**/ Cerita Ida : KLIKMAMI Solusi Berinvestasi di Era Digital

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

1 Mei 2016

KLIKMAMI Solusi Berinvestasi di Era Digital





Pernah mendengarkan bahwa tipe kepribadian manusia itu terbagi menjadi berbagai tipe kepribadian ?  Ada sanguinis, melankolis, koleris dan plegmatis.  Seru lho kalau mempelajari ini, malah di Jepang katanya  tipe-tipe manusia itu  dibagi berdasarkan golongan darahnya.  Menurut penelitian di sana katanya sih golongan darah itu ditentukan oleh protein-protein tertentu yang membangun semua sel di tubuh kita, itulah yang menentukan psikologis manusia.  Eh tapi kenapa tiba-tiba saya menulis tentang tipe kepribadian sementara judul tulisan yang saya tulis adalah KlikMAMI Solusi Berinvestasi di Era Digital? Ga nyambung ya... hahaha....


Eits, nanti dulu jangan menuduh ga nyambung dulu ya.. Sebetulnya saya penasaran dengan orang yang hidupnya tanpa perencanaan.  Mengalir seperti air, dibawa ke laut hayu, dibawa ke selokan yang kotor dan jorok pun okeh.  Hidup yang sangat easy going, menikmati hidup, suka hura-hura, tidak memikirkan hari esok.  Bukan ga boleh sih easy going dan menikmati hidup, tapi kalau sampai melupakan masa depan, nah itu yang tidak bisa ditolelir.





Saya penasaran terhadap apa yang menimpa tanteku, ketika suaminya naik jabatan, gaya hidupnya otomatis berubah, menjadi sosialita yang senang jalan-jalan untuk berbelanja bahkan sampai ke luar negeri.  Sayang akhirnya kini hidupnya terpuruk, ketika Om ku sakit lama kena struk dan kemudian meninggal, tanteku jatuh miskin, hidup susah membesarkan ketiga anaknya. Ternyata engga ada yang tahu masa depan dan apa yang akan terjadi pada kita ya....

Mungkin juga pola asuh sangat berpengaruh, karena kakek saya juga seperti itu, awalnya kakek adalah pengusaha kaya raya memiliki penginapan, pom bensin dan usaha lainnya.  Kekayaan membuat gaya hidupnya pun tinggi tanpa kendali.  Sayang yang terjadi kemudian adalah masa tuanya hidup dalam kemiskinan, harta habis tak berbekas menyisakan sebuah rumah kecil di pinggir kota.  

Dan saya melihat mereka adalah tipe manusia sanguinis yang bergolongan darah sama.  Jadi saya ngaca juga dong,,ihiks...kalau dilihat dari tipe manusia saya sanguinis yang hidupnya penuh warna warni, kurang terencana dan cenderung hidup untuk sekarang saja karena agak kekanak-kanakan, parahnya lagi golongan darahnya juga sama... Oh My God... saya takut dong....

Kesamaan tipe kepribadian dan golongan darah membuat saya waspada, walau memang tidak pasti sama seperti itu. Tapi akhirnya saya memang harus lebih hati-hati, kemudian saya pun berkaca pada apa yang terjadi pada mereka.  Saya kelola dong hidup saya, saya rajin menabung menyisihkan sebagian dari pendapatan.  Keren ya... saya bisa menabung haha..  Saya memang menabung, tapi cukupkah itu ?  Pengalaman membuktikan menabung di bank bukan solusi terbaik, karena kita bisa dengan mudah mengambilnya bila kita ada keperluan mendadak.  Jadi bagaimana dong..?

Alhamdulillah, akhirnya saya tahu apa yang menjadi permasalahan sekaligus juga dengan solusinya. Di acara Ngobrol Yuk bersama Manulife saya mendapatkan jawaban semua itu.  Bertempat di Eduplex Cafe, Tanggal 23 April 2016 Sabtu pagi sampai menjelang sore, hari itu betul-betul mengingatkan saya kembali agar hidup lebih terencana.

Betul, karena manusia kadang perlu diingatkan agar bisa kembali ke rel,ke jalan yang lurus.  Bincang bersama Manulife ini memberikan pencerahan bagaimana mengelola keuangan agar masa depan lebih baik.


