blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

3 Apr 2018

10 Cara Menjadi Orang Tua yang Baik



10 Cara Menjadi Orang Tua yang Baik Sebetulnya ini tulisan saya di sebuah buletin ketika sedang menulis seri parenting. Namun tidak ada salahnya kalau kemudian saya share di blog ini agar kebermanfaatannya semakin luas terutama bagi yang membutuhkan. Judul aslinya sih menjadi orang tua berkualitas :)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan RasulNya, dan juga janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu padahal kamu mengetahui. Dan Ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan, dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. [Al Anfal:27, 28].

Hai manusia, bertawaqalah kepada Rabb-mu, dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaithan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah. [Luqman:33].

10  Cara Menjadi Orang Tua yang Baik


Dua ayat di atas menunjukkan kepada kita tentang kedudukan anak bagi para orang tuanya.  Anak-anak merupakan amanah tetapi bisa juga menjadi cobaan atau menjadi fitnah bagi para orang tuanya.  Oleh sebab itu setiap orang tua wajib mengetahui hal-hal yang Allah SWT wajibkan kepada mereka berkaitan dengan anak-anak hingga mampu menjaga amanah yang sangat berharga ini.

Setiap amanah yang telah Allah SWT berikan kepada makhlukNya pastilah ada pertanggungjawabannya.  Kelak di akhirat kita akan ditanya salah satunya mengenai tanggung jawab kita kepada anak-anak.  Untuk itu seyogyanya kita menjaga amanah itu dengan sebaik-baiknya.  Menjaganya agar selalu tetap berada dalam fitrah kesuciannya.  

Salah satu bentuknya adalah menjadi orang tua yang berkualitas hingga bisa memberi yang terbaik untuk tumbuh kembang dan pola asuh terhadap anak-anaknya.  Berikut beberapa kiat atau tips agar kita bisa menjadi orang tua yang berkualitas untuk anak-anak kita.

Berikut Ini Beberapa 10 Cara Menjadi Orang Tua yang  Baik

Jadilah Orang Tua Pembelajar


Bukan anak saja yang harus belajar, ternyata untuk menjadikan diri kita sebagai orang tua yang berkualitas, kita dituntut untuk terus belajar dan belajar.  Karena menjadi orang tua tidak ada sekolahnya, maka kebanyakan dari kita learning by doing di dalam menjalankan perannya.  Ini tidaklah buruk, asalkan kita tidak merasa cukup dan merasa sudah banyak tahu segala sesuatu tentang perkembangan anak.  Menjadi orang tua pembelajar akan memproses kita menjadi orang tua yang berkualitas.

Mengajarkan dan Mengaplikasikan Ajaran Agama Sejak Dini


Tidak hanya sebatas memberi pengetahuan tentang agama sejak kecil, tetapi anak pun harus diajarkan bagaimana mengaplikasikan ajaran agamanya dalam kehidupan sehari-hari mereka.  Ini cukup penting, karena bila sudah biasa diterapkan ini akan menjadi pola dan suatu saat nanti bisa menjadi sebuah pembiasaan yang bermanfaat bagi kehidupan mereka kelak.  Sentuhlah emosinya jadi belajar agama bukan sekedar doktrinasi tapi dimunculkan dan dilibatkan emosi anak hingga ia bisa melakukan apa yang diperintahkan agama dengan suka rela.

Ekspresif dalam Mengungkapkan Kasih Sayang


Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kasih saying merupakan keterampilan hidup yang penting untuk membantu seseorang agar tetap ulet menghadapi tantangan.  Dengan mengungkapkan kasih sayang secara ekspresif membuat orang tua menjadi teladan bagi anak-anaknya.

Memiliki Waktu yang Cukup untuk Anak-Anaknya


Banyak orang tua yang meyakini bahwa yang penting adalah kualitas bukan kuantitas.  Dalam kenyataannya ternyata untuk membangun komunikasi yang berkualitas dengan anak diperlukan juga waktu yang cukup sehingga anak-anak merasa disayangi dan diperhatikan oleh orang tuanya.

Memiliki Ritual Bersama


Upayakan agar orang tua memiliki ritual bersama dengan anak-anak.  Kebersamaan yang menyenangkan akan membangun komunikasi yang baik diantara keduanya.  Kebersamaan ini bisa berupa kumpul bersama dalam ruang keluarga, berbincang dan bercanda bersama.  Tetapi terkadang tidak saja harus mengerjakan suatu aktivitas bersama-sama,  bisa saja hanya berkumpul bersama dalam satu ruangan misalnya, sementara yang kita kerjakan bisa berbeda-beda.   Momen ini akan menjadi momen yang indah yang selalu mereka kenang hingga mereka dewasa nanti.

