Tampilkan posting dengan label Motivasi. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Motivasi. Tampilkan semua posting

16 Sep 2016

Wasting Time

Cimahi, 18 Februari 2012

Bismillah,

Baiklah, saya mulai saja, setelah lebih setengah jam berselancar kesana kemari tak jua ku temui sesuatu. Memulai tanpa ada sesuatu pun yang ingin aku sampaikan. Akhirnya menjadi tak tentu arah. Kebingungan pun melanda, diam terpaku dan.... stagnan !!!

Seperti itulah hidup.... !!!  Ketika tak ada target tak ada arah tujuan, akhirnya diam terpaku, Wasting Time..... tidak produktif !.... stagnan ! Hidup terasa hampa dan tak terarah. Karena tujuan dan target hidup bagaikan sebuah peta yang mengarahkan kemana jalan yang harus ditempuh.

Waktu yang dimiliki oleh setiap manusia yang tinggal di bumi ini tentulah sama. 24 jam!. Tapi dengan waktu yang sama pencapaian yang dimiliki setiap orang pasti berbeda-beda. 

Ada yang dalam rentang waktu 24 jam, sebagian orang mampu mengurusi dunia, ada yang mampu mengelola sebuah negara, mengelola perusahaan besar dan sukses, ada yang hanya mampu mengurusi perusahaan kecil, ada yang hanya mampu mengurusi satu bagian di perusahaan, ada yang satu unit saja, bahkan ada yang tidak mampu mengurusi dirinya sendiri.

12 Sep 2016

Mentalitas Pecundang




Cimahi, 8 Januari 2012

Bismillah,

Visi tanpa eksekusi adalah lamunan. Eksekusi tanpa visi adalah mimpi buruk.
Vision without execution is a daydream. Execution without vision is a nightmare.
~ Japanese Proverb
Kenapa ceramahnya Aa Gym banyak yang menggemarinya ya? Jadi ingat tahun 90 an sering ke DT. Dulu kalau Hari Minggu tidak ke DT serasa seperti sebuah hape belum di charge deh... hihi.  
Menjawab pertanyaan di atas berdasarkan pengalaman sih karena ceramahnya menyentuh, pas kena di hati. Aa ceramahnya sesuatu yang aplikatif, sederhana, mudah dicerna, mengenai kehidupan keseharian manusia pada umumnya.

5 Sep 2016

Tips Sukses dari Mereka yang Sukses (Oleh-Oleh Makan Siang Bareng Ippho Santosa)


Tak pernah menyangka bisa mengikuti secara langsung training motivasi dari motivator terkenal Indonesia sekelas Mas Ippho, bahkan bisa makan siang bareng dan foto bareng dengannya.  Sekaligus juga mendapat ilmu tips sukses dari mereka yang sukses.  Asyik kan ?  Betul-betul sebuah kesempatan langka yang harus saya syukuri.

Bermula dari sebuah WA seorang sahabat saya yang sholihat dan cantik, ustadzah penghafal qur'an yang baik hatinya..hihi... Sahabat saya itu mengabarkan sebuah lomba blog berhadiah jutaan rupiah, buku terbaru dan lunch bareng Mas Ippho Santosa.  Tentu saja saya tertarik, selain dengan hadiahnya yang lumayan besar juga berkesempatan langung bertemu dengan motivator idola. Sekaligus mendapatkan tips sukses dari mereka yang sudah sukses.

18 Agt 2016

Ippho Santosa Motivator yang Sangat Menginspirasiku

Ippho Santosa Motivator yang Sangat Menginspirasiku Di sebuah grup WA teman-teman lama zaman saya kuliah dulu ada sebuah tulisan berupa tips dari seorang teman yang kumintai tips tentang sukses usahanya yang begitu menarik perhatian.  Berikut ini tulisan yang ia tulis di grup WA itu 

"......Untuk meningkatkan omset, saya banyak membaca buku-buku success story dan salah satu poin penting adalah harus rajin infak dan zakat. Selain itu saya mencoba mempraktekkan buku Ippho Santosa tentang 7 Keajaiban Rezeki.  Selaraskan tujuan dengan istri, minta do'a dari ibu.  Gemar infak, sholat tahajud dan duha tiap hari.  Alhamdulillah toko ramai dan omset sudah melewati 100 juta per hari..."


Ippho Santosa Motivator yang Menginspirasi

"......Untuk meningkatkan omset, saya banyak membaca buku-buku success story dan salah satu poin penting adalah harus rajin infak dan zakat. Selain itu saya mencoba mempraktekkan buku Ippho Santosa tentang 7 Keajaiban Rezeki.  Selaraskan tujuan dengan istri, minta do'a dari ibu.  Gemar infak, sholat tahajud dan duha tiap hari.  Alhamdulillah toko ramai dan omset sudah melewati 100 juta per hari..."

Deg, saya tercekat, serasa diingatkan kembali ketika membaca tulisan itu.  Sebuah tulisan yang ditulis seorang teman saya di sebuah grup WA ketika saya meminta tips berwirausaha. Teman saya ini adalah teman seangkatan  saat zaman kuliah dulu. Ia menikah dengan seorang muslimah, adik kelas saya yang juga sahabat dekat saya yang juga ada di grup itu.  Benar-benar silaturahmi itu pernah berkah walau tidak bertemu langsung tapi keberadaan grup yang mempertemukan sahabat-sahabat lama itu memang memberi  banyak inspirasi.


21 Mei 2016

The Right Man In The Right Place



Cimahi, 4 Februari 2012


Bismillah,

Seorang pemimpin memang harus bisa mentransformasikan bawahannya ke tempat yang sesuai dengan kapabilitasnya. Kalau tidak, bukannya akan menghasilkan hasil yang maksimal, malah membuat target tidak tercapai.

Terkadang tujuan yang baik tapi hanya karena salah menempatkan orang, akhirnya berakibat buruk dan memberikan citra yang negatif.

18 Mei 2016

Antara Keinginan dan Kebutuhan


September 2012

Berbicara mengenai keinginan dan kebutuhan, rasa-rasanya saya harus menutup wajahku rapat-rapat, karena malu.  Meski memahami tentang hal ini, tapi saya kadang terjebak juga karenanya. Saya terkadang suka membeli sesuatu bukan karena kebutuhan tapi karena keinginan. Dan biasanya itu karena penasaran dan trend.  Seperti membeli gadget. Saya kan ibu rumah tangga biasa, kebutuhannya hanya untuk sms dan telepon. Itupun tidak terallu sering. Cukup memakai telepon biasa saja yang murah meriah. Tapi karena ingin dan penasaran dan mungkin juga gensi, dua tahun yang lalu saya membeli BB yang harganya 3 juta an lebih. Sekarang BB itu kalau saya jual paling banter satu jutaan itu pun kalau kondisinya masih mulus.


