blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

6 Mar 2020

Kisah Perang Uhud: Refleksi Ketaatan, Cinta Sejati dan Godaan Harta Dunia



Kisah Perang Uhud: Refleksi Ketaatan, Cinta Sejati dan Godaan Harta Dunia  Memandang Bukit Uhud yang garang di padang yang gersang, sambil mendengar kisah heroik Perang Uhud yang dikisahkan Ustadz Uje pembimbing muthowif kami, membuat seolah pertempuran  sengit itu terjadi di depan mata....


Kisah Perang Uhud: Refleksi Ketaatan, Cinta Sejati dan Godaan Harta Dunia


Perang yang namanya diabadikan di dalam Al Qur'an ini memang menjadi perang yang terkenal karena memberi pelajaran besar dalam kehidupan manusia.  Kisah tentang ketaatan kepada pemimpin, kisah tentang cinta yang tidak sederhana kepada manusia termulia  dan kisah tentang godaan harta di dunia....


Di Perang Uhud kemenangan sudah di depan mata, namun akibat sebagian pasukan pemanah yang berjaga di Jabal Rummi terpesona dengan harta rampasan perang akhirnya melanggar perintah pemimpin perang untuk berjaga dan tidak turun dari bukit baik saat menang atau kalah.  Sebagian besar pasukan pemanah itu pun tergoda hingga akhirnya turun dan kemudian terjadilah antiklimaks dari harapan yang sudah ada dalam genggaman.

Allah SWT berfirman....

Apakah ketika kalian ditimpa musibah (di Perang Uhud) sementara kalian telah mendapat kemenangan dua kali lipat (di Perang Badar), kalian pun berkata "Bagaimana kami bisa kalah? Katakan, "(Musibah kekalahan itu) berasal dari diri kalian sendiri" (QS. Ali Imron: 165)

Teguran dari Allah SWT dalam firman di atas itu mengingatkan bahwa kekalahan yang terjadi adalah karena kesalahan dari diri sendiri bukan dari kekuatan musuh yang berjumlah tiga kali lipat.  Sebuah kisah yang tentu saja memberi pelajaran yang luar biasa bagi mereka yang mau berpikir.  Ketundukan yang sempurna dan kekokohan akidah adalah hal yang harus ada pada diri setiap muslim.

Memandang Bukit Uhud yang garang di padang gersang, kisah heroik tentang ketaatan, cinta yang tak sederhana kepada Rasulullah SAW dan godaan harta dunia kembali berkelebat di siang yang terik itu.....

Perang Uhud terjadi di bulan Syawal tahun ke 3 Hijriyyah tepatnya setelah kemenangan kaum muslimin di Perang Badar.  Pasukan kafir Quraisy Mekah berencana membalas dendam, kemudian  menyusun kembali strategi untuk menyerang kaum muslimin secara besar-besaran. Dinamai Perang Uhud karena perang ini terjadi di Bukit Uhud yang berjarak sekitar tiga mil dari Kota Madinah.

Pihak kaum kafir  terdiri dari  3000 pasukan yang tergabung dari suku Quraisy dan suku-suku lain yang mengadakan janji setia dengan mereka serta orang-orang Ahbasy dari suku-suku Arab pedesaan, mereka dipimpin oleh Abu Sufyan.  Sementara itu di pihak kaum muslimin  peperangan dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW dengan jumlah pasukan sepertiga dari kaum kafir.

Bukit Uhud ..tidak terlalu tinggi tetapi memanjang mencapai 7 kilometer.


Mundurnya Kaum Munafiqin: Seleksi Alam


Di awal keberangkatan saat pasukan muslimin bergerak sampai di antara Madinah dan Uhud salah satu pemimpin kaum munafik yang tergabung dengan barisan Rasulullah yaitu Abdullah bin Ubay memisahkan diri bersama hampir sepertiga jumlah pasukan.  Seorang sahabat bernama Abdullah bin Amr bin Haram mengikuti mereka sambil membujuk agar kembali kepada barisan.  "Marilah berperang di jalan Allah atau belalah agama Allah"  mereka malah menjawab "Kalau kami tahu kami akan berperang kami tak mau ikut..."

