blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

22 Okt 2018

UMAMI Rasa Kelima: Kini Saya Bukan Ibu Anti Vetsin Lagi

UMAMI Rasa Kelima: Kini Saya Bukan Ibu  Anti Vetsin Lagi

"Umi, masakannya kurang gurih deh.." Protes suamiku saat mencicipi masakan yang sedang kumasak.

Atau di lain waktu....

"Abi kok masaknya pake vetsin terus sih, kasihan kan anak-anak, nanti jadi bodoh lho.. " ujarku saat melihat suamiku menambahkan vetsin ke masakannya.


UMAMI  Rasa Kelima
Penyedap rasa yang memberi rasa UMAMI pada makanan yang sering menjadi kambing hitam


Suami, Rasa UMAMI dan Saya Si Ibu yang Anti Vetsin


Terus terang, itu percakapan yang sering terjadi di dapurku.  Senang aja sih punya suami jago masak dan hobi masak jadi banyak membantu pekerjaan saya sebagai ibu rumah tangga yang banyak merangkapnya.  Tapi yaitu tadi suamiku senang sekali makanan dengan rasa UMAMI alias yang gurih-gurih dan selalu menambahkan vetsin  di setiap masakan olahannya.  Sementara saya termasuk ibu rumah tangga yang anti dengan vetsin, karena waktu kecil ibu saya sering bilang kalau vetsin itu mengandung MSG yang mengakibatkan orang menjadi bodoh bila sering mengonsumsinya.

Ibu Mertua, Anak Cerdas dan Rasa UMAMI 


Awal menikah saya hanya sempat bertemu beberapa kali dengan ibu mertua, karena tiga bulan setelah menikah ibu mertua dipanggil kembali oleh Allah SWT setelah lebih dari dua bulan sakit.   Setelah beliau meninggal, karena suami anak sulung kami diminta menempati rumah dinas mertua di komplek tentara sekalian turut memperhatikan adik-adik suami yang saat itu masih sekolah.  Sementara ayah mertua dinas di Jakarta.

Saat pertama kali melihat dapurnya, di dinding  tergantung vetsin dalam kemasan plastik  kecil.- kecil dalam jumlah yang tidak sedikit.. Pantas saja suami penyuka berat rasa UMAMI.  Sempat heran juga, keluarga suami termasuk keluarga yang cerdas-cerdas ternyata ibunya menggunakan vetsin dalam masakannya. Katanya kan vetisin membuat orang bodoh.... batinku saat itu.  Tapi pikiran itu segera saya tepis dan tetap berprinsip vetsin membuat orang menjadi bodoh.


Berubah Pandangan tentang MSG dengan Rasanya yang UMAMI


Pandangan saya tentang vetsin dengan rasa UMAMI nya yang memang membuat masakan tambah lezat kini serta merta berubah.  Wah kok bisa...?  Suami saya senang dong..,  Si abi sampai bilang.."Horeeee..... sekarang masakan boleh pakai vetsin ...." hahahaha....

Ceritanya beberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 12 Oktober 2018 bertempat di Kapulaga Indonesian Bistro Jalan Dayang Sumbi No 3 Bandung ada acara Blogger Gathering Bertajuk "Eat Well Live Well with UMAMI bersama AJINOMOTO.  Semangat sekali saya ingin mengikuti acara ini karena penasaran tentang vetsin, pertanyaan betulkah tidak baik bagi tubuh dan menyebabkan kebodohan selalu berkelebat dalam benak saya.  Ditambah lagi pembicaranya tak tanggung-tanggung seorang profesor, Guru Besar Rekayasa Proses Pangan IPB yaitu Prof. Purwiyatno Hariyadi.  

Dan benar saja di acara itu beliau menjelaskan secara tuntas..tas..tas...tentang vetsin dengan rasa UMAMI nya. Dengan paparan yang ilmiah dan mendalam yang menjelaskan bahwa MSG alias monosodium glutamat yang terkandung di dalam vetsin ini aman dikonsumsi dan bukan penyebab kebodohan. Intinya sih saya jadi paham kalau  MSG ini terbuat dari bahan alami berupa tetes tebu yang telah difermentasi dan diolah hingga menjadi penyedap masakan yang melahirkan rasa yang UMAMI.

