Tampilkan posting dengan label Parenting. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Parenting. Tampilkan semua posting

14 Mei 2017

Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak

Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak  Memiliki lima anak yang sudah mulai beranjak besar,  yang bungsu saja sudah menginjak kelas empat SD membuat saya memahami betul pentingnya orang tua yang  memiliki pemahaman tentang pendidikan anak.  Dulu tidak ada sekolahnya untuk menjadi orang tua yang berkualitas sehingga wajar saya banyak trial dan error nya dalam mendidik anak. Berbeda dengan sekarang meski belum ada yang formal tetapi pendidikan parenting cukup marak dimana-mana.

Oleh sebab itu saya sangat mendukung dan menyambut gembira dengan adanya kegiatan yang diadakan oleh SGM Eksplor.  Yup SGM Eksplor mengadakan rangkaian kegiatan edukasi Parenting Seminar di beberapa kota besar di Indonesia.  Menurut Marketing Manager SGM Eksplor Astrid Prasetyo kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan SGM Eksplor kepada para orang tua untuk bisa mendampingi si kecil dengan pola asuh dan pemenuhan nutrisi yang tepat agar mereka mampu bersosialisasi dengan baik, tumbuh menjadi Anak Generasi Maju yang super kreatif dan mandiri.

15 Mar 2017

Pengaruh Masa Kecil



Masa-masa kecil memang sangat berpengaruh terhadap sikap dan pola pikir kita ketika dewasa.  Hal ini betul-betul saya alami.  Dulu, karena sejak gadisnya ibu saya bekerja di sebuah yayasan pendidikan bonafid jadinya saya sekolah di sebuah sekolah dasar yang mahal. Ini ternyata berpengaruh pada sikap mental saya saat itu bahkan ada yang terbawa hingga dewasa.

Dikelilingi teman-teman yang cantik yang berasal dari kalangan menengah ke atas sementara kehidupan orang tua saya saat itu biasa-biasa aja membuat saya menjadi pribadi yang agak minder.  Tentu saja lain anak lain pula cara menghadapinya, hal ini terbukti pada saya dan adik-adik, ternyata dampaknya berbeda pula.

Usai liburan saya sering mendengarkan cerita liburan teman-teman ke berbagai negara di dunia. ada yang ke Hongkong, Holand, Singapura dan negara lainnya.  Memperhatikan teman-teman  dengan pernak-pernik alat sekolah yang berganti-ganti dan lucu-lucu, dijemput dengan mobil yang berganti pula,  Saya pun sering main ke rumah teman-teman yang besar-besar dan mewah membuat saya kecil semakin merasa kecil diantara mereka.

10 Feb 2017

Televisi... Yes Or No?


Sebetulnya saya tidak anti televisi walaupun sudah hampir delapan tahun benda itu tidak terlihat di tempat tinggal kami.  Ya, semenjak rusak, televisi ukuran 17 inc itu sudah terbang ke ruang atas dan tidak pernah dinyalakan lagi lebih dari tujuh tahun.  Bukan, bukan karena saya anti televisi, ini lebih dari karena ketidakmampuan saya memenej dan mendisiplinkan keluarga dalam urusan televisi.

Dulu saat anak-anak masih kecil, dan pak suami jarang di rumah, televisi bertengger manis di ruang keluarga.  Anak-anak sudah terpola hanya boleh menonton pada jam tertentu dan acara tertentu saja.  Kalau gak salah ingat sih dulu acara yang kami sepakati untuk ditonton adalah Petualangan Si Bolang dan Film Boneka Si Unyil.

Mengajarkan Anak tentang Uang


"Mi..aku mau beli jam tangan dong.., soalnya aku perlu.." Kata Ka Azizah, sulungku yang sudah duduk di bangku SMA kelas akhir sambil matanya tak lepas dari komputer.

"Ya sudah, kalau memang itu perlu.." jawabku
"Ada uangnya..?" timpalku sejurus kemudian.
"Tanggal 10 kan aku gajian.." Jawabnya

Itu adalah dialog saya dengan Ka Azizah di shubuh hari kemarin.  Jangan heran kalau Ka Azizah menyebut gajian, maksudnya adalah transferan dari hasil royalti bukunya, hehe..  Semenjak kelas tiga SD Kakak memang sudah bisa menghasilkan uang sendiri dari hasil tulisannya.  Awalnya dari tulisan yang dimuat di surat kabar, kemudian meningkat dari hasil royalti buku-bukunya.

Alhamdulillah uang hasil tulisannya yang diterimanya tiga bulan sekali itu sangat berkah, ia gunakan untuk keperluan pribadi dan sekolahnya.  Waktu acara wisata dari sekolahnya yang bayarannya hampir dua juta juga ia bayar dengan uang sendiri.  Alhamdulillah, dengan bisa menghasilkan uang sendiri akhirnya Ka Azizah mengerti sulitnya mencari uang.  Ka Azizah termasuk anak yang pintar memanage uang, ia bukan anak yang boros dan mengeluarkan uang cukup selektif.

Awalnya dari transferan buku solo pertamanya saat ia masih duduk di kelas V SD, ia banyak untuk membeli buku-buku.  Bayangkan saja anak SD sekalinya gajian langsung mendapatkan uang jutaan dengan nilai uang delapan tahunan yang lalu..pasti kebingungan menghabiskannya dong...hahaha..

30 Des 2016

Mempersiapkan Menjadi Orang Tua


Mempersiapkan Menjadi Orang Tua  Entah kenapa membaca buku tentang perkembangan anak sejak masih dalam kandungan sampai masa balita jadi kangen ngemong bayi lagi deh hehe... Tapi engga lah, bukan berarti saya pengen hamil lagi, saya sudah lewat umur untuk hamil dan melahirkan, lagian anak-anak juga sudah pada besar.  Sekarang tinggal bagaimana bisa membesarkan dan mendidik mereka sebaik mungkin saja deh..hihi...

Masih kebayang harum bayi itu enak banget ... Dari kelima anak yang saya lahirkan alhamdulillah semua saya besarkan dengan tangan sendiri.  Sempat bingung sih karena sama sekali tidak dipersiapkan untuk mempunyai anak dan membesarkannya.  Jadi betul-betul dari nol, dan saya pikir banyak orang tua dulu yang senasib dengan saya, yang sama sekali tidak memiliki pengetahuan mendidik dan membesarkan bayi.

