blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

10 Jan 2020

Gaya Hidup Minimalis dan Kisah Si Kaya yang Menginspirasi


Gaya Hidup Minimalis dan Kisah Si Kaya yang Menginspirasi  Salah satu bagian dari resolusi saya di tahun 2020 ini yaitu memperbaiki diri adalah bertekad untuk rapi di dalam segala urusannya.  Mendengar kata rapi saja sudah menyenangkan ya..?  Apalagi kalau melihat hal yang rapi, tentu menyenangkan ya ke hati tuh terasa nyes gitu.  Rapi yang saya inginkan tentu dalam berbagai hal, termasuk yang menjadi PR saya banget dalam hal yang berhubungan dengan administrasi seperti pencatatan dan penyimpanan file-file keuangan dan pekerjaan.  

Rapi dalam segala urusan pokoknya.  Kerapihan merupakan hal yang agak menyulitkan bagi mereka yang dominan otak kanan.  Kalau saya sih otak kiri dan otak kanannya ga jelas yang mana yang dominan.  Terus terang bagi saya pribadi tenyata agak susah mengenal diri saya sendiri ... Ciri-ciri dominan otak kanan ada, ciri-ciri dominan otak kiri ada... jadinya mungkin seimbang yah...hehe..

Gaya Hidup Minimalis Zaman Now


Nah untuk urusan rapi di rumah sepertinya harus mulai banyak membereskan barang-barang yang tidak dibutuhkan nih.  Bergaya hidup minimalis harusnya sudah menjadi pilihan hidup kita seperti yang dicontohkan oleh panutan umat Islam di seluruh dunia yaitu Nabi Muhammad SAW.  Tentang gaya hidup minimalis ini pernah saya tulis dengan tulisan yang berjudul Gaya Hidup Minimalis dari Marie Kondo Hingga Rasulullah SAW. 

Tapi sebagai pengingat dan mengingatkan diri pribadi saya tulis lagi aja ya mungkin dengan sudut pandang yang sedikit berbeda.  Sebagai pengingat mungkin saya sedikit mengungkapkan bahwa saat ini gaya hidup minimalis sudah mulai menjadi trend.  Kepopuleran Marie Kondo mendorong bangkitnya gerakan hidup baru yang mendorong kita untuk mengurangi ikatan dengan harta duniawi.  Para praktisi gaya hidup minimalis memahami hal ini sebagai usaha untuk menyingkirkan barang-barang yang berlebihan dan menjalani hidup berdasarkan pengalaman daripada harta duniawi.



Gaya hidup minimalis ini juga berarti sebuah gaya hidup yang berlawanan arus dengan konsumerisme yaitu dengan membatasi diri dalam memiliki, membeli atau mengosumsi banyak hal.  Karena begitu banyak orang yang membeli barang-barang yang sebetulnya tidak terlalu diperlukan.  Dampak memiliki banyak barang ini akhirnya berimbas pada penggunaan waktu dan tempat khusus untuk merawat barang-barang tersebut.  

"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu..."  QS At Takatsuur ayat 1 

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syeitan dan syeitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.  QS Al Israa  26-27

Gaya Hidup Minimalis Ala Islam


Jauh sebelum gaya hidup minimalisme Rasulullah SAW sudah memberi contoh untuk lebih mencintai akhirat daripada kehidupan di dunia ini yang sementara.  Di dalam Al Qur'an pun sudah diingatkan untuk tidak hidup boros dan bermegah-megahan karena akan melalaikan kita.  

Setiap barang yang kita miliki nanti akan diminta pertanggungjawabannya, akan ditanya darimana asalnya untuk apa pemanfaatannya, apakah bermanfaat atau mubadzir.  Semakin banyak barang yang kita miliki semakin panjang proses pertanggungjawaban kita di akhirat nanti.  Duh kalau ingat itu jadi sedih, betapa banyak barang-barang yang unfaedah di rumah, hanya jadi pajangan semata.  Semua yang tidak digunakan harus dibagikan nih agar menjadi bermanfaat, jadi amal kebaikan dan proses pertanggungjawaban kita di akhirat nanti jadi lebih singkat dan lebih mudah.  

Jadi melirik juga pada seabreg buku-buku yang dulu rajin kubeli.  Dulu saat anak-anak masih kecil, paling sering jalan-jalan ya ke toko buku.  Agak sedikit menyesal juga, tapi melihat hasilnya anak-anak jadi suka baca bahkan tiga anak sudah menjadi penulis jadi sedikit terobati.  Tapi sekarang jadi menumpuk jarang disentuh.  Jadi ingat kemarin si bungsu bermaksud menyumbangkan buku-buku anak-anaknya yang menumpuk..  Kok saya malah merasa sayang yah...Astagfirullah....