Keseruan Blogger Gathering "Eat Well Live Well with UMAMI" bersama AJINOMOTO


Seru ?  Iya dong acara ini berlangsung seru banget, sampai tidak terasa waktu berjam-jam mengikuti acara ini terasa masih sangat kurang.  Seru karena saya antusias ingin tahu banyak tentang MSG ini, seru karena ada Cooking Class nya dan seru karena ada acara lomba platting yang mengasyikan, seru juga karena bertemu dengan teman-teman blogger dari Bandung dan Jakarta.

Setelah acara dibuka oleh MC, Muhammad Fachrurozy yang merupakan Public Relation Dept Manager of Ajinomoto Indonesia pun kemudian memberi sambutan.  Dalam sambutannya Fachrurozy mengungkapkan bahwa Ajinomoto sudah hadir di Indonesia sejak tahun 1969 dan memberikan kelezatan rasa UMAMI untuk masyarakat Indonesia.

Diantara teman-teman mungkin ada yang sedikit bingung dengan kata UMAMI yang dari tadi saya sebut.  Saya pun sempat bingung namun dari penjelasan Fachrurozy jadi paham bahwa UMAMI merupakan  rasa dasar kelima yang ditetapkan setelah melakukan riset selama beberapa dekade. Kelima rasa dasar itu adalah manis, asin, asam, pahit dan terakhir rasa UMAMI yang bisa diartikan juga sebagai rasa gurih.

Dalam kesempatan itu juga Fachrurozy mengungkapkan bahwa PT Ajinomoto akan terus melayani masyarakat Indonesia melalui produk-produk makanan yang bermutu tinggi, terjaga keamanannya dan tentu saja dijamin kehalalannya.


UMAMI Rasa Kelima
Para peserta asyik menyimak paparan sang pakar

UMAMI di Mata Pakar Teknologi Pangan


Acara dilanjutkan dengan pemaparan dari pembicara utama yaitu Prof Purwiyatno yang selain menjadi Guru Besar Rekayasa Proses Pangan IPB juga merupakan Senior Scientist di Southeast Asian Food & Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center.  Selain itu juga saat ini beliau menjabat sebagai Vice Chairperson di Codex Alimentarius Commision FAO/WHO.

Sebagai pakar di bidang Teknologi Pangan tentu saja paparan beliau sangat ilmiah, berdasarkan riset dan fakta.  Paparannya mendalam,, mulai dari sejarah sampai apa saja kandungan yang ada di dalam MSG yang memberikan kelezatan rasa UMAMI.

Dalam paparannya pun terungkap bahwa berdasarkan hasil riset ternyata MSG yang terkandung di dalam vetsin seperti AJINOMOTO ini tidak memiliki kandungan yang berbahaya yang mengakibatkan hal-hal negatif yang selama ini tersebar di masyarakat.  Memang selama ini MSG menjadi salah satu bahan makanan yang paling dikenal dan menjadi kontroversi,

Kontoversi itu masih saja terus berlangsung.hingga saat ini.  Padahal MSG yang memberikan rasa UMAMI ini  sudah dinyatakan aman untuk dikonsumsi karena memang dibuat dari bahan alami yang tidak berbahaya.  Sebenarnya  rasa UMAMI secara alami ada pada asparagus, keju, daging, tomat bahkan air susu ibu alias ASI.

MSG sendiri terdiri dari tiga kandungan zat yaitu Asam Glutamat, Natrium dan Air. Nah Kandungan Asam Glutamat yang terkandung di dalam MSG tidak jauh berbeda dengan asam glutamat yang terkandung di dalam makanan alami sehari-hari seperti tomat, susu dan keju.

Setelah mendapatkan pemaparan yang mendalam dari pakarnya plus  membaca sebuah buku khusus tentang review Monosodium Glutamat How to Understand It Properly akhirnya saya menjadi sangat yakin kalau MSG itu aman untuk dikonsumsi.  Bahkan di dalam buku review MSG itu saya membaca beberapa fungsi dari MSG pada makanan yang sangat bermanfaat untuk kita yaitu antara lain :

  • Memperkuat rasa pada makanan
  • Menambah total intensitas rasa pada makanan karena kualitas rasa yang dibawa oleh MSG berbeda dengan 4 macam rasa dasar
  • Mempertinggi karakteristik rasa tertentu pada makanan dalam hal kontinuitas, pengaruh yang kuat, kelembutan dan kekentalan.
  • Mempertinggi rasa yang khas pada makanan jenis daging (sapi atau ayam)
  • Menambah kelezatan pada makanan

Di acara ini juga hadir Dhatu Rembulan seorang selegram dan  blogger yang merupakan istri dari Tria The Cangcutters.  Tau kan The Cangcutters? saya sih mengenalnya di film Tarik Jabrig yang beberapa kali diputar anak-anak di rumah.. hehe...  Dhatu mengungkapkan fakta MSG dalam kehidupan sehari-harinya.  