11 Des 2016

Agar Tumbuh Kembang Anak Optimal


Agar Tumbuh Kembang Anak Optimal  Setiap orang tua pasti semua berharap yang terbaik untuk anak-anaknya. Para orang tua sepertinya berusaha semaksimal mungkin agar anak yang diamanahkan Sang Pencipta kepadanya dijaga sebaik-baiknya.  Setiap orang tua berharap agar anaknya dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.  Untuk itu orang tua akan berusaha melakukan persiapan-persiapan seoptimal mungkin.

Dimulai dari proses persiapan mencari pasangan, tentu agar terlahir dari keturunan kita generasi yang terbaik maka proses persiapan mencari pasangan pun harus sangat diperhatikan.  Bibit, bebet, bobot, kalau dalam lingkungan masyarakat sunda bahkan menjadi sebuah kalibrasi dalam mencari pasangan secara umum.  Yang mengandung arti bahwa mencari pasangan hidup harus melihat keturunan, kualitas dan status sosial di masyarakat.

11 Sep 2016

Tersentil Taare Zameen Par


Berbicara tentang pendidikan di Indonesia sebetulnya saya sudah sedikit menyinggungnya di sini.  Sedikit keluh kesah seorang emak tentang pendidikan Indonesia, tidak menyalahkan satu pihak dan mengangkat pihak lain karena memang kesalahannya bersifat sistematis. Sambung menyambung menjadi satu..itulah Indonesia #eh.  Sambung menyambung, merangkai sebuah sebab yang berpadu dengan akibat.  Terinspirasi tulisannya Mak Inne Ria   jadi ingin nulis lagi tentang pendidikan ini.

Jadi ingat film Taare Zameen Par, sebuah film favorit di keluarga saya.  Pertama kali menontonnya sudah bertahun yang lalu tapi sesekali masih suka menontonnya kembali, anak-anak pun menyukainya. Kadang suka malu kalau habis nonton film itu, karena selalu saja berakhir dengan tangisan.  Jadi kalau nonton itu untuk kesekian kalinya tak pernah fokus lagi karena takut nyurucud cisoca :D

30 Agt 2016

Buku dan Minat Baca


Buku dan Minat Baca Perasaan sudah berulang kali saya cerita kalau masa kecil saya dibanjiri oleh banyak buku bacaan dan majalah baik itu majalah anak-anak maupun dewasa.  Suatu kondisi yang harus saya syukuri, karena semua itu saya dapatkan dengan gratis..tis...tis....Yup, karena saat saya kecil ibu saya tinggal berdekatan dengan kakaknya, suami istri, dua-duanya guru.  Jadi mereka paham banget kalau anak-anak itu harus dimotivasi minat bacanya dengan menyediakan berbagai macam buku bacaan dan majalah.

Buku dan minat baca memang berhubungan ya, mana mungkin minat baca itu muncul kalau di sekitar kita tidak ada buku.  Saya pribadi bersyukur mempunyai masa kecil berlimpah dengan buku dan majalah walau orang tua tidak menyediakannya.  Tapi begitu banyak anak-anak di negeri ini yang tidak memiliki kondisi seberuntung saya, yang walaupun ketika saya kecil tidak berlebih secara ekonomi tetapi saya dengan mudah mendapatkan banyak bacaan.  

26 Agt 2016

Mengoptimalkan Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Kita


 
Anak adalah anugrah terindah dari Yang Maha Kuasa, untuk itu kita harus mensyukuri keberadaannya dengan cara mengoptimalkan tumbuh kembangnya dari sejak bayi.  Pertumbuhan dan perkembangan bayi harus kita stimulasi sejak awal kehidupannya di dunia ini.  Untuk itu seyogyanya setiap orang tua harus sudah mempersiapkan pengetahuan tentang itu dari masa sebelum menikah, hal ini berguna agar bisa mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan buah hati kita karena kita telah memiliki pengetahuan yang cukup.

Yang harus diketahui oleh para orang tua adalah pertumbuhan dan perkembangan bayi itu berbeda-beda pada setiap individu.  Jadi kita tidak boleh membandingkan dengan teman-teman seusianya Kalau kita merasa khawatir tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi kita, maka kita bisa konsultasikan kepada dokter anak.  Namun secara umum pertumbuhan dan perkembangan bayi memang bisa kita bandingkan dengan standar yang bisa kita temukan di Kartu Menuju Sehat anak kita misalnya.

Menurut pengalaman melahirkan dan membesarkan lima orang anak, ternyata pernyataan pertumbuhan dan perkembangan bayi itu berbeda-beda memang betul adanya.  Misalnya si sulung cenderung lebih cepat berbicara dan jalannya. Sementara adiknya yang kedua itu lebih lambat bicaranya tapi aspek lain lebih menonjol.


14 Agt 2016

Tips Mengoptimalkan Manfaat Internet dalam Keluarga

Tips Mengoptimalkan Manfaat Internet dalam Keluarga

Pertama kali saya banyak berinteraksi dengan internet sekitar tahun 2005-2006 an.  Saat itu saya seperti Si Iteung dalam Si Kabayan Saba Kota.  Terbengong-bengong melihat keramaian kota yang begitu menggoda.  Saya terpukau dan akhirnya sangat menikmati interaksi yang memang begitu banyak manfaatnya. Interaksi yang membuat hidup saya menjadi penuh warna.

Saat itu saya merasa dunia begitu terbuka lebar, saya bisa tergabung dengan berbagai komunitas yang bermanfaat karena internet. Saya bisa banyak belajar tentang apa pun via internet, mulai dari berbisnis, memasak ngeblog dan sebagainya.  Padahal sebelumnya saya sangat menolak rencana suami untuk langganan kuota internet karena waktu itu biayanya cukup mahal.  Beruntung akhirnya saya menyetujuinya.



3 Agt 2016

Bekal Masa Depan Chil-Go Bukti Peduli Masa Depan Si Kecil


"Maghfira enggak diajarin jadi penulis juga Mi ? Mama Ayes temanku bertanya.

"Ya, saya perkenalkan juga sih dengan dunia tulis menulis, tapi saya belum melihat minat dan bakatnya ke sana.  Mungkin juga belum keliatan, tapi seingat saya sih dulu Azizah dan Fathiya seumuran itu sudah mulai kelihatan senang nulis, Kalau Maghfira sih belum" Jawabku agak panjang sambil mengingat-ingat masa kecil Kak Azizah dan Teh Fathiya.


"Tapi tidak semua anak bisa disamakan sih...mereka kan unik, satu sama lain berbeda" Saya menambahkan.


