**/ Cerita Ida : Berhasilkah Puasa Kita ?

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

16 Jul 2015

Berhasilkah Puasa Kita ?

Subhanalloh...., tak terasa Ramadlan segera pergi meninggalkan kita, bulan Syawal akan segera menjelang.  Kewajiban syaum di bulan Ramadlan sudah kita tunaikan sebulan penuh. Namun yang menjadi pertanyaan besar kita, apakah syaum kita bisa menghantarkan kita kepada ketaqwaan sesuai dengan target puasa yang Allah SWT firmankan dalam Al Baqoroh ayat183?

Tentu saja kita berharap bisa mencapai target menjadi taqwa, tapi apakah ciri-cirinya ada pada diri kita?  Yuk kita simak ciri-ciri orang sukses dalam mencapai gelar taqwa, apa sajakah itu?  Menurut Hasan Al Bashri ciri-ciri orang yang sukses dan menjadi hamba yang bertaqwa setelah menjalankan syaum sebulan penuh adalah:


Sumber:Slideshare.net

1. Salimul Aqidah (Akidah yang lurus)

Akidah adalah hal yang paling mendasar dalam ajaran Islam, merupakan sebuah simpul atau ikatan yang kokoh yang kemudian berbentuk keyakinan yang tertanam di dalam hati. Keyakinan kepada Allah SWT sebagai satu-satunya zat yang harus diibidahi, disembah.  Allah SWT sebagai Rabb, Malik dan sebagai Illah. Akidah yang lurus meyakini Allah sebagai pencipta, Allah sebagai raja yang memiliki aturan yang harus ditaati dan Allah sebagai Illah sebagai satu-satunya zat yang disembah dan diibadahi.

2. Mati'ul Khuluq (Akhlaq yang mulia)

Di dalam QS Al Imran ayat 33 disebutkan bahwa seandainya kita mencintai Allah maka harus mengikuti Rasulullah SAW. Di QS Al Ahzab 21 disebutkan bahwa pada diri Rasulullah itu terdapat suri tauladan yang baik.  Agar kita memiliki akhlak yang baik maka kita harus mengikuti akhlak rasulullah yang mulia.

3. Semangat Mencari Ilmu

Selama Bulan Ramadlan kita digembleng dengan selalu berusaha memanfaatkan waktu seoptimal mungkin untuk kebaikan diantaranya adalah untuk menuntut ilmu, dengan mengaji dan mengkaji al qur'an.. Apabila puasa kita berhasil maka kebiasaan ini akan terus berlanjut walau Bulan Ramadlan sudah berlalu, akan menjadi sebuah kebiasaan yang baik yang akan terus kita lakukan.  Sebuah hadist mengatakan barangsiapa pergi untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali.

4. Semangat Memakmurkan Masjid

Di Bulan Ramadlan kita terbiasa memakmurkan masjid dengan sholat wajib berjamaah di masjid, sholat tarawih dan itikaf di masjid di sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan.  Kebiasaan ini harus terus kita lakukan, harus terus memakmurkan masjid dengan meramaikannya dengan sholat berjamaah terutama untuk kaum laki-laki.  Meramaikannya dengan kajian-kajian keilmuan, dikatakan oleh Allah SWT dalam firmanNYa di QS At Taubah ayat 18:

"Hanya yang mekamurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat,menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapapun selain Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan golongaan orang yang mendapatkan petunjuk"

Sumber:tarakan.go.id
5. Mujahidin Linafsi (Sungguh-sungguh dalam beramal)

Orang yang sungguh - sungguh di dalam beramal, akan terus beramal walaupun banyak hambatan yang menghadangnya, ia akan tetap menafkahkan hartanya walaupun dalam keadaan sempit, hal ini tersirat  di dalam Al Imran ayat 134 disebutkan bahwa "Yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik diwaktu lapang/sempit dan orang-oarang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan". 

Orang-orang yang sungguh-sungguh dalam beramal akan mengoptimalkan potensi yang Alloh berikan kepada manusia berupa hati, pendengaran dan penglihatan hanya semata-mata untuk mencari keridlaan Allah Swt. Ia menggunakan mata, telinga dan hatinya hanya untuk kebaikan yang Allah perintahkan. Semua yang kita lakukan di bulan Ramadlan dilakukan terus secara konsisten di bulan-bulan selanjutnya, tidak hanya sebagai sebuah ritual tetapi juga dimaknai sebagai bentuk penghambaan dan ketundukan kita kepada Allah SWT. Insya Allah konsisten inilah yang akan menghantarkan kita kepada ketaqwaan.

Semoga kita semua bisa mencapai target taqwa sehingga kita menjadi pribadi yang jauh lebih baik, yang bersegera menuju keridlaan Allah SWT, sehingga kita semua bisa selamat menuju jannahNya.  Aamiin Allohumma Aamiin.

4 komentar :

  1. Entahlah, aku belum bisa menilai diri. Berhasil atau enggak biarlah yang maha kuasa yang memberikan nilainya.
    Terima kasih untuk ilmu yang dibagikan.

    BalasHapus
  2. Yuup yg penting istiqomah dengan terus melanjutkan amalan- amalan yg kita lakukan di bulan Ramadlan pada bulan2 berikutnya tentu saja... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm sebelumnya maaf mbak, kan blog mbak udah ada fitur balas komentar, kenapa belum dimanfaatkan? :)

      Berhasil atau tidak puasa kita tergantung bagaimana setelah menjalankan puasa tersebut, apakah ada perubahan ataukah masih tetap seperti sebelumnya. Tapi yang penting jika sudah niat tulus, insya Allah bisa berubah dengan sendirinya.

      Hapus
  3. Haha...iya yg ini lupa ga dipakai lha yg selanjutnya komen Mas Dewa jadi engga ada klik balasnya :)

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^