blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

14 Apr 2021

Kiat Sukses Ramadan

Kiat Sukses Ramadan


Kiat Sukses Ramadan   Sebetulnya Cerita Ida sudah dua kali menulis tentang Kiat Sukses Ramadan, yaitu di sini dan di juga ada di sini.  Tapi untuk mengingatkan kembali, mumpung masih di awal Ramadan kembali saya menulis tentang Kiat Sukses Ramadan ini dengan berbagai tambahan dan perbaikan.

Makna Sukses Ramadan

Yang dimaksud dengan Sukses Ramadan artinya kita berhasil mengoptimalkan momen Ramadan ini agar tercapai tujuan berpuasa di bulan Ramadan yaitu menjadi orang yang bertaqwa.  Target Ramadan ini terdapat di dalam Al Qur'an ayat 183 

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa".

Orang yang sukses bukanlah orang yang banyak hartanya, tinggi kedudukannya, banyak pengikutnya, maju bisnisnya tapi yang dimaksud dengan orang sukses itu adalah orang yang bertakwa yang husnul khotimah. atau baik di akhir.

Ciri Orang yang Bertakwa

Di dalam Al Baqoroh ayat  dua  sampai dengan empat disebutkan bahwa:

"Kitab Qur'an ini tidak ada keraguan di dalamnya petunjuk bagi mereka yang bertakwa.  

Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib  melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.  

Dan mereka beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan kitab-kitab yang diturunkan sebelum engkau dan mereka yakin dengan adanya akhirat".

Ciri orang bertakwa atau orang yang memiliki rasa takut kepada Allah SWT ini dalam aplikasinya bisa kita lihat  dalam Tanbihul Ghaflin nya Abu Laits Al Samarqandi 

  • Lisan tidak digunakan untuk berkata bohong, bergunjing.  Lisannya fokus mengingat Allah SWT, baca Al Qur'an, diskusi ilmu serta hal baik lainnya.
  • Tidak masuk ke dalam perutnya kecuali makanan yang halal dan baik serta mengosumsi secukupnya tidak berlebihan.
  • Pandangannya tidak digunakan untuk melihat sesuatu yang haram, pandangan digunakan untuk mengambil hikmah dari apa yang terjadi di dunia.
  • Tangannya tidak digunakan untuk hal yang diharamkan
  • Kaki dan langkahnya digunakan untuk kebaikan dan menjauhi kemaksiatan.
  • Mentaati aturan Allah SWT dengan penuh keihlasan, bukan karena ingin dilihat oleh orang lain atau riya.
Tentang ciri orang bertakwa ini juga bisa kita lihat di dalam QS Al Imran ayat 133 - 135 yang isinya yaitu:

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuahanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang menginfakkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah SWT menyukai orang yang berbuat kebajikan.

Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah.  Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui" 

Kiat Sukses Ramadan

Agar sukses dalam menjalani bulan Ramadan hingga kita bisa menjadi pribadi yang bertakwa, ada beberapa kiat yang bisa kita lakukan yaitu:

  • Pertama yang paling penting adalah kita berdo'a kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh memohon taufiq atau kesuksesan di bulan Ramadan ini.  Allah SWT lah pemilik kesuksesan, dan Ramadan ini juga dikenal sebagai Syahru'd Duu'aa (bulan do'a).  Di tengah-tengah pembahasan tentang puasa Allah SWT menyisipkan ayat tentang do'a ini yaitu dalam Al Baqoroh ayat 186.
  • Bersungguh-sungguh atau bermujahadah menjadikan Ramadan sebagai Syahru't Taubah (bulan taubah). Syahrut Tarbiyah dan Syahrud Da'wah (bulan pendidikan dan bulan dakwah) serta Syahrul Jihad (bulan  perjuangan).

