Tampilkan posting dengan label Catatan Parenting. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Catatan Parenting. Tampilkan semua posting

30 Des 2016

Mempersiapkan Menjadi Orang Tua


Mempersiapkan Menjadi Orang Tua  Entah kenapa membaca buku tentang perkembangan anak sejak masih dalam kandungan sampai masa balita jadi kangen ngemong bayi lagi deh hehe... Tapi engga lah, bukan berarti saya pengen hamil lagi, saya sudah lewat umur untuk hamil dan melahirkan, lagian anak-anak juga sudah pada besar.  Sekarang tinggal bagaimana bisa membesarkan dan mendidik mereka sebaik mungkin saja deh..hihi...

Masih kebayang harum bayi itu enak banget ... Dari kelima anak yang saya lahirkan alhamdulillah semua saya besarkan dengan tangan sendiri.  Sempat bingung sih karena sama sekali tidak dipersiapkan untuk mempunyai anak dan membesarkannya.  Jadi betul-betul dari nol, dan saya pikir banyak orang tua dulu yang senasib dengan saya, yang sama sekali tidak memiliki pengetahuan mendidik dan membesarkan bayi.

11 Sep 2016

Tersentil Taare Zameen Par


Berbicara tentang pendidikan di Indonesia sebetulnya saya sudah sedikit menyinggungnya di sini.  Sedikit keluh kesah seorang emak tentang pendidikan Indonesia, tidak menyalahkan satu pihak dan mengangkat pihak lain karena memang kesalahannya bersifat sistematis. Sambung menyambung menjadi satu..itulah Indonesia #eh.  Sambung menyambung, merangkai sebuah sebab yang berpadu dengan akibat.  Terinspirasi tulisannya Mak Inne Ria   jadi ingin nulis lagi tentang pendidikan ini.

Jadi ingat film Taare Zameen Par, sebuah film favorit di keluarga saya.  Pertama kali menontonnya sudah bertahun yang lalu tapi sesekali masih suka menontonnya kembali, anak-anak pun menyukainya. Kadang suka malu kalau habis nonton film itu, karena selalu saja berakhir dengan tangisan.  Jadi kalau nonton itu untuk kesekian kalinya tak pernah fokus lagi karena takut nyurucud cisoca :D

29 Agt 2016

Lagu - Lagu Anak? Boleh Saja. Asal .....

sumber gambar :dreamsteam.com
Meski sekarang saya jarang mendengarkan lagu-lagu tetapi sebetulnya saya ini hobi menyanyi.  Mungkin karena sejak kecil ayah saya sering memperdengarkan lagu, akhirnya saya banyak hapal lagu-lagu zaman dulu baik itu lagu anak maupun lagu dewasa yang bertema cinta-cintaan.  Dulu koleksi kaset ayah banyak sekali, termasuk kaset lagu anak-anak, hampir setiap ada kaset baru lagu-lagu anak, ayah selalu membelikannya untuk kami.

Lagu anak-anak yang sering saya dengar adalah lagu dari penyanyi cilik yang lagi ngehits waktu saya kecil. Ada Chicha Kuswoyo, Adi Bing Slamet, Deby Roma Irama, Yoan Tanamal, Bobi Muchsin Alatas, Dina Mariana, Diana Papilaya, Sari Yok Kuswoyo, Helen Tony Kuswoyo, Ira Maya Sopha dan lainnya.  Hampir semuanya adalah putra-putri dari para penyanyi papan atas Indonesia saat itu.  Buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya, ya ? Hihi...

28 Agt 2016

Perkembangan Janin Trimester Pertama


Perkembangan Janin Trimester Pertama  Masih ingat dulu awal menikah, setiap ketemu orang suka pada nanya "Sudah isi belum...?" Hihi... ngapain ya pada kepo begitu, etapi memang suka spontan kita bertanya kepada orang tentang ini itu ya, tanpa kita perhitungkan orang itu senang engga dengan pertanyaan kita. Tapi memang sih setelah menikah rata-rata yang ditunggu pasti telat bulan alias positif.  "Alhamdulillah akhirnya aku bakal jadi ibu..." hehe...

Kehamilan yang kita tunggu dan akhirnya datang juga, harus kita syukuri dengan menjaga dan merawatnya dengan optimal.  Agar janin kita tumbuh sehat kuat dan cerdas, optimal dalam segala aspek perkembangannya.  Untuk itu seorang ibu harus menjaganya dari sejak perkembangan janin trimester pertama.

Sebetulnya perkembangan janin di dalam rahim itu dibagi ke dalam tiga fase yaitu  trimester pertama yaitu bulan ke 0-3, trimester kedua dari usia janin 4 - 6 bulan serta trimester ketiga 7-9 bulan.  Trimester pertama  adalah masa perkembangan yang paling krusial.  Mengapa ? Janin di trimester pertama masih sangat sensitif harus disikapi dengan lebih hati-hati karena memang rawan keguguran.