4 Apr 2016

7 Tips Mengatasi Rasa Jenuh Ngeblog



Kalau berbicara soal rasa jenuh tiap manusia pasti pernah mengalami rasa jenuh ya, terutama bila menghadapi pekerjaan atau suasana yang itu-itu saja.  Ibu rumah tangga dengan segala rutinitasnya, pekerja dengan pekerjaannya, pun demikian blogger dengan ngeblognya.  Terkadang (eh kalau saya sering malah..) pastilah ada suasana jenuh dan malas untuk membuat tulisan di blog.  Padahal blog kalau enggak di update alexanya pasti tambah gemuk terus dong yaa.. Sayang kan..

Nah gimana dong caranya agar semangat ngeblog terus membara dalam dada (deuh bahasanya... ).  Banyak cara dan setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda tentu saja.. Sebetulnya ini semua berangkat dari motivasi awal kita ngeblog, jadi cara mengatasinya balik lagi ke motivasi.  Motivasi yang bagus dan kuat sejenuh apapun pasti ada usaha untuk menghilangkannya.  Nah kalau motivasinya kurang kuat, memakai tips apa pun susah juga sebenarnya.  Jadi pondasinya dulu yang kita kuatkan kalau pondasinya bagus insya Allah, kejenuhan itu datangnya hanya sesaat saja.

Oya kalau yang saya lakukan saat malas ngeblog datang melanda adalah :

Ikut Event Blogger

Cara ini adalah cara yang paling jitu menurut saya, karena dengan mengikuti event kita dipaksa harus menulis liputan acara.  Saya pernah membahas tentang ini di sini ya, teman-teman.  Dengan bertemu teman-teman blogger lainnya selain bersilaturahim, mendapat suasana baru, kita pun bisa terbawa aura teman-teman yang memiliki semangat ngeblog yang aduhai hahaha..

Jalan-jalan

Cari tempat yang suasananya paling kita sukai, kalau saya senang ke toko buku atau ke toko gadget nggak usah beli cuman liat-liat aja juga ga masalah.  Selain ke toko buku dan gadget saya suka melihat taman-taman yang indah, makan-makan atau kalau lagi ada budget jalan-jalan ke mall.

Menelpon

Kalau lagi jenuh, malas apapun saya suka nelpon adik atau ibu saya, ngobrol ke sana ke mari sambil silaturahim melalui telepon.  Menggali semangat dari lawan bicara di telepon juga bisa kita lakukan dengan berbagai cara tanpa langsung meminta disemangatin hehe..

Cari Info Lomba

Bagi yang suka event-event lomba menulis di blog, menemukan lomba yang keren dengan tema yang sesuai terlebih hadiah yang menggoda, bisa menimbulkan semangat kembali untuk ngeblog.

Membaca Buku

Membaca buku-buku yang ringan adalah salah satu obat bagi saya untuk mengatasi rasa jenuh.  Jangan yang berat-berat, karena buku yang berat butuh energi ekstra untuk menikmatinya.  Bukan menghilangkan rasa jenuh jadinya malah membuat pikiran tambah mumet.

Lihat Rekening Tabungan 

Hihi,,, cara ini juga ampuh deh, kalau isinya tinggal sedikit bisa jadi semangat untuk memperbaiki blog kita kembali siapa tau nanti ada job review yang mampir.  Nah kalau isinya banyak, kan membuat hati kita senang ya.... kalau hati senang insya Allah apapun jadi ringan. Hahaha....

Blog Walking

Melihat-lihat blog yang bagus tentunya akan memberikan inspirasi bagi kita mudah-mudahan bisa menimbulkan semangat juga bagi kita untuk mengejar ketinggalan.

Yah itu deh sedikit tips dari saya, mudah-mudahan ada yang cocok dengan teman-teman kalau enggak ada... ya cari dan gali lagi aja apa yang sebetulnya ingin kita lakukan dan kita butuhkan, jangan-jangan memang kita tidak mempunyai motivasi kuat buat ngeblog..... :)


30 Mei 2015

Betulkah Kita Ingin Sukses

Yang saya pahami, kalau sesuatu itu penting bagi kita maka sesuatu itu akan menjadi hal yang kita utamakan dan tidak kita sepelekan.  Ketika kita ditanya tentang sesuatu itu maka otomatis kita bisa menjawabnya dengan lantang karena sudah ada di bawah alam sadar kita, karena sesuatu itu penting bagi kita.  Setujukah?

Yang jadi masalah adalah ketika menganggap sesuatu itu penting tetapi ketika ditanya tentang sesuatu itu kita membutuhkan waktu yang lama untuk menjawabnya.  Apakah benar sesuatu itu penting dalam hidup kita?

Sumber: Kikasyafii.com

Itulah yang terjadi, kita menganggap sesuatu itu penting tetapi dalam kenyataannya kita sudah menyepelekan dan itu berarti kita menganggapnya sudah tidak penting.  Seseorang ditanya apa yang paling penting yang ingin anda capai?  Dan ia menjawab "Saya ingin sukses" Lalu mengapa Anda ingin sukses?  Ketika orang itu perlu berpikir lama atau memberikan jawaban yang tidak jelas maka ia sudah menganggap keinginannya yang paling penting itu tidak penting.

Seorang yang sukses sudah tau pasti untuk apa ia sukses.  Dan ketika ia ditanya kenapa ia ingin sukses, ia dengan lantang akan menjawabnya, karena itu sudah ada di bawah alam sadarnya, karena itu sudah menjadi hal yang penting bagi dirinya. Right?  *haha ketularan Ipho

Kita bisa sukses menjadi apa saja yang kita inginkan ketika sukses itu menjadi hal yang penting bagi kita, ini dibuktikan dengan adanya alasan yang kuat yang sudah terekam erat dalam memori bawah sadar kita. Dan alasan itu adalah Value, nilai, sesuatu yang berharga yang harus dicapai. Semakin tinggi nilai sesuatu semakin bersemangatlah kita mencapainya.

Value atau nilai memiliki peran sebagai filter yang beroperasi di bawah alam sadar kita yang menentukan fokus kita dan bagaimana kita memanfaatkan waktu.  Semakin bernilai sesuatu itu semakin banyak waktu yang kita gunakan untuk melakukan itu. Value ini adalah sumber motivasi, Value seseorang bisa berubah sesuai perkembangan dan pertumbuhan diri kita.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa pengaruh bawah sadar terhadap diri manusia sebesar 90% sementara pikiran sadarnya hanya 10%.  Bisa kita pahami mengapa seseorang belum sukses karena ternyata alam sadarnya belum menginginkan itu walau alam sadarnya mengatakan ingin sukses. Ia tidak fokus dalam mengejar impiannya, mudah terganggu dan mudah goyah dan sesuatu yang dikerjakan tidak fokus maka hasilnya tidak akan maksimal.

Seperti halnya kita menggunakan kaca pembesar untuk membakar kertas dengan menfokuskan matahari menjadi satu titik.  Hal ini tidak mungkin dicapai bila sebentar-sebentar kita menggerakkan kaca pembesar itu.  Motivasi untuk mempertahankan fokus ditentukan oleh seberapa penting menurut pikiran kita, kita perlu membakar kertas itu.

Jadi sudahkah sukses menjadi hal yang penting dalam diri kita dan sudah terekam kuat di alam bawah sadar kita?