Sadio Mane yang Menginspirasi


Terakhir, mengingatkan sebuah kisah yang baru saja kubaca dari BC WAG.  Kisah seorang pemain sepakbola berusia 27 tahun yang bernama Sadio Mane.  Pemain Liverpool yang berpenghasilan 2,7 milyar rupiah per minggu dengan gaji tahunan sekitar Rp 141 milyar kekayaan bersihnya 'hanya' 115 milyar saja.

Sadio Mane mengakui bahwa dia tidak tertarik untuk mengumpulkan kemewahan atau harta benda yang tidak perlu.  Baginya yang penting adalah membantu orang lain. Menurut pemain bola asal Senegal ini, ia tidak perlu mobil atau barang mahal untuk bahagia.  

"Untuk apa saya menginginkan sepuluh mobil Ferari, dua puluh jam tangan berlian, atau dua pesawat?  Apa manfaat benda-benda itu bagi saya dan bagi dunia?" 

"Saya membangun sekolah, stadion, kami menyediakan pakaian, sepatu makanan untuk orang-orang yang sangat miskin.  Selain itu saya memberikan satu juta rupiah per bulan kepada semua orang di wilayah yang sangat miskin di Senegal untuk membantu ekonomi keluarga mereka.

"Saya tidak perlu memajang mobil mewah, rumah mewah, liburan mewah,  dan bahkan pesawat.  Saya lebih suka bangsa saya menerima sedikit dari apa yang kehidupan telah karuniakan kepada saya"

Ah sungguh gaya hidup yang sangat futuristik, tidak cinta dunia tetapi lebih senang berinvestasi untuk akhirat.  Semoga saja banyak yang bisa meniru gaya hidup Sadio Mane ini... Gaya hidup yang minimalis, seperlunya saja, tidak berlebih-lebihan cukup yang dibutuhkan saja.  Selebihnya biarlah itu untuk bekal di akhirat nanti..

Bagi orang yang berlebih seperti Sadio Mane tentu saja hal itu tidak mudah.  Mengingat baginya sangat mudah untuk bergaya hidup mewah.  Mungkin keimanan yang terpatri dalam dirinya yang bisa membuatnya bersikap seperti itu.  

Dunia hanya tempat persinggahan saja, kehidupan abadi yang harus diperhatikan adalah kehidupan nanti di akhirat.... Semoga kita bisa belajar untuk hidup lebih sederhana ya... Semoga tulisan Gaya Hidup Minimalis dan Kisah Si Kaya yang Menginspirasi ini bisa mengingatkan terutama untuk diri saya pribadi.

10 komentar:

  1. Selain buku yang jadi PR banget gimana cara mengurangin timbunan, ada juga baju-baju bekas nih, padahal beberapa bulan yang lalu sudah disumbangin ke panti asuhan. Pengin gitu nggak ribet sama baju2 yg nggak cukup tapi masih bagus🤭

    BalasHapus
  2. kadang suka bingung perasaan hidup suka minimalis, tapi ada aja berlebihan, misalnya belanja online, kadang suka ada barang yang ga kepakai. nafsu pas belinya aja. Harusnya kita hanya beli yang perlu bukan yang kepingin

    BalasHapus
  3. Masya Allah...patut dicontoh pola hidup minimalis ala Sadio. Secukupnya untuk diri sendiri dan sebanyak2nya untuk orang banyak

    BalasHapus
  4. Aku juga mulai belajar minimalis, mba.
    Terutama untuk barang konsumtif.
    Hidup minimalis memang tantangan ya!

    BalasHapus
  5. waaah apalah arti kemewahan bila tak mampu bantu orang lain. jd pengingat diri nih. kudu lebih baik lg di tahun yg baru ini

    BalasHapus
  6. benar - benar inspiratif yaa mba..dan aku juga berharap di tahun baru ini bisa hidup lebih 'bersih' dalam segala hal, termasuk bersih hati, bersih jiwa, bersih makanan, dan bersih nafsu

    BalasHapus
  7. Wah inspiring nih Sadio Mane. Emang sih kerasa kalau punya banyak barang malah sumpek apalagi kalau rumahnya sempit hehe. Emag kudu tahan2 kalau utk pengeluaran buat baju atau yg gk terlalu penting ya

    BalasHapus
  8. Aku juga lagi belajar nih kak. Sudah ngurangin beli2 baju. Kalaupun beli yang lama mau dikasihin aja wlau kdg terasa sayang. Trus beneran beli yg berguna aja. Semoga yaa bisa juga

    BalasHapus
  9. Betul dan sangat setuju dengan Sadio Mane, berbagi itu memang lebih penting, sudah sepatutnya kita semua mencontoh perilaku beliau yah mba ;)

    BalasHapus
  10. Andai banyak orang yang berlaku sama dengan Sadio Mane ya, bakalan tipis kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin. Sejatinya kekayaan manusia terletak pada amal perbuatannya kan ya mba.

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^