Tampilkan posting dengan label tausyiah. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label tausyiah. Tampilkan semua posting

26 Mei 2017

11 Tips Agar Sukses di Bulan Ramadhan


11 Tips Agar Sukses di Bulan Ramadhan  Bersyukur sekali kalau masih diberi kesempatan berjumpa dengan Ramadhan kali ini, meski persiapan kurang begitu optimal. Kalau ingat persiapan para sahabat Rasulullah SAW jadi malu, mereka mempersiapkan diri selama enam bulan sebelum Ramadhan dan selama enam bulan setelah Ramadhan mereka menikmati hasil men charge diri selama bulan Ramadhan sebelumnya.  Jadi selama setahun penuh mereka selalu berada dalam kebaikan jauh dari dosa dan perbuatan sia-sia...

Persiapan yang dilakukan oleh para sahabat meliputi persiapan Maaliyah, Fikriyyah, Jasadiah dan Rukhiyah atau bahasa lainnya, harta, keilmuan, fisik dan ruhiyah.  Kalau kita selama ini kurang mempersiapkan diri, seperti misalnya nih, kok jelang ramadhan malah fisik ngga fit, terkena flu, ada yang harus kita lakukan segera.  Sayangkan kalau Ramadhan ini tidak kita optimalkan, bulan bertabur diskon dari Allah SWT harus kita buru agar kita meraih banyak pahala di bulan ini.

Lalu apa dong yang harus kita lakukan agar Ramadhan ini kita bisa sukses?  Berikut 11 Tips Agar di Sukses Ramadhan :

2 Jul 2016

13 Tanda Orang yang Gagal Meraih Keutamaan Ramadhan


13 Tabda Orang yang Gagal Meraih Keutamaan Ramadhan  Hari Raya Iedul Fitri di depan mata, Ramadhan yang mulia sebentar lagi akan kita tinggalkan.  Entah kita masih diberi waktu atau tidak untuk bisa bertemu kembali dengannya.  Ramadhan yang katanya penuh kemulian, bulan spesial untuk umat Islam, tetapi terkadang kita memperlakukannya tidak spesial.

“Beberapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga…” (HR Bukhari dari Muslim)

Sukseskah Ramadhan kita ? Yuk kita intropeksi dengan tanda-tanda orang yang gagal meraih keutamaan Ramadhan.  Semoga bisa menjadikan kita mengevaluasi diri...

25 Jun 2016

Enam Tips Menjaga Semangat Ramadhan


Enam Tips Menjaga Semangat Ramadhan Pernah dengarkah kisah orang yang pertama kali pergi ibadah umroh atau haji ke Mekah?  Alkisah ada seseorang yang pergi beribadah haji, ketika pertama kali melihat kabah ia berurai air mata.  Beribu rasa membuncah di dadanya ada rasa takjub, bahagia, syukur, puas, cinta dan sebagainya. Minggu ke dua ia berada di sana, melihat kabah sudah tak ada lagi getar rasa takjub itu.  Dua minggu, tiga minggu ia mulai terbiasa dan ibadahnya tidak sesemangat awal ketika tiba di Mekah.

Itulah kita,  semakin kita sering berinteraksi dengan sesuatu maka akan semakin berkuranglah sensitifitas kita.  Pun demikian dengan ibadah kita di bulan Ramadhan ini.  Ketika di hari pertama kedua dan ketiga kita masih penuh semangat beribadah, tilawah,dzikir, sholat-sholat sunnah, seiring berlalunya sang waktu semangat itu pun kemudian semakin mengendur dan bahkan menghilang.  Malah mungkin yang ada harapan agar Ramadhan segera berlalu, na'udzubillah.

7 Mei 2016

8 Tips Agar Ramadhan Lebih Baik


8 Tips Agar Ramadhan Lebih Baik. Tidak terasa sebulan lagi Ramadhan akan tiba, serasa baru kemarin kita melaksanakan syaum di bulan Ramadhan, sekarang sudah bertemu lagi.  Begitulah sang waktu berlari, serasa begitu cepat datang dan pergi.  Itulah salah satu ciri hari kiamat

 Dari Sa’d bin Sa’id al-Anshari dari Anas bin Malik RA, bahwasanya ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan terjadi hari Kiamat sebelum sampai zaman itu menjadi saling berdekatan. Maka satu tahun seperti satu bulan, satu bulan seperti satu Jum‘at (pekan) dan satu Jum‘at seperti satu hari dan satu hari seperti satu jam dan satu jam seperti nyala api (hanya sekejap)” (HR. Ahmad bin Hambal rahimahullah dalam Musnadnya no.10956, dan At-Tirmidzi dalam al-Jami’ish shahih Sunan at-Tirmidzi no.2332 dari Anas RA dan dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jaami’ no.7422)

8 Apr 2016

Mencari Semangat



Kehidupan di dunia memang sebuah perjuangan untuk meraih sebuah kebahagiaan kekal di akhirat.  Tentu kita menginginkan kehidupan di akhirat nanti mendapatkan kehidupan yang terbaik.  Tidak ada penyesalan yang kita alami, seperti yang digambarkan di QS Yasin, yang mengatakan kelak manusia di akhirat akan menjerit memohon kepada Allah SWT agar dikembalikan ke dunia dan berjanji akan berbuat sebaik-baiknya.

Yang menjadi masalah adalah yang namanya perjuangan tentulah tidak mudah, ada syeitan yang berusaha mencari teman sebanyak-banyak untuk teman mereka kelak di akhirat.  Dibisikannya kita untuk berbuat maksiat, untuk malas berbuat kebaikan.  Tentu kita harus berusaha melawan itu semua, yang sering saya rasakan juga perasaan malas datang melanda ketika berbuat kebaikan.

Tidak semangat untuk melakukan kebaikan, malah yang ada lemah, letih, lesu, lunglai memang penyakit yang ada dalam diri kita. Lain lagi kalau untuk berbuat kemaksiatan atau sia-sia yang tidak bernilai ibadah yang akan menuai pahala kita dibuat semangat untuk melakukannya.

11 Sep 2015

Jiwa yang Lapar

Manusia membutuhkan makanan agar tubuhnya sehat, kuat dan dapat beraktifitas dengan nyaman dan semangat.  Kalau tubuh kita kekurangan asupan makanan tentu yang terjadi adalah rasa lapar hingga tubuh kita menjadi lemah,lesu, letih dan lemas.  Kita jadi tidak semangat bekerja atau mengerjakan apa pun. 

Sebetulnya selain tubuh kita  secara fisik, jiwa kita yang mengisi jasad kita atau biasa disebut ruh kita pun memerlukan makanan.  Bila kita tidak memberinya makanan maka jiwa atau ruh kita pun akan merasakan kelaparan. 

Berbeda dengan jasad kita yang mudah terdeteksi apabila merasa lapar dengan tanda yang sudah disebutkan di atas, ruh kita akan sedikit sulit terindikasi kalau merasa lapar.  Kita yang mempunyai ruh kadang tidak menyadari bahwa ruh kita sedang lapar. 

Apa makanan jiwa kita?  Makanan jiwa kita adalah asupan-asupan kalimat yang bergizi berupa siraman rohani yang mengingatkan kita, membekali kita, menyadarkan kita hakikat hidup kita di dunia ini. Asupan makanan ruhani kita bisa sholat-sholat khusyu kita, lantunan ayat-ayat suci al qur'an yang kita baca dengan khusyu dan kita resapi maknanya.

sumber: merdeka.com
Ketika ruh kita tidak mendapat asupan yang diperlukanya maka dampak dari kelaparan ruhiyah adalah sikap menganggap ringan dosa.  Semakin lapar jiwa kita semakin mudah kita berbuat dosa, semakin banyak dosa akan mengakibatkan jiwa kita sakit bahkan jiwa kita mati.

Ketika ruh kita lapar kita dengan mudah membuang-buang waktu kita untuk sesuatu yang tidak berguna, menggunjing, ngerumpi, membincangkan kealpaan orang lain seakan kita adalah manusia tanpa alpa. Mendengarkan musik yang melenakan dan menghanyutkan, meonton film yang membuat kita berangan-angan.

Padahal waktu adalah kehidupan, padahal waktu adalah modal hidup kita.  Seandainya kita seorang  pengusaha, sukakah kalau modal kita dibuang - buang dengan percuma, tentu kita akan merasa rugi.  Demikian juga dengan waktu, sayangnya jarang diantara kita yang menyadari bahwa waktu adalah modal yang Allah SWT berikan untuk digunakan sebaik-baiknya agar menghasilkan keuntungan yang besar yang bisa kita petik di akhirat nanti.

Supaya ruh kita tidak lapar, kita harus melakukan tarbiyah dzatiyah, yaitu pembinaan yang diberikan oleh diri kita kepada diri kita sendiri agar terbentuk pribadi yang  terus berubah menjadi pribadi yang semakin dekat dengan Allah SWT.  Pribadi yang selalu berubah menjadi lebih baik dalam segala aspek baik ruhiyah, jasadiyah maupun fikriyahnya.

Siapa lagi yang akan membina diri kita kalau bukan diri kita sendiri, karena nanti di alam penghisaban bersifat individual, siapa lagi yang bakal peduli kepada kehidupan kita di alam akhirat nanti, selain diri kita sendiri....

Yuuk mari kita sama-sama peduli pada diri kita, tidak hanya fisik saja yang kita dandani, kita percantik tapi jiwa kita amburadul penuh dosa dan maksiat.  Kalau kita termasuk orang yang mudah tersinggung, mudah marah dan mudah membicarakan kealpaan orang lain, melupakan persiapan kehidupan di akhirat dan terlalu mencintai dunia, kita patut hati-hati, itu salah satu tanda jiwa kita sedang lapar, sedang bete alias butuh tausyiah.....

