Tampilkan postingan dengan label Challange. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Challange. Tampilkan semua postingan

31 Agt 2016

Buku Turun - Temurun, Meringankan Orang Tua


sumber gambar : Asri

Buku Turn Temurun, Meringankan Orang Tua
"Umi.. harus beli buku, totalnya sembilan ratus ribu kalau beli di sekolah" Rengek Fathiya anak ketigaku.  Saya hanya bisa menarik nafas panjang, padahal kakaknya hanya beda satu angkatan saja, bukunya masih bagus-bagus, tebel-tebel, berwarna, menarik sekali.  Sayang buku sebagus itu tidak bisa digunakan untuk adiknya.

Jadi ingat masa waktu kecil dulu, buku pelajaran yang saya pakai adalah turunan dari sepupuku.  Ibuku tidak perlu membelinya lagi karena buku yang digunakan sama persis.  Untuk adik-adikku yang dua orang, cukup menggunakan buku yang saya pakai.  Tinggal diganti sampulnya saja, jadi terlihat bagus kembali.

26 Jul 2016

Serba-Serbi Komunitas

Baru beberapa tahun terakhir ini saya tergabung dengan berbagai macam komunitas. Sebelumnya selama lebih dari sepuluh tahun komunitas yang saya ikuti cuman satu, sangat homogen.  Sebuah komunitas perjuangan yang orang-orangnya banyak mengorbankan waktu, tenaga dan uangnya untuk kepentingan umat.

Tujuan akhir dari komunitas yang saya ikuti sangat futuristik karena target utamanya masuk surga.  Bisa ditebak dong kalau selama saya di sana sangat jarang ada intrik, buang waktu percuma, apalagi ghibah ngomongin orang lain.  Insya Allah sangat jarang saya temui, yang ada saling tolong menolong, bantu membantu, bahkan sampai ada yang meminjamkan rumahnya dengan gratis tis tis selama bertahun-tahun.  Ya kami memang merasa satu saudara, saudara karena terikat dalam satu aqidah agama Islam yang kami anut.

Credit: Ayu Keke

25 Jul 2016

Mereka yang Bahagia Saat Kuhadiahi Sampah


"Itu kalau bekas susu mah simpannya di keresek di bawah tangga"  Seru ibu saat melihat saya akan membuang sampah di tempat sampah biasanya.

"Oh.." Saya ber "Oh" ria, kaget campur heran.  Ya, heran saja semenjak kapan di rumah ini sudah mulai memilah sampah seperti itu.

"Bapak almarhum dulu yang suka memisahkan sampah plastik, kardus dan lainnya, nanti kalau sudah banyak suka dikasihkan ke si aki yang suka lewat bawa barang bekas.  Lumayan, daripada di buang" Ibu berkata seolah tahu keherananku.

Mendengar itu ada perasaan kagum bercampur senang karena ternyata almarhum bapak memiliki kebiasaan seperti itu.  Tentu saja beliau tidak pernah mengikuti pelatihan tentang Go Green dan semacamnya.  Tetapi beliau sudah mempraktekannya.  Barang-barang bekas yang dibuang dan masih bisa didaur ulang, beliau sumbangkan ke si aki langganan yang suka lewat depan rumah.

Sumber: republika.co.id

24 Jul 2016

Cerita Lebaran Asyik : Rahasia di Balik Rutinitas Mudik

Lebaran sudah berlalu beberapa waktu yang lalu, menyisakan sebuah memori yang selalu indah untuk dikenang. Indah dikenang?  Ya memang indah, dan kenangan ini selalu ingin di ulang setiap tahunnya. Berkumpul dengan keluarga besar dan merasakan sensasi suasana desa saat mudik.  Dua hal yang selalu dirindukan dan selalu diusahakan untuk selalu dilakukan.

