blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

21 Mar 2017

Tips Agar Rumah Tangga Bahagia


Tips Agar Rumah Tangga Bahagia   Eh jangan bosan ya kalau saya banyak menulis tentang  rumah tangga lagi hehe...  Ini ada hubungannya juga dengan jiwa atau perasaan saya sekarang.  Kok sepertinya ingin terbang terus, lebih bersemangat pergi ke luar dan banyak menoleh ke belakang.. Sepertinya saya mengalami puber kedua deh hahaha...emang perempuan mengalami juga ya..xixixi... Engga ding, mengingatkan diri  melalui tulisan saja ini mah.  Seperti sebuah selfreminder tentang pilihan yang sudah saya pilih belasan tahun silam, mengingatkan untuk bertanggung jawab pada apa yang sudah saya pilih.

Karena saya terlahir dari ibu yang bekerja, merasakan betul gak enaknya sering di rumah sendiri.  Bisa bebas bawa temen ke rumah kapan pun ketika ortu gak di rumah, sering sepi sendiri di rumah akhirnya keinginan menjadi wanita pekerja itu pupus dalam tujuan hidup saya.  Mungkin saja sebuah pilihan yang orang tua saya sesali, mengingat tempat kuliahku dulu memberi peluang besar untuk berkarir dengan gemilang.  Jujur ketika keluar kerja saya sama sekali tidak minta persetujuan orang tua, hanya dari suami saja dan keinginan membesarkan bayi dalam kandungan sepenuh jiwa dan waktu yang saya miliki.
Belasan tahun menjadi ibu rumah tangga tentu ada pengalaman-pengalaman yang bisa saya share untuk para ibu muda atau calon ibu.  Bukan karena keberhasilan, tapi kita bisa belajar dari kesalahan bukan..?  Banyak kesalahan yang saya lakukan mungkin bisa jadi pelajaran bagi mereka untuk tidak mengulangi apa yang sudah saya lakukan.

Mungkin akan banyak yang tidak setuju dengan tips rumah tangga yang akan saya tulis ini, itu wajar saja. Lain kepala lain isi pikirannya. pengalaman dan masa lalu banyak memberikan kontribusi dalam perbedaan pola pikir.  Terus terang saya lahir dan besar banyak dimanjakan oleh kaum bernama laki-laki, baik itu oleh ayah maupun suami,  Mungkin saya tipikal perempuan yang membuat pria pengen manjain ya...xixixi..

Bukan itu poin nya sih, saya jadinya masih suka kikuk juga dalam urusan kerumahtanggaan.... Dari pengalaman kekikukan itulah saya ingin berbagi.... Dimanjakan memang enak, tetapi tidak memberi kesempatan  untuk berlatih memiliki jiwa yang strugle. Hal ini pulalah yang membuat saya sedikit keras kepada anak-anak..dalam arti tidak ingin memanjakan mereka.... Karena dimanjakan itu membuat kenyamanan yang membuat kita sulit untuk beranjak dari zona nyaman, pendek kata terlena karena dininabobokan.

O ya untuk yang masih lajang atau para orang tua yang memiliki anak persiapkanlah diri kita atau anak kita untuk memiliki kemampuan dalam kerumahtanggaan.  Ini penting sekali, agar kita tidak kikuk saat memulainya hingga bisa start dengan kapabilitas yang sudah mumpuni.  Kemampuan apa itu?  Memenej keuangan minimal hal yang menjadi prinsipnya.  Memenej pekerjaan, meski kelak kita memiliki asisten rumah tangga.  Dengan memiliki kemampuan memasak, terbiasa beres-beres ini akan menjadi poin yang sangat menguntungkan di dalam menjalani kehidupan berumah tangga, Hal penting lainnya adalah banyak belajar tentang parenting dan sifat serta karakter lawan jenis kita.

