Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

2 Mar 2017

Tips Menghadapi Tes Penerimaan Mahasiswa Baru


Tips Menghadapi Test Penerimaan Mahasiswa Baru  Kurang dari dua bulan lagi para siswa SMA di seluruh Indonesia akan menghadapi ujian kelulusannya. Setelah itu mereka pun harus berjuang agar bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.  Berkompetisi ketat dengan sesama temannya agar bisa terpilih masuk PTN yang mereka inginkan. Data statistik mengenai jumlah peserta lulus Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada tahun 2016 yaitu sebesar 126.804 orang, dimana angka tersebut hanya sebesar 17,5% dari total pendaftar sebanyak 594.522. 

Meskipun panitia SBMPTN menyatakan bahwa jumlah kelulusan tersebut naik secara signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, tetap tidak dapat dipungkiri bahwa menjalani tes penerimaan mahasiswa baru lewat jalur ujian tulis adalah hal yang ditakuti bagi sebagian besar calon mahasiswa baru. Sebenarnya ketakutan tersebut dapat diatasi sejak mereka masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, dengan melakukan banyak persiapan terbaik. Berikut ini adalah tips menghadapi tes penerimaan mahasiswa baru yang layak untuk disimak:

F:\FREELANCE\Indotrading\Penerimaan Mhs Baru\ref\ujian.jpg

22 Feb 2015

Mukram 2015 SMP IT Daarul Fikri

Saya sebetulnya termasuk orang tua yang tidak riweuh tentang survey menyurvey sekolah menjelang kelulusan anak.  Bukan apa-apa sih suami tidak mempunyai cukup waktu untuk itu, kalau saya sendirian engga enak juga rasanya.  Saat si sulung menjelang lulus SD pun teman-temannya ribut daftar ke sana-kemari, saya malah santai aja. Si sulung maunya ke SMP Negeri sedang saya menginginkan ke sekolah Islam, karena saling keukeuh akhirnya saya ngalah, tapi syaratnya harus ke SMPN terbaik di Cimahi, kalau gagal harus mau ke Sekolah Islam.  Saat ketemu orang tua teman-temannya si kaka mereka pada menanyakan tentang sekolah Kaka, saya jawab baru ke SMPN 1 saja mereka pada heran kok belum daftar ke tempat lain, kalau ga keterima gimana? Nanti semua sudah pada tutup kan susah...ga bisa kemana-mana.  Sempat ketar-ketir juga mendengar pendapat mereka tapi alhamdulillah ternyata kakak diterima di SMPN 1.

Pun demikian halnya dengan anak keduaku Aa Miqdad, orang lain sudah daftar ke sana ke mari, saya malah belum.  Saya hanya berdo'a minta diberikan sekolah yang terbaik untuk Aa, yang cocok dengan karakteristiknya.  Baru saat pembagian Nem saya rada kalang kabut, abinya menyebut nama sebuah sekolah Islam di Cimahi, kontan saya dan si Kakak menolak, karena sekolah itu banyak anak brandalannya.  Abinya rada cuek soal itu, asal kita bisa menjaga anak kita ga masalah katanya.  Oh no..no... saya sama sekali ga setuju akhirnya kupaksa abinya untuk jalan-jalan mencari sekolah untuk Aa.

Saat itu langsung saja entah kenapa kuminta abinya mengantarku menyusuri jalan Cihanjuang, eh karena kuingat di sana ada sekolah alam deng.  Tapi ternyata sekolah itu hanya sampai SD saja... bingung deh... Akhirnya abinya saya ajak terus ke atas, tak jauh dari sana ada sebuah plang bertuliskan SMP IT Daarul Fikri. Meski awalnya ogah-ogahan karena ada label IT nya akhirnya mau juga survey ke sana.  Alhamdulillah diterima dengan baik, kepala sekolah SMP IT waktu itu menjelaskan panjang lebar tentang Daarul Fikri. Alhamdulillah cocok banget dengan keinginanku.  Tidak ada sistem rangking, tidak ada tinggal kelas, mengutamakan akhlak yang Islami, menghargai anak dengan kecerdasan majemuknya tidak hanya akademi saja.

Dengan konsep Multiple Intellegence sudah dapat dipastikan bahwa tidak ada seorang anak pun di dunia ini yang bodoh. Semua anak terlahir juara dengan bakat yang unik. Kecerdasan seseorang tidak terkait: Kondisi Fisik, Kondisi Brain, dan Hasil tes-tes standar. Pemahaman ini memang terkait kepada sudut pandang, bagaimana memaknai kata bodoh atau memaknai kata cerdas. Jika anak memiliki masalah hambatan belajar maka kita harus mencari kondisi terbaiknya.  Okey Deal.... hehe... Alhamdulillah

Beberapa bulan berlalu alhamdulillah ternyata Aa cocok di sana. Bahkan untuk ekskulnya pun ternyata ada yang cocok dengan hobi Aa yaitu bulu tangkis. Betul kan?  Kalau kita mintanya sama Alloh pasti Alloh akan menunjukkan yang terbaik. Meski sempat ketar-ketir karena ketika saya ngobrol sama kepala sekolah SD nya yang bilang sekolah itu enggak cocok untuk Aa.


