blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

10 Mei 2019

Beberapa Hal yang Harus Diketahui Sebelum Beli Rumah di Bandung


Beli rumah di Bandung

Beberapa Hal yang Harus Diketahui Sebelum Beli Rumah di Bandung
Memiliki hunian di kota besar seperti Bandung bisa jadi impian banyak orang. Cuaca yang sejuk, destinasi wisata yang beragam dan infrastruktur yang memadai, jadi beberapa alasan dari ketertarikan banyak orang untuk beli rumah di Bandung.  Apakah teman-teman  salah satunya?

Kalau iya, teman-teman bisa mencoba cari informasinya secara online di salah satu situs jual beli rumah di Bandung yakni www.99.co/idDi situs ini, teman-teman  bisa mendapatkan sejumlah data lengkap jika ingin membeli rumah.
Caranya pun mudah, karena kita tinggal masukkan data dari kriteria rumah yang kita cari, dan nantinya akan muncul sejumlah pilihan untuk teman-teman yang ingin beli rumah di Bandung.

Misalnya bila kita yang berminat beli Rumah di Bandung daerah Dago, atau beli rumah di Bandung Utara, kita bisa coba hunian di sebuah Town House yang menawarkan per unitnya mulai dari Rp 768 juta.  Kawasan Dago atau daerah utara menjadi salah satu kawasan premium di Bandung, sehingga dengan harga tersebut hunian ini terbilang murah lho….
Apalagi tinggal di Town House ini kita akan disuguhi view alam berupa pegunungan dan juga city view.

Rumah yang ditawarkan berluas 100m2 dengan 3 kamar tidur, 2 kamar mandi dan carport serta listrik 2200W.  Sementara pilihan lainnya ada yang berluas 200m2 dengan 3+1 kamar tidur, 2+1 kamar mandi, garasi, carport dan dibanderol seharga Rp 1,1 miliar.
Dalam Town House, tersedia fasilitas berupa internet, layanan keamanan 24 jam, one gate system, CCTV, dilengkapi dengan fitness & spa, taman baca, jogging & biking track, cafe & resto.

Lokasi perumahan ini sendiri dekat ke Hotel Sheraton, Dago Golf, Dago Resort, Stamford Internasional School, Kawasan Wisata Dago Dream Park dan masih banyak lagi.
Pilihan lainnya bagi yang berminat beli rumah di Bandung kota, ada hunian di kawasan Soekarno Hatta dengan lingkungan yang asri dan bebas banjir serta dilengkapi sistem keamanan 24 jam.

Ditawarkan seharga Rp 925 juta, rumah 2 lantai ini memiliki spesifikasi antara lain luas bangunan 130 m2, 4 kamar tidur, 2 kamar mandi, garasi, listrik 1.300W dan dilengkapi Sertifikat Hak Milik (SHM) + Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Lokasinya sendiri berada di Mainroad Soekarno Hatta, dekat ke sejumlah pusat pendidikan, area perkantoran, RS Al Islam, Metro Indah Mall, hingga Tol Buah Batu.

Selain itu juga mudah mengakses tempat publik lainnya seperti pom bensin, pusat perbelanjaan contohnya supermarket dan mini market.
Untuk yang punya budget lebih minim, jangan khawatir, teman-teman masih bisa beli rumah di Bandung murah yakni sekitar Rp 145 juta saja, tepatnya di Permata Mekar Mulya Residence.

Unit yang ditawarkan berupa type 36/60 dengan 2 kamar tidur, kamar mandi dan dilengkapi AJB + IMB.  Bangunan baru (inden) ini merupakan hunian yang berada di lokasi strategis, dekat ke tempat ibadah, sekolah dan punya sistem keamanan 24 jam dengan one gate system.

Tips Beli Rumah di Bandung


Beli rumah di Bandung

Dilansir dari viva.co.id, saat teman-teman  ingin beli rumah ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian. Tak terkecuali saat ingin beli rumah di Bandung.

1. Lokasi rumah


Keuntungan dari rumah berlokasi strategis tentunya adalah kemudahan akses ke berbagai tempat, termasuk ke tempat bekerja atau sekolah.  Banyak rumah yang berlokasi di kawasan strategis atau di pusat kota nilainya sudah selangit, jadi kita hanya perlu menyesuaikan dengan kebutuhan saja.  Tidak masalah ke pinggir kota, tapi masih bisa mengakses tempat kerja dengan mudah. Ini bisa jadi solusi untuk mendapatkan rumah harga terjangkau.

2. Aspek legalitas


Pastikan juga rumah dilengkapi dengan surat atau sertifikat legal. Ini tentunya agar kita tehindar dari masalah di kemudian hari.  Kalau kita sudah punya bukti kuat atas kepemilikan pribadi, tentun ini tidak akan bisa diganggu gugat oleh orang lain.

3. Kondisi lingkungan


Selain lokasi, jangan luput memerhatikan kondisi lingkungan ya…Kalau kita memilih hunian di lingkungan perumahan (komplek) mungkin sudah dilengkapi layanan keamanan 24 jam atau one gate system, tapi kalau ada di luar komplek, kita perlu bertanya-tanya mengenai keamanan di lingkungan tersebut ke orang sekitar.

4. Sesuaikan dengan gaya hidup


Kurang lebih seperti di poin pertama, sesuaikan dengan kebutuhan, misalnya aktivitas utama kita dalam keseharian.  Kalau kita seorang pekerja kantoran, maka pilih rumah yang dekat ke area kerja, atau kalau kita berjualan atau berbisnis, maka rumah di pinggir jalan jadi pilihan lebih tepat.

