Tampilkan posting dengan label Diary. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Diary. Tampilkan semua posting

3 Mei 2017

Hardendang '84 Goes to KP : Luar Biasa

Persahabatan bagai kepompong 
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu 
Persahabatan bagai kepompong 
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
 
Persahabatan bagai kepompong

Maklumi teman hadapi perbedaan 
Persahabatan bagai kepompong 
Kepompong.. Kepompong 
Na na na na... Na na na na..

Lagu tentang persahabatan itu memang cocok bila diibaratkan dengan pertemanan diantara teman-teman kami alumni SD Assalaam.  Enam tahun bersama sewaktu kecil dulu, memang kenangan yang tidak mudah untuk dilupakan.  Terbantu dengan teknologi  internet, kami pun dipersatukan kembali melalui pertemanan di dalam grup WA.  

 

28 Mar 2017

Cerita Curhat


Cerita Curhat    Curhat? Yar or Nay sih? Mempunyai masalah memang tidak enak ditelan sendirian saja, setiap orang sepertinya ingin mempunyai seseorang tempat berbagi keluh dan kesah.  Curhat kepada seseorang merupakan hal yang wajar saja, tetapi kita harus memilih sosok tempat curhat yang dapat dipercaya.  Saya masih ingat betul seorang psikolog kondang yang membuka ke publik keluh kesah seorang istri kiayi yang sedang dilanda masalah keluarga.  Deuh.. rasanya pengen lempar psikolog itu dengan sepatu ..hahaha.... kok tega-teganya membuka curhatan klienya ke ranah publik.

Saya pribadi termasuk orang yang sulit mengungkapkan masalah pribadi ke orang lain.  Yang saya ingat hanya satu orang saja yang pernah saya curhatin, itu pun karena ia tahu latar belakang permasalahannya. selebihnya saya lebih suka menyimpan erat dalam diri saja.  Alhamdulillah nya kehidupan pribadi saya baik-baik saja, jadi tidak curhat juga tidak apa, gak bakalan bikin wajah jadi jerawatan hehe... Karena sebetulnya tidak baik menjadi orang tertutup, otaknya akan kelelahan mengendapkan dan memikirkan permasalahan hidupnya seorang diri.  Ia akan menjadi pribadi yang sensitif dan mudah marah karena stress.

Kebalikannya dari sifat saya yang selalu memendam masalah sendirian, dari semenjak zaman kuliah dulu saya suka jadi semacam 'keranjang sampah' teman-teman yang curhat.  Saya juga heran, seseorang yang baru beberapa kali bertemu, dengan gampangnya membuka masalah yang paling rahasia dalam hidupnya.  Kadang saya jadi bingung sendiri, pengen curhat masalah orang tersebut ke siapa, ke suami sendiri pun terkadang gak berani membukanya kalau itu terlalu rahasia.  Padahal saya tau bin yakin kalau suami orang yang bisa dipercaya untuk tidak bermulut ember pada temannya

28 Feb 2017

Kemesraan Ini Janganlah Cepat Berlalu


Kemesraan Ini Janganlah Cepat Berlalu  Memang mengasyikan bisa berkumpul kembali dengan teman-teman lama, apalagi teman SD yang pernah berkumpul sampai enam tahun lamanya.  Begitu pun dengan yang saya alami, bisa berkumpul teman-teman SD yang hampir semua teman TK juga sungguh suatu hal yang sangat menyenangkan.  Perjalanan panjang berkumpul selama 6-7 tahun di TK dan SD bukan suatu hal yang mudah terlupakan, penuh kenangan masa-masa kecil yang penuh dengan kebahagiaan bermain dan belajar bersama-sama.

Berawal dari pertemanan di grup BBM kemudian beralih ke grup WA akhirnya kami bisa kembali berkumpul bersama.  Meski tidak semua teman SD bisa berkumpul, tetapi tetap saja membawa kebahagiaan tersendiri.  Apalagi teman-teman TK dan SD murni pertemanan tanpa basa-basi, tanpa ada cinta monyet juga sepertinya hahaha...zaman dulu anak SD tidak adalah suasana suka-suka an terhadap lawan jenis, paling tidak itu yang saya rasakan.  Jadi dijamin tidak adalah CLBK di sini..hehe... but maybe yes maybe not .....hahaha....