29 Agt 2015

Sebuah Jawaban Untukmu....

Menjadi seorang istri kemudian menjadi seorang ibu adalah sebuah karunia yang besar dari Allah SWT yang patut disyukuri.  Tapi dibalik itu tentu ada sebuah amanat besar yang ada di atas pundak kita, amanah yang kelak dikemudian hari akan dimintai pertanggung jawabannya.  Sebuah hadist mengatakan Kullu mauludin yuladu alal fitrah fa  abawahu yuhawidanaihi aw yunashironihi aw yumajisanihii bahwa setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah, orang tuanya lah yang menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi.

Tentu saja, saya sebagai ibu dari lima orang putra-putri memahami betapa berat amanah ini.  Yang saya dan suami lakukan adalah berupaya memberikan dasar agama yang kokoh kepada anak-anak, ketika ada godaan datang dari luar dengan pemahaman agama yang kokoh tentulah relatif lebih kuat dalam menghadapinya.

Sebuah dilema mulai muncul ketika mengetahui anak sulung saya memiliki bakat yang cukup tinggi dalam bidang menulis.  Hasil test psikologinya menunjukkan IQ 141 dengan kemampuan tertinggi di bidang bahasa.  Kayaknya ini sedikit menurun dariku, walau tidak dikembangkan dengan baik, dari dulu saya senang mempelajari bahasa dan relatif diberi kemudahan dalam mempelajarinya dibandingkan dengan pelajaran lainnya.  Soal kemudian saya malah terdampar dalam bidang akuntansi itu mungkin suratannya seperti itu hehe... toh akhirnya saya lari ke dunia bahasa dalam hal ini tulis menulis walaupun hanya sambilan saja.

Sumber: peesee86.blogspot.com


Ya dilema itu adalah antara membiarkan imajinasinya melayang terbang liar atau membatasinya dengan aturan yang memang seharusnya mulai ia pahami dengan konsekuensi mungkin akan menghambat imajinasinya.

Ini terjadi dibukunya yang terbaru #23Days, buku yang proses pembuatannya saya ketahui tetapi saya tidak diberi kesempatan untuk menjadi first readernya.  Padahal hampir semua karyanya saya selalu diberi kesempatan untuk membacanya, kecuali cerpen-cerpen di koran dan majalah yang tiba-tiba ujug-ujug ada saja... tapi sejauh ini isinya memang bagus, motivasi, masalah sosial di masyarakat, saya merasa cukup puas dan bangga akan kepeduliannya kepada masalah-masalah sosial yang muncul padahal saat itu kaka masih SD.

Sumber: Twetten Mizan Media Utama
Mungkin kakak merasa itu bukan segmen uminya, Seri Fantasteen yang berkembang saat ini memang patut diacungi jempol dalam hal imajinasi serta dahsyatnya para remaja kita bereksplorasi tetapi dari tema memang cukup menyedihkan.  Tema tentang hantu dan sejenisnya serta segala sesuatu yang menakutkan dengan segmentasi remaja memang bidikkan Seri Fantasteen saat ini.

Setelah buku ini sudah ada kepastian diterbitkan barulah saya diberi kesempatan untuk membacanya.  Rame, seru dan penuh misteri memang...sedikit berbeda dari fantasteen lain yang sempat saya baca.  Banyak pembaca yang mengapresiasinya. bahkan membaca di twicsy.com termasuk 10 buku yang direkomendasikan di Mizan Media Utama nomor dua setelah Dilannya Pidi baiq  Saya sudah berbicara dengan kaka tentang masalah ini, tentang hubungannya dengan akidah seorang muslim, misi hidup seorang muslim dan saya tau kaka sudah mulai memahaminya.  Walau awalnya dia banyak menolak dan sedikit kontra tapi seiring dengan pemahamannya mungkin ia akan semakin memahami.

Saya cukup terhibur dengan ulasannya di fesbuk..

Fantasteen : 23 Days
Aku mau ulas dikit tentang novelku ini '-'
Jadi, novel ini aku tulis pas kenaikan kelas ke SMA, jadi sekitar setengah tahun ngerjainnya. Lama? Wks emang iya, soalnya aku ngerjain pas libur doang._. Dan emang baru aku kirim januari lalu, ga nyangka bisa terbit secepat ini :')
Sebenarnya tokoh utama dari buku ini adalah El sendiri. Aku ngeliat dari sudut pandang El yang harus mencabut nyawa seorang Riana. El emang tertarik banget sama Riana dari awal. Soalnya Riana itu nyentrik, freak, beda xD
Dan itulah yang jadi kesalahan terbesarnya; dia harus menjalankan misinya sesuai waktunya atau dia yang mati.
Jeng jeng jeng._.