Hari ini saya menemukan hal-hal baru tentang sekolah Aa. Karena Sabtu dan Minggu 21-22 Februari 2015 sedang berlangsung acar Mukram 2015.  Musabaqoh Kreatifitas Anak Muslim 2015 adalah semacam Open housenya Daarul Fikri. Mengadakan berbagai acara lomba untuk anak PG sampai SMP.  Untuk PG ada lomba kolase, Makan Salju, Estafet Air (beregu 2 orang)  Untuk SD ada lomba Kreatif dengan sampah, bakiak, Be Number One Kelas, Pewaris Qur'an, Story Telling, Ngadongeng, Tampil Berani, Desain Animasi. Untuk SMP Kreatif dengan sampah, pewaris Qur'an, Story Telling, Ngadongeng dan Desain Animasi. Ada juga Bazaar yang menjual berbagai makanan, minuman, pakaian, buku dan lain sebagainya.

Suasana Bazar

Acar Mukram sendiri sudah berkali-kali digelar, tepatnya 11 kali, tak heran kalau pelaksanaannya sudah cukup profesional, dibuka tepat waktu teng jam 8 lebih satu menit hihi... menghadirkan lebih dari 500 peserta dari berbagai sekolah di Cimahi dan KBB. Disponsori oleh Bank Indonesia, Donat Madu, Tango, PT Progo Sarana Utama, Nida.Com Creative Advertising, Campina, Persatuan Orang Tua Siswa dan masyarakat sekitar. Melibatkan siswa-siswi SMP IT yang turut membantu menjadi sukarelawan acara.  Dan Mukram kali ini mengambil tema Aku Datang, Aku Main dan Aku Senang... keren ya? hehe..


Dibuka dengan tasmi Qur'an surat An Naba oleh beberapa anak kelas enam, kemudian dilanjutkan dengan penampilan angkung oleh anak-anak TK Daarur Fikri yang unyu dan lucu. Selanjutnya sambutan dari ketua panitia kemudian acara resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh perwakilan dari kecamatan.
Selanjutnya acara perlombaan mulai digelar di berbagai tempat di lingkungan Sekolah Daarur Fikri.

Saya merasa sekolah ini terutama guru-gurunya sangat care terhadap siswa-siswinya dan terasa selalu berusaha memberi yang terbaik untuk siswa-siswinya.  Sempat menanyakan pada salah seorang orang tua yang pernah menyekolahkan semua anaknya di sini (3 orang) katanya kelebihan sekolah ini sangat menjungjung etika dan akhlak islaminya.  Cocok sekali untuk menghadapi kondisi dekadensi moral yang terjadi saat ini. Tak heran sekolah ini cukup banyak peminatnya.  Untuk PG dan TK untuk tahun ajaran baru nanti sudah full, SD yang menerima dua kelas tinggal 12 seat lagi dan SMP sudah empat orang yang daftar, pindahan dari sekolah lain padahal masih bulan Februari.... O iya ada yang menggembirakan kabarnya akan dibangun SMA berupa boarding school di Subang.

Saya pun merasa cukup puas menyekolahkan Aa di sini. Aa Miqdad yang baik yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi terfasilitasi di sekolah ini. Terlebih lagi dengan pelajaran komputernya yang memang merupakan salah satu unggulan di sekolah ini. Di sini saya menemukan hobi baru Aa yaitu otak atik komputer untuk membuat video. Beberapa kali di rumah Aa membuat video yaitu tentang Palestina dan sebuah video lucu yang membuat kami sekeluarga tergelak. Meski masih sangat sederhana tapi saya sangat senang Aa menemukan hobi dan minat baru.  Kini sudah ditambah jam pelajaran komputernya setiap hari sabtu untuk anak-anak yang memang berminat dalam membuat aplikasi untuk komputer.

Pernah juga sekolah ini menghadirkan seseorang yang peduli pada lingkungan dan mengubah barang-barang bekas menjadi sesuatu yang berharga.  Aa pun senang kelihatannya, sepulang dari sekolah tanpa peduli pada rasa capeknya dia mulai membuat asbak dari koran bekas. Yaah saya memang lagi mencari minat dan bakat anak yang satu ini.  Mudah-mudahan saja segera ketemu dan bisa dikembangkan sejak dini. Eh sekarang sekolah ini makin peduli sama lingkungan lho.. Tuh buktinya foto di bawah ini penghijauan sudah mulai diperbanyak, sampah sudah mulai dipilah, dalam lomba juga ada perlombaan kreativitas mendaur ulang.

Sudah mulai lebih peduli pada lingkungan

Semoga saja dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh sekolah ini dapat memunculkan mutiara-mutiara yang terpendam, jadi teringat tulisannya Munif Chatib dalam bukunya Memanusiakan Manusia....

