**/ Cerita Ida : Anual Meeting 2015 : Mother Preneur

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

19 Feb 2015

Anual Meeting 2015 : Mother Preneur

Alhamdulillah senang sekali mendapat undangan dari Mizan untuk mengikuti sebuah acara bertajuk Anual Meeting Mother Preneur 2015 di Hotel Clarity jalan Cihampelas Bandung. Acara yang digelar hari Sabtu 14 Februari itu menghadirkan  undangan 200 orang  Book Advisor Pelangi Mizan dan Mizan Dian Semesta dari seluruh Indonesia.

Beruntung sekali saya dapat mengikuti acara ini karena dari awal sampai akhir acara banyak ilmu yang terserak yang bisa diambil untuk kemudian diamalkan agar menjadi pribadi yang lebih baik. Tiga acara keren yang saya ikuti pada kesempatan ini adalah yang pertama Training Motivasi dari Bapak Jamil Azzaini, acara yang kedua tak kalah menarik dan bermanfaatnya yaitu Gala Dinner dengan konten acara Sharing Seeson menghadirkan pembicara Randi Saputra dan pengusaha perempuan sukses,  owner Keukeu Fashion Ika Kartika Sari dan yang ketiga Launching Produk dan Perayaan 10 Tahun Hallo Balita.

Jamil Azzaini membawakan materi dengan sangat menarik

Acara pertama Training Motivasi oleh Trainer keren, inspirator Sukses Mulia yang juga seorang dosen dan penulis buku-buku motivasi salah satunya adalah Buku Best Seller "ON" yaitu Jamil Azzaini.  Sebagaimana layaknya seorang trainir yang selalu memukau audience pun demikian halnya Jamil Azzaini pandai sekali membawakan materi yang mengaduk-aduk emosi audience. Sukses mempermainkan emosi hingga audience bisa menangis dan tertawa silih berganti. Di tangannya cerita Ukasah dan tongkatnya yang sudah biasa didengar menjadi sebuah kisah yang sangat mengharu biru.

Memulai materi dengan mengatakan bahwa seorang muslim itu harus bertumbuh.  Seperti halnya tanaman yang memerlukan pupuk untuk tumbuh demikian pula seorang muslim harus memiliki ilmu untuk dapat tumbuh sumbur dan berbuah yang bermanfaat untuk banyak orang.  Jamil bercerita tentang kisah masa kecilnya yang serba kekurangan bahkan ayahnya mengatakan bahwa keluarga mereka adalah termiskin kedua di Lampung. Siapa yang pertama ayahnya selalu terdiam tidak menjawab belakangan setelah sukses Jamil baru tahu bahwa termiskin pertama adalah Hamdan ATT penyanyi dangdut yang membawakan lagu "... Aku merasa orang termiskin di dunia..". Hehehe ada-ada saja.  Dan see..dia kini bertumbuh menjadi orang paling sukses di kampungnya.

4 ON yang bikin Move On

Untuk bertumbuh menurut Jamil ada 4 tips ON yaitu:

1 Visi(on)

Bukan semata tentang materi, visi seorang muslim harus meliputi dunia dan akherat.  Apa yang bisa kita banggakan di hadapan Allah SWT, dihadapan orang tua, keluarga dan masyarakat.  Visi akherat kita juga harus spesifik kalau mau masuk surga semua manusia pun ingin masuk surga, kenapa kita tidak buat lebih spesifik misalnya ingin memeluk rasulullah, orang yang sangat care kepada kita umatnya.  Dalam hidupnya, menjelang wafatnya bahkan saat nanti dibangkitkan yang dipikirkan dan dikhawatirkannya hanya kita umatnya... umatii... ummatii... ummatii... Maka kita harus mempersiapkan diri agar pantas untuk bertemu dengannya, mempersiapkan bekalnya harus apa dan bagaimana meraih mimpi kita.
Jadi membuat visi itu harus jelas, spesifik, menumbuhkan energi, semangat untuk suskses mulia dan menjadi bekal untuk pulang kita ke akhirat nanti. Untuk sukses di akherat kita harus mempunyai bekal yaitu mempunyai prestasi yang bisa kita banggakan, yang bisa kita andalkan sebagai bekalan di akhirat nanti.

2. Acti(on)

Jadi inget sebuah kutipan  Visi tanpa eksekusi adalah lamunan. Eksekusi tanpa visi adalah mimpi buruk.

