blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

1 Des 2022

Selftalk untuk Kebersihan Hati

Kebersihan Hati


Selftalk untuk Kebersihan Hati  Pernah membaca dan mendengar sebuah hadist Rasulullah SAW yang mengisahkan tentang seorang yang dijamin masuk surga.  Kisah yang dimana  membuat para sahabat bertanya-tanya tentang amalan apa gerangan yang membuatnya masuk surga.  

Kebersihan Hati Jalan Menuju SurgaNya


Sampai akhirnya ada sahabat yang diutus untuk menyelidiki rahasia amalan sahabat yang dijamin masuk surga tersebut.  Setelah tiga hari menginap, sahabat tetap merasa heran karena amalannya biasa aja seperti pada umumnya sahabat lainnya, tidak ada yang membuatnya istimewa.

Karena penasaran akhirnya ditanyakanlah amalan apa yang membuatnya istimewa.  Sahabat yang ditanya itu tercenung.  Setelah berpikir ia kemudian berkata dan mengatakan mungkin karena selama ini ia selalu berusaha menjaga kebersihan hatinya.  Tiap menjelang tidur ia selalu mengevaluasi diri, memaafkan kesalahan teman-temannya dan kemudian mendo'akan kebaikan untuknya.

Masya Allah ternyata kebersihan hatilah yang membuat dirinya masuk surga.  Amalan ini ternyata kemudian diikuti oleh Mang Oded.  Walikota Bandung yang meninggal dalam keadaan hendak sholat sunnat, menjelang menjadi khotib dan imam sholat jum'at.

Meninggal di hari penuh berkah, hari Jum'at dalam keadaan berwudlu juga hendak sholat sunnah dan hendak menjadi khotib... sungguh kematian yang indah.  Insya Allah husnul khotimah.  Dan akhirnya dari istrinya terbukalah amalan rahasia Mang Oded yaitu selalu berusaha menjaga kebersihan hatinya.

Membersihkan hati memang hal yang sulit, apalagi mendawamkan amalan mengevaluasi diri tiap hari seperti itu.  Tapi bukan berarti tidak mungkin,  hal ini perlu kita upayakan kalau cita-cita kita memang ingin masuk surga.

Selftalk untuk Kebersihan Hati


Surga sangatlah mahal butuh perjuangan untuk meraihnya, segala sesuatu untuk mencapai puncak memang pengorbanannya juga pasti luar biasa.  Keindahan pemandangan pun biasanya baru bisa terlihat setelah kita berpeluh keringat untuk mencapainya.

Selftalk adalah salah satu upaya saya dalam berusaha menjaga membersihkan hati.  Saat ada yang membuat perasaan tidak nyaman dari perbuatan seseorang saya selalu berkata-kata pada diri.  Menasehati diri, menghibur diri sampai akhirnya ketidaknyamanan itu berangsur hilang.

Atau kadang ada perasaan iri melihat kesuksesan seseorang, tidak saya pungkiri kadang itu pun terjadi.  Sifat senang melihat orang lain susah, dan susah melihat orang lain senang atau SMS selalu dihembuskan oleh syetan dalam diri kita.

Bagi saya selftalk adalah cara ampuh untuk meminimalisir bahkan menghilangkan semua kegundahan dalam diri.  Mengingatkan diri bahwa hidup di dunia adalah perjuangan untuk selalu berbuat kebaikan, dan menghilangkan kekotoran hati terlebih perbuatan-perbuatan buruk.

Sifat sombong, riya, takabur, merasa diri lebih baik akan selalu dihembuskan syetan dalam diri kita.  Keinginan dipuji, dihormati akan selalu terus dibisikkan dalam dada-dada manusia.  Karena sifat-sifat seperti inilah yang menggelincirkan manusia.  Dan ini memang upaya syetan untuk memperbanyak teman di neraka nanti.

Selftalk dengan mengingatkan diri, menasehati diri, bagi saya pribadi alhamdulillah cukup berhasil.  Meskipun terkadang tergelincir, semua butuh proses pastinya.  Termasuk menghilangkan rasa dendam saat disakiti,  atau kegundahan lainnya.  Dan selalu jawabannya adalah tentang akhirat, tentang cita-cita kita agar bisa selamat mengisi kehidupan ini.

Dunia Sementara Akhirat Selamanya


Alhamdulilllah... its work, karena memang seperti yang disabdakan Rasulullah SAW bahwa kegundahan itu muncul karena kita mengutamakan dunia.  Dan Al Qur'an pun sudah mengingatkan bahwa ketentraman hadir saat kita mengingat Allah SWT.

Jadi hal-hal tentang akhiratlah yang akhirnya saya nasehatkan pada diri ini.  Alhamdulillah benarlah adanya ketentraman hati itu muncul saat di hati kita tidak didominasi tentang dunia.  Perasaan bahagia, ketentraman dan tidak gundah tentang dunia itu muncul saat dalam diri dihadirkan cita-cita kehidupan di akhirat.  

Saat kita berusaha dekat dengan Allah SWT, dekat dengan Al Qur'an dan hati kita tidak diisi dengan cita-cita keduniawian.  Masya Allah, tabarokalloh.  Semoga kita selalu menjaga diri dari fitnah dunia.  Tidak mencintainya, tidak menjadikannya tujuan hidup kita.  Semoga bisa istiqomah dalam kebenaran.  Aamiin Allohumma Aamiin.   