31 Jan 2017

Benarkah Sumber Segala Penyakit Itu Perut?


Benarkah Sumber Segala Penyakit Itu Perut


“Sumber dari segala penyakit adalah perut, perut adalah gudang penyakit dan berpuasa itu obat” (H.R. Muslim)

Pernah mendengar hadist di atas? Memang benar ternyata ya, penyakit itu berawal dari perut yang artinya berawal dari makanan.  Kalau Rasulullah yang berucap sudah bisa dipastikan benar adanya karena berasal dari Sang Pencipta.  Semua ucapannya bisa terbukti kebenarannya setelah dikaji secara ilmiah.  Rasulullah sudah mencontohkan bahwa perut seharusnya diisi oleh 1/3 makanan, 1/3 air dan 1/3 diisi oleh udara. 

Dalam mengosumsi makanan pun kita harus selalu hati-hati, ada banyak makanan yang bila kita mengosumsi berlebihan akan mengakibatkan penyakit.  Eh semua juga kalau memakai kata 'terlalu' akibatnya memang kurang baik ya.  Misalnya terlalu banyak mengosumsi yang asin-asin atau garam atau terlalu banyak mengosumsi gula juga tidak baik bagi tubuh,

Salah satu penyakit yang diakibatkan terlalu banyak mengosumsi gula adalah diabetes. Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya gula darah dalam tubuh kita,  Tidak bisa dipungkiri begitu banyak makanan manis yang mengundang selera kita untuk selalu menyantapnya.  Padahal bila kita konsumsi berlebihan akan menyebabkan hal yang tidak baik bagi tubuh kita, salah satu diantaranya adalah penyakit Diabetes.  Orang yang memiliki penyakit diabetes harus memilih makan untuk penyakit diaabetes.

27 Jan 2017

Hardendang '84 Goes To Cirebon

Seperti yang telah saya tulis di sini bahwa saya berjanji mau menulis pengalaman saya ikut teman-teman alumni SD Assalaam berwisata kuliner ke Cirebon.  Sebetulnya saya kurang paham tentang asal-usul kenapa harus ke Cirebon.  Meski ikut grup di WA tetapi jarang baca-baca, soalnya grup ini grup terheboh sepertinya, sekalinya ditinggal langsung ratusan chart tertinggal.  Jadi akhirnya hanya kubuka saja tanpa membacanya.  Belakangan setelah ikut acara ini saya baru paham ternyata grup WA ini memang heboh, kalau diikuti mengasyikan juga, jadi hiburan lah dengan obrolan teman-teman yang ringan dan lucu....

Kelihatannya memang teman-teman SD ini menjadikan grup tempat pelepas lelah setelah seharian beraktivitas.  Hampir semua teman perempuan berkarir semua.  Saya senang dan kagum dengan kekompakan alumni SD ini, sering ketemuan, ada arisannya juga.  Beberapa diantara mereka bahkan satu sekolah dari TK sampai kuliah.  Di kelas 6A SD Assalaam I saja teman saya yang jadi notaris ada 5 orang, dan mereka satu almamater tidak saja waktu kuliah tapi juga saat SMP dan SMA, tak heran kalau kedekatan diantara mereka memang luar biasa.


25 Jan 2017

Ketika Si Emak Rempong Lupa Usia...


Ketika Si Emak Rempong Lupa Usia.. Beberapa hari yang lalu saya ikut gabung dengan teman-teman sewaktu di SD dulu, untuk ikut serta dalam trip kuliner ke Cirebon. Acaranya seru banget, nanti saya mau nulis tentang perjalanan ini, soalnya rame pake bingit,  sayanglah kalau dilewatkan tidak saya rekam dalam tulisan hihi ...  Yang mau saya tulis dalam tulisan ini adalah  dampak 'maceuh' terhadap makanan yang saya rasakan setelah acara trip kuliner itu.  Benar kalau ada yang mengatakan usia 40-45 ke atas itu tidak usahlah wisata kuliner, cukup wisata untuk refresing saja.