Kenapa aku ngambil genre mistery kayak gini? Novel agak nyentrik dan beda dari naskah fantasteen yang udah banyak terbit?
Bukan berarti aku ga suka horor-_- Tapi aku ga bisa nulis biar ini jadi serem, aku ga tau cerita serem itu kayak gimana xD Jadi ya aku selipin sedikit dari cerita Riana yang punya indera keenam dan teman2nya, dan apa yang membuatnya begitu menderita dengan kemampuannya. Aku ga ngarep kalian ketakutan, karena menurutku ga serem :' aku cuma harap kalian bisa terhibur:')
Jadi ya gitu deh, moga bisa jadi terobosan baru dari Fantasteen. Meski fantasinya ringan (karena latar belakangnya cuma sekolah biasa), genrenya lebih ke friendship mungkin, dan .. romance ga yaa?? xD, ga begitu ada banyak hantu, dan tanpa sihir, Tapi aku harap kalian tetap sukaaa smile emotikon
Katanya sih, endingnya nyesek, tapi manis xD
Happy reading, writing, and inspiring^^

Niatnya semata untuk menghibur ternyata.... ^_^

Jadi untuk sementara ini yang saya lakukan adalah mendukungnya, memotivasinya terus sambil sedikit demi sedikit berusaha menambah pemahamannya.  Saya tak ingin mematikan potensinya, berusaha bersikap profesional dengan berusaha ikut mempromosikan buku ini.  Karena saya tahu Kak Azizah menulis juga tentu ada keinginan memiliki reward berupa materi.  Semoga ke depan lebih baik lagi ya Kak... I proud of you....



17 Apr 2015

Kiat Membuat Anak Senang Menulis


Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, itu sudah pasti.  Tetapi ternyata dalam prakteknya terkadang kita malah sering berbuat yang sebaliknya.  Memaksakan kehendak kita tanpa memikirkan perasaan si anak tak sadar sering kita lakukan.  Memiliki lima anak membuat saya sadar bahwa setiap anak memiliki garis hidup masing-masing yang dimulai dari proses mereka dibentuk dan terbentuk tanpa kita sadari.

Kalau ketemu teman-teman, terkadang suka aja ada yang nanya "Gimana sih bisa menularkan senang menulis sama-sama anak-anak...?"  Kalau ditanya begitu saya suka bingung juga jawabannya apa..soalnya dari kelima anak saya yang sudah keliatan senang menulis baru dua orang, mungkin tiga sama si bungsu tapi belum keliatan banget, sementara dua lagi ga ada yang senang menulis.. Jadi bukan karena ibunya suka maksain senang menulis kelihatannya, karena kalau karena saya tentu saja harusnya semua anak senang menulis.  Di sini saya sadar bahwa setiap anak membawa garis hidup masing-masing di awali dengan terbentuknya karakter, minat dan bakat mereka dari kecil.

Tapi setelah saya pikirkan ada juga sih sedikit bentukan kebiasaan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja yang membentuk menjadi sebuah karakter pada anak.  Karakter yang akhirnya juga menjadikan mereka memiliki minat dan bakat yang berbeda.

Baiklah sedikit tips yang mudah-mudahan membantu mereka yang bertanya dan menginginkan anak senang menulis.

Anak harus dibekali dengan senang membaca, kiatnya pernah saya tulis dalam rangka sebuah Give Away dan alhamdulillah menjadi salah satu pemenangnya. Ada di SINI

Biasakan anak melihat aktivitas kita menulis.
(Saat anak baru satu, saya biasa menulis kapan pun hingga bisa terlihat Kak Azizah, gak heran yang paling senang menulis memang anak sulungku, sementara setelah anak banyak saya suka menulis dini hari, jarang keliatan anak-anak... tapi minimal kita jadi sering membicarakan aktivitas kita yang berkaitan dengan menulis).

Ajak anak-anak menceritakan kembali isi buku yang sudah mereka baca, dan mintalah agar ditulis dalam bentuk tulisan.  Beri mereka reward minimal pujian lebih bagus lagi benda yang mereka inginkan.

Sering memberi motivasi asyiknya menulis kepada anak-anak.

Buku karya anak-anak..Insya Allah tahun ini akan terbit dua buku lagi ^_^

Entah benar atau tidak niih tapi ini tokcer buat anakku, saya jarang memberikan uang kepada anak-anak, bila mereka ingin uang harus ada syaratnya dulu.  Buat anak yang senang nulis disuruh kirim dulu ke media, mau dimuat atau tidak saya suka memberinya uang, terkadang berupa pinjaman yang harus dibayar apabila tulisannya sudah diterbitkan dan honor sudah diambil. (Sadis..!!. haha tapi anak juga harus tahu ini untuk kebaikan mereka, saya kasih pengertian toh selama ini mereka les piano yang mahal, langganan majalah/beli buku atau lainnya itu gratis dan anak-anak ga usah bersusah payah untuk membayarnya)

Beri mereka buku khusus untuk membuat catatan harian mereka bisa berupa buku agenda yang menarik atau buku biasa saja.

