Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

31 Jan 2017

Dari Hati Menembus ke Hati Bersama ASUSPRO

Dari Hati Menembus ke Hati Bersama ASUSPRO "Kok bisa sih Mi, anak lima masih sempat menulis..?" tanya seorang teman.  Mungkin dia juga melihat saya yang cukup aktif di organisasi.  Sementara dirinya hanya  memiliki dua anak tetapi merasa tidak ada waktu untuk menulis.  Passion atau hobi itu jawabannya, bagaimana sibuknya pun untuk sebuah hobi atau passion, semua pasti selalu ada waktu.  Menulis dan menjadi bloger sepertinya sudah merupakan passion, hingga bagi saya selalu ada waktu untuk melakukannya.

Menjadi bloger  akan lebih mantap bila memiliki perangkat yang mumpuni untuk mendukung proses kreatif pembuatan artikel.  Menulis dan berkreasi lebih asyik dan nyaman dengan  laptop yang berspesifikasi  Intel Core i3/Intel Core i5/Intel Core i7. Processor yang sangat support untuk proses kreatif pembuatan tulisan yang disertai dengan infografis, membuat tampilan visual lebih menarik.  Karena dengan spesifikasi itu kita akan nyaman dalam prosesnya karena loading yang cepat dengan performa yang tinggi serta hemat energi.

Hihi..ikut mejeng ah dengan laptop kesayangan

6 Nov 2016

Pindang Gombyang Olahan Ikan Laut Khas Indramayu yang Gurih dan Sedap


Salah satu makanan yang memiliki nilai gizi yang tinggi adalah ikan laut.  Ikan laut memang identik dengan kecerdasan dan pertumbuhan.  Nilai gizi yang terkandung di dalamnya sangat bermanfaat untuk tubuh kita.  Gizi utama yang terdapat dalam ikan laut adalah Omega 3, Omega 6, vitamin B kompleks, Vitamin D, Vitamin A, Taurin dan Selenium.  Ikan laut  juga memiliki kadar lemak yang rendah hingga bagi yang sedang diet, ikan laut merupakan alternatif yang terbaik untuk memenuhi asupan protein.

Kandungan gizi yang terdapat di dalam ikan laut sangatlah banyak, sehingga begitu penting untuk tubuh manusia.  Untuk itu jenis makanan ini harus sering kita sajikan dalam menu makanan sehari-hari  keluarga kita terutama untuk anak-anak  yang sedang dalam masa pertumbuhan.  Tetapi tentu saja akan menimbulkan rasa bosan apabila kita sajikan dalam bentuk itu-itu saja.  Oleh karena itu kita harus pandai-pandai menyajikan dalam beraneka ragam bentuk sajian.

10 Agt 2016

Key Perfomance Indicator Sebuah Solusi Tepat untuk Masalah Kota Cimahi

Tinggal di Cimahi sejak tahun 1997, mengikuti suami yang memang asli orang Cimahi.  Sudah lebih dari 19 tahun tinggal di Cimahi baru kurang lebih empat tahun terakhir merasakan banjir tahunan di saat musim hujan dan kekeringan di musim kemarau.  Lima belas tahun menikmati kebebasan tanpa ditakutkan dengan ancaman banjir tahunan dan kekeringan di musim kemarau adalah nikmat yang mungkin lupa disyukuri, kini setelah selalu diancam banjir tahunan nikmat lima belas tahun itu baru terasa, sebuah suasana yang kini selalu dirindukan.


Banyak warga terpaksa membuat sumur baru yang lebih dalam karena kekeringan di musim kemarau

Banjir saat musim hujan

24 Jul 2016

Cerita Lebaran Asyik : Rahasia di Balik Rutinitas Mudik

Lebaran sudah berlalu beberapa waktu yang lalu, menyisakan sebuah memori yang selalu indah untuk dikenang. Indah dikenang?  Ya memang indah, dan kenangan ini selalu ingin di ulang setiap tahunnya. Berkumpul dengan keluarga besar dan merasakan sensasi suasana desa saat mudik.  Dua hal yang selalu dirindukan dan selalu diusahakan untuk selalu dilakukan.

Dulu, sebelum menikah saya tidak pernah mempunyai ritual mudik karena memang keluarga besar semua berada di Bandung.  Sempat juga bersikap nyinyir terhadap orang-orang yang memaksakan mudik di setiap menjelang hari raya lebaran. Sempat mempunyai pikiran negatif, kok sebegitunya orang memaksakan mudik di hari raya, kan silaturahmi tidak harus saat lebaran. Rela berpanas-panas dan bermacet-macet ria, demi apa coba... Itu yang ada dibenak saya saat itu.

15 Jul 2016

Cantik dari Hati, Sebuah Magnet


"Heran deh kalau lihat Rossy.... wajahnya sih biasa aja ya, tapi kok banyak yang suka sama dia.." Ujar Mira
"Gak cantik memang, tapi menarik.." Rani pun menambahkan.

Pernah mendengar dialog seperti di atas kah?  Saya pernah, berkali-kali bahkan.  Menurut saya wajah Rossy sebetulnya biasa saja, tapi memang betul kata Rani, Rossy menarik.  Wajah Rossy sederhana, dengan hidung yang tidak mancung, kulit pun tidak putih.  Tapi Rossy memiliki mata belo yang berbinar indah. Dengan mimik wajah ceria diiringi senyum yang selalu tersungging manis.