22 Des 2016

Saya, Bapak, Sepeda dan Anak-Anak


Saya, Bapak, Sepeda dan Anak-Anak  Masih terbayang dalam ingatan saat waktu kecil dulu pertama kali mendapatkan sepeda saat SD sekitar kelas lima kalau engga salah, soalnya it was long long time a go ya ... jadi sudah lupa banget tepatnya.  Seperti biasa saat ingin memiliki sesuatu ayah saya almarhum selalu memberi syarat dan syaratnya gak jauh dari harus rajin-rajin sholat... Ihiks jadi inget beliau  Allohummagfirlahu....

Setelah menyeleseiakan persyaratan sebulan penuh tidak bolong sholat akhirnya saya mendapatkan sepeda idaman.  Senang banget karena waktu itu lagi musim sepeda, di sore hari anak-anak di gang komplek pasti keliling komplek bersepeda beriringan, karena saya belum memiliki sepeda, akhirnya saya hanya dibonceng teman. Makanya gembira sekali saat mendapatkan sepeda baru, saya jadi bisa ikut keliling komplek bersepeda bukan yang diboncengin teman lagi... horeey..

Jadi ingat juga proses belajar sepeda, perlu waktu dan proses yang memakan waktu juga.  Makanya saya heran sekali dengan anak-anak zaman sekarang.  Memerhatikan kelima anak-anakku, proses belajar sepedanya tidak ada yang sebelibet saya kecil.  Kok cepet banget ya, sehari ada yang langsung bisa lancar.  Faktor apakah ini...*bertanya pada rumput yang bergoyang :D

21 Des 2016

Ada Apa dengan Drama Korea?



Ada Apa dengan Drama Korea   Drama Korea kalau kata itu disebut sepertinya saya harus buru-buru melipir mudur deh hihi.... Bukan antipati, tidak sama sekali.  Sepertinya saya tipe orang yang sangat mudah terbawa suasana, mudah baper kalau nonton, jadinya saya tidak terlalu suka dengan genre film berbau drama.  Saya juga bukan tipe orang yang bisa menikmati masa-masa penantian kelanjutan sebuah film.  Tidak sabaran menanti ending sebuah film membuat saya tidak menyukai film. drama atau sinetron hingga saya menjauhi film atau drama serial yang sambung menyambung.

Jadi bagi saya Drama Korea bukan saya banget gitu lho hehe.... Tapi, saya tidak menafikan kalau Drama Korea itu memang menarik pake banget. Kalau mengikuti keinginan saya juga pengen sesekali ngepoin juga, tapi itu tadi takut kebawa baper hehe... Tak heran kalau penggemar serial korea ini sampai berjibun, yang rata-rata adalah dari kaum perempuan.  Kebanyakan dari mereka  rela melakukan streaming serial korea yang menghabiskan banyak kuota demi agar tidak ketinggalan menontonnya.

12 Sep 2016

Menanti yang Sedang Berhaji Tidak Seperti Dulu Lagi

Berhaji
Gambar Mekah diambil dari youtube.com

Pernah mendengar hadist rasulullah SAW tentang berhaji ini ?  Membuat ngiri ya, semoga mereka yang sedang berhaji diberi kemudahan di sana dan menjadi haji yang mabrur.  Aamiin Allohumma Aamiin.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjwaab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1519)

Sungguh berbahagia orang-orang yang saat ini sedang melaksanakan ibadah haji, mereka adalah orang-orang yang dipanggil dan terpilih.  Dari milyaran kaum muslimin di dunia ini hanya ada jutaan orang yang terpilih.  Dari seratus juta lebih penduduk muslim Indonesia, hanya seratus lima puluh ribuan yang bisa berhaji dalam satu tahunnya.

