**/ Cerita Ida : "Hei... Indonesia.." (From Kuala Lumpur to Kraby Bag: 3)

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

11 Des 2017

"Hei... Indonesia.." (From Kuala Lumpur to Kraby Bag: 3)

Menuruni tangga Tiger Temple, tak semudah dibayangkan, khususnya untuk saya yang sebenarnya  agak takut ketinggian..hahaha....  Kalau Milah dengan lancar turun ke bawah sampai saya tidak bisa melihat sosoknya lagi, saya agak tersendat-sendat, dan meminta Andri jangan terburu-buru karena takut ditinggal sendiri   Alhamdulillah walau tersendat-sendat, ada Andri yang mau pelan di belakang, sambil mengambil berbagai objek jepretan. Terkadang di tengah anak tangga ada monyet-monyet yang lagi piknik sekeluarga...Jadi menghalangi langkah kami...banyak-banyak doa aja jadinya, biar si mony mony itu ga marah saat saya berjalan di pinggirnya.

Saya awalnya takut-takut saat turun melihat ke bawah
Alhamdulillah akhirnya sampai di bawah juga, Mr Dams sudah tidak ada, dia mengirimi SMS ke Andri dalam bahasa Thailand, hahaha,,tentu saja gak paham apa maksudnya.  Nanya ke orang yang nawarin mobil malah bilang ini pasti tadi pagi ya...karena orangnya sudah tidak ada.  Wah padahal kami punya hutang 100 Bath ke Mr Dams.. Duh bagaimana ini... Sorry ya Mr Dams..

Akhirnya kami mendapatkan taksi, karena terburu kami membuat perjanjian agar si bapak mau nunggu kami siap-siap dan check out dari hotel selama tiga puluh menit an dan setelah itu mengantar kami ke Ao Nang.  Setelah saling tawar akhirnya tetap pada penawaran dia, 800 Bath, tidak boleh kurang.  Kami diminta nunggu sebentar dan si Bapak pun pergi,

Ternyata sang supir taksi itu seorang muslim, dia menyapa kami dengan salam saat kami memasuki taksi.  O ya..bapak yang nawarin tadi berbeda dengan supir taksi, rupanya dia hanya perantara saja.  Alhamdulillah si abang taksi ini bahasa inggrisnya lumayan, jadi kami bisa banyak berkomunikasi dengannya.  Nanya berbagai hal tentang Krabi dan Ao Nang, kota tujuan kami nanti.  Ternyata dia cukup ramah dan sabar menjawab berbagai pertanyaan para emaks yang lumayan kepo ini.  Menurutnya, di Ao Nang penduduk muslimnya 50% sementara di Krabi hanya 30% saja, pantas saja agak terlihat bedanya.

Setibanya di hotel kami pun segera mandi dan bebenah, mandinya bergiliran tentu saja..hahaha.. Di kulkas masih ada semangka sisa tadi malam, sambil istirahat kami pun menyantapnya.  Hampir sejam kami baru beres, si abang taksi keliatan agak kesal.heu..maaf...maaf... maklum emak-emak harus bedakan.. hihi...Dia mengantar kami menuju hotel kami selanjutnya..Nama hotelnya  Ao Nang Miti Resort, hanya untuk menyimpan tas kami saja, karena belum waktunya untuk check in selanjutnya perjalanan menuju pantai di Ao Nang pun dilanjutkan.

Oya saat membayar taksi,  kami membayar dengan uang 1000 Bath, tidak ada kembali si abang taksi berjanji menjemput kami lusa untuk ke bandara bada shubuh dengan bayaran 600 Bath.  Jadi tinggal 400 Bath lagi... Kita lihat..jujurkah. Abang taksi ini...? Habis bingung juga mau nuker kemana, dan Si Abang taksi seperti tidak memberi pilihan lain, karena tidak memberi kesempatan bagi kami untuk berkata-kata.

Sebagian makanan yang kami pesan di sebuah rumah makan di Ao Nang

Tiba di Ao Nang Beach,  suasana kota turis tampak terasa sekali, di sana sini dipenuhi turis asing yang berpakaian super mini.  Karena masih lama waktunya untuk menuju acara selanjutnya kami memutuskan untuk makan siang dulu.  Akhirnya kami memilih sebuah rumah makan, di sini hampir semua rumah makan berlabel halal.  Jadi sangat banyak pilihan, dan beberapa kali ada yang menyapa salam, ah senangnya.. hehe.... Di tengah suasana yang aduhai itu masih terdengar sapaan salam di sana sini..