28 Jun 2016

Susahnya Menjadi Orang Lain



Saya memang bukan tipe perempuan yang romantis, saya menyadari hal itu setelah menikah.  Sebelumnya saya tak tahu itu, setelah bertemu suami akhirnya saya tahu kalau saya memang bukan tipe perempuan yang romantis.  Dulu sebelum menikah bayangan romantisme adalah kala si dia main gitar dan kita nyanyi bersama "Kemesraan ini...janganlah cepat berlalu...." Hahaha, cukup itu saja, tidak terbayang romantisme yang macam-macam. Tapi menghadapi suami yang hangat dan ekspresif membuat saya  tau makna romantisme yang sebenarnya dalam sebuah rumah tangga.

Entahlah saya juga tidak tahu mengapa saya memiliki sifat seperti ini, yang jelas ini sudah menjelma jadi sebuah karakter. Yup, karakter yang menurut Stephen Covey dalam bukunya 7 Kebiasaan Manusia yang Efektif ada tiga teori utama yang mendasarinya yaitu Determinisme Genetis, Determinisme Psikis dan Determinisme Lingkungan. Bisa jadi ketiga teori itu saling mendukung hingga mempengaruhi karakter saya, gen yang saya bawa, kemudian ada rangsangan dan respon dari pendidikan orang tua dan lingkungan.  Berawal dari sikap atau perbuatan yang dilakukan terus menerus hingga menjadi kebiasaan akhirnya terbentuklah sang karakter.

Anak-Anak dan Masjid

Miris rasanya kalau mendengar ada anak yang dibentak pengurus masjid karena dianggap mengganggu.  Di alam bawah sadar sang anak akan terekam bahwa masjid merupakan tempat yang tidak menyenangkan .  Keberadaan anak-anak di masjid memang dirasakan mengganggu oleh sebagian orang tua yang ingin khusyu beribadah di masjid.

Namanya juga anak-anak, makhluk yang belum paham fungsi masjid, baginya dunianya hanya untuk bermain.  Kalau anak sampai mengganggu  yang salah tentu saja orang tuanya. Harusnya orang tuanya diberi pemahaman agar anak dikondisikan hingga tidak mengganggu .  Para orang tua pun harus sedikit toleran terhadap ‘kenakalan’ anak-anak di masjid.  Rasulullah mencontohkan bagaimana cucunya bebas bermain kuda-kudaan di atas punggungnya saat beliau sedang shalat bahkan Rasulullah pun kemudian memperlama sujudnya.

12 Jun 2016

Kado Lebaran untuk Adikku


Hari Raya Idul Fitri atau biasa disebut dengan hari lebaran adalah hari kebahagiaan umat Islam. Setelah sebulan penuh berpuasa berharap mendapat ampunan, berkah dan terbebas dari siksa api neraka, di hari lebaran umat Islam merayakan hari lebaran dengan penuh kebahagiaan.  Usai Ramadhan biasanya disambung dengan acara silaturahmi dengan keluarga besar dan kerabat.  Begitu pula dengan kebiasaan keluarga besarku, beberapa hari setelah Idul Fitri tiba, keluarga besar kami akan berkumpul bersama untuk bersilaturahmi dan saling maaf-memaafkan.

Saat itu Idul Fitri tahun 2013, orang tuaku kebagian menjadi tuan rumah acara.  Berhubung hanya adik bungsuku  beserta keluarganya yang tinggal menemani ibuku yang hanya sendirian di rumah, akhirnya adikku yang bernama Eni inilah yang paling sibuk menyiapkan segala sesuatunya.  Karena kebetulan juga ia baru melahirkan melalui operasi sesar, akhirnya ia sudah mulai mencicil persiapan beberapa hari sebelumnya, agar tidak terlalu capai.

11 Jun 2016

Cirebon Kota Keraton



Hari itu, Senin 30 Mei 2016, sedang banyak kerjaan menulis sebetulnya, tapi karena sama sekali sedang tidak mood menulis, akhirnya iseng saya baca-baca WA.  Mata saya tertumbuk pada satu komen dari sebuah grup,  tepatnya dari Pak Suherman dari Gerakan Pemasyarakat Minat Baca (GPMB).  Ada acara menarik di Focus Group Discussion "CIREBON HERITAGE" di Gedung Bapusipda Jalan Kawaluyaan mulai jam 10.00.   Jam sudah menunjuk ke angka 9 lewat 10 menit, saya akhirnya memutuskan untuk ikut, tapi jarak Cimahi ke Bandung Timur cukup jauh.  Saya pun akhirnya minta izin untuk datang jam 11.00.  Alhamdulillah boleh ternyata..horeee... CIREBON HERITAGE ..I am Comming....

7 Jun 2016

Tabungan Haji BRISyariah iB | 10 Manfaat Tabungan Haji untuk Anak




Allah SWT tidak memanggil siapa yang mampu
Tetapi Allah SWT memampukan siapa yang dipanggil

Sering mendengar kata-kata di atas kan?.  Saya setuju sekali, kalau ibadah haji itu bukan perkara kaya dan tidak kaya, uang bukan segalanya, walau banyak yang mengatakan segalanya perlu uang hehe...   Melihat dari realita yang kita lihat, betapa banyak orang yang mampu, memiliki kekayaan berlimpah, tetapi tidak terpanggil untuk menunaikan ibadah haji.  Dan betapa banyak orang yang sering kita pandang dengan sebelah mata, karena kehidupannya yang kekurangan tetapi ia mampu pergi beribadah haji ke tanah suci.

