31 Agt 2016

Buku Turun - Temurun, Meringankan Orang Tua


sumber gambar : Asri

Buku Turn Temurun, Meringankan Orang Tua
"Umi.. harus beli buku, totalnya sembilan ratus ribu kalau beli di sekolah" Rengek Fathiya anak ketigaku.  Saya hanya bisa menarik nafas panjang, padahal kakaknya hanya beda satu angkatan saja, bukunya masih bagus-bagus, tebel-tebel, berwarna, menarik sekali.  Sayang buku sebagus itu tidak bisa digunakan untuk adiknya.

Jadi ingat masa waktu kecil dulu, buku pelajaran yang saya pakai adalah turunan dari sepupuku.  Ibuku tidak perlu membelinya lagi karena buku yang digunakan sama persis.  Untuk adik-adikku yang dua orang, cukup menggunakan buku yang saya pakai.  Tinggal diganti sampulnya saja, jadi terlihat bagus kembali.

SMSbunda, Sebuah Upaya Membantu Menekan Angka Kematian Ibu Hamil


SMSbunda, Sebuah Upaya Membantu Menekan Angka Kematian Ibu Hamil
Saat saya menikah dulu, saya sama sekali tidak mempunyai pengalaman tentang menjadi orang tua. Terlebih lagi saya anak sulung, tidak ada orang dekat yang bisa saya jadikan guru atau contoh bagaimana kehidupan dan proses setelah menikah, hamil, kemudian menjadi orang tua.  Jadinya banyak hal yang membuat saya agak kikuk ketika mengalaminya. 

Saya kira ini tidak dialami oleh saya saja, banyak di luar sana. pasangan muda yang sama sekali tidak memiliki bekal bagaimana ketika menikah dan memulai menjadi orang tua. Karena memang tidak ada sekolah khusus menjadi orang tua.  Belajar dari orangtua ?  Sepertinya ini cukup sulit mengingat jarak usia yang jauh berbeda, jadi berbeda masa.

Jangankan pasangan muda, pasangan yang sudah memiliki anak sekian pun, ketika menghadapi kondisi tertentu yang berbeda dan baru dialami akan merasa kebingungan.  Tidak tahu apa yang harus dikerjakan, bertanya pada orang yang salah akhirnya malah berakibat fatal.

30 Agt 2016

Buku dan Minat Baca


Buku dan Minat Baca Perasaan sudah berulang kali saya cerita kalau masa kecil saya dibanjiri oleh banyak buku bacaan dan majalah baik itu majalah anak-anak maupun dewasa.  Suatu kondisi yang harus saya syukuri, karena semua itu saya dapatkan dengan gratis..tis...tis....Yup, karena saat saya kecil ibu saya tinggal berdekatan dengan kakaknya, suami istri, dua-duanya guru.  Jadi mereka paham banget kalau anak-anak itu harus dimotivasi minat bacanya dengan menyediakan berbagai macam buku bacaan dan majalah.

Buku dan minat baca memang berhubungan ya, mana mungkin minat baca itu muncul kalau di sekitar kita tidak ada buku.  Saya pribadi bersyukur mempunyai masa kecil berlimpah dengan buku dan majalah walau orang tua tidak menyediakannya.  Tapi begitu banyak anak-anak di negeri ini yang tidak memiliki kondisi seberuntung saya, yang walaupun ketika saya kecil tidak berlebih secara ekonomi tetapi saya dengan mudah mendapatkan banyak bacaan.  

29 Agt 2016

Lagu - Lagu Anak? Boleh Saja. Asal .....

sumber gambar :dreamsteam.com
Meski sekarang saya jarang mendengarkan lagu-lagu tetapi sebetulnya saya ini hobi menyanyi.  Mungkin karena sejak kecil ayah saya sering memperdengarkan lagu, akhirnya saya banyak hapal lagu-lagu zaman dulu baik itu lagu anak maupun lagu dewasa yang bertema cinta-cintaan.  Dulu koleksi kaset ayah banyak sekali, termasuk kaset lagu anak-anak, hampir setiap ada kaset baru lagu-lagu anak, ayah selalu membelikannya untuk kami.

Lagu anak-anak yang sering saya dengar adalah lagu dari penyanyi cilik yang lagi ngehits waktu saya kecil. Ada Chicha Kuswoyo, Adi Bing Slamet, Deby Roma Irama, Yoan Tanamal, Bobi Muchsin Alatas, Dina Mariana, Diana Papilaya, Sari Yok Kuswoyo, Helen Tony Kuswoyo, Ira Maya Sopha dan lainnya.  Hampir semuanya adalah putra-putri dari para penyanyi papan atas Indonesia saat itu.  Buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya, ya ? Hihi...

