3 Mei 2017

Hardendang '84 Goes to KP : Luar Biasa

Persahabatan bagai kepompong 
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu 
Persahabatan bagai kepompong 
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
 
Persahabatan bagai kepompong

Maklumi teman hadapi perbedaan 
Persahabatan bagai kepompong 
Kepompong.. Kepompong 
Na na na na... Na na na na..

Lagu tentang persahabatan itu memang cocok bila diibaratkan dengan pertemanan diantara teman-teman kami alumni SD Assalaam.  Enam tahun bersama sewaktu kecil dulu, memang kenangan yang tidak mudah untuk dilupakan.  Terbantu dengan teknologi  internet, kami pun dipersatukan kembali melalui pertemanan di dalam grup WA.  

 


Selain di SD beberapa diantara kami memang  keep in touch sampai usia dewasa.  Sepertinya tak terpisahkan walau masing-masing sudah berkeluarga dan mempunyai kesibukan sendiri.  Hampir tiap minggu ada saja yang saling meet up di cafe atau di resto.  Aah..pertemanan yang indah dan luar biasa, jarang saya melihat pertemanan yang begitu awet, minimal sebulan sekali kami pun bertemu melalui arisan bulanan.

Mungkin persamaan hobi pun yang menyatukan kami semua, hobi piknik dan hobi bercanda hahaha... Di grup WA hampir tiap hari selalu ramai, ini grup paling rame yang saya ikuti.  Setelah seharian penat oleh aktivitas di kantor berkumpul dan bercanda di grup dengan teman-teman jadi hiburan tersendiri.  Asyik juga sesekali membaca joke-joke kreatif nan cerdas dari Agah yang sangat capetang hahaha....Saya yang awalnya kurang bisa nyambung di grup WA yang kebanyakan bercanda akhirnya jadi kebawa-bawa..hehe..


Duh prolog tulisannya kepanjangan yak..hihi..ceritanya saya mau cerita kisah piknik kami yang kedua.  Sebetulnya di luar grup teman-teman tuh tukang pergi-pergi juga.  Apalagi Bu Dok Irma, Bu Dok Ipoy sama Kang Haji Ari, Tries, Dony, Bu Ketu Hilda ah semua deh kecuali saya ..xixiixi.. Kerjaannya emang pergi - pergi an,  tidak hanya di dalam negeri tetapi juga ke luar negeri.  Tetapi tetep saja kumpul-kumpul bareng temen SD beda rasanya ya... hehe...Sayang jalan-jalan kami kali ini minus Bu Dok Irma yang baru pulang dari Australia dan harus segera ke Bangkok.  Kang Haji Ari pun nyaris ga bisa ikut, tapi untung perjalanan ke Jepun nya bisa diundur. 

Kali ini kami pergi ke tempat yang dekat saja, yang penting kumpul-kumpulnya.. Bulan April ini kami pergi ke Kawah Putih,  Seperti biasa kami kumpul di BRI Tower kantor nya Tris, sebagian lagi yang tempat tinggalnya dilewati bis dijemput di jalan dan di Micko Mall Kopo.  Karena kebetulan orang tua tinggal di Kopo, Subuh saya sudah diantar ke rumah ortu dan akhirnya saya ikut nunggu di Kopo bareng Yudi, Agah, Refa, Mijah dan Ambu,


Kami pergi menggunakan bis, berbeda dengan waktu Hardendang '84 Goes to Cirebon Januari lalu, yang penuh kehebohan saat di perjalanan.  Ke Kawah Putih ini gak terlalu heboh di jalannya ternyata.  Mungkin karena perjalanannya hanya sebentar saja, terlebih lagi karoke di bis macet gak bisa digunakan.  Alhasil kami jadi asik bercanda sesama teman duduk, sambil ngemil makanan yang hilir mudik dibagikan oleh Ipoy dan Nia. Saya duduk bareng dengan Refa teman sebangku waktu SD, sudah janjian soalnya, dijapri Refa biar duduk sebangku lagi.  Maklumlah jarang bertemu, jadi saat piknik seperti ini jadi tempat kami berdua asyik masyuk deh hehe...

Kehebohan terjadi memang di tempat wisata, apalagi kalau bukan foto-foto.  Kami semua memang tukang selfi sepertinya ...hahaha... Kecuali Lia pendatang baru, penyanyi Hard Rock Cafe di beberapa negara tetangga yang merasa keheranan melihat tingkah teman-teman yang suka selfi.  Bahkan ketika berlari menuju bis karena mulai hujan, lari-larinya sempat terhenti karena ada yang mau selfi...jadi gak peduli sama hujan deh akhirnya... xixixi...Mungkin karena di tempat kerjanya Lia sering jadi objek foto akhirnya dia agak merasa biasa aja deh dengan ritual selfi...


Mak Rempong pun ikut selfi... :D

Di Kawah Putih kami asyik berfoto-foto, Donya yang membawa drone mengabadikan kebersamaan kami dari berbagai sisi.  Mijah dimana-mana tetep jadi primadona karena hebohnya. Ceu Miran sang manager acara ini terlihat sibuk berdikusi dengan Nia sang bendahara, entah apa yang mereka diskusikan.. Sempet kehilangan Lia yang tertinggal di belakang, Boyke pun tak ikut turun menuju kawah, kabarnya sakitnya kambuh. 