Yup,  memang anak-anak itu tidak sama ya, masing-masing membawa minat dan bakat yang berbeda-beda.  Sebagai ibu dari lima anak, yang tiga diantaranya sudah menginjak remaja memahami betul itu.  Si sulung dan si tengah ketika SD sudah bisa menulis dan menerbitkan beberapa buku, tapi anak kedua, keempat dan kelima belum keliatan minat ke arah itu.  Padahal mereka berada di lingkungan rumah yang sama, yang selalu melihat uminya menulis.



23 Jul 2016

Hari Anak Nasional : Antara Harapan dan Kenyataan, Antara Idealita dan Realita


Bersyukur sekali bisa ikut program ODOP, terlebih di hari Anak Nasional tanggal 23 Juli ini harus menulis tentang harapan di hari anak.  Kalau tidak ikut ODOP mana mungkinlah saya menyempatkan diri menulis tentang ini.

Tidak ingin menulis secara global tentang Hari Anak, berbicara ini membuat saya jadi berpikir kilas balik mimpi dan harapan saya.  Ya, harapan saya kecil, harapan saya menginjak dewasa dan harapan saat menjadi orang tua dan realita yang ada.

Terlahir dari sepasang suami istri yang bekerja membuat saya bercita-cita ingin menjadi seorang ibu yang di rumah saja.  Mungkin saya dulu kesepian ya, hingga di alam bawah sadar terekam keinginan kuat untuk bisa menjadi full time mother.  Untungnya waktu itu orang tua saya cukup ketat soal agama dan pergaulan jadinya saya enggak jadi anak nakal, mengingat saya lebih banyak berjalan tanpa arahan, selain soal sholat, ngaji dan tidak boleh ke acara-acara pesta-pesta. Padahal peluang menjadi nakal besar sekali, saya bisa berjam-jam di rumah seorang diri, atau bawa geng saya untuk main di rumah karena rumah kondisi kosong.  

8 Jun 2016

"Tumbuh Kembang Si Kecil Berawal dari Perlindungan yang Optimal"


Minggu, 22 Mei 2016, pagi sekali saya sudah bergegas, setelah di rumah semua beres dengan diantar suami saya pun pergi, dan kali ini membawa si bungsu Maghfira Aulia Amatullah.  Yup, hari ini saya excited banget karena akan mengikuti sebuah acara yang menarik.  Acara Seminar Tumbuh Kembang Optimalisasi Si Kecil ini memang sudah lama saya tunggu karena sempat mundur hampir satu bulan.  Acara ini diadakan oleh Dancow Parenting Center dan Nakita.

Bertempat di Trans Luxury Hotel, acara ini memang digelar masih pagi, tapi ratusan ibu muda beserta para putra-putrinya terlihat begitu antusias.  Ketika saya tiba antrian para peserta sudah memanjang untuk melakukan registrasi.  Acara ini gratis, hanya tinggal menukarkan struk pembelian 3 pcs Dancow  1+, 3+ atau 5+ ukuran 800 gram kita sudah bisa mengikuti acara keren ini.  Bisa dipastikan dong kalau yang hadir di sini adalah para ibu yang memberikan anak-anaknya susu Dancow.

Tema seminar kali ini adalah Berawal dari Perlindungan yang Tepat, tentu saja tentang buah hati kita.  Ternyata anak-anak yang dibawa para orang tuanya masih balita, sementara anak bungsu saya Maghfira sudah 8 tahun hehe... jadi ketika balita lain asyik mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan oleh Dancow Maghfira sedikit bete karena kurang nyambung.  Untungnya ada Marwah, jadi setelah berfoto di Balon Dancow, Maghfira dan Marwah memilih area baca yang menyediakan berbagai buku bacaan menarik.  Sementara untuk balita lebih banyak pilihan permainannya.

29 Agt 2015

Sebuah Jawaban Untukmu....

Menjadi seorang istri kemudian menjadi seorang ibu adalah sebuah karunia yang besar dari Allah SWT yang patut disyukuri.  Tapi dibalik itu tentu ada sebuah amanat besar yang ada di atas pundak kita, amanah yang kelak dikemudian hari akan dimintai pertanggung jawabannya.  Sebuah hadist mengatakan Kullu mauludin yuladu alal fitrah fa  abawahu yuhawidanaihi aw yunashironihi aw yumajisanihii bahwa setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah, orang tuanya lah yang menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi.

Tentu saja, saya sebagai ibu dari lima orang putra-putri memahami betapa berat amanah ini.  Yang saya dan suami lakukan adalah berupaya memberikan dasar agama yang kokoh kepada anak-anak, ketika ada godaan datang dari luar dengan pemahaman agama yang kokoh tentulah relatif lebih kuat dalam menghadapinya.

Sebuah dilema mulai muncul ketika mengetahui anak sulung saya memiliki bakat yang cukup tinggi dalam bidang menulis.  Hasil test psikologinya menunjukkan IQ 141 dengan kemampuan tertinggi di bidang bahasa.  Kayaknya ini sedikit menurun dariku, walau tidak dikembangkan dengan baik, dari dulu saya senang mempelajari bahasa dan relatif diberi kemudahan dalam mempelajarinya dibandingkan dengan pelajaran lainnya.  Soal kemudian saya malah terdampar dalam bidang akuntansi itu mungkin suratannya seperti itu hehe... toh akhirnya saya lari ke dunia bahasa dalam hal ini tulis menulis walaupun hanya sambilan saja.

Sumber: peesee86.blogspot.com


Ya dilema itu adalah antara membiarkan imajinasinya melayang terbang liar atau membatasinya dengan aturan yang memang seharusnya mulai ia pahami dengan konsekuensi mungkin akan menghambat imajinasinya.

Ini terjadi dibukunya yang terbaru #23Days, buku yang proses pembuatannya saya ketahui tetapi saya tidak diberi kesempatan untuk menjadi first readernya.  Padahal hampir semua karyanya saya selalu diberi kesempatan untuk membacanya, kecuali cerpen-cerpen di koran dan majalah yang tiba-tiba ujug-ujug ada saja... tapi sejauh ini isinya memang bagus, motivasi, masalah sosial di masyarakat, saya merasa cukup puas dan bangga akan kepeduliannya kepada masalah-masalah sosial yang muncul padahal saat itu kaka masih SD.

Sumber: Twetten Mizan Media Utama
Mungkin kakak merasa itu bukan segmen uminya, Seri Fantasteen yang berkembang saat ini memang patut diacungi jempol dalam hal imajinasi serta dahsyatnya para remaja kita bereksplorasi tetapi dari tema memang cukup menyedihkan.  Tema tentang hantu dan sejenisnya serta segala sesuatu yang menakutkan dengan segmentasi remaja memang bidikkan Seri Fantasteen saat ini.

