**/ Cerita Ida : Sedia Payung Sebelum Hujan

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

17 Mar 2017

Sedia Payung Sebelum Hujan



Pernah kepikiran enggak sih jenuh menjadi ibu rumah tangga?  Jangan deh ya... Kalau sesekali merasa bosan dengan suasana yang itu-itu aja sih boleh saja, karena itu manusiawi.  Menghadapi rutinitas  setiap hari memang terkadang menjemukan.  Menjadi apa pun kita, rasa bosan pasti selalu ada  makanya kita harus menemukan sesuatu yang membuat kehidupan kita menjadi lebih berwarna.

Sebetulnya menjadi ibu rumah tangga itu tidak ada sekolahnya secara khusus, yang ada sekolah kehidupan.  Pengalaman hidup yang membuat kita semakin matang dan dewasa. Berbeda dengan profesi lain seperti menjadi wanita karir misalnya.  Ada sekolah atau tempat kursus yang membuat kita mempunyai kemampuan yang mumpuni mengerjakan tugas-tugas kita.

Meski tidak ada sekolah resminya, tetapi bersekolah di sekolah kehidupan seharusnya membuat kita ahli di dalam mengelola rumah tangga kita.  Menjadi ibu rumah tangga profesional, itu mungkin istilah yang sedang in di masa sekarang.  Karena menjadi ibu rumah tangga itu dituntut untuk bisa menjadi manajer di berbagai bidang salah satunya adalah menjadi manajer keuangan.


Kenapa saya soroti manajer keungan secara khusus, karena ini cukup penting untuk masa depan sebuah rumah tangga.  Betapa banyak sebuah keluarga hancur karena masalah ekonomi.  Konon penyebab penceraian terbesar di Jawa Barat adalah karena masalah ekonomi.  Dan masalah ekonomi terkadang bukan karena kurangnya penghasilan, tetapi kurang tepat di dalam mengelola apa yang kita dapatkan juga bisa menjadi sebuah penyebabnya.

Sering mendengarkan istilah lebih besar pasak dari pada tiang?  Oleh karena itu seorang ibu rumah tangga dituntut untuk mampu mengelola penghasilan yang diberikan suaminya.  Berapa pun pendapat kalau kita tidak mampu mengelolanya maka akan selalu kurang.  Bahkan lebih keren lagi kalau dia mampu membantu perekonomian rumah tangga tanpa harus meninggalkan tugasnya sebagai manajer rumah tangga.

Prinsip utama di dalam pengelolaan keuangan adalah pendapatan kita agar menjadi berkah jangan lupa juga untuk mengeluarkan zakatnya.  Setelah itu simpanlah berapa persen untuk tabungan.  Ini harus didahulukan kalau tidak berapa pun penghasilan kita kadang tidak bersisa. Istilah trendnya sih Pay Yourself first

Setelah itu sisanya kita kelola  menjadi beberapa pos misalnya untuk kebutuhan sehari-hari, untuk membayar cicilan, hutang sebaiknya tidak lebih dari 30% nya penghasilan kita.  Jangan lupa mempersipakan dana untuk kebutuhan yang tidak terduga.  Dana ini kalau tidak terpakai harus terus kita akumulasikan. Kalau sudah besar dan  tidak terpakai bisa kita gunakan untuk berinvestasi, 

Satu hal yang jangan sampai terlupakan adalah dana proteksi alias asuransi.  Asuransi yang harus ada utamanya sih asuransi kesehatan dan asuransi pendidikan.  Selebihnya kita bisa ikut asuransi lain bila masih ada dana yang berlebih.  Seperti sedia payung sebelum hujan, itulah gunanya asuransi, karena tidak ada yang tahu masa depan kita, jadinya kita harus selalu mempersiapkannya alias berjaga-jaga untuk kemungkinan yang terburuk yang bisa saja terjadi dalam kehidupan kita.


Kalau kita muslim pilihlah asuransi yang sesuai syariah, dan biar gak ribet kita harus tahu cara pembayaran asuransi cepat.  Kita bisa lho bayar asuransi di Alfamarat  jadinya dalam satu kegiatan kita bisa melakukan dua tugas. Membayar asuransi bisa kita lakukan sambil belanja bulanan, kan praktis tuh..Tahu sendiri kan pekerjaan ibu rumah tangga itu tak habis-habisnya, belum lagi kadang harus nyambi jadi supir atau tukang ojek hehe...

Begitulah, biar bisa banyak yang kita lakukan, rumah beres, anak terurus, bisa ikut organisasi, ngisi pengajian, dan lain-lain  tapi kita juga punya banyak waktu ber me time ria memang harus efektif efesien di dalam melakukan tugas kita.  Dan yang harus selalu diingat sedia payung sebelum hujan yaa.....  Semoga bermanfaat ya teman-teman.... :)



9 komentar :

  1. Ah ya, kadang semangat cari duit tapi nggak dapet2. Mungkin kita lupa berkah dan infaknya. Makasih udah diingetin mbak

    BalasHapus
  2. Setuju mba. Aku juga udh nyiapin asuransi jiwa utk anak2ku kalo sampe ada kenapa2 ama aku dan suami, mereka udh terjamin hidupnya . Penting itu krn aku jelas ga pgn anak2 jd telantar kalo kita g ada.. Banyk orang ga mau asuransi krn dipikir ga nguntungin.. Pdhl kalo dipikir2 , kita g prnh tau apa yg bakal terjadi ama kita kan yaa.. Gpp lah hrs bayar premi agak mahal, tp toh yg kita dpt nanti jg bakal besar.. Asal jgn putus tengah jalan aja :)

    BalasHapus
  3. Aku belum menikah dan berkeluarga nih mbak. Berarti, masalah asuransi dan segala macam kesibukan yang mbak ceritakan di atas harus aku sering-sering pelajari dan cari inspirasinya dari orang lain yah. Hehehe.
    Thanks ya mbak atas sharingnya

    BalasHapus
  4. terasa sih.. jafi ibu yang harus ngelola keuangan.. kadang besar pasak dari pada tiang itu karena di tuntut keadaan yg apa2 mahal..ya gak sih..

    BalasHapus
  5. Untuk urusan dunia masalah ekonomi memang mendasar Mba, karena ekonomi bisa menimbulkan masalah-masalah besar lainnya.

    BalasHapus
  6. Satu lagi mba asuransi yang penting, Asuransi jiwa. Khususnya bagi suami sebagai pencari nafkah.

    BalasHapus
  7. oo...jadi yang dimaksud dengan sedia hujan sebelum payung itu...merencanakan secara mendetail segala kegiatan harian kita ya mom?

    BalasHapus
  8. Wah baru tau kalau asuransi bisa dibayar di alfa jg TFS mbk :D

    BalasHapus
  9. SAmaa Mbaak. Kalau asuransi, saya memilih yang syariah.

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^