**/ Cerita Ida : Mengenal Dunia Si Kembar Lebih Dekat

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

24 Agu 2015

Mengenal Dunia Si Kembar Lebih Dekat

Sewaktu kecil dulu, saya sering minta punya adik kembar sama si mamah, rasanya gimana gitu kalau melihat anak-anak kembar.  Kebetulan waktu kecil saya punya teman dekat rumah yangkembar, sepantaranlah dengan usia saya Wida dan Widi namanya, di sekolah juga ada kakak kelas yang kembar, lucu banget liatnya segalanya selalu sam, kalau tidak mengenal mereka dengan dekat akan sulit membedakannya. Dan jawaban si mamahku atas permintaanku "Engga bisa atuh da leluhur mamah mah ga punya keturunan kembar..".  Oow harus keturunan ya ternyata...sayang dong....hihi...

Dan ketika menikah pun, di lubuk hati yang paling dalam adalah keinginan punya anak kembar, kalau ngobrol sama si mamah beliau suka bilang "Ih uyuhan...cape atuh..." Hehe iya juga ya...punya bayi satu aja suka kerasa capenya, gimana kalau langsung dua atau tiga ya...?  Tapi tetep aja kalau dikasih sama Allah SWT mau dong, etapi ya itu tadi ga punya keturunan kembar. 

Kenapa saya tiba-tiba nulis tentang kembar ya..? Hihi...bukan tanpa sebab lho...Adalah Evi dan Eva dua ibu muda kembar cantik, mereka berdua adalah pendiri Twin Universe, sebuah komunitas anak kembar yang mereka dirikan pada tanggal 3 Desember 2014.  Nah Eva dan Evi ini mengundang para Blogger Bandung khususnya untuk mengikuti acara Gathering Komunitas Kembar yang mereka adakan tanggal 2 Agustus 2015 yang lalu di Warung Upnormal Jalan Cihamplas Bandung, Eva dan Evi ini kembar identik, mereka berdua juga adalah penulis novel dan blogger. 



Pertama kali yang saya kenal adalah Evi seorang perempuan muda yang cantik dan ramah, sama sekali enggak menyangka kalau ternyata Evi itu mempunya saudara kembar.  seiring berjalannya pertemanan kami di komunitas Blogger Bandung akhirnya saya tau kalau Evi punya kembaran bernama Eva.  Jarang bertemu Eva karena waktu itu Eva masih tinggal di Jakarta.  Pertama ketemu sama Eva juga, dalam acara blogger di Jakarta.  Nah sekarang jadi sering ketemu keduanya karena Eva pun sudah pindah ke Bandung.

Eva dan Evi mendirikan Komunitas Twin Universe. karena pengalaman mereka sebagai dua anak kembar yang sering dibanding-bandingkan.  "Orang-orang suka membanding-bandingkan, hingga kami jadi berkompetisi.. padahal asyik kan kalau kembar itu kompak" Evi mengungkapkan hal itu saat Gathering Komunitas Kembar

Eva dan Evi membuka acara(atas)  Dua nara sumber diacara talkshow (bawah)

Ternyata seperti yang saya duga, acara berlangsung seru, gimana nggak seru melihat satu pasangan kembar aja sudah lucu apalagi ini komunitas kembar pasti asyik kan.. Nah ternyata selain acara seru-seruan ada acara serius tapi santainya yang membuat wawasanku tentang perkembaran bertambah, yaitu acara talkshow, menghadirkan dua pembicara yaitu seorang dosen komunikasi UNISBA bernama Ika Junita dan dr. Siska Nurohman, M.Sc seorang dokter lulusan dari Belanda.

Baik dokter Siska yang memandang dari sisi genetika maupun Ika Junita yang memandanga dari sisi psikis sepakat bahwa kembar itu tidak harus selalu sama.  Mereka adalah dua individu yang berbeda yang memiliki potensi masing-masing yang berbeda.  Ika Junita yang juga memiliki sepasang anak kembar bahkan menegaskan perbedaan itu dengan menamai anaknya berbeda yaitu Genina dan Raudah walaupun ternyata memiliki makna yang sama.

Perilaku orang tua yang selalu mendandani mereka selalu sama mulai dari rambut sampai ujung kaki memicu lingkungan sekitar untuk selalu membandingkan mereka.  Padahal hal itu tidak baik bagi perkembangan si kembar, diantara mereka akan timbul persaingan satu sama lain, bahkan bisa memicu sifat minder dari salah satunya ketika tidak secantik atau sepintar saudara kembarnya. 

Selain talkshow berbagai lomba pun digelar ada lomba live tweet dan juga lomba kembar kompak 2015.  Ketika diuji kekompakannya ternyata mereka memang mengenal satu sama lain cukup dalam. Jawaban mereka hampir semua betul mengenai kesukaan dalam warna, makanan dan hal lainnya tentang pasangan kembar mereka.  Mereka pun didaulat untuk joget berdua yang terlebih dahulu dicontohkan pasangan Eva dan Evi.



Acara terakhir pengumuman pemenang lomba kembar paling kompak 2015, yang dimenangkan pasangan Dwi Wulan dan Eko.  Dwi dikenal sebagai blogger dan mengenakan hijab sementara Eko berkaca mata dan belum berhijab, keduanya dihadiahi sebuah smarthphone keren dan hadiah lainnya.

Gathering komunitas kembar memang agak berbeda dari gathering yang lainnya, menyaksikan pasangan kembar yang begitu mirip satu sama lain semakin mengingatkan kita akan kekuasaan dan kebesaran yang Maha Pencipta,  Sama tapi beda itu memang unik dan kita sebagai lingkungan disekitar pasangan kembar diharapkan mampu bersikap bijak untuk tidak selalu membandingkan mereka.

5 komentar :

  1. Makasih udah dateng ke gathering dan tulisan bagus ini, Teh. Semoga menyenangkan dan bisa memetik manfaatnya :)

    BalasHapus
  2. Teh Ida, hatur nuhun tulisannya. Semoga nggak kapok ya datang ke gathering TwiVers :*

    BalasHapus
  3. wah komunitas kembar hihi aku baru tau.. lucu yaa x))

    BalasHapus
  4. paling seneng liat yang kembar jadinya kita kaya dikerjain . waktu dulu punya temen kembar identik banget susah bedainnya bajunya aja sama . jadi keren nih kalau aada komunitas gitu :D

    BalasHapus
  5. seru ya mbaaa bisa bereksplorasi dan mengenal tentang dunia anak kembar. Saya sebenernya juga ada keturunan kembar,,dari garis ayah (kembar identik). Sayang saya tidak mengetahui hal tsb, makanya pas hamil kurang hati2. Sebenarnya (mau) punya anak kembar, sayang satunya meninggal ketika janin :(

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^