Perkembangan Janin Trimester Pertama


Perkembangan Janin Trimester Pertama  Masih ingat dulu awal menikah, setiap ketemu orang suka pada nanya "Sudah isi belum...?" Hihi... ngapain ya pada kepo begitu, etapi memang suka spontan kita bertanya kepada orang tentang ini itu ya, tanpa kita perhitungkan orang itu senang engga dengan pertanyaan kita. Tapi memang sih setelah menikah rata-rata yang ditunggu pasti telat bulan alias positif.  "Alhamdulillah akhirnya aku bakal jadi ibu..." hehe...

Kehamilan yang kita tunggu dan akhirnya datang juga, harus kita syukuri dengan menjaga dan merawatnya dengan optimal.  Agar janin kita tumbuh sehat kuat dan cerdas, optimal dalam segala aspek perkembangannya.  Untuk itu seorang ibu harus menjaganya dari sejak perkembangan janin trimester pertama.

Sebetulnya perkembangan janin di dalam rahim itu dibagi ke dalam tiga fase yaitu  trimester pertama yaitu bulan ke 0-3, trimester kedua dari usia janin 4 - 6 bulan serta trimester ketiga 7-9 bulan.  Trimester pertama  adalah masa perkembangan yang paling krusial.  Mengapa ? Janin di trimester pertama masih sangat sensitif harus disikapi dengan lebih hati-hati karena memang rawan keguguran.

Mengoptimalkan Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Kita


 
Anak adalah anugrah terindah dari Yang Maha Kuasa, untuk itu kita harus mensyukuri keberadaannya dengan cara mengoptimalkan tumbuh kembangnya dari sejak bayi.  Pertumbuhan dan perkembangan bayi harus kita stimulasi sejak awal kehidupannya di dunia ini.  Untuk itu seyogyanya setiap orang tua harus sudah mempersiapkan pengetahuan tentang itu dari masa sebelum menikah, hal ini berguna agar bisa mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan buah hati kita karena kita telah memiliki pengetahuan yang cukup.

Yang harus diketahui oleh para orang tua adalah pertumbuhan dan perkembangan bayi itu berbeda-beda pada setiap individu.  Jadi kita tidak boleh membandingkan dengan teman-teman seusianya Kalau kita merasa khawatir tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi kita, maka kita bisa konsultasikan kepada dokter anak.  Namun secara umum pertumbuhan dan perkembangan bayi memang bisa kita bandingkan dengan standar yang bisa kita temukan di Kartu Menuju Sehat anak kita misalnya.

Menurut pengalaman melahirkan dan membesarkan lima orang anak, ternyata pernyataan pertumbuhan dan perkembangan bayi itu berbeda-beda memang betul adanya.  Misalnya si sulung cenderung lebih cepat berbicara dan jalannya. Sementara adiknya yang kedua itu lebih lambat bicaranya tapi aspek lain lebih menonjol.


Perjuangan Memberi ASI Itu Harus Ibarat Seperti "Sampai Titik Darah Terakhir"


*PekanASIDunia

"Alhamdulillah Mi, sekarang bisa keluar ASI nya " Ucap adikku gembira
"Hah..kok bisa..?"  Saya terperangah bercampur gembira tentu saja, mengingat dua anak pertama adikku ini tidak bisa diberi ASI karena konon katanya ASI nya tidak keluar.
"Iya, tiga hari pertama enggak keluar, tapi saya nekat tidak memberi apa-apa kepada si dede, alhamdulillahnya lagi ternyata di rumah sakit ini mendukung banget dan mendorong terus, ngasih semangat, tidak buru-buru ngasih susu formula kayak dulu...."Adikku panjang lebar menjelaskan.

Alhamdulillah tentu saja saya senang, tidak menyangka ternyata dengan semangat membaja dan keinginan besar untuk bisa memberi ASI, akhirnya untuk putra ketiganya adikku berhasil memberikan ASI bahkan akhirnya bisa ekslusif selama 6 bulan.  Padahal sebelumnya untuk dua anak pertamanya, adikku itu susah sekali memberikan ASInya karena yang keluar sedikit serta puting susu yang tidak terlalu muncul membuat bayi kesulitan untuk menyusui.