Vision without execution is a daydream. Execution without vision is a nightmare.  Yap visi tanpa aksi adalah mimpi buruk, ga ada artinya, tidak berguna sama sekali. So kita harus merealisasikannya dengan kerja.  Kerja yang bagaimanakah? Kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas.  Untuk meraih sesuatu diperlukan kerja keras yang sungguh-sungguh tak kenal lelah dan putus asa.  
Namun kerja keras harus dibarengi dengan kerja cerdas. Kerja cerdas adalah kerja yang fokus pada kekuatan kita bukan pada kelemahan,  fokus pada visi kita, memperbanyak how atau bagaimana agar usaha kita menjadi berhasil bukan why mengapa begini dan mengapa begitu dan harus action, enter (lakukan ) bukan entar-entar dan entar.
Setelah semua usaha kita kerahkan maka kita tinggal memasrahkannya pada Allah SWT, inilah ikhlas. Untuk bekerja ikhlas pun kita harus membersihkan hati kita dari kekotoran penyakit hati. Tidak ada iri dan dengki pada sesama yakin seyakinnya kalau rezeki sudah ada yang mengaturnya.

3. Passi(on)

Kerjakan apa yang kita cintai dan cintai apa yang kita kerjakan.  Mengerjakan pekerjaan yang kita cintai berdampak besar pada hasilnya.  Karena dengan mencintai apa yang kita kerjakan pekerjaan akan lebih mudah diselesaikan dan kita pun akan merasa enjoy melakukannya, bukan karena keterpaksaan.  Namun sebaliknya ketika kita menghadapi pekerjaan yang tidak kita sukai maka kita harus berusaha mencintainya sebagai rasa syukur bahwa kita masih memiliki pekerjaan sementara banyak orang lain yang ternyata menganggur dan sulit  mencari pekerjaan.

4. Colaborati(on)

Di dalam menyusun sebuah target harus fokus pada kita bukan aku.  Dengan fokus pada kita maka aku pun ikut teraih.  Derajat tertinggi adalah fokus pada kita dan Dia Alloh SWT.  Dengan demikian tidak saja dunia yang teraih tetapi akhirat pun dapat kita raih.
Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri, pasti membutuhkan orang lain. Karenanya kita harus membangun sebuah jaringan yang membuat kita semakin baik dan mendukung pada visi kita.  Bergaul dengan teman-teman yang memiliki visi yang sama akan saling menguatkan saling mentransfer energi positif, saling mewarnai dan terwarnai.

Begitulah sedikit uraian sessi pertama, Jamil pun mengingatkan bahwa karakteristik ilmu itu seperti air yang selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah.  Ilmu pun begitu akan sampai pada jiwa-jiwa yang memiliki kerendahan hati.

Berhubung pembahasan sessi kedua dan ketiga cukup panjang juga biar lengkap berbaginya, saya cukupkan dulu ya.. nantikan  dua sessi yang tak kalah menariknya... tunggu ya.... ^_^

Me... want to be Mom Preneur too ^_^










13 komentar :

  1. pak jamil dimuliakan Allah di dunia emng mantap trainer yg satu ituh keren keceh badai....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap betul sekali Mas.... tak lepas dari pribadi beliau yg memang sangat baik ^_^

      Hapus
  2. Balasan
    1. Kolaborasi membuat pribadi tak egois ya Mak ^_^

      Hapus
  3. pengen jadi mompreneur belum kesampaian, huwaaaaa

    BalasHapus
  4. 4 on nya Jamil Azzaini emang kee badai n sampe kutulis di dinding kamar, buat reminder..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah bagus tu Mak ngingetin diri yg hanya banyk mimpi dan lupa action ^_^

      Hapus
  5. Waa aku juga suka dengan acara macam gini mak, tapi di Semarang ngga sesering Bandung ada event beginian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bandung juga ga terlalu sering Mak, saya ngiri sama Jakarta hehe...

      Hapus
  6. Wah, keren materinya.
    salam kenal ya Mak.
    Mak, point ke 3 itu maksudnya Passion mungkin ya?
    Maaf ya, baru kenal mau kasih sedikit koreksi. Tfs :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga Mak... terima kasih sudah mengingatkan... lupa saya hehe ^_^

      Hapus
  7. Wah, keren. 4 ON itu bener2 gampang diinget dan harus dicamkan terus ya... Terima kasih share-nya. Jadi, ilmu & motivasi yg keren tetep kebagian lewat tulisan Mak Ida meski gak ikutan acaranya :)

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^