Dulu, sebelum menikah saya tidak pernah mempunyai ritual mudik karena memang keluarga besar semua berada di Bandung.  Sempat juga bersikap nyinyir terhadap orang-orang yang memaksakan mudik di setiap menjelang hari raya lebaran. Sempat mempunyai pikiran negatif, kok sebegitunya orang memaksakan mudik di hari raya, kan silaturahmi tidak harus saat lebaran. Rela berpanas-panas dan bermacet-macet ria, demi apa coba... Itu yang ada dibenak saya saat itu.

23 Jul 2016

Hari Anak Nasional : Antara Harapan dan Kenyataan, Antara Idealita dan Realita


Bersyukur sekali bisa ikut program ODOP, terlebih di hari Anak Nasional tanggal 23 Juli ini harus menulis tentang harapan di hari anak.  Kalau tidak ikut ODOP mana mungkinlah saya menyempatkan diri menulis tentang ini.

Tidak ingin menulis secara global tentang Hari Anak, berbicara ini membuat saya jadi berpikir kilas balik mimpi dan harapan saya.  Ya, harapan saya kecil, harapan saya menginjak dewasa dan harapan saat menjadi orang tua dan realita yang ada.

Terlahir dari sepasang suami istri yang bekerja membuat saya bercita-cita ingin menjadi seorang ibu yang di rumah saja.  Mungkin saya dulu kesepian ya, hingga di alam bawah sadar terekam keinginan kuat untuk bisa menjadi full time mother.  Untungnya waktu itu orang tua saya cukup ketat soal agama dan pergaulan jadinya saya enggak jadi anak nakal, mengingat saya lebih banyak berjalan tanpa arahan, selain soal sholat, ngaji dan tidak boleh ke acara-acara pesta-pesta. Padahal peluang menjadi nakal besar sekali, saya bisa berjam-jam di rumah seorang diri, atau bawa geng saya untuk main di rumah karena rumah kondisi kosong.  

22 Jul 2016

Kreativitas.... Big No


Saat si abi  saya tanya hal paling kreatif apa yang dilakukan waktu masih kecil sampai remaja dulu.  Blio pun berpikir pake lama.....hihi...  saya pun perlu waktu yang cukup lama untuk menemukan jawaban itu.  Dan ketika ditemukan pun kayaknya gak kreatif-kreatif amat.  Mengapa saya bertanya tentang itu karena tema ODOP hari kesepuluh adalah tentang hal paling kreatif yang dilakukan waktu kecil dulu.

Kalau melihat si sulung hasil test psikologinya menunjukkan memiliki kreativitas yang sangat tinggi.  Gak heran sih, kelas 2 atau 3 SD sudah asyik ngutak ngatik html theme blognya Multiply, sudah ngirim cerita ke koran tanpa sepengetahuan ortunya dan dimuat.  Tiba-tiba dapat kiriman paket karena mendapat hadiah dari kuis online tanpa orang tuanya tahu... Ini ortunya kemana sih kok nggak tau melulu... hihi.. Akhir kelas empat sudah bikin novel dan ortu tinggal ngeprint dan mengirimkannya ke penerbit sesuai arahan dia..hahaha....alhamdulillah setahun kemudian diterbitkan. Cukup kreatif ya ?

21 Jul 2016

Meja Kerja ? Fleksibel Saja :)

Meja kerja, ada apa dengan meja kerja.  ODOP hari kesembilan ini temanya meja kerja.  Jadi ingat zaman saya bekerja dulu, seneng banget mengisi meja kerja dengan pernik-pernik lucu.  Tapi itu masa lalu, kalau sekarang setelah menjadi ibu rumah tangga puluhan tahun apakah saya memiliki meja kerja? :)

Memang ngerjain apa ya? Hihi... Kalau untuk sekedar ngeblog saya orangnya ga mesti harus begini-begitu sih.  Bisa disebut fleksibel lah :) Di mana saja hayu, sambil melantai di karpet pun asyik aja, tapi memang gak kuat lama, lagian laptop asus merah ini kalau disimpan di bawah tidak bisa menangkap sinyal wifi dengan baik.  Lain dengan laptop punya suami atau hape-hape yang ada di rumah, di ruang manapun sinyal dapat ditangkap dengan baik selama itu masih di lingkungan rumah.  Itulah salah satu kekurangan laptop ini, kurang dapat menangkap sinyal wifi.