Karena yang akan menolong kita di akhirat nanti bukanlah wajah kita yang kita percantik, fisik kita yang kita perindah, tapi yang akan menolong adalah jiwa-jiwa kita yang selalu rajin kita bina, kita pelihara dan kita bersihkan..... ^_^

areminderformyself

3 Sep 2015

Ketika Hati Kita Sakit

Hati itu ibarat cawan, ia mengeluarkan apa yang ada di dalamnya, andai di dalamnya ada air putih maka yang dikeluarkannya adalah air putih tetapi kalau isinya air kopi maka yang dikeluarkannya pastilah air kopi tidak mungkin ia mengeluarkan susu.  Di sinilah kita perlunya membersihkan hati kita, agar apa yang kita hasilkan, apa yang kita lakukan, apa yang kita bicarakan selalu kebaikan, bukan tentang kecintaan kita pada dunia fana ini, atau lebih parah lagi, ngerumpi membicarakan orang, padahal belum tentu kita lebih baik dari yang kita bicarakan.

Hati - hati dengan hati ... :) Sumber: Suararakyatindonesia.org

Kalau sehari-harinya kita kebanyakan nonton sinetron, maka yang ada dikepalanya dan apa yang dikeluarkannya pastilah banyak tentang sinetron.  Padahal sangat disayangkan waktu dibuang percuma untuk menonton sesuatu yang kurang bermanfaat.  Banyak hal lain yang bisa kita lakukan yang lebih bermanfaat dari pada sekedar menonton sinetron atau film dan sejenisnya yang melalaikan.

Passion kita di musik maka sehari-harinya kita akan banyak bergelut dengan musik, padahal musik dapat mengeraskan hati, kecuali musik yang berisi dakwah yang mengingatkan manusia pada kebesaran Allah, mengingatkan kita pada kampung akhirat.  Imam Syafi’i dalam kitab Al Qodho’ berkata,
“Nyanyian adalah kesia-siaan yang dibenci, bahkan menyerupai perkara batil. Barangsiapa memperbanyak nyanyian maka dia adalah orang yang dungu, kesaksiannya tidak dapat diterima.”

Rasulullaah Shallallaahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda,
“Sungguh akan ada di antara umatku, kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr dan musik.” [HR. Bukhari dan Abu Dawud]

Kadang kita begitu mudah mendeteksi penyakit fisik kita, pusing, flu pilek demam, kita akan segera sibuk mencari obatnya. Terlebih penyakit - penyakit berat seperti kanker, jantung, ginjal dan lainnya kita akan sangat sibuk dan direpotkan olehnya.  Tetapi ketika hati kita yang sakit kita tidak sibuk mengobatinya bahkan kita malah tidak menyadarinya. Padahal penyakit fisik kita tidak lebih berbahaya dari penyakit yang menimpa manusia, karena dampak penyakit hati lebih besar bagi dirinya maupun bagi lingkungan di sekitarnya.

Macam-macam penyakit hati yang berbahaya diantaranya adalah sombong, takabur, cinta dunia, iri hati, dengki, panjang angan-angan, su'udzon riya dan sebagainya.  Penyakit hati inilah yang sering tidak kita sadari keberadaannya dalam diri kita.

Ada tiga kondisi hati dalam diri manusia   ;

1.  Qolbun Salim (hati yang besih)

Inilah kondisi hati yang sehat, tentu kita semua sangat mengidamkan memiliki hati yang sehat seperti ini. Hati yang sehat adalah hati yang selamat dari penghambaan kepada dunia dan seisinya.  Hatinya bersih dari penyakit-penyakit hati yang mengotorinya.  Kehidupannya dipenuhi dengan ketaatan kepada Allah SWT, menjauhi dari perbuatan yang tidak berguna dan sia-sia. Lidah nya dipenuhi dengan dzikir dan ucapan yang penuh kebaikan. Perbuatannya hanya semata-mata ikhlas karena Allah SWT. Hati seperti inilah yang akan selamat di akhirat nanti Firman Allah SWT,

يَوْمَ لا يَنْفَعُ مَالٌ وَلا بَنُونَ , إِلا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tiada lagi berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. Asy-Syu’ara’: 88-89).




2.  Qolbun Mayyit (Hati yang mati)

Kondisi hati yang kedua adalah hati yang mati, tidak ada kehidupan di dalamnya.  Ia tidak mengenal Rabbnya, ia selalu mengikuti hawa nafsunya akan kelezatan nafsu duniawi.  Jika ia memberi maka ia memberi karena hawa nafsunya, jika ia menolak maka ia menolak karena hawa nafsunya. Ia sudah buta dan tuli kecuali pada kebatilan. Bergaul dengan orang yang memiliki hati seperti ini adalah racun, menjadi temannya merupakan awal kehancuran.

3.  Hati yang sakit

Kondisi hati yang kedua adalah hati yang sakit, ia hidup tidak mati, tetapi ia cacat, memiliki penyakit. Ia memiliki dua materi yang saling tarik menarik antara satu dengan yang lainnya. Saat ia memenangkannya maka ada ketaatan, ketundukan, keimanan , ketawakalan bahkan kecintaan pada Allah SWT.  Namun di dalamnya juga terdapat kecintaan pada dunia dan keinginan keras untuk meraihnya, ada riya, sombong, takabur, bangga diri, tinggi hati, ingin dipuji, senang menggunjing. Inilah tarikan yang menghancurkan dan mencelakakan.  Ia diuji oleh dua penyeru ketaatan kepada Allah SWT dan rasulnya serta hari akhirat sedang seruan lainnya kepada hawa nafsu dan kenikmatan sesaat.

Itulah tiga kondisi hati yang ada pada manusia.  Semoga hati kita termasuk pada hati yang selamat yang diseru oleh Allah dengan panggilan wahai jiwa yang tenang.  Kita harus bisa dan berusaha meraih kondisi hati ini dengan jihad (bersungguh-sungguh) dalam meraihnya.  Isilah waktu kita dengan perbuatan yang terbaik dipenuhi dengan ketaatan dan menjauhkan dari larangannya.  Menjauhkan diri dari perbuatan tercela seperti membuang waktu untuk hal yang tidak berguna, mengumpat dan mencela.  Basahi lidah kita dengan dzikir dan istighfar, isi hari-hari kita dengan  penuh ketaatan kepadaNya. Menerima, mendahulukan dan mencintai kebenaran......

Marilah kita sama-sama memperbaiki diri kita semua dan mendeteksi hati-hati kita.  Seandainya charge ramdhan karim yang baru beberap bulan berlalu tidak berhasil membuat diri kita menjadi pribadi lebih baik mari kita sama-sama bertaubat kepada Nya, jangan sampai kita menyesali kehidupan kita nanti di keabadian. 

1 Agt 2015

Ramadlan Berlalu, Lalu Betulkah Syawal Artinya Peningkatan?

Ramadlan telah berlalu cukup jauh, Bulan Syawal pun sudah kita lalui, suasana lebaran berangsur-angsur mulai memudar auranya.  Target syaum kita adalah ketaqwaan kita  (berhasilkah-puasa-kita?) dan usai Ramadlan kita akan kembali menuju fitri.  Melihat fonomena yang terjadi di sekitar kita, terbesitkah pertanyaan di benak kita benarkah kita kembali kepada fitri yang katanya seperti bayi yang baru lahir.  Lalu benarkah syawal itu artinya peningkatan?

Ternyata kembali kepada fitri itu bukan hanya berarti bersih kembali seperti bayi baru lahir, makna fitri lebih pada kembalinya kepada akidah asal, akidah Islam yang lurus. Seorang yang telah melaksanakan syaum dengan sungguh-sungguh, baik dan benar tentu saja ia akan terhapus dosanya karena ia mendapat ampunan dari Allah SWT, tapi tidak semua orang yang berpuasa lalu terhapus dosanya, karena Allah SWT lebih tahu mana yang syaumnya diterima dan mana yang tidak mana yang layak mendapat ampunan dariNya mana yang tidak.

Sumber: keepcalm-o-matik.co.uk

Sementara bulan Syawal secara bahasa memang artinya peningkatan, Ibnul Allan asy Safii mengatakan  bahwa "Penamaan bulan Syawal diambil dari kalimat Sya-lat al Ibil yang maknanya unta itu mengangkat/menegakkan ekornya.  Syawal dimaknai demikian karena dulu orang-orang Arab menggantungkan alat-alat perang mereka, disebabkan sudah dekat dengan bulan-bulan haram yaitu bulan larangan untuk berperang". (Dalil al Falihin li Syah Riyadhad al Shalihin)

Keadaan di jazirah Arab di jaman jahiliyah, pada saat itu, saat unta betina enggan dikawini unta jantan, hingga ketika unta jantan mendekatinya, maka ia akan menegakkan ekornya.  Keadaan ini menimbulkan pemahaman pada mereka bahwa menikah di bulan syawal akan menimbulkan kesialan. Sehingga pada saat itu mereka mengharamkan pernikahan di bulan Syawal. Pemahaman ini kemudian diluruskan saat kedatangan Islam, untuk membantah mitos ini Rasulullah kemudian menikahi istrinya di bulan Syawal.

Jadi adalah pemahaman yang salah kalau dikatakan dinamai bulan Syawal yang berarti peningkatan karena bulan ini bulan setelah Ramadlan.  Terbukti penamaan bulan syawal telah ada saat zaman jahiliah saat Islam belum hadir untuk mencerahkan.  Jadi bukan berarti peningkatan di sini dihubungkan dengan paska Ramadlan dalam arti peningkatan amal.  Kalau kita mau jujur, justru setelah Ramadlan amal kebanyakan kita banyak yang menurun.  Membaca Al Qur'an kembali hanya ODOJ one day one juz, atau bahkan mungkin berkurang karena sibuk mudik dan silaturahmi  padahal di bulan Ramadlan kita bisa lebih dari 1 juz.  Syaum kita, sholat malam kita, infaq sodaqoh kita hampir semua amal kita berkurang drastis.  Alhamdulillah kalau bisa istiqomah, tapi fenomena yang terjadi di sekitar kita justru yang ada adalah penurunan dalam beramal.