Ternyata Dhatu memberikan tambahan MSG pada olahan makanan MPASI untuk anaknya.  Wow.. berani ya.. hehe.... Mungkin ini karena Dhatu sudah mengetahui dengan haqqul yakin tentang keamanan MSG sehingga ia dengan sengaja memberikan MSG pada makanan anaknya. Ia memberikan itu supaya makanan anaknya memiliki rasa UMAMI dan menjadi lezat sehingga anaknya menjadi lahap makannya.  Hasilnya?  Anaknya tidak mengalami hal-hal yang diributkan selama ini yaitu akibat negatif dari mengosumsi MSG.

Tuh kan ..ternyata memang aman yaa....

Chef Deny Gumilang asyik demo memasak :)


Asyiknya Acara Cooking Class 


Setelah uraian mengenai MSG ini tibalah acara Cooking Class bersama Chef Deny Gumilang.  Chef Deny ini merupakan runner up Master Chef Indonesia Season 4.  Ada tiga jenis masakan yang dibuat pada kesempatan ini, yang pertama adalah Mi Kocok Bandung..  hmmm sempat mencicipi rasa Mi Kocok buatan Chef Deny yang ternyata rasanya enak banget lho... UMAMI banget deh.. hehe



Menu Kedua adalah Steak Ayam Sambal Matah.  Sayangnya tidak sempat mencobanya tapi dari tampilannya sih sangat menarik dan harumnya membuat saya jadi laper...



Menu yang ketiga adalah Chicken Milanese Valdostana. Nah usai membuat platting di menu ketiga ini Chef Deny menantang  para peserta gathering untuk juga ikut menata menu ketiga ini di menu saji.  Wah menyenangkan sekali. para peserta heboh deh saling rebutan bahan-bahannya. Padahal sudah diset mencukupi untuk semua peserta tetep saja heboh... hahaha...seru banget kami berkreasi.  Akhirnya terpilih tiga pemenang yaitu Demia, Widya dan Ratri...Yeaaay... kalian keren deh....





Hari yang menyenangkan, mengenal UMAMI, berlatih menata sajian makanan dan yang penting kini saya bukan ibu anti vetsin lagi ...dan yang super duper  penting lagi.... suamiku jadi senang dong, karena bisa menambahkan vetsin yang mengandung MSG pada masakannya.....hahaha.. Alhamdulillah :)



28 komentar:

  1. Jadi paham akan keberadaan MSG ya mba. Nice sharing mba. Sukses selalu.

    BalasHapus
  2. Asal takarannya pas dan disembuhkan dengan gaya hidup yg seimbang insyaallah sehat ya mba.
    Kalau penggunaan msg seperti kang bakso gerobakan memang terlalu banyak pakai msg-nya per mangkok 😅

    BalasHapus
  3. Umami itu ternyata artinya rasa gurih yah. Dan aman dikonsumsi tentu dengan takaran yang tepat ya

    BalasHapus
  4. Aku mah udah sejak lama gak anti. Tapi, seringnya gak pake vetsin. Pakenya kaldu penyedap Masako gitu. Sama aja kan ya dalemnya ada MSG.

    BalasHapus
  5. sebelumnya emang udah tau nih, MSG gak sehororr apa yang kita kira.. tp aku masih menunda pemberian MSG buat anak2 entah sampai kapan, soalnya tanpa MSG pun alhamdulillah anak2 masih pada gampang makannya ������

    BalasHapus
  6. Iya sama, tadiny juga khawatir sama mecin. Skrg pake proporsional aja, klo udah gurih ga pake mecin lagi paling masako.

    BalasHapus
  7. Saya juga gitu teh bahkan sampe saya baca cerita ini saya masih anggap vetsin bikin bodo haha, ternyata sekarang udah ada pencerahannya nih.

