blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

27 Mei 2016

Pegadaian, Mengatasi Masalah Tanpa Masalah


"Buat Bu Haji, saya kasih 5 juta lah.."  Katanya dengan logat yang khas.
"Ah engga, berat bayarnya "Jawabku menolak dengan halus
"Murah Bu Haji, paling 50 ribu sehari.." Tambah laki-laki yang biasa dipanggil 'Abang' itu.
"Ah Engga....Terima kasih" Jawabku mantap.

Dialog yang terjadi dua atau tiga tahun lalu itu terjadi karena ada salah seorang pegawai laundryku yang menjadi koordinator pinjaman dari si Abang itu, jadi tiap hari saya bertemu dengannya.  Karena kesibukan saya tidak terlalu mempedulikan para pegawai yang ramai-ramai meminjam uang kepada Abang, mereka menyebut si Abang itu Bank Keliling.  

Sambil lalu saya pernah melihat buku pinjamannya ternyata pinjaman itu dari lembaga berlogo koperasi.  Para pegawaiku meminjam uang pada lembaga yang mengaku 'koperasi' itu ada yang untuk biaya sekolah anak,  memperbaiki kursi tamu bahkan ada yang pinjam untuk membelikan hp anak gadisnya.  Waktu itu saya berpikir "Oh Koperasi.." tanpa mencari informasi lebih jauh lagi tentang 'koperasi' nya si Abang itu.



Bu Nana yang pernah terjerat 'Bank Keliling'

Dua tahun berselang, ketika  kesibukan di laundry sudah jauh berkurang, saya dikagetkan oleh sikap Bu Nana pegawaiku yang terlihat menghilang beberapa kali di waktu-waktu tertentu, minta izin sih tapi karena keseringan saya jadi penasaran.  Setelah diselidiki dengan bertanya kepada temannya ternyata Bu Nana sedang menghindari seseorang yang menagih hutangnya alias menghindar dari debt collector.

Setelah saya tanya ternyata Bu Nana meminjam uang sebesar Rp 200.000,00 kepada orang semacam si Abang dulu, uang yang ia terima sebesar Rp 180.000,00.  Potongan Rp 10.000,00 untuk administrasi dan Rp 10.000,00 untuk tabungan.  Dengan pinjaman Rp 200.000,00 itu Bu Nana harus mengembalikan tiap hari Rp 10.000,00 selama 24 hari.  Jadi total jenderal yang harus dikembalikan Bu Nana adalah Rp 240.000,00 selama 24 hari.  

Hmmm..... Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan bunga pinjaman mencapai 20%....!!!  Bayangkan kalau saya waktu itu 'terpedaya' untuk ikut meminjam, hiiiy... dalam kurun waktu kurang dari sebulan hutang yang harus saya bayar mencapai 6 juta rupiah....

Beruntungnya, Bu Nana kini sudah melunasi hutang yang berbunga sangat besar itu, dan ia terbebas dari kejaran sang debt collector.   Di sekitar rumah, orang yang terbelit hutang seperti itu tidak hanya Bu Nana, menurut informasi dari Bu Nana ternyata banyak tetangganya yang terpaksa harus meminjam uang ke "Bank Keliling" itu.   Di belakang rumah, di gang-gang kecil banyak sekali ibu-ibu yang terpedaya mulut manis si abang penjaja pinjaman itu, bahkan untuk sekedar membeli panci atau wajan.  Sebuah realita kehidupan yang tentu saja membuat saya merasa miris.


Seperti Pelita di Kegelapan .....

Sudah lama saya memikirkan fenomena ini,  masih banyak masyarakat kecil yang tertindas, terbelit hutang oleh para lintah darat. Bukan sok idealis memikirkan nasib mereka, tetapi karena ini ada di depan mata, pegawai saya yang sudah begitu dekat serta para tetangga di sekitar rumah jadi saya terpanggil untuk memikirkan hal ini juga.