Mundurnya para munafiqin semakin membuat jumlah pasukan yang tidak seimbang. Hal ini tidak membuat kaum muslimin mundur dari peperangan yang akan dihadapi.  Tekad mereka sudah bulat untuk berperang di jalan Allah.

Saat genderang perang ditabuh Rasulullah SAW menempatkan pasukan pemanah di atas bukit kurang lebih 150 meter di belakang pasukan Rasulullah.  Rasulullah SAW memerintahkan agar mereka menempati posisi di atas bukit yang sekarang dikenal dengan nama Jabal Rumat atau Jabal Rummi. Mereka bertugas melindungi dari serangan pasukan kaum musyrikin yang kemungkinan menyerang dari belakang.  Rasulullah menunjuk satu pasukan pemanah ulung di bawah komando Abdullah bin Jubair bin An Nu'man Al anshari Al Ausi.

Rasulullah SAW berwasiat kepada pasukan pemanah

"Lindungilah punggung kami.  Jika kalian melihat kami sedang bertempur, maka kalian tidak perlu membantu kami.  Jika kalian melihat kami telah mengumpulkan harta rampasan, maka janganlah kalian turun bergabung bersama.." (Syaikh Shafiyurrahman, 2010: 229)

Memandang Bukit Uhud yang garang di padang gersang, kembali kisah perang teramat heroik itu berkelebat dalam bayangan.....


Di sinilah jasad syuhada Uhud dimakamkan


Beberapa Kisah Heroik di Perang Uhud


Apa yang terjadi kemudian kita semua sudah mengetahuinya, sejarah sudah mencatatnya, kisah ketidaktaatan dan tergiur godaan dunia ini kemudian menjadi sebuah pembelajaran yang besar bagi orang-orang yang mau berpikir.

Ketidaktaatan sebagian pasukan pemanah mengakibatkan  kaum muslimin menjadi berbalik dalam posisi yang lemah.  Bahkan Rasulullah SAW sang manusia termulia pun terluka bahkan dikabarkan telah wafat.  Tidak hanya itu 70 pasukan muslimin pun syahid menemui Rabb nya.

Sebuah kisah yang memberikan pembelajaran bahwa dalam sebuah pasukan selalu ada yang namanya pemimpin yang harus ditaati.  Pemimpin harus selalu ada dan harus selalu ditaati selama sesuai dengan syariat Nya bahkan meski hanya tiga orang saat melakukan perjalanan misalnya, kita harus mengangkat salah satunya menjadi pemimpin kita.  Juga kisah tentang godaan dunia akan selalu ada dalam sebuah perjuangan.

Tidak hanya itu saja pembelajaran berharga dari Perang Uhud ini.  Bila kita manusia secara umum mencurahkan seluruh energi dan kekayaan untuk meraih cita-cita.  Maka para sahabat mencurahkan segenap jiwa dan raganya sehingga mampu membangun kejayaan keimanan mereka.  Sejarah mencatat betapa banyak kisah heroik yang muncul dari peristiwa perang uhud ini.


Kisah Thalhah bin Ubaidillah RA


Tercatat dalam sejarah dengan tinta emas perjuangan yang dilakukan Thalhah bin Ubaidillah RA. Thalhah bertempur mempertaruhkan nyawa sampai telapak tangan beliau yang dipergunakan untuk membela Rasulullah SAW tidak bisa berfungsi kembali.  Tangan Thalhah inilah yang menyangga Rasulullah SAW hingga beliau bisa naik ke atas bebatuan saat Rasulullah SAW dikepung oleh pasukan Quraisy.  Lalu Rasulullah SAW bersabda Thalhah pasti masuk surga.... Dalam riwayat lain diungkapkan...