Langsung aja ya. tentang tips rumah tangga ini,  tapi sepertinya untuk sekarang saya menulis tentang hubungan kita dengan pasangan saja dulu yaitu Tips Berumah Tangga yang Bahagia

Agama Pondasi Utama

Menjalani kehidupan berumah tangga akan jauh lebih bahagia apabila agama menjadi pondasi yang utama.  Ketika rumah tangga kita berlandaskan agama, masing-masing diri memiliki tanggung jawab pada Sang Pencipta nya, hingga terhindar dari perbuatan yang bertentangan dengan agamanya.  Bahkan akan berupaya berbuat terbaik agar mendapat pahala dari Allah SWT. Merupakan hal yang penting sejak awal pernikahan semua didasarkan pada aturan yang Maha Kuasa, memilih pasangan berdasarkan agamanya hingga ia mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.  Bukan berdasarkan 'tahu' dan 'banyak pengetahuan agama' tetapi implementasi dalam kehidupannya.  Jadi pilihlah pasangan yang berakhlak baik dan mulia.

Menjaga Keharmonisan Suami Istri 

Romantisme kita dengan pasangan hidup kita akan berpengaruh pada kebahagiaan kita dalam menjalankan kehidupan rumah tangga,  Ibu yang berbahagia akan membuat keluarganya berbahagia pula.  Maka bahagiakanlah istri-istrimu wahai bapak-bapak..xixixi....Sering-seringlah melakukan kegiatan bersama seperti tidur bersama (ya iyalah...:D) mandi bersama, beribadah ritual bersama, sesekali jalan-jalan berdua saja tak perlu membawa anak-anak, masak bersama dan lain sebagainya. Jangan lupa luangkan waktu untuk minum Teh Sariwangi berdua sambil bercerita tentang sesuatu yang menyenangkan keduanya.

Komunikasi yang Baik

Banyak pasangan yang mengalami kesulitan dalam hal berkomunikasi.  Padahal komunikasi sangatlah penting dalam berumah tangga.  Buntu dalam berkomunikasi bisa menyebabkan perceraian.  Oleh karena itu buatlah suasana agar komunikasi selalu terbuka.  Bila ada permasalahan harus segera diselesaikan jangan sampai berlarut hingga berujung pada permasalahan yang rumit dan berakibat pada perceraian.

Beri Pasangan Kita Me Time

Penting sekali memberi ruang tersendiri untuk pasangan kita.  Jangan berharap selalu bersama di tiap waktu, beri kesempatan pasangan hidup kita melakukan hobi nya misalnya.  Tentu saja hobi yang baik dan tidak merusak kehidupan berumah tangga kita.

Menerima Kekurangan Pasangan

Sebagaimana diri kita yang tidak sempurna, tentu pasangan hidup kita bukan pribadi yang sempurna.  Pahamilah kekurangannya jangan sampai kita ingin mengubahnya sesuai keinginan kita.  Karena hal itu sudah menjadi karakter yang terbentuk dari pola asuh pasangan hidup kita dalam keluarganya, sulit bagi pasangan kita untuk mengubahnya.  Jika tidak merugikan dan membahayakan belajarlah menerima segala kekurangannya.

Menjaga Keintiman di Tempat Tidur

Hadeuh maafken ngebahas ini, tapi penting pisan da hehe....Hal yang wajar jika pernikahan sudah berlangsung bertahun-tahun bahkan puluhan tahun membuat hasrat seksual kepada pasangan berkurang.  Jadi kewajiban keduanya untuk menjaganya, jangan sungkan berkomunikasi tentang ini dengan pasangan kita.  Hubungan intim harus memuaskan keduanya karena bila tidak akan membuat kecewa dan tidak bahagia  pasangan yang tidak terpuaskan. Pahami bahwa pria memiliki kromosom ekstra yang membuat mereka ingin sering bercinta.  Berinovasi tentu saja lebih baik karena akan menghindarkan kita dari kebosanan, dan akan menjaga hasrat tetap menggebu.