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,” QS AL Hajj : 27

Sungguh beruntung orang-orang yang telah diundang dan dijamu oleh Allah SWT untuk datang ke Baitullah.  Jamuan seorang manusia yang istimewa akan sangat menyenangkan kita, terlebih lagi jamuan dari Allah SWT. Setiap muslim yang beriman kepada Allah tentu saja menginginkan melaksanakan seluruh kewajibannya yang terangkum di dalam Rukun Islam.  Ibadah haji sebagai salah satu Rukun Islam  merupakan salah satu kewajiban kita yang harus kita laksanakan, terutama bagi yang mampu.

31 Mei 2016

#BahagiadiRumah: Tak Perlu Jauh Mencari

   #BahagiadiRumah: Tak Perlu Jauh Mencari

Saya masih bertekad untuk bahagia dan ceria di segala situasi, karena saya telah belajar dari pengalaman bahwa kebahagiaan atau kesedihan kita, sebagian besar ditentukan oleh sikap kita sendiri dan bukan oleh situasi atau kondisi.  (MarthaWashington)

Yup, saya setuju dengan pernyataan Martha Washington di atas, kebahagiaan atau kesedihan kita sebagian besar ditentukan oleh sikap kita sendiri atas sebuah kejadian yang menimpa kita.  Peristiwa atau kejadiannya sendiri bersifat netral, sikap kita dalam menerima peristiwa itulah yang menentukan kebahagiaan kita.

30 Jan 2016

Dengan Acer Liquid Z320 Orang Tua Tenang Anak Senang

Beberapa kali kuusap pipiku yang membasah, dari tadi dua aliran air mata menganak sungai susah kutahan,  Beruntungnya saya bisa mengikuti acara ini, jadi bisa lebih tahu lagi bahaya gadget untuk anak-anakku.  Ya seminar parenting ini salah satunya menampilkan kisah seorang mantan pecandu games online.  Saya tidak menyangka sama sekali ternyata dampaknya bukan hanya kecanduan games online saja tetapi bisa terus merambah ke kecanduan pornografi dan kekerasan. Sungguh cerita yang mengharukan, sedih mendengar ada anak yang kecanduan games seperti itu, beruntungnya ada momen titik balik yang membuatnya tersadar dan bangun dari keterpurukan.

Sebuah survey menyebutkan bahwa 95 dari 100 pelajar SD pernah mengakses konten pornografi yang mereka akses dari situs, media sosial, games dan aplikasi yang terdapat dalam gadget.  Tahun 2013 diketahui terdapat 4,3 juta situs pornografi dengan pertumbuhan pesat setiap harinya.  Begitu berbahayanya gadget di tangan anak-anak.  Lalu haruskah kita menjauhkannya dari tangan anak-anak kita ?  Rasa-rasanya itu bukan solusi yang cukup tepat juga, karena di zaman yang serba online ini menjauhkan anak-anak dari gadget dan internet, itu berarti menjadikan mereka seorang yang kudet (kurang update) dan gaptek.  Dalam beberapa hal tentu saja internet memiliki dampak positif untuk anak-anak.

Aktivitas anak-anak dulu



Aktivitas kini...
Lalu apa dong yang harus saya lakukan, sementara anak-anakku yang lima orang itu tak mungkin kujauhkan begitu saja dari gadget.  Sebagai orang tua kemampuanku  juga terbatas untuk terus mengawasi penggunaan gadget mereka, sementara daya akses mereka tidak terbatas.  Meski tidak semua anakku memiliki gadget tetapi ada dua anakku yang bisa memiliki gadget dengan usaha sendiri yaitu dari royalti buku mereka.  Selain itu ada tablet suami yang bisa dipinjam dengan bebas oleh anak-anak...ihiks.. jadi parno begini, tetap parno meski kami menetapkan  batasan waktu pemakaian per harinya juga...

Kalau boleh saya ungkapkan, saat ini wishlist saya nomor urut paling pertama adalah memiliki gadget yang aman untuk anak-anak.  Memang ada?  Ada lho gadget keren yang bisa membantu orang tua mengawasi penggunaan gadget anak-anak.  Mau tau kan ? Pastilah sebagai orang tua yang ingin anak-anaknya bisa menggunakan gadget dengan aman dan nyaman  mau tau... eh mau tau banget lah tentunya...


Ada lho smarthpone yang sudah pre-instal dengan Kids Center, yaitu fitur yang bisa membatasi aplikasi, konten dan akses data yang tidak sesuai dengan aplikasi anak. Kids Center ini dilengkapi dengan parental control yang mencegah anak dari men download konten dewasa. Selain itu aplikasi ini bisa menjadi media pembelajaran yang mengasyikan. Kids Center ini hanya ada di smartphone  Acer Liquid Z320.

Keren ya ada smartphone yang bikin anak senang,orang tua tenang seperti ini... pasti mahal deh kayaknya ya..yang bagus-bagus biasanya kan setara dengan harganya juga. Etapi jangan salah dong, ternyata Acer Liquid Z320 ini cukup ramah di kantong, hanya dengan Rp 999.000,00 kita bisa mendapatkan hape ini di toko toko hape terdekat, atau e-commerce langganan kita.



O ya yang paling menarik, aplikasi ini bisa menjadi media pembelajaran yang mengasyikkan untuk anak-anak.  Kenapa?  Karena Acer mengisi Kids Center dengan ribuan aplikasi edukasi untuk membantu merangsang daya pikir dan mangasah kreatifitas anak-anak kita. Selain itu kontennya pun bisa selalu di update karena tersedia update content.

