**/ Cerita Ida : MPR RI dan Sebuah Harapan

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

17 Des 2017

MPR RI dan Sebuah Harapan

Senin 11 Desember 2017 saya berkesempatan hadir di acara Gathering Netizen MPR dan BloggerBDG di Hotel Aston Tropicana Jalan Cihampelas No 125 -127 Bandung.  Acara yang menyenangkan karena acara ini dikemas sedemikian santai, mirip acara resesnya para anggota dewan di daerah-daerah.   Memang kali ini format acaranya dibuat berbeda, tidak seperti saat pertemuan pertama di bulan Mei 2017 yang  jauh lebih formal.

Suasana Acara Ngobrol Bareng MPR RI


Apresiasi untuk MPR RI 

Acungan jempol rasa-rasanya perlu kita berikan kepada MPR RI periode ini, karena mereka proaktif turun ke bawah, menjumpai dan menyapa para blogger, para netizen.  Sepertinya MPR RI paham betul keberadaan para blogger sebagai corong di era digital ini, hingga aktif mengadakan acara Ngobrol Bareng MPR RI' di berbagai daerah secara rutin.

Berbeda dengan pertemuan pertama yang banyak mensosialisasikan empat pilar, kali ini justru kami tidak diberikan materi untuk disosialisasikan.  MPR RI yang kali ini diwakili langsung oleh ketuanya yaitu Bapak Zulkifli Hasan yang didampingi oleh Sekretaris Jendral nya Bapak Ma'ruf Cahyono malah meminta kami untuk bertanya tentang apa saja yang ada di benak kami. bisa berupa curhat, usulan, saran, kritik dan sebagainya.

Curhatan para Blogger 

Tentu saja kesempatan langka ini tidak dibiarkan berlalu begitu saja, berbagai pertanyaan dari para blogger pun mengalir dengan derasnya hehe...  Jarang-jarang kan berkesempatan bisa berdialog langsung serta menyalurkan aspirasi kepada MPR RI.  Pertanyaan pun beraneka ragam, mulai dari pertanyaan khas emak-emak ibu rumah tangga tentang langkanya gas, posisi MPR, sampah, royalti penulis, kasus Ustadz Abdul Somad, politik 'perkawanan',  Setya Novianto, kasus e-ktp sampai tentang pilkada.



Merah Putih yang Mulai Terkoyak

Luar biasa memang pertanyaan-pertanyaan yang mewakili 'kegalauan' dalam benak rakyat jelata tentang apa yang terjadi di Indonesia.   Menyikapi fenomena berbagai hal ketimpangan dan ketidak adilan yang terjadi rasa-rasanya membuat rakyat abai terhadap permasalahan ini.  Bosan, kesal, bingung, kecewa akhirnya menjadi apatis dan akhirnya hanya memikirkan kebutuhan hidup untuk diri sendiri dan keluarga.

Jadi ingat puisinya Pak Ma'ruf yang dibacakan saat pertemuan pertama di bulan Mei yang lalu,

Masih Indonesiakah kita?

Setelah sekian banyak jatuh bangun 

Setelah sekian banyak terbentur dan terbentuk

setelah sekian banyak tertimpa dan tertempa



Masihkah kita meletakkan harapan di atas kekecewaan, 

persatuan di atas perselisihan

musyawarah di atas amanah

kejujuran di atas kepentingan

Ataukah keIndonesiaan kita telah pudar tinggal slogan dan gambar?



Tidak....!!!

Karena nilai-nilai itu kita lahirkan kembali

kita bumikan dan bunyikan dalam setiap jiwa dan raga manusia Indonesia


 dst....

Sebuah kegalauan dari anak bangsa yang merindukan perubahan...., bukan hanya dari beliau tapi puisi di atas adalah jeritan hati kebanyakan rakyat Indonesia.

