blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

13 Mar 2018

Diare Pada Anak, Bagaimana Mengatasinya?

http://www.idatahmidah.com/

Meskipun tampak ringan diare pada anak harus kita waspadai karena jika tidak segera diatasi akan sangat berbahaya.  Diare bisa berdampak buruk pada kesehatan anak bahkan lebih parahnya lagi bisa mengakibatkan kematian.  Diare adalah masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak-anak, oleh karena itu kita sebagai orang tua dituntut untuk mengetahui segala sesuatu tentang diare, baik itu ciri, penyebab dan cara mengatasinya.


Diare pada Anak, Bagaimana Mengatasinya?

 

Pola Buang Air Besar pada Anak


Bagaimana sih sebenarnya pola buang air besar yang normal pada anak? Mungkin pertanyaan itu dulu yang harus bisa dijawab.  Dengan mengetahui hal ini kita jadi bisa mengetahui apakah anak sedang mengalami diare atau tidak.

Pada umumnya atau normalnya anak buang air besar paling banyak tiga kali sehari dan paling sedikit sekali dalam tiga hari.  Bentuk feses tergantung pada kandungan air di dalam feses, pada kondisi normal bentuk feses seperti pisang,  Ada juga feses yang keras ini terjadi karena kandungan air di dalam feses yang sedikit biasanya ini pada anak yang sembelit,

Bentuk lain ada yang lembek seperti bubur ini adalah feses dengan kadar air cukup tinggi,  Terakhir feses berbentuk cair dengan kadar air paling tinggi, ini terjadi pada anak yang mengalami diare yang sudah akut.  Untuk anak yang baru lahir, di awal-awal kelahirannya yaitu 0-2 bulan buang air besarnya masih seing karena masih dalam periode ASI ekslusif

Kapan Anak Terindikasi Diare?

 

Anak dikatakan diare bila buang air besarnya  lebih sering dan lebih encer dari biasanya.  Terkadang selain cairan fases anak yang menderita diare dapat mengandung lendir dan darah, hal ini tergantung pada apa yang menyebabkan diare itu terjadi.  Gejala lainnya adalah demam serta muntah, untuk kasus-kasus tertentu demam dan muntah mendahului mencret.

Gejala Penyakit Diare


Ketika anak sering muntah dan mencret ia akan merasa kehausan karena dehidrasi ringan.  Bila tiba cepat-cepat ditolong maka akan timbul gejala-gejala dehidrasi bertambah berat yaitu:

  • Sakit Perut datang dan pergi
  • Feses encer
  • Keluar keringat dingin
  • Anak tiba-tiba demam
  • Muntah mual berlebihan
  • Mata terlihat cekung, pada bayi ubun-ubun akan terlihat cekung, lidah dan bibir pun kering, ketika menangis tidak terlihat air mata
  • Anak menjadi cengeng, gelisah, pada dehidrasi berat sampai tidak sadarkan diri
  • Bila kulit perut dicubit tetap mengkerut
  • Tangan dan kaki terasa dingin, nadi menjadi lemah sehingga tidak teraba
  • Pada kondisi dehidrasi berat nafas pun mulai sesak karena tubuh kekurangan basa
  • Bisa terjadi kejang bila anak kekurangan elektrolit

Pemicu Diare pada Anak


Diare terjadi pada anak umumnya karena adanya infesi pada usus.  Infeksi ini terjadi karena anak mengosumsi makan atau minuman yang terkontaminasi bakteri dan virus.  Mikroorganisme yang masuk melalu makanan dapat menyebabkan infeksi pada usus adalah parasit, roravirus, norovirus dan bakteri lainnya.  Pemicu diare pada anak lainnya adalah:

  • Makanan dan minuman yang kurang bersih
  • Stres pada anak yang terganggu gangguan psikisnya
  • Pemberian obat berlebihan
  • Lingkungan yang tidak sehat
  • Kelainan pada sistem pencernaan


Mengatasi / Menangani Gangguan Diare


Mengganti cairan yang hilang, (Rehidrasi) ini bisa dilakukan melalui oral atau mulut (diminum) maupun melalui infus (pada dehidrasi berat)
Hindari perut kosong pada anak, pastikan posrsi makanan yang akan diberikan memenuhi kebutuhan tubuhnya.  Pada bayi berikan ASI lebih sering lagi, serta perhatikan kebersihan makanannya.
Memberikan obadi diare seminimal mngkin.  Biasanya anak akan sembuh tanpa ada pemberian obat diare atau anti diare.  Pemberian antibiotik pada anak justru terkadang bisa mengakibatkan kasus ini menjadi kronis


Apa yang Dapat Dilakukan Orang Tua di Rumah?


Diare pada anak memang sering terjadi, tetapi lebih bagus bila orang tua melakukan antisipasi masalah ini dengan memberikan pertolongan pertama di rumah.  Perhatikan apa yang anak keluhkan, perhatikan pula apakah benar gejala diare dengan melihat ciri-cirinya.

Ketika yakin anak kita mengalami diare maka sebelum mengalami dehidrasi segeralah berikan air minum minimal 8-10 kali sehari.  Ini dapat mencegah dehidrasi menjadi lebih parah, karena anak akan sering mengeluarkan cairan bersamaan dengan fesesnya

Berikan oralit, karena memang ini dipercaya dapat mengatasi diare, pastikan dosis yang diberikan sesuai dengan usia anak kita.  Jika diare tidak juga sembuh, berikan obat diare untuk anak yang tidak hanya menghentikan diare tetapi juga yang dapat menyerap racun pada tubuh anak.


Semoga tulisan Diare pada Anak, Bagaimana Mengatasinya?  Ini bermanfaat untuk teman-teman yang memerlukannya... :)

13 komentar :

  1. Nggak nyangka ya diare bisa bikin pingsan. Biasanya yg aku tahu, paling parah itu dehidrasi dan lemas di tubuh.

    BalasHapus
  2. Wah terimakasih ya sudah diingatkan. Ilmu yg sangat bermanfast☺

    BalasHapus
  3. jadi ingat temanku yang anaknya kena diare dan akhirnya meninggal. dari sini aku sadar kalau ternyata diare nggak bisa dianggap remeh

    BalasHapus
  4. makasih mbak info nya, aku bookmark ya

    BalasHapus
  5. Suka kasian ya kalo anak anak diare teh, hiks..
    Aku dari minggu juga kena diare niy, makanya kemaren sempet leuleus. Haduh bulak baliknya itu loh, ampoon nikmatnya..
    Untung pas kemaren acara HokBen diarenya bjsa diajak kompromi hahahaaa

    BalasHapus
  6. Oralit ya, legend tapi emang berguna banget yah

    BalasHapus
  7. Sedih kalau lihat anak sakit. Apalagi yang diare bolak-balik ke toilet terus badan anak jadi lemes.

    BalasHapus
  8. Diare memang nggak bisa dianggap enteng ya, Teh. Berat badan anak pun langsung menurun. Syedih.

    BalasHapus
  9. Jangan anggep remeh diare ya teh, berbahaya juga, walopun aku kadang seneng kalo diare badanku jadi kurus #lho 😂

    BalasHapus
  10. Diare bikin lemes dan dehidrasi ya. Kita aja yang gede lemes, apalagi anak-anak

    BalasHapus
  11. Ibu ya diare aja bikin gak enak, apalagi anak ya teh, makasih tips nya

    BalasHapus
  12. makasih teh info nyaaa, jadi bisa cepet2 diobatin nih kalo udh tau gejala2 diare kayak gini..

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^