Barangsiapa yang ingin melihat syahid (orang yang mati syahid) masih berjalan di muka bumi maka hendaklah dia melihat Thalhah bin Ubaidillah.


Kisah Nusaibah bin Ka'ab Al Anshariyah


Kisah heroik lain kita membaca dalam sejarah seorang mujahidah bernama Nusaibah bin Ka'ab Al Anshariyah yang dikenal sebaga Ummu 'Umarah.  Beliau adalah salah satu dari dua orang perempuan yang tergabung dengan 70 orang lelaki Anshar yang berbai'at kepada Rasulullah SAW.  Dalam ba'at Aqabah yang kedua itu ia ditemani suaminya Zaid bin 'Ashim dan putranya Hubaib dan Abdullah.

Di Perang Uhud Nusaibah yang seperti pada umumnya para perempuan berada di barisan logistik di saat peperangan itu.  Nusaibah melihat pasukan muslimin sudah mulai kocar-kacir dan kalah.  Ia segera maju ke medan peperangan melindungi Rasulullah SAW dengan pedang dan panah yang ia lancarkan kepada musuh hingga akhirnya Nusaibah pun terluka.

Tentang dua belas luka ditubuhnya, Nusaibah menuturkan "Saat Ibnu Qumaimah datang menyerang Rasulullah SAW para sahabat telah pergi meninggalkan beliau.  Lalu Ibnu Qumaimah berkata "Mana Muhammad? Aku tak akan selamat selama dia masih hidup.  Beritahu aku dimana dia..!!" Segera aku, Mushab bin Umair dengan beberapa sahabat lain menghadapinya.  Lalu ia menyerangku dan memukulkan pedangnya padaku hingga aku pun terluka, seketika darahku pun bercucuran..."

Saat Rasulullah SAW melihat luka itu, Rasulullah berseru kepada anaknya Nusaibah "Ibumu, ibumu... balutlah lukanya..!! Ya Allah jadikanlah mereka sahabatku di surga.." Mendengar itu Nusaibah berkata kepada anaknya "Aku tidak peduli lagi dengan apa yang menimpaku di dunia ini.." Hingga walaupun darah mengucur deras di tubuhnya, hal itu tidak menggetarkan semangat juangnya, ia tetap menyerang tentara musuh....

Kisah Amr bin Al Jamuh RA


Kisah Amr bin Al Jamuh RA di Perang Uhud lain lagi. beliau termasuk sahabat yang dibenarkan syariat untuk tidak ikut perang karena kondisi kakinya yang pincang.  Namun kondisi ini tidak membuat semangatnya berkurang.  Usaha anak-anaknya pun tidak dipedulikannya. Akhirnya Rasulullah SAW meminta kerelaan anak-anak Amr bin Al Jamuh RA untuk membiarkannya ikut berjihad.

Amr RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW "Bagaimana pendapatmu jika aku menginggal hari ini, bisakah aku menginjak surga dengan kakiku yang pincang ini?" Rasulullah SAW menjawab "Ya" kemudian Amr RA mengatakan "Demi Allah yang telah mengutusmu dengan al haq, insya Allah saya benar-benar akan menginjakkan kakiku di surga hari ini..."  Kemudian beliau terjun ke medan tempur sampai akhirnya keinginan beliau tercapai, syahid di jalan Allah...


Kisah Perang Uhud dan Kita Hari Ini


Masih banyak kisah heroik di Perang Uhud lainnya, yang kesemuanya merupakan refleksi cinta yang tidak sederhana pada sosok manusia termulia di muka bumi ini.  Semoga kisah-kisah itu menginspirasi kita untuk lebih serius mengejar bekal kehidupan yang haqiqi di akhirat nanti.  Serius mengisi hari-hari dengan semangat juang yang tinggi agar bisa hidup mulia di dunia dan di akhirat nanti... Berusaha untuk selalu mentaati pemimpin kita walau itu tidak menyenangkan hati kita..