Setelah buku ini sudah ada kepastian diterbitkan barulah saya diberi kesempatan untuk membacanya.  Rame, seru dan penuh misteri memang...sedikit berbeda dari fantasteen lain yang sempat saya baca.  Banyak pembaca yang mengapresiasinya. bahkan membaca di twicsy.com termasuk 10 buku yang direkomendasikan di Mizan Media Utama nomor dua setelah Dilannya Pidi baiq  Saya sudah berbicara dengan kaka tentang masalah ini, tentang hubungannya dengan akidah seorang muslim, misi hidup seorang muslim dan saya tau kaka sudah mulai memahaminya.  Walau awalnya dia banyak menolak dan sedikit kontra tapi seiring dengan pemahamannya mungkin ia akan semakin memahami.

Saya cukup terhibur dengan ulasannya di fesbuk..

Fantasteen : 23 Days
Aku mau ulas dikit tentang novelku ini '-'
Jadi, novel ini aku tulis pas kenaikan kelas ke SMA, jadi sekitar setengah tahun ngerjainnya. Lama? Wks emang iya, soalnya aku ngerjain pas libur doang._. Dan emang baru aku kirim januari lalu, ga nyangka bisa terbit secepat ini :')
Sebenarnya tokoh utama dari buku ini adalah El sendiri. Aku ngeliat dari sudut pandang El yang harus mencabut nyawa seorang Riana. El emang tertarik banget sama Riana dari awal. Soalnya Riana itu nyentrik, freak, beda xD
Dan itulah yang jadi kesalahan terbesarnya; dia harus menjalankan misinya sesuai waktunya atau dia yang mati.
Jeng jeng jeng._.

Kenapa aku ngambil genre mistery kayak gini? Novel agak nyentrik dan beda dari naskah fantasteen yang udah banyak terbit?
Bukan berarti aku ga suka horor-_- Tapi aku ga bisa nulis biar ini jadi serem, aku ga tau cerita serem itu kayak gimana xD Jadi ya aku selipin sedikit dari cerita Riana yang punya indera keenam dan teman2nya, dan apa yang membuatnya begitu menderita dengan kemampuannya. Aku ga ngarep kalian ketakutan, karena menurutku ga serem :' aku cuma harap kalian bisa terhibur:')
Jadi ya gitu deh, moga bisa jadi terobosan baru dari Fantasteen. Meski fantasinya ringan (karena latar belakangnya cuma sekolah biasa), genrenya lebih ke friendship mungkin, dan .. romance ga yaa?? xD, ga begitu ada banyak hantu, dan tanpa sihir, Tapi aku harap kalian tetap sukaaa smile emotikon
Katanya sih, endingnya nyesek, tapi manis xD
Happy reading, writing, and inspiring^^

Niatnya semata untuk menghibur ternyata.... ^_^

Jadi untuk sementara ini yang saya lakukan adalah mendukungnya, memotivasinya terus sambil sedikit demi sedikit berusaha menambah pemahamannya.  Saya tak ingin mematikan potensinya, berusaha bersikap profesional dengan berusaha ikut mempromosikan buku ini.  Karena saya tahu Kak Azizah menulis juga tentu ada keinginan memiliki reward berupa materi.  Semoga ke depan lebih baik lagi ya Kak... I proud of you....



10 Jul 2015

Ketika Seseorang Menemukan Passionnya (Hikmah Perjalanan Bandung Jakarta)

Cimahi, 30 Januari 2012


Bismillah,
Sebuah perjalanan menarik kualami hari Minggu, 29 Januari 2012. Hanya ke Jakarta saja, tapi benar-benar perjalanan yang sangat menyenangkan.  Perjalanan penuh pelajaran berharga di dalamnya. Ceritanya, saya dan sulungku Kak Azizah, Alhamdulillah lolos audisi sebuah naskah  novel anak di babak pertama, peserta yang lolos berhak untuk mengikuti acara Workshop First Novel di Jakarta hari minggu, 29 januari 2012.
Karena acaranya dimulai jam 09.00 dan lokasinya cukup jauh di daerah Rawamangun, saya dan kakak pergi pagi sekali.  Naik Travel Cipaganti keberangkatan jam 05.45. Tiba di kantor masih tutup karena kami tiba kepagian, masih jam 05.20.  Sengaja berangkat cepat sebelum si bungsu bangun, takut terjadi kericuhan karena sudah dapat dipastikan sedu sedan akan mengiringi keberangkatanku.

Selang beberapa saat, tiba seorang bapak berperawakan kecil, berpayung karena ternyata shubuh itu hujan.  Kusapa, dia menjawab ramah. Kukira pegawai Cipaganti Travel ternyata penumpang yang hendak berangkat juga.  Menariknya ketika pegawai datang, si bapak ternyata seperti sudah kenal dekat dengan pegawai itu, saling melempar senyum, saling sapa dan bersalaman. Sambil menanti keberangkatan saya terlibat percakapan yang menarik dengan si Bapak, kak Azizah hanya menjadi pendengar saja. Si Bapak terlihat sumringah. Benar saja, ia pergi ke Jakarta untuk menjemput anaknya yang tadi malam menjuarai lomba Drumer se Indonesia.

Percakapan terhenti, driver sudah datang, waktu keberangkatan sudah saatnya. Menariknya lagi, ternyata si driver pun kenal erat dengan si Bapak. Si Bapak memilih duduk dekat driver, saya dan kakak memilih duduk tepat di belakangnya.  Jadilah kami bertiga terlibat percakapan seru sepanjang perjalanan.Si driver ternyata kenal dekat dengan si Bapak. Rupanya dia orang tua murid si Bapak. Si Bapak mempunyai sekolah musik di cimahi, ia bersama sang istri mengajar, gitar klasik, piano dan keyboard.  Percakapan kami jadi semakin nyambung. Bukan karena saya senang musik, sama sekali tidak. Bahkan anak-anakku pun yang ikut les musik sebenarnya tidak terlalu menyukai musik, biasa sajalah… berlatih kalau les tiba…. Standar, hanya ingin melatih otak kanannya saja, yang belakangan ketika workshop saya tahu, ternyata menguasai alat musik berguna untuk kemampuan menulisnya. Saya hanya bertanya yang berkaitan dengan les musik.

