Tampilkan postingan dengan label Give Away. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Give Away. Tampilkan semua postingan

28 Jun 2016

Susahnya Menjadi Orang Lain



Saya memang bukan tipe perempuan yang romantis, saya menyadari hal itu setelah menikah.  Sebelumnya saya tak tahu itu, setelah bertemu suami akhirnya saya tahu kalau saya memang bukan tipe perempuan yang romantis.  Dulu sebelum menikah bayangan romantisme adalah kala si dia main gitar dan kita nyanyi bersama "Kemesraan ini...janganlah cepat berlalu...." Hahaha, cukup itu saja, tidak terbayang romantisme yang macam-macam. Tapi menghadapi suami yang hangat dan ekspresif membuat saya  tau makna romantisme yang sebenarnya dalam sebuah rumah tangga.

Entahlah saya juga tidak tahu mengapa saya memiliki sifat seperti ini, yang jelas ini sudah menjelma jadi sebuah karakter. Yup, karakter yang menurut Stephen Covey dalam bukunya 7 Kebiasaan Manusia yang Efektif ada tiga teori utama yang mendasarinya yaitu Determinisme Genetis, Determinisme Psikis dan Determinisme Lingkungan. Bisa jadi ketiga teori itu saling mendukung hingga mempengaruhi karakter saya, gen yang saya bawa, kemudian ada rangsangan dan respon dari pendidikan orang tua dan lingkungan.  Berawal dari sikap atau perbuatan yang dilakukan terus menerus hingga menjadi kebiasaan akhirnya terbentuklah sang karakter.

21 Mei 2016

The Right Man In The Right Place



Cimahi, 4 Februari 2012


Bismillah,

Seorang pemimpin memang harus bisa mentransformasikan bawahannya ke tempat yang sesuai dengan kapabilitasnya. Kalau tidak, bukannya akan menghasilkan hasil yang maksimal, malah membuat target tidak tercapai.

Terkadang tujuan yang baik tapi hanya karena salah menempatkan orang, akhirnya berakibat buruk dan memberikan citra yang negatif.

31 Mar 2016

Saat Delapan Hari Menuju Kematianku...


http://dnamora.com/2016/03/dnamora-giveaway-8-hari-menuju-kematian/#comment-1228


Tubuhku terbanting ke kanan dan ke kiri, tanganku berusaha  melepaskan pegangan itu, semakin berusaha melepasnya semakin  kuat genggaman itu terasa.  Ruang tempat dimana saya berada  itu terdiri dari satu set meja makan, sebuah lemari kayu dan sebuah lemari es.  Dan tubuhku berada diantaranya terbanting ke kanan membentur lemari terbanting ke kiri membentur kaki-kaki kursi, tak ayal tubuhku terasa sakit akibat benturan keras itu. 

Merasa putus asa tak kunjung mampu melepas genggaman tanganku, akhirnya saya pasrah se pasrah - pasrahnya dan sejurus kemudian batinku menjerit,  Ya Allah seandainya saat ini adalah saat tiba ajalku, hamba pasrah ya Allah.... Ampuni dosa-dosa hamba ya Allah, sungguh hamba Mu belum siap, hambaMu ini penuh dosa ya Robbana ....Ya Robb..tolonglah hamba Mu yang hina ini..

 Ajaib...., tiba-tiba saja genggaman kuat tangganku memegang kabel itu terlepas seketika. Dan saya terkapar di atas lantai, dengan tangan yang mulai melepuh, badan yang terasa sakit dan berbagai rasa yang berkecamuk dalam dada...

Itulah sebuah peristiwa dimana saya merasa berada diujung kehidupan, gerbang kematian terasa begitu dekat, bahkan  sangat dekat. Saat dimana untuk pertama kalinya saya merasa kan totalitas kepasrahan kepada yang Maha Kuasa.  

Peristiwa ke setrum belasan tahun yang lalu ketika sedang sendirian di rumah itu, selalu membekas dalam ingatanku.  Betapa saya harus selalu bersyukur pernah merasakan berada di ujung kehidupan, diambang kematian dan diberi kesempatan hidup sampai kini,  Peristiwa yang membukakan pintu kesadaranku akan dekatnya ajal, akan kedatangannya yang begitu tiba-tiba tanpa ba, bi, bu.....  Kun Fayakun, bila Dia berkehendak maka terjadilah.... Suatu saat saya pasti kan mati..


