Enam Tips Menjaga Semangat Ramadhan


Enam Tips Menjaga Semangat Ramadhan Pernah dengarkah kisah orang yang pertama kali pergi ibadah umroh atau haji ke Mekah?  Alkisah ada seseorang yang pergi beribadah haji, ketika pertama kali melihat kabah ia berurai air mata.  Beribu rasa membuncah di dadanya ada rasa takjub, bahagia, syukur, puas, cinta dan sebagainya. Minggu ke dua ia berada di sana, melihat kabah sudah tak ada lagi getar rasa takjub itu.  Dua minggu, tiga minggu ia mulai terbiasa dan ibadahnya tidak sesemangat awal ketika tiba di Mekah.

Itulah kita,  semakin kita sering berinteraksi dengan sesuatu maka akan semakin berkuranglah sensitifitas kita.  Pun demikian dengan ibadah kita di bulan Ramadhan ini.  Ketika di hari pertama kedua dan ketiga kita masih penuh semangat beribadah, tilawah,dzikir, sholat-sholat sunnah, seiring berlalunya sang waktu semangat itu pun kemudian semakin mengendur dan bahkan menghilang.  Malah mungkin yang ada harapan agar Ramadhan segera berlalu, na'udzubillah.

Tips Wisata Hemat dan Menyenangkan untuk Keluarga Besar


Sebuah keluarga dengan jumlah anak yang cukup besar tentu saja membutuhkan biaya lebih dibanding dengan mereka yang 'hanya' memiliki anak satu atau dua orang saja.  Dibutuhkan kemampuan untuk memenej keuangan yang lebih efisien dan efektif terutama untuk yang kondisi keuangannya tidak terlalu berlebih.  Termasuk untuk budget acara piknik keluar pastilah dengan jumlah keluarga yang lebih besar membutuhkan biaya yang lebih besar.  Ada beberapa Tips Wisata Hemat dan Menyenangkan untuk Keluarga Besar, tentu saja ini semua berdasarkan pengalaman keluarga kami yang memiliki lima orang anak.

Tips Wisata Hemat dan Menyenangkan itu antara lain adalah :

Mengenal Lebih Dekat April Hamsa dan Blog Keluarga Hamsa


April Hamsa, sosok inilah pemenang arisan link kelompok 1 kali ini.  Beruntungnya ikut arisan link, bisa kenal lebih dalam dengan ibu-ibu hebat.  Salah satunya ya April Hamsa, memiliki dua putra-putri yang masih imut, tapi bisa tetap aktif ngeblog.  Tetap aktif di dunia kepenulisan. Lha saya, usia segitu ngga adalah kepikiran membuat blog, tau juga enggak hehe..

April Hamsa memiliki hobi menulis sejak kecil. Saat masih menjadi mahasiswa ia aktif di Pers Mahasiswa, bahkan sempat jadi Pemimpin Redaksi.  Sempat jadi Kontributor di Majalah KIDS PKPU, Anggota Forum Lingkar Pena dan menjadi salah seorang pendiri FLP Kids Surabaya, sebuah wadah untuk anak-anak yang menyenangi dunia tulis menulis. April yang bercita-cita menjadi jurnalis sempat juga bekerja di sebuah perusahaan IT sebagai Corporate Journalist. Kini ia aktif menjadi Content Writer di sebuah web kesehatan ibu dan anak yaitu rumpibayi.com

Kado Lebaran untuk Adikku


Hari Raya Idul Fitri atau biasa disebut dengan hari lebaran adalah hari kebahagiaan umat Islam. Setelah sebulan penuh berpuasa berharap mendapat ampunan, berkah dan terbebas dari siksa api neraka, di hari lebaran umat Islam merayakan hari lebaran dengan penuh kebahagiaan.  Usai Ramadhan biasanya disambung dengan acara silaturahmi dengan keluarga besar dan kerabat.  Begitu pula dengan kebiasaan keluarga besarku, beberapa hari setelah Idul Fitri tiba, keluarga besar kami akan berkumpul bersama untuk bersilaturahmi dan saling maaf-memaafkan.

Saat itu Idul Fitri tahun 2013, orang tuaku kebagian menjadi tuan rumah acara.  Berhubung hanya adik bungsuku  beserta keluarganya yang tinggal menemani ibuku yang hanya sendirian di rumah, akhirnya adikku yang bernama Eni inilah yang paling sibuk menyiapkan segala sesuatunya.  Karena kebetulan juga ia baru melahirkan melalui operasi sesar, akhirnya ia sudah mulai mencicil persiapan beberapa hari sebelumnya, agar tidak terlalu capai.

Cirebon Kota Keraton



Hari itu, Senin 30 Mei 2016, sedang banyak kerjaan menulis sebetulnya, tapi karena sama sekali sedang tidak mood menulis, akhirnya iseng saya baca-baca WA.  Mata saya tertumbuk pada satu komen dari sebuah grup,  tepatnya dari Pak Suherman dari Gerakan Pemasyarakat Minat Baca (GPMB).  Ada acara menarik di Focus Group Discussion "CIREBON HERITAGE" di Gedung Bapusipda Jalan Kawaluyaan mulai jam 10.00.   Jam sudah menunjuk ke angka 9 lewat 10 menit, saya akhirnya memutuskan untuk ikut, tapi jarak Cimahi ke Bandung Timur cukup jauh.  Saya pun akhirnya minta izin untuk datang jam 11.00.  Alhamdulillah boleh ternyata..horeee... CIREBON HERITAGE ..I am Comming....