Saya tertarik pada apa yang kami bicarakan. Ternyata anaknya yang kemarin juara se Indonesia itu akan mengikuti lomba di Jerman dan mendapat beasiswa sekolah drum selama enam bulan di Amerika Serikat.  Yang menarik adalah perjuangan si anak.  Ia rajin berlatih tiga jam sehari tanpa diminta, petatah petitih sang bapak tentang kehidupan pun syarat dengan makna.Tanpa melihat prestasi dia di bidang apa.
 
sumber:strategimanajemen.com

Saya dapat mengambil pelajaran tentang arti kesungguhan ketika seseorang sudah menemukan passionnya. Tentang semangat dan motivasi yang harus ditularkan orang tua terhadap anak. Terhadap gaya mendidik anak. Luar biasa !!  Inspiratif. Bapak itu menjadikan anaknya sebagai seorang teman dan tidak memaksakan kehendaknya. Mau jadi apa terserah. Mau jadi tukang beca asal itu pilihan anaknya terserah. Tapi si anak harus bertanggung jawab terhadap pilihannya, “Setahun kamu jadi tukang becak, tapi setahun kemudian harus jadi juragan becak” begitu ucapnya. Saya juga tidak suka memaksakan kehendak…, tapi membiarkan anak jadi tukang becak… tak sampai hatilah, walau setahun kemudian jadi juragan becak hihi….
Perjalanan jadi tak terasa, belakangan saya tahu nama bapak itu, saya lupa panjangnya tapi biasa dipanggil Ari. Ternyata bapak Ari itu pencipta lagu Himne sekolah si sulung yaitu SMPN I Cimahi.

Ketika turun karena harus transit di km 32, saya berseloroh pada kaka… “Waah kaka ketemu pencipta lagu hymne sekolahnya niih ...”  Dan kami berdua pun tertawa ……

Romantika Anak Kost

Cimahi, 26 Januari 2012


Credit: 108jakarta.com
Bismillah,

Dulu sewaktu belum buka bisnis loundry, saya jarang mengamati fonomena ini. Namun kini mau tidak mau saya melihat dengan jelas karena tampak di depan mata. Awalnya merasa miris, namun dua tahun berjalan seiring dengan usaha bisnis ini, membuat saya terbiasa dan kurang peka, seolah menjadi tak peduli melihat realita yang menyesakkan ini.

Saya tinggal di daerah kost-kost an. Ada banyak perguruan tinggi di sekitarku. Ada Unjani, STIKES, STKIP Siliwangi, AKFIS dan AKPER. Hampir empat belas tahun tinggal disini, baru dua tahun ini mengamati gaya hidup mahasiswa mahasiswi yang ngekost. Sebelumnya, dekat tetapi tak terlihat.

Background mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi di cimahi ini rata-rata berasal dari luar Cimahi dan Bandung. Mayoritas dari pelosok Jawa Barat seperti Tasikmalaya, Majalengka, Sukabumi, Cirebon, Ciamis, Majalaya, Kuningan, Tanggerang, Bekasi. Kemudian dari luar jawa ada yang dari pulau Sumatera, Kalimantan dan cukup banyak juga mahasiswa Papua yang dikuliahkan  di perguruan tinggi di Cimahi ini atas biaya pemerintah daerah setempat.

Jauh dari orang tua dengan penanaman dasar agama yang minim, membuat banyak yang terjerumus dalam pergaulan bebas. Saya tidak pernah melakukan survey, sehingga tidak mempunyai data yang valid tentang ini. Meski masih banyak yang masih lurus-lurus. Serius belajar, bertanggung jawab kepada Tuhan nya dan kedua orang tuanya. Tapi cukup banyak juga yang telah terjerumus.

Saya menerima banyak informasi dari para pembantu yang bekerja membersihkan tempat kost-kost an tentang gaya hidup mereka ini. Mulai dari berserakannya alat kontasepsi di kamar-kamar mahasiswa sampai ditiupnya alat-alat itu oleh anak-anak yang mengira itu sebuah balon. Miris !!

Gaya hidup mereka juga bisa dilihat dari cucian yang mereka loundry di tempatku. Mulai dari baju-baju pesta buat dugem, baju-baju yang super mini sampai dicampurnya baju mereka dengan baju temannya yang berlawanan jenis. Walau belum bisa dipastikan bahwa dengan dicampurnya baju mereka berarti mereka sudah bergaul bebas memang. Tapi saya melihat ada beberapa dari mereka memang sudah hidup sekamar tanpa ada ikatan pernikahan.

Beberapa kejadian memperlihatkan kebenaran fenomena ini. Baik itu MBA (Married by Accident) atau penemuan mayat bayi tak berdosa yang dimasukkan ke dalam keresek. Putri seorang tetangga saya pun pernah dikabarkan hilang selama tiga hari. Ternyata akhirnya ditemukan ada di kost an pria seberang rumahnya. Terkurung selama tiga hari disana, ia mengaku dipaksa. Tak ada bukti pemaksaan, akhirnya mereka pun segera dinikahkan. Walau akhirnya kembali sendiri karena menurut kabar sang mahasiswa meninggal di daerah asalnya, luar pulau jawa.

Beberapa kali suami juga melihat seorang mahasiwa yang keluar malam. Dijemput oleh seorang pria dan kembali lagi shubuh atau pagi hari. Pegawai saya pun beberapa kali menemukan alat kontrasepsi dalam cucian yang mereka loundry, beberapa kali melihat pakaian dalam pria yang ada noda darah, seperti yang baru saja dikenakan perempuan yang sedang haidl.

Sebuah fenomena yang menyesakkan dada. Dekat namun tak begitu kentara. Sebuah pembelajaran bagi kita orang tua untuk selalu berhati-hati menjaga buah hatinya. Menanamkan aqidah yang kuat di dalam dadanya dari semenjak usia dini adalah hal yang sangat penting. Hingga dimana pun mereka berada walau jauh dari kita orang tuanya, mereka tetap berpegang teguh pada agamanya. Karena mereka memahami tanggung jawab mereka hanya pada Tuhan nya, Alloh SWT.

20 Jun 2015

Sticker Amal Shaleh

Sebagai seorang emak dari lima anak yang sudah beranjak besar, semestinya sudah tidak terlalu sulit mengajarkan anak untuk syaum di bulan ramadhan, sebetulnya iya sih...dari zaman masih TK anak-anak sudah terbiasa syaum dan tamat walau ada bolongnya.  Terlebih kak Azizah sudah dari TK ia bisa tamat syaum satu bulan penuh.

Lain anak lain pula sifat dan perangainya, pun begitu dengan anak bungsuku Maghfira, mungkin anak bungsu ya...lebih puas terperhatikan dan tidak terganggu kehadiran adik, bawaannya sedikit agak manja.  Paling deket sama umi abinya.  Padahal sebagai orang tua cinta kami 100% semua, ga bisa dibagi-bagi, Meski manja Maghfi paling rajin di rumah, kalau mau sekolah dari malam dia sudah menyiapkan baju dan buku pelajarannya sendiri. Jarang sekali saya mendampinginya belajar.