Kembali ke meja kerja, meski bisa kerja di mana saja,  meja kerja tetap ada lah, malah ada dua. Kok dua ?  Iya karena saya emak-emak rempong yang disibukkan rutinitas masak, nyuci, beres-beres dan segambreng kerjaan lainnya. Jadi ya menyesuaikan lah.  Jadi di dapur memang harus ada tempat kerja juga, Jadi nyimpen meja di sana.  Nyempil :)

20 Jul 2016

10 Tips Mengikuti Workshop dan Talkshow

Tidak bisa dipungkiri kalau acara-acara untuk blogger semakin hari semakin banyak saja.  Terutama untuk kota besar seperti Jakarta.  Konon blogger Jakarta perlengkapan perangnya sudah begitu mantap karena mereka terlatih hampir tiap hari mengikuti event.  Kalau Kota Bandung sih enggak sebanyak di Jakarta ya...

Acara-acara blogger itu banyak juga yang berbentuk Workshop atau Talkshow, biasanya diadakan oleh produsen produk tertentu.  Mereka mengundang blogger tentu saja dengan tujuan agar kita sebagai blogger turut mempromosikan produk atau acara talkshow mereka.


19 Jul 2016

5 Dompet Dalam Satu Tas, Efektivitas atau Malas ? :)

Kembali saya harus buka-bukaan isi tas, kali ini karena tema ODOP hari ketujuh tentang isi tas.  Duh sebetulnya malu buka-bukaan isi tas tapi ya sudahlah ga ada yang terlalu privacy juga.  Isi tas saya dari waktu ke waktu memang berubah.  Dulu zaman anak-anak kecil pastinya penuh dengan perlengkapan untuk anak-anak ya, mulai dari baju cadangan, diapers, makanan sampai mainannya.

Sekarang anak-anak sudah besar, otomatis tas saya hanya untuk keperluan pribadi saya saja.  Seperti yang sudah pernah saya tulis dulu, saya memang penyuka tas besar.  Mengapa ? Tentu saja agar muat cukup banyak barang.  Terlebih makin berumur saya makin cuek keurusan tas, jarang ganti-ganti tas karena suka jadi bingung, pasti ada yang ketinggalan karena masih disimpan di tas yang lain.  Jadinya  saya ga suka ganti-ganti tas.

18 Jul 2016

Agar Ngeblog Tetap Asyik dan Makin Asyik


Seingat saya, saya mulai ngeblog sekitar tahun 2005 an, masih ingat karena saat itu sedang hamil anak keempat.  Blognya memakai platform Multiply yang saat itu lagi booming.  Isinya kebanyakan tentang tumbuh kembang anak dan curhat.  Sayangnya Multiply kemudian wafat, saya pun patah hati akhirnya mutung berhenti ngeblog.

Tahun 2012 mulai ngeblog tapi jarang-jarang, baru diakhir tahun 2014 mulai serius kembali ngeblog.  Itu pun terkaget-kaget karena ternyata dunia ngeblog sudah berubah.  Teman-teman lama sudah jauh terbang yang newbie pun demikian, saya merasa jauh tertinggal ternyata dunia ngeblog telah bermetamorfosis, menjadi dunia yang jauh lebih berwarna.