Tidak semua orang mendapatkan kesempatan kedua dalam hidupnya, bersyukurlah orang-orang yang pernah mendapatkan kesempatan itu.  Tanda Allah SWT sayang kepada dirinya dan masih memberikan kesempatan untuk berbuat yang lebih baik dalam hidupnya. Dan merugilah orang yang membiarkan peristiwa itu berlalu tanpa memberikan jejak perubahan dalam dirinya.. 

Alangkah bahagianya orang-orang yang mendapat kabar berita kapan datangnya kematian itu tiba...tapi itu adalah hal yang mustahil terjadi.  Setiap orang harus selalu bersiap dan mempersiapkan dirinya. Berandai-andai seandainya diberi waktu delapan hari menuju kematian... lalu apa yang akan kau lakukan wahai Ida... What ? Delapan hari ? Tak akan dapat membayar lunas akumulasi puluhan tahun tumpukan dosa... Tetapi bukankah taubatan nasyuha akan menghapuskan semua dosa-dosa kita.....?

Maka bila keajaiban itu tiba dan saya diberi kesempatan untuk mengetahui kematianku delapan hari sebelumnya, inilah yang akan saya lakukan :


  • Ya pertama yang akan saya lakukan adalah taubatan nasuha, memohon ampun dengan sepenuh jiwa dan perasaan atas segala kesalahan yang telah dilakukan selama puluhan tahun kesempatan hidup yang telah Allah SWT berikan.  Mengevaluasi semua kesalahan yang saya ingat kemudian memohonkan ampunan kepada Allah SWT.
  • Membuat jadual selama delapan hari  itu agar waktu yang tersisa bisa dimanfaatkan seefisien mungkin serta membuat to do list, hal-hal yang harus dan akan saya lakukan. Berjihad dalam arti sungguh-sungguh melaksanakannya.
  • Meminta maaf kepada suami, orang tua, adik-adik,  anak-anak dan orang-orang yang mungkin pernah saya sakiti tanpa saya sadari.  Memohon ridla suami dan orang tua, serta meminta anak-anak untuk mendo'akan kebaikan untuk uminya. Dan memintakan kepada mereka untuk terus mendoakan saya setelah meninggal nanti. Ingat hadist Rasulullah SAW tentang do'a ini....
Seorang mayit dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang minta pertolongan. Dia menanti-nanti doa ayah, ibu, anak dan kawan yang terpercaya. Apabila doa itu sampai kepadanya baginya lebih disukai dari dunia berikut segala isinya. Dan sesungguhnya Allah 'Azza wajalla menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung-gunung. Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang mati ialah mohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka. (HR. Ad-Dailami)

  • Menggunakan seluruh waktu tersisa untuk bermunajat kepada Allah SWT melalui sholat-sholat wajib dan sunat, shaum, dzikir, istighfar dan membaca al qur'an.
  • Disela-sela bermunajat kepada Allah SWT saya akan bersilaturahmi kepada orang tua, tetangga dan handai taulan, memohonkan ridla dan maafnya, memberikannya hadiah agar mereka bergembira.
  • Membayar hutang yang saya miliki
  • Menyedekahkan harta yang saya miliki, ya harta yang saya punyai karena setelah itu harta ini tidak akan memiliki manfaat apa pun.  Tentu saja di luar harta suami dan kewajiban kepada anak-anak. 
  • Membuat wasiat  dan tulisan yang berisi nasehat, pengalaman  dan perasaan bagaimana menghadapi kematian dalam 8 hari, sehingga tulisan itu bisa  menginspirasi dan mudah-mudahan bisa menggugah orang-orang hingga tersadar.  Menyebar luaskan tulisan itu seluas mungkin hingga pahala akan terus mengalir hingga menjadi pemberat timbanganku di yaumil hisab.
  • Menyediakan kain kafan, memesan kuburan, membersihkan diri sebersih-bersihnya agar memudahkan orang yang mengurusi jenazahku. 

