Hari Anak Nasional : Antara Harapan dan Kenyataan, Antara Idealita dan Realita


Bersyukur sekali bisa ikut program ODOP, terlebih di hari Anak Nasional tanggal 23 Juli ini harus menulis tentang harapan di hari anak.  Kalau tidak ikut ODOP mana mungkinlah saya menyempatkan diri menulis tentang ini.

Tidak ingin menulis secara global tentang Hari Anak, berbicara ini membuat saya jadi berpikir kilas balik mimpi dan harapan saya.  Ya, harapan saya kecil, harapan saya menginjak dewasa dan harapan saat menjadi orang tua dan realita yang ada.

Terlahir dari sepasang suami istri yang bekerja membuat saya bercita-cita ingin menjadi seorang ibu yang di rumah saja.  Mungkin saya dulu kesepian ya, hingga di alam bawah sadar terekam keinginan kuat untuk bisa menjadi full time mother.  Untungnya waktu itu orang tua saya cukup ketat soal agama dan pergaulan jadinya saya enggak jadi anak nakal, mengingat saya lebih banyak berjalan tanpa arahan, selain soal sholat, ngaji dan tidak boleh ke acara-acara pesta-pesta. Padahal peluang menjadi nakal besar sekali, saya bisa berjam-jam di rumah seorang diri, atau bawa geng saya untuk main di rumah karena rumah kondisi kosong.  

Kreativitas.... Big No


Saat si abi  saya tanya hal paling kreatif apa yang dilakukan waktu masih kecil sampai remaja dulu.  Blio pun berpikir pake lama.....hihi...  saya pun perlu waktu yang cukup lama untuk menemukan jawaban itu.  Dan ketika ditemukan pun kayaknya gak kreatif-kreatif amat.  Mengapa saya bertanya tentang itu karena tema ODOP hari kesepuluh adalah tentang hal paling kreatif yang dilakukan waktu kecil dulu.

Kalau melihat si sulung hasil test psikologinya menunjukkan memiliki kreativitas yang sangat tinggi.  Gak heran sih, kelas 2 atau 3 SD sudah asyik ngutak ngatik html theme blognya Multiply, sudah ngirim cerita ke koran tanpa sepengetahuan ortunya dan dimuat.  Tiba-tiba dapat kiriman paket karena mendapat hadiah dari kuis online tanpa orang tuanya tahu... Ini ortunya kemana sih kok nggak tau melulu... hihi.. Akhir kelas empat sudah bikin novel dan ortu tinggal ngeprint dan mengirimkannya ke penerbit sesuai arahan dia..hahaha....alhamdulillah setahun kemudian diterbitkan. Cukup kreatif ya ?

Meja Kerja ? Fleksibel Saja :)

Meja kerja, ada apa dengan meja kerja.  ODOP hari kesembilan ini temanya meja kerja.  Jadi ingat zaman saya bekerja dulu, seneng banget mengisi meja kerja dengan pernik-pernik lucu.  Tapi itu masa lalu, kalau sekarang setelah menjadi ibu rumah tangga puluhan tahun apakah saya memiliki meja kerja? :)

Memang ngerjain apa ya? Hihi... Kalau untuk sekedar ngeblog saya orangnya ga mesti harus begini-begitu sih.  Bisa disebut fleksibel lah :) Di mana saja hayu, sambil melantai di karpet pun asyik aja, tapi memang gak kuat lama, lagian laptop asus merah ini kalau disimpan di bawah tidak bisa menangkap sinyal wifi dengan baik.  Lain dengan laptop punya suami atau hape-hape yang ada di rumah, di ruang manapun sinyal dapat ditangkap dengan baik selama itu masih di lingkungan rumah.  Itulah salah satu kekurangan laptop ini, kurang dapat menangkap sinyal wifi.

Kembali ke meja kerja, meski bisa kerja di mana saja,  meja kerja tetap ada lah, malah ada dua. Kok dua ?  Iya karena saya emak-emak rempong yang disibukkan rutinitas masak, nyuci, beres-beres dan segambreng kerjaan lainnya. Jadi ya menyesuaikan lah.  Jadi di dapur memang harus ada tempat kerja juga, Jadi nyimpen meja di sana.  Nyempil :)

10 Tips Mengikuti Workshop dan Talkshow

Tidak bisa dipungkiri kalau acara-acara untuk blogger semakin hari semakin banyak saja.  Terutama untuk kota besar seperti Jakarta.  Konon blogger Jakarta perlengkapan perangnya sudah begitu mantap karena mereka terlatih hampir tiap hari mengikuti event.  Kalau Kota Bandung sih enggak sebanyak di Jakarta ya...

Acara-acara blogger itu banyak juga yang berbentuk Workshop atau Talkshow, biasanya diadakan oleh produsen produk tertentu.  Mereka mengundang blogger tentu saja dengan tujuan agar kita sebagai blogger turut mempromosikan produk atau acara talkshow mereka.