Mengingatkan untuk meningkatkan amal memang sangat baik, tetapi jangan sampai dihubungkan dengan penamaan bulan Syawal karena kedua hal ini memang tidak berhubungan.  Alla kulli hal marilah kita jadikan momen Ramadlan yang baru saja berlalu menjadi sebuah charger yang kuat untuk mengarungi bulan-bulan berikutnya dengan lebih baik lagi.  Syawal masih cukup panjang, yang belum menggenapkan syaumnya dengan syaum syawal yuu kita lakukan mumpung Allah masih memberi kita waktu, hadirkan suasana Ramadlan di rumah kita, walau Ramadlan sudah berlalu, mau tidak mau, masih lama atau sebentar lagi kematian dan hari pembalasan itu suatu saat pasti akan tiba, kita harus selalu siap menghadapinya. Wallohu'alam.

16 Jul 2015

Berhasilkah Puasa Kita ?

Subhanalloh...., tak terasa Ramadlan segera pergi meninggalkan kita, bulan Syawal akan segera menjelang.  Kewajiban syaum di bulan Ramadlan sudah kita tunaikan sebulan penuh. Namun yang menjadi pertanyaan besar kita, apakah syaum kita bisa menghantarkan kita kepada ketaqwaan sesuai dengan target puasa yang Allah SWT firmankan dalam Al Baqoroh ayat183?

Tentu saja kita berharap bisa mencapai target menjadi taqwa, tapi apakah ciri-cirinya ada pada diri kita?  Yuk kita simak ciri-ciri orang sukses dalam mencapai gelar taqwa, apa sajakah itu?  Menurut Hasan Al Bashri ciri-ciri orang yang sukses dan menjadi hamba yang bertaqwa setelah menjalankan syaum sebulan penuh adalah:


Sumber:Slideshare.net

1. Salimul Aqidah (Akidah yang lurus)

Akidah adalah hal yang paling mendasar dalam ajaran Islam, merupakan sebuah simpul atau ikatan yang kokoh yang kemudian berbentuk keyakinan yang tertanam di dalam hati. Keyakinan kepada Allah SWT sebagai satu-satunya zat yang harus diibidahi, disembah.  Allah SWT sebagai Rabb, Malik dan sebagai Illah. Akidah yang lurus meyakini Allah sebagai pencipta, Allah sebagai raja yang memiliki aturan yang harus ditaati dan Allah sebagai Illah sebagai satu-satunya zat yang disembah dan diibadahi.

2. Mati'ul Khuluq (Akhlaq yang mulia)

Di dalam QS Al Imran ayat 33 disebutkan bahwa seandainya kita mencintai Allah maka harus mengikuti Rasulullah SAW. Di QS Al Ahzab 21 disebutkan bahwa pada diri Rasulullah itu terdapat suri tauladan yang baik.  Agar kita memiliki akhlak yang baik maka kita harus mengikuti akhlak rasulullah yang mulia.

3. Semangat Mencari Ilmu

Selama Bulan Ramadlan kita digembleng dengan selalu berusaha memanfaatkan waktu seoptimal mungkin untuk kebaikan diantaranya adalah untuk menuntut ilmu, dengan mengaji dan mengkaji al qur'an.. Apabila puasa kita berhasil maka kebiasaan ini akan terus berlanjut walau Bulan Ramadlan sudah berlalu, akan menjadi sebuah kebiasaan yang baik yang akan terus kita lakukan.  Sebuah hadist mengatakan barangsiapa pergi untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali.

4. Semangat Memakmurkan Masjid

Di Bulan Ramadlan kita terbiasa memakmurkan masjid dengan sholat wajib berjamaah di masjid, sholat tarawih dan itikaf di masjid di sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan.  Kebiasaan ini harus terus kita lakukan, harus terus memakmurkan masjid dengan meramaikannya dengan sholat berjamaah terutama untuk kaum laki-laki.  Meramaikannya dengan kajian-kajian keilmuan, dikatakan oleh Allah SWT dalam firmanNYa di QS At Taubah ayat 18:

"Hanya yang mekamurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat,menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapapun selain Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan golongaan orang yang mendapatkan petunjuk"

Sumber:tarakan.go.id
5. Mujahidin Linafsi (Sungguh-sungguh dalam beramal)

Orang yang sungguh - sungguh di dalam beramal, akan terus beramal walaupun banyak hambatan yang menghadangnya, ia akan tetap menafkahkan hartanya walaupun dalam keadaan sempit, hal ini tersirat  di dalam Al Imran ayat 134 disebutkan bahwa "Yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik diwaktu lapang/sempit dan orang-oarang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan". 

Orang-orang yang sungguh-sungguh dalam beramal akan mengoptimalkan potensi yang Alloh berikan kepada manusia berupa hati, pendengaran dan penglihatan hanya semata-mata untuk mencari keridlaan Allah Swt. Ia menggunakan mata, telinga dan hatinya hanya untuk kebaikan yang Allah perintahkan. Semua yang kita lakukan di bulan Ramadlan dilakukan terus secara konsisten di bulan-bulan selanjutnya, tidak hanya sebagai sebuah ritual tetapi juga dimaknai sebagai bentuk penghambaan dan ketundukan kita kepada Allah SWT. Insya Allah konsisten inilah yang akan menghantarkan kita kepada ketaqwaan.

Semoga kita semua bisa mencapai target taqwa sehingga kita menjadi pribadi yang jauh lebih baik, yang bersegera menuju keridlaan Allah SWT, sehingga kita semua bisa selamat menuju jannahNya.  Aamiin Allohumma Aamiin.

15 Jul 2015

Ciri Orang yang Mendapatkan Lailatul Qadar

Tak terasa waktu bergulir serasa begitu sangat cepat, Ramadlan Mubarak akan segera berakhir, Syawal pun akan menjelang.  Para sahabat Rasulullah merasakan kesedihan yang sangat luar biasa ketika Ramadlan pergi meninggalkannya.  "Sekiranya para hamba (kaum muslim) mengetahui kebajikan-kebajikan yang dikandung bulan Ramadlan, niscaya umatku megharapkan Ramadlan terus ada sepanjang tahun (HR Abu Ya'la Ath Thabrani dan ad Dailami). Bagaimana dengan diri kita? Sedih atau bahagiakah Ramadlan akan segera meninggalkan kita?

Salah satu hal yang luar biasa dari bulan Ramadlan adalah karena di 10 hari terakhir ada sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan (Baca di Sini). Apabila kita beribadah ketika malam tersebut maka akan mendapat pahala lebih baik dari seribu bulan atau selama 83 tahun.  Subhanalloh...,sungguh keberkahan yang sangat luar biasa.

Sumber:musmus.me

Apakah kita telah berhasil meraih Lailatul Qadar ini? Masih tersisa dua malam lagi, mungkin saja Lailatul Qadar belum turun, masih ada harapan, who knows? Hanya Alloh yang Maha Mengetahui, yang terbaik adalah kita melakukan amalan yang terbaik di 10 malam terakhir ini hingga kemungkinan kita meraihnya menjadi lebih besar.  Jalan yang terbaik meraihnya adalah dengan beritikaf, karena ketika kita beritikaf kita fokus dalam mencarinya. Lalu apa ciri orang yang mendapatkan Lailatul Qadar ini?

Menurut beberapa pendapat mengatakan bahwa orang yang mendapatkan Lailatul Qadar, usai Ramadlan akan merasa haus untuk selalu beribadah kepada Allah SWT, akan terus merasa kurang, sehingga akan selalu menambah intensitas ibadahnya kepada Allah SWT, dan pada malam itu ia akan mendapatkan kenikmatan beribadah yang luar biasa, pengalaman ruhiyah yang akan selalu terkenang dalam hidupnya.  Sementara ciri spesifiknya adalah sebagai berikut:

  •  Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar akan melihat benda dan makhluk di bumi bersujud kepada Allah SWT.
  • Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar, akan melihat terang benderang, walaupun di kegelapan malam.
  • Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar akan mendengar salam dan tutur kata malaikat
  • Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar akan dikabulkan seluruh do'a-do'anya.
  • Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar tidak disyaratkan melihat apa-apa. (Ia tidak menyadari mendapatkan Lailatul Qadar, namun akan terasa selama 11 bulan berikutnya, ia menyadari bahwa do'a-do'anya dikabulkan oleh Allah SWT, waktu pengabulannya tergantung kehendakNYa).

Jangan khawatir ada janji Allah SWT yang berfirman dalam QS Al Ankabut ayat 69 yang berbunyi: 

 “Orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik".

Marilah kita berdo'a dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan keberkahan dan meraih Lailatul Qadar ini.  Aamiin Allohumma Aamiin.