Disarikan dari
Live Value: The Source of Motivation
Kesalahan Fatal dalam Mengejar Impian  (Adi W Gumawan)

3 Jan 2015

Tahun Baru 2015 - Mau apa ya..?

Tahun 2014 baru saja berlalu, sementara tahun baru 2015 baru saja memulai harinya.  Senang sekali melihat semangat teman-teman di dunia maya dengan segala tantangan dan resolusinya.  Jadi kebawa semangat membuat semacam tantangan  2015 ini.  Beberapa tahun terakhir aku tidak membuat resolusi karena selalu kecewa dengan hasilnya. Tahun 2015 ini aku ingin membuatnya lagi dengan perbaikan di sana sini tentu saja.

Mengevaluasi resolusi terakhir yang kubuat yaitu tahun 2012, aku jadi malu sendiri, ternyata di tengah perjalanan atau bahkan dibeberapa bulan selanjutnya aku sudah melupakannya. Mengapa itu bisa terjadi? Karena aku manusia yang suka lupa tentu saja (hihi... alasan yang aneh) tapi memang itu benar terjadi padaku.  Aku lupa dengan resolusiku karena resolusiku hanya disimpan dan tak pernah dibuka kembali bersama dengan berlalunya waktu dan seabreg kesibukkan, masalah dan kesenangan hidup yang datang silih berganti akhirnya terlupakanlah sang resolusiku itu dengan sempurna hahaha *ketawa miris.

Dan... ternyata bukan aku saja yang melakukan hal serupa di atas, berdasarkan sebuah survei konon kabarnya orang yang gagal melaksanakan resolusinya itu mencapai 88%.... ck..ck..ck.  Jadi apakah resolusi itu = kebodohan diawal tahun..? Tentu saja tidak, dengan memiliki resolusi setidaknya kita memiliki motivasi untuk bergerak lebih baik lagi.

Baiklah, jadi apa dong yang harus aku lakukan biar resolusiku tidak berakhir dengan tragis? Apa sebaiknya aku tidak usah membuat resolusi seperti dua tahun terakhir ini?  Oh tentu tidak, bukankah tidak membuat rencana itu berarti merencanakan kegagalan ya?

gambar dari fesbuk :D

Jadi ingat tulisanku dulu yang isinya antara lain mengingatkan aku tentang ciri orang sukses yaitu salah satunya adalah menuntaskan 100% semua yang sudah dimulainya.  Sedangkan orang gagal adalah orang yang mulai, mulai dan mulai saja.  Ada cara sebuah cara untuk mengeliminir resolusi atau mimpi-mimpi kita berakhir dengan tragis diantaranya adalah:


  • Ditulis
  • Menggunakan kalimat positif
  • Dibuat detail
  • Divisualisasikan (dibayangkan)
  • Dorongan yang kuat
  • Mimpi boleh rasional ataupun tidak rasional
  • Bermakna dan menantang untuk diraih
  • Dibaca berulang-ulang
  • Diceritakan dan dideklarisasikan
  • Dipampang di tempat-tempat privasi kita yang mudah kita baca
Yang harus diingat adalah:

Visi tanpa eksekusi adalah lamunan. Eksekusi tanpa visi adalah mimpi buruk.
Vision without execution is a daydream. Execution without vision is a nightmare.
Lalu apa dong resolusiku di tahun 2015 ini ?  Secara umum aku ingin menjadi lebih baik lagi dari tahun-tahun kemarin di semua amanah yang sedang kuemban saat ini.  Terlihat tidak fokus dan absurd kan? Sebuah resolusi disebut absud kala resolusi kita tidak jelas langkah dan batas waktunya. Yang jelas sih aku punya detailnya.  Resolusi yang berupa keinginan - keinginan jangka pendek berupa materi dan capaian juga ada.  Tapi malu ah kalau aku ekspose nanti saja kalau sudah tercapai aku tulis capaian itu sebagai rasa syukur aku berhasil meraih satu demi satu resolusiku.

Begitulah.... selamat berjuang meraih impian dan harapan di tahun baru 2015 ini ya teman-teman..... ^_^


Cimahi, 3 Januari 2015




28 Des 2014

Move On Atuhlah...

Cimahi, 28 Desember 2014

Bismillah,

Tahun 2014 sebentar lagi berlalu, tahun 2015 akan segera tiba, walaupun pergantian tahun ini adalah tahun Masehi, tidak ada salahnya aku turut berkontemplasi merenungi perjalanan hidup selama tahun 2014 ini. Eh karena ini arena publik walau ini blog pribadi tapi tetap saja menjadi hal yang tidak privasi karena semua orang bisa membacanya, so yang aku tulis tentang renungan ini adalah perjalanan tentang hobiku yaitu menulis,  sementara mengenai yang lain out of the record sajah hehe....

Eng ing eng... ternyata kakak... selama 2014 ini aku mengalami kevakuman berkepanjangan haha.. coba lihat saja di blog ini sebulan paling banter posting beberapa kali, hanya awal tahun saja masih suka menulis februari masih bisa posting 8 kali (mungkin itu juga waktu pindahan blog ya..), Maret 3 postingan, April dan Mei 1, juni , juli, agustus kosong melompong. September 1 kali hiks...hiks... Kalau tahun tahun lalu ada buku yang terbit walau itu buku kroyokan tapi tahun ini mah boro-boro, ikut audisi saja tidak.... huhu... !!!

Alhamdulillahnya ternyata akhir september aku mulai bangkit lagi dan see... ternyata melihat hasilnya aku merasa telah menyia-nyiakan begitu banyak waktu untuk vakum di dunia yang sebetulnya sangat aku sukai.

Ada yang patut aku syukuri di tengah-tengah maju mundur cantiknya aku di dunia kepenulisan ternyata masih bisa mengukir sedikiiiiiiiiiiiiiiit bingits prestasi... kakak...hahaha.... Ternyata walaupun hanya menulis satu kali postingan di bulan itu, tetapi bisa terpilih menjadi juara dua review  berhadiah buku senilai lebih dari dua juta rupiah...see ternyata aku bisa kakak..... *manggil si kakak melulu niih hehe,



Oktober sampai Desember ini aku mulai rajin lagi menulis di blog, dengan kondisi yang sama di awal tahun bahkan lebih parah karena tangan kananku aku pecat (baca: diberhentikan dengan hormat)  tapi aku tetap bisa menulis ternyata... Aku menyiasati dengan banyak menghadiri undangan  review produk hingga aku memiliki kewajiban untuk menulis review. Mau tidak mau aku harus menulis, dipaksa oleh keadaan yang aku ciptakan sendiri.  Alhamdulillah aku mulai konsisten menulis walau dipaksa, dan ternyata...walau awalnya merasa terpaksa tapi akhirnya aku mulai menemukan kembali keasyikan menulis.