Alhamdulillah ternyata jawaban dari semua ini terbuka begitu lebar, seperti sebuah cahaya dalam kegelapan, seperti malam yang gelap gulita tiba-tiba diterangi secercah cahaya dari sebuah pelita yang hadir menyinarinya...jiaaah bahasanya hahaha.  Melalui acara RoadBlog Bandung tanggal 14 Mei 2016 yang lalu di Hotel Best Western itu lah saya menemukan secercah harapan... O ya.. RoadBlog Bandung ini merupakan rangkaian Excite Indonesia RoadBlog 10 Cities.

Salah satu sessi di acara itu ternyata dari PEGADAIAN dan sungguh saya baru tahu ...ternyata pemerintah telah berbuat sesuatu untuk membantu masyarakat menghadapi para ijon dan rentenir yang berkedok "Bank Keliling" dengan bunga yang mencekik. 

Terus terang saja, saya sebelumnya  belum pernah beinteraksi dengan PEGADAIAN.  Sering melihat bangunan kantor pegadaian bahkan hampir tiap hari melewati karena di dekat rumah pun ada, hanya sekitar dua ratus meter tapi tak pernah tahu lebih dalam tentang pegadaian.

Saya  jadi banyak termangu dan sedikit tercengang saat mendengar penjelasan di acara RoadBlog itu.  Begitu banyak produk yang menarik dan bermanfaat yang kesemuanya sangat memihak kepada masyarakat.

Benar lho, saya kan orangnya suka penasaran, rasa ingin tahu saya muncul dong....akhirnya saya beberapa kali  bolak-balik ke pegadaian dan saya merasa puas banget dengan pelayanannya.  Finally saya percaya melalui pegadaian ini memang pemerintah berniat baik membantu masyarakat.  Biayanya memang sangat murah apalagi dibandingkan dengan "Bank Keliling" yang suka mampir ke rumah saya dulu, biaya adminstrasinya saja mencapai 5%. dan bunga besar yang sangat tidak wajar. 

3 Jenis Produk Pegadaian dengan berbagai turunannya

Sebetulnya terdapat tiga jenis layanan di Pegadaian ini yaitu Pembiayaan, Emas dan Aneka Jasa.  Masing-masing jenis produk terdiri dari berbagai macam jenisnya. Misalnya Pembiayaan terdiri dari Gadai Konvensional, Gadai Syariah, dll.  Demikian pula dengan Produk Emas terdiri dari tiga jenis ada Mulia, Tabungan Emas dan Konsinyasi Emas. Pun demikian dengan Aneka Jasa, ada jasa pengiriman uang, sewa gedung, sertifikasi batu mulia, jasa titipan dan lain sebagainya.

Ada dua produk pegadaian yang sudah dengan segera saya coba, yang pertama salah satu dari produk pegadaian yaitu Emas berupa Tabungan Emas  dan yang kedua salah satu dari Produk Pembiayaan yaitu Gadai Konvensional atau KCA (Kredit Cepat dan Aman), di sini saya melakukan Gadai Emas, saya menggadaikan emas 24 karat yang saya miliki di Pegadaian Emas PT Pegadaian.



Setelah beberapa kali transaksi, ini yang tertera di buku tabunganku

Tabungan Emas

"Neng mau nebus barang..?" Tanya seorang ibu yang sudah tampak sepuh yang kebetulan duduk di sebelah saya.
"Oh engga Bu.." Saya menjawab santun.
"Mau setoran Tabungan Emas.." Saya menambahkan
"Tabungan Emas...apa itu ?" Tanyanya heran.

Saya yakin ibu-ibu sepuh yang duduk di sebelah saya itu sudah sering ke pegadaian, terbukti dia begitu fasih mengenal setiap sudut ruangan dimana kami duduk.  Bahkan kedatangannya pun untuk melunasi cicilan dan mengambil emas yang sudah ia gadaikan.  Itu menandakan berarti si ibu sudah berulang kali ke pegadaian. Namun ternyata ia tidak mengenal apa itu Tabungan Emas.  

Sebuah tantangan bagi PT Pegadaian untuk mensosialisasikan produknya lebih gencar lagi. Karena ternyata banyak yang belum mengenal produk Tabungan Emas ini padahal produknya keren ya... menarik dan bermanfaat serta tentu saja tidak tergerus inflasi.

