**/ Cerita Ida : Jadi Makin Cintaaaaaaaaaaah

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

18 Feb 2014

Jadi Makin Cintaaaaaaaaaaah

Cimahi, 18 Februari 2014

Bismillah,

Bukan mengambil kesempatan dalam kesempitan sama sekali tidak, tapi dari dulu saya ingin mengungkapkan hal ini. Sebuah realita yang begitu dekat di depan mata, namun kalau diungkap sulit untuk membuktikannya, mungkin juga akan banyak yang mencibir.  Dikatakan ingin benar sendiri, atau merasa benar sendiri, lagi kampanye ni yee dan sebagainya, atau ah lieur mikiran politik, politik mah kotor... hehehe...

Berkaca dari kasus Bu Risma jadi semakin yakin bahwa kebaikan yang tidak terorganisir akan kalah oleh kemaksiatan yang terorganisir.  Saya kira bu Risma bukan pribadi yang lemah, tetapi ia hanya sendiri, sekuat apa pun ia, kalau hantamannya sangat kuat melebihi kekuatan tubuhnya akhirnya akan jatuh juga.

Mencermati apa yang terjadi yang menimpa walikota amanah yang diusung oleh partai berlambang banteng ini, membuat miris memang.  Walikota yang fokus pada pelayanan kepada masyarakat kok tiba-tiba 'meributkan' prosedur pemilihan wakil walikota? 

Adalah Wisnu Sakti Buana ketua DPC PDIP Surabaya, yang juga merupakan  putra mantan wakil ketua MPR RI yang juga tokoh senior PDIP, Soetjipto Soedjono , baru saja dilantik jadi wakil walikota.  Sebelum dilantik Wisnu adalah ketua DPRD Surabaya, ia menjadi wakil walikota menggantikan Bambang Dwi Hartono yang mengundurkan diri karena mengikuti pemilihan Gubernur Jawa Timur.

Pada tahun 2011 bu Risma mengeluarkan perwali no 56 dan 57 tahun 2011 tentang kenaikan pajak reklame.  Tujuan beliau adalah agar para pemasang iklan tidak seenaknya saja memasang reklame dan membuat semwawut kotanya. Beliau pun menetapkan pajak reklame menjadi 25%.

Perwali inilah yang memunculkan sikap para dewan yang terhormat untuk memakzulkan Bu Risma. Menurut DPRD perwali ini salah prosedur karena tidak melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah dalam menetapkannya. Kita bisa lihat disini, bagaimana keberpihakkan para wakil rakyat, yang begitu mudahnya memakzulkan walikota yang pro rakyat hanya untuk kepentingan para pengusaha dalam memasang reklame... hiks...hiks... nangis bombay deh daku.


Inisiatif pemakzulan ini datang dari Wisnu Wardhana ketua DPRD Surabaya yang juga ketua DPC Partai Demokrat Surabaya yang di dukung penuh oleh wakil ketuanya bernama Wisnu Sakti Buana yang baru saja dilantik jadi wakilnya Bu Risma. Ternyata PDI-P yang dulu mengusungnya menjadi walikota pun turut memakzulkannya. Dari tujuh fraksi hanya PKS lah yang menolak upaya pemakzulan ini.

Beberapa bulan sebelum muncul pemakzulan bu Risma pernah tegas menolak pembangunan jalan tol tengah kota surabaya. Bu Risma lebih memilih membangun jalan tol lingkar luar Barat dan Timur untuk angkutan berat. Menurut Bu Risma pembangunan jalan tol tengah tidak akan menjadi solusi kemacetan dan hanya membebani masyarakat karena harus membayar tol ketika menghindari kemacetan,

Menjabat menjadi Walikota  Kota Surabaya sejak Oktober 2010, Risma dilanda tekanan sejumlah kekuatan politik di ibu kota Jawa Timur itu. Salah satu tekanan justru datang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai ini menyorongkan Wisnu Sakti Buana menjadi wakil walikotanya tanpa mendiskusikan dulu dengan dirinya.  Ada kepentingan bisnis di balik penetapan, karena konon katanya Wisnu Sakti Buana mempunyai kedekatan khusus dengan mafia proyek di Surabaya yang biasa menangani proyek-proyek besar. Wallohu'alam.

Bagaimana dengan bu Risma ? “Saya sudah berikan semuanya, capek saya ngurus mereka, yang hanya memikirkan fitnah, menang-menangan, sikut-sikutan"  Begitu katanya dalam satu kesempatan. Memang susah menjadi orang baik di zaman ini, kebaikannya akan mengganggu niat-niat jahat, orang-orang yang sudah tidak memiliki hati nurani. 

Begitulah, tak heran saya kalau banyak yang antipati dengan politik, memang banyak orang kotor di dalamnya, tapi hal ini bukan berarti kita harus antipati, bukan?  Justru kita harus membantu menghantarkan orang-orang yang menurut kita bersih. Masih ada yang bersihkan?  Buktinya masih ada fraksi yang pro pada walikota keren iniih.... iya kan? Paling tidak partai ini berupaya untuk selalu bersih...


Di depan mata, teman saya yang menjadi pendamping posyandu sering mengeluh, dilapangan banyak sekali aral melintang untuk membagi kepintaran dengan para penyuluh posyandu. Ketika mereka diajak untuk mengikuti pelatihan tiba-tiba  ditengah acara mereka pada permisi pulang karena ditelepon Bu Lurah dan tidak boleh mengikuti acara itu mungkin takut kadernya beralih keberpihakkan dalam partai.

Saya juga tak heran dan percaya saja ketika kang Aher susah untuk membenahi Bandung sebagai ibu kota Jawa Barat, alasannya walikotanya bersebrangan dan tidak mau menurut. Ketika Bandung dipegang orang yang amanah, Bandung kini mulai bebenah. Dalam sebuah talkshow Ridwan sempat berkata

"Saya membutuhkan 50 orang yg duduk di parlemen yg mendukung program2 saya."
 

Beliau sedih di akhir tahun 2013 banyak program beliau yg bagus2 dicoret tanpa sebab yg jelas. karena yg menerima program di dewan hanya PKS "Oleh karena itu saya membutuhkan bantuan masyarakat utk cermat memilih." Bantu kami (PKS) untuk membantu anda

Kampanye lagi... kampanye lagi... Merasa benar sendiri lagi... merasa benar sendiri lagi...Sudahlah... muak aku...hehehe...!!!. Ya sudah atuh....Terus si aku ini  makin cinta sama siapa jadinya?  Aku mah makin cinta sama si abi saja ah.yang sudah jelas halalnya.... xixixi....
 







2 komentar :

  1. Hehehe, iya nih Mba Ida kampanye melulu, eh tapi kan ini tahun politik katanya..jadi wajar saja..Semoga PKS memiliki kemampuan mendengar yang lebih baik dan mau menerima kritik serta mau memperbaiki diri. Meskipun kritik itu datangnya (mungkin) dari orang yang pemahaman agamanya cethek. Mau mendengar, mau dikritik adalah cara untuk selalu ingat bahwa PKS berisi barisan manusia yang tentu tak luput dari kurang dan salah. Bukan begitu Mba Ida?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip mba..., terima kasih masukkannya, kadang kita memang tidak menyadari kekurangan2 kita, jadi masukkan memang harus selalu ada dan diterima dengan lapang dada :) jzklh...

      Hapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^