Adikku harus 'tega' tidak memberikan apa-apa kepada bayinya selama tiga hari, selain berusaha mencoba memberikan ASI nya pada bayi barunya.  Bukan tanpa alasan sih, karena menurut ilmu kedokteran, bayi masih kuat tidak diberi apa-apa selama maksimal tiga hari.  

Beruntungnya lagi rumah sakit yang kali ini dipilih oleh adikku itu begitu  mendukung dengan memberi semangat "Ayo Bu..Ibu bisa...".  Tidak terburu-buru memberi susu formula yang diberikan para sponsor yang memang aktif nyosor ke tempat-tempat persalinan baik itu rumah sakit, rumah bersalin bahkan bidan-bidan.


Pengalaman sih, dari kelima anak yang saya lahirkan dengan normal, baik itu di bidan maupun di rumah sakit, ketika pulang selalu dibekali dengan susu formula dari sponsor.  Bahkan anak kedua sempat mau dipaksa diberi susu formula langsung oleh bidan.  Melahirkan anak kedua ini memang pengalamannya agak kurang menyenangkan karena dilahirkan di tempat bukan biasanya.  Selain bidannya yang ternyata galak, juga aktif memberikan susu formula pada bayi baru lahir.  Saya malah jadi berpikir dapat berapa ya kira-kira dari sponsor susu formula hingga berlaku dzalim seperti itu?

Kalau ingat itu saya jadi sebel dengan bidan seperti itu dan saya tidak pernah mau kembali ke bidan itu lagi.  Dan mungkin itu awal dari ketidaklancaran susu asi anak kedua ini.  Sebagai emak yang bertekad menyusukan semua anaknya dengan ASI ekslusif ternyata bukan perkara yang gampang juga untuk merealisasikan hal itu.

Dari lima anak alhamdulillah semuanya mendapatkan haknya, namun sayang anak kedua ini agak bermasalah.  Bulan pertama dan kedua alhamdulillah lancar bahkan saya sempat menyusui dua bayi, yaitu anak adik saya, karena anak pertama adik saya yang saya ceritakan di atas, ASI nya tidak lancar keluar.  Namun di bulan kedua anak saya mulai rewel dan nangis terus menerus.  

Ternyata saya stress, bahkan mengalami baby blues, selain kecapean juga.  Saya memang melahirkan di bidan dekat rumah ibu saya, ketika pulang ke rumah yang diisi hanya seorang adik ipar laki-laki, saya stress melihat segunung sampah yang tidak dibuang oleh adik ipar itu selama satu bulan.  Rumah kotor, berdebu dan berjamur karena memang hanya diisi oleh adik ipar yang masih bujangan dan cuek luar biasa.  Akhirnya saya stess, dalam beberapa hari ASI saya macet, keluar hanya sedikit sekali.

Itulah pengalaman yang tidak menyenangkan yang membuat ASI saya sedikit bahkan makin habis, akhirnya daripada anak menjerit-jerit kelaparan saya pasrah memberikan anak saya susu formula menjelang bulan ketiga.  Sebuah pengalaman yang memberikan pelajaran bahwa seperti halnya ibu hamil, ibu menyusui pun tidak boleh stress dan harus mempunyai perasaan yang berbahagia.

Alhamdulillah keempat anak lainnya saya bisa memberikan ASI ekslusif selama enam bulan, dan memberikan ASI selama dua tahun penuh. Memang lain ya ternyata hasilnya juga, baik dari kesehatan maupun kecerdasannya.  Allah SWT memang pasti memberikan yang terbaik, ketika bayi lahir diiringi dengan kesediaan makanannya yang memang terbaik.  Sebagai Tuhan Yang Maha Pencipta, tentulah Dia tahu yang terbaik untuk makhluk ciptaanNya, termasuk tentang ASI ini.

ASI terlebih ASI pertama mengandung kolostrum yang sangat baik untuk bayi kita yang baru lahir.  Menurut para pakar sih, ASI pertama ini kaya akan protein tetapi rendah lemaknya.  Kolostrum ini  sangat baik untuk tumbuh kembang anak-anak kita. Selain tentu saja pas banget dengan pencernaan bayi karena memang dibuat disesuaikan dengan kebutuhannya oleh Sang Pencipta.  ASI itu memang aman untuk pencernaannya karena mengandung protein dan vitamin A yang berlimpah.  Tetapi rendah karbohidrat, lemak dan kandungan potasium.