*dari berbagai sumber




9 Jul 2015

Amalan Perempuan Haid di 10 Malam Terakhir Bulan Ramadlan

Terkadang kita sebagai manusia sering dihadapkan pada hal-hal yang tidak kita sukai, tetapi harus kita sadari itulah hidup dan kehidupan.  Tidak akan selamanya senang dan tidak akan selamanya susah, bak roda yang berputar kadang ada di bawah terkadang ada di atas.  Ridla atas takdir yang menjadi ketetapan bagi kita adalah suatu hal yang harus kita lakukan karena kita hanyalah manusia yang lemah, yang tidak memiliki kekuatan untuk mengatur kehidupan kita.  Ridla akan ketetapan Allah menunjukkan keimanan kita akan takdir dan adanya qadla dan qadar dari Allah SWT.


sumber:muslim-archi.blogspot

Pun demikian saat kita perempuan, lagi semangat-semangatnya beribadah di bulan Ramadlan ini tiba-tiba haidl datang, terkadang tanpa sadar kita ngedumel, sebaiknya itu tidak kita lakukan, terimalah dengan lapang dada dan berkhusnudzon kepada Allah SWT karena Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambaNya, Ia tidak akan dzolim kepada makhlukNya.  Sebaiknya kita mencari ibadah alternatif yang dapat kita lakukan untuk mengganti ibadah yang tidak bisa kita lakukan.

Hal-hal yang bisa kita lakukan diantaranya adalah:

  • Berdzikir matsurat pagi dan petang
  • Dzikir Subhanalloh, Alhamdulillah Allohu Akbar
  • Banyak Beritigfar, memohon ampunan kepadaNya
  • Bersholawat kepada Rasulullah SAW
  • Mendengarkan adzan dan menjawabnya serta berdoa sesaat setelah adzan
  • Murojaah hapalan al qur'an kita
  • Mentadaburi ayat-ayat al qur'an 
  • Mendengarkan murotal al qur'an 
  • Membaca hadist-hadist shohih
  • Menjauhkan diri dari membuang waktu dengan sia-sia seperti nonton yang tidak ada gunanya, chating yang tidak perlu, online yang tidak penting
  • Menjaga hati, lisan, pendengaran dan penglihatan dari hal-hal yang tidak berguna
  • Menyebarkan kebaikan dengan lisan maupun tulisan
  • Mencegah kemungkaran dengan lisan maupun tulisan
  • Muhasabah diri
  • Mencari ilmu agama Islam dengan membaca atau pun menghadiri majelis ilmu
  • Banyak berinfak dan shodaqoh
  • Menyediakan sahur dan juga untuk berbuka
  • Bangun di tengah malam, mendengarkan lantunan ayat suci al qur'an, muhasabah diri, beristigfar, berdzikir, menyebarkan amar ma'ruf nahi munkar melalui lisan bila memungkinkan atau dengan tulisan.
Itulah diantaranya amalan yang bisa kita lakukan, semoga kita bisa melalui hari-hari di sepuluh hari terakhir ini dengan amalan terbaik kita, semoga kita bisa menjadi hamba yang kembali fitri di hari kemenangan.  Indikasi keberhasilan Ramadlan kita adalah pebuatan dan amalan kita usai Ramdlan ini lebih baik kah, lebih bisa menggunakan waktu dengan baik kah? Lebih bisa menjaga diri dari ghibah mengumpat dan mencela kah? Intinya selalu berusaha beramal shaleh dan menjauhkan diri dari perbuatan tercela.

Selalu mengingat hari dimana kita akan kembali kepadaNya, yang pasti mau tidak mau itu akan terjadi.  Mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya agar kita tidak merugi dan menyesali diri di alam keabadian nanti. Wallohu'alam.


8 Jul 2015

Keistimewaan-Keistimewaan Lailatul Qadar

Bulan Ramadlan berlari tak terasa, putaran waktu begitu cepat beranjak, tak terasa kita sudah memasuk 10 hari terakhir ramadlan, sebentar lagi ramadlan penuh berkah ini akan pergi meninggalkan kita. Sepuluh hari terakhir adalah putaran final di bulan ramadlan.  Sebagaimana sebuah perlombaan putaran final merupakan hasil seleksi dari putaran sebelumnya, babak penyisihan dan semi final, tentu saja pesertanya pun semakin sedikit.  Semoga kita termasuk di dalamnya, karena saat inilah seperti halnya menanam adalah saat panen menuai hasil.

Alangkah ruginya kita bila saat berharga ini kita sudah termasuk peserta yang gugur walau masih melaksaanakan shaum kita. Jangan sampai kita termasuk orang yang disebut dalam hadist Rasulullah SAW yang isinya kurang lebih banyak yang puasa di bulan Ramadhan ia hanya mendapatkan lapar dan haus saja.  Naudzubillah, semoga syaum kita diterima Allah SWT.  Aamiin Allohumma Aamiin.

Sumber: tokeinfo.com

Seperti kita ketahui di sepuluh hari terakhir ini ada satu malam yang begitu istimewa yang kita kenal dengan sebutan Lailatul Qadr Malam Ketetapan, malam yang teramat mulia karenanya kita diperintahkan oleh Rasulullah untuk mencarinya di sepuluh hari terakhir ramadlan Sabda Rasulullah yang disampaikan istrinya Siti Aisyah RA " Rasulullah ShollAllahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf di sepuluh hari terkahir bulan Ramadan dan beliau bersabda: "Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan" " (HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169).

Lalu apa sajakah keistimewaannya sehingga kita diperintahkan untuk mencarinya ?  Mari kita simak:

1.  Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Al Qur'an

Al Qur'an diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW diturunkan oleh Allah melalui malaikat Jibril selama kurang lebih 23 tahun ada yang mengatakan tepatnya 22 tahun 2 bulan 22 hari, namun al qur'an diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah yang ada di langit dunia tepat pada saat lailatul qadr.

2. Lailatul Qadr lebih baik dari seribu bulan 

Lailatul Qadr adalah lebih baik dari seribu bulan  ( QS Al Qadr ayat 3)
Pernyataan itu jelas berasal dari Allah SWT karena tercantum dalam Al Qur'an yang suci, yang tidak tercampur tangan manusia, tidak berubah sepanjang zaman karena sudah dijamin Allah SWT dalam firmannya dan ini terbukti sampai kini kemurniannya selalu dapat dijaga,  al qur'an pun dapat menjelaskan fenomena alam2 yang baru ditemukan di abad modern ini, seperti : Gunung yang bergerak QS An Naml 88, adanya laut yang seakan-akan memiliki pemisah sebelah tawar dan sebelahnya asin Al Furqon 53. Kemudian ada juga fenomena awan Cumulonimbus  penyebab kecelakaan pesawat yang ada di QS An Nur 43 dll. Sungguh orang yang sangat bodoh yang menyangka al qur'an adalah buatan Muhammad SAW.

Lebih baik dari seribu bulan ada yang mengatakan secara value atau nilainya ada yang menganggap jumlah pahala yang berlipat sampai seribu kali lipat.  Jumhur ulama membenarkan keduanya.  Jadi kalau pada malam itu melaksanakan sholat qiyamu lail maka itu sebanding dengan melakukan sholat selama 1000 bulan atau 83 tahun.

3.  Para malaikat termasuk malaikat Jibril turun ke dunia

Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril QS. Al Qadr ayat 4
Keistimewaan malam ini sangat luar biasa, dimana para malaikat turun ke dunia dikomandani  malaikat Jibril. Mereka turun untuk membawa do'a-doa orang yang berdo'a pada malam itu, kemudian mereka naik dalam kelebatan yang cepat, naik turun naik turun dan naik membawa do'a kepada Allah SWT.  Mereka meminta dengan pengharapan yang sangat kepada Allah untuk mengabulkan do'a-do'a seolah mereka berkata "Ya Allah aku malu kalau do'a orang ini tidak engkau kabulkan".

4.  Lailatul Qadr malam penuh keberkahan

"Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan kamilah yang memberi peringatan" QS. Ad Dukon ayat 3

Malam yang penuh keberkahan, itulah lailatul Qadr dimana malaikat turun membawa keberkahan kepada orang-orang  mukmin yang menghidupkannya.

5.  Lailatul Qadr disifati dengan salam

Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar QS Al Qadr ayat 5

Malam penuh kesejahteraan, malam penuh keselamatan karena pada malam ini syetan tidak bisa berbuat kejahatan kepada manusia. Bisa diartikan juga mlam ini bagi yang melakukan amal sholeh di malam ini maka akan selamat dari siksaan dan hukuman. Malam ini juga malaikat turun dengan membawa berkah, salam dan keselamatan.

6.  Lailatul Qadr adalah saat ditentukannya takdir dan nasib manusia dalam setahun

Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah  QS Ad Dukhon ayat 4
Pada malam ini ditentukan takdir dan nasib manusia selama setahun baik itu rejekinya, ajalnya maupun ketentuan dan ketetapan lainnya.  Barang siapa berdo'a di malam ini untuk kehidupannya maka  nasib dan takdirnya bisa berubah menjadi lebih baik.

7.  Lailatul Qadr adalah saat apabila kita menghidupkan malam tersebut dengan ibadah maka dosa-dosanya diampuni Allah SWT

"Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”Hadist Bukhori
Jadi bila pada malam ini melaksanakan sholat dengan penuh keimanan dan ikhlas hanya semata mengharap pahala dari Allah SWT maka Allah akan mengampuni segala dosa-dosa kita.

Pada malam ini dianjurkan untuk berdoa di dalamnya dan untuk memberbanyak doa terlebih lagi dengan doa yang terdapat dalam hadits A’isyah, beliau berkata: “Aku berkata: ‘Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku jika aku mengetahui pada suatu malam bahwa itu adalah lailatul qadar, apa yang harus aku katakan?” Maka beliau menjawab: ‘Katakanlah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa, fa’fu’anni (Ya Allah Engkau adalah Maha Pengampun, mencintai orang yang meminta ampun, maka ampunilah aku)” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih)

Masya Allah..., semoga kita dapat meraih malam ini dan mengisinya dengan ibadah yang penuh dengan keimanan dan pengharapan akan ridla dari Allah SWT.  Aamiin Allohumma Aamiin.