28 Agt 2016

Perkembangan Janin Trimester Pertama


Perkembangan Janin Trimester Pertama  Masih ingat dulu awal menikah, setiap ketemu orang suka pada nanya "Sudah isi belum...?" Hihi... ngapain ya pada kepo begitu, etapi memang suka spontan kita bertanya kepada orang tentang ini itu ya, tanpa kita perhitungkan orang itu senang engga dengan pertanyaan kita. Tapi memang sih setelah menikah rata-rata yang ditunggu pasti telat bulan alias positif.  "Alhamdulillah akhirnya aku bakal jadi ibu..." hehe...

Kehamilan yang kita tunggu dan akhirnya datang juga, harus kita syukuri dengan menjaga dan merawatnya dengan optimal.  Agar janin kita tumbuh sehat kuat dan cerdas, optimal dalam segala aspek perkembangannya.  Untuk itu seorang ibu harus menjaganya dari sejak perkembangan janin trimester pertama.

Sebetulnya perkembangan janin di dalam rahim itu dibagi ke dalam tiga fase yaitu  trimester pertama yaitu bulan ke 0-3, trimester kedua dari usia janin 4 - 6 bulan serta trimester ketiga 7-9 bulan.  Trimester pertama  adalah masa perkembangan yang paling krusial.  Mengapa ? Janin di trimester pertama masih sangat sensitif harus disikapi dengan lebih hati-hati karena memang rawan keguguran.

26 Agt 2016

Mengoptimalkan Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Kita


 
Anak adalah anugrah terindah dari Yang Maha Kuasa, untuk itu kita harus mensyukuri keberadaannya dengan cara mengoptimalkan tumbuh kembangnya dari sejak bayi.  Pertumbuhan dan perkembangan bayi harus kita stimulasi sejak awal kehidupannya di dunia ini.  Untuk itu seyogyanya setiap orang tua harus sudah mempersiapkan pengetahuan tentang itu dari masa sebelum menikah, hal ini berguna agar bisa mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan buah hati kita karena kita telah memiliki pengetahuan yang cukup.

Yang harus diketahui oleh para orang tua adalah pertumbuhan dan perkembangan bayi itu berbeda-beda pada setiap individu.  Jadi kita tidak boleh membandingkan dengan teman-teman seusianya Kalau kita merasa khawatir tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi kita, maka kita bisa konsultasikan kepada dokter anak.  Namun secara umum pertumbuhan dan perkembangan bayi memang bisa kita bandingkan dengan standar yang bisa kita temukan di Kartu Menuju Sehat anak kita misalnya.

Menurut pengalaman melahirkan dan membesarkan lima orang anak, ternyata pernyataan pertumbuhan dan perkembangan bayi itu berbeda-beda memang betul adanya.  Misalnya si sulung cenderung lebih cepat berbicara dan jalannya. Sementara adiknya yang kedua itu lebih lambat bicaranya tapi aspek lain lebih menonjol.


25 Agt 2016

Perjuangan Memberi ASI Itu Harus Ibarat Seperti "Sampai Titik Darah Terakhir"


*PekanASIDunia

"Alhamdulillah Mi, sekarang bisa keluar ASI nya " Ucap adikku gembira
"Hah..kok bisa..?"  Saya terperangah bercampur gembira tentu saja, mengingat dua anak pertama adikku ini tidak bisa diberi ASI karena konon katanya ASI nya tidak keluar.
"Iya, tiga hari pertama enggak keluar, tapi saya nekat tidak memberi apa-apa kepada si dede, alhamdulillahnya lagi ternyata di rumah sakit ini mendukung banget dan mendorong terus, ngasih semangat, tidak buru-buru ngasih susu formula kayak dulu...."Adikku panjang lebar menjelaskan.

Alhamdulillah tentu saja saya senang, tidak menyangka ternyata dengan semangat membaja dan keinginan besar untuk bisa memberi ASI, akhirnya untuk putra ketiganya adikku berhasil memberikan ASI bahkan akhirnya bisa ekslusif selama 6 bulan.  Padahal sebelumnya untuk dua anak pertamanya, adikku itu susah sekali memberikan ASInya karena yang keluar sedikit serta puting susu yang tidak terlalu muncul membuat bayi kesulitan untuk menyusui.

Adikku harus 'tega' tidak memberikan apa-apa kepada bayinya selama tiga hari, selain berusaha mencoba memberikan ASI nya pada bayi barunya.  Bukan tanpa alasan sih, karena menurut ilmu kedokteran, bayi masih kuat tidak diberi apa-apa selama maksimal tiga hari.  