Dan dipenghujung tahun ini, ditengah-tengah semangat yang kupaksakan untuk hadir..... alhamdulillah kembali aku bisa terpilih menjadi salah satu juara lomba review produk berhadiah me time yang keren.
Aku pun sempat mengikuti lomba review produk Kispray tentang percaya diri, walau harapan untuk menang kecil karena pesertanya seabreg-abreg dan diikuti oleh para jawara serta cikgu kepenulisan yang sudah kesohor, tapi aku senang karena aku sudah bisa berpartisipasi, dan tetap berdo'a semoga bisa menang hehe....  harapan itu masih ada.. jreng..jreng.. hihi....

See Ida ternyata kamu mampu, ternyata ditengah-tengah keterbatasan waktu dan keterbatasan semangat yang kau miliki kamu masih bisa mengukir prestasi walau tak seberapa...

Rasa-rasanya aku patut menyadari dengan sedalam-dalamnya that I have a passion an ability in this hobby and that enough to be a new spirit for me.  So next year there are many reasons for me to have a new spirit, move on... move on Ida... See...!!  You will get something wonderfull in this hobby. And I must believe that.

Begitulah kakak kontemplasi diriku kali ini.... next year, perhaps I have a new spirit more and more... perhaps I will do better than before, perhaps Allah SWT bless me and my wonderfull family.... Focus, consistently that the keywords. 

Apa pun yang terjadi aku harus memanfaatkan 24 jam waktuku perhari nya untuk sesuatu yang jauh lebih bermanfaat di tahun depan nanti, salah satunya aku harus komitmen untuk tetap semangat menulis dan meraih sesuatu yang bermanfaat dan berharga apa pun itu dari hobi ini.... aku harus lebih pandai mengatur waktuku.

Maafkan yaa... kalau orang lain mah di ujung tahun ini sibuk dengan resolusi dan evaluasi prestasi sepanjang tahun ini, sementara aku mah sedang sibuk mengajak diriku untuk move on... ihiks tapi jurus jituku kembali aku munculkan... tidak ada kata terlambat bukan..? Hahaha ..... Yu ah...kita dadah dadah cantik dulu ya kakak... ^_^  See you next year in better life.

15 Des 2014

Baiklah Aku Percepat Saja............

Cimahi, 15 Desember 2014

Bismillah,

Ada banyak yang ingin kutuliskan saat ini, namun badanku ternyata rempong deh kaka, efek yoga yang dirasakan kemarin beberapa teman media dan blogger ternyata baru kurasakan setiba di rumah. Tapi aku ingin menulis, menulis sesuatu yang kurasakan saja, menulis yang ingin kutuliskan tentu saja....

gbr diambil dari farmasidua.blogspot.com

Sejauh ini aku sangat bersyukur ketika Allah memberikan kembali motivasi menulis padaku.  Pertanyaan retorisku selama ini adalah, kalau menulis itu hobimu kenapa selama ini tiba-tiba saja enggan menulis? Jangan-jangan aku tidak punya hobi menulis, masa sama hobi kok malas-malasan.  Iih kata siapa aku berhenti menulis walau jarang ngeblog, aku tetap menulis..... menulis status di fesbuk hahaha.....

Sebetulnya meski aku tidak ngeblog lagi dan berhenti mengejar mimpi menjadi penulis bukan karena aku tak ingin menulis lagi.  Hal ini lebih disebabkan kondisiku dan ketidaksiapan mental diriku menerima keadaan ini.  Merasa dengan seabreg rutinitas yang tiba-tiba harus kulakukan, aku tak bisa memiliki kesempatan untuk menulis. Bagaimana bisa menulis, waktu untuk membaca pun sepertinya tak kumiliki lagi, itu pikiran yang selalu membelengguku.

Tapi setelah waktu berlalu begitu lama, (terlalu lama ternyata), aku tersadarkan tak mungkin aku berharap pada keadaan, aku yang harus menghadapi keadaan ini, mengelolanya sedemikian rupa hingga dalam kondisi apa pun aku bisa menyeruak bebas lepas dari tirani yang membelenguku, menjadikannya seperti tekanan pada bola, yang semakin ditekan akan semakin memantul tinggi.

Ketika aku hanya menyaksikan teman-temanku berlari, ketika itu pula aku semakin diam, stagnan dan menjauh dari mimpiku yang satu dua tahun kebelakang begitu menggebu. Aku terkubur bersama mimpiku...

Hahaha lebay ya....  baiklah, sebenarnya aku ingin cerita bahwa aku bangkit di Oktober kemarin, menyadari akan ketololan dan kemalasanku selama ini. Aku mencoba bangkit di tengah situasi yang sama ketika aku mengubur mimpiku.  Luar biasa memang... Allah Maha Baik... tiba-tiba saja pemaksaan diriku ini berbuah berkah..tiba-tiba saja menulis memberikan 'sesuatu'.  Oktober, November, Desember.... hore 3 bulan aku bisa menjaga semangatku.  Aku berjanji kalau bisa sampai 6 bulan aku akan mengoptimasi bloggku dan serius mengelolanya...dibantu my hubby yang memang tau cukup banyak soal optimasi ini.

Oh tapi tidak ternyata, aku akan melanggar janjiku.. tidak..tidak 6 bulan. Januari ini aku akan memulainya.. Insya Allah, akan kupercepat saja. Begitu banyak berkah ternyata... aku suka ini.  dan aku mau ini.  Terima kasih Allah, semoga hambaMu ini bisa mengatur amanah-amanah yang Kau berikan dengan baik. 

28 Nov 2014

"Little Voice" Penghambat Sukses Kita

Cimahi, 28 November 2014

Bismillah,


"Ah ini bukan passion kamu..."
"Ah atuda aku mah apa atuh..."
"Bagaimana kalau nanti rugi...?"
"Mampukah aku melakukannya...?"
"Sudahlah... cukup begini saja, tak usahlah terbang terlalu tinggi...nanti kamu jatuh, sakitnya tuh disini.."

Bukankah kata-kata seperti itu yang sering kita dengar, atau yang sering ada di benak kita ?  Kata-kata yang sedemikian seringnya hingga menghujam di dalam kalbu kita untuk kemudian mempengaruhi pikiran dan membuat keraguan dalam melangkah hingga membentuk sebuah paradigma dalam pikiran kita.

Di dalam Al Qur'an dalam surat An Naas ayat 6 dikatakan "Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia".  Kata-kata seperti di ataslah salah satunya, kata-kata bervirus yang dibisikkan oleh syetan ke dada-dada manusia agar berhenti mengusahakan meraih impiannya.  Kata-kata yang menjadikan manusia hanya menjadi manusia yang tidak berguna dan tidak memberikan manfaat dalam kehidupannya.

Begitulah, syeitan berusaha menyebarkan virus - virus itu dengan berbagai macam cara,  membuat kita ragu untuk melangkah, membuat kita menunda hingga tiba saat yang tepat yang pada akhirnya tidak pernah terealisasikan.

Selain itu juga bisikan syetan bisa berupa godaan untuk mengalihkan fokus.  Ketika kita mengerjakan sesuatu lalu digodalah kita hingga kita teralih sejenak atau lupa sedang mengerjakan sesuatu tersebut.  Contoh soal yang 'gue banget' ketika nulis, tilawah atau murojaah di hp suka terganggu dengan pemberitahuan di fesbuk, yang akhirnya si aku membuka fesbuk dan lupalah kalau sedang mengerjakan sesuatu yang jauh lebih penting.