Masya Allah.. membuat tulisan ini, menyadarkanku bahwa sesungguhnya hal tersebut di atas harus selalu kita lakukan agar kita bersiap menghadapi kematian yang memang datangnya tiba-tiba.  Kita memang harus bersiap.... harus selalu bersiap....

 Perbanyaklah mengingat kematian. Seorang hamba yang banyak mengingat mati maka Allah akan menghidupkan hatinya dan diringankan baginya akan sakitnya kematian. (HR. Ad-Dailami)

“Tulisan ini diikutkan dalam dnamora Giveaway”











29 Feb 2016

Saya Kecil dan Bandung

"Pa..maaf arah ke Unpad lewat mana ya..?" Tanya suamiku
"Belok kanan terus lurus aja Dik.." Supir angkot yang ditanya menjawab ramah.
Saya yang duduk di belakang suami senyum-senyum sendiri, mentertawakan kekonyolanku.  Setelah mengucapkan terima kasih, suamiku pun membelokkan motornya ke arah kanan menuju Unpad di Jalan Dipati Ukur.

Sumber: pendiri-16. blogspot.com


Itulah salah satu kisah kenangan yang selalu teringat di dalam memoriku.  Teringat kekonyolan di awal pernikahan kami.  Saya pituin orang Bandung, lahir di Bandung besar di Bandung walau akhirnya pindah ke daerah Sayati Kabupaten Bandung tetap saja sekolah dari TK sampai kuliah pun di Bandung. Tiap hari memang nguplek di Bandung.  Tapi begitu menikah, jalan ke tempat kuliah yang hampir tiap hari saya lewati harus tanya supir angkot. Bodor ih.. hihi...

Bukan tanpa sebab siih... Saya memang paling bingung soal arah, tempat, jalan-jalan di sekitar kota Bandung.  Biasanya saya kemana-mana naik angkot, jadi waktu gadis dulu paling hapal rute angkot di Bandung.  Nah kalau sudah naik selain angkot selalu pusing..bingung ga ketulungan hihi... Jadi meski tiap hari pulang pergi dari tempat kerja di RS Al Islam ke UNPAD tapi begitu nikah, dan dianter suami naik motor langsung bingung deh. Paling acuannya ikuti aja jalur angkot, padahal kan angkot pakai acara keliling-keliling dulu, jadi muter deh kayak cari penumpang hehe..

Bandung memang kota penuh kenangan bagiku.  Tempat saya lahir dan tumbuh hingga dewasa, hingga kalau ditanya kenangan manis apa yang saya rasakan di Bandung, terlalu banyak untuk diceritakan.  Bingung milihnya, saking banyaknya..  hihi... Kalau cerita di atas sih itu mah kenangan kekonyolanku soal arah yang sampai sekarang masih bersemanyam dalam diri.

Alun-Alun saat saya kecil  Sumber: skycrapercity.com

Kenangan indah soal Bandung saat kecil aja yah yang saya ceritakan, biar lebih memorable hahaha... Kenangan manis itu  adalah antara lain  saat diajak jalan-jalan di seputar Kota Bandung.  Sering banget ke Alun-Alun Bandung yang saat itu masih ada air mancurnya yang bagi saya kecil begitu tinggi menjulang. Main air di kolam sekitar air mancur adalah saat yang menyenangkan.  Anak kecil mana sih yang engga suka main air.  Duduk-duduk di atas kursi yang terbuat dari beton sambil menikmati gorengan tahu atau bala-bala yang dijual emang-emang pake tanggungan yang banyak berjualan di sekitar Alun-Alun.  Atau hanya  berlari ke sana ke mari menikmati suasana yang menyenangkan.

Taman Lalu lintas atau Kebun Binatang adalah alternatif lain tempat Mamah dan Bapa mengajak saya jalan-jalan.  Saya ingat beberapa kali saya memegang tangan yang salah saat keasyikan lihat binatang-binantang yang lucu.  Saya pikir saya memegang tangan Mamah eh taunya orang lain hehe, dan itu selalu berulang hingga kadang saya kecil suka was was takut hilang hahaha....