Susah ngga sih, anak-anak menggunakan smartphone ini? Jangan khawatir meskipun memiliki banyak fitur, Kids Center ini mudah lho digunakan oleh anak-anak di bawah usia 12 tahun. Pengaturan yang disediakan untuk orang tua pun ternyata cukup mudah untuk dipahami, jadi orang tua terutama para bunda, mungkin ada yang rada-rada gaptek ga usah khawatir tidak bisa mengaturnya. Cukup membuat akun untuk melakukan berbagai macam pengaturan termasuk salah satunya mengatur konten apa saja yang bisa diakses anak.


Jadi dengan smartphone Acer Liquid Z320 ini orang tua tidak perlu dipusingkan lagi oleh kekhawatiran akan bahaya gadget yang mengancam. Tinggal mengatur penggunaannya serta menyepakati berapa lama anak boleh mengakses smartphone nya per harinya.  Sebetulnya kalau kita mampu memanfaatkan sebaik mungkin, gadget itu bermanfaat lho untuk anak-anak kita. Contohnya si bungsu Maghfira yang baru berusia delapan tahun, baru satu kali ikut trial sekolah yang ada pelajaran TIK nya sudah bisa membuat video bahaya gadget di bawah ini lho....sedikit dibantu kakaknya untuk pengisian musik pengiringnya.


Video buatan Maghfira (8thn)


Eh berbicara tentang video ternyata Kids Center memberikan usulan aplikasi, video serta game yang sesuai, selain tentu saja aman dan menyenangkan untuk anak-anak.  Jumlah video dengan pendekatan konten yang menarik dan menghibur ini  bertambah juga lho tiap harinya hingga anak-anak tidak akan mudah bosan memainkannya.

Takut anak keasyikan nonton?  Jangan khawatir juga, karena tampilan untuk memutar video dibuat berbeda dengan tampilan youtube.  Acer mendesainnya agar penggunanya tidak memutar video yang tidak sesuai dengan profil penggunanya.  Jika orang tua masih merasa kurang merasa aman dan nyaman, kita bisa mengaktifkan Extra Safe Zone yang bisa mengunci ponsel di Kids Center meski sudah dinyalakan ulang.

Asyiiik ya...ingin smartphone yang bikin hati kita tenang dan membuat anak senang ya ga ada lagi deh selain Acer Liquid Z320 ini.  Duh..duh ..bikin ngiler ya... Acer Liquid Z320 please come to mommy dong.... hihi...






25 Des 2015

Bu Uso Sang Pemenang Kehidupan

Hari Ibu telah berlalu beberapa hari yang lalu, ada banyak sosok-sosok ibu hebat di sekitar kita yang pantas mendapatkan selamat atas kesuksesannya pada Hari Ibu ini.  Sosok yang menginspirasi yang telah berhasil menjadi ibu yang sukses dan memancarkan cahaya untuk orang-orang di sekitarnya.  Salah satunya adalah sosok Bu Uso tetangga ku ini….

“Selamat ya Bu, sudah sukses sekarang”  Kuucapkan kata itu dengan penuh takjim dan sepenuh hati pada ibu tetanggaku itu.  Ada binar  bahagia dan bangga di wajahnya. Saya biarkan dia menikmati itu, karena memang wajar ia mendapatkannya.. “Alhamdulillah hasil berjuang..” Jawabnya sejurus kemudian.  “Datang ya Umi, ditunggu..” Ujarnya kemudian.  Saya hanya mengangguk sambil memberinya senyuman.

Bu Uso ketika dikunjungi di rumahnya

Saya masih ingat betul percakapan kurang lebih setahun yang lalu itu, saat perempuan tetangga saya itu mengundang syukuran anaknya yang ketiga.  Anaknya yang baru lulus dari sebuah universitas dekat rumah kami terpilih menjadi ABRI yang direkrut dari para sarjana terpilih di seluruh Indonesia.  Dengan seleksi yang teramat ketat putranya yang sarjana psikologi itu berhasil mendapat urutan pertama seleksi tentara karir se Indonesia dan langsung mendapat pangkat Letnan Dua. 

Saya pun terpukau ketika keesokan harinya datang memenuhi undangannya, rumahnya yang dulu hanyalah berupa rumah gubuk telah berubah wujud menjadi rumah mungil yang nyaman dan berlantai dua.  Memang meskipun ia tetangga dekat rumahku, jarang sekali saya melewati rumahnya yang memang agak di belakang itu.  Saya hanya sempat tahu kalau dia sedang membangun rumah, karena hampir tiap hari dia melaundry baju keluarganya di tempat laundry an milikku.  “Sedang direnovasi rumahnya, sebulan dua bulan ini kost di kost-kost an dulu, jadi susah nyuci..” Jawabnya ketika kutanya mengapa tidak mencuci sendiri.


Perjuangan berat yang ibu itu lalui berbuah manis sekali, kelima anak-anaknya telah sukses sekolah di sekolah yang cukup tinggi.  Anak keempat sedang kuliah di jurusan informatika universitas yang sama dengan ketiga kakaknya lewat jalur beasiswa pula, sedangkan si bungsu masih duduk di bangku SMA.

Saya kagum pada perjuangan si Ibu tetangga saya itu, sebut saja bu Uso, memang ia biasa dipanggil seperti itu.  Masih terbayang di pelupuk mataku, sosok bu Uso dengan sedikit terpincang melewati rumahku setiap hari untuk berkebun sebagai mata pencaharian utamanya.  Pergi pagi, pulang sore itu yang dilakukannya tiap hari. Bukan tanah sendiri bahkan, ia harus mengontrak tanah itu sebesar delapan jutaan per tahunnya.  Ia harus banting tulang dari pagi hingga petang bercocok tanam dan beternak ayam untuk memenuhi kebutuhan hidup, sekolah anak-anak dan membayar kontrak tanahnya.