31 Agt 2016

Buku Turun - Temurun, Meringankan Orang Tua


sumber gambar : Asri

Buku Turn Temurun, Meringankan Orang Tua
"Umi.. harus beli buku, totalnya sembilan ratus ribu kalau beli di sekolah" Rengek Fathiya anak ketigaku.  Saya hanya bisa menarik nafas panjang, padahal kakaknya hanya beda satu angkatan saja, bukunya masih bagus-bagus, tebel-tebel, berwarna, menarik sekali.  Sayang buku sebagus itu tidak bisa digunakan untuk adiknya.

Jadi ingat masa waktu kecil dulu, buku pelajaran yang saya pakai adalah turunan dari sepupuku.  Ibuku tidak perlu membelinya lagi karena buku yang digunakan sama persis.  Untuk adik-adikku yang dua orang, cukup menggunakan buku yang saya pakai.  Tinggal diganti sampulnya saja, jadi terlihat bagus kembali.

16 Agt 2016

Berkenalan dengan Meutia Rahmah Mansur

Pemenang arisan link kali ini adalah seorang perempuan muda berparas manis, ibu dosen yang pernah menuntut ilmu sampai ke benua hitam Afrika.  Siapakah dia....? Dia bernama Meutia Rahmah dengan blognya yang simple dan juga semanis sang empunya yaitu blog yang beralamat di www.meutiarahmah.com :)  Betul lho, blognya manis dan unik karena ternyata Meutia itu senang mengotak-atik blog dan piawai juga membuat template... wah asyiik ya..? :)

Meutia Rahmah Mansur namanya lengkapnya, ia biasa dipanggil Tia atau Meutia, sementara nama Mansur adalah nama ayahnya.  Meutia adalah blogger asli Aceh dan tinggal di kota kecil Langsa.  Selain aktif menjadi blogger, Meutia juga ternyata seorang dosen IAIN Lansa Prodi Pendidikan Bahasa Arab. Meutia juga ternyata aktif di bidang sosial, ia kini menjadi supervisor di Qatar Charity Aceh untuk anak-anak yatim khususnya di bidang pendidikan mereka.


26 Jul 2016

Serba-Serbi Komunitas

Baru beberapa tahun terakhir ini saya tergabung dengan berbagai macam komunitas. Sebelumnya selama lebih dari sepuluh tahun komunitas yang saya ikuti cuman satu, sangat homogen.  Sebuah komunitas perjuangan yang orang-orangnya banyak mengorbankan waktu, tenaga dan uangnya untuk kepentingan umat.

Tujuan akhir dari komunitas yang saya ikuti sangat futuristik karena target utamanya masuk surga.  Bisa ditebak dong kalau selama saya di sana sangat jarang ada intrik, buang waktu percuma, apalagi ghibah ngomongin orang lain.  Insya Allah sangat jarang saya temui, yang ada saling tolong menolong, bantu membantu, bahkan sampai ada yang meminjamkan rumahnya dengan gratis tis tis selama bertahun-tahun.  Ya kami memang merasa satu saudara, saudara karena terikat dalam satu aqidah agama Islam yang kami anut.

Credit: Ayu Keke

25 Jul 2016

Mereka yang Bahagia Saat Kuhadiahi Sampah


"Itu kalau bekas susu mah simpannya di keresek di bawah tangga"  Seru ibu saat melihat saya akan membuang sampah di tempat sampah biasanya.

"Oh.." Saya ber "Oh" ria, kaget campur heran.  Ya, heran saja semenjak kapan di rumah ini sudah mulai memilah sampah seperti itu.

"Bapak almarhum dulu yang suka memisahkan sampah plastik, kardus dan lainnya, nanti kalau sudah banyak suka dikasihkan ke si aki yang suka lewat bawa barang bekas.  Lumayan, daripada di buang" Ibu berkata seolah tahu keherananku.

Mendengar itu ada perasaan kagum bercampur senang karena ternyata almarhum bapak memiliki kebiasaan seperti itu.  Tentu saja beliau tidak pernah mengikuti pelatihan tentang Go Green dan semacamnya.  Tetapi beliau sudah mempraktekannya.  Barang-barang bekas yang dibuang dan masih bisa didaur ulang, beliau sumbangkan ke si aki langganan yang suka lewat depan rumah.

