**/ Cerita Ida : Hardendang '84 Goes To Cirebon

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

27 Jan 2017

Hardendang '84 Goes To Cirebon

Seperti yang telah saya tulis di sini bahwa saya berjanji mau menulis pengalaman saya ikut teman-teman alumni SD Assalaam berwisata kuliner ke Cirebon.  Sebetulnya saya kurang paham tentang asal-usul kenapa harus ke Cirebon.  Meski ikut grup di WA tetapi jarang baca-baca, soalnya grup ini grup terheboh sepertinya, sekalinya ditinggal langsung ratusan chart tertinggal.  Jadi akhirnya hanya kubuka saja tanpa membacanya.  Belakangan setelah ikut acara ini saya baru paham ternyata grup WA ini memang heboh, kalau diikuti mengasyikan juga, jadi hiburan lah dengan obrolan teman-teman yang ringan dan lucu....

Kelihatannya memang teman-teman SD ini menjadikan grup tempat pelepas lelah setelah seharian beraktivitas.  Hampir semua teman perempuan berkarir semua.  Saya senang dan kagum dengan kekompakan alumni SD ini, sering ketemuan, ada arisannya juga.  Beberapa diantara mereka bahkan satu sekolah dari TK sampai kuliah.  Di kelas 6A SD Assalaam I saja teman saya yang jadi notaris ada 5 orang, dan mereka satu almamater tidak saja waktu kuliah tapi juga saat SMP dan SMA, tak heran kalau kedekatan diantara mereka memang luar biasa.



Berkarir dan menginjak usia yang sudah tak muda lagi, tentulah sudah memiliki materi dan jabatan yang menjulang.  Yang jadi dosen sudah menjadi Doktor , dari ke 26 orang teman yang ikut saja ada 4-5 orang yang menjadi dosen, salah satunya malah dosen di negara tetangga,  Ada yang berwiraswasta juga jadi pengusaha, yang bekerja di perusahaan asing juga tentunya sudah memiliki jabatan yang tinggi, yang jadi bankir seperti si cantik Tries tentu saja sudah menjadi kepala cabang mungkin...hehe... Tebakan saya sih seperti itu karena usia kita tidak muda lagi, beberapa diantara kami sudah memiliki anak yang sudah kuliah bahkan...

Surprise perayaan ultah di bis

Tak heran kalau acara Goes to Cirebon jadi acara yang murah meriah, karena biaya ditanggung bergotong royong. Kebetulan juga ada lima orang yang berulang tahun yang siap jadi sponsor, ada Desi, Ari, Ferdinand, Agah, Donya   Biaya bis wisata yang begitu nyaman ini ditanggung Pak Haji aka Ari temanku dari TK, SD, SMP, SMA hingga di UNPAD tetapi selalu musuhan terus..hahaha....baru kemarin ketemuan dia bilang "Nanaonannya...." hahaha...setelah usia di middle 40 an baru tercetus kata itu...

Makan pagi, siang hingga malam juga ada yang menanggung, bahkan kaos dua mug dan satu tumbler jadi goody bag di acara ini, belum lagi cemilan yang melimpah ruah.  Thanks buat teman-teman semuanya ada Desi, Ranti, Popy, Ferdi, Donya, Irma, Hilda, Atin, Nia, Agah, Arief, Tries, Pak Dokter ginokolog  Erris yang gak ikut serta Acuy yang mendesain spanduk, tumbler, mug dan kaos, ada yang lain-lain mungkin maafken kalau tidak tersebut karena saya lupa lagi hehe...semoga semuanya dibalas Allah SWT dengan berlipat ganda.  Aamiin Allohumma Aamiin.

Acaranya luar biasa meriah, semuanya pada ketagihan deh... langsung buat rencana terdekat ke Kawah Putih di bulan April, Next Bali dan Kuala Lumpur sepertinya...duh ngiler... pengen ikut semua.  Mudah-mudahan sehat dan ada rejekinya, exit permit sudah kuminta pada si abinya, beliau yang cool dan super baik langsung main okey saja deh hahaha... Mudah-mudahan dilancarkan soalnya tahun ini saya juga harus mengeluarkan biaya tak sedikit untuk anak-anak yang kompak mau masuk SMP, SMA dan kuliah....