Yang saya kagum dari Bu Uso adalah keteguhan hatinya dan semangatnya untuk terus berjuang menyekolahkan anak-anaknya walau keterbatasan biaya menghadangnya.  Masih terbayang, saat ke rumahnya untuk mengambil komputer yang terpaksa dijualnya.  Keempat anak-anaknya sedang tekun belajar diterangi cahaya lilin yang temaram…entahlah mungkin listriknya belum dibayar hingga mereka belajar dalam kondisi kurang cahaya, padahal kutahu persis saat itu tidak sedang ada pemadaman listrik.

Sosok yang teguh pada cita-citanya, sementara tetangga sekitar banyak yang menyerah pada keadaan, membiarkan anak-anaknya terlarut pada kegagalan dan semangat menuntut ilmu yang rendah.  Ia berbeda, bersama suaminya yang pekerjaannya juga mengurusi kebun, mereka terus menerus menyemangati anak-anaknya untuk rajin belajar dan tidak menyerah pada keadaan.  

Bu Uso dengan anak keduanya
Beberapa tetangga ada juga yang mencibir karena hutangnya kemana-mana untuk keperluan sekolah anak-anaknya.  Yang kukagum dari Bu Uso, meski lama sekali bahkan mungkin bertahun ia akan selalu ingat hutangnya, dan pasti akan membayarnya.  Dulu, bukan sekali dua kali dia meminjam uang padaku.  Setelah kutahu  perjuangannya, saya selalu berusaha memberinya pinjaman selama memang ada.   

Bukan satu dua pula tetangga yang mencibir, menganggapnya sombong, menyekolahkan anak tinggi-tinggi padahal ia orang tidak mampu. Tapi ia tidak mempedulikan semua itu, ia menekankan kepada anak-anaknya agar tidak seperti ayah ibunya, mereka harus bisa hidup lebih baik dan tidak ada cara lain selain belajar sungguh-sungguh dan sekolah yang tinggi.  Tidak hanya tinggi, tapi harus paham juga apa yang mereka pelajari dan untuk apa mereka sekolah.

Sebetulnya anak-anak Bu Uso diterima di beberapa perguruan tinggi negeri lewat jalur bea siswa.  Karena keterbatasan biaya untuk kebutuhan sehari-hari mereka di tempat kuliah yang memang lumayan jauh dari tempat tinggalnya, akhirnya mereka memutuskan untuk kuliah di perguruan tinggi swasta dekat rumah.  “Lebih murah biaya hidupnya Mi”.  Begitu dia beralasan ketika kutanya kenapa tidak mengambil bea siswa universitas negeri favorit yang diterima anak-anaknya.  Jadilah anak pertama sampai ketiganya kuliah di universitas swasta dekat rumah. Tak perlu memakai ongkos, karena tinggal jalan saja, untuk makan pun bisa bersama-sama, memang jauh lebih murah.

Istimewanya, semua anak-anak bu Uso meraih nilai cumlaude, Bu Uso bersama suaminya pandai sekali mengarahkan anak-anaknya untuk menjadi anak-anak yang bertanggung jawab pada masa depannya.  Anak-anak yang rajin belajar dan tidak suka membuang waktu untuk sesuatu yang tidak berguna. Ditekankan pula semenjak mereka kecil untuk tidak suka jajan, dan perut selalu terisi walau harus makan hanya dengan garam saja.  

Meskipun mereka hidup miskin, tapi anak-anak bu Uso tinggi-tinggi, sehat, cantik dan tampan, tak terlihat kemiskinan pada sosok mereka, bila tidak tau keadaan mereka sebenarnya.  Bu Uso memang ibu yang bertanggung jawab, seluruh hidupnya ia baktikan untuk anak-anaknya.  Ia tak peduli pada dirinya yang sering sakit dan terlihat tua, ia tak lagi memiliki rasa malu untuk berhutang ke sana ke mari untuk membeli kebutuhan sekolah anak-anaknya.  Apa pun ia lakukan asal halal untuk anak-anaknya….

Ia tak mengenal rasa lelah demi masa depan anak-anaknya…

Kini ia tinggal memetik hasilnya, perjuangan bertahun-tahun pasti penuh duka dan air mata, dicela banyak orang karena sepertinya ia terlihat terlalu memaksakan diri, pasti ia merasakan celaan itu.  Keteguhannya pada cita-citanya terbayar sudah, tiga anak-anaknya langsung mendapatkan pekerjaan yang layak begitu lulus kuliah.  Bahkan si tengah yang kini tengah menjalani pendidikan ketentaraannya di Magelang berujar pada ibunya agar tidak usah berlelah-lelah mencari uang lagi,  ia pun berencana mengumrohkan kedua orang tuanya.  Meriding saya mendengarkan Bu Uso menceritakan itu dengan air mata di kedua sudut matanya karena terharu bahagia.

Salah satu sudut rumahnya kini

Tak ada lagi rumah gubuk itu, tak ada lagi duka, tak ada lagi upaya menahan malu untuk pinjam ke sana ke mari, tak ada lagi air mata pilu.  Terakhir saya memenuhi undangan pernikahan anak pertamanya, seorang perempuan cantik berhijab yang sudah bekerja di sebuah perusahaan yang cukup besar.  Dalam sebuah pesta pernikahan yang meriah dan cukup megah, di sana  saya melihat Bu Uso dan suaminya pun berdiri tersenyum penuh kebahagiaan.  Ia pun mendapatkan seorang mantu dari keluarga yang cukup berada.