Setelah saya jelaskan bahwa Tabungan Emas adalah salah satu produk dari Pegadaian yang memungkinkan kita memiliki emas dengan cara mencicilnya si ibu yang ternyata seorang pensiunan PNS itu pun menyatakan dirinya  sangat tertarik dan ingin membuka Tabungan Emas.  Waah saya berbakat nih jadi marketing hahaha....Engga deng... pastinya karena produk Tabungan Emas ini memang menarik dan bermanfaat.





Langkah Membuka Tabungan Emas

Cara membuka tabungan emas ternyata gampang lho, tinggal mengisi formulir yang kita minta ke petugas yang ada di loket, karena di meja untuk nasabah tidak disediakan formulir ini, kalau formulir pengajuan pinjaman di meja untuk nasabah banyak tersedia.  Kemudian setelah diisi lengkap dan benar, serahkan kembali kepada petugas dengan dilampiri kartu identitas bisa berupa KTP/SIM atau pun Paspor. 

Selain itu kita juga diminta untuk membayar biaya administrasi sebesar Rp 5.000,00, biaya simpan selama setahun Rp 30.000,00 dan setoran awal minimal setara dengan harga  0,01 harga gram emas  saat transaksi.  Yup, setiap menabung di tabungan emas ini kita dianggap melakukan pembelian emas.  Jadi yang tertera di saldo adalah akumulasi jumlah emas yang kita beli.  Asyiik ya... kita bisa membeli emas dengan cara mencicil dengan sangat ringan sesuai kemampuan kita.

Oya apabila di tengah-tengah proses menabung kita membutuhkan uang, kita bisa menjual kembali (buyback) emas yang kita beli dengan minimal penjualan sebesar 1 gram dan kita menerima uang tunai sebesar harga jual emas tanggal tersebut.  Transaksi penjualan ini hanya bisa dilakukan di tempat kita melakukan pembukaan rekening dengan menunjukkan buku tabungan dan tanda identitas kita yang asli.  Sedangkan saldo minimum yang kita simpan minimal 0,01 gram.

GADAI KONVENSIONAL

Produk kedua yang segera saya coba di Pegadaian adalah layanan Gadai Konvensional.   Barang yang bisa digadaikan di Pegadaian adalah barang berupa emas, baik perhiasan atau batangan, laptop, komputer, handphone atau barang elektronik lainnya serta kendaraan bermotor. Dan dalam hal ini saya melakukan Gadai Emas di Pegadaian Emas PT Pegadaian.



Gadai Konvensional biasa disebut KCA atau Kredit Cepat dan Aman merupakan kredit yang diberikan kepada semua golongan nasabah baik untuk keperluan produktif maupun konsumtif.  Dan setelah mencoba produk ini saya semakin percaya kalau memang Pegadaian itu memberikan Solusi Tanpa Masalah. 

Saya percaya kalau memang pegadaian itu berpihak kepada masyarakat dan juga semakin yakin dong dengan visi dan misinya yang ingin menjadi solusi bisnis terpadu terutama berbasis gadai yang selalu menjadi market leader dan mikro berbasis fidusia.  Saya semakin yakin juga kalau latar belakang pendirian Pegadaian adalah mencegah sistem, ijon dan rentenir serta ingin ikut mensejahterakan masyarakat.

Bagaimana tidak ?  Setelah mencoba gadai emas dan tabungan emas di pegadaian ternyata saya  merasa puas dengan pelayanan pembiayaan pegadaian emas di PT Pegadaian.  Mulai dari satpam sampai petugas di loketnya pun begitu ramah membantu kita.  Padahal saya agak cerewet bertanya ini dan itu karena memang baru pertama kali mencoba, tetapi petugasnya begitu sabar membalas pertanyaan saya.  " O baru ya..?" Tanyanya ramah.  Kemudian petugas itu menjawab pertanyaan saya dengan jelas. Terima kasih ya pegadaian yang sudah begitu baik menerima saya yang cerewet banyak bertanya hehe...