Thanks to Ambu aka Umi Utami yang sudah inbok in saya ngajakin acara ini.  Jadi bisa ikut dan refreshing...tadinya pas ke tempat wisata Ade Irma mau dijadiin bahan tulisan, sayangnya pas  hujan jadi ga jadi deh... Oya Ambu sempet ber 'urolo' lari ke toilet tergoncang jalur ke Cirebon yang berkelok dan berliku... :D  Haduh maaf ya pemirsah cerita ini, pesanan dari Ari, harus ditulis katanya xixixi...

Neng Mijah alias Teni yang maceuh bin heboh...
Betul-betul menjadi sarana refreshing karena sepanjang perjalanan kami tertawa terus oleh ocehan duet maut MC Agah Yunus Sang NKRI Harga Mati (karena kata itu yang sering diucapkannya) dan Neng Mijah sang penyanyi yang bersuara sopran.  Mijah ini beserta dua adiknya dulu sempat ngehits jadi artis trio apa ya... yang jelas bukan trio macan ah..hahaha. Mijah ini juga lah yang suka ngecandain si papap alias ayah alias Ferdi yang hanya bisa tersipu malu malu mau xixixi... Kelucuan pun bertambah saat Mijah tidur di bis dan mengigau.....hahaha...

Hardendang yang kata Ceu Miranti artinya hareudang dan berdendang memang terbukti, tidak terlalu untuk hareudang nya mah karena di bis mah sejuk we..Di Cirebon juga after lunch mah mendung aja, .berdendang nya itu yang selalu on di setiap jam nya.  Beberapa teman bergantian berkaroke ria... yang terkadang diganti dengan kata-kata lucu membuat suasana heboh terus.

Terus terang sebagai aktivis DKM di zaman SMA dan kuliah saya engga nyambung dengan lagu-lagunya.. hehe..Lagu-lagu zaman itu yang mereka dendangkan,.  sementara masa itu saya lagi asyik-asyiknya bersemangat di dunia dakwah.  Tapi saya ikut terhibur dengan hiburan ini, terlebih dengan ocehan Agah yang sepertinya tak pernah habis bahan untuk mengocok perut kami.  Plesetan lagu-lagu saat karokean pun menambah suasana semakin seru. Lupa daratan dan lautan deh.  Sepertinya untuk sementara waktu harus lupa keluarga di rumah juga ..hahaha..terbawa suasana. Ga apa-apa sesekali ini..asal jangan lupa sama Allah SWT aja ya...jadinya selalu berkah.  Betul kata Ceu Miranti kalau sudah ketemuan serasa bocah kembali...

Di batik Trusmi

Berangkat pagi jam tujuh lebih, sesampai di Sumedang langsung sarapan, padahal di bis sudah cukup kenyang dengan cemilan.  Tapi maklumlah kita orang Indonesia, belum dikatakan makan kalau belum bertemu nasi.  Diperjalanan acara bertambah seru saat tiba-tiba dengan sebuah kode komando teman-teman meniup terompet kecil yang sudah disiapkan dan kejutan perayaan ulang tahun untuk kelima  teman kami pun dimulai.  Bis pun mendadak bergoyang ria saat lagu-lagu ulang tahun didendangkan.  "Ini kado yang terindah.."  Ucap salah seorang yang berulang tahun.. (Hayo siapa...hihi..)

Menjelang makan siang ke sentra industri  Batik Trusmi.. pada ngeborong deh, saya hanya membeli satu kemeja batik buat pak suami karena baru akhir Desember lalu belanja batik di Jogja.  Sempat menunggu lama bu Ketu Hilda yang ngeborong banyak barang untuk oleh-oleh.  Bu Ketu ini memang super baik banyak nyiapian oleh-oleh buat para pegawainya...