Sungguh kehidupanmu sangat menginspirasi sekitar, kau tunjukkan bahwa kebahagiaan bisa kita raih bila kita mau berjuang.  Kau tunjukkan  bahwa masa depan adalah milik mereka yang mau memperjuangkannya.  Kau tunjukkan bahwa rintangan yang menghadang bukan untuk membuat surut ke belakang. Kau sudah membuktikan itu pada sekitarmu, kau membuka mata sekitarmu.. Kini tidak ada lagi cibiran yang mencemooh dirimu…

Mudah-mudahan sosok bu Uso bisa mengubah paradigma beberapa tetangga-tetangga sekitarmu, yang lebih banyak membuang waktu untuk sesuatu yang kurang berguna.  Yang lebih mementingkan gaya hidup daripada berjuang untuk masa depan, yang sangat mudah menyerah pada keadaan..
Dengan sepenuh takjim dan dari relung hatiku yang terdalam di momen Hari ibu ini kuucapkan kembali selamat telah menjadi seorang pemenang kehidupan.  Bu Uso, kau memang seorang ibu yang menginspirasi

31 Okt 2015

Air..... Nikmat yang Terkadang Lupa Disyukuri


Persediaan air di sumurku saat itu begitu kerontang sehingga tak ada setetes air pun yang bisa di angkut mesin pemompa air menuju bak mandi.  Terbayang bagaimana repotnya saya dan keluarga saat itu.  Pagi-pagi mengangkut anak-anak yang akan ke sekolah mampir ke 'kantor' untuk  mandi.  Agak siangan sedikit ketika suami dan anak-anak pergi, harus ngangkut-ngangkut air dari tetangga untuk keperluan memasak dan mencuci.  Malamnya suami pun mengangkut air dari 'kantor' untuk persediaan malam.  Begitulah, tak ada air memang sangat merepotkan, keberadaannya baru sangat terasa berharga saat ia tiada.

Status jeritan hatiku takkala tak ada air
Memang musim kemarau tahun ini terasa cukup panjang, bulan-bulan berakhiran "Ber" yang dari kecil kuingat sebagai bulan saatnya turun hujan satu demi satu terlewati, tapi musin hujan belum juga mulai.  Satu demi satu tetanggaku pun akhirnya membuat sumur bor dengan kedalaman sekitar 40 meter seperti yang dengan terpaksa akhirnya kulakukan agar bisa hidup dengan 'normal' kembali.

Alkisah, sepuluh tahunan yang lalu daerah tempatku tinggal adalah daerah yang kaya akan air.  Dari namanya saja bisa terlihat bahwa CIMAHI, Ci artinya air dan Mahi artinya cukup, jadi arti Cimahi itu adalah Cukup Air.  Diberi nama Kota Cimahi karena kota ini dulu berlimpah dengan air, menggali beberapa meter  saja, air bersih pun sudah mulai keluar, bahkan kita sudah bisa menyiduknya dengan tangan.

Tapi kini....setelah sepetak demi sepetak lahan hijau pun menghilang berganti dengan bangunan mulai dari yang biasa sampai yang  mewah. Bangunan itu hadir dengan  puluhan kamar  termasuk sumur bornya tentu saja, karena harus menyediakan air untuk para penghuninya yang tidak sedikit.  Lalu kemudian bermunculanlah rumah makan-rumah makan, bermunculanlah laundry-laundry,  semua mengikuti hukum alam ada permintaan maka munculah penawaran. Itu hal biasa terjadi disebuah lingkungan yang dekat dengan kampus.  Lalu apa yang terjadi sebagai dampaknya ?

Satu demi satu tetanggaku pun membuat sumur bor dengan kedalaman 40 meteran
Kini saat musin kemarau panjang sudah mulai terasa betapa menyusutnya persediaan air di daerahku, terlihat dari permukaan tanah yang semakin menurun.  Air terus menerus dieksploitasi untuk konsumsi kehidupan sehari-hari maupun untuk industri dan jasa.  Sementara penambahan volume air tanah terhenti di saat musim kemarau, bahkan di saat musim hujan pun, saat cucuran air yang berlimpah,  air yang terserap sangat tidak maksimal, karena air hujan banyak yang hanya menjadi air permukaan yang mengakibatkan banjir dimana-mana.  Begitulah yang selama ini terjadi, kekeringan di musim kemarau dan kebanjiran di musim hujan.

Konon katanya menurut  hasil penelitian penyebab terjadinya penurunan permukaan tanah di kota-kota besar adalah penyedotan air tanah dengan pompa yang berlebihan.  17,5%  - 18% penurunan tanah disebabkan oleh sumur bor, sementara sisanya disebabkan karena beban bangunan, kondisi alam serta kendaraan.

Apa yang Harus Dilakukan ?

Pengalaman adalah guru yang terbaik, memang sebuah kutipan yang bermakna yang harus dicamkan dalam kehidupan kita.  Bagi saya pribadi pengalaman saat kebanjiran di musim hujan dan saat musim kemarau kekurangan air bahkan sampai tak memiliki pasokan air setetes pun dari dalam sumur adalah pengalaman yang berharga sekali.  Pengalaman yang memberikan kesadaran betapa air sesuatu yang sangat bernilai yang tak tergantikan yang keberadaannya jarang kita syukuri.

Mensyukuri keberadaan air yang kita nikmati memiliki arti memanfaatkan, menggunakan dan menjaga kelestariannya semaksimal mungkin dan seefisien yang kita mampu.  Seperti itulah yang harus dilakukan kita semua agar nikmat tersebut tidak dicabut dalam diri kita.