    BalasHapus
  8. Asik.. sekarang udah tau dalemannya mecin, hihi.. nuhun infonya teh

    BalasHapus
  9. Teteeeeh,
    Masakan kalo gak pake MSG tuh emang kayak ada rasa kurang greget gimana gitu yah Teeeeh.

    BalasHapus
  10. Terimakasih sharing infony mba JD tau deh sekarang selama tidak berlebihan aman y

    BalasHapus
  11. Senangnya dapet ilmu baru, memecah mitos ya teh kalo pengen pinter harus belajar ❤️

    BalasHapus
  12. aku penasaran resep MPASI teh Dhatu seperti apa teh?karena berani pake mSG hehehe soalna aku juga memasuki masa MPASI

    BalasHapus
  13. Iya banyak juga saya dengar bahwa vetsin bikin orang bodoh, dan tercerahkan dengan baca tulisan ini. Makasiih Mba sharingnya jadi sekarang tidak takut makan yang ada vitsinnya lagi hehehehe

    BalasHapus
  14. Segala sesuatu itu selama dalam artian cukup dab tidak berlebihan, tidak apa2 :)

    BalasHapus
  15. Akhirnya dapat penjelasan juga tentang MSG. Aku nggak bisa hidup tanpa micin teh hahaha.. itu Mi kocoknya menggugah selera banget pas lagi musim hujan gini ��

    BalasHapus
  16. Segala sesuatu ge teu meunang berlebihan. Kalau gak berlebihan, moal nanaon, kesimpulanku mah gitu :)

    BalasHapus
  17. Pernah baca ttg Umami. Istilah yg asalnya dr Jepang. Kalo ga salah, pernah baca, umami pada dasarnya ada di banyak sumber makanan. Seperti ikan dan jamur. Bahkan air susu ibu juga ada umami & katanya itulah rasa 'gurih' yg manusia rasakan pertama kali. Di rumah kalo masak pake bumbu penyedap sesekali aja. Emang nambah rasa masakan sih ya. Enak banget jadinya ehehehe.

    BalasHapus
  18. asal kita mengkonsumsinya tidak berlebihan dan sesuai dengan standar Insya Allah aman ya teh, Alhamdulillah, sampai ketemu di next event teh :)

    BalasHapus
  19. Kebetulan saya udah baca ttg MSG ini beberapa tahun lalu .
    Katanya, ngga papa selama ngga berlebihan.
    Yaiyalah apun kalo berlebihan emang ngga bagus ya teh Ida?

    BalasHapus
  20. Apalah masakan tanpa Ajinomoto. Berasa kurang greget.

    BalasHapus
  21. okey yang penting apapun itu jangan berlebihan ya..saya juga nggak anti MSG, cuma kalau masak sendiri memang lebih pilih pakai garm aja

    BalasHapus
  22. Kasian penyedap rasa yang jadi kambing hitam yaa. Mending jadi kambing cantik aja, hihi. Yang perlu dikontrol penggunaannya aja ya. Not too much. Saya masih pakai garam + penyedap rasa kok pas masak, tapi kadarnya secukupnya aja :)

    BalasHapus
  23. Ternyata kita sama, Teh. Suaminya seneng masak, dan biasa pakai Ajinomoto hehehe.
    Sekarang mah gak ada drama ribut-ribut lagi, soalnya udah tenang, kalo MSG aman selama tidak berlebihan ya...

    BalasHapus
  24. Dulu, waktu kami masih kecil, papaku gak bisa makan kalo sayurnya gak pake MSG (sedangkan mamaku paling anti MSG), solusinya mama mencampur MSG (yang terlebih dahulu disiram pake air panas supaya larut) di piring sayur papa. Dan kami anak-anaknya berlomba-lomba mengambil sayur papa karena rasanya lebih enak ��

    BalasHapus
  25. yang terpenting memperhatikan takarannya, jangan terlalu berlebihan juga ya mba..

    BalasHapus
  26. Apa pun kalau tidak berlebihan, in sya Allah akan aman dan bermanfaat.

    BalasHapus
  27. Yang penting takarannya pas, sesuai dengan berat badan kita. Kalo ga salah,itu salah satu syarat penggunaan MSG yg pernah saya baca.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku dari dulu ga pernah anti vetsin, Teh. Pastinya kalau segala sesuatu dipakai secukupnya ada manfaatnya :)

      Hapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^