17 Jul 2016

Si Cerdas dan Si Bodoh yang Sebenarnya

 
Sumber: www.marketing.co.id

“Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang memperhatikan wajah manusia, didapati orang tersebut sedang bergelak tawa. Maka berkata Izrail, ‘Alangkah herannya aku melihat orang ini, padahal aku diutus oleh Allah SWT untuk mencabut nyawanya kapan saja, tetapi dia masih terlihat bodoh dan bergelak tawa.” (HR Ibnu Abbas RA)
 

“Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling cerdas?” Rasulullah lalu menjawab, “Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian, itulah orang yang paling cerdas (HR IbnuMajah)

Ternyata orang yang paling cerdas menurut Rasulullah adalah orang yang banyak mengingat kematian ya...  Bukan mereka yang titelnya berjejer, bukan mereka yang memiliki pangkat dan jabatan yang tinggi.  Bukan pula mereka yang memiliki IQ lebih dari 200.  

15 Jul 2016

Ketika Burung Diajarkan Berenang dan Ikan Belajar Terbang


Sebetulnya saya sangat mengapresiasi orang tua yang mampu mengajari anaknya di rumah tanpa harus sekolah alias home schooling.  Ibu adalah sekolah pertama dan utama bagi putra - putrinya. Seharusnya dialah yang banyak yang mengajarkan segala sesuatu kepada anaknya.  Dia yang tahu betul kondisi anaknya.  Karena anak itu unik satu sama lainnya berbeda.  Sayangnya saya dan suami tidak terbentuk seperti itu.  Sebetulnya bisa saja membentuk diri untuk bisa seperti itu tetapi harus ada kerja sama yang baik diantara keduanya.  Kalau hanya satu pihak tentu saja akan gagal.

Kondisi sekolah yang menyamaratakan kondisi anak membuat banyak anak yang sebetulnya semua pintar dicap sebagai anak yang bodoh.  Seperti burung yang dipaksa untuk berenang dan ikan dipaksa untuk terbang.  Semua anak dipaksa untuk belajar secara generalis.  Menyeluruh tanpa tau minat dan bakat anak itu kemana.  Padahal anak tidak menyukai pelajaran itu, tetap saja dipaksakan harus belajar tentang itu.

14 Jul 2016

Tiga Tipe Manusia dalam Mengelola THR

Tantangan One Day One Posting hari kedua bagiku memang cukup berat karena temanya tentang THR.  Kenapa berat? Karena sudah lebih dari empat belas tahun tidak pernah mendapatkan THR.  Mau sok bijak ngasih tips juga kurang paham sih kondisinya.  

Pernah dengar kalau orang itu dibagi menjadi tiga golongan saat mengelola THR.  Tapi lupa lagi istilahnya.  Ketiga tipe itu adalah :
  • Orang yang menghabiskan THR untuk kebutuhan konsumtif
  • Orang yang menggunakan THR untuk konsumtif dan sebagian ditabung dan berbagi
  • Orang yang menggunakan THR untuk konsumtif, ditabung/berbagi dan untuk berinvestasi
Tentu saja diantara ketiga golongan itu yang terbaik adalah tipe yang ketiga.  Tapi saya tidak bisa menyalahkan tipe pertama dan kedua juga.  Semuanya dikembalikan pada kondisi keuangan masing-masing keluarga.  Soalnya pernah merasakan juga sih waktu kecil dulu, beli baju bisanya pas lebaran saja.  Otomatis THR ortu pastinya lebih banyak ke konsumtif, bahkan mungkin bisa habis untuk konsumtif dan membayar hutang saja.

13 Jul 2016

Dari "Ketika Tangan Kaki Berkata" Sampai Bantal Cinta dan Adenium

Seperti biasa ketika lebaran tiba ramadhan berakhir, selalu ada acara silaturahmi Keluarga Besar dari pihak ibu saya yaitu Keluarga Besar Hardjamiganda.  Sayangnya acara silaturahmi kali ini bentrok dengan acara silaturahmi keluarga besar suami di Cicalengka sama-sama hari Sabtu tanggal 9 Juli 2016.  Kami harus memilih, berhubung acara silaturahmi Keluarga Besar Hardjamiganda sudah jauh-jauh hari ditentukan, tepatnya sebelum Ramadhan tiba akhirnya saya dan suami memutuskan untuk mengikuti acara ini yang kali ini berlokasi di rumah sepupu di daerah Cimenyan Bandung.

