**/ Cerita Ida : Ketika Semangat Ramadlan Mulai Mengendur

blog perempuan|blog kuliner|blog review|blog fashion|blogger bandung|blogger indonesia

3 Jul 2015

Ketika Semangat Ramadlan Mulai Mengendur

Sudah menjadi suatu hal yang lumrah bila kita sering berinteraksi dengan sesuatu maka sensitifitas kita akan semakin berkurang.  Dengan orang - orang yang terdekat dengan kita misalnya, suami, orang tua, anak atau siapa pun itu namun intensitas berhubungan dengan kita semakin sering, maka semakin kurang rasa jaim kita, semakin bebas kita berekspresi dan semakin kurang sensitifitas kita dengan mereka.

Sumber:kataucapan.me

Pun demikian halnya dengan ramadlan, semakin lama kita berinteraksi, semakin lama Ramadlan bersama kita maka akan semakin berkurang keistimewaannya untuk kita.  Ibarat sesorang yang pergi haji, begitu melihat kabah langsung berurai mata, takjub dan bahagia, seolah tidak mau berpaling dari kabah.  Seminggu mungkin akan kuat seperti itu, dua minggu, tiga minggu kemudian mungkin kita akan lebih sibuk tawaf di Pasar Seng.

Mungkin banyak diantara kita yang melewati angka 15 hari di Bulan Ramadlan ini merasa semangatnya semakin berkurang.  Semakin merasa berat beribadah, tidak sesemangat sewaktu awal Ramadlan. Masjid-masjid yang diawal Ramadlan penuh makin lama makin mengalami kemajuan alias shafnya makin maju ke depan karena makin berkurang orang yang hadir ke masjid.  Bahkan justru pasar dan mall lah yang semakin ramai. Banyak yang gugur di babak pertama alias 10 hari pertama, apalagi 10 hari kedua, terlebih lagi banyak yang gagal di 10 hari terakhir. Gagal di final, padahal itulah saat panen yang mana semestinya itu yang kita buru.

Mengapa itu terjadi?  Ini disebabkan diantaranya adalah persiapan kita menghadapinya yang kurang.  Kalau Rasulullah dan para sahabat memersiapkan Ramadlan ini jauh sebelumnya, dua bulan sebelumnya yaitu Bulan Rajab dan Syaban Rasulullah dan para sahabat sudah mempersiapkan dengan banyak beribadah puasa dan ibadah harian lainnya.

Lalu untuk kita yang merasa persiapannya kurang, apa yang harus kita lakukan agar ramadlan kali ini tidak gagal di tengah jalan?  Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengupayakan itu yaitu:

1.  Perbanyak do'a dan perbaharui niat kita

Banyak-banyaklah berdo'a agar kita dimudahkan, dilancarkan dan sukses dalam menjalani Ramadlan ini, perbaharui niat kita, bukankah niat kita semata hanya meminta Ridla Allah, dengan mengingat itu akan membantu mengingatkan kita untuk kembali pada semangat semula.

2.  Banyak Bergaul dengan Orang-Orang yang Sholeh

Bergaulah dengan mereka yang kita anggap sholeh yang dapat menularkan semangatnya dalam beribadah kepada Allah SWT, jauhilah teman-teman kita yang hanya mengingatkan kita pada keduniawian dan membuat kita tak ragu bermaksiat kepada Allah.

3.  Banyak menghadiri Majelis Taklim dan Majelis Dzikir

Menghadiri majelis taklim yang menambah keilmuan kita tentang keistimewaan Ramadlan, sehingga kita diingatkan kembali akan apa yang kita raih bila kita sukses menjalani Bulan Ramadlan ini.  Banyak menghadiri majelis yang banyak mengingat Allah di dalamnya.  Malaikat pun akan turut mendo'akan kita.

4.  Buatlah target ibadah harian

Bila di hari biasa kita be ODOJ ria, yaitu satu juz sehari, usahakan di bulan ini kita menambah target kita misalnya dua atau tiga juz sehari.  Selain itu ibadah - ibadah lain pun harus kita tingkatkan dan targetkan baik kualitas maupun kuantitasnya

5.  Ingat masa yang akan datang

Kita harus bervisi futuristik jauh ke depan, bukan hanya sebatas dunia tapi jauh menuju akherat, inilah ciri orang yang cerdas, rasulullah pernah bersabda bahwa orang paling cerdas adalah orang yang banyak mengingat kematian. Suka atau tidak, masa itu akan tiba, akan terjadi pada kita kematian, dan hari berbangkit pasti kita alamai.  Sungguh kecelakaan yang besar kalau pada saat itu kita hanya memiliki bekal yang sedikit.  Seperti yang diceritakan di Qur'an surat Yasin, orang - orang yang berteriak dan menjerit ingin dikembalikan ke dunia dan ingin memperbaiki amal mereka. 

Ada banyak yang bisa kita lakukan intinya adalah semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.  Semoga kita semua berhasil menjalankan Ramadlan ini dengan baik hingga kita bisa tampil menjadi kupu-kupu cantik yang indah dipandang saat keluar dari Ramadlan ini.  Aamiin Allohumma Aamiin.

12 komentar :

  1. Iya mbak Ida.. biasanya melewati tanggal 15 ada kondisi yang berubah.. Jamaah masjid dan musolla berkurang, sebab sudah banyak yang berbondong ke pasar dan toko pakaian..

    Semoga kita semua bisa terus semangat dan mejadi jawara di hari raya nanti ya mbak.. Aamiin

    BalasHapus
  2. Aamiin Allohumma Aamiin.... semoga saja ya Mas. :)

    BalasHapus
  3. insha Allah klo ubadah mah masih tetap semangat, cmn bangun sahur rasanya ngantuk banget...

    BalasHapus
  4. Ngga kerasa udah melewati setengah bulan amadhan ya mbak, moga semangat tetap terjaga aamiin

    BalasHapus
  5. mungkin itu adalah godaan untuk kita yang benar-benar khusu dalam berpuasa :)

    BalasHapus
  6. Iya nih, ngrasanya injury time Lebaran jadi semangat ibadahnya kedodoran, kudu dikencengin lagi

    BalasHapus
  7. Target ibadah penting ya, mak. Biar teratur juga.

    BalasHapus
  8. semakin deket lebaran, ko sekarang aku jadi merasa serba males ya mba, kaya nya harus di kuatkan lagi niatan nya

    BalasHapus
  9. slm kenal mbak :) iya nih kudu di charge batereynyaaa ... 10 hr terakhir. Dont miss it "Lailatul Qadr".
    saatnya bermunajat mohon apa aja kpd Raja Yang Maha Pemurah.
    Jika berharap yg terbaik, Allah berikan yg terbaik... insya Allah.

    BalasHapus
  10. Aduh Mak Ida, Bulan Ramadan ini kayak yang lari, ya. Cepet banget. Sekarang udah hari ke berapa, coba. Hiks... rasanya masih pengen berlama-lama bareng bulan Ramadan.... :'(

    BalasHapus
  11. bergaul dengan orang-orang yang sholeh berdampak positif ya mba buat diri kita

    BalasHapus
  12. Wah cepat sekali Ramadhan berlalu, hiks

    BalasHapus

Terima kasih telah mampir dan silakan tinggalkan jejak ^_^