Demikian sedikit tips dari saya semoga ada manfaatnya...  ^_^



22 Feb 2015

Mukram 2015 SMP IT Daarul Fikri

Saya sebetulnya termasuk orang tua yang tidak riweuh tentang survey menyurvey sekolah menjelang kelulusan anak.  Bukan apa-apa sih suami tidak mempunyai cukup waktu untuk itu, kalau saya sendirian engga enak juga rasanya.  Saat si sulung menjelang lulus SD pun teman-temannya ribut daftar ke sana-kemari, saya malah santai aja. Si sulung maunya ke SMP Negeri sedang saya menginginkan ke sekolah Islam, karena saling keukeuh akhirnya saya ngalah, tapi syaratnya harus ke SMPN terbaik di Cimahi, kalau gagal harus mau ke Sekolah Islam.  Saat ketemu orang tua teman-temannya si kaka mereka pada menanyakan tentang sekolah Kaka, saya jawab baru ke SMPN 1 saja mereka pada heran kok belum daftar ke tempat lain, kalau ga keterima gimana? Nanti semua sudah pada tutup kan susah...ga bisa kemana-mana.  Sempat ketar-ketir juga mendengar pendapat mereka tapi alhamdulillah ternyata kakak diterima di SMPN 1.

Pun demikian halnya dengan anak keduaku Aa Miqdad, orang lain sudah daftar ke sana ke mari, saya malah belum.  Saya hanya berdo'a minta diberikan sekolah yang terbaik untuk Aa, yang cocok dengan karakteristiknya.  Baru saat pembagian Nem saya rada kalang kabut, abinya menyebut nama sebuah sekolah Islam di Cimahi, kontan saya dan si Kakak menolak, karena sekolah itu banyak anak brandalannya.  Abinya rada cuek soal itu, asal kita bisa menjaga anak kita ga masalah katanya.  Oh no..no... saya sama sekali ga setuju akhirnya kupaksa abinya untuk jalan-jalan mencari sekolah untuk Aa.

Saat itu langsung saja entah kenapa kuminta abinya mengantarku menyusuri jalan Cihanjuang, eh karena kuingat di sana ada sekolah alam deng.  Tapi ternyata sekolah itu hanya sampai SD saja... bingung deh... Akhirnya abinya saya ajak terus ke atas, tak jauh dari sana ada sebuah plang bertuliskan SMP IT Daarul Fikri. Meski awalnya ogah-ogahan karena ada label IT nya akhirnya mau juga survey ke sana.  Alhamdulillah diterima dengan baik, kepala sekolah SMP IT waktu itu menjelaskan panjang lebar tentang Daarul Fikri. Alhamdulillah cocok banget dengan keinginanku.  Tidak ada sistem rangking, tidak ada tinggal kelas, mengutamakan akhlak yang Islami, menghargai anak dengan kecerdasan majemuknya tidak hanya akademi saja.

Dengan konsep Multiple Intellegence sudah dapat dipastikan bahwa tidak ada seorang anak pun di dunia ini yang bodoh. Semua anak terlahir juara dengan bakat yang unik. Kecerdasan seseorang tidak terkait: Kondisi Fisik, Kondisi Brain, dan Hasil tes-tes standar. Pemahaman ini memang terkait kepada sudut pandang, bagaimana memaknai kata bodoh atau memaknai kata cerdas. Jika anak memiliki masalah hambatan belajar maka kita harus mencari kondisi terbaiknya.  Okey Deal.... hehe... Alhamdulillah

Beberapa bulan berlalu alhamdulillah ternyata Aa cocok di sana. Bahkan untuk ekskulnya pun ternyata ada yang cocok dengan hobi Aa yaitu bulu tangkis. Betul kan?  Kalau kita mintanya sama Alloh pasti Alloh akan menunjukkan yang terbaik. Meski sempat ketar-ketir karena ketika saya ngobrol sama kepala sekolah SD nya yang bilang sekolah itu enggak cocok untuk Aa.


Hari ini saya menemukan hal-hal baru tentang sekolah Aa. Karena Sabtu dan Minggu 21-22 Februari 2015 sedang berlangsung acar Mukram 2015.  Musabaqoh Kreatifitas Anak Muslim 2015 adalah semacam Open housenya Daarul Fikri. Mengadakan berbagai acara lomba untuk anak PG sampai SMP.  Untuk PG ada lomba kolase, Makan Salju, Estafet Air (beregu 2 orang)  Untuk SD ada lomba Kreatif dengan sampah, bakiak, Be Number One Kelas, Pewaris Qur'an, Story Telling, Ngadongeng, Tampil Berani, Desain Animasi. Untuk SMP Kreatif dengan sampah, pewaris Qur'an, Story Telling, Ngadongeng dan Desain Animasi. Ada juga Bazaar yang menjual berbagai makanan, minuman, pakaian, buku dan lain sebagainya.

