24 Apr 2017

Prahara Rumah Tangga


Prahara Rumah Tangga  Seperti pernah saya ungkapkan bahwa saya sering seperti jadi 'keranjang sampah' teman-teman yang curhat.  Dan saya menikmati itu, senang saja kalau misalnya bisa ikut melegakan perasaan orang yang sedang bermasalah.  Mesti itu terkadang membuat saya terkejut, miris dan sedih.  Awalnya suka jadi baper, selanjutnya bisa pada posisi netral.  Tidak selalu bisa ikut menyelesaikan masalah sih, bahkan seringnya tidak.  Tapi dengan membuat mereka nyaman, yakin bisa curhat dengan aman, dan membuat plong hati yang ingin curhat, ada rasa senang di hati.

Suatu saat ada teman yang curhat tentang prahara rumah tangganya, kemudian berakhir dengan perceraian.  Orang dalam keadaan seperti itu terkadang butuh support, dan memang dia juga suka inbox perkembangan kasus perceraiannya.  Jadi bukan karena kepo kalau kemudian saya juga suka menanyakan kondisinya.  Kalau dipikir buat apa kan ikut campur masalah orang lain, tapi ya itu tadi, terkadang mereka butuh support, tidak merasa sendiri. Tahu ada orang yang perhatian pada masalahnya juga saya pikir akan membuat mereka merasa tidak sendiri.

9 Apr 2017

Desa Sade, Pilihan Destinasi Ramah Keluarga di Lombok

Desa Sade, Pilihan Destinasi Ramah Keluarga di Lombok  Pulau Lombok menawarkan tempat wisata yang komplet. Tidak heran kalau banyak yang menyebut keindahan pulau ini tidak kalah jika dibandingkan dengan Pulau Bali. Beragam lokasi wisata bisa dikunjungi. Mulai dari wisata romantis, wisata edukasi, wisata petualangan, hingga wisata keluarga.
Image result for desa sade
(sumber : wisatalombokaja.blogspot.com)
Bagi seorang ayah yang ingin mengajak si kecil liburan, ada satu tempat di Lombok yang dapat dipilih. Tempat tersebut adalah Desa Sade yang merupakan domisili suku Sasak yang merupakan suku asli Lombok.  Di sini kita pun berkesempatan mengajak si kecil mengenali budaya suku Sasak yang hingga kini dipertahankan oleh penduduk Desa Sade.

3 Apr 2017

Buah dari Cinta



Buah dari Cinta  Perempuan cantik itu mengungkapkan permasalahan sambil sesekali menyeka air mata yang mengalir dikedua pipi putih mulusnya.  Aih.., sungguh tak kusangka perempuan cantik ini ternyata begitu tersakiti oleh orang yang katanya begitu mencintainya.  Karena cintalah perempuan ini mampu bertahan hingga lebih dari sepuluh tahun lamanya.  Suami yang begitu ia sayangi selama ini, telah menyia-nyiakan diri dan keluarganya.


Jadi teringat sesosok perempuan tangguh, yang sejak awal pernikahannya sudah mengalami KDRT dari sang suami.  Tendangan, pukulan, caci maki dan hinaan kerap ia rasakan dari suaminya yang telah memberinya beberapa orang putra-putri yang cerdas dan cantik.  Tak jarang tubuhnya lebam berdarah-darah akibat siksaan suaminya saat marah meluapkan emosinya hingga perempuan itu harus dirawat di rumah sakit.  Belasan tahun ia bertahan dalam kondisi seperti itu, padahal kedua orang tuanya sudah memintanya untuk bercerai dengan suaminya.

1 Apr 2017

Apa Amalan Unggulan Kita?


Apa Amalan Unggulan Kita? Jum'at sore kemarin memang spesial, spesial karena banyak mengingatkan saya.  Setelah kamis malamnya saya mendengarkan ceramah malam Jum'at Aa Gym di radio, kultum teman saya kali ini kok nyambung sekali.  Jadi seperti diingatkan, jleb gitu... Waktu sessi do'a Aa mengingatkan tentang apa amalan unggulan kita.. Sholat aja masih sering tidak khusyu, kadang tidak on time, malah banyak yang tidak memahami isi sholat, amalan banyak riyanya... de es be..de..es..be..Ah benar benar mengingatkan...