3 Jul 2015

Ketika Semangat Ramadlan Mulai Mengendur

Sudah menjadi suatu hal yang lumrah bila kita sering berinteraksi dengan sesuatu maka sensitifitas kita akan semakin berkurang.  Dengan orang - orang yang terdekat dengan kita misalnya, suami, orang tua, anak atau siapa pun itu namun intensitas berhubungan dengan kita semakin sering, maka semakin kurang rasa jaim kita, semakin bebas kita berekspresi dan semakin kurang sensitifitas kita dengan mereka.

Sumber:kataucapan.me

Pun demikian halnya dengan ramadlan, semakin lama kita berinteraksi, semakin lama Ramadlan bersama kita maka akan semakin berkurang keistimewaannya untuk kita.  Ibarat sesorang yang pergi haji, begitu melihat kabah langsung berurai mata, takjub dan bahagia, seolah tidak mau berpaling dari kabah.  Seminggu mungkin akan kuat seperti itu, dua minggu, tiga minggu kemudian mungkin kita akan lebih sibuk tawaf di Pasar Seng.

Mungkin banyak diantara kita yang melewati angka 15 hari di Bulan Ramadlan ini merasa semangatnya semakin berkurang.  Semakin merasa berat beribadah, tidak sesemangat sewaktu awal Ramadlan. Masjid-masjid yang diawal Ramadlan penuh makin lama makin mengalami kemajuan alias shafnya makin maju ke depan karena makin berkurang orang yang hadir ke masjid.  Bahkan justru pasar dan mall lah yang semakin ramai. Banyak yang gugur di babak pertama alias 10 hari pertama, apalagi 10 hari kedua, terlebih lagi banyak yang gagal di 10 hari terakhir. Gagal di final, padahal itulah saat panen yang mana semestinya itu yang kita buru.

Mengapa itu terjadi?  Ini disebabkan diantaranya adalah persiapan kita menghadapinya yang kurang.  Kalau Rasulullah dan para sahabat memersiapkan Ramadlan ini jauh sebelumnya, dua bulan sebelumnya yaitu Bulan Rajab dan Syaban Rasulullah dan para sahabat sudah mempersiapkan dengan banyak beribadah puasa dan ibadah harian lainnya.

Lalu untuk kita yang merasa persiapannya kurang, apa yang harus kita lakukan agar ramadlan kali ini tidak gagal di tengah jalan?  Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengupayakan itu yaitu:

1.  Perbanyak do'a dan perbaharui niat kita

Banyak-banyaklah berdo'a agar kita dimudahkan, dilancarkan dan sukses dalam menjalani Ramadlan ini, perbaharui niat kita, bukankah niat kita semata hanya meminta Ridla Allah, dengan mengingat itu akan membantu mengingatkan kita untuk kembali pada semangat semula.

2.  Banyak Bergaul dengan Orang-Orang yang Sholeh

Bergaulah dengan mereka yang kita anggap sholeh yang dapat menularkan semangatnya dalam beribadah kepada Allah SWT, jauhilah teman-teman kita yang hanya mengingatkan kita pada keduniawian dan membuat kita tak ragu bermaksiat kepada Allah.

3.  Banyak menghadiri Majelis Taklim dan Majelis Dzikir

Menghadiri majelis taklim yang menambah keilmuan kita tentang keistimewaan Ramadlan, sehingga kita diingatkan kembali akan apa yang kita raih bila kita sukses menjalani Bulan Ramadlan ini.  Banyak menghadiri majelis yang banyak mengingat Allah di dalamnya.  Malaikat pun akan turut mendo'akan kita.

4.  Buatlah target ibadah harian

Bila di hari biasa kita be ODOJ ria, yaitu satu juz sehari, usahakan di bulan ini kita menambah target kita misalnya dua atau tiga juz sehari.  Selain itu ibadah - ibadah lain pun harus kita tingkatkan dan targetkan baik kualitas maupun kuantitasnya

5.  Ingat masa yang akan datang

Kita harus bervisi futuristik jauh ke depan, bukan hanya sebatas dunia tapi jauh menuju akherat, inilah ciri orang yang cerdas, rasulullah pernah bersabda bahwa orang paling cerdas adalah orang yang banyak mengingat kematian. Suka atau tidak, masa itu akan tiba, akan terjadi pada kita kematian, dan hari berbangkit pasti kita alamai.  Sungguh kecelakaan yang besar kalau pada saat itu kita hanya memiliki bekal yang sedikit.  Seperti yang diceritakan di Qur'an surat Yasin, orang - orang yang berteriak dan menjerit ingin dikembalikan ke dunia dan ingin memperbaiki amal mereka. 

Ada banyak yang bisa kita lakukan intinya adalah semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.  Semoga kita semua berhasil menjalankan Ramadlan ini dengan baik hingga kita bisa tampil menjadi kupu-kupu cantik yang indah dipandang saat keluar dari Ramadlan ini.  Aamiin Allohumma Aamiin.

30 Jun 2015

Meraih Sukses dengan Sholat

Meraih Sukses dengan Sholat

Sebagai seorang muslim kita semua memahami bahwa sholat adalah tiang agama, barang siapa yang mendirikan sholat berarti ia telah menegakkan agamanya dan barang siapa yang tidak mendirikan sholat berarti ia telah meruntuhkan agamanya.  Sholat adalah pembeda yang jelas antara muslin dan non muslim. Lalu mengapa sholat mempunyai peran begitu penting hingga barangsiapa yang mendirikan sholat dikatakan menegakkan agamanya?

Tidak banyak yang bisa menggali hikmah dari sholat, sholat dikatakan sebagai tiang agama tentu ada sesuatu yang mendalam yang bisa kita gali dari hikmah sholat itu.  Yuuk kita bahas apa saja yang bisa kita ambil hikmah dari sholat.

Sumber: akirafirdhie.worpress.com


1.  Sholat mengajarkan disiplin akan waktu

Sepertinya hanya agama Islam yang sangat perhatian pada waktu di setiap perputaran harinya.  Coba saja tiap saat kita selalu diingatkan dengan waktu.  Di mulai dengan waktu shubuh, kita sudah diingatkan akan waktu, kemudian ada Dhuha, Dzuhur, Asar, Maghrib, Isya kemudian tengah malam hingga dini hari dengan Sholat Tahajud sampai Sholat Fajar.

Lihatlah begitu banyaknya Islam mengingatkan pentingnya waktu, hingga dalam al qur'an pun banyak yang mengingatkan masalah waktu ini.  Bahkan ada surat dan ayat yang langsung menyebutkan suatu saat.  Al Ashr  Demi waktu mengingatkan sesungguhnya manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang memanfaatkan waktu untuk beramal shaleh dan nasehat menasehati dalam kebenaran.  Al Lail, Adh Dhuha dan lainnya...

Begitu perhatiannya Islam pada waktu mengingatkan kita umat Islam untuk sangat menghargai waktu. Barangsiapa yang bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya maka ia akan sukses.

2.  Sholat mengajarkan kebersihan

Sebetulnya Islam sangat perhatian dengan kebersihan, bahkan ada hadist yang mengatakan bahwa kebersihan sebagian daripada iman.  Sayangnya kita umat Islam banyak yang menjauh dari ajarannya, salah satunya tidak memberikan perhatian yang banyak pada kebersihan.

Perhatikan di dalam sholat, mulai dari tempat, pakaian hingga diri kita harus dalam keadaan bersih ketika mendirikan sholat.  Ini adalah petunjuk bahwa kita harus selalu menjaga kebersihan diri, tempat dan pakaian kita.  Bayangkan minimal lima kali sehari kita harus membersihkan badan kita dari kotoran dan najis.

3.  Sholat mengajarkan tumaninah.

Di dalam sholat kita diajarkan untuk bersikap tenang tidak tergesa-gesa. Ini bukan berarti berlambat-lambat, tetapi artinya tidak grasa - grusu, ada SOP yang jelas hingga semua dikerjakan dalam kendali yang jelas.

4.  Sholat mengajarkan fokus

Dalam meraih sukses kita harus bisa fokus dalam meraih cita-cita dan impian kita, sholat pun mengajarkan kita untuk bisa focus pada satu tujuan.  Hanya mengingat Allah, hanya berkat-kata sesuai yang diperintahkan di dalam sholat, tidak mudah tergoda oleh hal-hal di luar sholat.

5.  Sholat mengajarkan tawadlu

Dalam sholat ada saatnya kepala sejajar dengan kaki, hati yang selalu menunduk pada kebesaran Allah SWT, ini mengajarkan kita untuk senantiasa belajar rendah hati dan tidak sombong.  Salah satu kunci meraih sukses adalah tidak sombong, mau belajar dari siapa saja, mau menerima kelebihan dan kesuksesan orang lain.

6.  Sholat mengajarkan untuk tertib

Tertib sangat dibutuhkan untuk meraih sukses, tertib dalam menempatkan sesuatu pada tempatnya.  Dengan disiplin untuk tertib maka kita akan senantiasa rapi dalam segala hal.  Karena yang menyebabkan sesuatu berantakkan, yang menyebabkan rumah kita berantakan karena kita tidak menyimpan sesuatu pada tempatnya.

7.  Sholat mengajarkan untuk menyebarkan salam

 Diakhir sholat kita mengucapkan salam, sebuah garansi kepada yang lain bahwa diri kita harus menyebarkan kasih sayang, tidak merugikan orang lain.

Subhanalloh begitu agung dan sucinya ajaran Islam ini, hingga dari satu perintah saja, bila kita mendirikannya, tidak hanya melaksanakkannya saja kita bisa meraih sukses di dunia dan akhirat.  Marilah kita sama-sama belajar untuk tidak hanya melaksanakan sholat, tetapi mendirikan sholat, dalam arti kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari kita.