Nah termasuk dalam hal syaum ini, Maghfi yang tahun ini naik ke kelas tiga walau usianya masih 7,5 thn, tahun lalu agak sulit untuk menamatkan syaumnya, banyak bolongnya dibanding tamatnya. Sempat bingung juga untuk tahun ini, karena pengalaman kalau ikutan syaum sunnat suka batal tengah jalan.  Untungnya sekolahnya membuat tugas untuk membuat sticker amal shalih.  Penampakannya seperti ini nii...

Sticker Amal Shalih Buatan Maghfira

Saya gak tahu kenapa disebut sticker, karena gak ada penampakkan stickernya satu pun.  Kotak-kotak ini berbentuk saku-saku yang bisa diisi kertas warna - warni yang sudah dipotong panjang melebihi panjang masing-masing saku. Jadi ketika Maghfi tamat syaum simpan satu potongan kertas, sholat, infaq dan sebagainya, masing-masing amalan simpan satu  Di tiap saku diisi perputaran bulan dari hari ke hari dari mulai sabit, purnama sampai sabit kembali sesuai dengan tanggalannya.

Dengan sticker amal shalih ini alhamdulillah Maghfira tamat syaumnya walau hari pertama pengen batal jam 4 karena lemesnya minta ampun...diajak jalan-jalan juga gak mau saking lemesnya, sempet nangis-nangis juga, ga tega siih ...tapi sayang tinggal satu - dua jam lagi.  Alhamdulillah akhirnya syaumnya tamat lengkap dengan tarawih dan mencatat kultumnya dalam buku catatan plus infaq dari uang sisa tabungannya yang sudah dipecahkan buat beli baju hehe....

Hari kedua alhamdulillah lancar terkendali, malah ceria ga keliatan lemesnya lengkap dengan tarawih, infaq dan mencatat kultumnya di masjid.  Maghfi semangat sekali memasukkan sticker amal shalihnya dengan potongan kertas yang sudah ia potong.  "Umiii...belum peluk aku ya?  Kan aku sudah tamat puasanya..." Ujarnya gembira ketika syaumnya tamat di hari kedua....hahaha.....

Alhamdulillah, tanpa bujukan hadiah bisa syaum sampai tamat dua hari ini, semoga selanjutnya tetap semangat ya Maghfira., tetap sehat, kuat dan bisa menjalani ramadhan ini dengan sebaik-baiknya.... Tetep jadi anak shalihah yang pinter dan rajin kebanggaan umi ya.....Alhamdulillah ^_^

17 Jun 2015

Siap Jadi Guru.....

Tahun ajaran sekolah sudah berakhir, tahun ajaran baru segera menjelang. Sekarang dimana-mana ramai acara wisudaan.  Dari anak TK sampai Tingkat SMA hampir semua sekolah mengadakan acara wisudaan.  Dulu zaman saya, mana ada anak TK,SD,SMP dan SMA di wisuda, yang ada hanya acara wisudaan untuk tingkat diploma ke atas.

Tidak bermaksud mempertentangkan masalah tersebut, karena zaman sudah berubah, cara berpikir pun sudah berkembang pesat.  Ada sisi positif ada sisi negatifnya.  Yang penting acaranya jangan sampai mubazir, hanya membuang waktu, tenaga dan uang saja.  Walau saya tidakpernah ikut aktif mempersiapkan, tapi dari teman-teman POMG yang ikut andil saya tahu bukan perkara mudah mempersiapkan segala sesuatunya.


Bukan tak ingin siih, senang-senang saja pastinya bisa ikut mempersiapkan acara itu, tapi saya tak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan itu.  Jangankan ikut bersibuk ria, menghadiri acara wisudaan anak secara full saya pun tak bisa.

Ceritanya Fathiya anakku yang ketiga lulus SD Cipta Cendekia Indonesia tahun ini, dan hari Sabtu tanggal 13 Juni 2015 adalah prosesi wisudanya.  Acaranya mulai jam 7 sampai dengan selesai.  Karena banyak yang harus saya kerjakan, saya biarkan Fathiya pergi diantar abinya sampai sekolah, biarlah nanti orang tuanya menyusul, karena abinya harus balik lagi juga.

Ternyata strategiku cukup jitu, untuk tak datang tepat waktu hihi..., menjelang jam 9 setelah titip ini itu ke pegawai akhirnya saya bisa pergi, dan ternyata acaranya belum dimulai.  Kata temanku untung saya datangnya siang dia dari jam 7 asa dipelak menunggu.  Kalau saya sih pengalaman tahun lalu waktu Fathiya jadi pager ayu ya seperti itu, jadinya ga perlu berangkat pagi hehe...


Saya pun tidak bisa mengikuti acara sampai selesai, hingga pada prosesi pemberian bunga mawar untuk orang tua, Fathiya tidak bisa memberikannya padaku.  Tapi Fathiya tidak masalah, ia cuek bebek saja, syukurlah.... jalanmu masih panjang ya Nak, biarlah masih ada kesempatan lain, yang penting kau tahu umi abimu sangat mencintai dan menyayangimu.

Yang saya senang  lulus SD CCI, semua lulusan bisa jadi pengajar metode Ummi karena mereka semua lulus ujiannya...alhamdulillah.  Fathiya fasih sekali mengajinya, tajwid dan makhorijul hurufnya bagus, tanpa sadar ia selalu meralat umi abi atau kakak adiknya yang lagi ngaji, bila ada yang tidak tepat...alhamdulillah.... Kemarin mendengar Fathiya ngaji waktu tes saya bergetar mendengarnya, merdu dan bagus...indah...haha...si Emak muji anaknya. Selamat ya Fathiya semoga al qur'an selalu ada dihatimu....

Meski Nem belum diumukan tetapi, Fathiya rupanya sudah tidak peduli, karena sudah ada sekolah pilihannya, sebuah SMPIT dengan unggulan tahfidz yang meski masih baru namun terlihat sudah cukup bagus dengan bangunan fisik yang bagus dan luas serta udara yang segar, jauh dari polusi padahal lokasinya bisa pp dari rumah.  Alhamdulillah. Kemarin Fathiya dan teman-teman dari CCI di test ikut program bea siswa kalau lulus tes hapalan juz 30, Alhamdulillah tiga anak SD CCI lulus test program bea siswa bebas SPP 6 bulan termasuk Fathiya walau testnya ternyata susah karena menggunakan standar pengetesan nasional.