Suasana Bazar

Acar Mukram sendiri sudah berkali-kali digelar, tepatnya 11 kali, tak heran kalau pelaksanaannya sudah cukup profesional, dibuka tepat waktu teng jam 8 lebih satu menit hihi... menghadirkan lebih dari 500 peserta dari berbagai sekolah di Cimahi dan KBB. Disponsori oleh Bank Indonesia, Donat Madu, Tango, PT Progo Sarana Utama, Nida.Com Creative Advertising, Campina, Persatuan Orang Tua Siswa dan masyarakat sekitar. Melibatkan siswa-siswi SMP IT yang turut membantu menjadi sukarelawan acara.  Dan Mukram kali ini mengambil tema Aku Datang, Aku Main dan Aku Senang... keren ya? hehe..


Dibuka dengan tasmi Qur'an surat An Naba oleh beberapa anak kelas enam, kemudian dilanjutkan dengan penampilan angkung oleh anak-anak TK Daarur Fikri yang unyu dan lucu. Selanjutnya sambutan dari ketua panitia kemudian acara resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh perwakilan dari kecamatan.
Selanjutnya acara perlombaan mulai digelar di berbagai tempat di lingkungan Sekolah Daarur Fikri.

Saya merasa sekolah ini terutama guru-gurunya sangat care terhadap siswa-siswinya dan terasa selalu berusaha memberi yang terbaik untuk siswa-siswinya.  Sempat menanyakan pada salah seorang orang tua yang pernah menyekolahkan semua anaknya di sini (3 orang) katanya kelebihan sekolah ini sangat menjungjung etika dan akhlak islaminya.  Cocok sekali untuk menghadapi kondisi dekadensi moral yang terjadi saat ini. Tak heran sekolah ini cukup banyak peminatnya.  Untuk PG dan TK untuk tahun ajaran baru nanti sudah full, SD yang menerima dua kelas tinggal 12 seat lagi dan SMP sudah empat orang yang daftar, pindahan dari sekolah lain padahal masih bulan Februari.... O iya ada yang menggembirakan kabarnya akan dibangun SMA berupa boarding school di Subang.

Saya pun merasa cukup puas menyekolahkan Aa di sini. Aa Miqdad yang baik yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi terfasilitasi di sekolah ini. Terlebih lagi dengan pelajaran komputernya yang memang merupakan salah satu unggulan di sekolah ini. Di sini saya menemukan hobi baru Aa yaitu otak atik komputer untuk membuat video. Beberapa kali di rumah Aa membuat video yaitu tentang Palestina dan sebuah video lucu yang membuat kami sekeluarga tergelak. Meski masih sangat sederhana tapi saya sangat senang Aa menemukan hobi dan minat baru.  Kini sudah ditambah jam pelajaran komputernya setiap hari sabtu untuk anak-anak yang memang berminat dalam membuat aplikasi untuk komputer.

Pernah juga sekolah ini menghadirkan seseorang yang peduli pada lingkungan dan mengubah barang-barang bekas menjadi sesuatu yang berharga.  Aa pun senang kelihatannya, sepulang dari sekolah tanpa peduli pada rasa capeknya dia mulai membuat asbak dari koran bekas. Yaah saya memang lagi mencari minat dan bakat anak yang satu ini.  Mudah-mudahan saja segera ketemu dan bisa dikembangkan sejak dini. Eh sekarang sekolah ini makin peduli sama lingkungan lho.. Tuh buktinya foto di bawah ini penghijauan sudah mulai diperbanyak, sampah sudah mulai dipilah, dalam lomba juga ada perlombaan kreativitas mendaur ulang.

Sudah mulai lebih peduli pada lingkungan

Semoga saja dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh sekolah ini dapat memunculkan mutiara-mutiara yang terpendam, jadi teringat tulisannya Munif Chatib dalam bukunya Memanusiakan Manusia....

 Kala penyelam menemukan harta karun
adalah masa bahagia
adalah masa eksistensi manusia terpancar.
Allah Mahaadil
memberi bakat dan minat kepada hamba Nya
ketika kelak anak kita punya profesi
yang bermanfaat buat banyak orang,
itulah hasil dari benih bakat yang kita jaga
(Munif Chatib)
Ah semoga saja  .........  ^_^
*Eh tulisan dengan judul ngga terlalu nyambung ya.... hihi

17 Feb 2015

Sehari Bersama Ayah dan Bunda SDIT Cipta Cendikia Indonesia

Awalnya saya ragu memasukkan putri ketigaku -Fathiya Amatullah- ke SD Cipta Cendikia Indonesia, secara ini adalah sekolah baru, awal pendirian pun tahu betul karena kisruh sekolah lama yang bedol desa membentuk sekolah baru.  Tapi saya melihat keseriusan para pendirinya yang juga menyekolahkan anak-anaknya disana, saya jadi yakin mereka akan memberikan yang terbaik untuk putra-putrinya.  Dan.... perkiraan serta harapan saya pun terwujud... alhamdulillah.