Suasana saat saya mengajukan pinjaman
Langkah Mengajukan Pinjaman

Jadi, pagi menuju siang itu saya memang kembali datang ke pegadaian dengan segenggam emas di tangan, jiaaah hihi, saking kecilnya jadi bisa digenggam begitu maksudnya hahaha.  Yup ceritanya saya mau melakukan gadai emas. Setelah bertanya kepada Pak Satpam yang ramah saya dipersilakan untuk mengisi formulir yang telah disediakan.

Setelah mengisi formulir permintaan kredit, saya pun diarahkan untuk menyerahkan barang yang hendak saya gadaikan, katanya sih untuk ditaksir. Kemarin sempat bertanya juga, sebetulnya untuk emas harga taksirannya sudah bisa kita kira-kira sendiri, katanya 92 % dari harga emas.  Untuk emas murni 24 karat per gramnya ditaksir sebesar Rp 470.000,00 jadi tinggal dikalikan sejumlah gram emas yang kita gadaikan.  Tapi ternyata emas murni 24 karat saya saat itu ditaksir Rp 460.000,00 per gramnya, mungkin juga karena harga emas sedang turun hari itu.

Surat Bukti Kredit an Ida Tahmidah no 1007525553

Setelah diberitahu berapa taksiran emas kita dan berapa banyak uang pinjaman yang kita terima dan kita menyetujuinya lalu kita diminta menyerahkan foto copy identitas kita Duh saya kan ga bawa foto copy KTP, tapi ternyata bisa, petugas pun minta yang aslinya saja dan mau dia foto copy kan, kemudian saya dipersilakan duduk kembali.  Tak lama kemudian dipanggil lagi untuk menerima uang dan  menandatangani Surat Bukti Kredit, saya pun mendapat surat bukti kredit disertai struk biayanya.  

Setelah bertanya-tanya akhirnya saya jadi tau kalau ternyata biaya administrasi lumayan murah lho, even untuk pinjaman yang besar. Lihat saja, untuk pinjaman sampai Rp 500.000,00 hanya dikenakan biaya administrasi Rp 2.000,00 saja.  Untuk pinjaman di atas Rp 500.000,00 sampai satu juta biaya administrasinya Rp 8.000,00.  Sedangkan di atas 1 juta biaya administrasinya sebesar Rp 15.000,00.  Bandingkan dengan pinjaman ke "Bank Keliling' tempat bu Nana pinjam, yang untuk pinjaman Rp 200.000,00 saja administrasinya sampai Rp 10.000,00.

Prosesnya pun cepat sekali lho... tidak sampai 30 menit, bahkan katanya sih kalau lagi kondisi tidak harus mengantri bisa mencapai 15 menit saja.  Duh cepet ya...

Oya untuk proses membayar cicilannya terserah kita mau berapa saja, mau kapan saja yang penting saat jatuh tempo kita bisa melunasi utang kita, kalau belum bisa ya diperpanjang aja daripada barang kita dilelang.  Cukup ringan bukan..? 

Bagi yang ingin sistem syariah juga bisa karena pegadaian menyediakan itu juga ... tapi perginya ke pegadaian syariah ya... Awalnya saya kira satu tempat ternyata berbeda...hehe...

Sedang menandatangani surat bukti pinjaman

Di dalam struk yang diberikan bersamaan dengan surat bukti kredit itu tertera keterangan: 
Sewa Modal 1,15% per 15 hari.  
Jatuh tempo tanggal 19 September 2016. (Saya meminjamnya waktu itu tanggal 23 Mei 2016 jadi sekitar 120 hari atau 4 bulan).
Jika kredit tidak dilunasi atau diperpanjang saat jatuh tempo maka barang jaminan akan dilelang mulai tanggal 03 Oktober 2016.   

Barang Jaminan dalam Proses Lelang (BJDPL) dapat diselesaikan oleh nasabah dengan dikenakan tambahan biaya admistrasi.  Penyelesaian BJDPL sebesar 0,75% per 15 hari dari uang pinjaman dan maksimal sebesar 2,25% dari uang pinjaman. 