Pak Putut sedang memberikan pencerahan tentang investasi

Tips Tiga I yang Solutif

Pak Putut Andanawarih, Direktur Pengembangan Bisnis Manulife salah satu pembicara pada acara itu memberikan tips yang memang jleb banget.  Di awal pemaparannya Pak Putut bertanya "Kapan kita harus berinvestasi..?" Dan hampir semua orang di ruangan itu menjawab pasti "Sekarang.."  Tetapi ternyata pada kenyataannya menurut Pak Putut, banyak sekali orang yang menunda untuk berinvestasi. 

Selalu ada seribu satu alasan untuk menunda berinvestasi, memang terasa juga sih, ketika mendapatkan uang gajian misalnya, langsung terbayang deretan barang yang kita rasa harus kita beli.  Jadi lupa apakah kita memang membutuhkan benda itu atau tidak, yang jelas kita ingin memilikinya dengan berbagai alasan entah gaya hidup, gengsi, ingin dipuji dan lain sebagainya.

Berapa besar pun penghasilan kita kalau tidak kita rencanakan pastilah habis.
Seperti teori efek Hedonic Treadmill. pernah dengar kan ? Nafsu untuk membelanjakan materi akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya pendapatan kita. Seperti berjalan di atas tread mill kebahagiaan kita tidak maju-maju.  Penghasilan 7 juta sebulan habis, penghasilan 40 juta pun tetap habis. 

Oleh karena itu hidup memang harus direncanakan, dan Pak Putut memberikan tiga tips keren yang saya rasa sangat solutif.

Tiga tips itu adalah:

Insyaf
Yup,  pertama memang harus insyaf dulu, menyadari betul bahwa hidup itu harus terencana.  Kasus keluarga besar saya di atas bisa menjadi contoh, apa yang terjadi bila hidup kita tidak terencana, langit tak selama cerah bisa saja tiba-tiba turun hujan.  Jadi harus ada persiapan untuk sesuatu yang tidak terduga, juga persiapan untuk masa depan kita.  Kita harus berpikir nanti bagaimana bukan bagaimana nanti.


Irit
Hiduplah irit, dengan cara pengeluaran lebih kecil dari pemasukan. Irit dengan cara mendahulukan kebutuhan dari pada keinginan.  Irit dengan cara mencatat setiap pengeluaran kita untuk kemudian mengevaluasinya dan mengurangi pengeluaran yang terlalu besar. Cari alternatif yang lebih murah, jangan mendahulukan gengsi. Irit dengan cara menyisihkan terlebih dahulu pendapatan kita sebelum kita gunakan (Pay Yourself First)



Investasi 
Kemudian yang ketiga adalah melakukan investasi, ya uang yang kita sisihkan jangan hanya ditabung karena pegalaman membuktikan bahwa hanya menabung saja itu tidak cukup. Uang yang tersimpan di bank itu dapat dengan mudah kita ambil sewaktu-waktu kalau kita membutuhkannya. Jadi uang yang kita kumpulkan bisa saja dengan mudah habis tak berbekas.

Belum lagi ada inflasi yang membuat nilai dari uang kita terus menurun. Saya masih ingat betul waktu tahun 1997 sebelum ada krisis moneter harga beras yang paling mahal itu Rp 700,00 per kilogram nya.  Sekarang? Satu kilogram seharga Rp 12.000,00 dan itu bukan beras yang terbagus.... hmmm... 

Solusinya kita harus menginvestasikan uang kita dengan mempertimbangkan inflasi.  Ini artinya dalam jangka panjang nilainya harus terus naik. 




Reksadana Manulife Sebuah Solusi

Investasi apa dong yang bisa kita lakukan saat ini juga, dalam artian kita tidak perlu menunggu lama agar uang kita cukup untuk berinvestasi ?  Awalnya dalam benak saya sih yang namanya investasi itu harus dalam jumlah besar.  Jadi kita harus mengumpulkan uang dulu untuk bisa berinvestasi karena yang terpikirkan oleh saya investasi itu berbentuk rumah, tanah, emas dan yang sejenisnya.

Eits itu dulu, sekarang lain lho, kan ada Reksadana Manulife yang hanya dengan Rp 100.000,00 saja kita sudah bisa melakukan investasi.  Kok bisa ya... Iyes, itulah keunggulan investasi di Reksadana Manulife. Tapi ini investasi awal lho... nanti kalau kita punya uang lagi, bisa kita tambah dan tambah terus hingga menjadi besar.. asyik ya.. Kalau menabung di bank uang segitu bisa berkurang karena ada biaya administrasi.  Nah kalau kita investasikan di Reksadana Manulife uang kita malah akan terus bertambah karena dengan investasi uang bekerja untuk kita.  Perlu diingat juga di sini tidak ada pajak seperti di bank lho... Asyik ya kita bisa berinvestasi dengan dana terbatas tanpa pajak pula...

