**/ Cerita Ida : Kiat Memaksimalkan Masa Keemasan Anak

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

14 Des 2017

Kiat Memaksimalkan Masa Keemasan Anak


KiatMemaksimalkan Masa Keemasan Anak  Anak adalah anugrah yang teramat berharga dalam sebuah kehidupan berumah tangga, tetapi sekaligus juga merupakan amanah yang harus kita pertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT kelak.   Oleh karena itu kita harus menjaga dan mendidiknya agar ia tetap berada dalam fitrah kesuciannya.  Yang harus orang tua pahami, ketika kita sedang mendidik anak-anak berarti juga kita sedang membangun sebuah peradaban.  Karena mereka semua, adalah penentu masa depan peradaban kita semua.

Semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, sayangnya masih banyak orang tua yang salah kaprah dalam pola asuh serta salah dalam cara mendidik mereka.  Bukan hal yang mengherankan sebenarnya karena kita para orang tua umumnya tidak dibekali pembekalan yang cukup untuk mendidik mereka.  Hingga banyak diantara orang tua dalam mendidik anak-anak dengan cara trial and error atau meraba-raba.

Sangat disayangkan sebenarnya karena ada saat-saat dimana masa itu merupakan masa keemasan bagi perkembangan seorang anak.  Kalau kita tidak memiliki pengetahuan yang cukup masa itu bisa saja terlewati begitu saja karena ketidaktahuan kita sebagai orang tua.  Kapankah masa itu?  Ya saat empat sampai lima tahun pertama dalam kehidupannya.  Masa ini biasa kita sebut sebagia masa Golden Age atau masa-masa keemasan seorang anak atau biasa disebut juga “Masa-masa penting yang tidak dapat diulang”

Disebut masa keemasan karena pada saat usia 0-5 tahun inilah masa dimana anak berkembang secara optimal.  Pada masa ini anak menunjukkan perkembangan terbaiknya baik fisik maupun otak.  50% kecerdasannya terbentuk pada saat golden age ini.  Sisanya perkembangan otaknya terbentuk bertahap hingga ia usia dewasa.  Makanya sangat disayangkan kalau masa ini terlewati begitu saja tanpa ada stimulasi yang cukup dari kita orang tuanya. Padahal masa ini adalah masa  yang tepat untuk mengotimalkan kecerdasan anak baik itu intelektual, emosional maupun spiritualnya.

Berikut ini beberapa tips agar momen Golden Age dapat kita maksimalkan perkembangannya:

Saat Masih dalam Kandungan

Masa-masa golden age berawal dari saat anak terbentuk dalam kandungan.  Perkembangan semasa masih janin ini sangat penting untuk diperhatikan.  Saat hamil  seorang ibu hamil harus berusaha makan yang mencukupi untuk kebutuhan dirinya dan sang janin.  Makanan yang dikonsumsi ibu hamil harus makanan sehat yang banyak mengandung  protein dan mineral.  Hindari asap rokok, istirahatlah yang cukup, olah raga teratur, jauhi  stress dan berupaya untuk selalu merasa gembira. Hal ini nanti akan berpengaruh pada perkembangan emosi anak kelak. 

Ajaklah janin berkomunikasi baik itu secara verbal maupun dengan sentuhan atau usapan di perut sang ibu.  Sering-seringlah memperdengarkan murotal al qur’an agar ia merasa tenang dan nyaman.  Selain itu juga dengan sering memperdengarkan al qur’an akan membuat janin terbiasa mendengarkan sehingga kelak akan lebih mudah baginya untuk menghapalnya.

Saat Setelah Lahir ke Dunia

Ketika seorang bayi lahir di muka bumi ini, saat inilah merupakan saat yang tepat untuk mulai menstimulasinya.  Berilah dia gizi yang cukup dengan memberikan makanan yang terbaik untuknya yaitu Air Susu Ibu yang harus diberikan sampai anak usia dua tahun.  Hal ini juga tercantum di dalam al qur’an yaitu QS Al Baqarah ayat 233
"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan," (QS al-Baqarah [2]: 233).