 Kala penyelam menemukan harta karun
adalah masa bahagia
adalah masa eksistensi manusia terpancar.
Allah Mahaadil
memberi bakat dan minat kepada hamba Nya
ketika kelak anak kita punya profesi
yang bermanfaat buat banyak orang,
itulah hasil dari benih bakat yang kita jaga
(Munif Chatib)
Ah semoga saja  .........  ^_^
*Eh tulisan dengan judul ngga terlalu nyambung ya.... hihi

31 Jan 2015

Talk Show Bincang Keluarga Hebat : Integrated Learning For Family Integrity (Sessi 1)

Sudah siapkah orangtua menjadi fasilitator utama pendidikan keluarga?
Sudah tepatkah strategi orang tua dalam mencukupi bekal dunia akhirat keluarga?


Alhamdulillah bersyukur sekali berkesempatan bisa mengikuti acara talk show Bincang Keluarga Hebat ini.  Biar ilmunya tidak menguap begitu saja dan bisa berguna untuk banyak orang aku share saja ya di blog ini, mudah-mudahan tidak banyak yang tereleminirnya ya....
 
Acara yang digagas oleh Komunitas Home Schooling Muslim Nusantara ini bertajuk Integrated Learning For Family Integrity diadakan pada hari Ahad 25 Januari 2015 di Gedung Wakaf 99 Jalan Sidomukti 99 Sukaluyu Bandung.  Acara terdiri dari dua sessi dengan menampilkan pembicara Febiola Aryanti (Islamic Financial Planner) dan Muri Handayani owner Hijab Radza dan Sekolah Bisnis Online pada sessi pertama dan Irwati Istadi Penulis Buku Parenting Best Seller "Mendidik dengan Cinta" dan pembicara kedua Ikhsanun Kamil - Foezi Citra Cuaca Elmart pasangan Marriage Counsellor dan juga penulis buku Jodoh Dunia Akhirat.



Acara dimulai dengan sambutan dari ketua Home Schooling Muslim Nusantara yaitu teh Ida Nur'aeni yang memaparkan tentang sejarah berdiri dan perkembangan HSMN.  Dilanjut dengan pembicara sessi pertama Febiola Aryanti.  Sebagai Islamic Financial Planner tentu saja beliau berbicara dengan sudut pandang Islam.  Apa sih bedanya Manajemen Keluarga dari sudut pandang Islam?  

Mba Febi memaparkan di dalam Islam ada perbedaan besar dengan paradima manajemen keuangan konvensional. Yang pertama di dalam Islam kepemilikan harta adalah mutlak milik Allah, kita hanya dititipkan saja.  Kemudian darimana uang diperoleh, kemana uang dibelanjakan serta menyadari adanya hisab. Penekanan itulah yang menjadi perbedaan besarnya.  Intinya di dalam Islam Allah always keep Allah in mind sehingga selalu terdorong untuk bertanya bagaimana mengelola uang sebaik mungkin terdorong untuk merencanakan sebaik mungkin agar kita menjadi insan yang amanah.  Selalu ada potensi amal di dalam harta kita yang berguna bagi kehidupan tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Kita pun harus memahami karakteristik harta sebagai cobaan bagi manusia.

Jadi Rencana Tujuan Keuangan dalam Islam harus di dasarkan selalu pada Allah in mind, kemudian harus bisa meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT serta untuk mewujudkan keturunan yang kuat.

Sementara untuk pengaturan keuangan penekanannya pada suami sebagai penanggung jawab pemenuhan nafkah, istri sebagai pengatur keuangan serta keluarga yang solid.  Komunikasi keuangan di dalam keluarga dilakukan dengan meningkatkan rasa saling percaya, pencatatan keuangan yang jelas serta dilakukan pada waktu yang tepat.

Beliau juga memaparkan tentang jurus dasar keuangan :

1. IKF (Indikator Kecerdasan Finansial)  = Penghasilan : Pengeluaran > 1

Artinya bahwa keuangan tidak boleh defisit

2. Catatan Keuangan
Wajib mencatat keuangan keluarga, agar mudah mengevaluasi dan tidak merasa uang hilang begitu saja.  Apa saja yang harus dicatat? Arus Cash (Keluar masuk uang), asset serta kewajiban

3. Nabung Gaya Baru
Nabung bukan dari sisa belanja tetapi harus disisihkan dari awal

4.Bertahan Sederhana.
Sederhana dalam keterbatasan itu wajar tetapi sederhana ketika berlebih itu yang hebat.

Itu inti dari pemaparan Mba Febi sementara Teh Muri Handayani sebagai pembicara kedua berbicara tentang Bisnis dalam keluarga.  Teh Hani -begitu biasanya beliau disapa- berbagi pengalaman tentang perjalanan maju mundur usahanya.  Menurut Teh Hani kegagalan itu baik. Jangan merasa bisnis kita berhasil kalau belum pernah gagal.  Di dalam kegagalan kita akan banyak belajar.  Sebelum bisa seperti sekarang  ini beberapa kali Teh Hani mengalami kegagalan sampai harus mem PHK sembilan karyawannya.  Kini pemilik Sekolah Bisnis Online dan Gerai Radza ini telah menemukan kesuksesannya.  Tentu saja hasil dari belajar pada kegagalan.

Okeh deh cukup sessi satu dulu ya nanti disambung sessi keduanya ......  ^_^