Kenangan lain di Bandung adalah saat mengikuti kemeriahan peringatan KAA secara langsung, sebuah acara yang diadakan sepuluh tahun sekali.  Cuman jadi penggembira sih, tapi seneng aja bawa bendera sambil menyanyikan lagu yang lirik awalnya kayak gini nih..

"Bangsa Asia dan Afrika pelopor damai di dunia.."
Turut.kerja sama bangsa, saling hormat cinta sesama
Jalin kebersamaan...damai di dunia....

Lupa-lupa ingat....yang jelas senang aja sih walau sedikit capek karena harus berdiri terus berjajar di sepanjang Jalan Asia Afrika, tangan kami pun mengibar-ngibarkan bendera kecil.  Sambil tentu saja melihat para delegasi dari negara-negara Asia Afrika yang menggunakan pakaian khasnya..... Aaah kenangan manis yang tak terlupakan, padahal saat itu saya masih duduk di bangku SD, tapi masih kebayang aja sih saat kecapaian dan beli Es Joly yang bisa dipotong itu..Pulangnya kami berlarian menuju sekolah karena memang tempatnya tidak begitu jauh dari Jalan Asia Afrika.

O ya yang paling kuingat lagi adalah tempat makanan enak saat saya kecil dan ternyata sampai sekarang masih tetap tidak berubah tempatnya.  Ada Kupat Tahu Mangunreja yang enak pakai bingit, beberapa bulan lalu sempat ke sini bareng suami ternyata tempatnya tidak berubah hanya penjualnya saja yang diwariskan kepada anak-anaknya.  Sempat heran juga kenapa Kupat Tahu seenak dan selaris ini masih mempertahankan kesederhanaan dan tidak mengalami perubahan yang signifikan.

SD Assalaam      Sumber: direktorisekolah.com

Selain itu ada susu murni dengan aneka rasa, diperapatan Jalan Ijan..itu minuman favorit waktu kecil sepulang sekolah.  Ternyata sekarang masih ada lho..bedanya dulu hanya dua kios saja, kini melebar jadi beberapa kios dengan suasana yang tidak jauh berubah hanya ditambah dengan menjual kue-kue basah dan ada meja-meja seperti di rumah makan.  Nah kalau jajanan depan sekolah yang paling  enak itu Es Lilin rasa coklat, ketan hitam atau kacang ijo, cara membuatnya pun unik karena harus menggoyang-goyangkan gerobaknya. Hmmm... kalau ingat itu jadi pengen nemuin si emang penjualnya deh..penasaran kalau sekarang nyoba apa masih seenak dalam kenangan enggak ya....

Kemudian ada juga cilok, enggak tau kenapa ciloknya terasa enak sekali saat saya kecil. Ada isi dagingnya dengan bumbu kacang ditambah kecap menjadi paduan yang super enak..  Saat sudah dewasa nyoba beli cilok di depan SD Assalaam kok engga seenak saat saya kecil ya...hihi. 

Ada lagi japilus, makanan bulat-bulat kecil seperti sukro tapi tanpa isi, warnanya coklat muda dan rasanya manis.  Cara menjualnya unik, si emang pasti nanya siapa nama pembelinya, dan ketika membungkus memakai kertas bekas yang dibuat seperti corong si emang pun ngahaleuang alias bernyanyi dengan nada dan lirik karangan sendiri ditengah-tengah nyanyian menyebut nama kita...unik ya..dan saya senang sekali, karena si emang itu kelihatan sangat ramah dan suka anak-anak selain tentu saja japilus memang terasa enak di lidah.

Pastinya banyak banget kenangan manis itu karena perjalanan kehidupan saya di Bandung puluhan tahun, sulit diungkapkan hanya dalam satu tulisan saja. Apa yang saya ceritakan di atas adalah sebagian kecil dari kenangan manis itu...

Meski sekarang setelah menikah tinggal di Cimahi, tetap saja gak terlalu jauh dari Bandung, tetap sering berkunjung pula ke Bandung. Toko Buku Gramedia dan BEC adalah favorit saya kalau main ke Bandung.  Eh sekarang ditambah daerah Jalan Asia Afrika yang sudah lebih cantik plus Masjid Agungnya yang juga semakin cantik.