5. Sistem pembayaran


Beli rumah di Bandung


Secara umum ada dua pembayaran yang bisa kita pilih kalau ingin beli rumah di Bandung, yakni secara tunai atau mencicil.  Pertimbangannya tentu kondisi finansial…
Kalau ada keterbatasan, maka metode cicilan adalah yang terbaik.  Dalam hal ini perhatikan pula persentase DP yang dibayar, suku bunga serta jangka waktu cicilan.

Nah, sebagai tambahan, khusus bagi yang ingin membeli rumah pertama kali, kita bisa pertimbangkan juga beberapa hal berikut :

6. Tipe dan harga rumah


Kita bisa menghitung kemampuan  dengan menyisihkan sepertiga dari pendapatan untuk mencicil.  Perhitungan ini merupakan kebijakan dari perbankan. Tujuannya untuk membuat keuangan kita tetap stabil meski punya tanggungan (cicilan).  Dengan mengetahui kemampuan finansial kita bisa mengetahui gambaran tipe rumah seperti apa yang mampu dibeli dan dimana lokasinya.

7. Pilih developer


Membeli rumah baru untuk pertama kalinya, akan lebih aman membeli langsung ke developer.  Tapi tentunya tetap harus dipertimbangkan kredibilitasnya.
Artinya developer pun tetap harus kita seleksi, caranya bisa dengan mencari informasi dari berbagai sumber seperti internet atau pun menanyakan testimoni dari mereka yang pernah jadi klien.  Developer yang terpercaya akan menjelaskan kepada kita serinci mungkin seputar propertinya.

8.  Utamakan rumah baru dengan material berkualitas


Beli rumah di Bandung

Kalau kita masih baru dalam hal membeli rumah, sebaiknya pilih cara ‘aman’.
Misalnya membeli unit baru dari developer…Tapi ini pun tetap harus kita perhatikan kualitasnya.  Agar nantinya kita tidak dikejutkan oleh biaya-biaya tak terduga seperti biaya perbaikan atau penambahan dan lainnya.

9. Hunian sekaligus aset


Sudah tahu ya, bahwa selain bisa menunjang kehidupan kita sekeluarga, rumah juga bisa jadi aset jangka panjang.  Untuk itu perlu dipertimbangkan beli rumah di kawasan yang berkembang, karena nilainya bisa terus naik bahkan berkali lipat dibanding rumah biasa.

Pilihan Pembayaran untuk Beli Rumah di Bandung

Beli rumah di Bandung

Secara umum, cara pembayaran dalam membeli properti, seperti beli rumah di Bandung, memiliki beberapa pilihan, yakni tunai (cash keras atau bertahap) dan kredit (KPR).
Yang pertama membeli rumah dengan cara tunai alias cash
Cash bertahap sebenarnya sama dengan membeli rumah dengan cash keras.

Hanya saja dalam cash bertahap, pembayaran dilakukan dalam beberapa kali tahapan, tapi masa pembayarannya tidak sepanjang sistem KPR atau cicilan.  Kalau KPR atau cicilan durasinya 15 – 20 tahun, sementara cash bertahap biasanya maksimal 5 tahun.
Bagi kita yang ingin membeli rumah dengan cara cash bertahap, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan…

Misalnya, tahapan pembayaran, dalam hal ini apakah ada DP atau tidak, lalu berapa lama durasinya, sejumlah developer menetapkan tahapan pembayaran sebanyak 12 kali hingga 36 kali.

Agar tidak terjadi kesalahpahaman, minta lah pihak developer untuk membuat perjanjian yang telah disepakati kedua belah pihak.  Pastikan juga kejelasan setiap hal dan kalau ada hal-hal khusus, tegaskan pula di awal.  Pembelian rumah secara cash bertahap, biasanya penjualan rumah pun dilakukan secara inden. Jadi kita perlu memastikan berapa lama dan kapan seleainya pembangunan dan kapan serah terima unit.

Jangan lupa untuk mengecek promo ataupun bonus yang ditawarkan oleh developer.
Bonus sendiri biasanya bisa berupa barang kebutuhan rumah seperti TV atau kulkas.
Dan terakhir, jangan lupa meminta notaris PPAT untuk membuat Akta Jual Beli Tanah (AJB) setelah seluruh kewajiban pembayaran telah dilakukan.  Sehingga kita memiliki bukti hukum yang sah atas pembelian dan juga peralihan hak yang telah dilakukan.

Kalau kita mempunyai dana lebih, biasanya akan memilih sistem cash keras.
Meski dengan begini, kita tidak memiliki beban hutang, bukan berarti cara ini tidak ada tantangannya, kita justru perlu ekstra hati-hati!

Yang perlu diperhatikan adalah memilih agen properti terpercaya jika ingin melibatkan perantara, lalu hindari beli rumah yang dalam tahap pembangunan.  Perhatikan juga suku bunga.  

Misalnya begini…

Jika selisih suku bunga dengan deposito lebih dari 5%, maka sebaiknya beli rumah atau apartemen secara cash keras, sebaliknya kalau selisihnya sedikit, atau kurang dari 3%, maka beli lah properti secara kredit.  Jadi, sudah siap beli rumah di Bandung?

3 komentar:

  1. Kemarin sempat tergiur develover yg nawarin karena murah tapi saat cari tahu lagi ternyata daerah situ macet parah karena Satu-satunya jalan alternative bahkan yang udah punya rumah disitu pada pengen pindah. Hahahaha curhat nih tapi memang bener tips2 ini harus banget di perhatiin terutama Bandung yg padat banget

    BalasHapus
  2. Aku kepngeeeen punya rumah di kawasan Bandung Utara. Biar gampang ke mana2 dan cantiiik pemandangannya :D

    BalasHapus
  3. Aku kepengen punya rumah di Bandung Utaraaaa. Sejuk dengan pemandangan yang adeeem :D

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^