Saling Memperhatikan dan Saling Menghargai

Semua orang tentu saja ingin dihargai, oleh karena itu hargailah pasangan hidup kita.  Bila kita tidak menghargainya ia akan mencari penghargaan dari luar.  Selain itu berilah perhatian, karena semua orang senang mendapatkan perhatian.  Berilah pasangan pujian,  memberikan pujian kepada pasangan akan lebih berarti bila dilakukan dihadapan orang tuanya, anak-anak atau keluarga besarnya.

Memenej Keuangan dengan Baik

Rasanya senang sekali kalau dalam masalah keuangan pun terdapat keterbukaan.  Suami terbuka dengan pendapatannya, sementara sang istri terbuka di dalam pengeluarannya.  Sesekali berdiskusi tentang masa depan keuangan juga itu lebih bagus.  Memenej keuangan dengan baik dalam arti mengatur pos-pos nya sedemikian rupa sehingga tidak lebih besar pasak daripada tiang.  Jangan lupa sisihkan dulu untuk infaq dan menabung baru kemudian membaginya dalam pos-pos sesuai kebutuhan.  Ketidakmampuan memenej keuangan bisa membuat pertengkaran dan masa depan yang suram.

Demikian tulisan Tips Agar Rumah Tangga Bahagia, semoga bermanfaat bagi yang membutuhkannya, terutama mengingatkan kembali kepada diri pribadi ... :D

15 komentar:

  1. Menerima kekurangan pasangan itu yg buatku paling sulit hehehe. TApi harus tetep lanjut :)

    BalasHapus
  2. iya mbak setuju banget memberi kesempatan untuk me time untuk pasangan

    BalasHapus
  3. Komunikasi itu pada kenyataannya jadi basic reason timbulnya perang dingin. Jadi, emang ga gampang ya..berkomunikasi tapi tetep berusaha biar semakin harmonis.

    Nice share mba Ida jangan bosan berbagi yaa ;)

    BalasHapus
  4. komunikasi menurutku kunci utama mba dan saling memhami ga ego jdlah keluarga samara aamiin

    BalasHapus
  5. yes, memberikan kesempatan me time, sakali ewang me time nya teh biar adil yah? Hehe

    BalasHapus
  6. Ini cocok banget, pelajaran nih buatku, yang kelak akan berumah tangga juga :)
    Harus banyak belajar sama yang sudah berumah tangga ya..hee

    Salam kenal :)

    BalasHapus
  7. Setuju mba, agama menjadi pondasi utama rumah tangga bahagia :)
    Saya masih perlu banyak belajar nih...

    BalasHapus
  8. Daku susah yang di keuangan :))
    Boros, untungnya suamiku enggak, jadi ada remnya buat aku.

    BalasHapus
  9. yg soal keuangan, dulu kita sempet saling terbuka.. tapi lama2 suami ga pgn tau lg, krn dr dulu dia emg ga suka megang duit ;p.. jdnya 100% udh dikasih ke aku utk ngatur.. dia taunya beres aja :D.. aku malah seneng begitu, krn jdnya lbh sehat malah keuangan kita berdua.. tapi utk poin2 lainnya, setuju banget mba :). trutama yg poin pertama sih.. pondasi agama memang yg paling ptg ;)

    BalasHapus
  10. Tipsnya komplit Mbak Ida.

    Sama, saya juga tidak memanjakan anak. Bisa dibilang keras, malah.

    BalasHapus
  11. Setuju banget dengan tipsnya, apalagi agama dan bisa menerima kekurangan pasangan ya. Dan kita bisa saling megisi serta melengkapi.

    BalasHapus
  12. Sejak masih pacaran, saya udah bilang ma suami kalau sampe menikah gak mau ribut urusan duit. Bagi saya, duit bisa jadi sumber perpecahan :)

    BalasHapus
  13. sukaa semua, menghargai dan saling mengingatkan, komunikasi yang baik selalu memafkan dan selalu memeluk adalah rumus ajaib ketika berumah tangga

    BalasHapus
  14. bisa diambil pelajaran nih, yang kelak akan berumah tangga, harus banyak belajar mulai dari sekarang

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^