18 Agt 2016

Ippho Santosa Motivator yang Sangat Menginspirasiku

Ippho Santosa Motivator yang Sangat Menginspirasiku Di sebuah grup WA teman-teman lama zaman saya kuliah dulu ada sebuah tulisan berupa tips dari seorang teman yang kumintai tips tentang sukses usahanya yang begitu menarik perhatian.  Berikut ini tulisan yang ia tulis di grup WA itu 

"......Untuk meningkatkan omset, saya banyak membaca buku-buku success story dan salah satu poin penting adalah harus rajin infak dan zakat. Selain itu saya mencoba mempraktekkan buku Ippho Santosa tentang 7 Keajaiban Rezeki.  Selaraskan tujuan dengan istri, minta do'a dari ibu.  Gemar infak, sholat tahajud dan duha tiap hari.  Alhamdulillah toko ramai dan omset sudah melewati 100 juta per hari..."


Ippho Santosa Motivator yang Menginspirasi

"......Untuk meningkatkan omset, saya banyak membaca buku-buku success story dan salah satu poin penting adalah harus rajin infak dan zakat. Selain itu saya mencoba mempraktekkan buku Ippho Santosa tentang 7 Keajaiban Rezeki.  Selaraskan tujuan dengan istri, minta do'a dari ibu.  Gemar infak, sholat tahajud dan duha tiap hari.  Alhamdulillah toko ramai dan omset sudah melewati 100 juta per hari..."

Deg, saya tercekat, serasa diingatkan kembali ketika membaca tulisan itu.  Sebuah tulisan yang ditulis seorang teman saya di sebuah grup WA ketika saya meminta tips berwirausaha. Teman saya ini adalah teman seangkatan  saat zaman kuliah dulu. Ia menikah dengan seorang muslimah, adik kelas saya yang juga sahabat dekat saya yang juga ada di grup itu.  Benar-benar silaturahmi itu pernah berkah walau tidak bertemu langsung tapi keberadaan grup yang mempertemukan sahabat-sahabat lama itu memang memberi  banyak inspirasi.


16 Agt 2016

Berkenalan dengan Meutia Rahmah Mansur

Pemenang arisan link kali ini adalah seorang perempuan muda berparas manis, ibu dosen yang pernah menuntut ilmu sampai ke benua hitam Afrika.  Siapakah dia....? Dia bernama Meutia Rahmah dengan blognya yang simple dan juga semanis sang empunya yaitu blog yang beralamat di www.meutiarahmah.com :)  Betul lho, blognya manis dan unik karena ternyata Meutia itu senang mengotak-atik blog dan piawai juga membuat template... wah asyiik ya..? :)

Meutia Rahmah Mansur namanya lengkapnya, ia biasa dipanggil Tia atau Meutia, sementara nama Mansur adalah nama ayahnya.  Meutia adalah blogger asli Aceh dan tinggal di kota kecil Langsa.  Selain aktif menjadi blogger, Meutia juga ternyata seorang dosen IAIN Lansa Prodi Pendidikan Bahasa Arab. Meutia juga ternyata aktif di bidang sosial, ia kini menjadi supervisor di Qatar Charity Aceh untuk anak-anak yatim khususnya di bidang pendidikan mereka.


14 Agt 2016

Tips Mengoptimalkan Manfaat Internet dalam Keluarga

Tips Mengoptimalkan Manfaat Internet dalam Keluarga

Pertama kali saya banyak berinteraksi dengan internet sekitar tahun 2005-2006 an.  Saat itu saya seperti Si Iteung dalam Si Kabayan Saba Kota.  Terbengong-bengong melihat keramaian kota yang begitu menggoda.  Saya terpukau dan akhirnya sangat menikmati interaksi yang memang begitu banyak manfaatnya. Interaksi yang membuat hidup saya menjadi penuh warna.

Saat itu saya merasa dunia begitu terbuka lebar, saya bisa tergabung dengan berbagai komunitas yang bermanfaat karena internet. Saya bisa banyak belajar tentang apa pun via internet, mulai dari berbisnis, memasak ngeblog dan sebagainya.  Padahal sebelumnya saya sangat menolak rencana suami untuk langganan kuota internet karena waktu itu biayanya cukup mahal.  Beruntung akhirnya saya menyetujuinya.



10 Agt 2016

Key Perfomance Indicator Sebuah Solusi Tepat untuk Masalah Kota Cimahi

Tinggal di Cimahi sejak tahun 1997, mengikuti suami yang memang asli orang Cimahi.  Sudah lebih dari 19 tahun tinggal di Cimahi baru kurang lebih empat tahun terakhir merasakan banjir tahunan di saat musim hujan dan kekeringan di musim kemarau.  Lima belas tahun menikmati kebebasan tanpa ditakutkan dengan ancaman banjir tahunan dan kekeringan di musim kemarau adalah nikmat yang mungkin lupa disyukuri, kini setelah selalu diancam banjir tahunan nikmat lima belas tahun itu baru terasa, sebuah suasana yang kini selalu dirindukan.