Memandang Bukit Uhud yang garang di padang gersang, di siang yang terik itu kembali kisah heroik itu berkelebat dalam bayang-bayang...

Assalaamu'alaikum bimaa shobartum fani'ma uqbaddaar....
Keselamatan atas kalian semua, sebab kesabaran kalian.... Maka alangkah baiknya tempat sesudah itu...


26 komentar:

  1. Terima kasih sdh mengingatkan ttg kisah indah yg penuh pelajaran ini, Teh Ida.. Tak terasa air mata menitik membaca perjuangan Nusaibah melindungi Rasulullah..

    BalasHapus
  2. Tidak tinggi tapi karena panjang dan cuaca yang tidak biasa, maka banyak orang Indonesia yang mengaku kelelahan kalau habis ziarah dari sana. Pelajaran buat kita, sejatinya godaan itu tidak akan pernah hilang selama nyawa masih ada di raga

    BalasHapus
  3. Terima kasih untuk tulisan yg sudah mengingatkan kembali, mba.
    Memang dunia itu menyilaukan ya. Semoga kita termasuk yg bisa mengendalikan diri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan bisa mempersiapkan bekal untuk kehidupan selanjutnya di akhirat dengan menjaga semua amanah yg sudah dititipkan.

      Hapus
  4. Perang uhud salah satu perang yang harus kita ketahui. Pelajaran penting adalah kisah yang terjadi saat itu salah satunya adalah jihad

    BalasHapus
  5. Pengingat bagi saya membaca kisah ini lagi. Sungguh yang menginspirasi agar kita lebih serius mengejar bekal kehidupan yang di akhirat nanti. Mengisi kehidupan dunia dengan banyak hal bermanfaat untuk bekalnya

    BalasHapus
  6. Kisah yang sangat luar biasa, dan akan sangat baik bila kita ceritakan kepada anak-anak kita. Betapa perjuangan para mujahid dalam membela agama Allah begitu luar biasa, dan kita belum ada apa-apanya

    BalasHapus
  7. Di depan makam para syuhada itu juga dituliskan kisahnya secara ringkas ya mbak. Sempat berlama-lama baca info di papan petunjuk di depan makam, karena aku nggak ikut naik bukit Uhud. Trus sepulang haji, aku cari buku tentang perang Uhud ini. Akhirnya dapat pinjaman dari teman, sayangnya kelupaan nggak saya tulis reviewnya. Bada ini serasa diingatkan kembali dengan cerita para syuhada

    BalasHapus
  8. Masya Alloh, jadi refleksi buat saya pribadi. Semoga bisa jadi pribadi yang makin baik dari ke hari. Allohumma solli 'ala Muhammad.

    BalasHapus
  9. Semoga kita selalu bisa meneladani kisah nabi. Apa yang terjadi perang uhud menjadi sejarah islam yang tak tergoyahkan

    BalasHapus
  10. Saya belajar sejarah perang-perang di Arab ini waktu SMA, tapi tetap tidak ngerti apa yang jadi titik permasalahan. Kenapa Quraisy sebegitu dendamnya sampai mengobarkan Perang Uhud, apa yang mau mereka capai dengan menyerang muslim?

    Apakah genderang perang itu harfiah? Kenapa orang mau berkelahi malah bawa alat musik, bukankah lebih efisien kalau mereka bawa pedang, panah, dan tombak saja?

    Dan pertanyaan lain sebagainya yang tidak pernah saya pahami secara gamblang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus mau baca sirah Rasulullah kalau mau paham Mba... Kaum musyrikin quraisy itu menghormati Muhammad karena beliau Al Amin paling dipercaya di seluruh kota Mekah. Tapi sewaktu Muhammad SAW diangkat jadi rasul mereka tidak mau dan tidak mengakui takut kekuasaannya terganggu, tidak suka adat istiadat nenek moyangnya yang sudah jadi budaya bangsanya terganggu. Akhirnya mereka memusuhi Rasulullah dan menyiksa pengikut2nya...