Nah kultum teman saya juga agak nyambung dengan do'anya Aa... Teman saya cerita tentang kisah Ustadz Yusuf Mansur yang seolah dibelai oleh Rasulullah.  Beliau itu kalau malam hari lupa tidak witir atau tidak membaca surat Al Mulk, serasa ada yang membelai dan mengingatkan..."Hei..Sup bisa Lu, tidur tanpa witir terlebih dahulu..  atau "Hei Sup..kok bisa Elu tidur sebelum baca al Mulk.."  Saya juga mendengarkan langsung sih waktu belio cerita tentang itu, saat itu belio terhenti ceramahnya dan lama tidak bisa melanjutkan berbicara karena Ustadz Yusuf Mansur menangis...

Luar biasa... seolah dibelai Rasulullah SAW, kenikmatan yang luar biasa.  Percaya banget lah sama blio wong hidupnya banyak memperjuangkan Al Qur'an.  Memang seperti itulah orang-orang yang memiliki amalan yang istiqomah, amalan yang terus menerus ia lakukan tanpa henti faidahnya pasti ada keistimewaan yang dimiliki oleh orang tersebut.  Seperti seorang ibu yang ketika meninggalnya tercium bau yang harum sekali, sampai pakaian anaknya yang digunakan untuk mengurusi jenazah ibunya wangi terus selama tiga hari.  Setelah ditanya oleh seorang ustadz apa gerangan amalan sang ibu hingga bisa harum begitu, ternyata ia mendawamkan membaca surat Al Mulk setiap harinya... Masya Allah...

Baca juga:  8 Tips Agar Ramadhan Lebih Baik

Sebenarnya amalannya gak luar biasa banget ya..hanya membaca satu surat..tapi untuk menjadi istiqomah itulah butuh perjuangan yang luar biasa.  Sulit sekali untuk bisa terus menerus melakukan suatu amalan tanpa henti.  Jadi inget hadist Rasulullah SAW yang isinya “Amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah amalan yang berkelanjutan meskipun sedikit.” (HR Muslim).  Seperti itulah..sedikit tapi rutin, justru itulah yang sulit...

Bukan masalah berapa juz dalam sehari yang kita baca, berapa banyak uang yang sudah kita sumbangkan, berapa rakaat shalat-shalat sunnah yang kita kerjakan, tapi ini tentang daya tahan amal yang kita kerjakan.  Sejauh mana kita bisa merutinkan amalan tersebut, terlihat sepele...tapi percayalah butuh perjuangan ekstra untuk bisa merutinkannya.

Bilal bin Rabahtak pernah putus wudhu sehingga bunyi terompahnya terdengar di surga...
Abu Bakar menyedekahkan seluruh hartanya untuk Islam,
Khalid bin Walid memenangkan pasukan Islam
Zaid bin Tsabit sang penulis wahyu,
Ibnu Abbas ulama para sahabat,
Utsman bin Affan sang dermawan dan pemalu,
Umar bin Khattab sang pemberani lagi peduli

Mereka semua telah menorehkan tinta emas dalam sejarah Islam lewat amalan unggulan mereka masing-masing.  Lalu apa amalan unggulanku?  Apa amalan unggulanmu?  Apa amalan unggulan kita?  Mari kita melihat pada diri kita masing-masing.... :D

28 Mar 2017

Cerita Curhat


Cerita Curhat    Curhat? Yar or Nay sih? Mempunyai masalah memang tidak enak ditelan sendirian saja, setiap orang sepertinya ingin mempunyai seseorang tempat berbagi keluh dan kesah.  Curhat kepada seseorang merupakan hal yang wajar saja, tetapi kita harus memilih sosok tempat curhat yang dapat dipercaya.  Saya masih ingat betul seorang psikolog kondang yang membuka ke publik keluh kesah seorang istri kiayi yang sedang dilanda masalah keluarga.  Deuh.. rasanya pengen lempar psikolog itu dengan sepatu ..hahaha.... kok tega-teganya membuka curhatan klienya ke ranah publik.