Berharap juga semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman yang sedang gundah gulana.  Sungguh jawaban terbaik tentang gundah ini adalah kedekatan dengan pemilik dunia dan seisinya.  Semoga tulisan Cerita Ida kali ini tentang Selftalk untuk Kebersihan Hati ini bermanfaat ya teman-teman.  

17 komentar:

  1. terima kasih mba..tulisan ini menjadi pengingat bagi saya utk juga mengamalkannya. oya, selftalk ini bicara dalam hati pada diri sendiri atau bisa juga kah misalnya secara tertulis misal menulis surat utk diri sendiri gitu?

    BalasHapus
  2. Selftalk membuat kita lebih menghargai diri sendiri, belajar berkomunikasi dengan diri sendiri dan membangun semangat secara mandiri.

    BalasHapus
  3. seperti biasa postingan mbak Ida bikin aku instropeksi diri :) thank you ya mba, selftalk emang bikin kita jadi lebih mengerti diri kita sendiri ya

    BalasHapus
  4. MasyaAllah terima kasih untuk mengingatkan ini Mbak. Noted nih untuk selalu menjaga hati, self talk biar diri jadi lebih baik lagi. Buat jurnal harian, jurnal syukur dan sejenisnya itu juga bisa bantu banget sih ya.

    BalasHapus
  5. Terimakasih mbak sudah diberikan artikel yang bikin hati adem. Kadang banyak hal yang membuat saya masih suka emosi, suka sakit hati...padahal kalau kita mau introspeksi diri, berserah di kepada Allah dengan sungguh-sungguh...niscaya kita pun akan diberikan kesabaran. Harus menerapkan self talk demi menjadi pribadi yang lebih baik di mata Allah.

    BalasHapus
  6. Teh Ida, aku syukaakkk bgt dgn point of view dan insight ala Teh Ida
    Memang d dunia yg makin acakadut ini, kita kudu berpegang teguh pd ajaran islam supaya selamat dunia akherat ya

    BalasHapus
  7. Di ujung tahun 2022 ini self talk selalu jadi hal yang dilakukan untuk tetap waras dan tetap menjaga idealisme untuk menghadapi tahun depan.

    BalasHapus
  8. Bener banget teh, cuma keteguhan hati pada Allah saja yang bisa membuat kita tetap aman dan nyaman menjalani kehidupan

    BalasHapus
  9. Jujurly aku sering sih mba self talk memang kadang perlu banget biar tetap waras dan instropeksi juga untuk hidup kita jadinya bisa jadi momen refleksi

    BalasHapus
  10. Masya Allah, terimakasih Mba Ida udah menuliskan tentang self talk dari sisi Islam. Menjadi reminder untuk aku dan pembaca tulisan ini, jadi amalan ya mba.

    Sebenarnya memang setan itu ada pada diri, buka dari orang lain atau pihak luar. Butuh banyak2 istighfar, tiap kali ada perasaan sombong, SMS itu juga nauzubillah jangan sampai mampir di hatiku

    BalasHapus
  11. MashaAllah~
    Barakallahu fiik, teh Ida.

    Self talk membuat kita menyadari mana yang harus diutamakan dan kembali merancang rencana ke depan Tidak hanya rencana dunia saja, tapi perlu mengalokasikan waktu untuk lebih intim dengan sang Pencipta.

    BalasHapus
  12. Tulisan yang bagus dan jadi reminder nih untuk instrospeksi. Tapi memang self talk itu efeknya bagus banget. Cuma bentuk yang kulakukan dua tahun terakhir dan perlahan mulai mengubah sudut pandangku untuk banyak hal, self talk dalam bentuk tulisan (menulis jurnal). Ini sama nggak ya, kak?

    BalasHapus
  13. Makasih teteh tulisannya ngena banget buat pembacanya, terutama buatku yang sering selftalk,buatku belajar terus dan terus apalagi soal kehidupan, semoga kedepannya lebih baik, bahagia dunia dan akherat.

    BalasHapus
  14. Huhu iya teh, aku juga sering melakukan selftalk ini. Dari yang mesem-mesem, nyengir, marah, hingga nangis sesenggukan. Apalagi di akhir tahun ini aku 'ditegur' Allah. Benar-benar deh, rasanya kayak bungee jumping. Alhamdulillah selftalk dan sharing dengan teman, suami, serta Allah pastinya, beban ini rasanya berkurang.

    BalasHapus
  15. Masya Allah... luar biasa ternyata ya nilai amalan yang dilakukan oleh sahabat Nabi itu. Coba kalau semua orang berkenan meneladani hal ini, bisa tafakur dan menemukan kesalahan dalam diri, mencoba mengurai dan memperbaikinya, Insya Allah hidupnya damai dan tenteram.

    BalasHapus
  16. Terima kasih remindernya. Iya ya kadang setan suka mbisikin bikin kita selalu melihat kekurangan org tapi lupa melihat ke diri sendiri.
    Selftalk boleh juga dilakukan setiap malam jelang tidur, selain buat bhan merenung jg utk berterima kasih pd diri sendiri ya teh.

    BalasHapus
  17. Self talk perlu dilakukan sebagai muhasabah diri. Karena memang diri kita ini tak pernah luput dari kesalahan. Semangat bertafakur dan Istiqomah dalam beribadah

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^