Dari pengalaman lima kali melahirkan, saya melihat ASI itu memang sangat bagus untuk anak-anak kita. Rugi banget deh kalau ga sampai bisa memberikan ASI.  Tidak satu merk susu formula pun yang komposisinya bisa menyamai nutrisi yang terkandung di dalam ASI.  

Memang tidak bisa dipungkiri ada sih keanomalian untuk perempuan-perempuan tertentu hingga tidak bisa memberikan ASI nya, tetapi itu jarang terjadi. Perjuangan memberikan ASI harus seperti istilahnya sampai titik darah penghabisan.  Ternyata menurut pengalaman adikku setelah dia belajar dari kegagalan dua anak sebelumnya dengan kemauan yang tinggi, do'a dan usaha maksimal, akhirnya bisa juga memberikan makanan yang terbaik untuk bayinya.

Kesimpulan dari pengalaman saya sih ASI itu luar biasa, banyak kelebihan dibanding susu formula.  Selain murah eh malah gratis ya ..hihi.., praktis, merupakan makanan yang terbaik untuk bayi dengan kandungan gizinya yang memang pas sesuai dengan kebutuhannya juga tentu saja ASI itu higienis.  

Bagaimana tidak murah? Karena ternyata kalau dibandingkan dengan harga susu formula itu sangat jauh ya, susu pengganti ASI kan lumayan mahal, apalagi ini makanan utama, jadi harus terus menerus dan dibutuhkan dalam jumlah yang cukup banyak per harinya.

Praktis..? Tentu saja, pengalaman memberikan susu formula lewat dot, ternyata lumayan ribet ya... Dot nya harus disteril dulu setiap mau dipakai, belum nyiapin susunya, airnya juga harus disiapkan jangan sampai kepanasan atau terlalu dingin. Tengah malam kalau bayi nangis repot juga lho, kalau ASI kan tinggal lep langsung diam.  Nah kalau pakai susu formula, ribet dong harus nyiapin dulu, anak pun keburu nangis, gak sabar.

Higienis, tentu saja, asal kita rajin membersihkan payudara kita, ASI yang diberikan pada bayi kita terjaga kebersihannya. Lebih aman dan kita tidak ragu lagi untuk memberikannya pada bayi kita.

Sedikit tips untuk menghindari permasalahan ketika masa menyusui tiba seperti: ASI tidak keluar, infeksi payudara pada ibu menyusui, puting tidak keluar hingga bayi kesulitan menghisap ASI, ASI yang keluar hanya sedikit maka selama masa kehamilan sang calon ibu harus melakukan persiapan yaitu diantaranya :
  • Menjaga kebersihan puting susu sebagai jalur keluarnya ASI
  • Memperkuat puting susu agar nanti saat lahir bayi mudah menyusui 
  • Merangsang kelenjar-kelenjar air susu yang ada di dalam payudara sehingga ASI bisa keluar dengan lancar dan banyak
  • Mempersiapkan mental kita untuk siap menyusui
  • Mendeteksi kelainan pada payudara secara dini dan bila ada masalah mengobatinya sejak dini.
  • Makan, makanan yang bergizi tinggi.
Di Pekan ASI Dunia ini pesan saya untuk para ibu muda dan calon ibu muda jangan sampai kita menyia-nyiakan ASI anugrah dari Allah SWT ini. Keberadaannya harus disyukuri dengan memberikannya secara ekslusif selama enam bulan kepada anak kita.  Karena ternyata tidak semua ibu bisa memberikan bayinya ASI lho... Maka bersyukurlah :)


#PekanAsiDunia


Ippho Santosa Motivator yang Sangat Menginspirasiku

Ippho Santosa Motivator yang Sangat Menginspirasiku Di sebuah grup WA teman-teman lama zaman saya kuliah dulu ada sebuah tulisan berupa tips dari seorang teman yang kumintai tips tentang sukses usahanya yang begitu menarik perhatian.  Berikut ini tulisan yang ia tulis di grup WA itu 

"......Untuk meningkatkan omset, saya banyak membaca buku-buku success story dan salah satu poin penting adalah harus rajin infak dan zakat. Selain itu saya mencoba mempraktekkan buku Ippho Santosa tentang 7 Keajaiban Rezeki.  Selaraskan tujuan dengan istri, minta do'a dari ibu.  Gemar infak, sholat tahajud dan duha tiap hari.  Alhamdulillah toko ramai dan omset sudah melewati 100 juta per hari..."