Sumber: republika.co.id

24 Jul 2016

Cerita Lebaran Asyik : Rahasia di Balik Rutinitas Mudik

Lebaran sudah berlalu beberapa waktu yang lalu, menyisakan sebuah memori yang selalu indah untuk dikenang. Indah dikenang?  Ya memang indah, dan kenangan ini selalu ingin di ulang setiap tahunnya. Berkumpul dengan keluarga besar dan merasakan sensasi suasana desa saat mudik.  Dua hal yang selalu dirindukan dan selalu diusahakan untuk selalu dilakukan.

Dulu, sebelum menikah saya tidak pernah mempunyai ritual mudik karena memang keluarga besar semua berada di Bandung.  Sempat juga bersikap nyinyir terhadap orang-orang yang memaksakan mudik di setiap menjelang hari raya lebaran. Sempat mempunyai pikiran negatif, kok sebegitunya orang memaksakan mudik di hari raya, kan silaturahmi tidak harus saat lebaran. Rela berpanas-panas dan bermacet-macet ria, demi apa coba... Itu yang ada dibenak saya saat itu.

22 Jul 2016

Kreativitas.... Big No


Saat si abi  saya tanya hal paling kreatif apa yang dilakukan waktu masih kecil sampai remaja dulu.  Blio pun berpikir pake lama.....hihi...  saya pun perlu waktu yang cukup lama untuk menemukan jawaban itu.  Dan ketika ditemukan pun kayaknya gak kreatif-kreatif amat.  Mengapa saya bertanya tentang itu karena tema ODOP hari kesepuluh adalah tentang hal paling kreatif yang dilakukan waktu kecil dulu.

Kalau melihat si sulung hasil test psikologinya menunjukkan memiliki kreativitas yang sangat tinggi.  Gak heran sih, kelas 2 atau 3 SD sudah asyik ngutak ngatik html theme blognya Multiply, sudah ngirim cerita ke koran tanpa sepengetahuan ortunya dan dimuat.  Tiba-tiba dapat kiriman paket karena mendapat hadiah dari kuis online tanpa orang tuanya tahu... Ini ortunya kemana sih kok nggak tau melulu... hihi.. Akhir kelas empat sudah bikin novel dan ortu tinggal ngeprint dan mengirimkannya ke penerbit sesuai arahan dia..hahaha....alhamdulillah setahun kemudian diterbitkan. Cukup kreatif ya ?

21 Jul 2016

Meja Kerja ? Fleksibel Saja :)

Meja kerja, ada apa dengan meja kerja.  ODOP hari kesembilan ini temanya meja kerja.  Jadi ingat zaman saya bekerja dulu, seneng banget mengisi meja kerja dengan pernik-pernik lucu.  Tapi itu masa lalu, kalau sekarang setelah menjadi ibu rumah tangga puluhan tahun apakah saya memiliki meja kerja? :)

Memang ngerjain apa ya? Hihi... Kalau untuk sekedar ngeblog saya orangnya ga mesti harus begini-begitu sih.  Bisa disebut fleksibel lah :) Di mana saja hayu, sambil melantai di karpet pun asyik aja, tapi memang gak kuat lama, lagian laptop asus merah ini kalau disimpan di bawah tidak bisa menangkap sinyal wifi dengan baik.  Lain dengan laptop punya suami atau hape-hape yang ada di rumah, di ruang manapun sinyal dapat ditangkap dengan baik selama itu masih di lingkungan rumah.  Itulah salah satu kekurangan laptop ini, kurang dapat menangkap sinyal wifi.

Kembali ke meja kerja, meski bisa kerja di mana saja,  meja kerja tetap ada lah, malah ada dua. Kok dua ?  Iya karena saya emak-emak rempong yang disibukkan rutinitas masak, nyuci, beres-beres dan segambreng kerjaan lainnya. Jadi ya menyesuaikan lah.  Jadi di dapur memang harus ada tempat kerja juga, Jadi nyimpen meja di sana.  Nyempil :)

20 Jul 2016

10 Tips Mengikuti Workshop dan Talkshow

Tidak bisa dipungkiri kalau acara-acara untuk blogger semakin hari semakin banyak saja.  Terutama untuk kota besar seperti Jakarta.  Konon blogger Jakarta perlengkapan perangnya sudah begitu mantap karena mereka terlatih hampir tiap hari mengikuti event.  Kalau Kota Bandung sih enggak sebanyak di Jakarta ya...