Bisikan syetan pun bisa berupa membatasi kemampuan kita untuk maju dengan meniupkan anggapan diri kita dengan citra negatif.  Potensi kita yang sesungguhnya besar kalau kita kerahkan akan menjadi tidak berarti apa - apa dengan pemikiran negatif kita. "Aku jelek, Aku ga mampu, aku mah apa atuh, aku mah beda dengan dia yang memang hebat.  Pengerdilan diri kita seperti analogi seekor jangkrik yang disimpan dalam kotak. Jangkrik yang sebenarnya berkemampuan melompat jauh lebih tinggi tetapi karena terkungkung, hanya mampu melompat sebatas kotak tersebut.

 
gbr diambil dari kuncimeraihsuksesblogdetik.com
Waktu adalah kehidupan, waktu adalah modal kita yang diberikan Allah SWT untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.  Inilah yang suka dicuri oleh syetan dari kita.  Dengan sikap kita yang suka menunda - nunda pekerjaan.  Atau dibiarkannya kita terlena, melakukan perbuatan yang sia-sia, tidak berguna bagi diri kita bahkan mungkin saja menghancurkan kita.

Syetan jug membiarkan kita memiliki sebuah keyakinan yang salah.  Misalnya saja untuk memulai sesuatu harus memiliki modal, pengalaman.  Keyakinan yang salah yang membuat kita under estimate terhadap kemampuan kita, minder dengan diri kita yang tidak cantik, tidak tinggi, tidak putih.  Sebuah keyakinan palsu yang akan membuat kita kehilangan peluang-peluang besar dalamkehidupan kita.

Hal-hal seperti di atas itulah yang biasanya menghambat diri kita untuk maju meraih impian kita. Ragu melangkah, dan asyik di dalam zona nyaman kita. Jangan salahkan orang lain kalau kita sampai saat ini masih jalan di tempat, stagnan dan tidak meraih prestasi apa pun dalam kehidupan kita.  Pandanglah diri kita, intropeksi ke dalam diri kita itu jauh lebih baik dari pada menyalahkan keadaan atau orang lain atau bahkan Allah SWT atas segala kegagalan kita.

*Sebuah self reminder




6 Nov 2014

"Kami Siap Berjuang Sampai Kiamat..."

Cimahi, 6 November 2014

Bismillah,

"Kami siap berjuang sampai kiamat..." kalimat itu terucap dari mulut kecilnya, tentu saja berbahasa arab.  Setelah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sontak saja takbir pun bergema di seantero masjid terbesar di kota Cimahi tersebut.  Suasana pun semakin mengharu biru.  Entahlah selalu ada perasaan sendu dan syahdu takkala berbicara tentang bumi terjajah.... bumi Palestina.

Kemarin sore,  hari Rabu 5 November 2014 Masjid Agung Cimahi kedatangan tamu istimewa.  Empat orang pemuda penghafal al qur'an dari kota Gaza Palestina. Empat orang perwakilan tersebut terdiri dari Omar 14 tahun, Salim 12 tahun, Husen 15 tahun serta guru mereka Syeh Muh Futur yang berusia 24 tahun.


Keempat pejuang Gaza ini adalah tiga hafidz terbaik dan seorang guru dari  sebuah pesantren al qur'an.  Sebuah pesantren yang berdiri atas bantuan Pesantren Daarur Qur'an Indonesia pimpinan bapak KH. Yusuf Mansyur.  Pesantren yang kini telah luluh lantak karena di bombardir oleh Israel laknatullah alaih,  Pesantren itu di bom dengan tiga bom dan tujuh bom disekitar area pesantren.  Mereka kemudian berpindah tempat menghapal al aqur'an di sebuah masjid.  Namun kembali masjid itu dihancurkan oleh Israel.  Akhirnya mereka semua pindah menghapal al qur'an di rumah masing-masing.

Menurut penuturan mereka Israel sangat takut terhadap para penghapal al qur'an hatta para penghapal al qur'an itu hanyalah anak-anak kecil, hatta para penghapal al qur'an itu seorang perempuan berusia 53 tahun.

Ketika ditanya apakah hafalannya terganggu saat ada perang, Salim menjawab bahwa ia tidak takut dengan perang, ia tidak takut dengan bom. Hapalan tetap ia lakukan walau dalam suasana perang.  Salim yang sangat cinta terhadap al qur'an itu terbukti dari cita-citanya yang ingin menjadi penghapal alqur'an, pengajar al qur'an pelaksana al qur'an. Ia selalu semangat menghapal al qur'an karena ia akan menjadi generasi penerus pelanjut perjuangan.  Bahkan ia berkata bahwa sampai kiamat pun kami akan selalu siap untuk berjuang. Dua puluh tiga orang keluarga besar Salim telah berhasil menjadi syahid menjemput syurga Allah SWT, Subhanalloh.....

Selain Salim ada Omar yang bercita-cita menjadi jenderal pasukan, Husen berusia 15 tahun, berbeda dengan Salim dan Omar yang tampak lebih ceria, Husen terlihat sedikit senyum dan berwajah sedih,  Ternyata dia baru beberapa hari ditinggal wafat ayahnya yang gugur di medan pertempuran.

Sungguh kehadiran mereka membuat para hadirin yang sebagian besar adalah anak-anak penghapal al qur'an kota cimahi menjadi lebih bersemangat dalam menghapal a qur'an.  Sungguh ...kehadiran mereka membuat kami para hadirin malu hati, karena dalam suasana yang jauh lebih nyaman kami tidak sesemangat mereka dalam menghapal al qur'an.  Sungguh dalam diammu, dalam ucapmu adalah tarbiyah bagi kami yang hadir saat itu.

Semoga kehadiran kalian wahai para pejuang kekasih Allah ... menyebarkan virus kepada kami, virus yang ingin merasa selalu dekat dengan petunjuk hidup kami, virus penyemangat bagi kami yang loyo, yang merasa cukup dan mungkin malah bangga dengan hanya sudah mampu berODOJ ria...... Semoga saja... Aamiin Allohumma Aamiin.....
  

31 Okt 2014

Ngeblog, Antara Hobi dan Pundi-Pundi

Cimahi, 31 Oktober 2014

Bismillah

Sepekan ini mulai mendalami dunia perblogan kembali, jadi mulai mengerti dan paham ternyata di dunia blogger juga terdapat kubu-kubu an ya.  Ada istilah blog sampah ternyata... blog yang isinya curhat-curhatan doang katanya.  Ada yang menganggap memang itu fungsi blog mengeluarkan isi hati dan berbagi kalau mau bikin berita mah sudah saja jadi wartawan sekalian....

Awalnya saya ngeblog tahun 2007 di Multiply yang sekarang sudah wafat isinya kebanyakan tentang anak-anak. Perkembangan mereka, kejadian sehari-hari yang lucu, yang menegangkan apa pun tentang anak-anak rasa-rasanya saya tulis deh. Sedikit curhat juga ada, kalau mau dibilang blog "sampah" oleh mereka yang berpendapat demikian  mungkin iya juga hehe...