Pegadaian, Mengatasi Masalah Tanpa Masalah
 
Setelah mencoba dua produk pegadaian yaitu tabungan emas dan gadai emas, karena dua produk itu yang penting saya ketahui untuk saat ini Saya akan berupaya merekomendasikan pegadaian pada orang-orang seperti Bu Nana agar tidak terbelit rentenir kembali, terlebih ada kantor pegadaian yang begitu dekat dari rumah. Akan saya ceritakan tentang kemudahan menabung emas dan menggadaikan barang kita di pegadaian.  Sebetulnya banyak produk menarik lainnya yang semua itu bisa kita ketahui melalui website resmi PT  Pegadaian.

Oya, mencicil emas dengan cicilan yang sangat ringan, kalau dipaksakan pasti mampu untuk siapa pun bahkan untuk orang semacam Bu Nana sekalipun.  Berapa pun penghasilan kita prinsip utama dalam mengelola keuangan Pay Yourself First alias sisihkan dulu sebagiannya untuk menabung.  Bahkan hanya lima ribu saja dan pegadaian menfasilitasi itu.  Lama-lama uang yang sedikit kalau dikumpulkan pasti akan menjadi banyak dan sangat berguna bagi kita di saat darurat.

Lebih asyik lagi kalau saat perlu itu kita bisa menggadaikan emas yang kita tabung bila ada kebutuhan yang tidak bisa ditunda.  Tentu saja setelah kita mencetak emas tabungan kita itu, memang ada biaya cetaknya tapi tidak besar kok, disesuaikan dengan jumlah gram yang akan kita cetak menjadi emas batangan.  Dengan gadai emas di pegadaian emas PT Pegadaian tabungan kita tidak hilang, kebutuhan darurat pun dapat terpenuhi.  

Asyik ya..? Memang benar terbukti lho pegadaian mengatasi masalah tanpa masalah..... Yuuk mari kita mencobanya, dan jangan lupa mensosialisasikan ini kepada orang-orang semacam Bu Nana agar mereka tidak terbelit pinjaman kepada rentenir yang mencekik leher.





41 komentar:

  1. teh teh temen teteh yang kita ketemu di acara Indosat setahun lalu itu ko jarang keliatan lagi? ajakin daftar investasi emas di pegadaian teh

    *eh gagal fokus komennya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aih Kang Hilman nu mana tea...? Yang kerja di PT Indosat? Sudah jarang ke tempat Laundry lagi..keliatannya sudah pindah kost an..ga pernah keliatan lagi :) Hayooo kenapa tiba2 inget ke dia ? hahaha

      Hapus
  2. Emang harusnya ya mak orang-orang tuh harus udah pada sadar sama jeratan bang keliling dan memilih pegadaian aja, soalnya memang benar-benar mengatasi masalah tanpa masalah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya... mungkin pada banyak yang gak tahu juga

      Hapus
  3. Aduh itu abang2 maksudnya rentenir ya Teh?
    Btw lg kepengen jg nabung emas di pegadaian nih TFS :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup..renternir ternyata...
      ayo mba... bermanfaat banget tabungan emasnya :)

      Hapus
  4. Aku juga sudah pernah meraaakan manfaat pegadaian ini saat masa sulit.

    BalasHapus
  5. Pegadaian memang mengatasi masalah tanpa masalah :D

    BalasHapus
  6. Dulu zaman masih kuliah, mamah sering gadai emas di pegadaian. Soalnya bunganya kecil. Mau dijual sayang penuh kenangan. Baru tahu kalau di pegadaian ada tabungan emas. Boleh dicoba tuh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya tabungan emasnya asyiiik niiih.... saya mah baru ngeh sama pegadaian, coba dari dulu tahu...ihiks *ehjadicurcol

      Hapus
  7. Waaaah infografisnya kece maaaak. Akupun nasabah pegadaian. Hihii. Semoga menang lomba blognya ya maaaaaak. Aaaamiinn