"Tumbuh Kembang Si Kecil Berawal dari Perlindungan yang Optimal"


Minggu, 22 Mei 2016, pagi sekali saya sudah bergegas, setelah di rumah semua beres dengan diantar suami saya pun pergi, dan kali ini membawa si bungsu Maghfira Aulia Amatullah.  Yup, hari ini saya excited banget karena akan mengikuti sebuah acara yang menarik.  Acara Seminar Tumbuh Kembang Optimalisasi Si Kecil ini memang sudah lama saya tunggu karena sempat mundur hampir satu bulan.  Acara ini diadakan oleh Dancow Parenting Center dan Nakita.

Bertempat di Trans Luxury Hotel, acara ini memang digelar masih pagi, tapi ratusan ibu muda beserta para putra-putrinya terlihat begitu antusias.  Ketika saya tiba antrian para peserta sudah memanjang untuk melakukan registrasi.  Acara ini gratis, hanya tinggal menukarkan struk pembelian 3 pcs Dancow  1+, 3+ atau 5+ ukuran 800 gram kita sudah bisa mengikuti acara keren ini.  Bisa dipastikan dong kalau yang hadir di sini adalah para ibu yang memberikan anak-anaknya susu Dancow.

Tema seminar kali ini adalah Berawal dari Perlindungan yang Tepat, tentu saja tentang buah hati kita.  Ternyata anak-anak yang dibawa para orang tuanya masih balita, sementara anak bungsu saya Maghfira sudah 8 tahun hehe... jadi ketika balita lain asyik mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan oleh Dancow Maghfira sedikit bete karena kurang nyambung.  Untungnya ada Marwah, jadi setelah berfoto di Balon Dancow, Maghfira dan Marwah memilih area baca yang menyediakan berbagai buku bacaan menarik.  Sementara untuk balita lebih banyak pilihan permainannya.

Tabungan Haji BRISyariah iB | 10 Manfaat Tabungan Haji untuk Anak




Allah SWT tidak memanggil siapa yang mampu
Tetapi Allah SWT memampukan siapa yang dipanggil

Sering mendengar kata-kata di atas kan?.  Saya setuju sekali, kalau ibadah haji itu bukan perkara kaya dan tidak kaya, uang bukan segalanya, walau banyak yang mengatakan segalanya perlu uang hehe...   Melihat dari realita yang kita lihat, betapa banyak orang yang mampu, memiliki kekayaan berlimpah, tetapi tidak terpanggil untuk menunaikan ibadah haji.  Dan betapa banyak orang yang sering kita pandang dengan sebelah mata, karena kehidupannya yang kekurangan tetapi ia mampu pergi beribadah haji ke tanah suci.

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,” QS AL Hajj : 27

Sungguh beruntung orang-orang yang telah diundang dan dijamu oleh Allah SWT untuk datang ke Baitullah.  Jamuan seorang manusia yang istimewa akan sangat menyenangkan kita, terlebih lagi jamuan dari Allah SWT. Setiap muslim yang beriman kepada Allah tentu saja menginginkan melaksanakan seluruh kewajibannya yang terangkum di dalam Rukun Islam.  Ibadah haji sebagai salah satu Rukun Islam  merupakan salah satu kewajiban kita yang harus kita laksanakan, terutama bagi yang mampu.

Kedai Grengseng | Kuliner Arab Ramah di Kantong

kedai grengseng

Sebetulnya saya jarang menyengaja menyantap makanan khas Arab, sesekali saja kalau ada momen khusus.  Ada sebuah tempat yang amat berkesan dengan menu arabnya di sebuah penginapan di daearah Lembang sana, Nasi Kebuli dan Sambosa nya yang enak banget di lidah.  Yang empunya bukan keturunan Arab tetapi berulang ke sana bahkan kalau nginep pun ternyata sarapan pagi nya ada pilihan Nasi Kebuli.  Di sana pula saya mengenal Nasi Kebuli dan Sambosa... ternyata uenaaak ya, etapi kali ini saya mau cerita tentang kuliner Arab bukan di sana tapi di sebuah tempat kuliner bernama Kedai Grengseng dan Baba's.

Yup, Bandung yang membasah di pagi menuju siang itu saya berkuliner ria ke Kedai Grengseng di Jalan Tubagus Ismail No 45 A.  Tempatnya gampang kok, ada di lantai dua di bawahnya ada mini market Indomaret cari aja New Tubit Eat 'n'Chat.  Niatnya ingin merasakan kembali kelezatan kuliner Arab yang paling saya suka yaitu Nasi Kebuli, etapi kali ini Nasi Kebulinya sedikit disulap jadi Nasi Goreng, dan sedikit mengalami penyesuaian dengan lidah orang Indonesia, alias rasa rempah yang menyengat khas Arabnya agak dikurangi.  Ternyata rasanya lebih mantap lho...., salut deh sama chiefnya yang bisa menyesuaikan dengan lidah Indonesia.