Saat kita bersungguh-sungguh maka Allah akan membukakan kepada kita kemudahan termasuk di dalamnya kemudahan meraih sukses Ramadan. Hal ini Allah SWT firmankan di dalam Al Qur'an surat Al Ankabut ayat 69 yaitu:

"Dan orang-orang yang bermujahadah (bersungguh-sungguh berjihad) untuk mencari kearidaan Kami benar-benar kaan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.  Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik"

  • Menjadikan bulan Ramadan kali ini seolah-olah menjadi Ramadan terakhir kita, sehingga kita melakukan yang terbaik apa yang bisa kita lakukan. Sabda Rasulullah SAW pernah memberikan tips sholat khusyu yaitu: "Apabila kamu hendak shalat maka shalatlah seperti shalatnya orang yang akan pamitan. (HR Ahmad dan Ibnu Majah Dalam konteks Ramadan pesan ini seakan-akan menjadi berpuasalah seperti puasanya orang yang meninggalkan dunia ini. 


  • Memenej Waktu dengan Baik.  Tulislah apa yang akan kita kerjakan dan kerjakan apa yang kita tulis, dengan menulikan aktivitas yang akan kita kerjakan kita akan menjadi tahu skala prioritas.  Memilih aktivitas yang mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.  Mengetahui dan mengerjakan aktivitas berdasarkan skala prioritas merupakan indikator bahwa kita menjadi muslim yang bersungguh-sungguh di dalam hidupnya.

Mengisi waktu yang diberikan Allah SWT dengan amalan-amalan terbaik.  Beribadah kepada Allah SWT dengan shalat wajib dan sunnah, membaca al qur'an, menghadiri majelis ilmu, berbuat baik kepada orang tua dan orang lain, berinfak dengan infak terbaik dan lain sebagainya.

Sikapi masa lalu dengan taubat, nikmati hari ini dengan sabar dan syukur, hadapi masa depan dengan do'a agar dimudahkan dalam mengisi kehidupan.  Baiknya kehidupan kita hari ini tergantung amalan kita hari ini.  

Kebaikan masa lalu kita juga tergantung hari ini dengan banyak istigfar memohon ampun kepada Allah,  Demikian juga dengan masa depan kebaikannya juga tergantung hari ini dengan berdo'a kepada Allah SWT agar diberikan kehidupan yang lebih.

  • Pentingnya Evaluasi Diri.  Sahabat Umar bin Khattab pernah berpesan hisablah dirimu sendiri sebelum di akhirat dihisab.  Setiap muslim harus meneliti, memperhatikan dan menghisab keadaan dirinya apa yang diperbuat di dunia ini sebagai bekal menuju akhirat.
  • Melakukan itikaf di sepuluh hari terakhir karena di sepuluh hari terakhir ini Allah SWT menjanjikan akan turun Lalilatul Qadar atau malam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan. Beramal yang terbaik di malam ini karena pahalanya sama dengan beribadah selama seribu bulan.  Masya Allah.
Mengiringi puasa di bulan Ramadan dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal.  Berubah menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadan usai adalah tanda bahwa amalan Ramadan kita diterima Allah SWT.  Semakin banyak beramal di bulan-bulan selanjutnya termasuk berpuasa enam hari di bulan Syawal.

Nah teman-teman semoga tulisan Cerita Ida kali ini yang berjudul Kiat Sukses Ramadan bermanfaat untuk kita semua....


3 komentar:

  1. Semoga Ramadhan ini Kita semua bisa sukses dalam ibadah.menjadi pribadi yang lebih baik lagi

    BalasHapus
  2. Bener ya, harus bersungguh-sungguh, bisa mengatur waktu dengan baik, dan tentu tidak melakukan hal-hal yang mubadzir. Bismillah....

    BalasHapus
  3. Terima kasih postingannya, Teh, Bermanfaat banget. Semoga aku juga bisa memanfaatkan Bulan Ramadan kali ini dengan baik dan mengisinya dengan banyak ibadah.

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^