Banyak warga terpaksa membuat sumur baru yang lebih dalam karena kekeringan di musim kemarau

Banjir saat musim hujan

7 Agt 2016

Merencanakan Masa Depan, Itu Lebih Baik

"Ayah sih memaksakan diri, jadi begini jadinya, tagihan tunggakan SPP anak-anak selama tiga bulan ditagih sekolah tuh, Yah." Perempuan cantik setengah baya itu mengeluh.
"Kok nyalahin Ayah .., kan Bunda sendiri yang berjanji pada anak-anak piknik ke Bali kalau nilai mereka bagus. Ya harus direalisasikan atuh Bun, kalau tidak mereka tidak akan percaya lagi sama kita" Brian, laki-laki yang dipanggil ayah itu membalas agak sewot.
"Tapi kan bisa nego dulu.." Liani sang bunda tak kalah sewot.
"Kalau janji ya janji, makanya jangan sembarang janji.." Tukas Ayah
"Ayah sih terlalu sibuk, jadi Bunda kewalahan memotivasi empat orang anak sekaligus agar rajin belajar..:"
"Kok bawa-bawa kesibukan sih..., Ayah kan cari uang buat keluarga..."
"Tapi kan..."
Dan braaaaaaaaaaak suara gebrakan meja pun terdengar.

Pernah mengalami kejadian seperti itu?  Mudah-mudahan tidak ya, tapi kejadian bersenang-senang dahulu, bersusah-susah kemudian seperti ini banyak terjadi lho.  Asyik pergi liburan selfi-selfi, update status di sosmed, dan kemudian setelah kesenangan berlalu, jadi dibuat pusing tujuh keliling, karena banyak tagihan.  Ayah dan bunda ribut saling menyalahkan, pikiran ruwet membuat emosi  mudah meledak, anak-anak pun ikut stress karena suasana rumah yang tidak lagi nyaman.

3 Agt 2016

Bekal Masa Depan Chil-Go Bukti Peduli Masa Depan Si Kecil


"Maghfira enggak diajarin jadi penulis juga Mi ? Mama Ayes temanku bertanya.

"Ya, saya perkenalkan juga sih dengan dunia tulis menulis, tapi saya belum melihat minat dan bakatnya ke sana.  Mungkin juga belum keliatan, tapi seingat saya sih dulu Azizah dan Fathiya seumuran itu sudah mulai kelihatan senang nulis, Kalau Maghfira sih belum" Jawabku agak panjang sambil mengingat-ingat masa kecil Kak Azizah dan Teh Fathiya.


"Tapi tidak semua anak bisa disamakan sih...mereka kan unik, satu sama lain berbeda" Saya menambahkan.


Yup,  memang anak-anak itu tidak sama ya, masing-masing membawa minat dan bakat yang berbeda-beda.  Sebagai ibu dari lima anak, yang tiga diantaranya sudah menginjak remaja memahami betul itu.  Si sulung dan si tengah ketika SD sudah bisa menulis dan menerbitkan beberapa buku, tapi anak kedua, keempat dan kelima belum keliatan minat ke arah itu.  Padahal mereka berada di lingkungan rumah yang sama, yang selalu melihat uminya menulis.



1 Agt 2016

Wiwid Wadmira Bundanya Si Kembar : Sang Blogger Parenting

Pemenang arisan link kali ini adalah Mba Wiwid Admira, seorang ibu muda yang memiliki dua anak kembar Kira dan Kara.  Terus terang belum mengenal dekat dengan Mba Wiwid, sepertinya memang sifat saya seperti itu ya, hampir semua teman di arisan link pasti ada kata-kata "tidak mengenal secara dekat' hahaha... bukan apa-apa sih, bagi saya bisa rajin menulis, dan update status di fesbuk dan upload foto di IG juga sudah alhamdulillah pisan.... hehe...  Selebihnya sudah saja kurang gaul, bukan apa-apa sih tapi memang waktunya terbatas.


Balik lagi ke Mba Wiwid ibu muda ini pengennya dibilang parenting blogger, tapi menurut 'penerawanganku' emang pantas kok, karena blognya memang banyak mengupas tentang tumbuh kembang anak, sudah cocoklah disebut blogger parenting.  Terlebih lagi Mba Wiwid adalah seorang forum moderator di Urband Mama, website parenting yang memang keren.