Apa yang harus kita lakukan sebagai diri pribadi yang merasakan betapa air adalah sesuatu yang sangat berharga dalam hidup kita ?   Kita harus menyadari bahwa persediaan air dalam bumi bisa saja habis, dan kita memiliki tanggung jawab untuk melestarikan keberadaan air untuk sekarang dan masa yang akan datang.

Banjir saat musim hujan
Hal yang bisa kita lakukan adalah dengan memanfaatkan air gratis dari langit pemberian yang Maha Kuasa yaitu air hujan.  Sebagai negara dengan curah air hujan yang tinggi, kita harus bisa memanfaatkan potensi yang besar ini.  Gerakan  Rain Water Harvesting (memanen air) harus mulai kita galakan. Bagaimana caranya?

  • Perluas daerah resapan air di  sekitar rumah kita. Jangan biarkan air hujan menjadi air permukaan yang hanya mengalir ke selokan, upayakan semaksimal mungkin agar banyak air yang bisa terserap ke dalam tanah.
  • Buat sumur resapan dan biopori di sekitar rumah kita 
  • Tampung dan manfaatkan air hujan dengan cara membuat bak tandon dengan diameter satu sampai dua meter disesuaikan dengan keadaan rumah kita.  Hidupkan kearifan lokal orang tua kita dulu dimana hampir tiap rumah memiliki bak atau kolam untuk memelihara ikan atau merendam kayu.  Air tadah hujan ini bisa digunakan untuk mencuci baju, mencuci peralatan rumah tangga, mencuci kendaraan, menyiram toilet, menyiram tanaman dan lain-lain.
  • Tanamkan dan ajarkan gemar hemat  menghargai air mulai dari sendiri, kemudian orang terdekat kita yaitu keluarga kita baik itu anak atau pasangan kita kemudian lingkungan sekitar kita.
  • Tanamkan dan ajarkan kepedulian akan lingkungan hidup dalam diri kita, keluarga dan orang-orang terdekat kita  Ajarkan senang menanam dan menyukai penghijauan karena akar pohon dapat membantu proses  penyerapan air saat dimusim hujan.
Pemerintah pun harus mau belajar dari negara-negara lain yang telah berhasil dalam hal pengelolaan air.  Contoh terdekat adalah Singapura yang merupakan negara terdepan dalam pengelolaan air yang terintegrasi.  Tata kelola air di negara ini adalah salah satu yang terbaik di dunia.

Singapura berhasil mendiversifikasi keperluan airnya dan meminimalkan jumlah air yang hilang, salah satu kunci kesuksesan Singapura adalah pendekatan dengan menggabungkan analisis permintaan dan sediaan air yang terintegrasi.

Singapura, negara dengan tata kelola airnya termasuk salah satu terbaik di dunia   Sumber: www.hijauku.com

Semua stakeholder harus turut ambil bagian dalam upaya menjaga keberlangsungan lingkungan di masa depan.

Semua pihak harus bahu membahu menghadapi permasalahan ini, agar tidak lagi kekeringan di saat musim kemarau yang berkepanjangan.

Jangan sampai nikmat air yang berkelimpahan di negara kita ini  terhempas karena disebabkan kesalahan kita yang tidak mensyukuri limpahan karunia itu. Mensyukuri dengan menggunakannya seefektif, efisien mungkin, mengelolanya dengan cara yang terbaik dan menjaga kelestariannya untuk masa depan anak cucu kita.




Sumber:
http://www.hedihastriawan.wordpress.com
http://www.hijauku.com
http:// www. kompasiana/arifiadipatah


25 Okt 2015

Mengelola Keuangan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

"Yah, Neng... maaf saja...saya lagi ga ada uang" Kataku saat itu.
Perempuan muda itu hanya menarik nafas panjang, sepertinya dia kebingungan sekali.  Bukan saya tak ingin menolong, tapi saya pikir dia sudah keseringan meminjam uang, sementara saya tahu persis kalau gaji temanku itu besar. Beban hidupnya pun tidak terlalu berat, karena penghasilannya hanya untuk dia sendiri,  hidup masih sendiri, keluarga besarnya pun berkecukupan.  Tapi hampir tiap bulan pasti mengeluh kekurangan uang dan sibuk pinjam kemana-mana.

Pernahkah kita menemukan orang seperti temanku itu?  Gaji besar tetapi selalu mengeluh kekurangan, tiap bulan bukannya bisa menabung malah selalu kekurangan dan akhirnya meminjam ke banyak orang.  Sepertinya temanku itu harus diajarkan memilih dan mengelola antara keinginan dan kebutuhan.  Karena lazimnya dua hal itulah yang menjadi pangkal  keborosan dalam mengelola keuangan pribadi maupun keluarga.

Menghabiskan uang memang sangat mudah, seseorang harus mempunyai perencanaan agar bisa mengelola uangnya dengan baik. Perencanaan memang hal yang kecil, tapi memiliki makna besar di kemudian hari, karena kita tahu bahwa langit tidak selamanya cerah, mungkin akan ada hujan disela-selanya.  Lalu apa yang harus dilakukan seseorang untuk memulai mengelola keuangannya dengan baik ?  




Aturlah Pengeluaran

Pernah dengar efek Hedonic Treadmill ?  Nafsu untuk membelanjakan materi akan terus bertambah seiring bertambahnya pendapatan kita, seperti berjalan di atas treadmill kebahagiaan kita tidak akan maju-maju.  Saat penghasilan kita 7 juta per bulan itu akan habis, setelah  penghasilan kita meningkat misalnya  40 juta per bulan itu juga akan habis.