Selain itu juga di acara ini seperti biasa saya kebagian tugas mengisi tausyiah dan suami kebagian membaca do'a, jadinya enggak bisa nyingcet pulang duluan untuk bergabung dengan keluarga Cicalengka.  Sebetulnya awal acara ini diadakan suami yang suka mengisi ceramah tetapi dua tahun yang lalu, suami meminta saya yang isi, semenjak itu saya didaulat jadi "Mamah Ida Deh" hehe..


10 Apr 2016

8 Tips Asyik Menikmati Liburan di Rumah



Kalau soal memanfaatkan liburan di rumah seharusnya saya jadi pakarnya dong hehe...soale setiap liburan pasti kebanyakan di rumah.  Sempet bisikin juga ke my hubby mbo ya ojo terlalu sibuk ke..kasian anak-anak sesekali ajaklah jalan-jalan yang deket-deket aja ke Singapura kek, Paris kek, atau umroh bareng kek... xixixi....  Etapi ternyata saya ga pernah bisa jadi pakar soal ini karena saya juga terkadang sibuk sendiri dan kurang fokus mengisi liburan anak-anak.  Sudah mulai sedikit tobat sih, jadi suka mengagendakan juga bareng anak-anak... "Eh minggu depan kita ngapain lagi ya..."

Ada beberapa tips yang saya lakukan menghadapi anak yang ribut pengen jalan-jalan, sementara suasananya memang tidak memungkinkan.  Selaku istri sholihat (ehm) saya memaklumi kalau urusan si abi memang bukan ngurusin diri sendiri.  Jadi walau kadang ngedumel (beuh..xixixi ) akhirnya ya sudah terima apa adanya.  Tinggal pinter-pinternya saya aja ngehadapin anak-anak rewel, sebagai gambaran sibuknya si abi nih..,  kalau semalam abinya ada di rumah aja, anak-anak pasti  terheran-heran sambil teriak "Horeeee..." hahaha......

9 Apr 2016

Ada Bejong di Rumahku



Alhamdulillah saya bersyukur sekali selama hidup saya yang sudah puluhan tahun ini tidak pernah melihat sesuatu yang mengerikan. Sempat bingung juga saat harus menulis tentang sesuatu yang mengandung hal-hal horor seperti itu.  Tapi saya ingat pernah juga mengalami sesuatu yang membuat saya merasa horor juga walau saya tidak pernah melihat langsung.

Sepengetahuan saya sih, yang bisa melihat makhluk halus selain anak-anak di bawah dua tahun, adalah orang yang memiliki kelainan karena orang normal tidak mungkin bisa melihat sesuatu di luar yang seharusnya.  Ada juga yang menyebutkan kalau ada orang yang bisa melihat sesuatu itu, berarti dalam dirinya ada jin hingga orang itu harus di rukyah biar terbebas dari 'kelebihan' nya itu.

Ada yang lain dari anak saya yang keempat, selain cadel, kidal dia juga berbeda dengan kakak adiknya, hingga sempat membuat saya meriding juga.  Sempat didiagnosa indigo, tetapi seiring dengan seringnya saya beri 'jampi' alias do'a-do'a yang dicontohkan Rasulullah SAW 'kemampuan'nya itu akhirnya menghilang juga.  Saya sering membacakan surat An Nas, Al Ikhlas dan Al Falaq masing masing tiga kali kemudian saya tiupkan ke kepala dan diusapkan ke seluruh tubuhnya.  Selain saya merasa horor, kasian juga anaknya sering menjerit-jerit ketakutan kalau sudah melihat makhluk dari dunia lain itu.