Saya pribadi termasuk orang yang sulit mengungkapkan masalah pribadi ke orang lain.  Yang saya ingat hanya satu orang saja yang pernah saya curhatin, itu pun karena ia tahu latar belakang permasalahannya. selebihnya saya lebih suka menyimpan erat dalam diri saja.  Alhamdulillah nya kehidupan pribadi saya baik-baik saja, jadi tidak curhat juga tidak apa, gak bakalan bikin wajah jadi jerawatan hehe... Karena sebetulnya tidak baik menjadi orang tertutup, otaknya akan kelelahan mengendapkan dan memikirkan permasalahan hidupnya seorang diri.  Ia akan menjadi pribadi yang sensitif dan mudah marah karena stress.

Kebalikannya dari sifat saya yang selalu memendam masalah sendirian, dari semenjak zaman kuliah dulu saya suka jadi semacam 'keranjang sampah' teman-teman yang curhat.  Saya juga heran, seseorang yang baru beberapa kali bertemu, dengan gampangnya membuka masalah yang paling rahasia dalam hidupnya.  Kadang saya jadi bingung sendiri, pengen curhat masalah orang tersebut ke siapa, ke suami sendiri pun terkadang gak berani membukanya kalau itu terlalu rahasia.  Padahal saya tau bin yakin kalau suami orang yang bisa dipercaya untuk tidak bermulut ember pada temannya

21 Mar 2017

Tips Agar Rumah Tangga Bahagia


Tips Agar Rumah Tangga Bahagia   Eh jangan bosan ya kalau saya banyak menulis tentang  rumah tangga lagi hehe...  Ini ada hubungannya juga dengan jiwa atau perasaan saya sekarang.  Kok sepertinya ingin terbang terus, lebih bersemangat pergi ke luar dan banyak menoleh ke belakang.. Sepertinya saya mengalami puber kedua deh hahaha...emang perempuan mengalami juga ya..xixixi... Engga ding, mengingatkan diri  melalui tulisan saja ini mah.  Seperti sebuah selfreminder tentang pilihan yang sudah saya pilih belasan tahun silam, mengingatkan untuk bertanggung jawab pada apa yang sudah saya pilih.

Karena saya terlahir dari ibu yang bekerja, merasakan betul gak enaknya sering di rumah sendiri.  Bisa bebas bawa temen ke rumah kapan pun ketika ortu gak di rumah, sering sepi sendiri di rumah akhirnya keinginan menjadi wanita pekerja itu pupus dalam tujuan hidup saya.  Mungkin saja sebuah pilihan yang orang tua saya sesali, mengingat tempat kuliahku dulu memberi peluang besar untuk berkarir dengan gemilang.  Jujur ketika keluar kerja saya sama sekali tidak minta persetujuan orang tua, hanya dari suami saja dan keinginan membesarkan bayi dalam kandungan sepenuh jiwa dan waktu yang saya miliki.

17 Mar 2017

Sedia Payung Sebelum Hujan



Pernah kepikiran enggak sih jenuh menjadi ibu rumah tangga?  Jangan deh ya... Kalau sesekali merasa bosan dengan suasana yang itu-itu aja sih boleh saja, karena itu manusiawi.  Menghadapi rutinitas  setiap hari memang terkadang menjemukan.  Menjadi apa pun kita, rasa bosan pasti selalu ada  makanya kita harus menemukan sesuatu yang membuat kehidupan kita menjadi lebih berwarna.

Sebetulnya menjadi ibu rumah tangga itu tidak ada sekolahnya secara khusus, yang ada sekolah kehidupan.  Pengalaman hidup yang membuat kita semakin matang dan dewasa. Berbeda dengan profesi lain seperti menjadi wanita karir misalnya.  Ada sekolah atau tempat kursus yang membuat kita mempunyai kemampuan yang mumpuni mengerjakan tugas-tugas kita.

Meski tidak ada sekolah resminya, tetapi bersekolah di sekolah kehidupan seharusnya membuat kita ahli di dalam mengelola rumah tangga kita.  Menjadi ibu rumah tangga profesional, itu mungkin istilah yang sedang in di masa sekarang.  Karena menjadi ibu rumah tangga itu dituntut untuk bisa menjadi manajer di berbagai bidang salah satunya adalah menjadi manajer keuangan.