Dan komitmen untuk selalu memberikan solusi investasi berkualitas membuat PT Manulife Asset Manajemen Indonesia mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu manajer investasi terbesar di industri reksa dana dan pengelolaan dana secara eksklusif di Indonesia, Per 31 Desember 2014 saja dengan dana kelolaan Rp52,3 triliun. Jadi memang MAMI sangat bisa kita percaya.

Ada berbagai macam reksadana di Manulife, ada Reksadana Saham, Reksadana Campuran, Reksadana Pendapatan Tetap dan Reksadana Pasar Uang.  Bila kita ingin berinvestasi kita harus mengenal resiko tiap investasi.  Menurut Pak Ketut sih yang untuk para pemula yang cocok adalah berinvestasi di pasar uang yaitu Manulife Dana Kas (MDK)

MDK cocok untuk para pemula karena pertumbuhannya yang stabil hingga tergolong konservatif.  Meski demikian secara historis MDK ini mengalahkan bunga tabungan dan bisa melawan inflasi.  Selain itu juga MDK ini bisa dicairkan kapan saja jadi cocok untuk menyimpan dana darurat yang selama ini kita simpan di bank.  

O ya di Manulife ada lho yang syariahnya, horeee... ini yang saya mau, uang tidak tergerus inflasi tapi saya tenang karena uang kita diinvestasikan sesuai dengan syariah.  




KLIKMAMI yang Praktis

Di era digital ini kehidupan memang serba praktis dan cepat, sudah bukan zamannya lagi orang dibuat ribet untuk mengurus sesuatu.  Manulife tahu banget itu, makanya pada tanggal 23 April 2016 kemarin PT Manulife Asset Manajemen Indonesia resmi meluncurkan klikMAMI.

Bagi kita yang tak mau ribet, gak punya waktu, repot atau apapun alasannya hingga enggan berinvestasi, klikMAMI adalah solusi online Reksadana Manulife.  Full online lho...Nggak pakai tanda tangan basah, nggak pakai kirim-kirim atau jemput dokumen. So.. pengen tau kita bisa  ngapain aja di klikMAMI .. ?



Yang pertama yang perlu kita lakukan tentu saja regsistrasi.  Langkahnya pun mudah saja, cukup isi data-data yang diminta saat kita login di www.klikmami.com , upload image KTP, kemudian tunggu telepon verifikasi dari CS MAMI dan taraaaa kita sudah siap bertransaksi.  Setelah terdaftar dan bertransaksi sebagai investor banyak hal yang bisa kita lakukan di klikMAMI apa sajakah itu ?

Beli unit Reksa Dana Manulife (Bisa Top Up atau menambah produk baru)
Jual unit Reksa Dana Manulife
Mengalihkan ke produk Reksa Dana yang lain
Monitor Investasi
Perubahan Data (Misal: alamat surat menyurat berubah)

Wah terbukti semuanya serba online, kita sudah demikian dimudahkan dan dimanjakan ya..lalu apalagi yang membuat alasan kita malas berinvestasi ? Yuk Sekarang Aja... ^_^


18 komentar :

  1. Balasan
    1. Alhamdulillah...makasih ya teh Rani.:) Tulisan ditimu jg dalam...:)

      Hapus
  2. Bermanfaat banget niih..tulisannya keren enak dibaca :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh alhamdulillah ada yg muji ..senang klo mmg bermanfaat :)

      Hapus
    2. Duh alhamdulillah ada yg muji ..senang klo mmg bermanfaat :)

      Hapus
  3. artikel yang bermanfaat
    TFS salam sehat dan semangat

    BalasHapus
  4. menarik tulisannya dan ulasan anda. kreatif sangat. pembaca juga tidak bosan untuk membaca ini. salam sukses dan salam blogger.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah...horeee.senang sekali klo mmg begitu.....makasih ya..:)

      Hapus
    2. Alhamdulillah...horeee.senang sekali klo mmg begitu.....makasih ya..:)

      Hapus
  5. Aku pengen investasi reksadana dll tapi maish binggung, mba
    Makasih sharingnya ya mba Ida

    BalasHapus
  6. sekarang banyak sekali model investasi ya, Mba. saya juga pilih reksadana

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^