Ippho Santosa Motivator yang Menginspirasi

"......Untuk meningkatkan omset, saya banyak membaca buku-buku success story dan salah satu poin penting adalah harus rajin infak dan zakat. Selain itu saya mencoba mempraktekkan buku Ippho Santosa tentang 7 Keajaiban Rezeki.  Selaraskan tujuan dengan istri, minta do'a dari ibu.  Gemar infak, sholat tahajud dan duha tiap hari.  Alhamdulillah toko ramai dan omset sudah melewati 100 juta per hari..."

Deg, saya tercekat, serasa diingatkan kembali ketika membaca tulisan itu.  Sebuah tulisan yang ditulis seorang teman saya di sebuah grup WA ketika saya meminta tips berwirausaha. Teman saya ini adalah teman seangkatan  saat zaman kuliah dulu. Ia menikah dengan seorang muslimah, adik kelas saya yang juga sahabat dekat saya yang juga ada di grup itu.  Benar-benar silaturahmi itu pernah berkah walau tidak bertemu langsung tapi keberadaan grup yang mempertemukan sahabat-sahabat lama itu memang memberi  banyak inspirasi.


Berkenalan dengan Meutia Rahmah Mansur

Pemenang arisan link kali ini adalah seorang perempuan muda berparas manis, ibu dosen yang pernah menuntut ilmu sampai ke benua hitam Afrika.  Siapakah dia....? Dia bernama Meutia Rahmah dengan blognya yang simple dan juga semanis sang empunya yaitu blog yang beralamat di www.meutiarahmah.com :)  Betul lho, blognya manis dan unik karena ternyata Meutia itu senang mengotak-atik blog dan piawai juga membuat template... wah asyiik ya..? :)

Meutia Rahmah Mansur namanya lengkapnya, ia biasa dipanggil Tia atau Meutia, sementara nama Mansur adalah nama ayahnya.  Meutia adalah blogger asli Aceh dan tinggal di kota kecil Langsa.  Selain aktif menjadi blogger, Meutia juga ternyata seorang dosen IAIN Lansa Prodi Pendidikan Bahasa Arab. Meutia juga ternyata aktif di bidang sosial, ia kini menjadi supervisor di Qatar Charity Aceh untuk anak-anak yatim khususnya di bidang pendidikan mereka.


Tips Mengoptimalkan Manfaat Internet dalam Keluarga

Tips Mengoptimalkan Manfaat Internet dalam Keluarga

Pertama kali saya banyak berinteraksi dengan internet sekitar tahun 2005-2006 an.  Saat itu saya seperti Si Iteung dalam Si Kabayan Saba Kota.  Terbengong-bengong melihat keramaian kota yang begitu menggoda.  Saya terpukau dan akhirnya sangat menikmati interaksi yang memang begitu banyak manfaatnya. Interaksi yang membuat hidup saya menjadi penuh warna.

Saat itu saya merasa dunia begitu terbuka lebar, saya bisa tergabung dengan berbagai komunitas yang bermanfaat karena internet. Saya bisa banyak belajar tentang apa pun via internet, mulai dari berbisnis, memasak ngeblog dan sebagainya.  Padahal sebelumnya saya sangat menolak rencana suami untuk langganan kuota internet karena waktu itu biayanya cukup mahal.  Beruntung akhirnya saya menyetujuinya.



Key Perfomance Indicator Sebuah Solusi Tepat untuk Masalah Kota Cimahi

Tinggal di Cimahi sejak tahun 1997, mengikuti suami yang memang asli orang Cimahi.  Sudah lebih dari 19 tahun tinggal di Cimahi baru kurang lebih empat tahun terakhir merasakan banjir tahunan di saat musim hujan dan kekeringan di musim kemarau.  Lima belas tahun menikmati kebebasan tanpa ditakutkan dengan ancaman banjir tahunan dan kekeringan di musim kemarau adalah nikmat yang mungkin lupa disyukuri, kini setelah selalu diancam banjir tahunan nikmat lima belas tahun itu baru terasa, sebuah suasana yang kini selalu dirindukan.


Banyak warga terpaksa membuat sumur baru yang lebih dalam karena kekeringan di musim kemarau

Banjir saat musim hujan