27 Jun 2015

Agar Ramadlan Kali Ini Lebih Baik

Agar Ramadlan kita kali ini lebih baik apa yang harus kita lakukan?  Hal ini harus benar-benar kita usahakan karena barangsiapa yang ramadlan kali ini sama dengan ramadlan tahun lalu ia termasuk orang yang merugi, dan ramadlan kali ini lebih buruk maka ia termasuk orang yang celaka.

Siapakah yang tahu kehebatan Bulan Ramadlan? Orang yang berilmu dan yang beriman.  Tetapi ada yang lebih tahu kehebatan Bulan Ramadlan. Siapakah dia?  Orang yang telah wafat.  Mereka yang telah wafat sangat tahu kehebatan Bulan Ramadlan ini, dan seandainya mereka masih hidup mereka akan sangat merindukan  suatu malam yang mana malam itu akan menghapus seluruh dosanya selama hidup di dunia hingga ia akan nyaman di alam kuburnya, yaitu malam lailatul qadar.

Sumber:thisismystorylah.blogspot.com

Lalu apa yang harus kita lakukan agar ramadlan kali ini lebih baik dari ramadlan tahun yang lalu?

Usia kita tidak akan bertambah, usia kita akan berkurang, akan sangat rugi bila setiap detik hidup kita tidak memberi nilai tambah dalam kehidupan kita.  Maka di Bulan Ramadlan ini kita harus manfaatkan waktu kita dengan sebaik-baiknya, selalu memberikan nilai tambah bagi kita.

Manfaatkan Waktu Sahur dengan Maksimal

Sahur merupakan amalan sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, maka seyogyanya kita melaksanakan sahur ini dan usahakan jangan sampai tertinggal satu hari pun. Sahurlah walau hanya dengan seteguk air..

Sahur yang dicontohkan Rasulullah diakhir waktu, sepanjang 50 ayat yang dibaca tartil atau kurang lebih 30 menit.  Jadi waktu sahur terbaik kurang lebih 30 menit sebelum adzan berkumandang.

Banyaklah berdo'a saat sahur.  Saat waktu sahur adalah saat diijabahnya do'a. Mintalah ampun, mintalah rezeki, niscaya Allah akan mengabulkan do'a kita.

Banyak beristigfar pada waktu sahur  Jangan biarkan waktu sahur kita, kita gunakan untuk banyak tertawa dengan menonton hiburan di televisi. Sungguh merugilah kita, waktu terbaik kita biarkan dengan berlalai-lalai dari mengingat Allah SWT.


Manfaatkan Saat Berbuka dengan Sebaiknya

Segerakanlah berbuka syaum sesuai pada waktunya. Jangan ditunda-tunda. Berbukalah dengan kurma, itu yang disunahkan, bukan berbuka dengan yang manis atau berbuka dengan bala-bala.  Kurma, itu yang disunahkan dan disebutkan dalam hadist.  Kalau ada kurma basah sesuai yang disunahkan, kalau tidak ada dengan kurma kering.


Sumber: blogfyna.com
Lakukan Shalat Tarawih

Lakukanlah tarawih karena iman dan ridla Allah niscaya Allah akan mengampuni dosa kita. Lakukan dengan khusyu dan tidak tergesa-gesa.

Perbanyak Sedekah

Shadaqoh terbaik adalah saat ramadlan, maka perbanyak shodaqoh di bulan ini.  Niscaya Allah akan membalasnya dengan berlipat ganda.

Perbanyak Tilawah Al Qur'an

Bulan Ramadlan juga disebut Syahrul Qur'an.  Maka perbanyak membaca al qur'an di bulan ini.  Rasulullah mencontohkan bulan Ramadlan digunakan untuk belajar, setoran hapalan al qur'an kepada malaikat jibril.

Niatkan Beritikaf

Di Bulan Ramadlan kalau singgah ke masjid harus diniatkan itikaf, lebih baik lagi kita bisa menggunakan 10 hari yang terakhir dengan itikaf. Manfaat itikaf kita bisa merenungi masa lalu, memikirkan apa yang kita lakukan hari esok. Memberi ketenangan, ketentraman, dan memberikan cahaya pada hati yang penuh dosa. Beritikaf di 10 hari terakhir akan terbebas dari dosa-dosa karena disepuluh hari terakhir itu ada malam lailatul qadar.

Semoga Ramadlan kali ini adalah ramadlan yang terbaik untuk kita.... Aamiin Allohumma Aamiin ^_^










26 Jun 2015

Tiga Semangat di Bulan Ramadlan dari Aagym

Seperti biasa usai shalat shubuh di radio MQ selalu ada ceramah shubuh setelah sebelumnya diperdengarkan dzikir al matsurat atau lantunan ayat - ayat al qur'an.  Pun demikin dibulan suci ramadlan ini, dimana semua harus meningkatkan intensitas ibadahnya.  Bedanya karena shubuhnya agak siang dan ceramah dimulai tepat pukul 05.00 maka dzikir al matsurat selalu terpotong tidak sampai selesai.

Ceramah kali ini diisi oleh Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym, seperti biasa da'i kondang ini selalu membawakan materi tentang hal yang ringan namun penting dan bersifat praktis yang terjadi di kehidupan sehari-hari.  Di Bulan Ramadlan ini ceramahnya memang selalu berkaitan dengan syaum dan ramadlan. Karena menurut saya ceramah kali ini menarik, saya tertarik menuliskannya kembali, tidak persis sama, banyak ditambah dan dikurangi tapi esensinya sama tentang tiga semangat yang harus kita latih di Bulan Ramadlan ini.

Menurut Aa ada tiga semangat yang harus kita hidupkan dalam diri kita terkait dengan bulan Ramadlan ini.., melatih tiga semangat ini Bulan Ramadlan ini rasa-rasanya memang cocok, karena langsung teraplikasikan dalam kehidupan sehari-hari kita.  Lalu apa saja kah ketiga semangat itu..?

twitter.com

1.  Semangat Bersaudara

Seperti yang kita ketahui di bulan Ramadlan ini kita banyak dihadapkan pada banyak perbedaan yang terjadi di masyarakat.  Mulai dari perbedaan awal mulai syaum, banyak rakaat sholat tarawih sampai penetapan Hari Raya Iedul Fitri alias lebaran.

Perbedaan adalah sebuah keniscayaan, dalam kehidupan diluar ibadah pun kita selalu mendapati banyak perbedaan.  Seyogyanya hal ini disikapi dengan penuh kedewasaan agar tidak terjadi perselisihan tentang masalah khilafiah ini.  Setiap orang mempunyai alasan atau landasan dalam berpijak, selama mempunyai dasar kita harus menghormati itu.  Kita harus lebih mendahulukan semangat persaudaraan di atas segala perbedaan.  Karena sesama muslim itu pada hakikatnya adalah bersaudara.

2. Semangat Bersolusi

Kita banyak mengkritisi, atau memperbincangkan hal-hal yang salah terkait yang terjadi di masyarakat secara umum, atau lebih parah lagi bergunjing membicarakan orang lain.  Si A begini Si
Si B begitu. tanpa memikirkan manfaat kita berbicara tentang itu.

Kalau kita peduli pada sesuatu seharusnya yang kita pikirkan adalah solusinya bagaimana, bukannya malah hanya membicarakannya terus menerus, dimana-mana dan ke sana ke mari, takutnya nanti jatuh pada ghibah alias bergunjing yang katanya dosanya lebih besar daripada berzinah.  Bukan berarti mending berzinah kalau begitu seperti yang suka jadi bahan candaan orang - orang tidak paham, yang harus kita pikirkan berzinah saja sudah dosa besar apalagi bergunjing.

3.  Semangat Sukses Bersama

Sebagai makhluk sosial kita tidak boleh hanya memikirkan diri sendiri.  Di dalam Islam hal itu pun sangat diperhatikan, bukankah ada sebuah ayat yang mengatakan "Yang terbaik diantara kamu, adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain..?" Ayat ini seharusnya menjadi sebuah semangat untuk kita untuk bisa sukses bersama-sama.

Bagi orang yang memiliki penyakit di hatinya, jangankan ingin sukses bersama, menerima keberhasilan orang lain dengan lapang dada kadang terasa sangat sulit.  Boro-boro mengucapkan selamat atas kebahagiaan atau keberhasilan seseorang yang ada perasaan dengki atau tidak senang dengan kesuksesan orang lain.  Butuh kebersihan hati untuk menerima dengan lapang dada keberhasilan orang lain, ketika hati kita bersih kita akan dengan mudah menerimanya dan ikut senang serta mampu mengucapkan selamat kepadanya.

Justru hati yang bersih, hati yang lapang, tidak dengki pada keberhasilan orang lain serta semangat untuk sukses bersama, itu adalah salah satu tanda kita suskses dalam hidup kita. Sukses menjadikan diri kita pribadi yang bersih yang tidak dengki pada keberhasilan orang lain.  Karena semua kesuksesan atau keberhasilan kita dan kebahagiaan kita harus berorientasi pada akhirat.  Allah ridla tidak?  Allah suka atau tidak?  Karena hidup kita yang abadi, hidup yang sebenarnya adalah di akhirat nanti.  Suka atau tidak suka, lama atau sebentar saat itu pasti akan datang.

Wallohu'alam

*Note: Tidak bermaksud menyindir siapapun, karena sebenarnya semua tausyiah itu akan menyindir semua hati2 yg merasa, hati2 yg msh bisa terketuk ^_^

19 Jun 2015

Tips Sukses Ramadhan

Ramadhan baru saja kita mulai, mumpung masih baru menginjak hari-hari awal, mari kita bertekad agar Ramadhan ini menjadi Ramadhan terbaik yang pernah kita lalui.  Berpuluh kali ramadhan kita lalui, sudahkah menjadikan diri kita menjadi pribadi lebih baik?

