blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

3 Sep 2019

Ibu Berbagi Bijak : Mengelola Keuangan UMKM


Ibu Berbagi Bijak : Mengelola Keuangan UMKM  "Ibu-ibu  bagaimana kabarnya ?" Suara koor peserta menjawab baik serempak terdengar penuh semangat.  "Bagaimana dengan isi dompetnya ?" Suara tawa pun terdengar riuh.... Begitulah Prita Hapsari Ghozie memang selalu asyik membawakan materi tentang keuangan. Mengelola keuangan memang tidak bisa dianggap enteng selain harus memiliki ilmu juga butuh komitmen dan disiplin dalam pengelolaannya.


Pernah mendengarkan teori hedonic treadmill ? Suatu kondisi dimana kebutuhan dan keinginan seseorang akan menyesuaikan dengan kondisi keuangan orang tersebut.  Itulah mengapa hedonic treadmill ini sering disebut juga dengan ungkapan hedonic adaptation.  Gaji sepuluh juta, bisa menabung satu juta, lalu apakan ketika gajinya menjadi dua puluh juta bisa menabung sebelas juta? Hahaha.... sepertinya itu jarang terjadi.

Eh jadi panjang lebar ngelanturnya,  ceritanya saya sedang merasa senang sekali karena mendapat kesempatan dari Urban Mama untuk mengikuti Workshop #IbuBerbagiBijak yang diadakan oleh Visa.  Acara ini diselenggarakan beberapa waktu yang lalu tepatnya pada hari Rabu 28 Agustus 2019 di Noah's Barn Jalan Dayang Sumbi No 2 Bandung.


Program #IbuBerbagiBijak ini banyak mengasah kemampuan perempuan khususnya para ibu untuk belajar mengelola keuangan dengan bijak.  Tujuannya agar semua keluarga di Indonesia memahami mengenai cara dalam mengelola keuangan di dalam rumah tangga,  Mengapa harus para ibu? Karena para ibulah yang biasanya menjadi manajer keuangan di dalam keluarga.

Sayangnya meski mayoritas para ibu menjadi manajer keuangan di dalam keluarga ternyata survei membuktikan Tingkat Literasi Keuangan (TLK) perempuan lebih rendah dari kaum pria.  Secara umum TLK masyarakat Indonesia memang masih rendah.  Pada tahun 2016 tercatat TLK masyarakat Indonesia hanya mencapai 29.6 %.  Kaum perempuan 25,5% sedang pria 33,2%.

TLK rendah ini juga ternyata terjadi pada perempuan pengusaha usah kecil menengah atau UMKM. Inilah mengapa VISA dengan program #IbuBerbagi Bijak menjangkau komunitas perempuan pengusaha UMKM di kota Bandung dan Yogyakarta.


Program literasi keuangan #IbuBerbagiBijak ini juga melibatkan pakar finansial dan acara di Bandung ini diisi oleh Prita Hapsari Ghozie konsultan keuangan dari Zap Finance. Kali ini Mba Prita berbicara tentang pengelolaan keuangan untuk UMKM.

Menurut Mba Prita banyak perempuan yang lebih mengutamakan perasaan alias feeling dalam memenej usahanya.  Perasaan kan dipengaruhi suasana hati kan ya..? Manajemen by feeling  tuh kalau lagi senang perasaan usahanya  untung deh, terus kalau lagi bete berubah deh, perasaan usahanya  rugi nih.... hahaha... Manajemen by feeling ini tentu saja berimbas pada kemajuan usahanya.  Jangan-jangan bukan business tapi busynes deh... alias hanya jadi sibuk saja sementara untung rugi usaha tidak jelas.

Memulai Usaha


Kalau kita akan memulai usaha, apa yang pertama kita pikirkan? Tentu banyak yang menjawab modal kan? Nah menurut Mba Prita saat memulai usaha seharusnya kita mengetahui tiga hal terlebih dahulu.  Apa itu?

1, Mau Usaha Apa ?


Memulai usaha bisa dimulai dari hobi dan itu memang lebih mengasyikan karena mengerjakan sesuatu sesuai passion pasti akan lebih menyenangkan.  Tapi yang harus diperhatikan apakah sudah terlihat  target marketnya?  Bagaimana dengan jam kerjanya apakah sudah dipikirkan ?

2. Mengetahui Untung dan Rugi


Sebagai pengusaha kita harus bisa membedakan mana uang modal dan mana uang omzet.  Jangan-jangan selama ini usaha yang diputar adalah uang modal bukan uang omzet... Nah lho..

Untuk bisa mengetahui dengan jelas kondisi keuangan perusahaan maka seharusnya seorang pengusaha itu:

  • Memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha, hal ini bisa kita lakukan dengan memisahkan rekening di bank misalnya.
  • Mengetahui mana keuangan untuk modal investasi dan mana keuangan untuk biaya.