Pokoknya saya cinta Bandung full deh, beruntung sekali kini Bandung punya walikota yang keren dan saya turut senang mendengar kabar terakhir kalau Pak Ridwan Kamil akan tetap mengabdi menjadi walikota Bandung,  tidak akan mencalonkan diri jadi Gubernur DKI Jakarta .... ( ih..ojol-ojol ke sanah...) hahaha... ala kulli hal .Alhamdulillah... ^_^


"Tulisan ini diikutkan dalam niaharyanto1stgiveaway : The Unforgettable Bandung"







4 Feb 2016

Ternyata Masih Mempunyai Sifat Konsisten...

Baru ngeh deh kalau saya ini ternyata punya juga sifat konsisten hihi... Setelah selama ini menganggap sulit sekali untuk konsisten alias berkomitmen ria ternyata masih ada sedikit sifat itu nyempil di kehidupanku.  Iya, selama ini saya merasa suka semangat di awal tengah-tengah mengendur,  dan di akhir sudah lupa deh sama komitmen awal... hiks... lagi berusaha sih mengubah semua itu, masih proses lah...

Lalu apa dong yang saya bisa konsisten ?  Ayo dong tebak-tebak buah manggis...  hihi... Setelah saya perhatikan saya ternyata bisa konsisten di isi tas..hahaha.... Isi tas ?  Iya, sudah semenjak tri semester akhir tahun lalu ternyata isi tas saya tetep itu-itu aja. Ga dikeluar-keluarin ga diganti, paling yang lagi abis ya tisu..selebihnya selalu dibawa kemana pun saya pergi.

Memang sudah beberapa bulan terakhir saya enjoy dengan tas yang satu ini, soalnya cukup besar, ada beberapa pembatas kaya organizer gitu, jadinya enak, cocoklah buat diriku.  Tasnya mahal pake bingit, harganya di atas enam juta, mahal kan ? Ya iya lah....  Hihi... canda ah,  enam juta dari Hongkong, kalau sama isinya iya lah...

Bisa tebak kan tas apa itu? Yup.. tas laptop hahaha... Engga endah banget ya, tapi saya enjoy lho, suka, jadi keenakan, ga dibongkar-bongkar jadinya, atau malas ya? Hehe...  Nanti kalau ada rejeki lebih mau ah beli tas yang besar kayak gitu, soalnya tas yang kupunya sekarang kecil, cuma cukup dompet dan hape saja. Etapi kalau dikasih hadiah dan hadiahnya tas, mau lah, ga akan nolak meski tasnya kecil ...hahaha...*modus

Nah apa dong isi yang kosisten  saya simpan di tas besar itu ?  Kemana pun saya pergi ya yang saya bawa inilah, sampai waktu ke saudara yang meninggal juga yang saya bawa ini semua, ngapain coba ke yang meninggal bawa tongsis hahaha......dasar emak rempong, ga mau diribetin masalah tas.  Ga mau ganti-ganti tas karena suka banyak yang ketinggalan akhirnya.   Ada untungnya juga sih seperti ini, pernah lho kejadian diajak jalan-jalan sama teman-teman eh ada yang nyeletuk kayak gini niih..

 "Sayang ya..ga bawa tongsis kita.."

 Spontan dong kujawab  "Saya bawa.. "
 
 "Eh niat banget, bawa tongsis ...hihi..." Celetuk temanku.


Hihi...asli saya gak niat bawa itu, isi tas ini semua, saya bawa pas piknik ke Pangandaran bersama keluarga bulan Desember yang lalu.  Akhirnya saya bawa tongsis ke mana-mana padahal makenya juga ga terlalu bisa hahaha... , biasanya anak-anak yang suka pakenya.  Etapi gara-gara jalan-jalan sama temen-temen itu akhirnya saya bisa deh pake tongsis, ngedadak kursus sama temanku... horeee..hihi..norak ya..  Saya engga terlalu doyan selfi-selfian sebenarnya, kalau acara blogger juga walau bawa tongsis ga pernah saya keluarin deh hihi.