Ramadhan adalah bulan discount, bulan dimana Allah mengobral pahala sedemikian besar.  Kalaulah untuk discount di mall - mall kita senang berburu untuk mendapatkannya, sudahkan discount untuk keperluan akhirat yang abadi kita buru sedemikian rupa?  Kalau jawabannya masih belum berarti kecintaan kita kepada dunia masih sangat besar.  Padahal dunia hanyalah tempat singgah sementara yang sangat sekejap saja bila dibandingkan keabadian akhirat. Dunia bila dikonversikan dengan waktu akhirat hanya sekitar 29 menit untuk kurang lebih 63 tahun usia kita di dunia.

sumber: percikaniman.org

Sungguh disayangkan bila bulan yang penuh berkah ini kita sia-siakan, keberkahan yang luar biasa ini kita biarkan berlalu begitu saja. padahal siapa yang akan menjamin bahwa kita besok masih bisa melaluinya.  Oleh karena itu hari-hari yang kita lalui harus kita maksimalkan dengan sebaik-baiknya.  Apa yang harus kita lakukan agar sukses di dalam ramadhan kita?

1.  Banyak beristigfar/taubat dengan taubatan nasuha.
Beristigfar kepada Allah, akan membuat kita selalu ingat kepada Allah, ingat kepada dosa-dosa kita.  Selain dari itu dibeberapa hadist disebutkan bahwa beristigfar akan memperlancar rezeki kita.  Seorang ustadz yang kini dikenal memiliki kekayaan yang berlimpah memberikan tipsnya bahwa ia mendawamkan lebih dari 2000 kali istigfar dalam seharinya.
Tentu saja niat kita hanya semata-mata ingin membersihkan diri dari dosa, adapun kelancaran rezeki adalah bonus yang Allah janjikan.

2.  Banyak Berdo'a
Berdo'a memohon kepada Allah agar bisa melalui bulan ini dengan sebaik-baiknya, bisa menggunakannya dengan maksimal yang kita mampu.  Apalah kita manusia ini tanpa bantuan Allah yang maha kuasa.

3.  Memperbaiki amalan sehari-hari
Dalam sehari semalam kita diwajibkan untuk sholat yang lima waktu, selain itu ada pula sunnah - sunnah rowatib yang menempurnakannya. Perbaiki itu dengan meningkatkan kualitasnya. Memahami bacaan2 sholat kita agar kita bisa lebih khusyu di dalam sholat kita.

4.  Birul Walidain
Di bulan ini marilah kita tingkatkan bakti kita kepada ibu bapak kita. Ada hadist yang mengatakan bahwa keridlaan Allah tergantung pada ridlanya ibu bapak kepada kita.  Tentu saja pada hal2 yang tidak bertentangan dengan perintah Allah SWT.  Minta maaflah pada keduanya, banyak-banyak mendo'akannya, kirimi hadiah yang ia sukai kalau kita mampu.

5. Perbanyak membaca al qur'an
Bulan ramdhan juga adalah syahrul qur'an, bulannya al qur'an.  Bulan dimana al qur'an diturunkan, mari tingkatkan dan perbanyak interaksi kita dengan al qur'an.  Tidak hanya membacanya tapi mentadaburinya juga.

6. Menjauhkan dari perbuatan sia-sia
sumber:pulsk.com
Mulut, mata, tangan, kaki telinga hati semua akan ada pertanggungjawabannya.  Mari kita gunakan untuk suatu hal yang berguna, kurangi atau jauhi mata dari hal-hal yang tidak baik, nonton hiburan dan tidak ada manfaatnya kita kurangi atau bahkan kita hilangkan. Jangan biarkan mulut kita membicarakan hal yang buruk termasuk gibah membicarakan orang lain. Bersihkan hati dari iri dengki.

7. Banyak menghadiri majelis ilmu, majelis taklim atau majelis dzikir

8. Memperbanyak aktivitas sosial, shodaqoh, zakat, dan memberi makan orang yang berbuka puasa

9. Tidak berlebihan dalam mempersiapkan hari Raya, seperti membuat kue yang menghabiskan waktu, belanja yang berlebihan.

10. Itikaf di sepuluh hari terakhir.
Sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan telah Allah janjikan akan turun malam lailatul qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan,  mari kita jemput dengan amalan terbaik kita agar kita bisa mendapatkannya.

11.  Iringi syaum ramadhan kita dengan syaum enam hari di bulan syawal.

Itulah sedikit tips agar sukses di bulan ramadhan, mari kita bertekad kuat untuk menjadikan ramadhan ini menjadi ramadahan yang terbaik dalam hidup kita.... Apabila kita menggunakan ramadhan dengan sebaik-baiknya, maka kita akan menjadi pribadi yang lebih baik, bagaikan kepongpong yang berubah menjadi kupu-kupu cantik.  Ramadhan adalah kepompong yang membuat kita pribadi yang semakin berkilau yang banyak menyebar manfaat bagi sesama.

Ada yang mau menambahkan...silakan dengan senang hati.. Selamat menunaikan ibadah di bulan ramadhan ini dengan ibadah terbaik kita.


2 Jun 2015

Tersentil Pak Ustadz

Hari Senin kemarin di salah satu grup WA yaitu grup arisan, ada dua undangan pengajian, satu Ustadz Budi Prayitno dan satu lagi Ustd Hanan... bingung pilih yang mana jadinya. Kalau Ust Hanan tentang kebiasaan Rasulullah dan para sahabat saat Ramadhan kalau ust Budi ga disebutin materinya apa.  Akhirnya kupilih Ust Budi Prayitno dengan alasan jarang-jarang ketemu beliau.

O iya sedikit cerita tentang grup arisan ini, grup ini sudah cukup lama sejak anak-anak kami masih di TK sampai sekarang anak -anak sudah di SMP,  alhamdulillah masih bisa kumpul.  Saya senang dan betah berada di grup ini walau kurang selevel hahaha... karena walau ibu-ibunya (hanya sembilan orang sih) kebanyakan dari kalangan menengah ke atas yang hampir semua kemana2 bawa mobil sendiri bahkan ada yang ganti-ganti, tapi jauh dari kesan sosialita.  Ga suka ghibah atau ngomongin  orang karena mungkin tahu ghibah lebih besar dosanya dari berzina, ga suka show up kekayaan dan yang saya senang kegiatan kami tak jauh dari kegiatan sosial seperti menengok yang sakit, ke panti jompo atau ke panti asuhan. Bahkan semakin ke sini semakin senang ikut pengajian.  Alhamdulillah....

Nah kembali ke pengajian ya, alhamdulillah Senin lagi kosong ga ada acara akhirnya saya bisa menyempatkan ikut pengajian Ust Budi Prayitno yang diadakan di Tridaya.  Pagi saya sudah bergegas karena acaranya jam 9.00 alhamdulillah ketemu Mama Ayes -teman arisan- di parkiran. Kami langsung menuju aula, ternyata sudah banyak yang hadir.

Tak sampai lima menit kami menunggu ust Budi sudah hadir di depan, tampak terlihat lebih kurus namun lebih kelihatan sehat dan fresh.  Ternyata beliau juga membawakan materi tentang rasulullah SAW, karena sebelum memulai langsung mengajak melantunkan nasyid tentang Rasulullah.

Rasulullah dalam mengenangmu
Kami susuri lembaran sirahmu
Pahit getir perjuanganmu
Membawa cahaya kebenaran

Engkau taburkan pengorbananmu
Untuk umat mu yang tercinta
Biar terpaksa tempuh derita
Cekalnya hatimu menempuh ranjaunya

Tak terjangkau tinggi pekertimu
Tidak tergambar indahnya akhlak mu
Tidak terbalas segala jasa mu
Sesungguhnya engkau Rasul mulia

Tabahnya hatimu menempuh dugaan
Mengajar erti kesabaran
Menjulang panji kemenangan
Terukir nama mu di dalam Al-Quran

Rasulullah kami umatmu
Walau tak pernah melihat wajah mu
Kami cuba mengingatimu
Dan kami cuba mengamal sunnah mu

Kami sambung perjuanganmu
Walau kita tak pernah bersua
Tapi kami tak pernah kecewa
Allah dan Rasul sebagai pembela

Tapi karena yang hadir semuanya ibu-ibu ternyata beliau menyambungkan akhlaq rasulullah dengan peran ibu sebagai istri dan sebagai ibu. Belum apa-apa beliau sudah mensmash ibu-ibu tentang peran kami sebagai ibu rumah tangga.  Ust Budi mengingatkan bahwa seorang istri harus tampil prima di rumah, rumah seharusnya menjadi tempat sumber kebahagiaan dan itu harus diupayakan oleh seorang istri.  Dandan dan berias seharusnya ketika di rumah bukan hanya ketika pergi keluar.

15 abad sudah berlalu, tetapi tauladan rasulullah tak pernah lekang, menggunakan kata teladan bukan kata contoh karena tauladan semuanya baik, tetapi contoh terkadang ada yang buruk. Rasulullah itu teladannya:
  • menginpirasi
  • dapat di copy paste
  • religious and spriritual leader i : Self Development, military dan legal system
  • education, social politic
Yang banyak dikupas oleh beliau yang berkaitan dengan peran istri diantara tauladan Fathonah, Amanah, Shidiq, Tabligh, Pemurah, Pemberani, tahan uji dan penuh kelembutan adalah Fathonah.  Seorang istri harus Fathonah, cerdas, baik itu  cerdas intektual, emosional dan spiritual.

Cerdas intelektual karena ibu yang cerdas akan menghasilkan anak-anak yang cerdas juga.  Selain intelektualnya seorang istri harus cerdas emosi, pandai berempati terhadap kondisi suami dan anak serta pandai mengelola emosi.  Istri juga harus cerdas spiritual sehingga keberadaannya menentramkan keluarganya, kalau seorang istri merasa tenang dan tentram karena dekat dengan Allah SWT maka ia bisa menularkannya kepada suami dan anak-anaknya.