Memahami Anak


Orang tua sebaiknya berusaha untuk memahami atau mengerti dunia anak.  Memandang posisi mereka, mendengarkan pendapat dan cerita anak-anak.  Selain itu juga orang tua sebaiknya mengetahui kesukaannya, kesulitannya, kelebihan dan kekurangannya.  Dengan memahami mereka kita bisa lebih berempati kepada anak-anak kita.

Menghargai Anak


Hargai keberadaan anak-anak, jangan menyepelekan dan hanya menganggapnya sebagai anak kecil. Kalau kita sedang berbicara dengan anak, posisikan dirinya sebagai sosok yang dihargai.  Dalam beberapa hal tertentu, pastilah ada yang lebih mereka ketahui daripada kita oleh karena itu kita harus belajar untuk menghargai keberadaan dan pendapatnya.

Memberikan Tauladan yang Baik


Orang tua tidak hanya memberikan doktrinasi kepada anak, ia juga harus konsekuen terhadap aturan yang telah disepakati bersama.  Anak adalah peniru ulung, untuk itu kita harus menjadi tauladan bagi anak-anak kita, hingga mereka bisa meniru hal-hal yang baik yang kita contohkan.

Memberi Motivasi bukan Doktrinasi


Agar anak memiliki semangat yang tinggi dalam hal kebaikan, berilah mereka motivasi dengan memperkenalkan tentang pahala atau reward yang akan mereka dapatkan bila berbuat hal yang baik.  Perkenalkan pula tentang dosa dan balasan yang akan mereka terima bila mereka melakukan hal yang buruk

Mencontoh dari Pengalaman


Ada banyak contoh orang yang sukses dalam mendidik anak-anaknya.  Baik itu pengalaman para rasul, sahabat, tabiin ataupun yang lainnya.  Jadikanlah keberhasilan atau pun kesalahan yang mereka lakukan sebuah pembelajaran yang berharga yang sedikit banyaknya dijadikan acuan oleh kita dalam mendidik dan membesarkan mereka.

Itulah beberapa tips atau 10 Cara Menjadi Orang Tua yang Baik, semoga bisa mejadi pembelajaran yang bisa kita aplikasikan dalam mendidik anak-anak kita. Semoga Bermanfaat.

Wallohu’alam.

12 komentar :

  1. SuSubhanall makasih ilmunya ya Teh, sabgat bermanfaat bagi new mom seperti 😍 saya

    BalasHapus
  2. makasih ya sharingnya teh, ini bekel aku nanti :)

    BalasHapus
  3. Degdegaan rasanya mau jadi orang tua nanti,banyak hal yang harus diperhatikan juga ternyata. Dan harus terus belajar tentunya ya

    BalasHapus
  4. Semoga aku bisa menjadi orang tua yang baik buat anakku...
    Masih belajar dan belajar terus teeh
    Aamiin.

    BalasHapus
  5. Doanya sama kayak teh Nchie, semoga bisa menjadi ortu yang baik buat anak-anakku. Walaupun memang nggak ada yang sempurna tapi aku mau minimal mereka nantinya bersyukur punya ortu kayak aku hehe

    BalasHapus
  6. Keren ... wawasan jadi bertambah

    BalasHapus
  7. Jadi orang tua memang kudu belajar terus menerus ya sehingga bisa jadi orang tua yang baik bagi anak

    BalasHapus
  8. Semoga saya bisa menerapkan ke sepuluh cara itu dan berhasil menjadi orang tua yang baik

    BalasHapus
  9. 10 cara iu semoga bisa kita terapkan dengan baik ya, mba. Soalnya menjadi orangtua itu memang tak mudah mba :)

    BalasHapus
  10. Yang namanya belajar ga ada selesainya ya, Teh. Termasuk jadi orangtua juga

    BalasHapus
  11. Jujurnya hubunganku dgn ortu waktu anak2 dulu ga begitu baik. Kita dididik secara militer. Yg bikin, aku dan adek2nya bukannya deket ama ortu, malah takut. Jadi pas mulai smu, kita malah happy banget bisa sekolah di kota lain, jauh dari rumah. Pas kuliah aja, aku bisa dibilang ga pernah pulang.

    Itu sih yg mau aku perbaiki dengan anak2ku skr mba. Ga pgn aja kyk ortuku dulu. Kalo dulu semua keinginan kita hrs dpt persetujuan dr papa, utk anak2ku aku bebasin mereka milih sendiri sesuai hobi dan kesukaan mereka. Biar mereka juga belajar mengambil keputusan sendiri. . Susah ya jd ortu memang :D. Tanggung jwbnya ga kecil. Sekali aja anak kita terperosok, yg orang2 liat ato komen pasti, "ortunya gimana sih mendidiknya"

    BalasHapus
  12. aku mah punya cita2 pas anak baligh akan uji kompetensi dalam hal ibadah. Kalo sianak masih belum benar ibadahnya akan ada pesantren kilat dirumah...

    follow back dong mbak blog saya http://ridous.blogspot.com

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^