Ketiga anak SD CCI ini diikut sertakan dalam lomba tahfidz tingkat SMP bersama 3 orang kakak kelasnya.  Alhamdulillah Fathiya dan temannya masuk lima besar, bahkan juaranya pun semuanya dari sekolah ini.  Alhamdulillah.

Selamat untuk Fathiya dan teman-temannya dari SD CCI sudah bisa jadi pengajar metode ummi ya...semoga ilmunya bermanfaat... semoga Al qur'an selalu di hatimu dan menjadi jalan hidupmu.  Semoga ilmunya bisa diamalkan dan menjadi bekal bagi kebaikan hidup di dunia dan di akhirat.  Aamiin Allohumma Aamiin.  I love you full...

9 Jun 2015

Perlukah Anak Kita di Test Type Kecerdasannya ?

Sebetulnya saya sama sekali tidak berniat memeriksakan type kecerdasan.kepribadian anak saya terlebih untuk Fathiya, karena sebagai full mother mom saya merasa tau banget tentang Fathiya.  Emak-emak somse ini merasa Fathiya ga bermasalah.  Akademis bagus, pergaulan bagus, jadi saya pikir untuk apa meriksain dia.  Kemarin pas acara perpisahan di vila bersama guru dan teman-temannya Fathiya terpilih jadi Teman Terbaik versi guru dan teman-temannya (Jadi inget dulu Kak Azizah juga kepilih jadi Teman Terbaik versi teman-temannya).... jadi ga masalah kan...?

Tapi ternyata takdir berkata lain... hihi bawa-bawa takdir segala, Fathiya kan sudah saya daftarkan pada sebuah sekolah Islam, SMPIT baru siih, tapi dari promonya membuat oranag tua siswa yang mendaftarkan ke sana.  Jadi ada banyak teman Fathiya yang mendaftar ke sana.  Tempatnya juga luas, kalau dari fisik sih keren lah, terlebih udaranya masih segar karena berada di tempat ujung sono....hihi...

Nah ternyata ketika test masuk ke sana, include pemeriksaan type anak dengan metode pemeriksaan jari yang sedang in ya beberapa tahun belakang ini.  Jadilah anakku Fathiya diperiksa jari-jarinya dengan metode itu.

Sumber: personality.fuji.worpress
Sewaktu pengumuman keterima enggaknya siswa, ternyata ortunya juga harus hadir, padahal kan cuman ngumumin keterima tidaknya. Dan sudah pastilah keterima wong kapasitasnya jg besar, sementara yg daftar baru sedikit. Etapi ternyata bukan hanya mengumumkan kelulusan tapi sambil membagikan hasil pemeriksaan kepribadian.

Begitu saya melihat hasilnya, kaget dong. ternyata apa yg diungkapkan di pemaparan hasil tes, hasilnya Fathiya banget gitu lho... kok bisa ya.  Sayang waktu pemaparan terbatas, padahal kata ustadz yang nerangin tentang metode ini biasanya untuk menerangkan hasilnya perlu waktu tiga jam, ini paling dua jam kurang.  Tapi cukuplah buat saya sedikit memahami metode ini.  Etapi saya kan tukang job review niih... jadi untuk menghindari prasangka saya dibayar hahaha... saya umpetin deh nama metodenya tapi teman-teman yang baca pasti tau dong metode yang saya maksud....

Sang Ustadz pemapar...deuh penyakit emak-emak lupa deh namanya mengemukakan fakta-fakta orang -orang terkemuka di Indonesia tentang type kepribadiannya, seperti Jokowi itu tipe thingking, Habibie type Feeling yang dipaksa kondisi berada di type Thingking karena pak Habibie otaknya jenius, tapi feelingnya terlihat ketika beliau menjadi presiden, saat memberi referendum ke Timor Leste, di sini feelingnya yang berbicara, type yg mengutamakan perasaan, dan senang popularitas.  Padahal keputusan inilah yang membuat laporan pertanggunjawabannya ditolak oleh MPR.

Kembali ke metode ini, ternyata saya jadi tau tipe-tipe anak-anak saya yang lain, jadi saya pikir cukup satu saja yang diperiksa, seorang ibu bisa memahami kepribadian anak...etapi kalau untuk anak rada 'sulit' kayak si Aa perlu juga deh kayaknya, soalnya saya ga bisa nebak dia type apa hehe... Waktu saya tanyain itu, Pa Ustadznya bilang bisa aja, tapi kadang tidak akurat karena sifat anak-anak yang berubah dan si ibu harus tau betul karakter anaknya.

Terus terang saya kagum dengan mengetest jari, akan diketahui dimana belahan otak yang dominan, dan di belahan otak itu akan diketahui dimana lapisan otak yang dominan.  Test ini tidak memberi informasi lain selain menjawab dua pertanyaan ini.  Cara kerja dalam kepala ala kecerdasan tunggal dapat digambarkan dengan tepat dengan mengikuti fakta keseharian cara kerja kepala yang berulang dan konsisten.  Di sinilah pertanyaan terjawab, mengapa metode ini dapat menggambarkan type manusia dengan cukup akurat.

Pertanyaan saya yang selama ini diherankan dengan type anakku yang keempat -Mushab- yang seperti tidak memiliki tulang belakang, karena sering nyandar sama umi abinya, sedang apa pun dia.  Kadang saya suka kesel lagi nonton kakaknya bulu tangkis, tiba-tiba nyandar aja sama kita...kan berat haha... lagi makan nyandar.... Kayak yang leuleus gitu..padahal saya lihat dia itu calon atlit deh.  pemain bola yang jago ngoceknya hehe... ternyata di metode ini bisa terjawab tanpa saya bertanya.  Berdasarkan pemaparan sang ustadz ternyata Mushab itu type Sensing. Dan benar saja salah satu kunci type ini adalah otot...di sport...calon atlet.  Kalau kebutuhannya bersandar terpenuhi dia bakal merasa nyaman.  Cuman harus lebih didalami lagi dengan memperhatikan dia lebih detail dan membaca banyak tentang type ini baru akan jelas Mushab itu type Sensing yang introvert atau extrovert.

Jadi menurut saya untuk para orang tua perlu tahu deh metode ini, karena cukup akurat dan nanti bakal tahu cara belajar yang cocok untuk anak kita dan mengarahkan masa depan anak kita. Karena nanti dijelaskan juga karir yang cocok dengan type anak kita.