Lima tahun berlalu sekolah ini telah berhasil meluluskan satu angkatan dengan cukup memuaskan, saya pun melihat orang tua disana puas terbukti dengan menyekolah dua sampai empat putra-putrinya disana bahkan ada juga yang mengajak pindah keponakannya ke CCI. Walau memang masih ada yang harus diperbaiki di sana sini, saya pribadi merasa puas dengan sekolah ini malah mungkin dibandingkan dengan sekolah kakak-kakaknya Fathiya, saya lebih memilih sekolah ini untuk rekomendasi.

Sehari Bersama Ayah dan Bunda adalah bukti keseriusan guru dan orang tua murid disana.  Acara yang digelar khusus untuk kelas enam ini digelar atas kerja sama guru dan orang tua murid yang tergabung dalam POMG.  Saya salut betul atas perhatian para orang tua terutama pengurus POMG yang sangat dekat menjalin kerja sama membantu dan memberi support yang besar untuk kelangsungan pendidikan di SD IT Cipta Cendikia Indonesia.

Acaranya sedikit terlambat dari waktu yang ditetapkan, saya aja yang datang terlambat dua puluh menit di Paku Haji tempat berlangsungnya acara masih harus menunggu cukup lama.  Kasihan juga yang on time dipelak cukup lama disana... biasa Indonesia banget hehe... tidak bisa terlalu menyalahkan sih, ini mungkin terjadi karena saling menunggu di sekolah jadi berangkatnya terlambat efek domino istilahnya ya..?.  Minimal harus ada panitia yang sudah standby agar para ontimer tidak menunggu di luar. Bagaimana pun masalah ketepatan waktu harus diperhatikan ya.. betulkan ?

Terlepas dari keterlambatan, selebihnya acara berlangsung menarik dan usefull untuk membangun kedekatan orang tua dan anak. Acara dimulai dengan pembukaan pembacaan al qur'an dan saritilawah oleh Syifa dan Fathiya Amatullah. Kemudian game tangkap ular berlangsung seru dan asyik diiringi gelak tawa para siswa dan orang tua. Sayang karena terlalu siang dimulai jadi matahari sudah mulai cukup terik dan  ada efek serab hehe...

Bu Tri sedang memandu game




Setelah acara game keluarga selesai orang tua dipersilakan untuk mengisi sebuah kuisioner tentang anak, dan anakpun melakukan hal yang sama tetapi di tempat yang berbeda.  Nanti hasilnya akan dicross check dan akan terlihat seberapa besar perhatian ortu terhadap anak hehe... nah lho..!!

Sebelum cross check dimulai anak-anak memberikan selembar kertas, yang ketika dibuka membuat beberapa orang tua terlihat terharu.  Tiga kata tentang orang tuamu... mungkin itu perintahnya. Kalau Fathiya nulis apa coba? Hihi...untuk uminya dengan tulisan bergambar hati dan hiasan artistik rame khas Fathiya  dia menulis Umi Baik Banget dan yang membuat aku tertawa tulisan untuk abinya... "Abi.. ajari aku matematika.." hahaha..... ada apa dengan matematika Nak... ga bisa sepuluh? hehe..

Dan acara cross check pun dimulai, terpilih tiga orang yang memperoleh nilai seratus Uminya Hana, Ayahnya siapa ya lupa dan Umi Azka.  Perasaan saya juga seratus deh haha.... tapi ada garis miring2 seperti Apa pelajaran yang paling disukai anak? Saya menjawab Bahasa Indonesia/Ipa, Fathiya menjawab Bahasa Indonesia.  Jam berapakah anak tidur di malam hari?  Saya menjawab 9-10  Fathiya menjawab 8-9.  Selebihnya benar seperti nama teman dekat pelajaran yang paling tidak disukai dan sebagainya...

Setelah acara cross check selesai acara menghias balon oleh ortu dan anak.  Dibekali sebuah balon, kertas krep warna-warni dan double tape tanpa gunting.  Eh sebelumnya ada acara memeriksa hasil try out anak oleh masing-masing orang tua, baru kemudian menghias balon. Orang tua dan anak pun mengerahkan kreativitasnya masing-masing.  Sayang satu demi satu peserta berguguran karena balonnya protes dihiasin jadi meledak hehe..

Peserta dengan balon yang masih bertahan.






Acara diakhiri setelah makan siang dan do'a bersama.  Semoga acaranya berkesan ya, dan memperet hubungan orang tua dan anak.  Terima kasih Ibu Bapak guru acaranya seru.... ^_^

Fathiya berfoto bersama dua temannya sebelum pulang



4 Jan 2015

Cara Jitu Membuat Anak Gemar Membaca

Buku, adalah jendela dunia membaca adalah kuncinya.  Kutipan yang tertera di belakang sampul buku waktu aku masih duduk di bangku SD itu selalu terekam dalam benakku hingga kini.  Bersyukur sekali aku, walaupun waktu aku masih kecil keluargaku termasuk keluarga yang pas-pasan tapi aku mempunyai banyak kesempatan membaca.  Bukan dari membeli tentu saja, karena saat itu untuk membeli buku cerita anak adalah sebuah kemewahan bagiku dan adik-adikku.  Satu-satunya buku yang dibelikan Ayah adalah buku yang berjudul Lahirnya Kalasrenggi, sebuah buku pewayangan, ceritanya masih berlanjut di buku yang berjudul Dendam Kalasrenggi sampai saat ini aku tak pernah mempunyai kesempatan untuk membacanya, padahal aku masih  penasaran lho dengan lanjutan ceritanya.