3. Memikirkan Pertimbangan Lain


Saat memulai usaha kita bisa memikirkan pertimbangan lain seperti apakah usahanya akan dilakukan sendiri atau apakah akan mencari mitra usaha.  Kalau kita memilih bermitra carilah mitra yang memiliki visi dan misi yang sama dengan kita.  Selain itu kita harus memikirkan juga tentang modal usaha apakah akan memakai uang pribadi atau dana pinjaman.

Memahami Modal dan Kebutuhan Dasar


Yang harus dipahami di dalam usaha adalah Modal dan Kebutuhan Dasar yang terdiri dari modal investasi awal, modal kerja dan biaya operasional dan biaya tetap.  Modal investasi awal bisa berupa properti, pelatihan tenaga kerja serta fasilitas pendukung lainnya. Modal kerja operasional berupa barang dagangan dan barang pendukung. Sementara itu biaya tetap seperti: Telepon , internet, listrik, pemasaran, tenaga kerja dan lain-lain.

Alternatif Sumber Dana


Menurut Mba Prita alternatif sumber pendanaan antara lain adalah Bank, Lembaga Keuangan dan P2P Lending atau pinjaman online.  Semuanya memiliki kekurangan dan kelebihan.  Di sini kita harus pandai memilih dan memilah, karena banyak juga yang terjebak pada pinjaman online yang sangat memberatkan peminjam.



Selain memberikan pencerahan tentang pinjaman online, Mba Prita pun menjelaskan tentang metode pengelolaan keuangan ala Zap Finane yaitu ZAPFIN.

Z : Zakat
A : Assurance / Asuransi
P : Present Comsuption /kebutuhan rutin
F : Future Spending / Menabung terlebih dahulu
IN: Investment/investasi

Dalam kesempatan acara workshop ini selain Mba Prita ada juga Pak Teguh yang merupakan Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK regional Jawa Barat.  Pak Teguh menjelaskan tentang fenomena fintech yang terkadang merugikan konsumen.

Nah teman-teman cukup sekian dulu ya tulisan Ibu Berbagi Bijak : Bagaimana Mengelola Keuangan UMKM semoga bermanfaat.


36 komentar:

  1. mba Prita Ghozie ini sungguh mencerahkan bangeettt kalo ngisi materi financial planning.
    Orangnya cantiiikk dan asyik!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  2. Aku kalau ada acara Literasi Keuangan mau banget deh ikutan biar makin bijak ngelola uang. Terus kalau mau usaha dan pinjam uang ya buat modal, bukan buat kebutuhan lain

    BalasHapus
  3. Pas acara di Bandung ini aku liat igs temenku doang, mupeng banget! trus pas di Yogya ada, aku langsung ikutan dong demi dapat ilmu dari mba Prita secara langsung :) hehehe

    BalasHapus
  4. Wah..ikut nyimpen prosentase penggunaan gaji yg disebutkan di sini ya..Krn aku merasa masih amburadul banget nih dlm pengelolaan keuangan..

    BalasHapus
  5. Acara ini bagus banget ya, teh. Aku jadi belajar lebih banyak lagi tentang mengelola keuangan yang sehat dan baik :)

    BalasHapus
  6. Wah pas banget nih, aku lagi mau belajar buka usaha, ada ilmu administrasi gini.
    Makasih mba, dengan manajemen kaya gini kan pengelolaan keuangan rapi dan terkontrol

    BalasHapus
  7. Keren ya program Ibu Berbagi Bijak ini karena bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan para ibu, yang notabene pengatur keuangan keluarga, agar bisa mengelola keuangan dengan baik. Kayak aku nih, masih susah banget kalau mengelola keuangan. Kadang masih suka jebol juga euy

    BalasHapus
  8. Langsung save itu diagram penghasilannya. Ternyata memang mengikuti pedoman pengaturan uang belanja dan investasi yang benar itu perlu banget ya. Kudu praktek ini, kalau nggak dipraktekkan pasti ilang lagi deh.