Makan siang kita mampir di Empal Gentong H. Apud  menu yang kiti pilih empal gentong bening dan bersantan plus sate kambing muda dan tahu gejrot.  Untuk minumnya hanya tersedia dua macam yaitu es kelapa dan es jeruk.  Di sini pun sempat menunggu bu Ketu Hilda yang tertinggal oleh-oleh empal gentong yang sudah dipesan.  Ternyata di bis ada lemari es juga ya, jadi empal gentongnya gak akan basi jadinya...

Lepas makan siang, untuk mengosongkan perut, karena nanti akan berkuliner malam, kita mampir di Keraton Kasepuhan Cirebon.  Keliling-keliling didampingi guide yang menjelaskan seluk beluk kekeratonan Kasepuhan Cierbon. Karena hari mulai sore dan masih ada tempat wisata Ade Irma Suryani yang akan kita kunjungi, kunjungan dipersingkat. Namun ternyata kami harus kembali lagi ke keraton karena bu ketu terkena musibah Iphone nya hilang di keraton, karena terakhir di keraton saat ke toilet masih ada.


Luar biasa, di tengah - tengah hujan yang membesar teman-teman pria pun turun kembali ikut mencari, Hilda didampingi Dewi pun turut serta.  Sayangnya iphone pun tak terselamatkan padahal tadi masih terdengar nada sambung.  Yah mudah-mudahan Allah ganti dengan yang jauh lebih baik ya Bu Ketu yang baik...

Karena ternyata tiba di Ade Irma Suryani sudah terlalu sore serta hujan pun mengguyur kami pun memutuskan untuk pergi ke tempat oleh-oleh....belanja lagi deh hehe... Lumayan banyak banget yang dibeli rombongan kami.


Karena tidak ada lagi tempat yang bisa dituju, konon kabarnya lewat jam 5 semua tempat wisata di Cirebon sudah tutup, akhirnya kami memutuskan untuk mempercepat jam makan malam.  Jadilah kita segera menuju ke Sea Food H. Moel untuk makan malam.  Acara makan malam pun seru, ternyata meja yang kami pesan senada dengan warna seragam kami, terlebih warna bajuku yang berwarna merah sama persis dengan taplak meja...jadilah bahan candaan teman-teman... Deuh malu deh bajunya sama persis dengan taplak meja hihi...

Malam pun tiba, kami harus segera kembali ke Bandung, diperjalanan sepanjang jalan kembali duet Agah Yunus dengan Mijah mengocok perut kami.  Padahal enaknya tidur, tapi ternyata tidak bisa karena Agah dan Mijah terus berkicau dengan merdunya hahaha.... Di perjalanan pun dibuka arisan dua bulanan kami, Refa -teman sebangku di SD juga di bis- yang guru bahasa Jepang didaulat untuk memberi prolog dalam bahasa Jepang yang ditimpali Mijah dengan bahasa Jepang ngasal yang amburadul tapi sukses membuat kami semua tertawa.  Pemenang arisan bulan ini adalah Ceu Ipoy alias ibu dosen Doktor Popi yang tak kalah hebohnya.

Tepat pukul dua belas malam...cinderella harus segera pulang.... hehe.... ya tepat pukul 12 malam kami tiba di tempat kumpul kami saat pergi tadi di BRI Tower depan Alun-Alun Bandung, kantornya Ceu Tries, Bankir yang cantik.   Kami pun berpamitan pulang menuju rumah masing-masing.  Pak suami ternyata sudah menunggu dari jam 11 malam, jadinya tanpa ba bi bu lagi saya langsung pulang..

Semoga pertemanan, persahabatan indah ini tidak cepat berlalu..langgeng sampai maut memisahkan kami...(Ceilah bahasanya...hahaha...)  Sebuah kenangan manis tak terlupakan... :D


6 komentar :

  1. Rruaar biasah..xixi

    Mantap ceu ceritanya..
    Abi kapilem...hihi

    Hatur nuhun..
    Semoga persahabatan kita selalu membawa manfaat..

    Aamiin...

    BalasHapus
  2. Serunyaaaaa ... Reni sambil jalan-jalan. Semoga kelompokku juga bisa. Tetap kompak mbaa

    BalasHapus
  3. Aih seru bgt teh... Asyik ih :)

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^