Sebetulnya masih banyak yang Ust Budi bahas tetapi yang men smash kami para ibu adalah tentang peran pentingnya di rumah tangga, yang sering kami lupakan dan lalaikan.  Alhamdulillah senang sekali beberapa hari terakhir ini banyak diingatkan tentang peran istri di rumah.

Kita sebagai perempuan harus selalu di charge karena peran istri dan anak bukan peran yang mudah, terkadang karena rutinitas peran itu menjadi peran yanag biasa saja tanpa upgrade diri.  Padahal termakan waktu idealitas kita sering terkikis.  Padahal peran seorang perempuan penting sekali bagi terbetuknya sebuah peradaban.

Bukan hanya peran istri sebetulnya, semua orang memang perlu charge tanpa sering di charge, tanpa sering mengikuti kajian hatinya menjadi kering kerontang dan jadi sering melegal kan dosa-dosa kecil yang bertumpuk menjadi dosa besar yang akhirnya mematikan hati. Hati lebih tergugah ketika mendengarkan lagu-lagu nyanyian-nyanyian dari pada mendengarkan ayat suci al qur'an.

Semoga Allah memudahkan kita perempuan dalam menjalankan peran penting ini. Aamiin Allohumma Aamiin.

5 Mei 2015

Empat Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Menghadapi Ramadhan

Tidak sampai dua bulan lagi kita akan menghadapi bulan yang penuh keberkahan, bulan ramadhan yang mulia. Sayang sekali  kalau ramadhan berlalu begitu saja. Ada malam yang lebih baik dari seribu bulan, yang apabila kita beribadah pada malam itu maka pahalanya sama dengan beramal  seribu bulan.  Ada gelar takwa yang akan kita raih bila sukses menjalaninya. Ada surga sebagai balasannya.

Berpuluh kali kita bertemu dengan bulan ramadhan, tetapi apakah gelar takwa telah kita raih?  Apakah kita meyakini bahwa kita pernah terpilih sebagai pribadi yang mendapatkan malam lailatul qadar?  Apakah selepas ramadhan kita menjadi lebih baik, amalan kita tidak menurun bahkan bertambah? Hanya diri kita sendiri yang mampu menjawabnya.

sumber: portalmahasiswa.com

Kita tak ingin bulan suci itu berlalu begitu saja, tanpa memberi kebaikan dalam kehidupan kita,  Agar dapat menjalaninya dengan lebih baik tentu harus ada persiapan khusus sebelumnya.  Kalau Rasulullah SAW dan para sahabat mempersiapkan jauh sebelum bulan itu tiba, maka kita pun harus berupaya melakukan persiapan agar dapat meraih ketakwaan.  Persiapan apa saja yang harus kita lakukan?  Yuuk kita simak empat persiapan penting dalam menghadapi bulan ramadhan ini, mumpung masih ada waktu sebulan lebih lagi...

1.  Persiapan Fikriah
Persiapan Fikriah adalah persiapan yang berkaitan dengan ilmu yang berhubungan dengan bulan Ramadhan, terutama fiqih syaum, kita harus memahami hal-hal apa saja yang menyebabkan syaum kita batal, atau berkurang pahalanya.

2. Persiapan Ruhiyah
Persiapan ruhiyah adalah persiapan yang berkaitan dengan kesiapan ruhani kita.  Meningkatkan kedekatan diri kita kepada Allah SWT agar kita diberi kemudahan dan kesuksesan dalam menjalaninya.  Caranya adalah dengan meningkatkan amalan yaumiyah kita, baik itu sholat wajib dan sunnah, memperbanyak syaum sunnah, memperbanyak tilawah al qur'an, memperbanyak infak dan shodaqoh serta amal sholih lainnya.

3. Persiapan Jasadiyah
Persiapan Jasadiyah adalah persiapan yang berkaitan dengan fisik kita.  Agar kita bisa sehat dan prima dalam menjalani puasa kita, maka kita harus mempersiapkan fisik kita agar selalu sehat dengan berolah raga teratur, makan yang halal dan thoyib, tidak memforsir tubuh kita diluar kemampuan kita. Sangat disayangkan kalau di bulan ramadhan yang berkah ini kita sakit karena kita tidak akan optimal melaksanakan syaum kita.  Selain itu kita harus banyak berdoa agar diberi kesehatan dan kemudahan dalam menjalani bulan ramadhan nanti.

4.  Persiapan Maliyah
Persiapan Maliyah adalah persiapan yang berkaitan dengan harta atau guyonnya persiapan rupiah.  Amal ibadah di bulan ramadhan diberi pahala berlipat, alangkah bahagianya kita bila pada bulan ramadhan dapat berinfak yang lebih banyak dari bulan lainnya.  Selain pahala berlipat, berinfak pada bulan ini memiliki kemanfaatan lebih karena pada bulan ini kita bisa memberikan makanan untuk orang yang berpuasa.  Selain itu juga biasanya kebutuhan hidup di bulan ini lebih meningkat, walau sebenarnya justru di bulan ramadhan seharusnya kita bisa hidup lebih hemat.  Tetapi budaya, adat istiadat serta kebiasaan kita menjelang lebaran membuat kebutuhan pada bulan ini meningkat. Sebuah realita yang tidak sesuai dengan idealitanya memang, tapi sampai saat ini belum bisa kita hilangkan.

Itulah empat persiapan yang harus kita lakukan menjelang bulan ramadhan, semoga kita semua bisa lulus dalam menjalaninya dan dapat meraih target bulan ramadhan yaitu menjadi manusia yang bertaqwa.  Aamiin Allohumma Aamiin

14 Apr 2014

Perang

Cimahi, 13 April 2014

Bismillah.

Ketika musuh-musuh Islam menjadikan demokrasi sebagai alat perjuangannya untuk meraih kekuasaan, lalu mengapa kita harus berlari menjauhinya.....? Membiarkan negeri ini mereka kuasai dan kita hanya bisa menjadi penontonnya saja tanpa mampu berbuat apa-apa?  Membiarkan negeri ini tergadai dengan harga murah, membiarkan aturan-aturan yang bertentangan sehingga pornografi, prostitusi, narkoba serta kemaksiatan lainnya tersebar secara masif tanpa mampu berbuat apa-apa dan hanya berteriak inilah akibat sebuah ideologi bernama DEMOKRASI.

Demokrasi hanya lah sebuah alat, demokrasi bukanlah ideologi, ketika orang-orang sholih yang berhasil menguasainya maka orang-orang sholeh dapat berusaha membuat aturan-aturan Allah ditegakkan.  Kenapa aturan ini terus dipermasalahkan, sementara sistem negara kerajaan yang sudah berlangsung ratusan tahun yang tidak lebih baik karena yang berkuasa adalah hanya ia anak cucu keturunan raja

Ketika rasulullah memulai dakwahnya, kondisi saat itu banyak terjadi perbudakan, poligami tanpa aturan.  Apakah saat itu rasulullah tercinta serta merta mengharamkannya.  Apa yang beliau lakukan? Sedikit demi sedikit mengurangi itu dengan aturan-aturan sehingga sedikit demi sedikit perbudakan bisa hilang demikian juga dengan poligami tanpa batas, diatur hanya boleh sampai empat saja, sehingga konon saat itu para sahabat pun menceraikan beberapa istrinya dan menyisakan empat saja,

Dakwah rasulullah tidak saklek ternyata........
  
Pertikaian antara haq dan batil adalah sebuah keniscayaan, peperangan antara haq dan batil akan terus menerus berlangsung sampai akhir zaman  Sudah menjadi sunatullah ada lawan yang merasa terganggu dan terancam saat kebenaran ingin ditegakkan. Banyak orang-orang yang akan merasa terancam, terintimidasi takala ada orang yang berusaha menegakkan kebenaran dan keadilan.  Ia terancam karena jabatan, harta, kedudukan dan keutamaan yang ia miliki dengan cara yang batil akan terusik sehingga ia akan berusaha dengan berbagai macam cara untuk mempertahankan kenyamanan yang ia peroleh selama ini.

Pertikaian ini terjadi dimana-mana, kapan saja terus menerus berlangsung tiada henti, karena syetan tidak memiliki kalender merah dalam 'perjuangannya' menjerumuskan manusia untuk menjadi pembenci kebenaran dan menjadikannya pengikut kebatilan yang setia selamanya dengan iming-iming harta,ketenaran dan jabatan.

Pertikaian akan terus terjadi, orang-orang beriman berperang di jalan Allah, sementara orang-orang kafir berjuang di jalan thagut. 

Sumber: Secerah Nurrahman.blogspot.com

Ghurur, menyebabkan kekalahan.   Saat perang hunain, kaum muslimin yang belum sempurna tertarbiah berkoar akan bisa memenangkan peperangan. Apa yang terjadi? Ternyata Allah memberikannya kekalahan
baru setelah kaum muslimin bertaubat, Allah memberikan pertolongan

Bila kita ingin memenangkan peperangan kita harus selalu dekat dengan Allah. Syarat kemenangan adalah selalu bergantung kepada Allah bukan pada manusia, karena Allah lah yang memenangkan kita

Kemenangan bukan hanya yang nampak terlihat oleh mata, apakah suara partai islam sedikit berarti kekalahan?  Apakah tertulis dalam al qur'an kata kalah saat Nabi Nuh hanya memiliki pengikut yang sedikit. Kemenangan yang hakiki adalah saat kita mengikuti aturan -aturan yang telah Allah tetapkan dan tidak melanggarnya.

Ah mengapa aku tak ingin menulis terus .................. ?