8 Apr 2016

Mencari Semangat



Kehidupan di dunia memang sebuah perjuangan untuk meraih sebuah kebahagiaan kekal di akhirat.  Tentu kita menginginkan kehidupan di akhirat nanti mendapatkan kehidupan yang terbaik.  Tidak ada penyesalan yang kita alami, seperti yang digambarkan di QS Yasin, yang mengatakan kelak manusia di akhirat akan menjerit memohon kepada Allah SWT agar dikembalikan ke dunia dan berjanji akan berbuat sebaik-baiknya.

Yang menjadi masalah adalah yang namanya perjuangan tentulah tidak mudah, ada syeitan yang berusaha mencari teman sebanyak-banyak untuk teman mereka kelak di akhirat.  Dibisikannya kita untuk berbuat maksiat, untuk malas berbuat kebaikan.  Tentu kita harus berusaha melawan itu semua, yang sering saya rasakan juga perasaan malas datang melanda ketika berbuat kebaikan.

Tidak semangat untuk melakukan kebaikan, malah yang ada lemah, letih, lesu, lunglai memang penyakit yang ada dalam diri kita. Lain lagi kalau untuk berbuat kemaksiatan atau sia-sia yang tidak bernilai ibadah yang akan menuai pahala kita dibuat semangat untuk melakukannya.

7 Apr 2016

Ketahuan Deh.. :)


ODOP hari kesebelas diminta menuliskan tentang peristiwa yang memalukan..hihi ada-ada saja Teh Ani Berta.  Betulan, mikirnya sampai membuat dahi saya berkerut-kerut.  Soalnya seperti yang sering saya tulis saya tipe orang yang suka melupakan masa lalu. Bles..banyak peristiwa yang terbang tertiup angin.. tanpa jejak hihi.. termasuk masa lalu dengan para mantan dong ? Bwahahaha... emang ada ya ? Hei para mantan acungkan tinjumu eh jarimu hahaha....

Balik lagi tentang peristiwa melupakan, setelah digali dan dicari paksa, alhasil terkuak jugalah di memoriku yang terdalam bahwa saya pernah juga merasa malu, padahal perasaan saya tuh aslinya ga tahu malu hehe... Ini juga dipaksa aja, dianggap memalukan, aslinya biasa aja kali #eh

6 Apr 2016

Yang Terbang Tertiup Angin....



Terus terang saja kalau berbicara tentang  masa lalu, saya seringnya lupa.  Kalau gak salah di salah satu postingan tulisan saya pernah menulis kalau saya ini tipe orang yang sangat dengan mudah melupakan masa yang telah lalu.  Tipe saya yang easy going, santai cenderung malas ini memang banyak menganggap sepele segala sesuatu akibatnya karena sesuatu dianggap remeh akhirnya saya pun melupakannya. Gitu deh...terbang ditiup angin tak ada jejaknya...

Ceritanya ODOP di hari kesepuluh ini diharuskan menulis tentang majalah dingding di sekolah.  Sekolah yang mana ya.hihi .?  Yang rada-rada inget sih waktu di SMA itu pun hanya satu momen karena saya mengirim sebuah puisi dan ikut dipejeng di mading, malah kalau gak salah mading DKM bukan mading resmi sekolah.  Kalau mading sekolah saya lupa sama sekali ada atau tidak.  Karena saya waktu itu tidak peduli sama yang namanya dunia tulis menulis jadi enggak terlalu memperhatikan dunia permadingan.

Yang saya ingat tentang mading malah waktu kursus di HARVARD English Course, saya ikut kelompok English Clubnya.  Sempet suka ngurusin madingnya juga, bukan karena saya sudah peduli dengan dunia tulis menulis tapi lebih karena saya sedang belajar bahasa Inggris.  Jadi untuk memperlancar Bahasa Inggris akhirnya saya aktif mencari tulisan dan juga menulis sesuatu dengan Bahasa Inggris untuk kemudian di tempel di dinding sebuah sudut di Harvard Cabang Kopo tempat saya kursus.