5 Dompet Dalam Satu Tas, Efektivitas atau Malas ? :)

Kembali saya harus buka-bukaan isi tas, kali ini karena tema ODOP hari ketujuh tentang isi tas.  Duh sebetulnya malu buka-bukaan isi tas tapi ya sudahlah ga ada yang terlalu privacy juga.  Isi tas saya dari waktu ke waktu memang berubah.  Dulu zaman anak-anak kecil pastinya penuh dengan perlengkapan untuk anak-anak ya, mulai dari baju cadangan, diapers, makanan sampai mainannya.

Sekarang anak-anak sudah besar, otomatis tas saya hanya untuk keperluan pribadi saya saja.  Seperti yang sudah pernah saya tulis dulu, saya memang penyuka tas besar.  Mengapa ? Tentu saja agar muat cukup banyak barang.  Terlebih makin berumur saya makin cuek keurusan tas, jarang ganti-ganti tas karena suka jadi bingung, pasti ada yang ketinggalan karena masih disimpan di tas yang lain.  Jadinya  saya ga suka ganti-ganti tas.

Agar Ngeblog Tetap Asyik dan Makin Asyik


Seingat saya, saya mulai ngeblog sekitar tahun 2005 an, masih ingat karena saat itu sedang hamil anak keempat.  Blognya memakai platform Multiply yang saat itu lagi booming.  Isinya kebanyakan tentang tumbuh kembang anak dan curhat.  Sayangnya Multiply kemudian wafat, saya pun patah hati akhirnya mutung berhenti ngeblog.

Tahun 2012 mulai ngeblog tapi jarang-jarang, baru diakhir tahun 2014 mulai serius kembali ngeblog.  Itu pun terkaget-kaget karena ternyata dunia ngeblog sudah berubah.  Teman-teman lama sudah jauh terbang yang newbie pun demikian, saya merasa jauh tertinggal ternyata dunia ngeblog telah bermetamorfosis, menjadi dunia yang jauh lebih berwarna.

Si Cerdas dan Si Bodoh yang Sebenarnya

 
Sumber: www.marketing.co.id

“Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang memperhatikan wajah manusia, didapati orang tersebut sedang bergelak tawa. Maka berkata Izrail, ‘Alangkah herannya aku melihat orang ini, padahal aku diutus oleh Allah SWT untuk mencabut nyawanya kapan saja, tetapi dia masih terlihat bodoh dan bergelak tawa.” (HR Ibnu Abbas RA)
 

“Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling cerdas?” Rasulullah lalu menjawab, “Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian, itulah orang yang paling cerdas (HR IbnuMajah)

Ternyata orang yang paling cerdas menurut Rasulullah adalah orang yang banyak mengingat kematian ya...  Bukan mereka yang titelnya berjejer, bukan mereka yang memiliki pangkat dan jabatan yang tinggi.  Bukan pula mereka yang memiliki IQ lebih dari 200.  

Dari Shinichi Kudo dan Remington Steele Sampai MacGyver



Tantangan One Day One Post hari keempat betul-betul membuat saya pusing dengan temanya yang sangat bukan saya banget gitu lho hehe.... Tokoh fiksi yang menginspirasi.. Entahlah semenjak 'hijrah' zaman SMA dulu seingat saya, kayaknya  saya sudah sangat jarang membaca buku-buku cerita fiksi lagi. 

Saya tidak tahu alasannya, lupa.., mungkin karena lagi semangat-semangatnya mempelajari agama hingga menganggap membaca tulisan fiksi itu buang waktu dan energi.  Pun begitu dengan aktivitas menonton, kebetulan juga saat kuliah ngekost jadi jarang nonton.  Tapi kemudian pemikiran itu berubah juga setelah lulus kuliah, karena sudah mulai nonton dan membaca cerita fiksi walau tidak sebanyak dulu lagi.

Yang saya ingat saya suka dengan tokoh detektif seperti Shinichi Kudo alias Conan Edogawa dan Sherlock Holmes. Memang dulu saya suka sekali dengan film atau bacaan dengan tema detektif.  Saya juga suka dengan Film ngehits di zamannya yaitu tokoh Mac Gyver yang bercerita tentang seorang pria Amerika yang bekerja untuk Phoenix Foundation memerangi kejahatan tanpa senjata, hanya berbekal pisau Swiss Army yang selalu ia bawa kemana-mana.

Kalau saya perhatikan sih dari kecil, semenjak duduk di bangku Sekolah Dasar saya sudah suka sekali dengan buku-buku detektif.  Mulai dari buku cerita anak Lima Sekawan, Sapta Siaga, Pasukan Mau Tahu, Petualangan Tintin sampai novel dewasa karya Sir Artur Conan Doyle dengan tokoh detektif legendarisnya Sherlock Holmes dan Agatha Christie dengan tokoh deteftif Hercule Poirot.