Sampai akhirnya multiply wafat yang membuat semangat ngeblog menjadi memudar. Ada waktu tenggang sih untuk memindahkan tulisan-tulisan tapi tetap saja membuat ribet dan saya tidak melakukan itu.  Hanya sebagian kecil isinya yang saya transfer ke blog ini.

Yang jelas dari ngeblog saya banyak menarik manfaat.  Kak Azizah bisa menghasilkan buku-buku juga karena awalnya ngeliat si umi ngeblog, ikutan ngeblog eh keasyikan nulis.   Kalau teteh Fathiya lebih karena kedorong-dorong aja.  Zaman dia mah uminya sudah jarang nulis.  Tapi alhamdulillah walau dia suka nulis dalam kondisi kepepet (pas perlu uang hahaha...buat dikirim ke media ) sudah ada buku antalogi juga, bahkan Fathiya lebih beruntung karena dia dari kecil sudah mulai kedorong-dorong nulis, bisa ikutan Konfrensi Penulis Cilik Indonesia sampai empat kali termasuk yang bulan November nanti,  KPCI ajang keren buat anak-anak pengalaman jauh dari ortu, nginep di hotel berbintang, ketemu penulis cilik se Indonesia, jalan-jalan ke tempat wisata, ada pelatihan gratisnya eh pulang2 dibekalin uang juga hehe...

Alhamdulillah hobi ini sangat baik, cuman si sayahnya aja yang maju mundur cantik haha... Yang jelas walau tidak diseriusin juga berawal dari ngeblog inilah saya punya beberapa buku antalogi tiga sudah terbit, beberapa gak jadi terbit, ada juga yang gak jelas... ya sudah rapopo. Beberapa kali menang lomba-lomba dapat hadiah ballpoint cantik, modem (yang dipake sekarang internetan),tas, buku-buku senilat jutaan rupiah itu juga dari ngeblog. Memang masih sangat-sangaaaat jauh dari teman-taman yang lainnya tapi pokoknya hobi ini memang sangat baik dan bermanfaat, selain itu manfaat lainnya antara lain  mengasah kemampuan menulis kita, ,memaksa untuk rajin membaca, mengisi waktu luang, menyalurkan hobi menulis, hobi curhat (curhat kok hobi xixixi...) dsb.  Tinggal saya seriusin pasti makin banyak manfaat yang saya dapat termasuk orderan menulis sampai jt jt seperti teman-teman yang sudah lama malang melintang di dunia perblogan atau minimal dari iklan-iklan yang dipasang.


Sepekan terakhir ini saya mulai aktif menulis lagi.  Belum seminggu sudah banyak yang saya dapatkan termasuk uang hasil reportase.  Waah senang dong dari hobi jadi duwit, walau sempat di protes anak-anak, karena yang biasanya si umi banyak stand by di rumah atau pun kalau pergi mereka bisa ikut, tiba-tiba mulai pergi-pergi an tanpa mereka boleh ikut serta.  Tapi alhamdulillah pas pulang bawa oleh-oleh hadiah dari penyelenggara. Wuiiih rebutan, mereka seneng juga uminya bawa oleh-oleh, ini berkat ngeblog kata si umi, padahal mah modus biar mereka tidak protes kalau si uminya ngelayap terus hehe...

Anak-anak sudah beranjak besar, misua sudah nawarin untuk meng upgrade blog biar diseriusin tinggal sayanya aja yang suka maju mundur cantik (keukeuh hihi..).  Bukan apa-apa siih, saya kan bussiness woman skala nasional (wkwk... Amin aja deh... ) jadi masih disibukkan sama hal-hal sedemikian itu yang terkadang menguras waktu, pikiran dan tenaga yang lumayan...belum urusan IRT dll.. jadi begitu deh.  Mudah-mudahan saja bisa, saya mau lihat lima - enam bulan ini, kalau saya konsisten oke deh.. saya seriusin.... 

Semoga bisa ya.... harus bisa ... insya Alloh bisa.... Aamiin Allohumma Aamiin

8 Feb 2014

Menjadi Pengusaha, Sulitkah?


Cimahi, 19 Januari 2012

Bismillah

Untuk menjadi sebuah negara maju, negara kita memerlukan minimal 2%  dari penduduknya menjadi pengusaha. Sebetulnya 2% itu sedikit ya? Tapi bila itu dari seluruh jumlah penduduk Indonesia, jumlah yang cukup banyak pastinya. Dan negara kita baru memiliki sekitar 400 ribu an pengusaha atau setara dengan 0,18 persen saja dari jumlah penduduknya.

Miris ya...?
Lalu apa sih sebenarnya yang menghambat kita untuk menjadi pengusaha? Padahal kita tahu Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa sembilan dari sepuluh pintu rezeki adalah dari perdagangan. Lalu kita pun tahu bahwa sembilan dari sepuluh sahabat rasulullah yang dijamin masuk syurga adalah para pengusaha (saudagar).

Berwirausaha sulitkah?

Ada banyak hal yang membuat kita takut melangkah ketika akan memulai suatu usaha. Yang pasti sih takut rugi ya? (Saya banget gitu lho...). Lalu karena takut rugi maka sebelum kita melangkah banyak hal yang kita lakukan. Studi kelayakan, menguasai teknis, mengamati pesaing,mengumpulkan modal, mencari lokasi,mencari karyawan dan lain sebagainya. Lalu ketika hasil survey  tidak prospektif selangkah demi selangkah kita mundur beralih mempertimbangkan bisnis yang lain. Terus kapan mulainya dong?

Waktu kita lulus kuliah dulu terpikir engga sih untuk berbisnis? Kalau saya enggak deh. Yang kepikiran ngelamar kemana nih? Atau dilamar siapa niih hehehe...Kenapa ya? Apakah menjadi seorang pebisnis ini memerlukan bakat turunan?  Mengingat bidang ini di negara kita banyak dikuasai oleh teman kita turunan Cina. Kalo memang bakat, bukankah kata lagu "Nenek moyangku seorang pelaut..." Pelaut ya...! bukan nelayan. Pelaut kan dari lautan menuju lautan, dari samudra menuju samudra. Untuk apa? Ya berdagangkan? Nenek moyang kita pedagang lho! Jadi kita semua punya bakat di bidang itu hihi..  

PR besar bagi negara kita untuk menciptakan para enterpreuneur baru. Dan ini semua bermula dari sistem pendidikan yang harus diubah. Mengapa demikian? 

Pendidikan di negara kita sangat memanjakan otak kiri. Dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi terlebih pasca sarjana, otak kiri lah yang banyak di asah. Sementara otak kanan hanya dilatih ketika pendidikan di usia dini saja, play grup dan taman kanan-kanak. Otak itu seperti pisau semakin di asah semakin tajam, tidak diasah akan tumpul.  Jadi jangan heran kalo negara kita banyak yang jago otak kirinya. Otak kanan golongan minoritas!