Luar biasa melihat selera makan Milah.., Sory Sis..hehe...Ikut senang aja daku mah... setelah menyantap beberapa pesanan termasuk jus mangga yang manis walau tanpa gula, Milah masih saja kelaparan dan memesan makanan lain lagi.  Kali ini dia memesan piza, dan ternyata ukuran jumbo deuh yang lagi ber lifestyle keto, batal deh di sini.  Saya memesan mie goreng plus jus mangga. Total jendral tagihan makan di sini lumayan besar yaitu sebesar 1050 Bath, karena kita juga memesan sea food yang lumayan mahal. Oh My God, hampir 500 ribu rupiah untuk sekali makan siang.....alamak...

Ternyata tujuan kami selanjutnya adalah menuju sebuah perahu bermotor.  Setelah bertemu dengan koordinator tur yang kami pesan waktu di Indonesia, kami pun diajak menuju perahu.  Gak siap dengan kondisi yang ada, saya masih bergamis ria, akhirnya kebasahan karena harus berjalan di pesisir pantai menuju perahu,  Ternyata lumayan banyak juga yang ikut tur ini, hampir semuanya bule-bule yang sudah memakai pakaian minim dari awal.  Ah....pemandangan yang membuat saya gimana gitu.., banyak ketemu bintang film di sini.  Iyaa semuanya kayak pemain film cakep-cakep dan cantik-cantik..hehehe...


Di tengah perjalanan kami berganti kendaraan, sudah tersedia kapal layar.  Rombongan dua perahu bermotor pun menaiki kapal layar yang lumayan besar.  Di sini saya ganti pakaian biar lebih mirip mau berenang hahaha.  Sepertinya mereka para bule mentertawan kami karena pakaian kami yang katanya mau berenang dan snorkling tapi tertutup rapat.  Kami pun sebenarnya merasa geli dengan pakaian mereka hehe...

Di kapal layar ini suasana semakin 'panas' saja ... Harus bawa pasangan deh kalau ikut tur ini.  Kamu para lelaki, harus bawa istri ya, jangan kayak bule itu yang nemu pasangan di perjalanan.. ups....  Kami akan menuju pulau-pulau cantik dengan nama yang aneh ... Koh Poda, Koh Gai, Koh Si, Ko Yawasam dan Ta Ming untuk berenang, snorkling, naik kayak, melihat sunset di andaman, pengalaman berenang di malam hari dengan pemandangan bio luminescence yang menawan di Pantai Pranang


Berciuman, berpelukan, pemandangan yang sudah tidak bisa kami alihkan lagi, karena sejauh mata memandang itu yang terlihat.  Tapi  pemandangan alam yang luar biasa indah, akhirnya dapat mengalihkan kami dari hal-hal yang sedemikian itu..hahaha.... Setelah kapal berjalan cukup jauh akhirnya berhenti juga, tibalah waktunya untuk snorkling.

Peralatan untuk snorkling sudah dipersiapkan tur, dan nyemplunglah hampir semua penumpang kapal layar itu.  Kecuali pasangan entah dari Bangladesh atau India,  sepertinya mereka lebih memilih berdiam di atas kapal saja.  Sempat kaget dan shock karena snorklingnya harus  berenang dulu dari lautan ke tepian.  Jadi kita harus berenang di lautan terlebih dahulu...hadeuh,,, kukira bisa langsung di tepian pantai, jadi gak terlalu dalam.

Al hasil saya diteriakin oleh pemimpin tur " Hey Indonesia....Don't be panic.." Si bule itu memanggil kami dengan panggilan Indonesia.  Waktu di perjalanan tadi kami memang sempat berkenalan dan karena banyak yang harus dia hapal jadinya si bule tampan bernama Michael itu hanya menghapal asal negara saja... Beberapa kali kami di sapa "Hi..Indonesia.." membuat Milah iseng berteriak Merdekaaa... hahaha...


Alhamdulillah akhirnya saya dan Milah bisa enjoy menikmati snorkling, karena kalau Andri dia mah enggak enjoy tapi lebih enjoy sekali..hehehe,  Saat saya melihat ke dasar  untuk melihat keindahan bawah laut, saya melihat Andri dengan lincahnya berenang sampai ke dasar...sambil membawa kamera.  Hmmm.. benar-benar menikmati.  Sayangnya keindahan karang dan ikan di sini, tidak seindah keindahan karang dan ikan-ikan di Indonesia.  Yang tampak indah sepertinya ikan keluarga nemo saja yang terlihat berwarna mencolok...