Sumber:Skripsi-tarbiyah.blogspot.com

Eh ada yang menarik ternyata 60% penduduk Indonesia termasuk type Feeling.  Senang ngomong, kongkow-kongkow, santai, perasa haha... gue banget gitu lho.  Waktu mengikuti acara Gapura yang diadakan Google saya mendengar pemaparan orang google yang sudah lama di negeri orang sana.  Kalau di negeri orang, ada kumpulan orang di cafe, di atas mejanya ada gadget berserakan yang disambung dengan power bank pastilah orang Indonesia, karena orang luar ga ada yang kayak gitu hahaha... tersinggung...? Tenang bukan hanya anda kok... puluhan juta orang di Indonesia pasti merasa tersinggung juga...termasuk saya dong hahaha.... Tapi type ini menikmati hidup dan bahagia banget kayaknya hihi...etapi jangan sampai lupa tujuan hidup kita di dunia ini untuk apa ya... Tiap detik kita, tiap kata kita ada pertanggung jawabannya di akhirat nanti..so kalau kongkow2.. ngomongin yang baik - baik dan yang produktif aja yaah ..hihi..*nunjuk ke diri sendiri




29 Mei 2015

Belajar dari Seorang Raditya Dika dan Gilang Baskara


Bergabung dengan mahasiswa dari berbagai kampus di seantero Bandung saat mengikuti acara Kompas Kampus di Sabuga ITB, memberi kesan yang mendalam untukku.  Khususnya sebagai seorang ibu dari lima orang anak.  Bagaimana tidak, saya begitu terkagum-kagum dengan penampilan Komika Gilang Baskara dan Raditya Dika,  salah satu penulis idola sulungku.  Sempet nonton karya-karya Raditya Dika yang sudah di angkat ke layar lebar.  Walau belum sempat membaca bukunya -padahal koleksinya sulungku hampir komplit- tapi dari film-filmnya saya menilai Raditya memiliki imajinasi yang sangat tinggi dan super kocak.

Sumber: Twitter.com

Ternyata ketika menyaksikan penampilannya saat syuting acaraTalkshow Rosiana Silalahi di acara Kompas Kampus, saya menyaksikan seorang pemuda yang bukan saja seorang penulis dengan karya-karyanya yang hebat, tatapi saya menyaksikan seorang pemuda yang penuh percaya diri dan pandai pula berbicara, mengolah kata secara verbal dengan jenaka.

Selain itu juga pemikirannya pun cukup bijaksana memberi nasihat kepada para mahasiswa agar melek politik dan tidak dibodoh-bodohi oleh politikus yang tidak amanah. Raditya Dika juga pandai memberi jawaban saat ada mahasiswa yang bertanya yang merasa terpaksa harus kuliah dan bertentangan dengan hobi yang sedang ditekuninya.  Dengan bijak Radith -panggilan sehari-harinya- berkata  dengan gayanya yang khas bahwa dia juga mengalami hal yang sama, saat ia berpikir bahwa tanpa menyelesaikan kuliah pun ia bisa hidup dan berhasil menjadi penulis. “Elu ga bisa ngebayangin, bagaimana rasanya melihat wajah nyokap elu, saat elu diwisuda.., rasanya, gak bisa diungkapkan dengan kata-kata...” Ungkap Radith.

Radith selain seorang penulis ia juga bertindak sebagai pemain film, sutradara, model, pelawak dan terakhir dia berkarir di penerbitan Bukune bertindak sebagai direktur dan pemimpin redaksi.  Radith yang di twitter memiliki 10 juta orang followers ini juga memiliki penggemar berat yang membentuk Raditya Dika Lovers. O ya Radith ini unik semua judul buku yang telah diterbitkannya ada nama binatangnya dan itu menjadi selling point tersendiri untuk dirinya.  Buku-bukunya antara lain Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankakus : Bukan Binatang Biasa dll.

 
Sumber: Wikipedia
Lain Dika lain Gilang Baskara, saya tak tahu apa-apa tentang Gilang Baskara sampai saya melihatnya tampil di Sabuga waktu itu.  Saya langsung ‘jatuh hati’ pada pandangan pertama.  Pemuda jangkung dengan rambut kruwil berkaca mata yang tampil cool tanpa sedikit pun ekspresi, tak peduli kalau seluruh hadirin di Sabuga terbahak mendengarkan monolognya yang cerdas tapi lucu.  Ya monolognya memberikan sinyal bahwa makhluk yang satu ini memang keren dan cerdas.  Stand Up komedi yang ia sampaikan merupakan observasi dari sisi logika sehari-hari.  Ghibas biasa ia disapa memiliki kemampuan menganalisis hal-hal kecil tapi realita yang benar-benar terjadi di sekitar kehidupan masyarakat.

Melihat sosok Raditya Dika yang sudah sukses secara materi dari hasil buku-bukunya yang telah diterbitkan dan diangkat ke layar lebar, atau seorang Gilang Baskara yang mampu menyihir ribuan audiens dengan stan up comedy nya yang luar biasa keren, saya jadi berpikir bagaimanakah orang tuanya mendidik mereka menjadi sosok yang begitu ‘keren’. Dalam arti berani, cerdas dan mampu melejitkan potensi yang dimilikinya?

Kalau menurut saya yang pasti orang tua mereka masing-masing  sudah berhasil menjadikan Radith dan Gilang  menjadi sosok yang memiliki konsep diri yang baik.  Mereka berdua telah berhasil mengembangkan dan melejitkan potensi mereka masing-masing. 

Menurut seorang Glasser, agar dapat berkembang dengan baik seorang anak harus mendapatkan dua hal mendasar dalam kehidupannya yaitu kebutuhan akan cinta mencintai dan  yang kedua kebutuhan akan rasa harga diri berharga.  Dan Radith serta Gilang telah mendapatkannya.  Dua kebutuhan inilah yang menjadi dasar dan berlaku sebagai fondasi untuk mencapai kesuksesan.

Dengan cinta seorang anak akan mengembangkan motivasi untuk berhasil dan merasa diri berharga.  Ya cinta yang tidak saja menerima tetapi cinta yang memberi. Seorang anak yang hanya menerima cinta dan tidak belajar memberi cinta seperti pada anak yang terlalu dimanja misalnya akan merasa menjadi anak yang seringa merasa mengalami kegagalan.

O ya tulisan ini hanya menilai mereka berdua dari sisi kemampuan melejitkan potensi yang mereka miliki, di luar itu saya tidak mengetahui banyak tentang mereka.  Berkaca dari mereka, saya jadi memandang anak-anakku dari perspektif lain dan ini  menjadi sebuah PR besar bagiku untuk memastikan kedua hal mendasar itu dimiliki anak-anakku...