Kalau orangtuaku kurang mampu menyediakan fasilitas membaca kepada anak-anaknya, lalu kenapa aku merasa beruntung?  Aku beruntung karena waktu aku kecil tempat tinggalku berdekatan dengan kakak ibuku, suami istri yang keduanya guru.  Mereka memahami betul pentingnya minat baca untuk anak-anaknya.  Mereka banyak berlangganan majalah dan sering sekali belanja buku untuk kedua anaknya.  Otomatis aku yang sering nimbrung di rumahnya tertular semangat membaca mereka.  Mulai dari buku-buku karya Karl May yang para pahlawannya Old Shatterhand  dan Winnetou, Majalah komik Nina sampai serial Bimba yang dulu selipan dari majalah Femina aku baca. Aku juga pembaca setia majalah Hai, majalah Femina, Serial detektif Sherlock Holmes dan semua itu gratis tis tis hehe...

Aku juga beruntung karena selalu dibanjiri majalah bobo bekas oleh sepupu-sepupuku yang lain.  Selain itu karena dulu ibuku pegawai administrasi sebuah sekolah favorit aku pun  beruntung karena sekolah, di sekolah yang mempunyai perpustakaan lengkap hingga aku dengan mudah membaca buku-buku bagus semisal serial detektif anak seperti Lima Sekawan, Pasukan Mau Tahu dan Sapta Siaga. Di sekolah pun teman-teman bertukaran serial Tin Tin, aku pun kecipratan bisa meminjamnya dengan gratis.

Buku - buku karya Kak Azizah dan Teh Fathiya
Dari semua pengalaman masa kecilku, aku sangat memahami pentingnya minat baca untuk anak-anak. Hingga ketika aku menikah dan hamil anak pertama, aku menyiapkan diri dan membekali pengetahuanku agar anak-anakku mencintai buku. Alhamdulillah....perjuanganku tak sia-sia memang, Si Sulung adalah seorang kutu buku, kebiasaannya berimbas dengan tumbuh menjadi seorang penulis cilik yang berbakat (Jiaaah si umi muji anak sendiri hihi...).

Buku Solo Kak Azizah lahir saat ia duduk di kelas lima, di kelas empat tulisannya beberapa kali nangkring di kolom untuk anak-anak sebuah surat kabar dengan tiba-tiba karena aku tidak tahu proses pengirimannya.  Demikian juga dengan si tengah Fathiya, buku antaloginya lahir ketika dia duduk di kelas tiga dan semenjak itu juga ia langganan lolos KPCI (Konfrensi Penulis Cilik Indonesia) tiap tahunnya,di kesempatan terakhirnya karena sudah kelas enam tulisannya pun lolos untuk dibukukan alhamdulillah... Si bungsu diusianya yang ketujuh tahun bulan Desember kemarin, sudah senang menulis berlembar-lembar cerita.  Sementara dua anakku yang kedua dan keempat, laki-laki, tampaknya sedang asyik mengeksplore motorik kasarnya.  Ala kuli hall alhamdulillah...

Tidak bermaksud membanggakan anak sendiri tentu saja, karena masih banyak anak - anak seusianya yang jauh lebih banyak karyanya.  Tetapi niatku untuk sedikit berbagi saja, bahwa dengan kiat-kiat yang aku terapkan bisa membuat anak-anakku senang membaca yang akhirnya menular pada senang menulis juga.

Rak buku dgn buku yg di display dgn jelas akan menarik perhatian anak utk membacanya

Lalu tips apa sajakah yang aku terapkan sehingga anak-anak senang membaca?

* Bacakanlah buku saat anak kita masih dalam kandungan
(Ini hanya kulakukan saat hamil anak pertama saja, karena masih semangat-semangatnya hehe...kasian ya anak-anakku yang lainnya, see beda dengan anak lainnya hasil test psikolog menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan yang sangat tinggi di bidang bahasa dan literasi)

* Bacakan buku anak saat ia masih bayi hingga balita

* Berilah anak kita semenjak usia batita buku-buku dengan banyak gambarnya.  Untuk menghindari buku sobek dan rusak berikan buku dari kain untuk yang masih bayi dan usia setahun ke atas bisa diberikan buku dengan kertas tebal.

 * Sering-seringlah bawa anak ke toko buku besar, sehingga sejauh ia memandang hanya buku saja yang anak kita lihat.