Setelah puas bersnorkling ria, kapal layar melaju lagi, hari mulai senja, kayak serta papan untuk mendayung dan berdiri di atasnya di turunkan.  Para bule pun mulai unjuk kabisa, ada yang meloncat dari atas atap kapal, ada yang berdiri di atas papan tanpa terjatuh.  Saya dan Andri memilih naik kayak, Andri mendayung saya memegang kamera untuk merekam suasana sore yang indah itu, sementara Milah memotret kami dari kejauhan.

O iya tadi siang kami disuguhi makan siang, dan akhirnya bertemu nasi juga hehe... selain makan siang kami pun mendapat sajian buah-buahan nenas dan semangka..hmmm nenasnya luar biasa enak deh, kalau semangka sudah mencoba kemarin jadi ga terlalu kaget dengan rasanya yang agak beda dengan semangka di Indonesia.  Pertanian dan perkebunan Thailand ternyata selangkah lebih maju dibandingkan dengan negara kita.

Malam hari seharusnya kami menuju Pranang Beach tapi hujan cukup besar, akhirnya Michael dan Caroline sepasang bule cantik dan tampan pengelola tur ini melakukan voting, bertanya siapa yang mau lanjut berenang atau pulang ke tepian pantai.   Karena cuaca tidak bersahabat pula akhirnya kami gagal memandangi keindahan sunset di Andaman.

Hasil  voting semua memutuskan untuk pulang karena cuaca yang tidak mendukung.  Kalau saya meski gak hujan juga pengen cepet pulang aja, mengingat dari siang tadi memakai baju basah terus menerus.   Kagum aja sama bule dari tadi telanjang terus... ga takut masuk angin gitu ya... hehehe...

Akhirnya walau sempat ada masalah hingga tidak bisa menepi di Ao Nang karena cuaca yang buruk, kami sampai ke tepian.  Dari sana kami naik mobil dan diantar sampai Ao Nang, tapi di drop di suatu tempat, enggak ke hotel masing-masing.  Akhirnya kami pun memutuskan untuk menaiki Tuktuk sampai ke hotel.


Tiba di hotel kami disapa oleh resepsionis, mungkin karena rentang waktu dari titip tas sampai datang kembali cukup lama.  Kemana aja, begitu kira-kira pertanyaannya sambil tertawa melihat kami yang jalaribrug tak berbentuk ..hahaha...

Tiba di kamar hotel kami langsung mandi air hangat dan bebenah, sholat dan istirahat.  Kirim-kirim kabar dan foto ke keluarga di rumah dan ke grup, mumpung ada wifi. Kamar hotelnya lumayan nyaman ternyata, kami mengambil kamar dengan best view, jadi pemandangan di balkon hotel cukup indah, tapi karena hari sudah malam, keindahan itu belum nampak.

Hmmm..hari yang melelahkan namun sangat menyenangkan... harus menyiapkan tenaga lagi, setelah menaiki tangga Tiger Temple, dilanjut perjalanan dari pulau ke pulau... Daaaan.....besok mau kemana kita ya...? :D  :D  :D 



15 komentar :

  1. Balasan
    1. Sebetulnya Thailand murah si teh..Cuman itu mah makannya banyak aja...tapi seafood emang agak mahal juga kan dimana-mana..:)

      Hapus
  2. Seru sekali pengalaman liburannya

    BalasHapus
  3. Seruuuu banget, jadi pengen liburan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuu teh, jadi pengen lagi saya juga heuheu..

      Hapus
  4. Seru bgt teh... Saya mah ga bisa renang, jd kayanya ga berani snorkeling...

    BalasHapus
  5. Keren banget deh teh Ida inih.... hayuk jalan bareng teh ^^

    BalasHapus
  6. Halo Teh, salam kenal. saya beneran super fokus sama makanannya, wkwkwkwk *mukapiring, sedep banget apalagi pas cuaca dingin kayak gini heheheh

    BalasHapus
  7. Liat tangga temple, aku udh yakin mama mertua ga bakal bisa naik ini. Lututnya yg osteo bisa kambuh ini :D.

    Mba, jd gimana itu supir taxinya? Beneran balik ga antar k bandara?

    BalasHapus
  8. Oh senangnya bisa snorkeling, duh gak sabar cerita kelanjutan supir taksi dan liburan Krabi nya heheh

    BalasHapus
  9. Lucu pengalamannya,Teh �� yang saya ingat ttg Thailand, Pantai Pattaya yg dipenuhi tubuh2 tanpa busana, namanya jadi Pantai daging.hehehe...

    BalasHapus
  10. capek capek bahagia liburannya :)

    BalasHapus
  11. Seru yah liburan rame-rame :D
    Kepitingnya menggoda banget hehehe.

    Cheers,
    Dee - heydeerahma.com

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^