**/ Cerita Ida : "Kami Siap Berjuang Sampai Kiamat..."

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

6 Nov 2014

"Kami Siap Berjuang Sampai Kiamat..."

Cimahi, 6 November 2014

Bismillah,

"Kami siap berjuang sampai kiamat..." kalimat itu terucap dari mulut kecilnya, tentu saja berbahasa arab.  Setelah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sontak saja takbir pun bergema di seantero masjid terbesar di kota Cimahi tersebut.  Suasana pun semakin mengharu biru.  Entahlah selalu ada perasaan sendu dan syahdu takkala berbicara tentang bumi terjajah.... bumi Palestina.

Kemarin sore,  hari Rabu 5 November 2014 Masjid Agung Cimahi kedatangan tamu istimewa.  Empat orang pemuda penghafal al qur'an dari kota Gaza Palestina. Empat orang perwakilan tersebut terdiri dari Omar 14 tahun, Salim 12 tahun, Husen 15 tahun serta guru mereka Syeh Muh Futur yang berusia 24 tahun.


Keempat pejuang Gaza ini adalah tiga hafidz terbaik dan seorang guru dari  sebuah pesantren al qur'an.  Sebuah pesantren yang berdiri atas bantuan Pesantren Daarur Qur'an Indonesia pimpinan bapak KH. Yusuf Mansyur.  Pesantren yang kini telah luluh lantak karena di bombardir oleh Israel laknatullah alaih,  Pesantren itu di bom dengan tiga bom dan tujuh bom disekitar area pesantren.  Mereka kemudian berpindah tempat menghapal al aqur'an di sebuah masjid.  Namun kembali masjid itu dihancurkan oleh Israel.  Akhirnya mereka semua pindah menghapal al qur'an di rumah masing-masing.

Menurut penuturan mereka Israel sangat takut terhadap para penghapal al qur'an hatta para penghapal al qur'an itu hanyalah anak-anak kecil, hatta para penghapal al qur'an itu seorang perempuan berusia 53 tahun.

Ketika ditanya apakah hafalannya terganggu saat ada perang, Salim menjawab bahwa ia tidak takut dengan perang, ia tidak takut dengan bom. Hapalan tetap ia lakukan walau dalam suasana perang.  Salim yang sangat cinta terhadap al qur'an itu terbukti dari cita-citanya yang ingin menjadi penghapal alqur'an, pengajar al qur'an pelaksana al qur'an. Ia selalu semangat menghapal al qur'an karena ia akan menjadi generasi penerus pelanjut perjuangan.  Bahkan ia berkata bahwa sampai kiamat pun kami akan selalu siap untuk berjuang. Dua puluh tiga orang keluarga besar Salim telah berhasil menjadi syahid menjemput syurga Allah SWT, Subhanalloh.....

Selain Salim ada Omar yang bercita-cita menjadi jenderal pasukan, Husen berusia 15 tahun, berbeda dengan Salim dan Omar yang tampak lebih ceria, Husen terlihat sedikit senyum dan berwajah sedih,  Ternyata dia baru beberapa hari ditinggal wafat ayahnya yang gugur di medan pertempuran.

Sungguh kehadiran mereka membuat para hadirin yang sebagian besar adalah anak-anak penghapal al qur'an kota cimahi menjadi lebih bersemangat dalam menghapal a qur'an.  Sungguh ...kehadiran mereka membuat kami para hadirin malu hati, karena dalam suasana yang jauh lebih nyaman kami tidak sesemangat mereka dalam menghapal al qur'an.  Sungguh dalam diammu, dalam ucapmu adalah tarbiyah bagi kami yang hadir saat itu.

Semoga kehadiran kalian wahai para pejuang kekasih Allah ... menyebarkan virus kepada kami, virus yang ingin merasa selalu dekat dengan petunjuk hidup kami, virus penyemangat bagi kami yang loyo, yang merasa cukup dan mungkin malah bangga dengan hanya sudah mampu berODOJ ria...... Semoga saja... Aamiin Allohumma Aamiin.....
  

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^