    BalasHapus
  9. Keuangan rumah tangga aja harus dikelola dengan bijak, ya. Apalagi ini kalau sudha punya UMKM. Tentu harus semakin bijak mengaturnya

    BalasHapus
  10. Senangnya dpet ilmu sekece ini. Makasih banyak udh di share in. Lengkap pisan dg rincian pos2 penghasilan. Praktekin aaaahhh

    BalasHapus
  11. Setujuu ama alokasi dananyaa. Memang yg paljng besar setelah biaya hidup ya tabungan dan investasi ya mbaak gak boleh kebalik2 ama leisure haha

    BalasHapus
  12. Literasi keuangan tidak tidak bosan saya ikuti tips dan perkembangannya. Secara ibu rumah tangga manager keluarga justru harus punya ilmu itu ya

    BalasHapus
  13. Harusnya sih gaji naik dana untuk menabung naik juga ya, bukan gaya hidup yang dinaikkan ya hihihi. Aku juga masih turun naik ini mengelola keuangannya kadang gak teratur

    BalasHapus
  14. Ibu jadi melek literasi keuangan ya mba. Suka deh sama kegiatan ibu berbagi bijak. Wanita jadi semakin smart juga

    BalasHapus
  15. Nah, kadang aku tuh ya pengen usaha tapi binggung mau usaha apa. Dan kendala keuangan juga menjadi salah satu permasalahan mba

    BalasHapus
  16. Semoga mengena literasi financial ini sering2 dan menyebar ya diberbagai kota agar masyarakat lebih teredukasi mengenai financial ini. Btw aku suka sama pemaparan mba Frita ini , enak bawaanya dan kita mudah mengerti.

    BalasHapus
  17. Penting nih buatku. Meskipun aku nggak berhutang untuk modal tapi karena berawal dari hobi, susah banget disiplin keuangan. Jadi nggak ketahuan untung ruginya.

    BalasHapus
  18. Pas banget acara begini buat ibu2 karena karena ibu2 sekarang banyak yg punya usaha. Semoga memberikan semangat untuk terus berkembang.

    BalasHapus
  19. Memahami cashflow si bebas cicilan itu kasih insight bgt buat saya Mba. Jadi lebih paham skrg ttg cashflow keuangan keluarga. Hatur nuhun ya Mba

    BalasHapus
  20. Pengen usaha lagi mbak, tapi disamping itu butuh pengetahuan tentang keuangan. Acaranya seru banget ini dan belajar banyak tentang keuangan.

    BalasHapus
  21. Wah wah, boleh-boleh nih tipsnya. Udah lama deh kepengen banget bisnis. Tapinya masih belom tahu bisnisnya apa. Teh Ida cocok nih.

    BalasHapus
  22. paling seneng deh kalo pembicaranya tuh Kak Prita Ghozie, materi berat jai berasa ringan banget gitu

    BalasHapus
  23. Aku senang nih kalo ada acara literasi keuangan seperti ini mba. Jadi bisa belajar tentang pengelolaan keuangan untuk usaha

    BalasHapus
  24. Mba Prita Ghozie ini cantik banget yaaa... ilmunya banyak pula terkait dengan manajemen keuangan. Jadi tertohok nih selama ini belum maksimal dalam meningkatkan kemampuan manajerial keuangan keluarga. Harus banyak belajar dari artikel yang ditulis Mba Ida ini. Nuhun mba.

    BalasHapus
  25. enak juga ya mba ada panduan persentase untuk ditabung dan maksimla pengeluaran. Kita memang harus bijak dengan keuangan yaaa

    BalasHapus
  26. Itung-itungannya harus diterapkan dalam kehidupan nyata ini yaa, teh...
    Biar keuangan keluarga tuh...aman sejahtera bahagia.

    BalasHapus
  27. Hiks. Jadi malu, olshop saya mati suri salah satunya juga karena saya kurang rapi ngelola keuangan ��

    Btw memang tantangan berat ya ketika gaji naik gaya hidup nggak ikut naik

    BalasHapus
  28. Penting banget nih materinya buat ibu-ibu yang mau membuka bisnis ya. Memang butuh rencana yang matang dan pengetahuan pengelolaan finansial.

    BalasHapus
  29. Acara literasi keuangan macam gini dibutuhkan banget buat kita ya Mba Ida
    apalagi pemegang keuangan dalam rumah tangga wkwkwk aku juga ada usaha kecil-kecilan pula. Berkah banget bisa ikutan acara ini

    BalasHapus
  30. waaah asik banget nih pembahasannyaa, bermanfaat banget buat diterapkan, apalagi kalo udah soal keuangan itu emang agak agak gimana gitu yaa, harus pinter pinter ngelolanyaa

    BalasHapus
  31. Perlu banget ini supaya nggak sembarang pinjam modal
    Apalagi dengan dana besar, perlu manajemen keuangan yang baik
    Dengan begitu UMKM-nya bisa maju pesat

    BalasHapus
  32. cashflowku masih berantakkan bangeeeeet... aaa, mesti cepat diperbaiki nih

    BalasHapus
  33. Treadmill aku taunya nama alat olahraga. Ada juga istilah keuangan, ya. Yang namanya belajar keuangan, walau ribet, harus dilakukan demi financial freedom.

    BalasHapus
  34. Wah ilmunya sangat bermanfaat nih untuk aku yanh memang sedang belajar untuk memulai membuka usaha

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^