Jadi kalau berbicara tentang mading di sekolah saya sama sekali tidak memiliki kenangan, baik itu waktu di SD Assalaam I Bandung, SMPN 3 Bandung atau SMAN 8 Bandung.  Apalagi masa kuliah, juga sama sekali tidak ada jejak memori tentang yang namanya mading.  Jadinya saya mau menulis apa dong..hehehe...

Lebih jelasnya sih saya tidak tahu atau lupa sama sekali kalau zaman saya sekolah dulu ada madingnya atau tidak. Parah ? Hahaha mungkin ya mungkin tidak, karena mungkin saja memang benar tidak ada, atau mungkin juga memang daya ingat masa lalu saya memang parah hehe...

Kalau seandainya saya sudah mulai tertarik dengan dunia tulis menulis dari semenjak saya masih sekolah, tentunya saya akan memiliki sedikit perhatian kepada mading.  Tapi pada kenyataannya saya mulai senang menulis saat melahirkan anak keempat.  Sebelumnya ?  Sama sekali tidak, walau ada sedikit jejak di saat kuliah, ada pelajaran Bahasa Indonesia semester satu dan dua.  Saat itu saya mendapatkan tugas menulis, dan saya ingat betul saya bersemangat sekali dan mendapat nilai terbaik di kelas.  Selebihnya tak pernah tergali bahwa saya suka menulis.

Sorry to say, tulisan kali ini saya tidak bisa berbicara banyak..blank..no sign sama sekali, kumaha atuh..? Ya sudah saya tak ingin memaksakan diri yang jelas saya senang melihat ada mading di sekolah anak-anak saya baik itu yang terkecil maupun yang terbesar.  Itu tandanya sekolahnya perhatian pada anak yang memiliki minat menulis atau bahkan berusaha menggali minat anak... bagus itu, saya sangat mengapresiasi.

Etapi ini bukan berarti guru-guru zaman saya dulu kurang perhatian dengan penggalian minat ya.. Karena saya ingat betul kalau saya pernah diajakin lomba membaca puisi juga saat masih sekolah di SMPN 3 Bandung.  Pokoknya yang ada hubungannya dengan suara lah hehe.. karena saya pun masuk tim inti vokal grup sekolah saat di SMPN 3 Bandung dan sempat tampil di beberapa tempat salah satunya Taman Lalu Lintas Bandung.  Sebetulnya waktu SMA pun saya diajakin ikut Vocal Grup, tapi waktu itu saya baru semangat berhijrah, baru pakai jilbab, jadi sama sekali tidak berminat dunia seperti itu,,,,Wah suara saya bagus dong ya.. mungkin juga, karena saya juga senang menikmati suara saya sendiri haha... Sambil nyuci piring kadang saya suka nyanyi keras-keras, terutama penyakit ini muncul kalau persediaan uang saya sudah menipis hahaha....

Aih tulisannya kok jadi curcol lagi ya, emang enak sih kalau hanya sekedar ngacapruk hahaha...apalagi kalau dibandingkan dengan ngomongin dunia blogger kekinian yang lagi heboh itu.  Bagi saya ngeblog is just for fun kalau ada berkah sebagai kompensasinya alhamdulillah banget, tapi tidak bisa seserius anak-anak muda itulah, sudah susah ngejar dengan kondisi saya dan keluarga saya. Toh urusan saya bukan hanya sekedar jadi blogger...

Jadi saya paham betul ada blogger dengan kondisi terbatas yang tidak bisa diatur harus ini harus itu, toh mereka menulis di blognya sendiri.  Soal hasil berbanding lurus dengan usaha dan kemauan untuk upgrade lah. Dan jangan takut kemudian orang-orang seperti itu akan menjatuhkan blogger lain dong.. kan beda blog beda harga hahaha... Kalau kita punya kualitas pasti berbanding lurus dengan harga kan....toh masih banyak blogger keren yang dibayar juta-juta juga dan tidak otomatis jatuh hanya karena ada blogger yang mau dibayar seratus ribu rupiah saja. Dan percayalah kebanyakan blogger gak akan menerima job review yg bertentangan dengan hati nurani...