Sementara untuk terjun  di dunia bisnis, otak kananlah yang berperan. Kalau otak kiri yang kita gunakan ujung-ujungnya selalu banyak pertimbangan, urut - urut dan terencana. Menjadi pebisniskan harus kreatif, imajinatif, intuitif berani menghadapi perubahan dan resiko. Semua itu otak kanan kitalah yang berperan. Jadi jangan heran kalau di negara kita lebih banyak yang menjadi karyawan daripada menjadi pedagang. Enterpreuneur itu minoritas !!

So.... mulai sekarang saya harus mengasah otak kanan anak-anakku juga dong ...  
PR lageeee.......!!

14 Sep 2012

Menjadi 100%


Cimahi,  7 Januari 2012

Bismillah,

Jadi teringat sebuah pelatihan yang kuikuti hampir setengah tahun yang lalu. Sambil mengingatkan diri dan memotivasi diri, menulis apa yang masih terekam di benak.  Karena sudah menjadi sifatku semangat di awal saja.  Seiring berlalunya sang waktu pelatihan apa pun itu, sedahsyat apa pun itu hanya mampu memberiku energi satu bulan saja !! Ya itu rekor terlamaku....  

Ketika kita bertekad kuat untuk maju, energi yang harus kita berikan untuk itu keseriusan dan kesungguhan yang 100%.  Ketika kita tidak 100% berarti kita telah memberikan celah kepada syaitan untuk mengganggu diri kita.  Bila tidk 100% berarti kita telah menggadaikan mimpi-mimpi kita.

Sebagai contoh 
Bila kita berwudlu tidak 100%, misalnya membasuh tangan tidak sampai ke siku maka wudu kita tidak syah.
Sebuah AC  misalnya ketika pertama kali dinyalakan memerlukan 700 watt untuk setiap pk nya, ketika kita memberi energi 699 watt saja, AC itu tidak akan bisa menyala.
Sholat kita, kita kurangi tidak pakai ruku misalnya maka sholat kita tidak akan syah.

Tidak 100% = 0%

Orang sukses adalah orang yang menuntaskan 100% semua hal yang sudah dimulainya. Sedangkan orang gagal adalah orang yang hanya mulai, mulai, dan mulai saja.

Cara meraih mimpi:
1.  Ditulis
2.  Menggunakan kalimat positif
3.  Dibuat detail
4.  Divisualisasikan (dibayangkan)
5.  Dorongan yang kuat
6.  Mimpi boleh rasional ataupun tidak rasional
7.  Bermakna dan menantang untuk diraih
8.  Dibaca berulang-ulang
9.  Diceritakan dan di deklarisasikan.

Mimpi terbesarku :
Hapal Al Qur'an  (Aamiin, Aamiin Allohumma Aamiin)
Menjadi konglomerat SUKSES  (Aamiin Allohumma Aamiin)

Hayoooooooo SEMANGAT !!!

Go Extra Miles


Cimahi, 19 Februari 2012

Bismillah,

Tahun baru  baik Hijriah maupun Masehi, baru beberapa bulan kita lewati,  tetapi  semangat tahun baru dengan resolusi-resolusinya sudah mulai menurun dengan teratur tampaknya.  Menjaga semangat dan menjadi tekun memang tidak mudah, banyak hal yang akan terus menggodanya.

Resolusi saya tahun ini memang tidak terlalu jauh berbeda dengan tahun yang lalu. Tapi tak ingin berakhir  tragis seperti resolusi 2011. Melihat begitu banyaknya orang yang gagal melaksanakan resolusi, konon kabarnya sampai 88%, apakah berarti Resolusi  = Kebodohan awal tahun? Tentu saja tidak. Dengan memiliki resolusi kita memiliki motivasi untuk bergerak kearah yang lebih baik. Bukankah seorang muslim memang harus seperti itu? Jika hari ini  masih sama dengan hari yang lalu maka kita termasuk orang yang merugi. Jika hari ini lebih buruk dari hari yang lalu maka kita termasuk orang yang celaka.

Secara umum resolusi tahun ini saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik di semua peran yang saya miliki.  Terdengar tidak fokus dan absurd ya? Bagi saya tidak! Resolusi yang absurd itu tidak jelas langkah dan batas waktunya.  Saya masih bisa merunut apa yang sang harus saya lakukan. Yang menjadi kendala adalah menjaga semangat selama 356 hari dan menjadi tekun dalam melakukannya.  Butuh sebuah energi yang ekstra karena disiplin bagi saya memang masih sebuah angan yang ingin kubuat menjadi sebuah azam.

Mengingat begitu banyak waktu yang telah saya buang dengan sia-sia.  Mau tidak mau saya memang harus “Go extra miles” berbuat dan berusaha melebihi standar untuk mengejar seluruh ketinggalan saya.

Seorang muslim seyogyanya selalu memiliki lompatan kualitas, meng up grade diri nya terus - menerus. Modal yang Allah berikan kepada kita berupa waktu dalam kehidupan kita, harus selalu kita optimalkan, hingga kita menjadi pribadi yang terus lebih baik. Sehingga kita memiliki ‘sesuatu’ yang bisa kita persembahkan sebagai bukti pertanggung jawaban kita di akhirat nanti.

Memperbaiki kualitas diri dan terus berbagi kesadaran dan motivasi kepada sesama harus berawal dengan niat yang ikhlas mencari ridla Nya. Niat kita pun harus selalu kita evaluasi apakah berubah atau tidak dari niat awalnya. Semua itu agar ‘perjuangan’ kita tidak menjadi sia-sia dimata Nya, Allah SWT.

Bagi yang merasa stagnan, untuk menjadi pemenang memang harus berlari kencang melebihi yang lainnya.   Yuk… bersama-sama kita....Go Extra Miles…..

18 Jun 2012

Mencari Kunci Nenek yang Hilang

Bismillah,

Hari beranjak siang, matahari sudah mulai tinggi.  Tiba di Bank Syariah Mandiri jam telah menunjukkan pukul 10.30 WIB.  Hari ini aku memang datang terlambat, mempersiapkan banyak hal akhirnya tak bisa pergi agak pagi.  Begitu kubuka pintu, eh bukan aku yang buka ding, dua orang satpam yang full senyum membukakan pintu sambil menyapa dengan ucapan salam, terlihat ruangan penuh dengan orang-orang yang sedang menanti.  Alamat lama menunggu pikirku. Benar saja, aku kebagian nomor 75 sementara antrian baru sampai  nomor 50 an. Beruntungnya Dede Maghfi engga jadi ikut, kalau ikut tentulah akan rewel, terlalu lama menanti.

Biasanya orang akan bĂȘte dengan antrian yang demikian panjang, aku tidak, malah sedikit senang. Apa pasal?  Saat-saat seperti ini selalu aku nikmati dengan membaca majalah-majalah ekonomi yang cukup menarik minatku. Me Time !! heuheu.  Setelah mempersiapkan segala sesuatu, mengecek slip setoran dan menghitung uang, aku bermaksud mengambil majalah.  Niatku tertunda karena setelah itu aku asyik berbincang dengan beberapa kenalan yang kutemui.
Setelah teman-temanku berlalu, seorang ibu disampingku mengajak berbincang juga.  Nomor antriannya masih panjang selisih tiga nomor denganku.  Akhirnya aku mohon izin kepadanya untuk mengambil majalah di depan.  Sembarang aku ambil sebuah majalah. Apa saja yang penting bisa membaca pikirku. Ternyata yang kuambil Majalah Gatra No 14, terbitan 9-15 Februari 2012, belum terlalu basi.

