**/ Cerita Ida : Curhat Politik

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

15 Nov 2018

Curhat Politik

Curhat Politik   Tiba-tiba saja saya kebingungan, entah mau menulis apa.  ODOP hari keempat tentang  politik, aspirasi kita tapi dilarang kampanye..heu... Bingung deh.  Padahal sempat  biasa menulis tentang politik dalam Islam sebulan sekali di sebuah buletin. Bingung karena berbicara politik di media sosial itu seperti ngajak ribut, langsung memilih posisi bersebrangan jika berbeda.  Apalagi sesama perempuan tingkat kebaperannya pun semakin tinggi ..hahaha... Padahal berbeda itu suatu keniscayaan tapi entah kenapa di bidang politik kok masuknya langsung ke hati.
Credit: Geotimes


Bagi saya yang ingin berIslam secara kaffah atau totalitas menyeluruh tentulah tidak boleh pilih, pilih terhadap aturan yang Allah berikan.  Islam mengatur seluruh aspek kehidupan ekonomi, politik sosial budaya pertahanan keamanan.  Mulai dari masuk kamar mandi, cara cebok sampai berdagang dan bernegara haruslah mengikuti aturan pemilik bumi ini, karena memang ada aturannya.

Jadi geli saat baca status teman, beginilah kalau politik bawa-bawa agama.  Pengen banget ngebantah tapi buat apa, tidak akan menyelesaikan masalah.  Toh pengetahuannya cuman sampai segitu.  Cuman taunya Islam hanya ibadah ritual,  yang lain enggak diatur dalam Islam.  Eh gue mau ke pasar, Islamnya gua simpen dulu ya ga usah ikut-ikutan ngatur segala...  Eh gue mau berpolitik udah elu mah di masjid aja ya  ya ga usah ikut-ikutan segala.  Udah sholat, puasa, zakat haji aja yang bener plus baca qur'an yang banyak pasti masuk surga... hahaha... Sedangkal itu emang pemahamannya.

Di medsos banyak orang yang suka ngedadak jadi ahli tanpa memiliki dalil yang jelas tapi hanya bermodal nalar, pemikiran sendiri, padahal otak manusia  terbatas sekali.  Jadi di medsos saya lebih baik diam, karena berbicara pun mereka toh sudah merasa benar jadi dalil apapun yang kita keluar kan tidak akan mempan malah jadi ribut hehe..

Itu mungkin sedikit unek-unek tentang politik di dunia maya ini.  Yang jelas saya engga netral saya punya pilihan, saya memiliki keberfihakan, saya punya jalan perjuangan.  Situasi dunia maya yang responsif lah yang membuat saya memilih  untuk menggunakan dunia maya ini tempat berkreasi asyik dengan hobi menulis ini.  Mungkin juga karena lingkaran pertemanan saya di dunia maya yang terdiri dari para pendukung yang saling bersebrangan membuat suasananya begitu panas.  Hingga tak mungkin lah kubuat lebih panas lagi hahaha...

Masih banyak tugas bagi kita yang melek politik sebenarnya yaitu membuat orang yang tidak paham politik menjadi lebih paham dan menjadi pemilih cerdas.  Bukan tergantung siapa yang telah memberi uang agar memilihnya lalu 5 tahun ke depan menjadi rakyat yang menderita karena pemimpin yang kita pilih ternyata tidak pro atau tidak peduli pada kesejahteraan rakyat.  Dan itu dalam realita di lapangan banyak terjadi.  Padahal jelas siapa yang menyuap maupun disuap balasan di akhirat nanti adalah neraka.

Itulah kalau politik tidak membawa agama, menghalalkan segala cara.  Agama dalam artian aturan yang harus ditaati tentu saja bukan sekedar orang yang paham karena paham saja tidak cukup karena bisa saja tergoda dengan uang yang begitu besar untuk menggolkan proyek misalnya.  Untuk mengganti biaya politik yang begitu besar hingga berharap balik modal dengan cara apapun.  Padahal banyak diantara mereka yang berilmu tetapi ketika dihadapkan pada iming-iming duniawi mereka tidak kuat.

Ini hanya curhat politik seorang emak rempong, semoga gak ada yang tersinggung, kalaupun ada mari bersikap dewasa dengan cara bijak dalam menyikapi perbedaan yang ada.


8 komentar :

  1. Iya mba ngomongin politik skrg ini suka bikin kawatir ,kawatir ada yg ngebully klo bersebrangan ma pilihan kita, isu politik tetap akan sensitif sampe tahun depan hehe, btw salam kenal ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malas aja Mba time line sudah begitu panas, kasian yg engga suka politik juga...terus bikin orang senewen mengubah orang juga engga hehe.. Salalm kenal kembali Mba :)

      Hapus
  2. Ya agama untuk semua aspek kehidupan..., Orang yang korupsi pasti waktu kerja gak ingat n ga bawa ajaran agama..., Keliatan aja mungkin agamis..tapi...gak beneran dibawa ajaran agamanya..

    BalasHapus
  3. Hai mak rempong hahaha. Saya suka lho perempuan yang seserhana apapun mau cari tahu info dulu bukan ikut2 komentar hal hal yang berkaitan dengan politik.

    BalasHapus
  4. Jadi ingat postingan kawan, umat Islam sekarang sangat meributkan tentang (ada tidaknya) logo makanan halal pada sebuah usaha kuliner. Sementara mendapatkan rezeki yang halal tidak pernah mereka pikirkan...

    Saya jadi mikir, itu yg korupsi mayoritas OTT KTP nya Islam. Belum yang tidak atau belum ketahuan korupsinya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena penanaman makan halal sudah dari kecil kita dapatkan sementara kehalalan sumber pendapatannya itu jarang diajarkan... Peer kita sebagai orang tua harus mengajarkan anak agama secara syumul atau menyeluruh. Btw tapi yang ngerampok negara ini dan membawa lari asset negara orang bukan Islam lho teh hahahaha.... :)

      Hapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^