Oleh karena itu kita harus bisa mengelola pengeluaran kita dengan baik dan bijak. Ada beberapa tips yang bisa kita ikuti agar bisa bijak dalam mengelola pengeluaran kita yaitu:

Pay yourself first, sisihkan penghasilan untuk menabung, utamakan menabung, jangan jadikan aktivitas menabung di sisa pengeluaran kita, tetapi harus di awal yaitu saat kita menerima uang.

Membuat pos-pos prioritas, yang disarankan para pakar agar kita efektif  mengelola pengeluaran,  idealnya pengalokasian pos-pos pengeluaran adalah: 40 % untuk kebutuhan pokok, 20% untuk cicilan (rumah atau mobil yang wajib dibayar tiap bulan), untuk investasi, asuransi, gaya hidup masing-masing 10%, pos sosial dan dana darurat masing-masing 5%.

Hemat,  buatlah catatan pemasukan dan pengeluaran kita, kemudian evaluasi pos-pos mana saja yang terlihat terlalu boros dan bisa kita hemat.

Miliki asuransi, ibarat payung dikala hujan, payung tidak bisa menghalangi datangnya hujan tetapi dengan payung setidaknya kita tidak akan basah kehujanan.  Demikian juga asuransi, tidak bisa menghilangkan musibah atau peristiwa yang tak terduga menimpa kita tetapi asuransi bisa melindungi kita dengan santunan klaimnya atau pengalihan resiko.

Jangan tergoda diskon, diskon adalah cara atau trik promo dari penjual agar kita tertarik untuk membeli.  Terkadang sale atau diskon bukan sebenar-benarnya diskon.  Hampir tiap bulan selalu saja ada diskon dengan nama yang berbeda-beda disesuaikan dengan momen yang ada seperti Gebyar Tahun Baru, Gebyar Hari Raya,  dan sebagainya.

Sumber: Brighter Life Indonesia


Miliki Banyak Investasi

Dengan fluktuasi inflasi di negara kita, kita harus pandai-pandai memilih tempat menyimpan uang yang menguntungkan,  investasi adalah tempat yang tepat untuk menyimpan uang kita agar tidak tergerus inflasi yang membuat nilainya semakin menurun. Investasi merupakan salah satu jaring pengaman masa depan keluarga, kita bisa memanfaatkannya untuk kebutuhan jangka panjang keluarga kita.

Ada tiga pilihan investasi yang bisa kita pilih, yaitu saham, reksadana dan properti.  Pemilihan investasi mana yang cocok dan efektif  untuk kita bisa didasarkan pada tujuan rencana keuangan kita.  Bila menyimpan untuk kebutuhan jangka panjang, kita bisa investasi di portofolio saham atau properti.  Namun untuk jangka pendek kita bisa mengambil reksadana sebagai pilihan investasi yang tepat. 

Pilihlah tempat investasi yang tepat dan terpercaya,  PT Sun Life Financial Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam hal investasi dan asuransi bisa menjadi pilihan utama kita. Memiliki  trade record nya yang baik, sudah berdiri selama 150 tahun tanpa terganggu krisis moneter apapun dan dimana pun hingga bisa memberikan rasa aman bagi nasabahnya. . Dan yang lebih penting bagi yang menginginkan investasi atau asuransi berbasis syariah PT Sun Life Financial pun menyediakannya.


Siapkan Dana untuk Masa Depan

Kita harus menyadari bahwa biaya hidup akan semakin mahal, kehidupan kita di hari depan akan semakin besar.  Sebagai sebuah gambaran kita bisa melihat perkiraan harga bahan makanan pokok masyarakat Indonesia yaitu beras dari tahun ke tahun pada tabel di bawah ini :

Tahun
Harga Beras
2000
Rp     2.624
2003
Rp     3.062
2013
Rp     8.000
2023
Rp   19.185
 


Agar masa depan kita cerah kita harus berpikir "Nanti Bagaimana" bukan "Gimana Nanti".  Ada lima pos pengeluaran penting, yang harus kita persiapkan untuk masa depan kita yaitu:

- Pos pengeluaran untuk menikah
- Pos pengeluaran untuk tempat tinggal
- Pos pengeluaran untuk pendidikan anak-anak
- Pos pengeluaran untuk masa pensiun
- Pos pengeluaran untuk liburan

Kelima pos itu harus kita persiapkan dengan cerdas dan cermat, PT Sun Life Financial Indonesia memberikan berbagai program tabungan dan investasi bagi setiap tahapan kehidupan kita.  Perencanaannya pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan pribadi kita.

Mempersiapkan pos-pos untuk masa depan harus kita persiapkan sedini mungkin, karena menunda itu mahal, makin lambat kita berinvestasi, maka makin besar yang harus kita sisihkan tiap bulannya.  Selain itu saat masih muda adalah masa keemasan dalam berkarir, tanggungan belum banyak, badan masih kuat dan sehat, sehingga saat itulah saat yang paling tepat kita mulai berinvestasi.

Ada banyak contoh di sekitar kita, teman, tetangga, saudara, selebriti atau siapa pun dia, bersenang-senang tanpa perencanaan di saat muda dan terpuruk di hari tua.  Atau mereka yang sukses merencanakan hidupnya sehingga bahagia di hari tua yang  bisa kita ambil hikmahnya.  Mari kita rencanakan dan kelola keuangan kita, siapa yang menanam dia akan menuai.....