    BalasHapus
  8. Wah asyik ya pegadaian memberikan solusi... jadi pengen tahu yang syariahnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa, saya juga pengennya ke syariah, tapi waktu itu belum tau kalo di Cimahi juga ada :) Baru nyoba ini..kalau betulan butuh nanti ke yg syariah.
      Tapi kalau tabungan emas itu sudah syar'i ya... :)

      Hapus
  9. Pegadaian, sahabat banyak orang seperti saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti saya juga... sayang saya baru mengenalnya :)

      Hapus
  10. Nabung emas adalaah solusi bagi kita yang punya uang terbatas tetapi ingin investasi emas.. Untunglah sekarang ini Pegadaian memberi fasilitasi cara seperti ini ya Mba.. sehingga kita2 bisa juga punya investasi emas dengan cara menabung sesuai dengan emas yang ingin kita miliki..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yyp begitulah mba... :) Lumayan bisa nyicil sesuai kemampuan kita :D

      Hapus
  11. kalo sedang dalam masa sulit, maka pegadaian selalu menjadi tempat yang saya datangi. Prosesnya cepat dan bunganya kecil, bisa dicicil pula, hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup... pegadaian memang solusi tanpa masalah ..:D

      Hapus
  12. Bank Keliling itu di sekitar rumahku disingkat bangke, bahkan di pangkalan ojek mereka kasih plang bangke dilarang masuk, mungkin saking sebelnya sama renternir ya

    ikut tertarik pada program tabungan emas teh.., trims sharingnya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masama... iya saya juga seneng banget ada tabungan emas seperti ini :)

      Hapus
  13. Mba Idaa, aku jadi penasaran pengennyoba cicil emas di pegadaian, mbaa. Sepertinya menarik banget nih mbaa :)

    BalasHapus
  14. Ah, lembaga satu ini sangat akrab dengan saya. Baru-baru ini juga mampir ke sana karena satu hal mendesak, sehingga menitipkan emas pun jadi pilihan. Hehehe...

    Btw, saya baru tahu kalau biaya administrasi itu tergantung besar pinjaman. Jadi ketahuan donk ya berapa minjamnya hanya dengan melihat biaya administrasinya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe...iya saya juga hasil nanya2 ke perugasnya :)

      Hapus
  15. Terbantu bgt dengan pegadaian waktu dulu butuh dana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya...ada lembaga seperti PT Pegadaian :)

      Hapus
  16. Aku dong pernah terjerat bank keliling juga, tapi duluuuu. Sekarang sih udah insaf. Hahaha.
    Teteh ih meuni lengkap gini ulasannya. Keren deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah dipuji Uchan hahaha....Makasih ya
      Iya jangan sampai kebelit lagi, bahaya... hehe..

      Hapus
  17. Tabungan emas sepertinya sangat menarik bun bisa di coba

    BalasHapus
  18. Bun saya mau bertanya, untuk tabungan emas kapankan kita bisa mengambil tabungan tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tabungan emas kalau mau diambil berupa uang bisa diambil kapan saja...jadi kita menjual emas kita saat itu. Tapi kalau dalam bentuk emas harus rela mengantri agak lama utk dicetaknya. Bisa 1,2,5,10.50.100 gram itu koin yang biasa di Antam... jadi kita bisa cetak sesuai pecahan itu. Ada biaya cetaknya juga.
      Pengalaman saya sih saat mau cetak disuruh nunggu 3 bulan... tapi kalau mau beli ready stock.. Rada kecewa di sini nih. Karena butuh cepat saya jual saat itu dan beli yang ready stock.. rugi sih.. hehe..
      Tapi secara umum lumayan juga nyimpan emas di pegadaian... asal mau rela lama pas nyetaknya :)

      Hapus
  19. .Layanan ini, tentunya sangat membantu pelaku UMKM

    BalasHapus
  20. sngt Membantu mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengan UMKM

    BalasHapus
  21. Terima kasih banyak mbak, saya jadi lebih paham tentang pegadaian

    BalasHapus
  22. pegadaian sekarang bisa untuk nabung emas

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^