Setelah mengunjungi Kawah Putih kami mengunjungi Pinisi Resto dan Gamping Lakeside Rancabali.  Tempat yang indah sekali, serasa bukan di Ciwidey kalau melihat danaunya... Tempatnya rekomended deh buat acara jelong-jelong bersama keluarga.  Di sini walau cuaca tidak terlalu panas, Neng Eti asyik berpayung ria.  Mungkin karena lagi perawatan wajah yang selalu terlihat semakin kinclong...walau sudah lewat di puncak usia cantik...hehehe... *yang nulis lagi usil xixiixi

Usai dari Pinisi Resto kami pun melanjutkan perjalanan ke tempat oleh-oleh.  Ah niat gak akan beli apa-apa jadi malah belanja belanji juga.  Acara dilanjut ke DRIAM nama restoran yang view nya amat eksotik.  Di sini kami makan ala  parasmanan, makanan yang disajikan nasi liwet, peda, ayam, lalab sambel plus peuteuy bakar ditambah bandrek khas Ciwidey sebagai minumannya.  Ya Allah..enak banget nasi sambal plus pedanya, sayang duduknya semeja dengan Agah sang NKRI Harga Mati, jadi ga berani nambah takut di buly kayak dulu lagi... hahaha... *becanda

Di tempat ini pula Bu Ketu menyumbang organ tunggal,  asyiklah mereka bernyanyi dan berjoget ria.  Mereka?  Hehe iya... asyik banget keliatannya, terlebih sekarang bukan hanya Mijah sang penyanyi, ada Lia yang suaranya aduhai.  Sesekali ia berduet dengan Acuy, Ari atau Agah. Bu Ketu Hilda menyumbangkan beberapa lagu, Mijah, Ceu Miran, dan teman yang lainnya asyik berjoget ria, sementara Ambu asyik dengan hapenya memotret semua momen yang ada.

Sementara Refa dan saya, asyik di sudut mendengarkan kiprah Kang Haji yang luar biasa.  Banyak pelajaran yang bisa diambil dari pengusaha dari hilir ke hulu yang sukses ini.  Selain pengusaha, ternyata Ari adalah motivator yang suka memberi motivasi kepada karyawan-karyawan yang dipromosikan untuk naik jabatan di berbagai perusahaan.


Banyak sekali filosofi hidup yang menarik, beruntung banget bisa ngobrol dengan Kang Haji yang memang memiliki mental pengusaha sukses dan sudah teruji ini.  Pembelajaran kehidupan yang dialaminya memang luar biasa.  Baginya tak ada kata gagal, yang ada adalah belum berhasil. Positive thingking, khusnudzon itu salah satu prinsip hidupnya.  Jadi pengen banyak ngobrol lagi sama Ari deh, biar banyak hikmah yang bisa kutulis dan bermanfaat untuk semua.  Mau nulis tentang Kang Haji Ari dan Teori Bathup nya..hahaha....

Jadi pengen usul agar sesekali acara arisan diisi motivasi dari Ari, meski di luar sudah dibayar per jamnya selangit, ke kita-kita bisa gratisan lah hehe..Walau tidak terlihat cukup alim, tingkat ketergantungan kepada Allah SWT dan keimanannya tinggi sekali.  Mungkin begitulah kalau sering bermain seperti roller coaster, bisa rugi miliaran tapi untung juga miliaran, membuatnya sangat bergantung pada do'a-doa yang dipanjatkan.  Satu hal lagi, baginya do'a ibu adalah segalanya, ketika ia terpuruk Ari berlari ke ibu, bersimpuh memohon maaf kemudian meminta ridla dan do'anya.

Perjalanan kali ini memang luar biasa, itu memang do'a dan harapan yang saya panjatkan sebelum pergi.  Ikut acara ini saya mengorbankan dua acara, satunya lagi bahkan acara penting yaitu haflah hapalan qur'an si bungsu. Hmmm emak nakal yak... jadi si bungsu hanya didampingi abinya saja yang tumben bisa datang karena dipaksa harus ngasih sambutan hihi.  Dan si emak bebas jalan-jalan...jadi  sangat berharap tidak hanya becanda saja, tapi ada pembelajaran hidup yang bisa saya ambil.  Dan Allah SWT yang Maha Baik mengabulkan itu...


Terima kasih buat teman-teman atas kebahagiaan kali ini, kalian semua memang luar biasa.  Terima kasih kepada para sponsor seperti Kang Haji Ari, Bu Dok Irma yang walau tidak ikut tetap saja ikut mensponsori acara ini, Ceu Miran, Bu Dok Ipoy, Bu Ketu Hilda, Acuy yang mendesain kaos kita kali ini, Desi, Nia.   Pak Dosen Arif yang mendadak dirawat, Tries yang gak jadi pergi karena ayahnya sakit.  Juga Dewi, Mijah, Kudin, Agah, Ambu, semuanya deh, mohon maaf yang tidak ke sebut  namanya,   Hadeuh kayak nulis ucapan terima kasih di skripsi rasanya... hahaha.... 
Semoga kemesraan ini tidak cepat berlalu.... :D  

Next kita kemana man teman...? Hihi....*teradictive

3 komentar :

  1. Luaarr biasaaa neng Ida trimakasih ceritanya seruu juga heheh... semoga persahabatan kita abadi selamanya...

    BalasHapus
  2. Seru ya kalo bisa hangout bareng temen - temen, apalagi yang satu angkatan :)

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^