ASI adalah makanan terbaik untuk bayi, tidak ada makanan lain yang dapat menggantikan keistimewaan ASI hatta itu susu sapi kalengan yang diklaim produsennya sebagai produk terbaik sekalipun.  Selain terjaga kebersihannya dan selalu segar, ASI mengandung gizi paling sempurna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak.  Dengan ASI pertumbuhan sel otak tumbuh optimal karena kandungan protein khusus yaitu Taurin selain juga mengandung laktosa dan asam lemak ikatan panjang yang jauh lebih banyak dari susu sapi.   Pemberian ASI juga mempererat ikatan batin antara ibu dan bayi.

Stimulasi Penting Lainnya :

Berilah anak rangsangan spiritual sejak dini.  Anak adalah peniru ulung oleh karena itu beri tauladan yang baik padanya.  Biasakan memperdengarkan al qur’an sejak dini,  memperlihatkan aktivitas ritual kita padanya seperti sholat tepat waktu, mengaji, berdo’a dan berdzikir.  Selalu memberikan contoh-contoh kebaikan padanya.

Mengasah kecerdasan emosi dan sosialnya dengan cara pemberian kasih sayang, perhatian dan rasa aman dan nyaman padanya.

Memberikan anak kebebasan untuk bereksplorasi dan berekspresi sejauh itu aman baginya hal ini membantu merangsang otak anak untuk berpikir kritis mengolah pengalaman barunya.
Memberikan mainan edukatif yang bermanfaat untuk menstimulasi semua inderanya, tentu saja mainan yang kita berikan harus aman dan disesuaikan dengan usianya.

Tidak memberikan target dan membanding-bandingkan dengan anak lain seusianya.  Banyak orang tua yang senang membanding-bandingkan anaknya dengan anak yang lain.  Padahal setiap anak itu unik memilki keistimewaan sendiri-sendiri tidak bisa dibanding-bandingkan dengan anak yang lainnya.

Semoga Tulisan Kiat Memaksimalkan Masa Keemasan Anak ini bermanfaat :)
Wallohu’alam



Repost dari tulisan saya di buletin RKI edisi Maret 2017



10 komentar :

  1. Kadang orangtua ga membanding bandingkan anak mba. Tapi keluarga lain yang lakukan dan itu kadang bikin anak tak nyaman :(

    BalasHapus
  2. Banyak banget stimulasi penting yang menunjang memaksimalkan masa keemasan anak

    BalasHapus
  3. Kadang saat sadar atau nggak, masih bandingin anak. Masih jadi PR aku nih mba

    BalasHapus
  4. Saya suka degdegan dalam masa keemasan ini teh,khawatir banyak yang terlewat bahkan saya salah dalam mendidik dan menstimulasi mereka

    BalasHapus
  5. Nabil udah 5 tahun & ngekopi semua kelakuan bapa ibunya, sampe ke kalimat2 yg kami ucapin. Heuheu...belakangan setelah dia sekolah, temen2 & gurunya ikut ngaruhin cara ngomong. Ini nih yg bikin deg2an, di rumah udah dibagus2, di sekolah agak melenceng dikit. Kemaren aja dia nyanyi despacito uhuhuhuhu

    BalasHapus
  6. Wah nice info 😍 biar kalau punya anak nanti jadi paham harus kayak gimana

    BalasHapus
  7. Suka banget ama closing statement nya, kita engga bandingin eh kerabat yang recokin hihi, tfs ya Teh

    BalasHapus
  8. Nah, biasanya dalam keluarga suami yang suka banding2kan anak2, apalagi seumuran sama Olive semuanya. Aku termasuk yang diam, yg penting tetep buat anak sendiri berkualitas aja, berprestasi dalam diam hehe..

    BalasHapus
  9. Saya dulu paling takut terjadi sesuatu pada anak, karena pasti bakal saya yg disalahin
    Padahal anak kan hasil berdua, jadi harus tanggung jawab barengan juga ya, hehehe
    Terimakasih sharingnya teh Ida

    BalasHapus
  10. Makasih teh, jd diingetin lg :)

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^