      Zaman dulu genderang perang memang sebagai awal peperangan cara perang mereka memang unik ada yang satu lawan satu juga..masih sangat sederhana :)

      Hapus
  11. Aku langsung buka jendela baru dan mengetik, "hikmah perang Uhud"

    ... dan mendapatkan pernyataan ini:

    Hikmah Perang Uhud:

    - Sebagai ukuran kualitas ibadah & keimanan pemimpin & yg dipimpin.

    - Bahwa tidak menaati Rasulullah akan menyebabkan terjadinya fitnah. Maka kita hrs berpegang teguh kpd perintah Allah utk menaati Rasulullah.

    - Bahwa sunatullah tetap berlaku yaitu kemenangan & kekalahan itu silih berganti, utk membedakan muslim yg memeluk Islam dgn alasan yg benar, dgn yg menginginkan dunia (krn terpaksa, ingin kekuasaan, harta, ketenaran, dsb)).


    BalasHapus
  12. Kisah yang begitu luar biasa. Para mujahid membela agama dengan perjuangan yang patut diceritakan kepada anak cucu kita nanti

    BalasHapus
  13. Jaman ngaji kecil dulu, aku palings uka pelajaran tarikh. Dengerin kisah-kisah nabi dan sahabat. Termasuk perang uhud. Baca ini kaya didongengin lagi..

    BalasHapus
  14. Jihad ini berat tapi banyak didambakan oleh mereka yg mengetahui pahalanya. Bukit ini jadi saksi ya, betapa jadi jihad itu berat...

    BalasHapus
  15. Terimakasih sudah merangkumnya, selama ini hanya baca penggalannya
    Semoga kita bisa selalu meneladani mereka ya

    BalasHapus
  16. Begitu banyak ya teh kisah keteladanan yang bisa diambil dan diteladani dari kisah perang Uhud ini, semoga bisa diaplikasikan dengan memiliki jiwa kesatria di jaman sekarang ini

    BalasHapus
  17. aku pas ke bukit uhud juga auto ingat kisah perang uhud yang dulu pernah dipelajari di bangku sekolah. Masya Allah ya, banyak memberi pelajaran buat kita

    BalasHapus
  18. Perang Uhud memberikan kita pelajaran bahwa perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW di atas segala-galanya. Patuh pada pemimpin dan menahan diri dari godaan harta duniawi menjadi suatu tantangan melawan musuh terbesar, hawa nafsu diri sendiri.

    BalasHapus
  19. Masya Allah teh terimakasih sudah mengingatkan.. Memang musuh terbesar adalah ketika kita tidak bisa mengendalikan godaan akan nikmat duniawi

    BalasHapus
  20. Aku selalu suka kisah2 sejaran di masa Nabi. Terutama jika dikisahkan oleh Ustad Salim Afillah. Cara beliau bercerita sungguh indah macam syair klasik. Diksinya puitis bagai berpuisi. Sukaaaa sekalii

    BalasHapus
  21. Jadi inget pelajaran jaman SD ya kalau baca tentang perang uhud, tapi aku gak-agak lupa ceritanya nih mbak untung diingatkan kembali melalui tulisan ini

    BalasHapus
  22. Harta dunia memang godaan banget ya mbak.. Nggak hanya terjadi sekarang. Bahkan sejak zaman dulu. Sampai-sampai lupa dengan perintah Rasulullah saw.. Tapi pada akhirnya memang akhiratlah yang kekal..

    BalasHapus
  23. Terimakasihya, tulisannya penuh makna. Banyak hikmah dan pelajaran dari kisah perang uhud ini. Menjadikan kita cinta kepada Allah dan nabi Muhammad

    BalasHapus
  24. Perang Uhud ini mengajarkan kita agar tidak selalu tergoda akan kemilau hidup di dunia lalu melupakan kesiagaan kita, terimakasih sharringnya kak

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^