Setelah beberapa lama membaca ada sebuah artikel menarik perhatianku,  judulnya  “Kunci Nenek Hilang” tulisan Kevin Wu, SE CH,CHt seorang Managing Directior di perusahaan CoreAction Result Consulting ( Wuiiiiiiih daku hapal yaaak… hihi… ) Tulisannya ringan, enak dibaca.  Berkisah tentang seorang nenek yang sedang mencari kunci nya yang hilang pada suatu malam di yang gelap.  Merasa kasihan melihat si nenek kebingungan mencari , beberapa pemuda berinisiatif membantu.  Setelah lama mencari, kunci belum ditemukan juga. Beberapa pemuda mulai putus asa dan berhenti mencari.  Seorang pemuda berinisiatif bertanya pada sang nenek .
 “Memang kunci Nenek hilang dimana?” Tanya si pemuda
“Di ujung gang itu” jawab sang nenek
Semua yang mendengar tentu saja kaget. “Lalu kenapa nenek mencari disini, bukan di sana ?” Pemuda tadi bertanya heran. 
“Karena di sini lebih terang” Jawab si nenek.  Para pemuda itu pun melongo, sampai terbuka mulutnya.
Hahahah…. Lucu !!

Selanjutnya penulis menceritakan pengalamannya yang hampir mirip.  Di keremangan malam ia melihat seorang pedagang sate padang terlihat duduk menanti pembeli.  Di siang hari tempat itu ramai oleh pembeli. Penulis merasa heran kenapa si pedagang memilih berjualan di malam hari yang jarang pembelinya. Bertanyalah dirinya.
“Pak kenapa Bapak berjualan di malam hari, kan sepi. Kalau siang hari disini kan ramai?” Begitu kira-kira pertanyaan si penulis.
“Soalnya , kalau siang hari harus bayar Pak” Jawab si pedagang sate padang.
“Tentu bayarnya mahal ya Pak, sampai Bapak memilih berjualan di malam hari  walaupun sepi? Tanya penulis.
“Tidak Pak, hanya dua ribu rupiah saja”  si pedagang menjawab diiringi senyuman.
Kali ini penulis melongo tapi tanpa membuka mulut seperti para pemuda tadi.

Penulis berkisah bahwa kadang kita mungkin berprilaku seperti si nenek  dan pedagang sate tersebut.  Kita paham bagaimana meraih kesuksesan, namun prilaku kita sehari-hari tidak seperti orang yang ingin sukses. Enggan beranjak di zona nyaman yang sedang kita jalani.  

Seorang pakar manajemen dunia Ram Charan mengatakan bahwa setiap manusia akan mengalami salah satu dari dua penderitaan. Pertama menderita karena harus berdisiplin bekerja keras hari ini.  Kedua menderita karena menyesal di kemudian hari.  Tinggal kita memilih mau ‘penderitaan’ yang mana.

Gubraaaaak !!  Kali ini aku yang ngegubrak. Haha… engga deng. Tapi terasa di tonjok juga. 

Tulisan yang menarik… Semoga menjadi penyemangat diri yang sedang mulai loyo mengejar impian.

gbr diambil dari abah gugel

Menjadi Pengusaha, Sulitkah?

Bismillah

Untuk menjadi sebuah negara maju, negara kita memerlukan minimal 2%  dari penduduknya menjadi pengusaha. Sebetulnya 2% itu sedikit ya? Tapi bila itu dari seluruh jumlah penduduk Indonesia, jumlah yang cukup banyak pastinya. Dan negara kita baru memiliki sekitar 400 ribu an pengusaha atau setara dengan 0,18 persen saja dari jumlah penduduknya.

Miris ya...?
Lalu apa sih sebenarnya yang menghambat kita untuk menjadi pengusaha? Padahal kita tahu Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa sembilan dari sepuluh pintu rezeki adalah dari perdagangan. Lalu kita pun tahu bahwa sembilan dari sepuluh sahabat rasulullah yang dijamin masuk syurga adalah para pengusaha (saudagar).

Berwirausaha sulitkah?

Ada banyak hal yang membuat kita takut melangkah ketika akan memulai suatu usaha. Yang pasti sih takut rugi ya? (Saya banget gitu lho...). Lalu karena takut rugi maka sebelum kita melangkah banyak hal yang kita lakukan. Studi kelayakan, menguasai teknis, mengamati pesaing,mengumpulkan modal, mencari lokasi,mencari karyawan dan lain sebagainya. Lalu ketika hasil survey  tidak prospektif selangkah demi selangkah kita mundur beralih mempertimbangkan bisnis yang lain. Terus kapan mulainya dong?

Waktu kita lulus kuliah dulu terpikir engga sih untuk berbisnis? Kalau saya enggak deh. Yang kepikiran ngelamar kemana nih? Atau dilamar siapa niih hehehe...Kenapa ya? Apakah menjadi seorang pebisnis ini memerlukan bakat turunan?  Mengingat bidang ini di negara kita banyak dikuasai oleh teman kita turunan Cina. Kalo memang bakat, bukankah kata lagu "Nenek moyangku seorang pelaut..." Pelaut ya...! bukan nelayan. Pelaut kan dari lautan menuju lautan, dari samudra menuju samudra. Untuk apa? Ya berdagangkan? Nenek moyang kita pedagang lho! Jadi kita semua punya bakat di bidang itu hihi..  

PR besar bagi negara kita untuk menciptakan para enterpreuneur baru. Dan ini semua bermula dari sistem pendidikan yang harus diubah. Mengapa demikian? 

Pendidikan di negara kita sangat memanjakan otak kiri. Dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi terlebih pasca sarjana, otak kiri lah yang banyak di asah. Sementara otak kanan hanya dilatih ketika pendidikan di usia dini saja, play grup dan taman kanan-kanak. Otak itu seperti pisau semakin di asah semakin tajam, tidak diasah akan tumpul.  Jadi jangan heran kalo negara kita banyak yang jago otak kirinya. Otak kanan golongan minoritas!

Sementara untuk terjun  di dunia bisnis, otak kananlah yang berperan. Kalau otak kiri yang kita gunakan ujung-ujungnya selalu banyak pertimbangan, urut - urut dan terencana. Menjadi pebisniskan harus kreatif, imajinatif, intuitif berani menghadapi perubahan dan resiko. Semua itu otak kanan kitalah yang berperan. Jadi jangan heran kalau di negara kita lebih banyak yang menjadi karyawan daripada menjadi pedagang. Enterpreuneur itu minoritas !!

So.... mulai sekarang saya harus mengasah otak kanan anak-anakku juga dong ...  

PR lageeee.......!!