Semoga saja langkah 'kecil' dari MPR RI ini merupakan langkah awal yang bisa melahirkan langkah-langkah nyata selanjutnya.  Karena baru di periode inilah MPR RI terdengar suaranya sampai ke bawah, dan terlihat usahanya dan keinginannya untuk menjahit kembali merah putih yang mulai terkoyak. Langkah yang patut kita apresiasi atas semangatnya dan memang itu yang rakyat harapkan.

Jangan saat memerlukan suara saja kami didekati, dibelai dan dimanja dengan iming-iming kepedulian dari para calon wakil kami di legislatif atau para penguasa di eksekutif.  Setelah duduk di kursi kekuasaan kami dilupakan, mulai didekati lagi menjelang pilkada atau pileg.. hehehe.... Memanfaatkan kebodohan sebagian besar rakyat kita yang diimingi sembako dan berbagai 'suapan murah' untuk dimintai suaranya.


MPR RI dan Sebuah Harapan

Harapan saya kepada MPR RI agar membuat sebuah program yang bisa mencerdaskan rakyat hingga tidak 'tertipu' yang berulang untuk kesekian kalinya.  Hingga mereka bisa memilih para wakilnya yang benar-benar amanah, yang memperjuangkan hak-hak rakyat dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Tidak memilih calon yang menyogoknya dengan beberapa lembar uang di amplop dan sebungkus sembangko, karena apabila terpilih nanti para wakil rakyat yang seperti itu yang pertama kali mereka lakukan adalah bagaimana caranya agar modal bisa kembali, bukan fokus pada perannya sebagai wakil rakyat.

Saya tidak tahu, itu tugas MPR RI atau bukan, yang saya tahu keinginan dari MPR RI untuk menjahit kembali Merah Putih yang terkoyak  dan saya fikir mencerdaskan masyarakat adalah sebuah langkah nyata dalam usaha menjahit kembali Merah Putih yang terkoyak...

Terima kasih MPR RI atas langkah awal ini...


13 komentar :

  1. Luar biasa ya, teh, salut dengan MPR RI periode ini yang begtu dekat dengan netien

    BalasHapus
  2. mari kita satukan kembali yang sudah koyak itu

    BalasHapus
  3. salam. setuju dengan tidak memilih calon yg main sogok apalagi serangan fajar. tetap harus jeli memilih calon yang amanah ini. terkadang media sosial tersamarkan jadi ajang pencitraan :D

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah MPR aktif membuat acara seperti ini ya teh, jadi membuka wawasan kita sbg masyarakat.. dan jadi semakin tersadar untuk semakin peduli dengan masalah negeri dan mencari solusinya

    BalasHapus
  5. Semoga MPR bisa terus ngadain acara seperti ini ya Teh, biar masyarakat bisa menyampaikan aspirasi dan keluhan tanpa takut gak didenger hehe..

    BalasHapus
  6. Aku masih bengong dan terpesona obrolan santai Pak Zul sekelas pejabat MPR yang begitu santai dan dekat dengan Netizen yaa

    BalasHapus
  7. Wah.. seru banget kegiatannya kak, para blogger juga bisa menyampaikan harapan-harapan ke depan untuk Indonesia yang lebih baik lagi pastinya ^^

    BalasHapus
  8. Keren banget memang MPR sudah berkenan mau sedekat ini dengan para netizen

    BalasHapus
  9. Setuju teh.. mari jahit kembali dengan postingan positif :)

    BalasHapus
  10. Pertanyaan yg bikin merinding,"Masih Indonesia kah kita?"

    BalasHapus
  11. Dikira bakalan ngebosenin acara yang berbau politik tuh, taunya seru juga 😂

    BalasHapus
  12. Pertanyaan "masih Indonesiakah kita" itu bisa panjang perenungannya. Jawabannya bisa jadi satu bab sendiri.

    BalasHapus
  13. Semoga semakin banyak rakyat yang cerdas mewakili wakilnya ya, Teh. Biar langkah kita merajut merah putih yang terkoyak terasa lebih ringan.

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^