Kebanyakan yang saya bawa sih peralatan yang menunjang tugasku sebagai blogger seperti hape plus dua buah power bank, ga perlu bawa kamera, karena hape berkah ngeblog ini sudah memilki kamera utama 13MP jadi cukuplah....Eh mau tau ga di kedua dompet itu isinya apa?  Kalau dompet yang hitam itu standarlah berbagai macam kartu plus sedikit uang, nah yang di dompet putih itu, tebak coba apa isinya..yuuk diliat aja ya, biarin deh buka-buka daleman sekalian hihi..


Hihi...isinya ballpoint sampai 8 buah, flash disk sampai 3 buah, ada modem dan mouse juga..heuheu...ngapain coba saya bawa-bawa yang seperti ini ketika melayat yang meninggal, terus pas arisan, pengajian...hahaha...

Nah yang di dompet pink itu, isinya adalah kosmetik yang biasa saya gunakan, hanya krim siang yang juga berfungsi sebagai alas bedak plus tentu saja  bedaknya, ditambah satu buah nano spray.  Sudah itu saja make up an saya mah, ga pake lisptik dan teman-temannya.  Ga biasa sih, kemarin juga dapat hadiah seabreg make up, akhirnya kuberikan saja ke teman-temanku hehe..


Nah itu saja yang biasa kubawa ke mana-mana, ya ke pengajian, ini yang paling sering kayaknya, seminggu sampe tiga kali an lah, lalu ke arisan ini hanya sebulan sekali karena arisan RT mah ga bawa tas,, pelatihan, rapat dan aktifitasku sebagai blogger yang kadang padat merayap,  Etapi mau saya kurangi intensitasnya ah.  Walau target 2016 saya mau 'terbang' tetapi berkah sakit sekeluarga kemarin saya berjanji mau mengurangi aktifitas blogger yang harus banyak ke luar rumah, minimal dikurangi lah, mau konsen ngurusin para krucils yang ternyata masih butuh emaknya di rumah.  Eh jadi ngelantur ya.. ya sudah deh itu saja.  Jadi inilah isi tasku ..apa dong isi tasmu..?  ^_^

"Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway What's In Your Bag - Waya Komala"

http://www.wayakomala.web.id/2016/02/my-first-giveaway-whats-in-your-bag.html

3 Mar 2015

Hihi... Benda Ini Yang Wajib Dibawa Saat Jalan-Jalan.... ^_^

Barusan blog walking nemu GA nya Mak Mira Anastasia jadi pengen ikutan deh....pas DL yak..duh ga apa-apa deh yang penting berpartisipasi, siapa tahu bisa menang hihi... *ngarep.   Tapi ga boleh  yang standar soalnya itu kan biasa ya.. hampir semua orang bawa.  Gaya blogger jalan-jalan ya HP/Kamera, Power Bank, Pulpen, Notes Book hampir semua blogger ya pasti seperti itulah.  Nah lalu apa dong yang setia menemaniku pergi saat jalan-jalan...? 

Barang-barang standar yang harus kubawa...
Sebagai emak - emak yang sudah lama jadi emak berarti anak-anaknya sudah besar dong ya... hihi.. jadi saya sudah tidak direpotkan lagi dengan barang-barang yang biasa kubawa saat anak-anak kecil seperti diapers, tempat susu, perlak, kayu putih, baju cadangan, picture book, tisu basah, mainan dan seperangkat lain kebutuhan batita atau balita...(Idiih jadi kangen masa-masa itu hihi... ngga deng sudah kenyang ah...)

Nah lalu apa dong benda wajib yang selalu kubawa setelah anak-anak beranjak besar?  Selain buku tentu saja, benda itu adalah... Tebak-tebak buah manggis yuuk.. Permen, biar gak ngantuk? Bukan.... Sapu tangan, tissu untuk lap keringat? Bukan ....Keresek? Bedak? Bukaaaaaaan.  Apa dong?  Gak ke tebak kan? Hehe...Sekarang sih selain yang standar di atas ya yang selalu ku bawa adalah... taraaa....Apakah itu?