Acara-acara blogger itu banyak juga yang berbentuk Workshop atau Talkshow, biasanya diadakan oleh produsen produk tertentu.  Mereka mengundang blogger tentu saja dengan tujuan agar kita sebagai blogger turut mempromosikan produk atau acara talkshow mereka.


19 Jul 2016

5 Dompet Dalam Satu Tas, Efektivitas atau Malas ? :)

Kembali saya harus buka-bukaan isi tas, kali ini karena tema ODOP hari ketujuh tentang isi tas.  Duh sebetulnya malu buka-bukaan isi tas tapi ya sudahlah ga ada yang terlalu privacy juga.  Isi tas saya dari waktu ke waktu memang berubah.  Dulu zaman anak-anak kecil pastinya penuh dengan perlengkapan untuk anak-anak ya, mulai dari baju cadangan, diapers, makanan sampai mainannya.

Sekarang anak-anak sudah besar, otomatis tas saya hanya untuk keperluan pribadi saya saja.  Seperti yang sudah pernah saya tulis dulu, saya memang penyuka tas besar.  Mengapa ? Tentu saja agar muat cukup banyak barang.  Terlebih makin berumur saya makin cuek keurusan tas, jarang ganti-ganti tas karena suka jadi bingung, pasti ada yang ketinggalan karena masih disimpan di tas yang lain.  Jadinya  saya ga suka ganti-ganti tas.

17 Jul 2016

Si Cerdas dan Si Bodoh yang Sebenarnya

 
Sumber: www.marketing.co.id

“Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang memperhatikan wajah manusia, didapati orang tersebut sedang bergelak tawa. Maka berkata Izrail, ‘Alangkah herannya aku melihat orang ini, padahal aku diutus oleh Allah SWT untuk mencabut nyawanya kapan saja, tetapi dia masih terlihat bodoh dan bergelak tawa.” (HR Ibnu Abbas RA)
 

“Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling cerdas?” Rasulullah lalu menjawab, “Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian, itulah orang yang paling cerdas (HR IbnuMajah)

Ternyata orang yang paling cerdas menurut Rasulullah adalah orang yang banyak mengingat kematian ya...  Bukan mereka yang titelnya berjejer, bukan mereka yang memiliki pangkat dan jabatan yang tinggi.  Bukan pula mereka yang memiliki IQ lebih dari 200.  

15 Jul 2016

Ketika Burung Diajarkan Berenang dan Ikan Belajar Terbang


Sebetulnya saya sangat mengapresiasi orang tua yang mampu mengajari anaknya di rumah tanpa harus sekolah alias home schooling.  Ibu adalah sekolah pertama dan utama bagi putra - putrinya. Seharusnya dialah yang banyak yang mengajarkan segala sesuatu kepada anaknya.  Dia yang tahu betul kondisi anaknya.  Karena anak itu unik satu sama lainnya berbeda.  Sayangnya saya dan suami tidak terbentuk seperti itu.  Sebetulnya bisa saja membentuk diri untuk bisa seperti itu tetapi harus ada kerja sama yang baik diantara keduanya.  Kalau hanya satu pihak tentu saja akan gagal.

Kondisi sekolah yang menyamaratakan kondisi anak membuat banyak anak yang sebetulnya semua pintar dicap sebagai anak yang bodoh.  Seperti burung yang dipaksa untuk berenang dan ikan dipaksa untuk terbang.  Semua anak dipaksa untuk belajar secara generalis.  Menyeluruh tanpa tau minat dan bakat anak itu kemana.  Padahal anak tidak menyukai pelajaran itu, tetap saja dipaksakan harus belajar tentang itu.