Eh jadi lari kemana-mana... Emang paling enak nulis curcol sih ga pake ribet, balik lagi ke mading yang jelas kalau saya jadi guru di sekolah bakalan saya suruh tuh anak-anak membuat mading...tidak hanya satu per sekolah tapi tiap kelas kalau perlu hihi... Soale melalui mading saya bisa melihat bakat anak yang terpendam baik itu di bidang tulis menulis, seni atau malah bisa tahu curahan hati yang terdalamnya.

Ok jadi gitu aja deh ...Hidup Mading... hehe

5 Apr 2016

Skutel Cinta



Fiuuuh ODOP hari kesembilan hari ini, baru menulis dua jam menjelang DL ...ihiks...Dikerjar DL setoran tulisan reportase dan lomba.  Hari ini temanya tentang resep andalan keluarga. Deuh apa dong resep andalan keluargaku... Asa banyak, tapi bingung, akhirnya nanya sama ke si kaka... Eh jawabannya gak disangka Mie Skutel setengah mateng.... Hahaha ..Ok deh itu saja ,,

Sebetulnya masakan ini super praktis, saya membuat ini kalau gak keburu masak apa-apa.  Bahannya juga biasa yang ada di rumah, mungkin juga resep orang yang lagi malas masak hahaha..... Etapi meski sangat-sangat praktis, anak-anakku hobi banget makan ini.  Asal jangan kebanyakan aja karena memang bikin eneg kalau terlalu banyak.  Skutel ini memang spesial kesukaan anak-anak saja.  Kalau saya gak terlalu suka, apalagi abinya.

Makanya saya kasih nama skutel cinta karena dibuat untuk anak-anak tercinta, tanpa ada ukuran resepnya semua berdasarkan perasaan dan feeling penuh cinta  hihi...Jadi dibuat memang khusus untuk anak-anak, ajaibnya selalu saja cepat habisnya, asalkan dimakan saat panas, terlebih lagi dibuat setengah matang..hmmmm kata anak-anak sih enak pakai bingits hihi..sayang saya gak punya foto-fotonya.  Ngga dipersiapkan karena memang lagi kebanyakan DL yang bikin eneg deh... Hiks... bukan tulisan di blog aja, jadi content writer di beberapa tempat memang bikin pusing deh... eh kok malah curcol  ..*maafken

Ok deh kita mulai saja ya membuat Resep Skutel Cinta Ala Umi

Bahan:

Mie instant  2 bungkus
Telur 3 buah
Mentega  kurang lebih 2 sendok
Susu murni  atau susu putih tawar 1 gelas
Wortel 1 buah
Keju secukupnya

Cara membuat:

Rebus mie instant sampai setengah matang kemudian tiriskan.  Masukan wortel yang sudah diparut, telur dan susu serta bumbu mie instant ke dalam mie yg sudah ditiriskan tadi.  Kocok sebentar kemudian masukkan mentega taburi dengan keju parut.  Setelah itu silakan dikukus atau diopen tergantung selera.

Kalau anak-anak saya lebih suka setengah matang, jadinya saya hanya sebentar saja mengukusnya.  Jadi lebih lembek dan sedikit cair..mungkin anak-anak suka sama gurihnya lelehan keju panas yang memang terasa teramat legit.

Gampang banget ya masakan andalan keluarga saya, hihi... Ini mah masakan kalau kejepit saat sarapan belum masak apa-apa.  Sebetulnya resep andalan di rumah saya memang gak terlalu banyak sih, standar aja gak ada yang patut diandalkan.  Yang penting praktis untuk sarapan dan bekal makan siang mereka di sekolah.

Kalau untuk makan malam kan gak perlu praktis ya, agak sedikit ribet juga gak masalah karena dimasak pas sore hari jadi ora kesusu....  :) Ok deh segitu aja dulu ... :)  Silakan dicoba ya pasti anak-anak suka... eh insya Alloh  deh hihi..