Yap benda ini yang selalu kubawa sekarang, serba guna kalau lagi kegerahan tinggal semprot-semprot suegeeer, kalau di tempat ber AC biar kulit tidak menjadi kering.  Tentu saja nyemprotnya ga di depan umum.  Biasanya saya ke belakang dulu, atau sehabis wudlu biar tambah seger....

Itu aja deh benda wajib sekarang sambil kalau ada kesempatan ya jiwa mompreneurnya pun keluar hihi... tau dong lah ya......^_^

1st GA Benda yang Wajib Dibawa Saat Jalan-Jalan




4 Jan 2015

Cara Jitu Membuat Anak Gemar Membaca

Buku, adalah jendela dunia membaca adalah kuncinya.  Kutipan yang tertera di belakang sampul buku waktu aku masih duduk di bangku SD itu selalu terekam dalam benakku hingga kini.  Bersyukur sekali aku, walaupun waktu aku masih kecil keluargaku termasuk keluarga yang pas-pasan tapi aku mempunyai banyak kesempatan membaca.  Bukan dari membeli tentu saja, karena saat itu untuk membeli buku cerita anak adalah sebuah kemewahan bagiku dan adik-adikku.  Satu-satunya buku yang dibelikan Ayah adalah buku yang berjudul Lahirnya Kalasrenggi, sebuah buku pewayangan, ceritanya masih berlanjut di buku yang berjudul Dendam Kalasrenggi sampai saat ini aku tak pernah mempunyai kesempatan untuk membacanya, padahal aku masih  penasaran lho dengan lanjutan ceritanya.

Kalau orangtuaku kurang mampu menyediakan fasilitas membaca kepada anak-anaknya, lalu kenapa aku merasa beruntung?  Aku beruntung karena waktu aku kecil tempat tinggalku berdekatan dengan kakak ibuku, suami istri yang keduanya guru.  Mereka memahami betul pentingnya minat baca untuk anak-anaknya.  Mereka banyak berlangganan majalah dan sering sekali belanja buku untuk kedua anaknya.  Otomatis aku yang sering nimbrung di rumahnya tertular semangat membaca mereka.  Mulai dari buku-buku karya Karl May yang para pahlawannya Old Shatterhand  dan Winnetou, Majalah komik Nina sampai serial Bimba yang dulu selipan dari majalah Femina aku baca. Aku juga pembaca setia majalah Hai, majalah Femina, Serial detektif Sherlock Holmes dan semua itu gratis tis tis hehe...

Aku juga beruntung karena selalu dibanjiri majalah bobo bekas oleh sepupu-sepupuku yang lain.  Selain itu karena dulu ibuku pegawai administrasi sebuah sekolah favorit aku pun  beruntung karena sekolah, di sekolah yang mempunyai perpustakaan lengkap hingga aku dengan mudah membaca buku-buku bagus semisal serial detektif anak seperti Lima Sekawan, Pasukan Mau Tahu dan Sapta Siaga. Di sekolah pun teman-teman bertukaran serial Tin Tin, aku pun kecipratan bisa meminjamnya dengan gratis.

Buku - buku karya Kak Azizah dan Teh Fathiya
Dari semua pengalaman masa kecilku, aku sangat memahami pentingnya minat baca untuk anak-anak. Hingga ketika aku menikah dan hamil anak pertama, aku menyiapkan diri dan membekali pengetahuanku agar anak-anakku mencintai buku. Alhamdulillah....perjuanganku tak sia-sia memang, Si Sulung adalah seorang kutu buku, kebiasaannya berimbas dengan tumbuh menjadi seorang penulis cilik yang berbakat (Jiaaah si umi muji anak sendiri hihi...).

