan dan upayakan untuk bisa melakukannya dengan baik.  Karena tantangan kehidupan akan terus semakin meningkat dan dibutuhkan kemampuan diri yang meningkat pula dalam menghadapinya.














5 komentar :

  1. makasih artikelnya mba, kebetulan banget lagi pengen ngatur manajemen diri lagi...

    BalasHapus
  2. Aku nih mbak yang masih kelimpungan memanajemen waktu. Huhuhu. Sering kebablasan kalau pegang hp sewaktu pulang kerja. Leyeh2 buka sosmed malah ngelantur ke mana-mana. Huhu padahal harusnya bisa blogwalking

    BalasHapus
  3. saya masih sulit nih mbak buat memanajemen diri sendiri :(

    BalasHapus
  4. Jujur, saya belum bisa membuat manajemen yang baik untuk diri sendiri. Kadang sering melanggar apa yang telah saya buat.

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^