*  Simpanlah buku-buku dimana-mana di rumah kita.  Jadi dimana pun anak kita berada ia akan melihat buku.

*  Simpanlah buku pada rak dengan display yang menarik, sehingga anak selalu tertarik untuk meraih dan kemudian membacanya.

*  Sering-seringlah memberikan buku sebagai hadiah.

*  Kalau kita mampu, berlanggananlah satu atau dua majalah anak.

*  Untuk anak yang belum bisa baca biasakanlah membacakan buku padanya
 
* Berilah contoh kepada anak kita dengan memperlihatkan bahwa kita memiliki banyak waktu untuk membaca, dalam arti setiap waktu luang kita, biarkanlah anak melihat kita sedang membaca atau  menulis.

*  Bukalah taman bacaan , agar kebiasaan membaca menular juga pada anak-anak tetangga disekitar kita. (Sayang sekali... karena sesuatu hal taman bacaanku akhirnya tutup)

* Ajarilah anak kita cara merawat buku, tumbuhkan dibenaknya bahwa buku adalah sesuatu yang berharga. Namun demikian ajarilah mereka juga untuk senang meminjamkan buku atau menyumbangkan buku yang sudah tidak terpakai agar lebih bermanfaat untuk mereka yang membutuhkan.

*  Bawalah selalu buku kemana pun kita pergi, bila ada waktu senggang bacalah buku itu.

*  Dan tips agar anak suka menulis berilah dia reward kalau berhasil membuat resensi dari buku yang sudah dibacanya.

Mengingat pengalaman masa kecilku, aku memahami betul ada orang-orang yang tidak memiliki kesempatan untuk memiliki buku karena keadaan, sebab itu aku pernah membuat sebuah perpustakaan mini Taman Bacaan Pelangi yang menyediakan buku bacaan untuk dipinjam secara gratis bagi anak-anak disekitar rumah.

Isi saat senggang dengan kegiatan membaca bukan dgn nonton TV misalnya.

Demikianlah sedikit pengalaman, tentang kiat-kiatku membuat anak-anakku senang membaca. Alhamdulillah walau salah satu dari anakku ada yang tidak senang membaca tetapi ini teruji pada keempat anakku.  Semoga bermanfaat ya teman-teman. ^_^




Cimahi, 4 Januari 2015

24 Jun 2012

Tentang Fathiya

Cimahi, 24 Juni 2011

Bismillah,



Sedang ingin mensyukuri dan mengenang kebaikan Fathiya. Bila dibandingkan dengan kakaknya yang terpilih sebagai teman terbaik di SD nya kebaikan Fathiya terlihat  memang saling menyerupai. Tengoklah ketika Umi bilang ngga punya uang, dia bilang uang Fathiya buat Umi saja, atau ketika hendak membeli sepatu ketika kutanya "Pilih yang mana?" Fathiya menjawab "Yang murah yang mana?" hehe... Anak seusiamu... Subhanalloh... dulu Umi kalau memilih sepatu, bukan milih yang bagus, tapi milih yang mahal hihi.... mungkin dalam benak Umi dulu, kalau mahal pasti bagus.

Berikut deskripsi yang diberikan psikolognya di sekolah:

"Kemampuan kognitif ananda Fathiya berkembang dengan optimal. Kemampuan bahasanya menonjol, kosakatanya banyak, sehingga memudahkannya dalam mengungkapkan ide-ide atau gagasannya baik secara lisan maupun tertulis. Daya tangkap terhadap informasi dan kemampuan analisanya cukup menonjol, sehingga menunjang proses berpikir dan proses belajarnya.

Insisiatif untuk mempelajari hal baru dan menyelesaikan tugas dengan tuntas cukup menonjol. Motifasi berprestasinya berkembang dengan baik, ia pun memiliki daya juang yang gigih saat mengahadapi kesulitan dalam proses belajar. Kedisiplinan dan tanggung jawab terhadap tugas-tugasnya menonjol, ia cukup kooperatif dan mampu mentaati peraturan.

Ananda cukup ekspresif namun kepercayaan dirinya masih belum berkembang. Kemampuan sosialisasinya menonjol, ia disukai banyak teman karena perhatian dan cukup peka terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain. Kemampuan motorik halus dan motorik kasarnya berkembang cukup optimal, sehingga menunjang keberhasilan proses belajarnya"

Alhamdulillah..... 

Ini nilai raport Fathiya :
PAI                                                     90
Pendidikan n Kewarganegaraan    94
Bahasa Indonesia 92
Matematika                                      98
IPA                                                    91
IPS                                                    89
Seni Budaya n Keterampilan 87
Olah raga n Kesehatan 80
B Sunda                                           95
B Inggris 92
B Arab                                              95
Pendidikan Lingkungan Hidup        87

Sikap                                                  A
Kerajinan C
Kebersihan dan Kerapihan A


Alhamdulillah...... Umi sayang Fathiya....