Buku Solo Kak Azizah lahir saat ia duduk di kelas lima, di kelas empat tulisannya beberapa kali nangkring di kolom untuk anak-anak sebuah surat kabar dengan tiba-tiba karena aku tidak tahu proses pengirimannya.  Demikian juga dengan si tengah Fathiya, buku antaloginya lahir ketika dia duduk di kelas tiga dan semenjak itu juga ia langganan lolos KPCI (Konfrensi Penulis Cilik Indonesia) tiap tahunnya,di kesempatan terakhirnya karena sudah kelas enam tulisannya pun lolos untuk dibukukan alhamdulillah... Si bungsu diusianya yang ketujuh tahun bulan Desember kemarin, sudah senang menulis berlembar-lembar cerita.  Sementara dua anakku yang kedua dan keempat, laki-laki, tampaknya sedang asyik mengeksplore motorik kasarnya.  Ala kuli hall alhamdulillah...

Tidak bermaksud membanggakan anak sendiri tentu saja, karena masih banyak anak - anak seusianya yang jauh lebih banyak karyanya.  Tetapi niatku untuk sedikit berbagi saja, bahwa dengan kiat-kiat yang aku terapkan bisa membuat anak-anakku senang membaca yang akhirnya menular pada senang menulis juga.

Rak buku dgn buku yg di display dgn jelas akan menarik perhatian anak utk membacanya

Lalu tips apa sajakah yang aku terapkan sehingga anak-anak senang membaca?

* Bacakanlah buku saat anak kita masih dalam kandungan
(Ini hanya kulakukan saat hamil anak pertama saja, karena masih semangat-semangatnya hehe...kasian ya anak-anakku yang lainnya, see beda dengan anak lainnya hasil test psikolog menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan yang sangat tinggi di bidang bahasa dan literasi)

* Bacakan buku anak saat ia masih bayi hingga balita

* Berilah anak kita semenjak usia batita buku-buku dengan banyak gambarnya.  Untuk menghindari buku sobek dan rusak berikan buku dari kain untuk yang masih bayi dan usia setahun ke atas bisa diberikan buku dengan kertas tebal.

 * Sering-seringlah bawa anak ke toko buku besar, sehingga sejauh ia memandang hanya buku saja yang anak kita lihat.

*  Simpanlah buku-buku dimana-mana di rumah kita.  Jadi dimana pun anak kita berada ia akan melihat buku.

*  Simpanlah buku pada rak dengan display yang menarik, sehingga anak selalu tertarik untuk meraih dan kemudian membacanya.

*  Sering-seringlah memberikan buku sebagai hadiah.

*  Kalau kita mampu, berlanggananlah satu atau dua majalah anak.

*  Untuk anak yang belum bisa baca biasakanlah membacakan buku padanya
 
* Berilah contoh kepada anak kita dengan memperlihatkan bahwa kita memiliki banyak waktu untuk membaca, dalam arti setiap waktu luang kita, biarkanlah anak melihat kita sedang membaca atau  menulis.

*  Bukalah taman bacaan , agar kebiasaan membaca menular juga pada anak-anak tetangga disekitar kita. (Sayang sekali... karena sesuatu hal taman bacaanku akhirnya tutup)

* Ajarilah anak kita cara merawat buku, tumbuhkan dibenaknya bahwa buku adalah sesuatu yang berharga. Namun demikian ajarilah mereka juga untuk senang meminjamkan buku atau menyumbangkan buku yang sudah tidak terpakai agar lebih bermanfaat untuk mereka yang membutuhkan.

*  Bawalah selalu buku kemana pun kita pergi, bila ada waktu senggang bacalah buku itu.

*  Dan tips agar anak suka menulis berilah dia reward kalau berhasil membuat resensi dari buku yang sudah dibacanya.

Mengingat pengalaman masa kecilku, aku memahami betul ada orang-orang yang tidak memiliki kesempatan untuk memiliki buku karena keadaan, sebab itu aku pernah membuat sebuah perpustakaan mini Taman Bacaan Pelangi yang menyediakan buku bacaan untuk dipinjam secara gratis bagi anak-anak disekitar rumah.

Isi saat senggang dengan kegiatan membaca bukan dgn nonton TV misalnya.

Demikianlah sedikit pengalaman, tentang kiat-kiatku membuat anak-anakku senang membaca. Alhamdulillah walau salah satu dari anakku ada yang tidak senang membaca tetapi ini teruji pada keempat anakku.  Semoga bermanfaat ya teman-teman. ^_^




Cimahi, 4 Januari 2015